Problematika Pendidikan Agama Islam di Era Modern M Yusri1. Ali Akbar2. Agus Basri3 Sekolah Tinggi Agama Islam Darud DaAowah Wal-Irsyad Makassar 1, 2, 3 Email: myusrirk@gmail. aakbar05@gmail. agusbasritakko@gmail. P-ISSN : 2745-7796 E-ISSN : 2809-7459 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai problematika yang dihadapi oleh pendidikan agama Islam di era modern. Pendidikan agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral generasi muda. Namun, di tengah kemajuan teknologi dan globalisasi, pendidikan agama Islam menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dengan menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika utama yang dihadapi meliputi kurangnya adaptasi kurikulum terhadap perkembangan teknologi, minimnya fasilitas dan sumber daya yang mendukung proses pembelajaran digital, serta kurangnya kompetensi tenaga pendidik dalam memanfaatkan teknologi. Selain itu, globalisasi membawa pengaruh budaya dan nilai-nilai yang bertentangan dengan ajaran Islam, sehingga mempengaruhi pola pikir dan perilaku peserta didik. Untuk mengatasi problematika tersebut, diperlukan upaya inovatif dalam pengembangan kurikulum yang integratif dan adaptif, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan teknologi, serta penguatan nilai-nilai Islam yang kontekstual dengan tetap mempertahankan esensinya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan strategi yang tepat, pendidikan agama Islam dapat tetap relevan dan efektif dalam menghadapi tantangan era modern. Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam. Era modern. Globalisasi. Teknologi. Kurikulum. http://jurnal. id/index. php/aujpsi DOI : https://doi. org/10. PENDAHULUAN Pentingnya pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter dan moral siswa sangatlah signifikan, mengingat peran pendidikan agama tidak hanya terbatas pada aspek kognitif, tetapi juga mencakup pembentukan karakter dan moral. Pendidikan agama Islam menekankan nilai-nilai akhlak mulia seperti kejujuran, kesabaran, rasa hormat, dan tanggung jawab. Melalui pembelajaran dan penanaman nilai-nilai ini, siswa diharapkan dapat menginternalisasi dan mengamalkan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ajaran tentang kejujuran mengajarkan siswa untuk selalu berkata dan bertindak jujur, baik dalam situasi yang mudah maupun sulit. Pendidikan agama Islam membantu siswa untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai spiritual yang dapat memberikan kedamaian batin dan keseimbangan hidup. Ibadah seperti shalat, puasa, dan dzikir, diajarkan untuk memperkuat hubungan siswa dengan Allah dan meningkatkan ketakwaan Siswa yang mendapatkan pendidikan agama Islam cenderung mengembangkan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 83-91, 2024 | 83 Problematika Pendidikan Agama Islam di Era Modern M Yusri. Ali Akbar. Agus Basri karakter positif seperti disiplin, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai ini diajarkan melalui kisah-kisah teladan para nabi dan tokoh-tokoh Islam, serta melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah dan keluarga. Pendidikan agama Islam memberikan pemahaman yang jelas tentang mana yang baik dan buruk, mana yang halal dan haram. Pemahaman ini sangat penting untuk mencegah siswa terjerumus ke dalam perilaku negatif seperti kenakalan remaja, narkoba, dan pergaulan bebas. Dengan memahami konsekuensi dari perbuatan buruk, siswa diharapkan dapat menjauhinya. Ajaran Islam menekankan pentingnya saling tolong-menolong dan bersikap adil. Pendidikan agama mengajarkan siswa untuk peduli terhadap lingkungan sosialnya, membantu yang membutuhkan, dan berlaku adil dalam segala aspek kehidupan. Ini membentuk siswa menjadi individu yang lebih empatik dan bertanggung jawab sosial. Pendidikan agama Islam membantu siswa memahami identitas diri mereka sebagai Muslim. Pemahaman yang kuat tentang identitas keagamaan ini memberikan rasa percaya diri dan stabilitas emosional, serta membantu mereka untuk teguh dalam prinsip-prinsip Islam di tengah berbagai tantangan dan pengaruh negatif dari Di masa depan, ketika siswa memasuki dunia kerja, nilai-nilai etika dan moral yang ditanamkan melalui pendidikan agama Islam akan menjadi pedoman dalam menjalankan profesi mereka dengan integritas. Mereka akan lebih cenderung untuk berperilaku etis dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip moral dalam setiap keputusan profesional yang mereka buat. Sebagai contoh, dalam kurikulum pendidikan agama Islam, siswa diajarkan tentang pentingnya shalat berjamaah yang Mata mengajarkan hukum-hukum yang melatih siswa untuk berpikir kritis dan memahami alasan di balik setiap aturan, sedangkan pelajaran akhlak mengajarkan sikap-sikap terpuji yang harus dimiliki setiap Muslim. Dengan demikian, pendidikan agama Islam berperan krusial dalam membentuk karakter dan moral siswa, menjadikan mereka individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga unggul dalam moral dan spiritual. Hal ini sangat penting harmonis dan beradab. Selanjutnya perubahan sosial dan teknologi telah membawa dampak signifikan Berikut beberapa aspek perubahan tersebut: Perubahan demografis pada aspek urbanisasi yakni meningkatnya populasi di kota-kota besar membawa tantangan dan peluang baru dalam pendidikan, termasuk kebutuhan akan lebih banyak sekolah dan guru serta akses ke fasilitas pendidikan yang lebih baik. Pada aspek diversitas budaya, yakni keragaman budaya di sekolah-sekolah meningkatkan kebutuhan akan kurikulum yang inklusif dan pengajaran yang memperhatikan berbagai latar belakang Perubahan nilai dan norma pada aspek kesetaraan gender yakni dorongan untuk kesetaraan gender telah meningkatkan partisipasi perempuan dalam pendidikan, bidang-bidang sebelumnya didominasi oleh laki-laki seperti STEM (Sains. Teknologi. Teknik, dan Matematik. Pada aspek hak asasi manusia dan inklusi yakni meningkatnya kesadaran akan hak asasi manusia telah mendorong pendidikan yang lebih inklusif bagi anakanak dengan kebutuhan khusus dan berbagai latar belakang sosial ekonomi. Perubahan struktur keluarga pada aspek keluarga inti dan keluarga tunggal yakni meningkatnya jumlah keluarga tunggal. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 83-91, 2024 | 84 Problematika Pendidikan Agama Islam di Era Modern M Yusri. Ali Akbar. Agus Basri mempengaruhi dukungan dan perhatian yang dapat diberikan kepada anak dalam hal Pada aspek keterlibatan orang tua yakni orang tua sekarang lebih terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka, berkat akses yang lebih mudah ke informasi dan alat Perubahan Teknologi pada aspek digitalisasi pendidikan yakni pembelajaran daring, platform e-learning memungkinkan pembelajaran jarak jauh dan fleksibilitas waktu, yang sangat membantu terutama selama pandemi COVID-19. Pada aspek akses informasi yakni internet menyediakan akses tak terbatas ke informasi dan sumber daya pendidikan, mempermudah siswa dan guru untuk mendapatkan materi tambahan. Alat dan sumber daya digital pada aspek perangkat lunak pembelajaran yakni splikasi dan perangkat lunak edukatif seperti Khan Academy. Google Classroom, dan lainnya membantu dalam memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan personal serta Pada aspek Teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) yakni teknologi ini memberikan pengalaman yang lebih kontekstual, terutama dalam bidang sains dan Perubahan sosial dan teknologi ini tidak hanya memperkaya metode dan akses pendidikan tetapi juga menuntut adaptasi dari sistem pendidikan untuk tetap relevan dan efektif dalam memberikan pembelajaran yang bermakna. Agama Islam di era modern. Sumber Sekunder yakni artikel, laporan konferensi, dan sumber online yang memiliki kredibilitas Teknik pengumpulan data dari penelusuran literatur, yakni ,elakukan akademik seperti Google Scholar. JSTOR. ProQuest, dan perpustakaan universitas. Adapun seleksi literatur yakni dengan memilih literatur yang relevan dengan kriteria tertentu seperti topik, tahun publikasi, dan relevansi pertanyaan dengan penelitian. Selanjutnya klasifikasi literatur dengan mengklasifikasikan literatur berdasarkan tema-tema utama yang berkaitan dengan problematika, solusi, dan peran teknologi dalam PAI. Analisis data berdasarkan pada analisis isi (Content Analysis yakni dengan mengidentifikasi tema-tema utama, pola, dan hubungan antar tema dalam literatur yang Adapun sintesis temuan dengan mengintegrasikan temuan dari berbagai sumber literatur untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai problematika PAI di era modern. Validitas dan reliabilitas data melalui validitas yakni dengan membaca validitas data dengan memilih literatur yang memiliki kredibilitas akademik dan relevansi tinggi. Selanjutnya konsistensi dalam proses pengumpulan dan analisis data dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian perpustakaan atau studi pustaka, yang melibatkan pengumpulan dan analisis data dari berbagai sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian. Adapun sember datannya yakni . Sumber primer, terdiri dari buku, artikel jurnal ilmiah, disertasi, tesis, dan laporan penelitian yang membahas Pendidikan HASIL DAN PEMBAHASAN Kurikulum Pendidikan Agama Islam Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah merupakan bagian integral dari sistem pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai keagamaan, moral, dan spiritual dalam diri siswa. Berikut adalah penjelasan mengenai komponen, tujuan, dan struktur kurikulum PAI di Indonesia. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 83-91, 2024 | 85 Problematika Pendidikan Agama Islam di Era Modern M Yusri. Ali Akbar. Agus Basri Tujuan utama dari Pendidikan Agama Islam adalah: Berbicara tentang akhlak mulia dan budi pekerti yang luhur. Meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Membentuk kepribadian yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Membekali siswa dengan pengetahuan keislaman yang komprehensif dan . Menyebutkan sikap toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Materi Pembelajaran Materi pembelajaran dalam kurikulum PAI mencakup: Aqidah : Keimanan kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul, hari berhenti, dan qadha dan qadar. Ibadah: Tata cara beribadah seperti sholat, zakat, puasa, haji, dan berbagai bentuk ibadah lainnya. Akhlaq: Etika dan moralitas dalam hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam sekitar. Al-Quran dan Hadits: Pemahaman dan pengamalan ajaran yang terkandung dalam Al-Quran dan Hadits. Sejarah Islam: Kisah-kisah para nabi, sejarah perkembangan Islam, dan tokoh-tokoh penting dalam Islam. Fiqih: Hukum-hukum Islam yang mengatur berbagai aspek kehidupan, . , munakahat . , dan jinayat . Strategi Pembelajaran Metode yang digunakan dalam pembelajaran PAI . Ceramah: Memberikan penjelasan secara lisan mengenai materi PAI. Diskusi: Mengajak siswa berdialog dan berdiskusi mengenai topik keagamaan. Tanya Jawab: Membuka pemahaman siswa. Praktik Langsung: Mengajarkan cara ibadah dan amalan lainnya secara Pemutaran Video atau Multimedia: Menggunakan media audiovisual untuk memperkaya materi pembelajaran. Kurikulum yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Kurikulum yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman adalah kurikulum yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dan kebutuhan saat ini dalam masyarakat, teknologi, dan dunia kerja. Mengajarkan informasi atau teknologi lama yang sudah tidak relevan. Tidak diperbarui dengan pengetahuan terbaru atau tren terkini. Metode pengajaran tradisional yakni mengandalkan ceramah dan hafalan tanpa melibatkan pembelajaran aktif atau interaktif serta minim penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar. Tidak fokus pada keterampilan abad 21 yakni mengabaikan Tidak keterampilan teknologi yang penting di era Selanjutnya kontekstual yakni tidak terkait dengan situasi nyata atau tantangan dunia kerja dan kurangnya proyek berbasis pengalaman yang relevan dengan aplikasi praktis. Tidak fleksibel dan tidak bisa disesuaikan dengan kebutuhan atau minat siswa serta kurangnya pilihan mata pelajaran atau bidang studi yang sesuai dengan bakat dan minat individu. Penilaian yang tidak menyeluruh yakni hanya mengandalkan tes tertulis tanpa mempertimbangkan penilaian lain seperti proyek atau presentasi. Tidak mengevaluasi non-akademik kemampuan sosial dan emosional. Tidak ada program magang atau kerjasama dengan Kurikulum tidak memberikan pengetahuan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 83-91, 2024 | 86 Problematika Pendidikan Agama Islam di Era Modern M Yusri. Ali Akbar. Agus Basri Untuk mengatasi hal ini, kurikulum perlu diperbarui secara berkala dengan teknologi, ekonomi, dan kebutuhan sosial. Inovasi dalam metode pengajaran, integrasi teknologi, dan penekanan pada keterampilan abad 21 adalah langkah penting untuk memastikan relevansi kurikulum dengan zaman sekarang. Metode Pengajaran Yang Masih Konvensional Dan Kurang Interaktif Metode pengajaran yang konvensional dan kurang interaktif sering kali merujuk pada pendekatan pembelajaran tradisional yang lebih terpusat pada guru, di mana siswa berperan sebagai penerima informasi pasif. Berikut adalah beberapa karakteristik dan kelemahan utama dari metode pengajaran ini: Ceramah sebagai metode utama: Metode sering menggunakan ceramah sebagai teknik Guru memberikan informasi secara verbal, sementara siswa mendengarkan dan mencatat tanpa banyak kesempatan untuk berinteraksi atau bertanya. Kelemahannya adalah metode ini dapat menyebabkan kebosanan dan kurangnya keterlibatan siswa, karena mereka hanya mendengarkan tanpa partisipasi aktif. Fokus pada hafalan: Pengajaran konvensional cenderung menekankan pada hafalan fakta dan konsep. Siswa diharapkan menghafal materi pelajaran untuk ujian, bukan memahami konsep secara mendalam atau menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata. Hal ini dapat menghambat kemampuan berpikir kritis dan mempersiapkan mereka untuk memecahkan masalah di dunia nyata. Kurangnya penggunaan teknologi dan media interaktif: Metode konvensional sering kali kurang memanfaatkan teknologi dan media interaktif yang dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan relevan bagi siswa. Penggunaan teknologi simulasi, atau perangkat lunak edukatif dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan membantu mereka memahami materi dengan cara yang lebih dinamis. Interaksi satu arah: Dalam interaksi cenderung satu arah dari guru ke Siswa jarang diberikan kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain atau dengan guru dalam diskusi yang bermakna. Ini dapat menghambat perkembangan keterampilan sosial dan komunikasi siswa, serta membatasi kesempatan mereka untuk belajar dari perspektif dan pengalaman satu sama Evaluasi yang terbatas pada ujian Metode konvensional sering kali menggunakan ujian tertulis sebagai satusatunya pemahaman siswa. Ini tidak hanya membatasi penilaian terhadap aspek kognitif saja, tetapi juga tidak mencerminkan kemampuan siswa dalam berbagai aspek keterampilan praktis, kreativitas, dan kolaborasi. Evaluasi yang lebih holistik, termasuk proyek, presentasi, dan penilaian portofolio, dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kemampuan siswa. Sebagai pengajaran konvensional yang kurang interaktif memiliki beberapa kelemahan yang pembelajaran dan keterlibatan siswa. Oleh karena itu, ada kebutuhan untuk mengadopsi pendekatan yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa, yang memungkinkan partisipasi aktif, penggunaan teknologi, dan penilaian pembelajaran yang lebih mendalam dan Fasilitas dan Sumber Daya Dalam Pendidikan Agama Islam Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 83-91, 2024 | 87 Problematika Pendidikan Agama Islam di Era Modern M Yusri. Ali Akbar. Agus Basri Fasilitas dan sumber daya dalam pendidikan agama Islam sangat penting untuk memastikan proses pembelajaran yang efektif dan mendalam. Berikut adalah beberapa aspek penting dari fasilitas dan sumber daya dalam pendidikan agama Islam: Infrastruktur Fisik: Sekolah dan Madrasah: Institusi pendidikan agama Islam memerlukan gedung yang memadai, ruang kelas yang nyaman, perpustakaan, laboratorium, dan fasilitas Infrastruktur yang baik membantu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi siswa. Tempat Ibadah: Masjid atau mushola di dalam lingkungan sekolah juga penting untuk kegiatan ibadah dan pengajaran agama yang praktis. Sumber Daya Pengajaran: Buku dan Materi Ajar: Buku teks yang berkualitas dan sesuai kurikulum sangat Selain itu, materi ajar tambahan seperti buku referensi, modul, dan bahan digital juga dapat membantu proses belajar Alat Peraga dan Media Pembelajaran: Penggunaan alat peraga, media audiovisual, dan teknologi informasi dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Ini termasuk penggunaan presentasi, video edukatif, dan software pendidikan. Sumber Daya Manusia: Guru yang Kompeten: Guru yang memiliki kualifikasi yang sesuai dan berkompeten sangat penting. Mereka harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang materi agama serta metode pengajaran yang efektif. Pelatihan dan Pengembangan: Program pelatihan dan pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru sangat penting untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Ini bisa mencakup workshop, seminar, dan kursus lanjutan. Dukungan Teknologi: Akses Internet dan Komputer: Akses ke teknologi informasi dan internet memungkinkan siswa dan guru untuk mengakses sumber daya pendidikan yang luas dan terkini. Ini juga mendukung pembelajaran jarak jauh dan penggunaan e-learning. Laboratorium Komputer: Laboratorium komputer yang dilengkapi dengan perangkat keras dan lunak yang memadai dapat membantu siswa belajar teknologi informasi dan komunikasi, yang juga penting dalam pendidikan modern. Pendanaan dan Sumber Daya Finansial: Dana Operasional: Dana yang cukup diperlukan untuk operasional sehari-hari sekolah, termasuk gaji guru, pemeliharaan fasilitas, dan pembelian bahan ajar. Beasiswa dan Bantuan Keuangan: Beasiswa dan bantuan keuangan bagi siswa yang kurang mampu sangat penting untuk memastikan semua anak mendapatkan akses pendidikan yang setara. Kerjasama Dukungan Komunitas: Keterlibatan Orang Tua Komunitas: Dukungan dari orang tua dan komunitas dapat memperkaya program Ini bisa berupa partisipasi dalam kegiatan sekolah, sumbangan buku atau peralatan, dan dukungan moral. Kerjasama dengan Lembaga Lain: Kerjasama dengan lembaga pendidikan lain, pemerintah, dan organisasi non-pemerintah dapat membantu peningkatan fasilitas. Dengan meningkatkan fasilitas dan sumber daya dalam pendidikan agama Islam, kualitas pendidikan dapat ditingkatkan, sehingga menghasilkan siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki akhlak dan moral yang baik. Pemanfaatan Teknologi Dalam Pembelajaran Agama Islam. Pemanfaatan pembelajaran agama Islam memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. Berikut adalah Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 83-91, 2024 | 88 Problematika Pendidikan Agama Islam di Era Modern M Yusri. Ali Akbar. Agus Basri beberapa cara teknologi dapat dimanfaatkan dalam pendidikan agama Islam: E-learning dan Platform Online: Platform Pembelajaran Daring: Penggunaan platform e-learning seperti Moodle. Google Classroom, atau platform khusus seperti E-Quran, memungkinkan siswa untuk mengakses materi pelajaran, mengikuti kelas daring, dan berpartisipasi dalam diskusi secara online. Hal ini sangat bermanfaat terutama selama pandemi COVID-19 ketika pembelajaran tatap muka Kursus dan Webinar: Webinar dan kursus daring tentang topik-topik agama Islam mendukung pembelajaran yang lebih fleksibel dan interaktif. Aplikasi Mobile: Aplikasi Pendidikan Islam: Aplikasi mobile seperti Muslim Pro. Quran Majeed, dan lainnya menyediakan akses mudah ke Al-Qur'an, hadis, doa-doa harian, dan pelajaran agama lainnya. Aplikasi ini memungkinkan siswa untuk belajar di mana saja dan kapan saja. Gamifikasi: Aplikasi yang menggabungkan elemen gamifikasi dapat membuat pembelajaran agama menjadi Contohnya adalah aplikasi yang memberikan penghargaan atau poin untuk menyelesaikan tugas atau kuis tentang pengetahuan agama. Multimedia dan Audiovisual: Video Pembelajaran: Video ceramah, dokumenter, dan animasi tentang cerita-cerita dalam Al-Qur'an, sejarah Islam, dan konsepkonsep teologis dapat meningkatkan pemahaman siswa melalui visualisasi yang Podcast dan Audio Buku: Podcast dan buku audio tentang topik agama Islam dapat menjadi sumber belajar tambahan yang fleksibel, yang bisa didengarkan saat beraktivitas lainnya. Teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR): Pengalaman Interaktif: Teknologi AR dan VR dapat digunakan untuk menciptakan pengalaman belajar yang imersif, seperti tur virtual ke tempat-tempat bersejarah dalam Islam atau simulasi dari peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Islam. Pembelajaran Praktis: Misalnya, simulasi VR untuk belajar tata cara shalat, haji, atau praktik ibadah lainnya dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan praktis. Penggunaan Media Sosial: Kelompok Belajar Online: Media sosial seperti Facebook. WhatsApp, dan Telegram kelompok belajar, di mana siswa dapat berdiskusi, bertukar informasi, dan berbagi sumber belajar. Konten Edukatif: Akun media sosial yang fokus pada pendidikan agama Islam dapat membagikan kontenkonten edukatif seperti kutipan Al-Qur'an, hadis, dan artikel tentang berbagai aspek Islam. Perpustakaan Digital: Akses Literatur Agama: Perpustakaan digital menyediakan akses ke ribuan buku, artikel, dan jurnal tentang studi Islam, yang dapat diakses oleh siswa dan guru untuk mendukung penelitian dan Sumber Referensi Otentik: Siswa dapat dengan mudah mengakses sumber-sumber referensi otentik dari literatur klasik dan kontemporer melalui perpustakaan Pemanfaatan pendidikan agama Islam dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis, interaktif, dan inklusif. Ini juga membantu mengatasi keterbatasan geografis dan fisik, sehingga memungkinkan akses pendidikan agama yang lebih luas dan Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran agama Islam memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. secara umum meningkatkan efektivitas pembelajaran: Aksesibilitas yang lebih luas, yakni teknologi memungkinkan pembelajaran dapat Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 83-91, 2024 | 89 Problematika Pendidikan Agama Islam di Era Modern M Yusri. Ali Akbar. Agus Basri diakses oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Ini memberikan fleksibilitas bagi siswa untuk belajar sesuai dengan jadwal dan lokasi mereka. Dengan bantuan teknologi, pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa. Platform pembelajaran adaptif dapat menyesuaikan materi dan kecepatan belajar berdasarkan kemampuan individu. Alat komunikasi online seperti forum diskusi, video memungkinkan siswa dan guru untuk berinteraksi lebih sering dan bekerja sama secara efektif. Evaluasi dan umpan balik yang efisien yakni teknologi memungkinkan penilaian dan pemberian umpan balik secara real-time. Tes dan kuis online bisa memberikan hasil kekurangan mereka dan memperbaikinya lebih cepat. Internet menyediakan akses ke berbagai sumber belajar seperti e-book, jurnal, video tutorial, dan kursus online, memperkaya materi yang dapat dipelajari Penggunaan mengembangkan keterampilan digital yang penting untuk masa depan mereka dalam dunia kerja yang semakin berbasis teknologi. Secara pembelajaran yang lebih dinamis, efisien, dan inklusif, serta mempersiapkan siswa untuk tantangan masa depan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan dari artikel yang telah dikemukakan, dapat ditarik kesimpulan bahwa Pendidikan Agama Islam (PAI) di era modern menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan adaptasi dan Globalisasi dan kemajuan teknologi telah mengubah cara informasi disebarkan dan diakses, yang mempengaruhi bagaimana nilai-nilai agama diajarkan dan dipahami. Untuk menghadapi tantangan ini, pendidikan agama Islam harus beradaptasi dengan pendekatan yang lebih inovatif dan inklusif. Ini termasuk memanfaatkan teknologi untuk memperbarui kurikulum agar relevan dengan zaman, serta melatih pendidik agar mampu nilai-nilai Islam kontekstual dan aplikatif. Dengan demikian, pendidikan agama Islam dapat terus memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan moral generasi muda di era Dengan mengadopsi pendekatan yang adaptif dan inovatif, pendidikan agama dapat menjawab tantangan zaman, menjaga relevansinya, dan terus memainkan peran penting dalam membentuk moral dan karakter generasi muda. Adaptasi dan inovasi bukan hanya pilihan, tetapi kebutuhan untuk memastikan bahwa pendidikan agama tetap menjadi sumber panduan dan inspirasi di tengah dinamika kehidupan modern. Pengembangan kurikulum yang relevan dan dinamis. Peningkatan metode pengajaran melalui pelatihan dan inovasi. Peningkatan fasilitas dan sumber daya pendidikan. Integrasi DAFTAR PUSTAKA