J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol. 2 No. 1 April 2023, hal. Pendidikan Kesehatan Dan Pendampingan Tentang Ketergantungan Psikologis Masyarakat Terhadap Platform Media Sosial Elyas Arif Budimana*. Zidni Nuris Yuhbabab. Wahyi Sholehah Erdah Suswatic a,b,c Universitas dr. Soebandi,Jember. Indonesia Email*: elyasarifbudiman@uds. Article Hystory Received: 23-08-2022 Revised: 14-03-2023 Accepted: 29-03-2023 Kata kunci: Ketergantungan, psikologis, media social Keywords: Addiction, psychological, social media Abtrak: Latar Belakang: Pengguna media sosial kronis lebih cenderung melaporkan kesehatan mental yang buruk. Menghabiskan waktu terlalu lama di media sosial dapat berdampak buruk pada suasana hati serta dampak negatif media sosial dapat berujung kepada depresi dan kecemasan atau anxiety. Permasalahan ketergantungan masyarakat terhadap platform media sosial dapat di cegah melalui pendidikan kesehatan dan pendidikan Kesehatan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang dampak ketergantungan psikologis pada platform media sosial. Metode Persiapan pelaksanaan kegiatan dimulai dari studi pendahulan terkaiat dengan fenomena saat ini yang berkembang dan dilanjutkan dengan koordinasi dengan badan kesatuan bangsa dan politik Kabupaten Jember dan dilanjutkan koordinasi dengan wilayah yang akan dijadikan tempat kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat dikemas untuk memfasilitasi masyarakat untuk bisa mengakses pelayanan kesehatan mental dan masyarakat mengenal tentang pentingnya kesehatan mental akibat dampak penggunan media sosial yang tidak wajar. Hasil: Hasil pretest pengetahuan masyarakat tentang dampak ketergantungan terhadap platform media sosial berada pada kategori pengetahuan buruk sebesar 52% dan pengetahuan baik 48%. Hasil dari posttest dari kegiatan pengabdian masyarakat tingkat pengetahuan masyarakat meningkat yaitu pengetahuan baik sebesar 62% dan pengetahuan buruk sebesar 38%. Kesimpulan: Pengguna media sosial yang kronis lebih cenderung melaporkan kesehatan mental yang buruk, termasuk gejala kecemasan dan depresi sehingga perlu untuk masyarakat. Pendidikan mengenai kecanduan psikologis pada platform media sosial sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan juga sebagai upaya prevensi primer dalam meningkatkan kesejahteraan Kesehatan mental pada masyarakat. Abstract: Background: Social media users are more likely to report poor mental health. Spending too much time on social media can have a negative effect on mood and the negative impact social media can have on depression and anxiety. Public problems with social media platforms can be prevented through health education and health education. The purpose of community service is to increase knowledge about the impact of dependence on social media platforms. Method: Preparation for implementation begins with a preliminary study related to the currently developing phenomenon and is continued with coordination with the national unitary body and coordination with the area that will be used as a place for community service activities. Community service activities are https://jurnal. id/index. php/JHIC/index E-ISSN: 2830-7828 J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol. 2 No. 1 April 2023, hal. packaged to facilitate the community to be able to access mental health services and the public to know about the importance of mental health impacts due to inappropriate use of social media. The results of the pretest of public knowledge about the impact of support on social media platforms are in the category of bad knowledge of 52% and good knowledge of 48%. The results of the posttest of community service activities, the level of community knowledge increased, namely good knowledge by 62% and bad knowledge by 38%. Conclusion: Poor social media users reported worse mental health, including symptoms of anxiety and depression. Education about psychological addiction on social media platforms is very important to increase public knowledge and also as a primary prevention effort in improving mental health welfare in society. manusia dapat dipenuhi. Mulai dari kebutuhan untuk bersosialisasi, mengakses kebutuhan hiburan. Kini, kehadirannya lebih dimanfaatkan sebagai media sosial oleh masyarakat (Baidu, 2. Karena dengan media sosial kehidupan dunia nyata dapat ditransformasi ke dalam dunia maya. Media sosial lebih sering menampilkan bagian terbaik dari kehidupan orang lain yang memang ingin ditunjukkan kepada Sayangnya, hal tersebut dijadikan benchmark dan dibandingkan dengan hal-hal negatif dalam hidup (Reong Membandingkan diri dengan orang lain adalah jalan pasti menuju kecemasan dan ketidakbahagiaan, dan media sosial telah membuat ini lebih mudah dilakukan. Dampak negatif media sosial dapat berujung kepada depresi dan kecemasan atau anxiety. Menghabiskan waktu terlalu lama di media sosial dapat berdampak buruk pada suasana hati. Faktanya, pengguna media sosial kronis lebih cenderung melaporkan kesehatan mental yang buruk, termasuk gejala kecemasan dan depresi. Permasalahan platform media sosial dapat di cegah melalui pengabdian kepada masyarakat dengan pendampingan psikologis dan pendidikan PENDAHULUAN Di era yang semakin modern ini, manusia dituntut untuk lebih aktif dalam kehidupan sehari-hari mereka, sehingga perubahan gaya hidup pun semakin mengalami perubahan dan saat ini dalam kehidupan sehari-hari manusia tak lepas dari pengunaan smartphone. Salah satu kegunaan dari smartphoneini adalah mengakses segala bentuk informasi dan komunikasi, seperti media sosial. Media sosial merupakan bentuk komunikasi elektronik, di mana dapat digunakan untuk menciptakan komunitas online untuk berbagai informasi, ide, pesan pribadi dan konten-konten yang lain. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Bodnar & Cohen . bahwa determinasi teknologi di era teknologi informasi terjadi melalui perubahan perkembangan media sosial, sehingga berdampak pada perubahan perilaku penggunanya. Berdasarkan hasil riset Wearesocial Hootsuite, pada Januari 209 pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56% dari total populasi. Pengguna media sosial gadget mencapai 130 juta atau sekitar48% dari populasi (Harahap and Adeni 2. Berkat teknologi baru seperti internet segala kebutuhan https://jurnal. id/index. php/JHIC/index E-ISSN: 2830-7828 J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol. 2 No. 1 April 2023, hal. psikolgis dan perilaku masyarakat terhadap platform media sosial. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan ketergantungan psikologis media sosial sebagai upaya pencegahan terjadinya kecanduan media sosial yang akan berdampak pada kesehatan mental. menggunakan media presentasi dan pendampingan dengan metode konseling tatap muka. Di awal dan akhir acara para peserta diberikan kuesioner yang mengukur pengetahuan tentang dampak penggunaan media sosial dan kepuasan dari kegiatan Instrument yang digunakan dalam program ini berupa kuesioner yang disusun untuk mengukur seberapa efektif program ini peserta mengenai kesehatan mental. Instrumen yang lain adalah polling sebagai pendamping kuesioner pertama. Polling dilakukan untuk mengukur kepuasan para Program Pengabdian Masyarakat. METODE Kegiatan dilakukan di Kabupaten Jember yaitu di kota jember dan di desa wilayah jember yang dilaksanakan pada tanggal 10-25 Juli 2022. Responden dalam penelitian ini difokuskan kepada masyarakat umum baik di daerah perkotaan maupun di pedesan dimana di perkotaan di lakukan di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember sebanayk 25 peserta dan di area pedesaan di ambil di Desa Sukosari Kabupaten Bondowoso sebanyak 25 peserta. Persiapan dimulai dari studi pendahulan terkaiat berkembang dan dilanjutkan dengan BAKESBANGPOL Kabupaten Jember koordinasi dengan wilayah yang akan dijadikan tempat kegiatan pengabdian Kegiatan dikemas untuk memfasilitasi masyarakat mengenal tentang pentingnya kesehatan mental akibat dampak penggunan media Program pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam pendampingan kesehatan mental yang di wakili oleh para ibu dan masyarakat umum. Program HASIL Menggunakan program, pengabdian masyarakat yang dilakukan dapat disajikan dalam bentuk gambar sebagai berikut: Gambar. Hasil pengolahan data pada ganbar 1 tentang ketertarikan masyarakat terhadap kegiatan pengabdian masyarakat diperoleh hasil terdapat 47% menyatakan menarik, 39% menyatakan sangat menarik, dan sisanya 14% cukup menarik. https://jurnal. id/index. php/JHIC/index E-ISSN: 2830-7828 J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol. 2 No. 1 April 2023, hal. Hasil menunjukkan pengetahuan masyarakat tentang dampak ketergantungan terhadap platform media sosial berada pada kategori pengetahuan buruk sebesar 52% dan pengetahuan baik 48%. Gambar. Hasil pengolahan data pada ganbar 2 tentang cara penyampaian materi dalam disampaikan dengan baik sebesar 58%, sangat baik 35%, dan cukup baik 7% Gambar. Hasil dari posttest pada gambar 4 dari kegiatan pengabdian masyarakat tingkat pengetahuan masyarakat meningkat yaitu pengetahuan baik sebesar 62% dan pengetahuan buruk sebesar 38%. PEMBAHASAN ketergantungan psikologis dan perilaku masyarakat terhadap platform media sosial efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat akan dampak negatif terhadap dampak psikologis ketergantungan media Program ini dilakukan dengan menggunakan media presentasi dan pendampingan dengan metode konseling tatap muka. Di awal dan akhir acara para peserta diberikan kuesioner yang mengukur pengetahuan tentang dampak penggunaan media sosial dan kepuasan dari kegiatan Instrument yang digunakan dalam program ini berupa kuesioner yang disusun untuk mengukur seberapa efektif program ini Gambar. Hasil pengolahan data pada ganbar 2 tentang penggunaan platform media sosial pada masyarakat paling banyak adalah fecebook 46%, tik tok 30% dan Instagram Gambar. https://jurnal. id/index. php/JHIC/index E-ISSN: 2830-7828 J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol. 2 No. 1 April 2023, hal. peserta mengenai kesehatan mental Peningkatan yang signifikan dari pengguna internet dengan dominasi penggunaan media sosial menunjukkan bahwa masyarakat telah semakin melek media atau yang lebih sering disebut literasi Literasi digital diartikan para pakar menjadi Authe ability to access and process information from any form of transmissionAy (Potter, 2. Definisi ini memperlihatkan bahwa orang mempunyai kemampuan transmisi data dan informasi dalam berbagai macam platform media. Hal ini bertujuan informasi dari berbagai pihak. Sehingga dalam realita sekarang, media sosial menjadi sangat marak dan berhubungan masyarakat dalam mendapatkan dan menyebarkan informasi (Putri et al. , 2. Banyaknya digunakan oleh masyarakat di di Indonesia. Hampir 99% dari total pengguna media sosial yang ada sangat aktif memanfaatkan media sosial melalui perangkat handphone Salah satu pemanfaatan platform internet yang tersedia oleh masyarakat adalah media sosia. Ragam media sosial adalah facebook, twitter, line, bbm . ekarang sudah tidak digunakan lag. WhatsApp, instagram, path, telegram, linkedin, snapchat dan beberapa media sosial yang lain. Responden yang memilih menggunakan WhatsApp karena ada kesamaan platform dengan rekan atau relasi yang sering dihubungi. Sedangkan responden yang memilih interaksi sosial dan update status, serta hiburan/relaksasi mengaku menggunakan Instagram dan Facebook (Soliha 2. Keberadaan media sosial yang telah menjadi media sangat mempengaruhi kehidupan manusia terutama perempuan. Dari beberapa hasil penelitian diketahui bahwa perempuan adalah pengguna media sosial yang paling dominan (Harahap and Adeni 2. Hal ini tentu saja disebabkan dari karakteristik media sosial tersebut yaitu komunitas dan keterhubungan memberikan peluang kepada perempuan untuk dapat menyalurkan aspirasi, perasaan maupun idenya kepada teman-temannya, maupun Jika dibandingkan dengan media meinstream . emikiran umum yang saat ini tersebar lua. dimana perempuan sering hanya menjadi objek kepentingan pemilik modalnya, pada media sosial perempuan lebih dapat menjadi dirinya (Setiyaningsih. Fahmi, and Molyo 2. Penggunaan media sosial yang kurang bijak dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan mental. Media sosial kerap dikaitkan sebagai salah satu faktor risiko depresi dan gangguan kecemasan (Hunt et Kaitan antara depresi dan media sosial tidak hanya seputar tekanan sosial untuk membagikan atau mengikuti berita Munculnya kondisi kejiwaan yang kecenderungan pengguna sosial media keberhasilan yang dicapai orang lain (Hunt et al. Saat melihat teman atau kerabat yang memiliki pekerjaan yang bagus, pasangan yang baik, serta rumah yang indah dan dapat merasa turut Namun tidak jarang, rasa iri yang dapat memicu depresi, justru muncul. Bahkan perasaan ini memicu keinginan bunuh diri, ketika melihat pencapaian Anda tidak sebanding dengan teman dan relasi. Hubungan depresi dan media sosial, juga berkaitan dengan koneksi yang dimiliki https://jurnal. id/index. php/JHIC/index E-ISSN: 2830-7828 J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol. 2 No. 1 April 2023, hal. dengan teman-teman di jejaring tersebut. Koneksi yang terbentuk di media sosial, tidak berlangsung melalui tatap muka secara langsung. Hal tersebut membuat koneksi yang terbentuk menjadi kurang memuaskan secara emosional, sehingga memicu munculnya rasa terisolasi dari kehidupan sosial (Yuhbaba et al. , 2. Hal ini sejalan dengan salah satu peneliti studi. Jordyn Young Universitas Pennsylvania. Amerika Serikat, mengemukakan bahwa seseorang yang lebih jarang menggunakan media sosial umumnya cenderung tidak depresi dan tidak mengurangi penggunaan media sosial dapat menyebabkan terjadinya perbaikan, utamanya dalam hal kualitas kesejahteraan hidup seseorang (Hunt et al. Berdsarkan hasil kegiatan pengabdian fenomena yang ada di masyarakat menunjukkan bahwa masyarakat yang ada di perkotaan dan pedesaan sudah peka terhadap perkembangan teknologi dan informasi hal ini terbukti bahwa masyarakat sudah mulai banyak menggunakan media sosial dalam kehidupan sahari-hari. Pendidikan Kesehatan tentang kecanduan psikologis pada platform media sosial sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan juga sebagai upaya prevensi primer dalam meningkatkan kesejahteraan kesehatan menal pada yang buruk, termasuk gejala kecemasan dan depresi. Pendidikan kesehatan tentang kecanduan psikologis pada platform media sosial sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan juga sebagai upaya prevensi primer dalam meningkatkan kesejahteraan Kesehatan menal pada UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Universitas dr. Soebandi yang memberikan dukungan penuh untuk kegiatan pengabdian masyarakat ini dan juga kepada masyarakat kebupaten jember atas partisipasinya yang sangat luar biasa. DAFTAR PUSTAKA