Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 476-487 P-ISSN 2656-274X E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47467/reslaj.v6i2.3722 Hubungan Metode Qiro’ati dengan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Peserta Didik Kelas VII di MTs Darul Muttaqien Zahid Mubarok1, Dita Fitri Ashriyanti2, Reni Sinta Dewi3 1,2,3 Universitas Ibn Khaldun Bogor mujahidmujahid2016@gmail.com, ashriyantifitridita@gmail.com, renisintadewi@uika-bogor.ac.id ABSTRACT. Qiro'ati is one of the methods of reading the Qur'an that was first discovered by KH. Dachlan Salim Zarkasiy from Semarang in 1963. And Madrasah Tsanawiyah Darul Muttaqien is one of the many institutions in Indonesia that uses the Qiro'ati method to improve and improve the reading of the Qur'an of its students. This study discusses the relationship of the Qiro'ati method to the ability to read the Qur'an of students. The research used is quantitative research. The research subjects were seventh grade students at MTs Darul Muttaqien. In collecting the data using questionnaires and tests. The results of this study indicate that there is a relationship between the Qiro'ati method and the ability to read the Qur'an of seventh grade students at MTs Darul Muttaqien. In addition to school or madrasah, the Qiro'ati learning process is also carried out in a dormitory environment by creating a Al-Qur'an group or halaqoh. The learning steps used are three stages, namely initial learning, core learning, and final learning. Keywords: Qiro'ati Method, Qur'an Reading Ability ABSTRAK. Qiro’ati merupakan salah satu metode membaca Al-Qur’an yang pertama kali ditemukan oleh KH.Dachlan Salim Zarkasiy dari Semarang pada tahun 1963. Dan Madrasah Tsanawiyah Darul Muttaqien merupakan satu dari sekian banyak lembaga di Indonesia yang menggunakan metode Qiro’ati untuk memperbaiki dan meningkatkan bacaan Al-Qur’an peserta didiknya. Penelitian ini membahas tentang hubungan metode Qiro’ati terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Adapun subjek penelitiannya adalah peserta didik kelas VII di MTs Darul Muttaqien. Dalam pengumpulan datanya menggunakan angket dan tes. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara metode Qiro’ati dengan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik kelas VII di MTs Darul Muttaqien. Selain di sekolah atau madrasah, proses pembelajaran Qiro’ati juga dilaksanakan di lingkungan asrama dengan membuat kelompok Al-Qur’an atau halaqoh. Langkah pembelajaran yang digunakan ada tiga tahapan yaitu pembelajaran awal, pembelajaran inti, dan pembelajaran akhir. Kata Kunci: Metode Qiro’ati, Kemampuan Membaca Al-Qur’an PENDAHULUAN Sebagai umat muslim, wajib hukumnya untuk mempelajari Al-Qur’an, karena di dalamnya terdapat banyak ilmu, manfaat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Memperbaiki bacaan Al-Qur’an juga akan menimbulkan rasa kecintaan kepada Allah SWT, serta membuat hati menjadi terasa tenang dan tenteram. Bagi umat muslim, membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan kewajiban, karena jika salah membaca maka akan mengubah makna yang terkandung di 476 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 476-487 P-ISSN 2656-274X E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47467/reslaj.v6i2.3722 dalamnya. Oleh karena itu, umat muslim wajib untuk senantiasa belajar meningkatkan kualitas membaca Al-Qur’an. Berikut ini beberapa sabda Rasulullah SAW: ُ‫َخ ر ُْيُك رم َم رن تَ َعلَّ َم ارل ُق ررآ َن َو َعلَّ َمه‬ Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”. (HR. Bukhori) ِ ‫ضل ِعبادةِ أ َُّم ِت قِراءةُ الر ُقر‬ ‫آن‬ َ َ ُ َ ‫أَفر‬ ‫ََ ر‬ Artinya: “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur'an." (HR. Al-Baihaqi) Menurut kementerian agama, yang dikutip dari laman kemenag.go.id, masih cukup banyak peserta didik yang belum dapat membaca Al-Qur’an. Melihat kondisi ini, peserta didik masih banyak melakukan kesalahan-kesalahan dalam membaca AlQur’an, karena kurangnya faktor pemahaman atau tata cara membaca Al-Qur’an secara baik dan benar, sehingga perlu perhatian dan bimbingan untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’annya di lembaga atau sekolahnya. Dalam belajar maupun mengajarkan Al-Qur’an dapat menggunakan berbagai metode. Metode ini sangat penting karena untuk memudahkan proses pembelajaran agar peserta didik dapat memahami materi. Metode Qiro’ati di MTs Darul Muttaqien merupakan metode yang diterapkan oleh pihak sekolah dan asrama yang diperuntukkan bagi seluruh peserta didik. Peserta didik dikelompokkan sesuai dengan kemampuan membaca Al-Qur’annya dibantu dengan pantauan guru pembimbing (musyrifah) profesional yang sudah memiliki syahadah/ ijazah untuk mengajar Al-Qur’an. Dengan metode ini, harapan pendidik yaitu agar peserta didik dapat meningkatkan kemampuan membaca AlQur’an dengan baik. Metode tidaklah segala-galanya dalam membaca Al-Qur’an, namun metode memiliki peran yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan peserta didik. Keberhasilan ini tergantung pada dua faktor, faktor yang muncul pada diri peserta didik itu sendiri serta faktor yang muncul dari luar diri peserta didik. Faktor yang muncul dari dalam yaitu berhubungan dengan psikologi meliputi minat serta inovasi. Namun faktor yang muncul dari luar diri peserta didik mencakup lingkungan fasilitas, kurikulum, pengajar serta metode yang mendukung hal tersebut (Lailaturrohmaniah, 2021: 4). TINJAUAN LITERATUR Metode Qiro’ati Metode Qiro’ati merupakan metode dalam pembelajaran Al-Qur’an yang menekankan pada bacaan yang baik dan benar, meliputi pada makharijul huruf dan sifat-sifat huruf, bacaan yang tartil dan sesuai dengan kaidah yang ada dalam ilmu tajwid (Imam Murjito, 2000: 7–8). Metode Qiro’ati pertama kali disusun dan dikenalkan oleh KH. Dahlan Salim Zarkasyi pada tahun 1963 di Semarang. Awal mulanya metode Qiro’ati ini disusun dalam bentuk buku kecil yang terdiri dalam 10 jilid. Kemudian disederhanakan menjadi 6 jilid bagi peserta didik di tingkat TK, 4 jilid bagi peserta didik di tingkat SD, 477 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 476-487 P-ISSN 2656-274X E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47467/reslaj.v6i2.3722 3 jilid bagi peserta didik di tingkat SMP atau SMA sederajat, dan 2 jilid bagi mahasiswa. Terdapat juga buku praktis untuk belajar bacaan ghorib dan ilmu tajwid bagi peserta didik yang telah selesai pada materi tingkat dasar (Abdullah Habib, 2000: 53). Dalam metode Qiro’ati terdapat beberapa tahapan dan langkah yang harus diterapkan agar sesuai dengan tingkat dan kemampuan peserta didik dalam membaca Al-Qur’an (Iwan Bagja Nurmawan, 2023). Adapun tahapan dan langkahlangkah itu diantaranya: a. Pra-Qiro’ati, disebut juga dengan kelas pra-TK, yaitu anak-anak yang berusia 4 tahun. b. Qiro’ati jilid 1-6, terdapat 3 tahap. Pertama, klasikal yaitu membaca Al-Qur’an dengan alat peraga, kedua membaca buku Qiro’ati secara bergantian (individual. Selanjutnya tahap yang terakhir, pendidik dan peserta didik bersama-sama membaca doa setelah belajar dan diakhiri dengan pendidik memberikan nasihat untuk peserta didik. c. Al-Qur’an, pada kelas ini di bagi menjadi 3 tingkatan yaitu tingkatan tadarus (1-10 juz), ghorib (11-20 juz) dan tajwid (21-30 juz). d. Tahap akhir, peserta didik yang sudah selesai mengkhatamkan Al-Qur’an 30 juz dan mampu menguasai materi ghorib, tajwid serta materi penunjang maka masuk pada kelas tahap akhir guna mempersiapkan IMTAS (imtihan akhir santri). Beberapa kelebihan metode Qiro’ati dibandingkan dengan metode-metode lain, sehingga dapat menghasilkan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, diantaranya yaitu: a. Para pendidik harus di tashih terlebih dahulu sebelum mengajar metode Qiro’ati. b. Terdapat indikator bagi pendidik dan peserta didik dalam metode ini. c. Metode ini menggunakan ketukan, jadi setiap bacaan yang pendek harus dibaca pendek. d. Banyak metode yang digunakan dalam penerapannya. e. Setelah selesai sampai jilid 6, dilanjutkan dengan bacaan ghorib. f. Setelah selesai jilid 6 beserta ghoribnya, maka akan di test bacaannya dan mendapatkan syahadah (ijazah) jika lulus. Kekurangan dalam pembelajaran metode Qiro’ati ini yaitu bagi peserta didik yang bacaan Al-Qur’annya belum lancar akan mempengaruhi waktu kelulusannya (lebih lama). Kelulusan pada metode Qiro’ati bukan ditentukan oleh bulan ataupun tahun melainkan dari kemampuan membaca peserta didik itu (Qoyyumamin Aqtoris, 2008: 49). Kemampuan Membaca Al-Qur’an Al-Qur’an merupakan kata (masdar) dari ‫ قرأ – يقرأ‬yang bermakna ‫الجمع و الضم‬ yang artinya mengumpulkan atau kumpulan. Ulama menyebutkan pengertian AlQur’an dengan kalam Allah yang diturunkan kepada Muhammad SAW dan dipandang beribadah dengan membacanya. Kemudian Nabi Muhammad menjadi muqayyid 478 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 476-487 P-ISSN 2656-274X E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47467/reslaj.v6i2.3722 untuk mengecualikan kitab-kitab lain seperti Taurat, Injil, Zabur dan sebagainya (Alfatih Suryadilaga, 2018: 3). Al-Qur’an merupakan kalam atau firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat melalui perantara malaikat Jibril dan diteruskan kepada umat manusia secara mutawatir yang diawali dengan surah AlFatihah dan diakhiri dengan surah An-Nas. Umat Islam diperintahkan untuk mempelajari serta mengajarkan kitab suci Al-Qur’an, karena Al-Qur’an sebagai sumber dari segala sumber ajaran Islam yang meliputi segala aspek kehidupan manusia. Allah SWT pun menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an merupakan bentuk perniagaan yang tidak akan mengalami kebangkrutan atau tidak laku, tetapi merupakan perniagaan yang akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar (Muhammad Mahmud Abdullah, 2021: 225). Beberapa keutamaan membaca AlQur’an, diantaranya: a. Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa. b. Al-Qur’an sebagai penjelas. c. Al-Qur’an sebagai peringatan dari Allah terhadap kematian, surga dan neraka. d. Al-Qur’an sebagai kitab pembeda, untuk membedakan yang haq dan bathil. e. Al-Qur’an sebagai cahaya penerang dalam gelap, menjadi sumber inspirasi yang mengalirkan nilai-nilai ajaran Islam yang luhur, menebarkan keteduhan, memberi ketenteraman, dan menciptakan kedamaian. f. Al-Qur’an sebagai pelajaran. g. Al-Qur’an sebagai bacaan paling mulia. h. Al-Qur’an sebagai kitab penuh hikmah.(Ariyadi, 2017) Kemampuan dalam Kamus Bahasa Indonesia adalah kesanggupan, kecakapan, kekuatan, kekayaan. Dalam hal ini, kemampuan diartikan sebagai kesanggupan dan kecakapan dalam membaca Al-Qur’an, baik dari aspek makhorijul huruf, lagu-lagu, dan fashahah, selain itu juga baik dalam menguasai tajwid dengan tujuan dapat membaca Al-Qur’an dengan sempurna. Kemampuan membaca Al-Qur’an menurut Masj’ud Syafi’I, diartikan sebagai kemampuan dalam melafalkan Al-Qur’an dan membaguskan dan menyempurnakan huruf atau ayat-ayat Al-Qur’an satu persatu dengan jelas, teratur, perlahan dan tidak terburu-buru, sesuai dengan hukum tajwid. Setelah mengetahui beberapa arti di atas, dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an adalah kesanggupan dalam melafalkan dan menyempurnakan ayat-ayat Al-Qur’an secara tartil dan perlahan sesuai dengan ilmu tajwid, serta memahami makna kandungan ayat Al-Qur’an tersebut. Semua umat Islam wajib membaca Al-Qur’an dan juga wajib mempelajarinya agar tidak tersesat pada akhirnya sehingga termakan oleh bujuk rayu setan (Fitriyah Mahdali, 2020: 147). METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang mengandung kaidah-kaidah ilmiah 479 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 476-487 P-ISSN 2656-274X E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47467/reslaj.v6i2.3722 seperti konkrit/ empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang datanya berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistic (Sugiyono, 2017: 7). Penelitian ini menggunakan metode korelasional, penelitian ini mengkaji dua variabel. Dalam penelitian ini, yang menjadi variabel bebas (independent) adalah Metode Qiro’ati (Variabel X) dan yang menjadi variabel terikat (dependent) adalah Kemampuan Membaca Al-Qur’an (Variabel Y). Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Darul Muttaqien yang berlokasi di Jalan Raya Parung-Bogor KM 41, Jabon Mekar, Parung Bogor Jawa Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022 dan penelitian ini telah dilakukan pada peserta didik kelas VII di MTs Darul Muttaqien. HASIL PENELITIAN Dekripsi Data Metode Qiro’ati dan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Pada penelitian ini, peneliti akan melakukan uji analisis deskriptif pada variabel dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Untuk mengetahui hubungan metode Qiro’ati dengan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik kelas VII di MTs Darul Muttaqien, peneliti menggunakan data yang diperoleh dari hasil tes dan penyebaran angket, yaitu dengan menyebarkan secara langsung kepada peserta didik kelas VII sebanyak 30 peserta didik agar menghasilkan data yang relevan. Rekapitulasi Hasil Skor Angket tentang Metode Qiro’ati (X) Kategori Jawaban Pernyataan Angket Total KadanTidak Selalu Sering kadang Pernah 1. Aktif membaca Al-Qur’an dengan metode Qiro’ati. 2. Belajar mandiri ketika metode Qiro’ati berlangsung. 3. Lancar bacaannya ketika menggunakan metode Qiro’ati. 4. Cepat bacaannya ketika menggunakan metode Qiro’ati. 5. Tepat bacaannya ketika menggunakan metode Qiro’ati. 6. Benar bacaannya ketika menggunakan metode Qiro’ati. 480 | Volume 6 Nomor 2 2024 50% 15 30% 9 20% 6 0% 0 100% 30 30% 9 30% 9 40% 12 0% 0 100% 30 30% 9 37% 11 33% 10 0% 0 100% 30 30% 9 27% 3% 1 100% 30 30% 9 43% 13 27% 8 0% 0 100% 30 23% 7 50% 15 27% 8 0% 0 100% 30 8 40% 12 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 476-487 P-ISSN 2656-274X E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47467/reslaj.v6i2.3722 7. Membaca huruf-huruf hijaiyah yang berharokat tanpa mengeja. 57% 17 27% 8 10% 3 7% 2 100% 30 8. Membaca metode Qiro’ati sesuai dengan tajwid. 47% 14 30% 9 20% 6 0% 0 100% 30 9. Mampu membaca AlQu’ran sesuai tajwid dengan metode Qiro’ati. 50% 15 30% 9 20% 6 0% 0 100% 30 10. Belajar metode Qiro’ati sesuai dengan kemampuan. 67% 20 33% 10 0% 0 0% 0 100% 30 Total 124 101 72 3 41% 34% 24% 1% 100% Tabel di atas membuktikan data angket variabel X (Metode Qiro’ati) bahwa jawaban dengan skor 4 atau selalu sebanyak 124 dengan persentase 41%. Kemudian jawaban dengan skor 3 atau sering sebanyak 101 dengan persentase 34%. Sementara jawaban skor 2 atau kadang-kadang sebanyak 72 dengan persentase 24% dan skor 1 atau tidak pernah sebanyak 3 dengan persentase 1%. Dari pernyataan hasil rekapitulasi di atas diketahui nilai rata-rata dari keseluruhan sebesar 41%, maka data kuesioner Metode Qiro’ati sudah dikatakan baik. Berikut akan disajikan data hasil tes untuk variabel y yakni mengenai kemampuan membaca Al-Qur’an: Data Hasil Tes Kemampuan Membaca Al-Qur’an No Nama Makhraj Tajwid 1 Responden 1 70 70 2 Responden 2 80 70 3 Responden 3 90 90 4 Responden 4 90 100 5 Responden 5 70 70 6 Responden 6 60 60 7 Responden 7 80 70 8 Responden 8 80 70 9 Responden 9 70 70 10 Responden 10 80 80 11 Responden 11 90 90 481 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 476-487 P-ISSN 2656-274X E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47467/reslaj.v6i2.3722 No 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Responden 12 Responden 13 Responden 14 Responden 15 Responden 16 Responden 17 Responden 18 Responden 19 Responden 20 Responden 21 Responden 22 Responden 23 Responden 24 Responden 25 Responden 26 Responden 27 Responden 28 Responden 29 Responden 30 Nilai Minimum Nilai Maksimum Rata-rata Makhraj 90 80 90 80 80 80 60 80 80 80 90 80 90 60 80 60 60 80 70 60 90 78 Tajwid 100 70 90 80 80 70 60 90 80 70 90 80 80 60 80 60 70 80 80 60 100 77 Kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik kelas VII di MTs Darul Muttaqien dalam kategori “Baik”. Hal ini dapat dibuktikan melalui data variabel Y (Kemampuan Membaca Al-Qur’an) yang menunjukan nilai rata-rata tes sebesar 77 dengan rata-rata nilai maksimum sebesar 95. Uji Validitas Uji validitas pada penelitian ini memakai kuesioner yang diberikan kepada 30 peserta didik. Kemudian untuk menghitung tingkat validasi dapat dicari berdasarkan r-tabel dan r-hitung. Jika r-hitung > r-tabel, perangkat dinyatakan valid. R-tabel pada penelitian ini sebesar 0,361 dengan taraf signifikansi 5%. Perhitungan uji validitas dengan bantuan menggunakan IBM SPSS Statistik 25. Berdasarkan uji validitas dari angket metode Qiro’ati (X) di kelas VII MTs Darul Muttaqien yang digunakan untuk penelitian dengan menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistic 25, bahwa dari 14 soal dan soal yang valid berjumlah 10 soal. Sedangkan, pada uji validitas soal tes kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas VII MTs Darul Muttaqien (Y) bahwa semua soal valid, sehingga butir pernyataan yang valid berjumlah 2 soal. Butir pernyataan yang valid akan digunakan sebagai pengukur untuk instrument penelitian. 482 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 476-487 P-ISSN 2656-274X E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47467/reslaj.v6i2.3722 Uji Realibilitas Uji reliabilitas dilakukan memakai aplikasi IBM SPSS Statistik 25. Aplikasi IBM SPSS Statistik 25 dapat digunakan untuk mengukur realibilitas instrument penelitian dengan menggunakan metode Cronbach’s Alpha. Suatu variable dikatakan reliabel apabila hasil dari Cronbach’s Alpha > 0,6. Hasil dari pengolahan uji reliabilitas yang digunakan untuk menentukan variable yang digunakan reliabel atau tidak. Tabel Hasil Uji Realibilitas Variabel X Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .805 10 Dari hasil tabel perhitungan di atas maka dapat diketahui bahwa metode Qiro’ati memiliki nilai Cronbach’s Alpha 0,805 > 0,6 sehingga variable di atas dinyatakan reliabel dan dapat digunakan sebagai instrument penelitian. Tabel Hasil Uji Realibilitas Variabel Y Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .738 2 Dari hasil tabel perhitungan di atas maka dapat diketahui bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik kelas VII di MTs Darul Muttaqien memiliki nilai Cronbach’s Alpha 0,738 > 0,6 sehingga variable di atas dinyatakan reliabel dan dapat digunakan sebagai instrument penelitian. Uji Prasyaratan Analisis Dalam penelitian ini dilakukan pengujian terlebih dahulu menggunakan uji normalitas dan uji linieritas. Uji normalitas dan uji linieritas pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 25 dengan menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov. Pada uji normalitas didapatkan nilai positif (Asym. Sig. 2 Tailed) adalah 0,200. Karena nilainya lebih dari 0,05 atau 0,200 > 0,05 maka data berdistribusi dengan uji sederhana yaitu uji normalitas. Tabel Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Absolute 483 | Volume 6 Nomor 2 2024 Unstandardiz ed Residual 30 .0000000 3.14205996 .086 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 476-487 P-ISSN 2656-274X E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47467/reslaj.v6i2.3722 Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. (2-tailed) Positive Negative .086 -.071 .086 .200c,d a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. c. Lilliefors Significance Correction. d. This is a lower bound of the true significance. Kemudian uji linearitas dihitung menggunakan program IBM SPSS Statistics 25. Adapun pengambilan keputusan pada uji linearitas adalah sebagai berikut: 1. Jika Nilai Sig > 0,05 maka ada hubungan yang linear secara signifikansi antara variabel X dan variabel Y. 2. Jika Nilai Sig < 0,05 maka tidak ada hubungan linear secara signifikansi antara variabel X dan variabel Y. Adapun hasil pengujian linearitas yang dilakukan oleh peneliti dengan bantuan IBM SPSS Statistik 25 didapatkan hasil bahwa Nilai Sig sebesar 0,578 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan Linear antara Variabel Metode Qiro’ati (X) dengan Variabel Kemampuan Membaca Al-Qur’an (Y). Tabel Hasil Uji Linearitas ANOVA Table Sum of Mean Squares df Square F Sig. Kemampuan Between (Combined) 2835.833 15 189.056 17.548 .000 Membaca AlGroups Linearity 2700.363 1 2700.363 250.641 .000 Qur’an * Deviation 135.470 14 9.676 .898 .578 Metode Qiro’ati from Linearity Within Groups 150.833 14 10.774 Total 2986.667 29 Uji Hipotesis Setelah mengetahui jika data berdistribusi normal, maka selanjutnya adalah perhitungan terakhir akan menggunakan uji hipotesis. Menentukan hipotesis terbagi menjadi dua, yaitu penerimaan atau penolakan sehingga hipotesis alternatif (Ha) diubah menjadi hipotesis (Ho). Uji hipotesis dapat ditentukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menganalisa korelasi pearson. Adapun rumusan uji korelasi tersebut sebagai berikut: 484 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 476-487 P-ISSN 2656-274X E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47467/reslaj.v6i2.3722 Tabel Hasil Uji Korelasi Correlations Metode Kemampuan Qiro’ati Membaca Al-Qur’an Metode Qiro’ati Pearson 1 .951** Correlation Sig. (2-tailed) .000 N 30 30 Kemampuan Pearson .951** 1 Membaca Al-Qur’an Correlation Sig. (2-tailed) .000 N 30 30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Berdasarkan tabel uji korelasi Pearson di atas, dapat diketahui bahwa nilai korelasi pada penelitian ini sebesar 0,951 yang menunjukkan jika adanya hubungan korelasi yang sangat kuat antara metode Qiro’ati dengan kemampuan membaca AlQur’an peserta didik kelas VII di MTs Darul Muttaqien. Pada penelitian ini, nilai Sig (0,000) < ɑ (0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima, dengan demikian menujukkan jika terdapat hubungan antara variabel (X) metode Qiro’ati terhadap variabel (Y) kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik kelas VII di MTs Darul Muttaqien. Selain itu, nilai koefisien korelasi sebesar 0,951 yang berarti berarah positif, yakni menunjukkan adanya korelasi positif antara Metode Qiro’ati (variabel X) dan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Peserta Didik (variabel Y) dan berada pada kategori korelasi yang bersifat sangat kuat. PEMBAHASAN Penelitian yang telah dilaksanakan berupa angket dan tes dengan teknik pengumpulan data uji korelasi dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Pada penelitian ini data tes diambil dari nilai pembelajaran Qiro’ati kelas VII Semester I, dan pada angket memfokuskan kepada kebiasaan ketika pembelajaran metode Qiro’ati berlangsung di kelas atau di asrama pada peserta didik kelas VII Madrasah Tsanawiyah Darul Muttaqien. Metode Qiro’ati adalah salah satu metode yang dipelajari di kelas VII Madrasah Tsanawiyah Darul Muttaqien. Metode Qiro’ati merupakan salah satu bagian pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang diterapkan oleh pihak sekolah dan asrama untuk seluruh peserta didik, harapannya agar peserta didik dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah ilmu tajwid. Berdasarkan data dari hasil penelitian yang telah diuraikan sebelumnya, hasil uji korelasi kedua variabel antara variabel X dan variabel Y dengan alat bantu program IBM SPSS Statistics 25 maka diperoleh hasil Person Correlation sebesar 0,951 485 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 476-487 P-ISSN 2656-274X E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47467/reslaj.v6i2.3722 jika dilihat dari tabel interpretasi, hasil 0,951 terletak diantara 0,800 - 1,000. Yang artinya, hasil 0,951 termasuk ke dalam kriteria yang sangat kuat, sehingga peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa terdapat korelasi yang positif antara variabel X dan variabel Y dengan hubungan yang sangat kuat. Selain itu dibuktikan dengan nilai signikansi sebesar 0,000 yang mana lebih kecil dibandingkan 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa antara Metode Qiro’ati (X) dan Kemampuan Membaca AlQu’an Pesrta Didik Kelas VII di MTs Darul Muttaqien (Y) terdapat hubungan yang signifikan dan bersifat positif. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai Hubungan Metode Qiro’ati Dengan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Peserta Didik Kelas VII di MTs Darul Muttaqien dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Penerapan Metode Qiro’ati Kelas VII di MTs Darul Muttaqien dalam kategori “Baik”. Hal ini dapat dibuktikan dari data angket variabel X (Metode Qiro’ati) bahwa jawaban dengan skor 4 atau selalu sebanyak 12,4 dengan persentase 41%. Kemudian jawaban dengan skor 3 atau sering sebanyak 10,1 dengan persentase 34%. Sementara jawaban skor 2 atau kadang-kadang sebanyak 7,2 dengan persentase 24% dan skor 1 atau tidak pernah memiliki rata-rata frekuensi 0,3 dengan persentase 1%. Dari pernyataan hasil rekapitulasi di atas diketahui nilai rata-rata dari keseluruhan sebesar 41%, maka data kuesioner Metode Qiro’ati sudah dikatakan baik. 2. Kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik kelas VII di MTs Darul Muttaqien dalam kategori “Baik”. Hal ini dapat dibuktikan melalui data variabel Y (Kemampuan Membaca Al-Qur’an) yang menunjukan nilai rata-rata tes sebesar 77 dengan nilai maksimum sebesar 95. 3. Berdasarkan pengujian hipotesis melalui correlations diketahui nilai signifikansi adalah Ha diterima, nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara Metode Qiro’ati (X) dengan kemampuan membaca Al-Qur’an (Y). Dengan nilai korelasi pearson sebesar 0,951 artinya tingkat hubungan antara variabel X dan variabel Y berada pada korelasi sangat kuat. DAFTAR PUSTAKA Abdullah Habib, Achmad Chalimi. 2000. Pak Dachlan Pembaharu Dan Bapak TK AlQur’an. Semarang: Yayasan Pendidikan Al-Qur’an Raudhatul Mujawwidin. Abdullah, Muhammad Mahmud. 2021. Metode Membaca, Menghafal, Dan Menajwidkan Al-Qur’an Al-Karim. Yogyakarta: Laksana. Aqtoris, Qoyyumamin. 2008. “Penggunaan Metode Pengajaran Qiro’ati Dalam Meningkatkan Baca Tulis Al-Qur’an Di TPQ Wardatul Ishlah Merjosari Lowokwaru Malang.” UIN Malang. Ariyadi, Kunkun. 2017. Metode Mutqin. Bandung: Cv. Media Cendekia Muslim. Lailaturrohmaniah. 2021. “Pengaruh Metode Qiro’ati Terhadap Kelancaran Membaca Al-Qur’an Anak Usia 6-9 Tahun Di TPQ Ittihadul Athfal Desa Baleadi Kecamatan 486 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 476-487 P-ISSN 2656-274X E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47467/reslaj.v6i2.3722 Sukolilo Kabupaten Pati.” IAIN Kudus. Mahdali, Fitriyah. 2020. “Analisis Kemampuan Membaca Al-Qur’an Dalam Perspektif Sosiolgi Pengetahuan.” Mashdar 2(2). Murjito, Imam. 2000. Pedoman Metode Praktis Pengajaran Ilmu Baca Al-Qur’an Qiraati. Semarang: Koordinator Pendidikan Al-Qur’an. Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: ALFABETA. Suryadilaga, Alfatih. 2018. Pengantar Studi Al-Qur’an Dan Hadis. Yogyakarta: Kalimedia. kemenag.go.id. (2021, 04 Mei). Banyak Siswa Belum Bisa Baca Al-Qur'an, Kemenag Perkuat Kompetensi Guru. Diakses pada 24 Maret 2023, dari https://kemenag.go.id/read/banyak-siswa-belum-bisa-baca-al-qurankemenag-perkuat-kompetensi-guru-3qdgg. Nurmawan, I.B. (2023, Januari 05). Langkah-langkah Penerapan Metode Qiro'ati. (Dita Fitri Ashriyanti, Pewawancara). Jaya, I. Made Laut Mertha. 2020. Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif. Yogyakarta: Quadrant. 487 | Volume 6 Nomor 2 2024