Essor Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 Desember 2025 ISSN: 3110-410X (Electroni. Open Access: https://gumpublisher. id/index. php/essor/index Sosialisasi Penerapan Sistem Pembayaran Meningkatkan Daya Saing UMKM Digital QRIS Untuk Mispandi1. Muhamad Juaini2. Raudatul Jannah3 1,2,3, Universitas Hamzanwadi. Lombok Timur. Indonesia email: mispandi@hamzanwadi. Info Artikel : Diterima : 19-11-2025 Disetujui : 29-11-2025 Dipublikasikan : 03-12-2025 ABSTRAK Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk sosialisasi penerapan sistem pembayaran digital QRIS untuk meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM. Pengabdian ini juga bertujuan untuk membantu masyarakat Dusun Ngorok Desa Kopang Rembiga. Kabupaten Lombok Tengah untuk mengetahui pentingnya keuntungan dari penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran digital yang lebih praktis. Adapun metode sosialisasi dan pendampingan, yang mencakup survey, sosialisasi dan pendampingan kepada mitra UMKM mengenai digitalisasi metode pembayaran melalui QRIS. Hasil dari sosialisasi dan pendampingan ini dapat meningkatnya pemahaman para pelaku UMKM mengenai teknologi digital, tetapi juga dari tindakan nyata yang diambil, seperti penerapan QRIS dalam transaksi mereka. Selain itu, kegiatan ini berhasil menciptakan peluang kerja sama antara pelaku usaha, pemerintah, dan lembaga keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah setempat. Kata Kunci: Sosialisasi. Penerapan. QRIS. Kualitas. UMKM ABSTRACT This Community Service activity aims to socialize the implementation of the QRIS digital payment system to improve the quality and competitiveness of MSMEs. This service also aims to help the community of Ngorok Hamlet. Kopang Rembiga Village. Central Lombok Regency to understand the importance of the benefits of using QRIS as a more practical digital payment method. The socialization and mentoring methods include surveys, socialization and mentoring to MSME partners regarding the digitalization of payment methods through QRIS. The results of this socialization and mentoring can increase the understanding of MSMEs regarding digital technology, but also from concrete actions taken, such as the implementation of QRIS in their In addition, this activity has succeeded in creating opportunities for collaboration between business actors, the government, and financial institutions to support economic growth in the local area. Keywords : Socialization. Implementation. QRIS. Quality. MSMEs A2022 Penulis. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi Creative Commons Attribution Non Commercial 4. 0 International License. ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi yang terus maju mendorong kehidupan masyarakat untuk terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Di era kemajuan teknologi 5. 0 saat ini tentunya memicu perubahan dalam kehidupan masyarakat yang banyak melakukan aktivitas secara digital. Dari sini, kemajuan teknologi banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa telah memahami teknologi digital. Perkembangan teknologi dan informasi yang terjadi di Indonesia telah memberikan berbagai manfaat positif dan perubahan besar untuk kehidupan masyarakat, termasuk dalam pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan system pembayaran lainnya. Di era digital seperti sekarang, sistem pembayaran non-tunai semakin banyak digunakan oleh masyarakat karena dianggap lebih praktis, efisien, dan aman. Perkembangan sistem pembayaran berbasis teknologi telah secara signifikan mengubah struktur sistem pembayaran konvensional yang menggunakan uang fisik sebagai alat pembayaran. Meskipun uang masih digunakan sebagai alat pembayaran di seluruh dunia, pembayaran tunai secara perlahan beralih ke pembayaran tanpa uang Salah satu inovasi besar dalam sistem pembayaran di Indonesia adalah munculnya QRIS (Quick Response Code Indonesian Standar. , sebuah metode pembayaran berbasis QR Code yang PAG Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 Desember 2025 dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia. Program Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dirancang oleh Bank Indonesia dan memberikan metode pembayaran non-tunai yang lebih efisien. QRIS adalah kode QR yang diterbitkan oleh Bank Indonesia dan distandarisasi untuk semua aplikasi pembayaran berbasis kode QR, seperti Dana. OVO. GoPay, dan Link Aja. Dalam pembahasan ini salah satunya terkait perekonomian, penggunaan teknologi dalam ekonomi sangat bermanfaat untuk mengembangkan usaha atau ekonomi masyarakat terutama di Indonesia ini yang kaya akan sumber daya alam dan didukung dengan kualitas sumber daya manusia yang memadahi, sehingga banyak masyarakat cenderung tertarik untuk menjalankan usaha demi kelangsungan hidup mereka. Saat ini. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) tumbuh dengan sangat cepat di berbagai daerah di Indonesia. Sektor yang mengalami perkembangan paling pesat adalah industri makanan, yang memberikan peluang besar untuk diperluas mengingat makanan adalah kebutuhan pokok bagi manusia sebagai konsumen (Kurniawan dan Astuti, 2. Dalam kegiatan ekonomi, transaksi pembelian umumnya dilakukan menggunakan uang tunai untuk memperoleh barang atau jasa (Mustika et al. , 2. Kemajuan dalam bidang teknologi dan informasi memberikan dampak positif bagi perekonomian dan keuangan nasional, salah satunya melalui keberadaan sistem pembayaran nontunai seperti dompet digital. Platform seperti Shopepay. OVO. GoPay. DANA. LinkAja, dan QRIS mempermudah masyarakat dalam menyimpan uang serta melakukan pembayaran atau transaksi secara online (Haholongan et al. , 2. Meskipun ada banyak keunggulan dalam penggunaan pembayaran berbasis kode QR, sejumlah UMKM masih berhadapan dengan berbagai tantangan dan keterbatasan dalam penerapannya ( Ayu et al. , 2. QRIS hadir sebagai solusi untuk menyatukan berbagai aplikasi pembayaran digital menjadi satu standar nasional. Dengan QRIS, masyarakat hanya memerlukan satu kode QR yang dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran, baik dari bank maupun non-bank. QRIS mendukung visi inklusi keuangan nasional, yaitu memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk pengusaha kecil dan mikro di pedesaan, dapat mengakses layanan keuangan yang modern dan aman. QRIS menyediakan opsi pembayaran tanpa uang tunai dengan lebih efisien (Goleman. Daniel, et al. , 2. QRIS bukanlah aplikasi atau instrumen pembayaran baru, melainkan sebuah interface yang bisa dipakai oleh semua orang, mulai dari pedagang kecil hingga toko di mall. Karena kode QRIS dapat dicetak dengan kertas biasa tanpa harus menggunakan mesin dan lainnya. QRIS dapat digunakan oleh merchant atau penjual, sedangkan konsumen menggunakan dompet digital, mobile banking, atau uang elektronik berbasis server. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Dusun Ngorok Desa Kopang Rembiga terus berkembang, namun banyak di antara mereka yang belum siap menghadapi era digital. Banyaknya UMKM yang tidak menggunakan internet atau berbagai aplikasi yang terhubung ke smartphone untuk menjalankan bisnis mereka. Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) dari waktu ke waktu mengalami kemajuan yang baik sehingga diharuskan untuk segera berinovasi dan beradaptasi untuk memproduksi berbagai macam produk, termasuk dengan menerapkan digital (Mispandi. , et alt. , . Padahal, industri fintech berusaha untuk memaksimalkan potensi ini dengan menawarkan berbagai produk keuangan yang memudahkan pengguna untuk mengakses layanan keuangan. Go-Pay. Ovo. Dana, dan lain-lain adalah contoh perusahaan keuangan digital yang menyediakan pembayaran dengan QRIS. Namun, penggunaan QRIS di daerah pedesaan tidak semudah di kota. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, seperti rendahnya pemahaman digital, kurangnya infrastruktur teknologi, dan kebiasaan masyarakat yang masih sangat bergantung pada uang tunai (Islami. , & Hasanah. Ekaputra. Ciptosari. , & Halim. Indah. , et alt. , 2. Salah satu daerah yang sedang berusaha dalam menggunakan QRIS adalah Dusun Ngorok Desa Kopang Rembiga, yang dikenal sebagai pusat ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM. Dengan begitu, penerapan QRIS akan menjadi kunci dalam membantu UMKM untuk terus tumbuh dan tetap relevan di era kemajuan teknologi dan perubahan digital et alt. , 2. Dalam hal ini, usaha meningkatkan pemahaman digital dan memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM menjadi sangat penting. Sebagian besar UMKM di Indonesia mungkin belum sepenuhnya menyadari potensi dan keuntungan QRIS dalam meningkatkan efisiensi dan jangkauan bisnis mereka. Oleh karena itu, dibutuhkan program sosialisasi dan pendampingan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang penggunaan QRIS. PAG Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 Desember 2025 Dengan memperhatikan situasi tersebut, program bina desa di Dusun Ngorok Desa Kopang Rembiga yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Hamzanwadi bertujuan untuk memperkenalkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alternatif pembayaran modern yang dapat mendukung transformasi digital dan peningkatan mutu UMKM di Dusun Ngorok Desa Kopang Rembiga. Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan penduduk Dusun Ngorok Desa Kopang Rembiga dapat memperoleh kemudahan dalam bertransaksi, meningkatkan keamanan finansial, dan memanfaatkan peluang ekonomi yang lebih besar. Tujuan dalam kegiatan ini untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui memberikan gambaran yang komprehensif mengenai penerapan system pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), sehingga usaha masyarakat menjadi lebih aman, terpercaya, dan siap bersaing di era ekonomi modern. METODE PELAKSANAAN Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan menerapkan metode diantaranya. Survei untuk Mencari pelaku UMKM yang membutuhkan bantuan untuk pembuataan QRIS. Melakukan penyampaian materi sosialisasi dan pendampingan penerapan QRIS, yang mencakup edukasi kepada mitra UMKM mengenai digitalisasi metode pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Dusun Ngorok Desa Kopang Rembiga. Kegiatan ini berlangsung dari Oktober hingga November 2025, dengan melibatkan UMKM yang berada di daerah tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan penyuluhan mengenai QRIS (Quick Response Code Indonesian Standar. yang dilaksanakan di Dusun Ngorok Desa Kopang Rembiga. Kabupaten Lombok Tengah, memberikan efek positif bagi pelaku UMKM di area tersebut. Hasil Survei Sebelum melakukan Pengabdian Pada masyarakat (PKM0 Tim melakukan survey untuk mengetahui permasalahan dan kebutuhan para pelaku UMKM. Sehingga beberapa permasalahan Sasaran yang saat ini telah teridentifikasi adalah kurangnya pengetahuan terhadap teknologi berupa QRIS, dan Sertifikat Halal. Adapun proses pelaksanaan yang digunakan dengan melakukan wawancara singkat terhadap pelaku UMKM yang dilakukan sebelum diadakannya sosialisai untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman pelaku UMKM mengenai QRIS dan Sertifikat Halal. Sosialisasi dan Pendampingan QRIS Kegiatan ini melibatkan persiapan, di mana para mitra diberikan penjelasan mengenai pentingnya pengetahuan tentang manfaat dan fungsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam sistem pembayaran. Sekitar 30 peserta, sebagian besar di antaranya adalah pengusaha di bidang makanan dan minuman, mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat. Gambar. 1 Penyampaian materi Sosialisasi Dalam penyuluhan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya mendapatkan pelatihan tentang bagaimana menggunakan QRIS sebagai solusi pembayaran digital yang mempermudah transaksi dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan usaha. Dalam sosialisasi ini, informasi disampaikan mengenai cara memastikan produk UMKM menggunakan penerapan system pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). PAG Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 Desember 2025 Gambar. 2 Sosialisasi dan pendampingan Qris Hasil nyata dari aktivitas Penyuluhan mengenai QRIS (Quick Response Code Indonesian Standar. menyajikan berbagai keuntungan bagi pelaku UMKM di Dusun Ngorok Desa Kopang Rembiga. KabupatenLombok Tengah. Beberapa di antaranya adalah: Peningkatan Pengetahuan: Peserta sekarang sudah mengerti proses Penggunaan Teknologi dan pengetahuan tentang pengurusan QRIS, mulai dari pendaftaran hingga cara penggunaan serta penarikan saldo. Kerjasama yang Lebih Baik: Terjalin sinergi antara UMKM, instansi terkait, dan lembaga keuangan untuk mendukung perkembangan usaha kecil di Desa Kedungjaran. Sosialisasi ini berasal dari kebutuhan pelaku UMKM di Desa Dusun Ngorok Desa Kopang Rembiga untuk meningkatkan daya saing produk mereka, baik dalam hal legalitas maupun efisiensi operasional penggunaan QRIS mempermudah transaksi non-tunai yang semakin penting di era digital. Pelatihan ini membuka wawasan pelaku UMKM mengenai potensi peningkatan pendapatan dengan memanfaatkan teknologi pembayaran yang praktis dan efisien. Efisiensi dan Kemudahan Transaksi. Dengan penerapan QRIS, pelaku UMKM dapat menerima pembayaran digital dari berbagai aplikasi dompet elektronik hanya dengan satu kode QR. Ini mempermudah transaksi, mengurangi risiko kehilangan uang tunai, dan menciptakan sistem keuangan yang lebih teratur. Meningkatkan Daya Saing Produk Lokal. Legalitas produk dan penggunaan teknologi mutakhir seperti QRIS menjadikan produk UMKM di Dusun Ngorok Desa Kopang Rembiga lebih bersaing, baik di tingkat lokal maupun nasional. Mendorong Literasi Digital. Pelatihan tentang QRIS juga berfungsi untuk meningkatkan pengetahuan digital pelaku UMKM, mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dalam ekonomi digital yang terus berkembang. Peluang Kerjasama dan Jaringan Usaha. Melalui penyuluhan ini, pelaku UMKM berkesempatan untuk menjalin kerja sama dengan dinas terkait, lembaga keuangan, dan sesama pengusaha. Kerjasama ini dapat membuka peluang pengembangan usaha di masa mendatang. Dengan berbagai keuntungan tersebut, penyuluhan ini bukan hanya menjadi langkah awal yang krusial bagi pengembangan UMKM, tetapi juga merupakan upaya strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Dusun Ngorok Desa Kopang Rembiga. KabupatenLombok Tengah. Namun, ada tantangan yang perlu diwaspadai, seperti rendahnya literasi digital di kalangan beberapa pelaku UMKM serta keterbatasan akses internet di wilayah tertentu. Oleh karena itu, dibutuhkan pendampingan lanjutan dari pemerintah maupun sektor swasta, guna memastikan keberlanjutan Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan UMKM di Dusun Ngorok Desa Kopang Rembiga dapat lebih bersaing, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas pasar melalui pengadopsian teknologi pembayaran modern. KESIMPULAN Pendidikan tentang QRIS untuk UMKM di Dusun Ngorok Desa Kopang Rembiga. Kabupaten Lombok Tengah, telah memberikan pengaruh besar dalam meningkatkan kualitas dan PAG Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 Desember 2025 daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di area tersebut. Melalui program ini, pelaku UMKM memperoleh wawasan yang lebih dalam mengenai pentingnya memiliki QRIS serta keuntungan dari penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran digital yang lebih praktis. Dampak dari penyuluhan ini tampak tidak hanya dari meningkatnya pemahaman para pelaku UMKM mengenai keamanan pangan dan teknologi digital, tetapi juga dari tindakan nyata yang diambil, seperti penerapan QRIS dalam transaksi mereka. Selain itu, kegiatan ini berhasil menciptakan peluang kerja sama antara pelaku usaha, pemerintah, dan lembaga keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah setempat. Dengan adanya keberhasilan dari kegiatan ini, diharapkan UMKM di Dusun Ngorok Desa Kopang Rembiga akan terus berkembang, mampu menjangkau pasar yang lebih luas, serta berkontribusi lebih signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Upaya lanjutan seperti pendampingan dan pelatihan tambahan sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan manfaat yang sudah diraih. DAFTAR PUSTAKA