PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI WAWASAN SENI MODEL JIGSAW SISWA KELAS XII-MIA-3 SEMESTER I SMA NEGERI 6 MADIUN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Patrem Budi Wuryanto SMA Negeri 6 Madiun Email: budilukis66@gmail. Abstract In the education of both teachers and students have a goal to gain mastery learning. It is, therefore, obvious in learning activities where students individually not get the score based on the standard complete . alue A . , then the teachers have a duty and responsibility to improve the learning process to help students complete the learning activities. In the first cycle SCARA average student test results is equal to 68. 06, these results when measured by Mastery Learning Criteria (KKM) which is 70, the average is still less than 1. When viewed individually the number who did not complete as many as 15 students or 42% while complete as many as 21 students or 58% of the total of 38 students. Therefore the need to improve the ability of studentsAo understanding gradually in accordance with the process through in learning activities. In the second cycle After the class action process in the second cycle executed, data such as the average number of student test results is equal to 80. 56% of this figure 12. 5% AUAUhigher than the results of the first cycle which only amounted to 68. 06%, this results when measured by mastery Learning Criteria (KKM) at 70, then the average has been above criteria mastery Learning (KKM). When viewed individually the number of incomplete only one student, while complete as many as 37 students from a total of 38 students. Then to the application of research methods jigsaw in this class action may be expressed or Successfully Completed. Keywords: Art. Model Jigsaw Learning Achievement Abstrak Dalam pendidikan baik guru maupun siswa mempunyai tujuan untuk memperoleh belajar Oleh karena itu jelas dalam kegiatan pembelajaran apabila secara individual siswa belum mendapatkan nilai berdasarkan standar tuntas . ilai A . , maka guru mempunyai beban dan tanggung jawab untuk meningkatkan proses pembelajaran untuk membantu siswa menuntaskan kegiatan belajarnya. Pada Siklus I scara rata-rata hasil tes siswa yaitu sebesar 68,06, hasil ini jika diukur dengan Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM) yaitu sebesar 70, maka rata-rata tersebut masih kurang 1,04. Jika dilihat secara perorangan jumlah yang tidak tuntas sebanyak 15 siswa atau 42% sedangkan yang tuntas sebanyak 21 siswa atau 58% dari total 38 siswa. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kemampuan pemahaman siswa secara bertahap sesuai dengan proses yang dilalui dalam kegiatan pembelajaran. Pada Siklus II Setelah proses tindakan kelas pada siklus II dilaksanakan, diperoleh data berupa angka rata-rata hasil tes siswa yaitu sebesar 80,56% angka Wuryanto. Peningkatan Pemahaman Siswa pada Materi Wawasan Seni Model Jigsaw . ini lebih tinggi 12,5% dari hasil siklus I yang hanya sebesar 68,06%, hasil ini jika diukur dengan Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM) yaitu sebesar 70, maka rata-rata tersebut sudah di atas Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM). Jika dilihat secara perorangan jumlah yang tidak tuntas hanya 1 siswa, sedangkan yang tuntas sebanyak 37 siswa dari total 38 siswa. Maka untuk penerapan metode jigsaw dalam penelitian tindakan kelas ini dapat dinyatakan Tuntas atau Berhasil. Kata Kunci: Seni. Model Jigsaw Prestasi Belajar PENDAHULUAN Salah satu permasalahan yang dihadapi guru adalah rendahnya hasil belajar seni budaya dalam materi apresiasi seni. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar seni budaya, misalnya pengembangan media, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, pengadaan dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan dan peningkatan pengajaran di tingkat sekolah. Permasalahan yang sering terjadi adalah bukan pada faktor gurunya saja tetapi juga faktor anak masih banyak mangalami kesulitan terhadap teknik memahami sebuah karya seni. Anak masih sekedar bisa melihat karya. Pemahaman secara mendalam masih belum biasa dilakukan siswa dengan baik. Siswa terbatas pada senang dan tidak senang terhadap karya atau mungkin masih melihat karya sebagai obyek yang menarik untuk dilihat belum mengenal makna simbul dan unsur-unsur yang membentuk dalam seni rupa. Hal ini juga dipengaruhi kurangnya siswa mengamati atau melihat pameran seni denan fasilitar kurator seni rupa. Ketertarikan siswa untuk lebih mendalami makna yang tersirat maupun tujuan proses penciptaan seni juga kurang dipahami siswa. Bahkan siswa juga tidak mengenal latar belakang budaya Proses apresiasi bagi siswa juga belum terbentuk karena belum terbiasanya anal mengenal apresiasi seni. Guru sebagai ujung tombak proses pembeA lajaran di sekolah yang meliputi pengelolaan proses pembelajaran di kelas dengan berbagai media, model dan metode yang disesuaikan dengan kondisinya, sedangkan siswa-siswa di dalam kelas yang sangat heterogen dengan berbagai latar belakang, membutuhkan banyak sekali perhatian, pendekatan dan motivasimotiAvasi yang khusus untuk mencapai tujuan bersama yaitu sesuai dengan tujuan pemA belajaran yang dibuat oleh guru yang sesuai dengan kurikulum. Permasalahan yang juga sering terjadi di dunia pendidikan seni adalah juga minimnya guru seni di setiap jenjang Di lingkup pendidikan dasar justru semakin parah dengan tidak adanya guru yang menguasai bidang seni secara baik. Pendidikan seni sering tidak mendapat perhtian dengan baik, apalagi ranah pendidikan apresiasi seni tidak pernah tersentuh sama sekali. Wawasan seni meliputi kegiatan pemaA haman Karya. Persepsi Karya dan Apresiasi Seni merupakan pokok bahasan yang sangat sulit bagi siswa karena harus mengetahui prinsip, unAsur-unsur seni, cabang dan kaidah-kaidah Melihat karakteristik materi wawasan seni sangatlah komplek maka peneliti sengaja meAngamAbil model pembelajaran jigsaw tim ahli dalam menyampaikan materi tersebut guna mendapatkan pemahaman yang optimal. Model jigsaw merupakan suatu model pembelajaran yang menuntut siswa untuk berfikir luas dalam diskusi kelompok dan selanjutnya meAnyamA paikan hasil diskusi tersebut kepada kelomA pok lain. Hal yang diharapkan dari model pembelajaran jigsaw tersebut yaitu pemaA haman siswa yang menyeluruh tentang materi Wawasan Seni. Jurnal Penelitian LPPM IKIP PGRI Madiun. Volume 5. Nomor 1. Januari 2017: 18-28 Sesuai dengan permasalahan tersebut, maA ka penelitian ini bertujuan meningkatkan peA maAhaman dan mengetahui peningkatan pemaA haman siswa pada materi wawasan seni siswa Kelas XII-MIA-3 semester I SMA Negeri 6 Madiun Tahun Pelajaran 2013/2014 dengan menggunakan model Jigsaw tim ahli. Model pembelajaran Jigsaw merupakan sebuah tehnik pembelajaran yang dipakai secara luas yang memiliki kesamaan dengan tehnik pertukaran dari kelompok yang satu ke kelompok yang lain dengan satu perbedaan penting, setiap peserta didik mengajarkan Setiap siswa akan mempelajari sesuatu yang dikombinasi dengan materi yang sudah dipelajari oleh siswa lain (Mel Silberma. Dengan beberapa langkah dalam penyelesaian metode jigsaw ini adalah: Membagi kelas menjadi lima kelompok sesuai dengan materi yang akan didusA Pembagian kelompok dilakukan dengan cara mengelompokkan siswa sesuai deA ngan abjad yang sama, misal abjad A berAA kumAApul dengan abjad A, abjad B berAkumA pul dengan abjad B dan seterusnya. Masing-masing kelompok yang telah terbentuk diberi tugas untuk mendiskusikan materi kegiatan Pameran Tugas Akhir dengan tema diskusi yang berbeda tiap kelompok dalam waktu 15 menit. Setelah diskusi dalam kelompok selesai, maka akan dibentuk kelompok lagi dengan cara menghitung kelompok A secara beruA rutan mulai nomor 1 sampai dengan nomor Selanjutnya sesuai dengan urutan tadi akan dibentuk lagi kelompok baru dengan komA posisi yang terdiri dari (A1,B1,C1,D1. E1. F1 dan G. , (A2. B2. C2. D2. E2. F2 dan G. dan seterusnya. Semua anggota yang ada dalam kelompok 1 akan mendiskusikan permasalahan nomor 1, kelompok 2 akan mendiskusikan permaA salahan nomor 2 dan seterusnya. TujuAan pembentukan kelompok ini adalah agar setiap anggota kelompok yang ada dapat mendiskusikan dan menyimpulkan jawaA ban setiap permasalahan sesuai dengan nomor urutnya. Selanjutnya masing-masing anggota akan kembali ke kelompok awal seperti pada saat pertama pembentukan kelompok yaitu kelompok A, kelompok B, kelompok C dan seterusnya. Dengan kegiatan semacam ini maka setiap angAgota kelompok dituntut utuk dapat menAjelaskan setiap permasalahan yang ada dari hasil diskusi yang dilakukan keA tika siswa yang bersangkutan bergabung dengan kelompok yang baru. Kegiatan pemAbelajaran dengan model Jigsaw Tim Ahli semacam ini akan membuat siswa dapat memahami beberapa permasalahan tenAtang masalah Pameran Tugas Akhir dengan secara menyeluruh. Tabel 1: Pembagian kelompok tim ahli Nomor Kelompok tim ahli Wuryanto. Peningkatan Pemahaman Siswa pada Materi Wawasan Seni Model Jigsaw . Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel dan gambar pembagian dan penyebaran kelompok pembelajaran lain yaitu lebih banyak menuntut keaktifan dan kerjasama serta peran antar siswa, seperti dijelaskan berikut ini : Selanjutnya setelah kelompok awal terA bentuk, maka masing masing kelompok akan menAdapatkan lima pertanyaan yang harus di jawab oleh masing-masing anggota kelompok. Setelah itu akan di bentuk kelompok baru . elompok ahl. yang terdiri dari mereka siswa yang memegang soal yang sama, misal siswa di kelompok A yang menjawab soal nomor 1 akan berkumpul dengan anggota kelompok lain yang menjawab pertanyaan nomor 1 sehinnga akan terbentuk kelompok baru. Komposisi kelompok awal yang terbentuk akan tampak Kegiatan pembelajaran model jigsaw tim ahli di dalam kelas bertujuan untuk meA muAdahkan siswa bertukar pikiran atau pendapat dalam kelompok dalam memaA hami materi kegiatan Wawasan Seni dan Apresiasi Seni. Hasil dari diskusi kelompok tentang materi tersebut akan di sampaikan oleh tim ahli atau kelompok awal kepada kelompok baru yang terbentuk dari perwakilan masingmasing kelompok ahli . elompok A-G). Dengan adanya model pembelajaran Tabel 2: Penyebaran kelompok ahli URUT Penyebaran anggota kelompok tim ahli pada tabel 2. Selanjutnya distribusi anggota kelompok awal untuk membentuk kelompok baru tampak pada tabel 1. Setelah itu jika kelompok ahli telah menyeA lesaikan diskusi untuk menjawab soal yang sama, maka setiap anggota kelompok ahli akan kembali ke kelompok awal yang pertama dibentuk untuk menjelaskan hasil diskusinya kepada anggota kelpompok yang lain, sehingga setiap anggota kelompok dapat memperoleh penjelasan yang menyeluruh tentang materi yang dibahas dalam kegiatan pembelajaran. Karakteristik dan cara penerapan model jigsaw tim ahli Untuk mendukung tujuan tersebut dipilihlah model jigsaw tim ahli yang memiliki karakteristik berbeda dengan model Tugas masing-masing anggota Menjawab soal nomor 1 Menjawab soal nomor 2 Menjawab soal nomor 3 Menjawab soal nomor 4 Menjawab soal nomor 5 jigsaw tim ahli kemampuan siswa dalam meA maAhami kegiatan pemahaman wawasan seni harapkan dapat meningkat, sehingga siswa dapat memahami kegiatan ekspresi, kreasi, dan apresiasi. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian tinA dakan kelas dengan menggunakan pendeAkatan deskriptif kualitatif, yaitu, untuk mendisA kripsikan kemampuan dan keberanian siswa dalam bertanya dan berpendapat melalui model Jigsaw Tim Ahli. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, tiap siklus terdiri dari 4 tahap berupa suatu siklus spiral yang meliputi kegiatan Jurnal Penelitian LPPM IKIP PGRI Madiun. Volume 5. Nomor 1. Januari 2017: 18-28 perenAcanaan, pemberian tindakan. Observasi dan refleksi. Rincian pelaksanaan kegiatan masing-maA sing siklus sebagai berikut: Tahap Perencanaan Kegiatan pada tahap perencanaan ini Mengidentifikasi masalah Menyusun rencana pembelajaran deA ngan materi masalah pokok ekononi terAmasuk menyiapkan lembar kinerja siswa . Merencanakan tindakan sekaligus menyusun instrumen pengamatan Membuat pertanyaan tentang materi Materi pokok wawasan seni dengan k an media pembelajaran berupa lembar soal Menyiapkan daftar pembagian kelomA Tahap Pelaksanaan Tindakan Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah membahas materi tentang Materi pokok wawasan seni dengan cara membagi Langkah-langkah dalam pelakA sanaan tindakan ini seperti yang telah dijeA laskan pada prosedur penelitian di atas. Tahap Pengamatan Pelaksanaan Tindakan (Observas. Pada tahap ini peneliti kolaborator mengaA dakan pengamatan performance siswa dan kinerja guru untuk mendapatkan data tentang proses belajar-mengajar, aktivitas siswa dan guru selama proses diskusi serta hal-hal sebagai berikut: Performance siswa . Keaktifan siswa dalam berdiskusi . Tingkat penguasaan materi. Sikap dan tingkah laku dalam bekerja Kinerja Guru . Kegiatan guru menertibkan suasana . Kegiatan guru melaksanakan apersepsi . Kegiatan guru memberikan motivasi . Kegiatan guru menjelaskan tujuan pemAbebelajaran . Kegiatan guru menyiapkan alat bantu . Kegiatan guru memberikan pengarahan pelaksanaan jigsaw tim ahli . Kegiatan guru membagi siswa dalam 7 kelompok heterogen . Kegiatan guru membimbing dan meA ngaArahkan siswa dalam kerja kelomA . Kegiatan guru menginstruksikan tim ahli kembali ke kelompok awal . Aktivitas guru mengarahkan siswa untuk presentasi dalam diskusi kelomA . Pelaksanaan evaluasi . pemahaman Individu Tahap Refleksi Pada tahap ini, setelah kegiatan belajar me ngajar, peneliti mengumpulkan data, mengaA nalisis data, dan menginterprestasikan hasil yang telah diperoleh pada siklus Hasil refleksi berupa kesimpulankesimpulan, keleAbihan dan kekurangan pelaksanaan tindakan yang digunakan sebagai pra pelaksanaan tinAdakan pada siklus berikutnya. Apabila pada tahap ini ada kecenderungan atau kelemahan, maka diadakan perbaikan perencanaan kembali . sebelum memulai siklus Wuryanto. Peningkatan Pemahaman Siswa pada Materi Wawasan Seni Model Jigsaw . Pada tahap ini refleksi pelaksanaan siklus 1 dapat dikelompokkan menjadi dua hal yaitu hasil yang didapatkan dari tindakan beruApa model pembelajaran jigsaw tim ahli yang telah diberikan kepada siswa dan hasil observasi terhadap guru/peneAliti dengan mempertimAbangkan hasil pemaA haman siswa terhadap materi Materi pokok wawasan seni melalui tes yang diberikan di akhir pembelajaran. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah format instrumen perforA mance siswa dalam bertanya dan berpendapat melalui model jigsaw tim ahli dan instrumen kinerja guru dalam menggunakan model jigsaw tim ahli, yang akan dijelaskan sebagai berikut: Lembar obsevasi kinerja guru Lembar observasi digunakan untuk meA nguAkur kegiatan guru dapat dilihat pada . Lembar observasi yang diguA nakan untuk mengukur kinerja/aktivitas guru dalam proses pembelajaran yang dinilai meliputi: penguasaan materi, sisteA matika penyajian, penggunaan metode dan sarana, penggunaan bahasa, pemberian moAtivasi, pencapaian tujuan, ketepatan waktu, pemanfaatan media pembelajaran, penguAatan jawaban siswa. Lembar observasi kinerja siswa Lembar observasi yang digunakan untuk mengukur performance siswa dalam proses pembelajaran yang dinilai meliputi: peA namApilan, gaya bahasa, kesesuaian dengan materi, sikap dan perilaku Pada tekAnik pengumpulan data dijelaskan mengeAnai sumber data dengan penjelasan sebagai Sumber data penelitian adalah siswa, guru kelas, dan peneliti sendiri. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara, kuisoner, dokumentasi. Data yang akan diambil yaitu motivasi, aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar, hasil belajar psikomotorik siswa terhadap materi pokok wawasan seni materi kegiatan ekonomi Teknik Analisis Data Mempergunakan metode analisa data yang tepat untuk menganalisa data merupakan salah satu jaminan bagi keberhasilan penelitian. Seorang peneliti dalam menganalisa data dapat mempergunakan analisa statistik atau analisa non statistik. Hal ini sesuai dengan pendapat Sutrisno Hadi . 6: . yang mengatakan Aydalam suatu research seorang peneliti dapat menggunakan dua jenis analisa, yaitu analisa statistik . tatistical analysi. dan analisis non statistik . on statistical analysi. Ay. Adapun dalam penelitian ini kami mengguA nakan metode non statistik, dengan langkahlangkah sebagai berikut: Mengumpulkan data-data yang diperlukan. Mengklasifikasikan data-data yang telah Menganalisa data dengan teknik yang telah Setelah data terkumpul pada siklus I dan siklus II, perlu diadakan analisa data. Hal ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari peneAltian sesuai atau tidak dengan hipotesis yang telah dibuat. Data yang terkumpul akan dianalisis secara bersama-sama dengan kolaA Secara umum data yang diperoleh akan dianalisis dengan pendekatan deskriptif kuaAlitattif. Data tersebut akan dianalisis mengA gunakan statistik sederhana, misal data hasil pengamatan proses belajar-mengajar yang diApeAroleh dengan menggunakan instrumen pengaAmatan kegiatan diskusi kelompok dan insAtrumen penilaian hasil tes yang diberikan Jurnal Penelitian LPPM IKIP PGRI Madiun. Volume 5. Nomor 1. Januari 2017: 18-28 pada siklus I da siklus II akan dianalis dengan menAjumAlahkan hasil masing-masing item pengaAmatan kamudian dirata-rata. HASIL DAN PEMBAHASAN Siklus I Pembelajaran pada siklus I berlangsung satu kali pertemuan yaitu pada hari Senin. Tanggal 1 Juni 2013 selama 2 Jam Pelajaran . x 40 meni. mulai pukul 08:15 dan berakhir pada 09:45 WIB. Kegiatan pembelajaran dibuka dengan salam, selanjutnya dilanjutkan dengan presensi dan perkenalan guru dan siswa. Berikutnya guru model memberikan kuis berupa pertanyaan singkat secara lisan dan siswa secara acak diminta untuk menjawab pertanyaan tersebut. Sebelum kegiatan proses belajar dimulai guru model memberikan gambaran secara singkat Tabel 3: Hasil Post Test Pada Siklus I NAMA SISWA NILAI KET AHMAD ZAINURI Belum Tuntas ALI BASRI Belum Tuntas ANISATUL ATHUF Belum Tuntas ARIF WIJAKSONO Belum Tuntas ZAINATUS TUKO Belum Tuntas FATHORROZI SAIFULLAH Tuntas HASAN Belum Tuntas HENDRA ADI SUSANTO Belum Tuntas IRMALIA IMA AGUSTIN Belum Tuntas ISTI NUR RISKIYAH N. Tuntas LENI ARUM SARI Tuntas LILA ROSYITA MAHMUDA Tuntas MIFTAHUL FARID Belum Tuntas MOH. JAZULI Belum Tuntas MUHAMMAD RIFQY Belum Tuntas MUHAMMAD SAOKI Tuntas RACMANINGTYAS IMANIAR Tuntas RACHMAD HIDAYAT Tuntas RISA PUJI LESTARI Tuntas SYUQRON MAAoMUN Belum Tuntas DESTIANA Tuntas SITI LUTFIL HASANAH Tuntas SITI NURHASANAH Tuntas SAMSUL HADI Belum Tuntas YUSUP SUPRIYADI Belum Tuntas SRI YULIATIN Tuntas EKO APRILIANTO Belum Tuntas IRMA DAMAYANTI Tuntas HELMI YOGA RENDIYAWAN Tuntas Wuryanto. Peningkatan Pemahaman Siswa pada Materi Wawasan Seni Model Jigsaw . NAMA SISWA NILAI KET SITI HIDAYATI Tuntas HENDRI HERMAWAN Tuntas SITI NUR AZIZA Belum Tuntas RANGGA SAIFUL RAHMAN Belum Tuntas WILDANINGSIH HABIBA Tuntas SITI ROHANI Tuntas ZAINUL BADRI Tuntas SAIFIAL Tuntas MAHMUDAH Tuntas JUMLAH RATA-RATA 68,06 Sumber: . ata diolah 2. tentang materi wawasan Seni yang meliputi kegiatan apresiasii dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. dalam kegiatan penelitian setelah dilakukan observasi di dalam kegiatan pembelajaran didapatkan hasil sebagai berikut: Setelah proses tindakan kelas pada siklus I dilaksanakan, diperoleh data berupa angka rata-rata hasil tes siswa yaitu sebesar 68,06, hasil ini jika diukur dengan Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM) yaitu sebesar 70, maka ratarata tersebut masih kurang 1,04. Jika dilihat secara perorangan jumlah yang tidak tuntas sebanyak 17 siswa atau 42% sedangkan yang tuntas sebanyak 21 siswa atau 58% dari total 38 siswa. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kemampuan pemahaman siswa secara bertahap sesuai dengan proses yang dilalui dalam kegiatan pembelajaran. Siklus II Tabel 4: Hasil Perolehan Perbandinga Hasil Post Test Siklus I dan Siklus II NAMA SISWA NILAI KETERANGAN Siklus I Siklus II Siklus I Siklus II AHMAD ZAINURI Belum Tuntas Tuntas ALI BASRI Belum Tuntas Tuntas ANISATUL ATHUF Belum Tuntas Tuntas ARIF WIJAKSONO Belum Tuntas Tuntas ZAINATUS TUKO Belum Tuntas Tuntas FATHORROZI S Tuntas Tuntas HASAN Belum Tuntas Tuntas HENDRA ADI SUSANTO Belum Tuntas Tuntas IRMALIA IMA AGUSTIN Belum Tuntas Tuntas ISTI NUR RISKIYAH N. Tuntas Tuntas LENI ARUM SARI Tuntas Tuntas LILA ROSYITA M Tuntas Tuntas Jurnal Penelitian LPPM IKIP PGRI Madiun. Volume 5. Nomor 1. Januari 2017: 18-28 NAMA SISWA NILAI KETERANGAN Siklus I Siklus II Siklus I Siklus II MIFTAHUL FARID Belum Tuntas Tuntas MOH. JAZULI Belum Tuntas Belum Tuntas MUHAMMAD RIFQY Belum Tuntas Tuntas MUHAMMAD SAOKI Tuntas Tuntas RACMANINGTYAS I Tuntas Tuntas RACHMAD HIDAYAT Tuntas Tuntas RISA PUJI LESTARI Tuntas Tuntas SYUKRON MAAoMUN Tuntas Tuntas DESTIANA Tuntas Tuntas SITI LUTFIL HASANAH Tuntas Tuntas SITI NURHASANAH Tuntas Tuntas SAMSUL HADI Belum Tuntas Tuntas YUSUP SUPRIYADI Belum Tuntas Tuntas SRI YULIATIN Tuntas Tuntas EKO APRILIANTO Belum Tuntas Tuntas IRMA DAMAYANTI Tuntas Tuntas HELMI YOGA R Tuntas Tuntas SITI HIDAYATI Tuntas Tuntas HENDRI HERMAWAN Tuntas Tuntas SITI NUR AZIZA Tuntas Tuntas RANGGA SAIFUL R Belum Tuntas Tuntas WILDANINGSIH H Tuntas Tuntas SITI ROHANI Tuntas Tuntas ZAINUL BADRI Tuntas Tuntas SAIFIAL Tuntas Tuntas MAHMUDAH Tuntas Tuntas JUMLAH RATA-RATA 68,06 80,56 Sumber: . ata diolah 2. Setelah proses tindakan kelas pada siklus II dilaksanakan, diperoleh data berupa angka ratarata hasil tes siswa yaitu sebesar 80,56% angka ini lebih tinggi 12. ,5% dari hasil siklus I yang hanya sebesar 68,06%, hasil ini jika diukur dengan Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM) yaitu sebesar 70, maka rata-rata tersebut sudah di atas Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM). Jika dilihat secara perorangan jumlah yang tidak tuntas hanya 1 siswa, sedangkan yang tuntas sebanyak 37 siswa dari total 38 siswa. Dengan menggunakan penerapan metode Jigsaw dalam kegiatan pembelajaran dapat dijabarkan pada Siklus I scara rata-rata hasil tes siswa yaitu sebesar 68,06, hasil ini jika diukur dengan Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM) yaitu sebesar 70, maka rata-rata tersebut masih kurang 1,04. Jika dilihat secara perorangan jumlah yang tidak tuntas sebanyak 15 siswa atau 42% sedangkan yang tuntas sebanyak 22 siswa atau 58% dari total 38 siswa. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kemampuan Wuryanto. Peningkatan Pemahaman Siswa pada Materi Wawasan Seni Model Jigsaw . pemahaman siswa secara bertahap sesuai dengan proses yang dilalui dalam kegiatan dan Pada Siklus II Setelah proses tindakan kelas pada siklus II dilaksanakan, diperoleh data berupa angka rata-rata hasil tes siswa yaitu sebesar 80,56% angka ini lebih ,5% dari hasil siklus I yang hanya sebesar 68,06%, hasil ini jika diukur dengan Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM) yaitu sebesar 70, maka rata-rata tersebut sudah di atas Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM). Jika dilihat secara perorangan jumlah yang tidak tuntas hanya 1 siswa, sedangkan yang tuntas sebanyak 37 siswa dari total 38 siswa. Maka untuk penerapan metode jigsaw dalam penelitian tindakan kelas ini dapat dinyatakan Tuntas atau Berhasil. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari hasil pengamatan dan catatan selam siklus I dan II penelitian dengan menggunakan model jigsaw tim ahli pada Materi Pokok Wawasan Seni Budaya siswa Kelas XII-MIA-3 SMA Negeri 6 Madiun, dapat disimpulkan sebagai berikut : Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dengan model jigsaw tim ahli menunjukkan perbaikan dalam proses Aktivitas yang dilakukan siswa dalam proses pembelajaran melalui model jigsaw tim ahli dikategorikan baik. Hal ini dibukA tikan dengan hasil tes pada Siklus I scara rata-rata hasil tes siswa yaitu sebesar 68,06, hasil ini jika diukur dengan Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM) yaitu sebesar 70, maka rata-rata tersebut masih kurang 1,04. Jika dilihat secara perorangan jumlah yang tidak tuntas sebanyak 15 siswa atau 42% sedangkan yang tuntas sebanyak 21 siswa atau 58% dari total 38 siswa. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kemampuan pemahaman siswa secara bertahap sesuai dengan proses yang dilalui dalam kegiatan pembelajaran. Pada Siklus II Setelah proses tindakan kelas pada siklus II dilaksanakan, dipeA roleh data berupa angka rata-rata hasil tes siswa yaitu sebesar 80,56% angka ini lebih tinggi 12. ,5% dari hasil siklus I yang hanya sebesar 68,06%, hasil ini jika diukur dengan Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM) yaitu sebesar 70, maka rata-rata tersebut sudah di atas Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM). Jika dilihat secara perorangan jumlah yang tidak tuntas hanya 1 siswa, sedangkan yang tuntas sebanyak 35 siswa dari total 36 siswa. Maka untuk penerapan metode jigsaw dalam penelitian tindakan kelas ini dapat dinyatakan Tuntas atau Berhasil. Saran Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut: Apabila pembaca ingin meningkatan proses dan hasil belajar siswa maka dapat melaksanakan PTK Peneliti merekomendasikan kepada peneA liti lain untuk mengembangkan strategi pemAbelajaran model jigsaw tim ahli ini untuk dipadukan dengan pendekatan pemA belajaran yang lain. Strategi pembelajaran ini adalah baik, karena dapat meningkatkan pemahaman maAteri belajar, oleh karena itu apabila pemA baca menghadapi masalah peningkatan pemaAhaman belajar. PTK ini dapat diguA nakan sebagai acuan. Mengingat Penelitian Tindakan Kelas ini masih sangat jauh dari sempurna, untuk Jurnal Penelitian LPPM IKIP PGRI Madiun. Volume 5. Nomor 1. Januari 2017: 18-28 itu bagi pembaca mohon kritik dan saran, demi kesempurnaan Penelitian Tindakan Kelas kami. REFERENSI