https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. URGENSI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KURIKULUM PAI MODERN Ardian Al Hidaya STAI Madiun ardian@staimadiun. Nia Ramayanti SMAN 1 Rantau Selatan niaramayanti27@gmail. Nurhadawiyah Ismayani Hasibuan MAN Simalungun Nurhadawiyahismayanihasibuan@gmail. Article History: Received : 2 Desember 2025 Accepted : 15 Januari 2026 Published: 3 Februari 2026 Keywords: Moral Education. PAI Curriculum. Character. Morality. Islamic Education. Abstrak. This research examines the urgency of moral education in the modern Islamic Religious Education (PAI) curriculum amidst the challenges of globalization and rapid technological The main problem that becomes the focus of this study is the weakening of moral values and character of students due to foreign cultural influences and the lack of comprehensive implementation of moral education in contemporary PAI This research uses library research method with descriptive qualitative approach. Primary data sources were obtained from books and scientific journals relevant to moral education and PAI curriculum, while secondary data came from articles, previous research results, and educational policy Data analysis was conducted through content analysis techniques with data reduction, data presentation, and conclusion drawing steps. The research results show that moral education has a very high urgency in the modern PAI curriculum as the foundation for forming noble character of students. The integration of moral education in the PAI curriculum has proven effective in forming personalities with noble character, increasing spiritual awareness, and protecting students from negative environmental influences. Holistic implementation of moral education requires collaboration between teachers, parents, and society and is supported by innovative and contextual learning methods in accordance with the times. Abstrak. Penelitian ini mengkaji urgensi pendidikan akhlak dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) modern di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi yang Permasalahan utama yang menjadi fokus kajian adalah melemahnya nilai-nilai moral dan karakter peserta didik akibat pengaruh budaya asing serta minimnya implementasi pendidikan akhlak yang komprehensif dalam pembelajaran PAI Penelitian ini menggunakan metode library research atau studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif 38 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Urgensi Pendidikan Akhlak Dalam Kurikulum Pai Modern | Ardian Al Hidaya Sumber data primer diperoleh dari buku-buku dan jurnal ilmiah yang relevan dengan pendidikan akhlak dan kurikulum PAI, sedangkan data sekunder berasal dari artikel, hasil penelitian terdahulu, dan dokumen kebijakan pendidikan. Analisis data dilakukan melalui teknik content analysis dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan akhlak memiliki urgensi yang sangat tinggi dalam kurikulum PAI modern sebagai fondasi pembentukan karakter mulia peserta didik. Integrasi pendidikan akhlak dalam kurikulum PAI terbukti efektif dalam membentuk kepribadian yang berakhlakul karimah, meningkatkan kesadaran spiritual, dan membentengi peserta didik dari pengaruh negatif lingkungan. Implementasi pendidikan akhlak yang holistik memerlukan kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat serta didukung oleh metode pembelajaran yang inovatif dan kontekstual sesuai dengan perkembangan zaman. PENDAHULUAN Pendidikan kepribadian dan karakter manusia yang utuh. Dalam konteks pendidikan Islam, pembentukan akhlak mulia menjadi tujuan utama yang tidak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran (Anwar, 2. Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai mata pelajaran yang diajarkan di berbagai jenjang pendidikan di Indonesia memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan membentuk karakter peserta didik yang berakhlakul karimah. Namun demikian, tantangan modernitas dan globalisasi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa dampak signifikan terhadap degradasi moral generasi muda (Agustin 2. Fenomena melemahnya nilai-nilai moral di kalangan pelajar menjadi keprihatinan bersama berbagai kalangan. Maraknya tindakan kekerasan, bullying, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan rendahnya rasa hormat terhadap orang tua serta guru mengindikasikan adanya krisis akhlak yang serius. Kondisi ini diperkuat oleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa karakter peserta didik mengalami penurunan kualitas akibat pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan nilainilai luhur bangsa Indonesia. Realitas tersebut menuntut adanya evaluasi mendalam terhadap implementasi pendidikan akhlak dalam kurikulum PAI yang selama ini telah dilaksanakan. 39 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Kurikulum PAI modern dituntut untuk mampu menjawab tantangan zaman dengan mengintegrasikan nilai-nilai akhlak secara komprehensif dalam setiap aspek pembelajaran (Khoiruddin, 2. Pendidikan akhlak tidak sekadar transfer of knowledge tentang konsep baik dan buruk, melainkan harus mampu mewujudkan transformation of character yang membentuk kepribadian peserta didik secara holistik. Oleh karena itu, urgensi pendidikan akhlak dalam kurikulum PAI modern perlu dikaji secara mendalam untuk menemukan formulasi yang tepat dalam menghadapi dinamika perkembangan Beberapa penelitian terdahulu telah mengkaji tentang pentingnya pendidikan akhlak dalam pembelajaran PAI, namun kajian spesifik mengenai urgensi dan implementasinya dalam konteks kurikulum PAI modern masih memerlukan pengembangan lebih lanjut (M. Ramli, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pendidikan akhlak dalam kurikulum PAI modern serta merumuskan strategi implementasi yang efektif sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kurikulum PAI yang lebih responsif terhadap tantangan moral METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode library research atau penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Jenis penelitian ini dipilih karena sesuai dengan karakteristik kajian yang bertujuan untuk menganalisis konsep dan teori pendidikan akhlak dalam kurikulum PAI modern melalui penelaahan sumber-sumber literatur yang relevan. Sumber data primer dalam penelitian ini berasal dari buku-buku, jurnal ilmiah nasional dan internasional, serta karya akademik yang membahas tentang pendidikan akhlak, kurikulum PAI, dan pendidikan karakter dalam Islam. Sumber data sekunder diperoleh dari artikel ilmiah, hasil penelitian terdahulu, 40 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Urgensi Pendidikan Akhlak Dalam Kurikulum Pai Modern | Ardian Al Hidaya dokumen kebijakan pendidikan, serta sumbersumber online yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menganalisis berbagai literatur yang berkaitan dengan topik penelitian (Creswell 2. Proses analisis data menggunakan metode content analysis atau analisis isi yang dilakukan secara sistematis melalui tiga tahapan utama. Pertama, reduksi data yaitu proses pemilahan dan penyederhanaan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber untuk memfokuskan pada data yang relevan dengan rumusan masalah. Kedua, penyajian data dalam bentuk narasi deskriptif yang menggambarkan temuantemuan penting dari kajian literatur. Ketiga, penarikan kesimpulan berdasarkan analisis mendalam terhadap data yang telah disajikan untuk menjawab permasalahan penelitian (Sugiyono 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep dan Landasan Pendidikan Akhlak dalam Islam Akhlak secara etimologis berasal dari bahasa Arab "khuluq" yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiat . Dalam perspektif Islam, akhlak merupakan sifat yang tertanam dalam jiwa manusia yang melahirkan perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan terlebih dahulu. Konsep akhlak dalam Islam memiliki landasan yang kuat dari Al-Qur'an dan Hadits, dimana Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia sebagaimana sabda beliau: "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia" (Laila 2. Pendidik merupakan komponen pendidikan yang mesti ada dalam Sementara itu. Pendidikan akhlak dalam Islam bertujuan untuk membentuk manusia yang memiliki kepribadian utama, berbudi pekerti luhur, dan berakhlakul karimah sesuai dengan ajaran Islam (Zainal Landasan pendidikan akhlak tidak hanya bersumber dari Al-Qur'an dan Hadits, tetapi juga dari pemahaman para ulama salaf yang telah 41 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. merumuskan konsep akhlak secara komprehensif. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa akhlak yang baik adalah hasil dari proses pendidikan yang berkelanjutan dan pembiasaan yang Oleh karena itu, pendidikan akhlak harus diintegrasikan dalam seluruh aspek pembelajaran, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Nilai-nilai akhlak yang diajarkan dalam Islam mencakup aspek hubungan vertikal dengan Allah . ablum minalla. dan hubungan horizontal dengan sesama manusia dan alam semesta . ablum minanna. Dimensi akhlak kepada Allah meliputi iman, taqwa, ikhlas, tawakkal, dan syukur, sedangkan akhlak kepada sesama manusia meliputi kejujuran, amanah, tanggung jawab, toleransi, dan kasih sayang (Marzuki 2. Pemahaman yang komprehensif terhadap konsep dan landasan pendidikan akhlak ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan kurikulum PAI modern (Hakim 2. Urgensi Pendidikan Akhlak dalam Kurikulum PAI Modern Pendidikan akhlak memiliki urgensi yang sangat tinggi dalam kurikulum PAI modern karena beberapa alasan fundamental. Pertama, pendidikan akhlak merupakan tujuan utama dari pendidikan Islam itu sendiri yang tidak dapat dipisahkan dari pembentukan kepribadian muslim yang sempurna (Kamil&Purnomo 2. Dalam konteks modernitas, peserta didik menghadapi berbagai tantangan moral yang kompleks akibat pengaruh globalisasi, perkembangan teknologi, dan pergeseran nilai-nilai sosial budaya. Tanpa fondasi akhlak yang kuat, peserta didik akan mudah terjerumus dalam perilaku menyimpang yang bertentangan dengan nilainilai Islam (Hidayat 2. Kedua, fenomena degradasi moral di kalangan pelajar menunjukkan adanya kegagalan sistem pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai akhlak secara efektif (Sari, 1. Berbagai kasus kenakalan remaja, bullying, tawuran pelajar, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan bebas 42 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Urgensi Pendidikan Akhlak Dalam Kurikulum Pai Modern | Ardian Al Hidaya kurikulum PAI (Gunawan, 2. Data empiris menunjukkan bahwa implementasi pendidikan akhlak yang sistematis dan terstruktur dalam pembelajaran PAI mampu mengurangi tingkat kenakalan remaja dan meningkatkan kualitas karakter peserta didik (Ahmad, 2. Ketiga, pendidikan akhlak dalam kurikulum PAI modern berfungsi sebagai filter dan benteng pertahanan moral peserta didik terhadap pengaruh negatif budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam dan budaya Indonesia (Dwi Arti n. Era digital yang ditandai dengan mudahnya akses informasi melalui internet dan media sosial membawa dampak positif sekaligus negatif bagi perkembangan moral peserta didik. Pendidikan akhlak yang terintegrasi dalam kurikulum PAI diharapkan dapat membimbing peserta didik untuk selektif dalam menerima informasi dan menggunakan teknologi secara bijak (Munawir 2. Keempat, pendidikan akhlak berkontribusi signifikan terhadap pembangunan karakter bangsa yang menjadi salah satu prioritas pendidikan nasional. Kurikulum PAI modern yang mengintegrasikan pendidikan akhlak secara holistik akan menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual dan emosional yang seimbang. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menekankan pada pembentukan akhlak mulia peserta didik (Yunita & Mujib 2. Implementasi Pendidikan Akhlak dalam Pembelajaran PAI Implementasi pendidikan akhlak dalam pembelajaran PAI modern memerlukan strategi yang komprehensif dan terintegrasi. Pertama, integrasi nilainilai akhlak dalam materi pembelajaran PAI harus dilakukan secara eksplisit maupun implisit dalam setiap kompetensi dasar yang diajarkan (Abdurrasyid 2. Guru PAI perlu mengembangkan materi pembelajaran yang kontekstual dengan mengaitkan konsep akhlak dengan 43 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. permasalahan kehidupan sehari-hari yang dihadapi peserta didik. Pendekatan kontekstual ini akan memudahkan peserta didik memahami relevansi nilai-nilai akhlak dengan realitas kehidupan mereka. Kedua, metode pembelajaran yang digunakan harus bervariasi dan inovatif untuk menarik minat peserta didik. Metode ceramah konvensional perlu dikombinasikan dengan metode active learning seperti diskusi kelompok, role playing, problem solving, dan project based learning yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi seperti video, animasi, dan aplikasi pembelajaran digital juga dapat meningkatkan efektivitas penyampaian materi pendidikan akhlak kepada generasi digital native. Ketiga, pembiasaan dan keteladanan merupakan aspek krusial dalam implementasi pendidikan akhlak. Pembiasaan perilaku baik melalui kegiatan pembiasaan rutin di sekolah seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur'an, berdoa sebelum belajar, dan budaya salam serta sapa perlu dikembangkan secara konsisten (Fahmi & Susanto 2. Keteladanan dari guru, kepala sekolah, dan seluruh komponen sekolah menjadi faktor determinan dalam keberhasilan pendidikan akhlak karena peserta didik cenderung meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya. Keempat, evaluasi pembelajaran akhlak tidak cukup hanya mengukur aspek kognitif melalui tes tertulis, tetapi harus mencakup penilaian autentik terhadap sikap dan perilaku peserta didik dalam kehidupan sehari-hari (Arifin, 2. Instrumen penilaian yang digunakan dapat berupa observasi, jurnal, penilaian diri, penilaian antar teman, dan portofolio yang mampu mengukur perubahan perilaku peserta didik secara Kolaborasi antara guru PAI dengan wali kelas, guru BK, dan orang tua sangat diperlukan untuk memantau perkembangan akhlak peserta didik secara berkelanjutan. 44 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Urgensi Pendidikan Akhlak Dalam Kurikulum Pai Modern | Ardian Al Hidaya KESIMPULAN Berdasarkan hasil kajian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pendidikan akhlak memiliki urgensi yang sangat tinggi dalam kurikulum PAI modern sebagai respons terhadap tantangan degradasi moral di era globalisasi dan perkembangan teknologi. Pendidikan akhlak bukan sekadar transfer pengetahuan tentang nilai-nilai moral, melainkan proses transformasi karakter yang membentuk kepribadian peserta didik secara holistik berdasarkan nilai-nilai Islam. Implementasi pendidikan akhlak dalam kurikulum PAI modern memerlukan integrasi yang sistematis melalui materi pembiasaan perilaku baik, keteladanan, dan evaluasi autentik. Keberhasilan pendidikan akhlak membutuhkan kolaborasi sinergis antara guru, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembentukan karakter mulia peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan kurikulum PAI yang lebih responsif terhadap dinamika perkembangan zaman dengan tetap menjaga nilai-nilai fundamental akhlak Islam. REFERENCE