PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Email : pintoe@utu. Volume 2 | Nomor 2 | Desember 2024 e-ISSN: & p-ISSN: Doi Submitted: 27/10/2024 Accepted: 29/12/2024 Published: 31/12/2024 Pemanfaatan Lahan Kosong Sebagai Tanaman Obat Keluarga Warga Desa Lae Butar. Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil Helmia1. Irna Dewi2. Mifthahul Asshiddiq3. Nasar Said4. Nur Kamila5. Roni Rainaldi6. Susantia7*. Teuku Muliadi8 1Program Studi Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Teuku Umar 2,8Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Teuku Umar 3Program Studi Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Teuku Umar 4Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Teuku Umar 5Program Studi Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Teuku Umar 6Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Teuku Umar 7Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas Teuku Umar *Email korespondensi: susantiatia8@gmail. ABSTRAK TOGA adalah sebidang tanah, baik di halaman rumah, kebun, atau ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman berkhasiat obat. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan keluarga. Kelompok KKN UTU melihat potensi lahan kosong di pekarangan Kantor Desa Lae Butar untuk ditanami TOGA seperti Jahe, dan Kunyit. Maka dari itu dilakukannya pemanfaatan lahan untuk pembuatan TOGA di desa tersebut agar dapat memotivasi masyarakat dalam menyediakan obat herbal bagi keluarga melalui pekarangan rumah. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di pekarangan Kantor Desa Lae Butar Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil. Pemilihan Kantor Desa sebagai lokasi penelitian didasarkan pada pertimbangan bahwa agar masyarakat dapat melihat secara keseluruhan tanaman obat yang akan ditanam. Waktu pelaksanaan yaitu pada bulan Agustus 2024. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 7 jenis tanaman obat yang dapat di tanam di pekarangan Kantor Desa Lae Butar, ketujuh tanaman obat tersebut memiliki khasiatnya masingmasing dalam menjaga Kesehatan tubuh. Jenis-jenis TOGA yang ditanam diantaranya kunyit (Curcuma long. , kencur (Kaempferia galang. , temulawak (Curcuma xanthorrhiz. , jahe merah (Zingiber officinale Rosc. Var. Rubru. , jahe (Zingiber officinal. , serai (Piper betl. dan sirih (Cymbopogon citratu. Proses penanaman TOGA dibagi menjadi 3 tahapan yaitu: Menentukan media tanam, mempersiapkan tanaman obat dan memulai penanaman tanaman obat. Kata Kunci: Tanaman Obat. Jenis Tanaman. Proses Penanaman. Lae Butar. ABSTRACT TOGA is a plot of land, either in the yard, garden, or field, used to cultivate medicinal plants. The goal is to fulfill the needs of family medicine. The KKN group from UTU saw the potential for empty land around the community, namely the yard of the Lae Butar Office, which can be utilized to plant TOGA such as ginger, turmeric, and so on. Therefore, the utilization of land for making TOGA in the village is carried out in order to motivate the community to provide herbal medicine for the family through the yard. Research at the Lae Butar Office. Gunung Meriah. Aceh Singkil is a type of research that uses a qualitative approach with descriptive The selection of the village office as a research location was based on the consideration that the community could see the whole medicinal plants that would be planted. The research was conducted in August The results of the survey showed that there are 7 types of medicinal plants that can be planted in the Lae PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Helmia et al Butar office yard. The seven medicinal plants have their respective properties in maintaining body health. The types of TOGA that will be planted include turmeric (Curcuma long. , kencur (Kaempferia galang. , temulawak (Curcuma xanthorrhiz. , red ginger (Zingiber officinale Rosc. Var. Rubru. , ginger (Zingiber officinal. , lemongrass (Piper betl. , and betel (Cymbopogon citratu. The TOGA planting process is divided into 3 stages, namely: determining planting media, preparing medicinal plants, and starting the planting of medicinal plants. Keywords: medicinal plants, plant types, planting process. Lae Butar. PENDAHULUAN Pada hakekatnya. TOGA adalah sebidang tanah, baik di halaman rumah, kebun, atau ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman berkhasiat obat. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan keluarga. Istilah TOGA dikembangkan untuk mengganti istilah Apotek Hidup yang telah ada sebelumnya (Agromedia, 2. Bila dikaji dari sejarah perkembangan, beberapa obat modern sebagian di antaranya juga diisolasi dari tanaman. Pada zaman sekarang, banyak masyarakat yang kembali menggunakan tanaman herbal sebagai alternatif pengobatan. Faktor yang mendorong masyarakat untuk mendayagunakan obat bahan alam antara lain mahalnya harga obat modern/sintetis dan banyaknya efek samping yang dihasilkan. Selain itu faktor promosi melalui media masa juga ikut berperan dalam meningkatkan penggunaan obat bahan alam, sehingga sangat penting menjadikan TOGA sebagai alternatif pengobatan. Pengembangan tanaman berkhasiat obat telah mengalami percepatan hingga pada penemuan obat maupun teknologi baru. Teknologi terapan harus dapat diimplementasikan agar mendatangkan manfaat luas hingga lapisan terbawah melalui kelompok-kelompok masyarakat. Kelompok tani dan masyarakat pedesaan memiliki peran vital dalam pembangunan masyarakat, tidak hanya dalam kemandirian pangan, namun juga dapat diarahkan pada kemandirian kesehatan melalui pengembangan tanaman obat keluarga (Febriansah, 2. Berdasarkan hasil observasi awal, pemanfaatan lahan kosong digunakan agar lahan yang terbengkalai atau kosong dapat dimanfaatkan menjadi lahan menanam tanaman yang bermanfaat dan memiliki nilai jual. Dalam program kerja bidang tematik ini kelompok KKN dari UTU melihat potensi lahan kosong di sekitar lingkungan warga yang dapat dimanfaatkan ditanami TOGA seperti Jahe, kunyit, dsbnya. Pemanjaatan lahan kosong menjadi lahan hijau menggunakan sistem pertanian organik yang mengedepankan ramah lingkungan dan yang pasti baik untuk kesehatan. Pemanfaatan pekarangan Kantor Keuchik Desa Lae Butar Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil sebagai sarana budidaya tanaman obat telah dikenal dalam konsep Tanaman Obat Keluarga (TOGA), yaitu tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat bagi keluarga. Kelompok Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Kantor Keuchik Desa Lae Butar Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil merupakan wilayah yang dekat dengan perkotaan namun kondisi masyarakatnya masih belum sepenuhnya menyadari manfaat dari TOGA. TOGA identik dengan jamu yang berasal dari tanaman obat yang berasa pahit, tidak memiliki nilai estetika dan tidak enak dikonsumsi, sehingga pengembangannya masih terbatas karena kurang diminati. Masyarakat belum menyadari bahwa sayuran dan bumbu dapur juga merupakan herbal berpotensi obat, sehingga dapat dikategorikan sebagai TOGA. Maka dari itu dilakukannya pemanfaatan lahan untuk pembuatan TOGA di desa tersebut agar dapat memotivasi masyarakat dalam PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Helmia et al menyediakan obat herbal bagi keluarga melalui pekarangan rumah. Penggunaan tanaman sebagai alternative obat juga didasari dengan tingginya obat herbal yang mulai dipromosikan dikalangan masayarakat. Banyak sekali produk-produk herbal yang sekarang sudah mulai berkembang dan beredar dikalangan masyarakat. Sesuai dengan pernyataan dari (Susanto, 2. bahwa dengan peningkatan penggunaan obat-obatan berbahan herbal di dunia yang semakin meningkat, ini ternyata berbanding terbalik dengan kesadaran masyarakat untuk mengusahakan sendiri obat-obatan yang berbahan dasar herbal. Berdasarkan permasalahan di atas maka penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pemanfaatan lahan kosong dan tanaman apa saja yang dapat di tanam sebagai TOGA di pekarangan Kantor Desa Lae Butar. Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil. METODE Penelitian tentang pemanfaatan tanaman obat keluarga di Kantor Desa Lae Butar Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil ini merupakan jenis penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Menurut (Sukmadinata, 2. , metode deskriptif adalah suatu metode penelitian yang ditunjukkan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung pada saat ini atau saat yang lampau. Penelitian ini dilakukan di pekarangan Kantor Desa Lae Butar Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil. Pemilihan Kantor Desa sebagai lokasi penelitian didasarkan pada pertimbangan bahwa agar masyarakat dapat melihat secara keseluruhan tanaman obat yang akan ditanam. Waktu pelaksanaan penelitian pada bulan Agustus 2024. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data tentang jenis-jenis tanaman obat keluarga dan proses penanamannya. Adapun tahapan penanaman TOGA dapat dilihat pada Gambar 1. Menentukan Media Tanam Mempersiapkan Tanaman Obat Memulai Penanaman Gambar 1 Bagan Alir Proses Penanaman TOGA PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Helmia et al HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini tentang pemanfaatan lahan kosong sebagai tanaman obat keluarga warga Desa Lae Butar. Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil, diperoleh data jenis-jenis TOGA yang ditanam dan proses penanaman TOGA di pekrangan Kantor Desa Lae Butar oleh kelompok KKN XXII 2024. Adapun daftar nama tanaman obat yang akan ditanam dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Daftar Nama Tanaman Obat No. Nama Tanaman Obat Kunyit Kencur Temulawak Jahe Merah Jahe Sirih Serai (Sumber: Hasil Penelitian, 2. Nama Ilmiah Curcuma longa Kaempferia galanga Curcuma xanthorrhiza Zingiber officinale Rosc. Var. Rubrum Zingiber officinale Piper betle Cymbopogon citratus Berdasarkan Tabel 1. Diketahui terdapat 7 jenis tanaman obat yang dapat di tanam di pekaragangan Kantor Desa Lae Butar, ketujuh tanaman obat tersebut memiliki khasiatnya masing-masing dalam menjaga Kesehatan tubuh. TOGA merupakan singkatan dari tanaman obat dan keluarga yang sudah umum ditemukan di kawasan pedesaan. Selain berfungsi sebagai penghijau lingkungan tanaman TOGA juga dapat dimanfaatkan sebagai obat atau jamu yang kemudia dijuluki apotek hidup. Beberapa manfaat dari menanam tanaman TOGA yaitu: Sebagai obat alami untuk keluarga: Dengan tanaman yang ditanam sendiri, kita bisa mengobati aneka ragam penyakit. Mulai dari penyakit ringan seperti panas dan flu, hingga penyakit berat seperti jantung dan asam urat. Memperindah rumah: Jika ingin memiliki tampilan pekarangan yang alami dan berbeda dengan tanaman hias pada umumnya, maka tanaman obat bisa menjadi pilihan yang tepat. Peluang binis: Mengingat tingginya kebutuhan tanaman obat baik dalam konsumsi pribadi maupun umum, maka kita dapat memanfaatkan hal ini menjadi bisnis jual beli tanamn obat dengan prospek yang menjanjikan. Bahan campuran jamu tradisional: Beberapa jenis tanaman TOGA dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran jamu antara lain temu lawak, brotowali dan jinten hitam. Bahan makanan sehari-hari: Kemangi, daun seledri, daun pepaya, blutru, jahe, bawang, dan sebagainya merupakan contoh jenis tanaman TOGA yang bisa diolah menjadi makanan sehari-hari. Proses penanaman TOGA dibagi menjadi 3 tahapan yaitu: Menentukan media tanam, sebelumnya pekarangan Kantor Desa Lae Butar telah dibersihkan agar memudahkan saat penyusunan TOGA. Pada tahapan ini telah ditentukan media tanam berupa tanah dengan metode pot yakni menanam dengan Pot tersebut nantinya sebagai tempat tumbuhnya akar dan menopang postur tanaman (Fitriatien et al. , 2. Adapun proses persiapan media tanam dapat PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Helmia et al dilihat pada gambar berikut: Gambar 2 Proses Pembersihan Lahan Gambar 3 Proses Pembuatan Media Tanam Mempersiapkan tanaman obat, pada tahapan ini kelompok KKN XXII 2024 telah memilih dan mencari bibit tanaman obat yang akan di tanam dengan bantuan informasi dari masyarakat setempat mengenai tempat pembibitan tanaman obat Memulai penanaman tanaman TOGA, pada tahap ini kelompok KKN XXII 2024 bekerjasama menanam tanaman obat yang telah disiapkan sebelumnya. Jenis-jenis TOGA yang akan ditanam diantaranya kunyit (Curcuma long. , kencur (Kaempferia galang. , temulawak (Curcuma xanthorrhiz. , jahe merah (Zingiber officinale Rosc. Var. Rubru. , jahe (Zingiber officinal. , serai (Piper betl. dan sirih (Cymbopogon citratu. Keseluruhan tanaman tersebut memiliki manfaat masingmasing dalam menjaga Kesehatan. Adapun keseluruhan TOGA dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 4 TOGA yang telah ditanam Gambar 5 Pekarangan Kantor Desa Lae Butar Tanaman obat keluarga lebih baik dari pada obat-obatan sintentik atau obat dari PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Helmia et al rumah sakit. Selain efeknya yang tidak bersifat meracuni, tanaman obat keluarga dapat diracik/diolah dengan mudah dan mudah didapat dikebun dan juga di pekarangan atau sekitar rumah (Harefa, 2. Pada awalnya, pengetahuan masyarakat tentang tanaman obat keluarga merupakan warisan nenek moyang. (Murtie, 2. menyatakan bahwa Auramuan tradisional sudah semenjak dahulu dipakai sebagai pencegahan dan pengobatan berbagai macam penyakitAy. Senada dengan itu (Sasmito, 2. menyatakan bahwa Aumasyarakat Indonesia sudah sejak lama menggunakan tumbuhan sebagai pengobatan maupun untuk pemeliharaan kesehatan yang diwariskan secara turun-temurun. Masyarakat percaya bahwa tanaman obat sangat ampuh dalam menyembuhkan penyakit. Tanaman obat juga di percaya memiliki efek samping yang relatif kecil. Kariman . , menyatakan bahwa Tanaman obat banyak digunakan masyarakat menengah kebagian bawah karena memiliki beberapa keunggulan. Pertama, efek samping pada obat tradisional relative lebih kecil bila akan digunakan secara benar dan tepat, baik tepat takaran, waktu penggunaan, cara penggunaan, ketepatan pemilihan bahan, dan ketepatan pemilihan pemilihan obat. Kedua, adanya efek komplementer dan atau sinergisme dalam ramuan obat. Dalam suatu ramuan obat tradisional umumnya terdiri dari beberapa jenis tanaman obat memiliki efek saling mendukung satu sama lain untuk mencapai efektifitas pengobatan. Ketiga, obat tradisional lebih sesuai untuk penyakit-penyakit metabolic dan degenerative. Menurut (Sasmito, 2. dalam penggunaan atau mengkonsumsi obat tradisional juga memilki aturan-aturan yang harus diperhatikan agar terhindar dari bahaya toksiki, baik dalam pembuatannya maupun penggunaannya, yaitu ketepatan bahan obat. Sebab, tanaman obat ini terdiri dari beragam spesies yang kadang-kadang sulit dibedakan. Ketepatan bahan sangat menentukan tercapai atau tidaknya efek terapi yang diinginkan. Selain itu, pada satu jenis tanaman umumnya dapat ditemukan beberapa zat aktif. Penelitian ini membawa perubahan dari pola hidup masyarakat khusunya di Desa Lae Butar Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil dalam penggunaan obatobatan. Masyarakat diberi pemahaman tentang pentingnya TOGA dan manfaatnya sehingga dapat memotivasi tiap keluarga untuk dapat menyediakan TOGA di pekerangan rumah masing-masing, sehingga rasa ketergantungan terhadap obat-obatan khusunya obat keras untu menangani suatu penyakit dapat diatasi dengan memanfaatkan TOGA yang ada dipekarangan rumah masing-masing warga. SIMPULAN DAN SARAN Penelitian tentang pemanfaatan lahan kosong sebagai tanaman obat keluarga warga Desa Lae Butar. Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil, diperoleh data jenis-jenis TOGA yang ditanam dan proses penanaman TOGA di pekrangan Kantor Desa Lae Butar oleh kelompok KKN XXII 2024. Diketahui terdapat 7 jenis tanaman obat yang dapat di tanam di pekaragangan Kantor Desa Lae Butar, ketujuh tanaman obat tersebut memiliki khasiatnya masing-masing dalam menjaga Kesehatan tubuh. Jenis-jenis TOGA yang akan ditanam diantaranya kunyit (Curcuma long. , kencur (Kaempferia galang. , temulawak (Curcuma xanthorrhiz. , jahe merah (Zingiber officinale Rosc. Var. Rubru. , jahe (Zingiber officinal. , serai (Piper betl. dan sirih (Cymbopogon citratu. Proses penanaman TOGA dibagi menjadi 3 tahapan yaitu: Menentukan media tanam, mempersiapkan tanaman obat dan memulai penanaman tanaman obat. Konsep TOGA (Tanaman Obat Keluarg. sebaiknya segera diwujudkan pada masingmasing pekarangan rumah warga, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Helmia et al masyarakat sebagai tempat edukasi mengenai tanaman obat keluarga. Pemeliharaan taman TOGA juga perlu dilakukan agar sesuai dengan fungsi perancangan. DAFTAR PUSTAKA