Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Volume. Nomor. 2 Mei 2026 e-ISSN: 2962-8687. p-ISSN: 2962-8717. Hal 15-26 DOI : https://doi. org/10. 59024/faedah. Tersedia: https://pbsi-upr. id/index. php/Faedah Peran Literasi Digital dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat di Era Transformasi Digital The Role of Digital Literacy in Increasing Public Participation in the Era of Digital Transformation Jolanda Tomasouw1. Juliaans E. Marantika2. Ronald Darlly Hukubun3*. Chlaudia Novita Ilery4. Bryan Latarissa5. Aldea Duingga6. Aldrian Salamor7 Program Studi Bahasa Jerman. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pattimura. Indonesia Jurusan Ilmu Kelautan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Pattimura. Ambon. Indonesia Jurusan Fisika. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Pattimura. Indonesia Jurusan Ilmu Hukum. Fakultas Hukum. Universitas Pattimura. Indonesia Jurusan Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Pattimura. Indonesia Jurusan Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Pattimura. Indonesia *Penulis Korespondensi: ronalddarlly@gmail. Riwayat Artikel: Naskah Masuk: 14 Maret 2026 Revisi: 08 April2026 Diterima: 10 Mei 2026 Terbit: 16 Mei 2026 Keywords: Community. Digital. Literac. Transformation. Waihoka Village. Abstract: Digital literacy is an essential competency in the era of digital transformation because it involves not only technical skills but also the ability to critically understand information in A good level of digital literacy can encourage community participation in public decision-making and democratic processes, while inequality in access and digital literacy skills may hinder such participation. Therefore, this community service activity aims to improve digital literacy in order to overcome challenges and strengthen inclusive community participation. The activity targeted children and adolescents in Waihoka Village. Ambon City, with 31 participants involved in socialization and educational sessions. Evaluations were conducted before and after the presentation of the material, and the results showed an increase in participantsAo understanding of digital literacy from early childhood to adolescence. Thus, communities with adequate digital literacy are expected to be more capable of accessing information, interacting appropriately in digital spaces, and actively participating in public decision-making processes and social activities in the digital era. Abstrak Literasi digital merupakan kompetensi penting di era transformasi digital yang tidak hanya melibatkan kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman kritis terhadap informasi di dunia maya. Tingkat literasi digital yang baik dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan publik dan proses demokrasi, sementara ketidaksetaraan akses dan kemampuan literasi digital menghambat keterlibatan tersebut. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi digital untuk mengatasi tantangan dan memperkuat partisipasi masyarakat secara inklusif. Kegiatan ini menjadikan anak dan remaja di Kelurahan Waihoka. Kota Ambon, sebagai sasaran untuk mendapatkan sosialisasi dan edukasi, dan sebanyak 31 anak turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sebelum dan sesudah penyampaian materi dilakukan evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anak usia dini hingga remaja terkait literasi digital. Dengan demikian, masyarakat yang memiliki literasi digital yang baik akan lebih mampu mengakses informasi, berinteraksi secara tepat, serta berpartisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan dan kehidupan sosial di era digital. Kata kunci: Ditigal. Kelurahan Waihoka. Literasi. Masyarakat. Transformasi. PENDAHULUAN Di era transformasi digital yang semakin pesat, literasi digital menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh masyarakat. Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi informasi, tetapi juga mencakup pemahaman Peran Literasi Digital dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat di Era Transformasi Digital kritis tentang informasi yang tersedia di dunia maya. Menurut Hidayat . dan Huwae et . sudah miliaran orang di seluruh dunia telah terhubung ke internet, yang menunjukkan bahwa akses terhadap informasi dan komunikasi digital semakin meluas. Namun, meskipun akses internet meningkat, tidak semua individu memiliki kemampuan yang sama dan seragam dalam memanfaatkan teknologi informasi ini untuk berpartisipasi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pengambilan keputusan publik. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa literasi digital bukan hanya sekadar keterampilan teknis, tetapi juga mencakup aspek kritis dan analitis dalam menilai informasi yang diterima. Misalnya, dengan meningkatnya jumlah berita palsu dan informasi yang menyesatkan di internet, kemampuan untuk menganalisis dan mengevaluasi sumber informasi menjadi sangat krusial. Studi Hasan et al. menunjukkan bahwa banyak pengguna internet tidak dapat membedakan antara informasi yang valid dan yang tidak, yang berpotensi mengarah pada kesalahpahaman dan keputusan yang buruk dalam konteks sosial dan politik. Partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi sangat penting untuk memastikan bahwa suara rakyat didengar dan kebutuhan mereka terpenuhi. Di Indonesia, partisipasi masyarakat dalam berbagai program pemerintah dan kegiatan sosial sering kali dipengaruhi oleh tingkat literasi digital. Menurut Subiakto & Fisip . Leiwakabessy et al. Huwae et al. sebagian kecil masyarakat yang aktif menggunakan internet untuk tujuan produktif, sementara sisanya lebih banyak menggunakan internet untuk hiburan. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada tantangan besar dalam meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat, yang berdampak pada partisipasi mereka dalam proses pengambilan Contoh konkret dari dampak literasi digital terhadap partisipasi masyarakat dapat dilihat dalam konteks pemilihan umum. Dalam pemilihan umum, informasi yang tepat dan akurat sangat penting bagi pemilih untuk membuat keputusan yang bijak. Namun, jika masyarakat tidak memiliki keterampilan literasi digital yang memadai, mereka mungkin akan terpengaruh oleh informasi yang salah atau bias, yang dapat memengaruhi hasil pemilu. Oleh karena itu, program-program pelatihan literasi digital yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengakses dan menganalisis informasi sangat penting. Lebih jauh lagi, literasi digital yang baik akan membantu masyarakat untuk lebih memahami informasi yang tersedia, berinteraksi dengan pemerintah dan lembaga masyarakat, serta terlibat dalam diskusi yang konstruktif (Marantika et al. , 2025. Wattimena, 2. Misalnya, dengan adanya platform online yang memungkinkan masyarakat untuk memberikan masukan terhadap kebijakan publik, individu yang memiliki literasi digital yang baik akan FAEDAH Ae VOLUME. NOMOR. 1 MEI 2026 e-ISSN: 2962-8687. p-ISSN: 2962-8717. Hal 15-26 lebih mampu untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses tersebut. Mereka akan mampu menyampaikan pendapat mereka dengan jelas dan mendukung argumen mereka dengan data dan informasi yang relevan. Transisi menuju era digital juga membawa tantangan baru bagi masyarakat, di mana ketidaksetaraan akses terhadap teknologi dapat memperlebar kesenjangan sosial. Masyarakat yang tinggal di daerah terpencil atau kurang berkembang sering kali tidak memiliki akses yang sama terhadap internet dan teknologi digital dibandingkan dengan mereka yang tinggal di Ini menciptakan ketidakadilan dalam hal akses informasi dan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk mengembangkan program yang tidak hanya meningkatkan infrastruktur digital tetapi juga memberikan pelatihan literasi digital kepada kelompok-kelompok yang kurang terlayani. Berdasarkan gambaran yang telah diuraikan, maka pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membahas peran literasi digital dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di era transformasi digital. dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat. Literasi digital yang baik akan membantu masyarakat untuk lebih memahami informasi yang tersedia, berinteraksi dengan orang lain dan terlibat dalam diskusi yang konstruktif. Dengan demikian, literasi digital tidak hanya berfungsi sebagai alat, tetapi juga sebagai jembatan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. METODE Waktu dan Lokasi Program Kerja Mahasiswa Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi ini dilaksanakan di Kantor Kelurahan Waihoka. Kec. Sirimau. Kota Ambon. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 24 Oktober 2025, oleh Mahasiswa KKN Kelurahan Waihoka PKM. Universitas Pattimura yang berjumlah 31 orang. Tim KKN ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terkhususnya anak-anak hingga remaja. Adapun peserta yang menghadiri kegiatan sosialisasi dan edukasi berjumlah kurang lebih 30 orang. Peran Literasi Digital dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat di Era Transformasi Digital Gambar 1. Lokasi PKM. Tahapan Kegiatan Demi mencapai tujuan secara maksimal, kegiatan pengabdian kepada masyarakat akan dilaksanakan melalui beberapa langkah sistematis yang mencakup sosialisasi dan edukasi. Langkah-langkah tersebut antara lain: Identifikasi Target Audiens Menentukan kelompok anak dan remaja yang akan menjadi sasaran program, baik di sekolah maupun di komunitas lokal. Melakukan survei awal untuk memahami tingkat literasi digital mereka saat ini. Pengembangan Materi Edukasi Menyusun materi pembelajaran yang relevan mengenai literasi digital, termasuk cara menggunakan media sosial dengan bijak, mengenali berita palsu, dan memahami etika Menggunakan berbagai format, seperti presentasi, video, dan modul interaktif untuk menarik perhatian peserta. Pelaksanaan Sosialisasi dan Edukasi Mengadakan workshop dan seminar yang melibatkan narasumber yang kompeten di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Menggunakan metode pembelajaran aktif, seperti diskusi kelompok dan studi kasus, untuk mendorong partisipasi peserta. Penerapan Praktis Mengorganisir kegiatan praktis di mana peserta dapat langsung mempraktikkan keterampilan yang telah dipelajari, seperti membuat konten digital atau melakukan riset FAEDAH Ae VOLUME. NOMOR. 1 MEI 2026 e-ISSN: 2962-8687. p-ISSN: 2962-8717. Hal 15-26 Mendorong peserta untuk berbagi pengalaman mereka di media sosial dengan menggunakan tagar khusus untuk meningkatkan visibilitas program. Evaluasi dan Tindak Lanjut A Mengadakan sesi evaluasi untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan literasi digital peserta. A Menyusun laporan hasil kegiatan dan merencanakan tindak lanjut untuk mendukung keberlanjutan program. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Mitra Sebagai kelompok mahasiswa KKN Universitas Pattimura di Kelurahan Waihoka. Kecamatan Sirimau, kami memiliki tanggung jawab untuk membentuk karakter dan meningkatkan kesadaran sosial masyarakat, khususnya pada kelompok anak-anak usia dini hingga remaja. Melalui edukasi dan pembinaan yang dilakukan lewat sosialisasi, masyarakat dapat memahami pentingnya peran literasi digital dalam meningkatkan partisipasi di era transformasi digital. Selain itu, peningkatan kesadaran ini juga dapat didukung melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana untuk menjangkau dan mengajak lebih banyak orang berpartisipasi dalam memahami pentingnya literasi digital. Oleh karena itu, kelompok mahasiswa KKN harus mampu menciptakan generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial secara bijak. Observasi dan Identifikasi Masalah Peran literasi digital sangat penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di era transformasi digital, mengingat media sosial berperan dalam pemanfaatan teknologi secara etis dan bertanggung jawab. Namun, potensi partisipasi publik yang cerdas dan kritis sering terabaikan, terutama di kalangan muda yang merupakan agen utama transformasi digital. Dalam konteks ini. Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pattimura bersama kelompok anak-anak usia dini hingga remaja sebagai potensi kader memiliki tanggung jawab besar untuk mendorong dan memfasilitasi partisipasi aktif di ruang Melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, diberikan pemahaman mengenai pentingnya literasi digital sebagai kunci partisipasi efektif dalam proses transformasi digital serta strategi pelaksanaannya yang tepat di era ini. Peran Literasi Digital dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat di Era Transformasi Digital Tahapan Persiapan Tahapan persiapan merupakan langkah awal yang sangat krusial dalam pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berfokus pada penguatan literasi digital. Proses identifikasi lokasi sasaran dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor penting, termasuk tingkat akses digital masyarakat, kebutuhan peningkatan keterampilan digital, serta potensi dampak positif dari kegiatan yang akan dilaksanakan. Kelurahan Waihoka, yang memiliki beragam kelompok usia mulai dari anak-anak usia dini hingga remaja, dipilih sebagai lokasi yang tepat untuk kegiatan ini. Oleh karena itu, masyarakat di Kelurahan Waihoka, khususnya kelompok usia tersebut, dijadikan sasaran utama sosialisasi guna meningkatkan pemahaman mereka tentang literasi digital. Gambar 2. Pembukaan Acara oleh MC dan Doa Pembukaan. Gambar 3. Sambutan oleh Staf Kelurahan Waihoka dan Ketua kelompok KKN. FAEDAH Ae VOLUME. NOMOR. 1 MEI 2026 e-ISSN: 2962-8687. p-ISSN: 2962-8717. Hal 15-26 Melibatkan kelompok usia dini hingga remaja diharapkan dapat menghasilkan generasi cakap digital yang mampu menjadi agen perubahan dalam mendorong partisipasi publik positif di ruang digital. Selain sosialisasi, mereka juga difasilitasi untuk mendiskusikan tantangan di era transformasi digital, seperti penyebaran berita bohong . dan isu keamanan data Setelah penetapan lokasi dan sasaran, langkah berikutnya adalah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Kepala Kelurahan dan tokoh masyarakat setempat. Proses ini melibatkan surat-menyurat dan perizinan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan legal dan mendapat dukungan penuh dari pemangku kepentingan di Kelurahan Waihoka. Tahapan Pelaksanaan Tahapan pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) diawali dengan pembukaan yang dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Kepala Kelurahan Waihoka, perwakilan tokoh masyarakat, ibu PKK, serta masyarakat, khususnya anak-anak hingga remaja. Pembukaan ini bertujuan memberikan arahan dan motivasi kepada peserta mengenai pentingnya kecakapan digital di era transformasi, sekaligus menegaskan peran generasi muda dalam berpartisipasi positif di ruang digital. Tim KKN Universitas Pattimura berperan aktif dengan menjelaskan tujuan dan harapan kegiatan serta bagaimana masyarakat, terutama kelompok usia dini hingga remaja, dapat memanfaatkan literasi digital untuk meningkatkan partisipasi publik dan akses Gambar 4. Suasana Setelah Acara Pembukaan. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang Literasi Digital dan Etika Berinternet secara komprehensif. Materi ini menekankan pentingnya kemampuan memilah informasi dan menghindari risiko daring, seperti identifikasi berita bohong . , keamanan data pribadi, dan etika komunikasi di media sosial. Peningkatan kesadaran tentang hak dan kewajiban digital juga disampaikan, dengan data terkait peningkatan Peran Literasi Digital dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat di Era Transformasi Digital risiko penipuan online sebagai ilustrasi pentingnya keterampilan digital yang memadai untuk partisipasi yang aman dan bertanggung jawab (Hukubun et al. , 2024. Tomasouw et al. , 2. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan dunia kerja di masa depan akan membutuhkan keterampilan digital yang tinggi. Hal ini menegaskan pentingnya literasi digital dalam mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi tantangan di dunia kerja yang semakin Selain itu, literasi digital juga berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu sosial dan politik, yang pada gilirannya dapat mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, baik melalui akses informasi, pendidikan, maupun peluang ekonomi. Kegiatan diakhiri dengan diskusi interaktif, di mana peserta usia dini hingga remaja diberi kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman penggunaan internet dan media Diskusi ini bertujuan memperdalam pemahaman tentang tantangan digital dan merumuskan strategi agar peserta menjadi warga digital yang aktif dan bertanggung jawab, serta mengembangkan rasa kepemilikan pada ruang publik digital sebagai sarana partisipasi Dengan metode yang terstruktur dan interaktif, diharapkan masyarakat Kelurahan Waihoka, khususnya anak-anak dan remaja, tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga termotivasi menjadi pelopor partisipasi digital yang positif di komunitasnya. Gambar 5. Suasana Saat Penyampaian Materi. FAEDAH Ae VOLUME. NOMOR. 1 MEI 2026 e-ISSN: 2962-8687. p-ISSN: 2962-8717. Hal 15-26 Evaluasi Dalam upaya meningkatkan pemahaman mengenai peran literasi digital dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di era transformasi digital. Tim PKM melaksanakan tahapan evaluasi yang diikuti oleh 31 peserta, khususnya anak-anak hingga remaja di Kelurahan Waihoka. Evaluasi ini terbagi menjadi dua tahap, yaitu pra kegiatan dan pasca Pada pra kegiatan, dilakukan pengukuran awal terhadap tingkat pemahaman dan pengetahuan peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa pemahaman anak-anak usia dini hingga remaja terkait literasi digital masih kurang memadai, yang mencerminkan tantangan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat di era digital ini. Setelah penyampaian materi oleh Tim PKM dan sesi tanya jawab singkat, dilaksanakan pasca kegiatan untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil evaluasi pasca kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, menandakan bahwa metode edukasi yang digunakan, termasuk sesi tanya jawab, efektif dalam menyampaikan informasi kompleks mengenai peran masyarakat dalam literasi digital di era transformasi digital. Gambar 6. Sesi Tanya Jawab Berhadiah. Secara keseluruhan, tahapan evaluasi ini tidak hanya berfungsi untuk mengukur kelancaran program tetapi juga menjadi tahap awal dalam membangun kesadaran dan kemampuan peserta, terutama anak-anak dan remaja, agar tidak mudah terpengaruh dan percaya pada berita hoax serta mampu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima. Rekomendasi dan Tindak Lanjut Literasi digital merupakan kemampuan individu untuk mencari, mengevaluasi, menggunakan, dan berkomunikasi melalui informasi yang tersedia di berbagai platform digital. Menurut Solih & Julianto . literasi digital mencakup keterampilan teknis, pemahaman kontekstual, dan kemampuan kritis untuk menilai informasi. Dalam konteks masyarakat modern, literasi digital menjadi semakin penting karena informasi yang tersedia di internet Peran Literasi Digital dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat di Era Transformasi Digital tidak selalu akurat dan dapat dipercaya. Oleh karena itu, kemampuan untuk memilah informasi yang benar dan relevan sangat diperlukan. Untuk meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat, diperlukan langkahlangkah strategis yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi non-pemerintah. Pertama, pemerintah perlu mengembangkan program pelatihan literasi digital yang terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat, terutama di daerah terpencil. Program ini harus mencakup keterampilan dasar menggunakan teknologi, serta kemampuan untuk mengevaluasi informasi yang diperoleh dari internet. Kedua, lembaga pendidikan harus memasukkan literasi digital ke dalam kurikulum Dengan mengajarkan keterampilan digital sejak dini, diharapkan generasi muda akan lebih siap untuk menghadapi tantangan di era digital. Selain itu, lembaga pendidikan juga dapat bekerja sama dengan pihak swasta untuk menyediakan akses teknologi yang lebih baik di sekolah-sekolah. Ketiga, kampanye kesadaran publik tentang pentingnya literasi digital harus Melalui media sosial, seminar, dan workshop, masyarakat dapat diberikan informasi tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup dan partisipasi dalam masyarakat. Dengan meningkatkan kesadaran ini, diharapkan masyarakat akan lebih termotivasi untuk belajar dan mengembangkan keterampilan digital mereka. KESIMPULAN Dalam era transformasi digital, literasi digital memegang peranan penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Masyarakat yang memiliki literasi digital yang baik akan lebih mampu mengakses informasi, berinteraksi dengan benar, dan berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam meningkatkan literasi digital, termasuk kesenjangan digital dan rendahnya kesadaran Oleh karena itu, diperlukan upaya yang terkoordinasi dari berbagai pihak untuk meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat. Dengan meningkatkan literasi digital, diharapkan partisipasi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pengambilan keputusan publik, dapat meningkat, sehingga menciptakan masyarakat yang lebih demokratis dan inklusif. FAEDAH Ae VOLUME. NOMOR. 1 MEI 2026 e-ISSN: 2962-8687. p-ISSN: 2962-8717. Hal 15-26 UCAPAN TERIMA KASIH Apresiasi dan penghargaan yang tulus disampaikan kepada Lurah dan Staf Kelurahan Waihoka Kota Ambon yang telah mendukung dan memberikan pendampingan disetiap tahapan dan proses kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA