Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya E-ISSN : 2828-5018 Vol. No. 1 Februari 2025 PENDAMPINGAN LITERASI NUMERASI BERBANTUAN MEDIA PAPAN PERKALIAN DI KELAS 2 SD N 6 YANGAPI Ni Nengah Selvi Riantini1. I Nengah Sueca2 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan. ITP Markandeya Bali e-mail: selviriantinininengah@gmail. Su3ca. nngah@gmail. Abstrak Pendampingan ini bertujuan untuk untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam literasi dan numerasi. Khususnya, program ini bertujuan untuk membantu siswa memahami konsep dasar perkalian. Objek dari pendampingan ini adalah siswa kelas 2 dengan jumlah siswa 33 orang dan subjek dari pendampingan ini adalah kegiatan atau proses pendampingan yang dilakukan untuk meningkatkan literasi numerasi siswa. Metode pendampingan ini dilaksanakan melalui tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evalusi. Hasil pendampingan ini . siswa mampu memahami konsep perkalian dengan baik melalui media papan perkalian . Media papan perkalian ini bisa menjadi refrensi guru dalam membuat media pembelajaran agar siswa juga lebih terlibat dan termotivasi selama pembelajaran, yang membuat sesi belajar lebih interaktif dan menyenangkan. Kata kunci: literasi numerasi, media papan perkalian Abstract This mentoring aims to improve students' ability in literacy and numeracy. In particular, this program aims to help students understand the basic concepts of multiplication. The object of this mentoring is grade 2 students with 33 students and the subject of this mentoring is the activities or mentoring process carried out to improve students' numeracy literacy. This mentoring method is carried out through the preparation stage, implementation stage and evaluation stage. The results of this assistance . students are able to understand the concept of multiplication well through multiplication board media . This multiplication board media can be a teacher's reference in making learning media so that students are also more involved and motivated during learning, which makes learning sessions more interactive and fun. Keywords: numeracy literacy, multiplication board media PENDAHULUAN Pendidikan menunjukkan kualitas sumber daya manusia sebuah komunitas karena orang-orang yang terdidik dapat menggunakan pengetahuan yang mereka pelajari untuk mengatasi masalah. Literasi dasar dapat dikembangkan sejak usia dini, termasuk literasi numerik, sains, ekonomi, budaya, dan teknologi. Kemampuan numerasi berhitung permulaan adalah kemampuan matematika yang mencakup kegiatan menyebutkan bilangan, mengidentifikasi bilangan, membandingkan, dan mengoperasikan bilangan. Berdasarkan wawancara Bersama I Nengah Widastra. Pd. SD kepala sekolah di SD N 6 Yangapi yang terletak di Banjar Metre Kaje SD N 6 Yangapi yang terbentuk pada awal tahun 1 Juli 1987 yang terletak di Desa Yangapi Kecamatan Tembuku. Kabupaten Bangli. Dengan jumlah Guru kelas sebanyak 6 orang, guru agama 1 orang,1 guru PJOK dan pegawai berjumlah 3 orang. Sekolah SD N 6 Yangapi merupakan gugus inti 3 kecamatan Berdasarkan hasil wawancara Bersama I Wayan Conto selaku wali kelas 2 dan observasi penulis menemukan Beberapa masalah yang dihadapi siswa di kelas 2 termasuk kurangnya pengetahuan tentang angka, kurangnya fokus dalam kelas, dan kebosanan yang mudah terjadi karena guru menggunakan pendekatan ceramah yang monoton tanpa menggunakan media pembelajaran. Selain itu, siswa kelas 2 memiliki kemampuan numerasi yang buruk, yang menghambat kemajuan akademik mereka secara keseluruhan. Kualitas pembelajaran dan partisipasi siswa di kelas dipengaruhi oleh keterbatasan ini. Sebagai solusi, penulis menggunakan papan perkalian sebagai pendamping untuk meningkatkan literasi numerasi siswa. Media ini terbukti efektif dalam membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Papan perkalian tidak hanya memberikan pemahaman visual tentang konsep perkalian, tetapi juga meningkatkan keterlibatan dan keinginan siswa untuk belajar. Metode ini dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan numerasi mereka dan menjadi lebih percaya diri saat belajar Papan perkalian adalah papan yang menjelaskan materi perkalian dengan lidi atau stick es krim sebagai alat hitung untuk meningkatkan pemahaman dan minat siswa untuk belajar. Dalam proses pembelajaran kelas 2, penggunaan papan perkalian memiliki banyak keuntungan. Salah satu keuntungan utamanya adalah membuat konsep perkalian lebih mudah dipahami oleh siswa karena mereka dapat melihat hubungan antara angkaangka secara konkret. Ini membantu siswa mengingat dan memahami operasi matematika dasar ini. Siswa menjadi lebih tertarik dan termotivasi untuk belajar karena media ini mendorong mereka untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran. Siswa menemukan pembelajaran interaktif ini lebih mudah untuk mengikuti pelajaran dan meningkatkan fokus mereka. Selain itu, media papan perkalian membantu siswa tidak bosan karena metode Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya E-ISSN : 2828-5018 Vol. No. 1 Februari 2025 pembelajaran yang monoton. Alat bantu ini memungkinkan guru menyampaikan materi dengan cara yang lebih variatif dan menarik, yang menghasilkan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Karena siswa dapat menggunakan konsep perkalian dalam berbagai situasi, penggunaan media ini terbukti meningkatkan kemampuan literasi numerasi mereka. Secara keseluruhan, papan perkalian tidak hanya membuat pembelajaran lebih efektif, tetapi juga meningkatkan hasil belajar siswa dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam matematika. Gambar 1. Pembelajaran tanpa media METODE Pengabdian ini dilaksankan di SD N 6 Yangapi. Desa Yangapi. Kecamatan Tembuku. Kabupaten Bangli. Subjek pengabdian ini adalah siswa dan siswi di kelas 2 dengan jumlah siswa 33 pendampingan ini dilaksanakan melalui pendekatan belajar secara langsung di sekolah yang dilaksanakan seminggu 1 kali yaitu pada hari kamis yang telah dimulai pada bulan agustus-oktober 2024 Kegiatan pendampingan ini melaksanakan program seperti: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode pelaksanaan program ini dilaksanakan dengan kegiatan sebagai Tahap persiapan A A Identifikasi Penyusunan media Tahap pelaksanaan A Pembelajaran Terstruktur A Penggunaan Papan Perkal A Pendampingan Siswa Tahap evaluasi A Refleksi Bersama Gambar 2. Langkah-Langkah Pelaksanaan Program Berdasarkan gambar di atas. Langkah-langkah metode pelaksanaan kegiatan antara lain: . Tahap Persiapan. Pada tahap persiapan dilakukan . identifikasi masalah, yakni permasalahan yang terjadi di kelas 2 seperti guru belum menggunakan media pembelajaran sehingga siswa merasa cepat bosan dan ada beberapa siswa belum bisa mengenal angka. Penyusunan Program, yakni penyusunan instrumen kegiatan seperti media pembelajaran dan Teknik penggunaan, lembar observasi, lembar wawancara. Tahap Pelaksanaan. Pada tahap pelaksanaan dilakukan . pembelajaran terstruktur yakni pembelajaran dari minggu pertama Ae minggu keenam. penggunaan papan perkalian yakni di lakukan pada minggu ke tujuh dan. pendampingan siswa di lakukan pada saat minggu ke delapan. ( . tahap evalusai yakni melakukan refleksi Bersama dan mengisi lembar refleksi mengenai penggunaan media papan perkalian. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendampingan ini dilaksanakan di SD N 6 Yangapi di kelas 2 dengan jumlah siswa 33 dengan jumlah siswa cewek 15 dan jumlah siswa cowok 18 yang dilaksanakan seminggu 1 kali yaitu pada hari kamis yang telah dimulai pada bulan agustus-oktober 2024. Kegiatan pengabdian dimulai dengan melakukan observasi dan survei awal tentang kebutuhan sekolah. Hasil observasi tersebut menunjukkan bahwa jumlah alat peraga yang tersedia di sekolah, terutama untuk siswa kelas 2, sangat sedikit, dan guru masih kesulitan membuat alat peraga sederhana, murah, dan fungsional yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. penulis meminta izin untuk melakukan pendampingan kepada sekolah setelah mengetahui apa yang diperlukan. Dengan pertemuan pertama untuk mengenal tentang numerasi, manfaat dan fungsi numerasi dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya melaksanakan . Pembelajaran terstruktur dimulai pada minggu kedua hingga minggu keempat, di mana mahasiswa mengajarkan tentang nilai tempat, perbandingan bilangan, serta penjumlahan Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya E-ISSN : 2828-5018 Vol. No. 1 Februari 2025 1 hingga 2 angka dengan cara hitung bersusun. Pada minggu kelima dan keenam, fokus beralih ke pengurangan 1 hingga 2 angka dengan cara hitung susun. Kemudian, pada minggu ketujuh dan kedelapan, mahasiswa mulai memperkenalkan konsep dasar perkalian kepada siswa kelas2. Pendekatan bertahap ini memastikan siswa memahami setiap materi sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Pada tahap ini, pengenalan dan penggunaan media papan perkalian diberikan kepada siswa dengan tujuan agar mereka dapat memahami konsep perkalian secara sederhana. Langkah pertama adalah memperkenalkan papan perkalian kepada siswa. Kemudian, guru menjelaskan konsep perkalian dengan jelas dan mendemonstrasikan penggunaan papan perkalian dengan praktik Pendekatan ini membantu siswa memahami perkalian dengan lebih mudah dan interaktif. guru mendampingi siswa secara individua saat mereka mencoba menggunakan papan perkalian sendiri. Selama proses ini, guru memberikan bimbingan, menjawab pertanyaan, dan membantu siswa yang mengalami kesulitan (Latifah, 2. Gambar 3. Pembelajaran terstruktur, pengenalan papan perkalian dan pendampingan siswa Sebelum dikenalkan dengan media pembelajaran papan pintar perkalian, siswa diberi soal perkalian dan mengalami kesulitan untuk menjawab pertanyaan dengan benar. Karena siswa hanya bisa membayangkan angkaangka yang harus mereka hitung, mereka sering membuat kesalahan saat menjawab soal. Hal ini juga yang menyebabkan sebagian besar siswa tidak tertarik dengan pelajaran matematika yang abstrak. Langkah-langkah yang dilakukan untuk pembelajaran ini dimulai dengan . persiapan awal, yaitu mempersiapkan materi ajar dan media papan perkalian. Kemudian, . guru memperkenalkan papan perkalian kepada siswa, menjelaskan bahwa alat ini akan membantu mereka memahami konsep perkalian dengan lebih mudah. Pembelajaran dimulai dengan penjelasan konsep dasar perkalian, disertai demonstrasi penggunaan papan perkalian yang membuat siswa antusias dan bersemangat. Semua siswa tampak aktif selama sesi ini. Selanjutnya guru mengajak siswa untuk mencoba menggunakan papan perkalian bersama-sama dengan beberapa soal sederhana. Guru mendampingi siswa dalam setiap langkah penggunaan papan tersebut, memastikan mereka memahami dan bisa mengaplikasikan teknik berhitung untuk menemukan jawaban yang benar. Setelah dikenalkan dengan media pembelajaran papan perkalian, siswa menjadi lebih mudah memahami dan menemukan jawaban yang tepat untuk berbagai soal yang Teknik ini memungkinkan mereka menggunakan metode berhitung yang efektif dan efisien (Nasrulloh et al. , 2. Hasil pelaksaan pendampingan literasi numerasi berbantuan media papan perkalian di kelas 2 menunjukkan bahwa berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep dasar perkalian. Dengan berbantuan media papan perkalian Siswa dapat melihat hubungan antara visualisasi yang sederhana namun efektif. Ini membantu mereka mengingat memahami operasi matematika dasar ini. Selain itu, karena alat bantu interaktif membuat siswa lebih tertarik dan termotivasi untuk belajar, siswa lebih terlibat aktif dalam sesi pembelajaran. Selain itu, guru menyatakan bahwa siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hasil evaluasi matematika mereka. Ini menunjukkan bahwa alat perkalian di papan tidak hanya lebih menyenangkan untuk digunakan, tetapi juga lebih efektif. Di masa mendatang, keberhasilan ini akan mendorong penggunaan media serupa dalam pendidikan matematika dan mata pelajaran lainnya. Tujuan penggunaan papan perkalian untuk mendampingi literasi numerasi siswa di kelas dua adalah untuk membantu mereka memahami konsep dasar matematika, khususnya perkalian. Siswa sering kesulitan memahami operasi perkalian secara abstrak pada awalnya. Papan perkalian, sebagai alat bantu visual, membantu mereka memahami hubungan antara bilangan yang dikalikan. Sehingga siswa dapat menguasai dasar-dasar numerasi dengan lebih baik, pendampingan ini berfokus pada pengenalan konsep secara bertahap, mulai dari perkalian dengan angka yang lebih kecil hingga angka yang lebih besar. Guru berperan aktif dalam mendukung penggunaan papan perkalian dengan cara yang interaktif dan menyenangkan. Setelah memberikan petunjuk yang jelas, guru dapat mengajak siswa untuk menggunakan papan tersebut secara praktis. Semua siswa didorong untuk menemukan pola perkalian tertentu dan menggunakan kemampuan ini untuk menyelesaikan soal matematika sehari-hari. Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya E-ISSN : 2828-5018 Vol. No. 1 Februari 2025 Gambar 4. Siswa mampu mempraktekan media pembelajaran KESIMPULAN Berdasarkan temuan di atas dapat simpulkan bahwa . penggunaan media papan perkalian di kelas dua berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep perkalian. media papan perkalian ini bisa menjadi refrensi guru dalam membuat media pembelajaran. Siswa dapat dengan mudah mengingat perkalian dalam berbagai soal matematika dengan visualisasi yang sederhana namun jelas. Siswa juga lebih terlibat dan termotivasi selama pembelajaran, yang membuat sesi belajar lebih interaktif dan menyenangkan. Secara keseluruhan, media ini tidak hanya membantu siswa yang mengalami kesulitan dengan perkalian, tetapi juga membantu semua siswa di kelas meningkatkan keterampilan numerasi mereka. Di masa mendatang, alat bantu serupa akan digunakan dalam pembelajaran bidang lain. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak I Nengah Sueca selaku dosen pembimbing atas segala bimbingan dan arahan yang telah diberikan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada kepala SD N 6 Yangapi, para guru, dan siswa kelas 2 yang telah menerima dan mengizinkan pelaksanaan pendampingan literasi numerasi berbantuan media papan perkalian dengan baik. Tak lupa, penulis juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan, sehingga pendampingan ini dapat diselesaikan dengan lancar dan berhasil. Terima kasih atas kerja sama dan kontribusinya yang sangat berarti. DAFTAR PUSTAKA