Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 GIGI NATAL DAN NEONATAL : TINJAUAN PUSTAKA NATAL AND NEONATAL TEETH : A LITERATURE REVIEW Ulfa Yasmin1 . Syifa Khairiah2 Program Studi Profesi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Sriwijaya. Palembang,Sumatera Selatan. Indonesia (Email Korespondensi : syifaik30@gmail. ABSTRAK Gigi natal adalah gigi yang muncul pada saat bayi lahir, dan gigi neonatal adalah gigi yang tumbuh pada 30 hari pertama setelah lahir. Insiden gigi natal dan neonatal berkisar antara 1:2. 000 hingga 1:3. Gigi natal dan neonatal dapat menimbulkan banyak komplikasi terutama sindrom Riga-Fede dan ketidaknyamanan pada saat menyusui. Perawatan pada gigi natal dan neonatal harus mempertimbangkan apakah gigi tersebut merupakan bagian dari gigi normal atau gigi supernumerary. Jika gigi yang erupsi merupakan gigi normal dan tumbuh dengan baik, gigi tersebut harus dibiarkan di lengkung gigi dan hanya dicabut jika gigi tersebut mengganggu proses makan atau jika gigi tersebut goyang dan berisiko tertelan. Indikasi pencabutan gigi tersebut meliputi risiko dislokasi, tertelan dan cedera traumatis pada lidah bayi dan/atau payudara ibu. Kata kunci: gigi natal, neonatal, sindrom Riga-Fede ABSTRACT Natal teeth are teeth that appear when a baby is born, and neonatal teeth are teeth that grow in the first 30 days after birth. The incidence of natal and neonatal teeth ranges from 1:2,000 to 1:3,500. Natal and neonatal teeth can cause many compl ications, especially Riga-Fede syndrome and discomfort during Treatment of natal and neonatal teeth must consider whether the teeth are part of a normal dentition or supernumerary teeth. If the erupted tooth is a normal tooth and grows well, the tooth should be left in the dental arch and only removed if the tooth interferes with the feeding process or if the tooth is loose and at risk of being swallowed. Indications for tooth extraction include the risk of dislocation, swallowing and traumatic injury to the baby's tongue and/or mother's breast. Keywords: natal teeth, neonatal. Riga-Fede syndrome Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 PENDAHULUAN Erupsi gigi sulung yang normal biasanya terjadi sekitar usia 6 bulan. Erupsi gigi dini merupakan kondisi yang jarang terjadi, tergantung pada waktu erupsinya, gigi tersebut didefinisikan sebagai gigi natal yang muncul saat lahir, dan gigi neonatal yang erupsi pada bulan pertama 1,4,5,6 Gigi natal/neonatal paling umum terjadi pada mandibula dari gigi insisivus sentral. 3,4,5 Etiologi pasti terjadinya erupsi prematur atau munculnya gigi natal dan neonatal belum diketahui. 3,4 Namun diduga bahwa erupsi dini gigi sulung mungkin berhubungan dengan lokasi superfisial dari benih gigi yang sedang berkembang di tulang alveolar. Ada juga hipotesis bahwa peningkatan resorpsi tulang di atasnya menyebabkan erupsi gigi prematur. Gigi natal atau neonatal dapat bervariasi dalam ukuran, bentuk atau warna, dari ukuran kecil hingga normal, dari bentuk kerucut hingga normal, dan dari warna kekuningan hingga buram. Biasanya, gigi ini memiliki penampilan yang belum matang dengan hipoplasia email dan dentin, dengan pembentukan akar yang kecil atau tidak ada sama sekali. Sebagian besar gigi natal/neonatal bersifat mobile, karena buruknya perlekatan pada alveolar ridge dengan jaringan lunak. 3,4,6,7,8 Oleh karena itu, pada setiap bayi yang baru lahir diperlukan pemeriksaan mulut yang lengkap untuk diagnosis dan pengobatan dini, sehingga kemungkinan komplikasi dapat dihindari. Komplikasi paling serius yang mungkin terjadi adalah tertelannya gigi goyang yang diikuti dengan asfiksia pada Selain itu, sebagian besar gigi natal atau neonatal erupsi dari gigi sulung normal. Perawatan gigi neonatal bervariasi dari intervensi konservatif hingga bedah, termasuk pencabutan gigi. GIGI NATAL DAN NEONATAL Gigi natal dan gigi neonatal dibedakan dari waktu munculnya gigi tersebut. 5 Gigi natal adalah gigi yang muncul saat lahir, dan gigi neonatal adalah gigi yang tumbuh pada 30 hari pertama setelah lahir. Gigi ini juga disebut sebagai Augigi bawaanAy. Augigi sulung janinAy. 1,4,5,6 Gambar 1. Bayi perempuan berusia dua hari dengan gigi natal. Gambar 2. Gigi natal pada bayi berusia 3 INSIDEN DAN PREVALENS Gigi natal tiga kali lebih umum dibandingkan gigi neonatal. Insiden gigi natal dan neonatal berkisar antara 1:2. 000 hingga 1:3. Sekitar 85-90% gigi natal atau neonatal merupakan gigi sulung yang erupsi prematur, dan Hanya 1% hingga 10% gigi natal dan 1,3,4,5 Sebagian besar erupsi gigi prematur tampaknya terjadi pada bayi Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 normal, dengan atau tanpa riwayat keluarga dengan kondisi tersebut. Yang paling sering terjadi di daerah gigi insisivus sentral mandibula . %), diikuti oleh gigi insisivus maksila . %), gigi kaninus atau gigi molar mandibula . %), dan gigi kaninus atau gigi geraham maksila . %) dalam urutan menurun. 3,4,5 Gigi kaninus pada masa natal atau neonatal sangat jarang terjadi. 3 Tidak ada perbedaan laki-laki Klasifikasi klinis lain berdasarkan morfologi gigi saat erupsi ke dalam rongga mulut: . mahkota berbentuk kerang yang tidak melekat dengan baik pada alveolus oleh jaringan gingiva dengan tidak adanya akar, . mahkota padat yang tidak melekat dengan baik pada alveolus oleh jaringan gingiva dengan sedikit atau tidak ada akar, . erupsi margin insisal mahkota melalui jaringan gingiva, dan . edema gingiva dengan gigi teraba tetapi tidak erupsi. ETIOLOGI SINDROM TERKAIT Etiologi pasti terjadinya erupsi prematur atau munculnya gigi natal dan neonatal tidak diketahui. 3 Hal ini juga diduga terjadi karena pewarisan autosomal yang Gangguan endokrin akibat hipofisis, tiroid, dan gonad juga mungkin menjadi salah satu faktor kuncinya. 3,4,5 Hipotesis lain yang dikemukakan adalah bahwa resorpsi tulang di atasnya yang berlebihan atau meningkat sehingga menyebabkan erupsi dini gigi natal atau Kesehatan ibu yang buruk, gangguan endokrin, demam selama merupakan beberapa faktor predisposisi terjadinya gigi natal dan neonatal. Namun, menurut Stamfelj dkk. gigi natal yang berhubungan dengan agenesis gigi primernya tampaknya berhubungan dengan pola perkembangan gigi yang dipercepat atau prematur dibandingkan dengan posisi superfisial dari benih gigi. Beberapa sindrom dilaporkan berhubungan dengan gigi natal dan gigi neonatal. Sindrom ini termasuk Ellis-Van Creveld (Chondroectodermal Dysplasi. Pachyonychia Congenital (Jadassohn Lewandowsk. Hallermann-Streiff (Oculomandibulodyscephaly Hypotrichosi. Rubinstein-Taybi. Steatocystoma Multiplex. Pierre-Robin. Cyclopia. Pallister-Hall. Short RibPolydactyly . ipe II). WiedemannRautenstrauch (Neonatal Progeri. , cleft lip and palate. Pfeiffer. Displasia Ektodermal. Disostosis Kraniofasial. Steatocystoma Multipel. Sotos. Adrenogenital. Epidermolisis Bullosa Simplex termasuk Van der Woude. Sindrom Down, dan Sindrom Walker- Warburg. 3,5,6 KLASIFIKASI Secara klinis, gigi natal dan neonatal dapat kematangannya: . gigi natal atau neonatal yang matang, sudah hampir atau sepenuhnya berkembang dan memiliki prognosis yang cukup baik, dan . gigi natal atau neonatal yang belum matang, tidak lengkap atau memiliki struktur yang kurang baik dengan prognosis yang GAMBARAN KLINIS Secara klinis, gigi natal dan neonatal biasanya kurang berkembang, goyang dan berbentuk kerucut, dengan perubahan warna buram coklat kekuningan atau Kadang-kadang bentuk dan warnanya normal. Akarnya belum berkembang dan gigi masih melekat pada gingiva dan goyang. 3,4,6,7 Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 TEMUAN HISTOLOGI Gambar 3. Gigi natal pada bayi perempuan berusia 2 PEMERIKSAAN RADIOFRAFI Pemeriksaan radiografi sangat penting dilakukan untuk memastikan apakah gigi natal/neonatal komponen gigi normal atau gigi supernumerary, untuk menentukan jumlah perkembangan akar dan untuk menetapkan diagnosis banding. 3,8 Nodul Bohn dan epulis kongenital dapat disalahartikan sebagai gigi natal. Keuntungan lain dari radiografi adalah dapat memperlihatkan hubungan antara gigi natal dan gigi yang Gambaran radiografi gigi yang umum berupa lapisan email dan dentin yang berongga yang mengalami pengapuran tanpa jaringan pulpa, bentuknya seperti mahkota seluloid. Enamel pada gigi natal dan neonatal normal untuk usia anak-anak. namun, setelah gigi tumbuh sebelum waktunya, matriks email yang tidak terkalsifikasi akan terkikis karena mineralisasi yang tidak lengkap yang menyebabkan gigi menjadi berwarna kuning kecokelatan dan kerusakan email terusmenerus. Lebih jauh lagi, peningkatan mobilitas menyebabkan perubahan dentin dan sementum serviks dan kemungkinan terjadinya degenerasi hertwigAos sheath yang mencegah pembentukan akar. Beberapa temuan histologis telah menunjukkan bahwa meskipun struktur email gigi natal dan neonatal normal, proses mineralisasi email terganggu oleh erupsi dini. Oleh karena itu, email digambarkan sebagai hipomineralisasi atau displastik dan rentan terhadap perubahan warna dan keausan. Data histologis pada gigi natal dan neonatal juga menemukan bahwa berbagai tingkat hipoplasia enamel menutupi mahkota gigi Ketebalan enamel untuk gigi natal adalah 300 nanometers . dan untuk gigi neonatal adalah 135 nm, sedangkan pada gigi primer normal lapisan enamel berada di antara 1000 dan 1200 nm. Area dentin tidak dibandingkan dengan gigi primer normal. namun beberapa studi SEM pada gigi tersebut menunjukkan ruang interglobular yang besar dengan inklusi sel abnormal. KOMPLIKASI Gambar 4. (A) Orang tua bayi berusia 3 minggu khawatir dengan massa jaringan yang menonjol pada tulang rahang bawah. (B) Radiografi menunjukkan dua gigi insisivus sentral desidui yang akan segera tumbuh. Komplikasi utama dari gigi natal atau neonatal adalah ulserasi pada permukaan ventral lidah akibat ujung insisal gigi yang Kondisi ini juga dikenal sebagai penyakit atau sindrom Riga-Fede Lesi dimulai sebagai area yang terkikis, berkembang menjadi massa ulserasi granulomatosa yang membesar. Komplikasi lain yang disebutkan adalah cedera pada payudara ibu dan ketidaknyamanan selama menyusui yang diikuti dengan penolakan makan, malnutrisi dan dehidrasi pada bayi. Akibat yang terlihat pada gigi antara lain lesi Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 karies, polip pulpa, atau erupsi dini gigi 3,4,7 Gambar 5. Ulserasi pada ventral lidah (Riga Fide Diseas. pada bayi berusia 1 bulan. PERAWATAN Perawatan apakah gigi tersebut merupakan bagian dari gigi normal atau gigi supernumerary, dan pemeriksaan radiografi merupakan alat bantu penting untuk diagnosis diferensial. Jika gigi supernumerary, gigi tersebut harus dicabut dan jika gigi tersebut merupakan bagian dari gigi normal dan dianggap matang, gigi tersebut harus dipertahankan dan dijaga dalam kondisi sehat di mulut Dokter gigi harus memutuskan antara perawatan gigi dan pencabutan berdasarkan aspek-aspek yang baru saja Bila perawatan gigi natal dari gigi insisivus normal memungkinkan, harus menjadi pilihan pertama, karena pencabutan gigi dini dapat menyebabkan gigi permanen berjejal. Bila perawatan dipilih, penilaian harus dilakukan terhadap kebutuhan untuk menghaluskan permukaan gigi atau menutupinya dengan resin komposit untuk mencegah ulserasi pada lidah bayi atau payudara ibu. Jika gigi neonatal diputuskan untuk dipertahankan, orang tua harus diberitahu tentang perlunya kebersihan gig yang memadai dan penggunaan fluoride dan tindak 9 Pencabutan gigi sebaiknya menimbulkan luka traumatis dan jika gigi sangat mudah bergerak dan terdapat risiko aspirasi atau tertelan, atau jika mahkota gigi tidak berkembang dengan baik. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter anak mengenai risiko perdarahan sebelum pencabutan karena risiko perdarahan pada bayi baru lahir karena hipoprotrombinemia. Ekstraksi sebaiknya dilakukan setelah 10 hari bayi lahir atau lebih dan memiliki kadar vitamin K dalam darah yang sesuai. Masa tunggu sepuluh hari ini adalah untuk memungkinkan flora normal usus terbentuk untuk memproduksi vitamin K, faktor penting untuk produksi protrombin di hati. Karena vitamin K parenteral mencegah penyakit hemoragik yang mengancam jiwa pada bayi baru lahir. American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar semua intramuskular tunggal 0,5 hingga 1 mg vitamin K. Jika tidak memungkinkan untuk menunda pencabutan, konsultasi dengan dokter anak, sehingga dapat menilai apakah ada kebutuhan untuk pemberian vitamin K, jika bayi baru lahir tidak menerima vitamin K segera setelah lahir. Pilihan lain yang dapat digunakan adalah pembulatan sudut tajam tepi insisal gigi. 5,6,10 KESIMPULAN Gigi natal adalah gigi yang muncul saat lahir, dan gigi neonatal adalah gigi yang pada 30 hari pertama setelah lahir. Gigi natal dan neonatal dapat menimbulkan banyak Perawatan untuk gigi natal dan neonatal mempertahankan gigi apabila gigi tersebut normal dan dianggap matang. Pencabutan Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 menimbulkan luka traumatis dan jika gigi sangat mudah bergerak dan terdapat risiko aspirasi atau tertelan, atau jika mahkota gigi tidak berkembang dengan baik. Pencabutan setelah 10 hari bayi lahir, namun berkonsultasi dengan dokter anak mengenai resiko perdarahan pada saat pencabutan. neonatal teeth: A report of three cases. Stomatos. DAFTAR PUSTAKA