Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Peningkatan Pengetahuan Pemilahan Sampah dan 3 R dalam Rangka Mengoptimalkan Sekolah Adiwiyata Andari1. Raul Rubben Nababan2. Rivaldi Rasyid3. Muhammad Reza Maulana4. Nafiudin5 1Bisnis Digital. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Serang Raya. Banten 2Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Serang Raya. Banten 3Teknik informatika. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Serang Raya. Banten 4 Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Serang Raya. Banten 5Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Serang Raya. Banten andaridharmawan@gmail. ABSTRAK Permasalahan sampah semakin hari semakin kompleks, tidak terkecuali lingkungan sekolah yang menjadi tempat aktivitas rutin dengan intensitas tinggi. Kurangnya pengetahuan serta kesadaran tentang pengelolaan sampah yang baik berpotensi membahayakan kesehatan dan serta merusak lingkungan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga sekolah terhadap pentingnya pemilahan sampah dan penerapan prinsip Reduce. Reuse. Recycle . R) sebagai upaya mendukung terwujudnya sekolah berwawasan lingkungan (Sekolah Adiwiyat. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 01 Cilegon melalui pendekatan berupa sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung pemilahan sampah. Peserta kegiatan terdiri dari guru, siswa, dan staf sekolah. Hasil evaluasi kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep pemilahan sampah dan 3R, serta peningkatan partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah secara berkelanjutan dan mendukung pencapaian kriteria Sekolah Adiwiyata. Kata kunci: lingkungan. Pemilahan sampah, pengabdian masyarakat, 3R, sekolah Adiwiyata ABSTRACT Waste management has become an increasingly complex issue, including within school environments where daily activities occur with high intensity. Insufficient knowledge and awareness regarding proper waste management practices may pose significant risks to human health and contribute to environmental degradation. This community engagement program was designed to improve the knowledge and awareness of school stakeholders on the importance of waste sorting and the application of the 3R principlesAiReduce. Reuse, and RecycleAias part of efforts to support the development of environmentally conscious schools (Adiwiyata School. The program was implemented at SDN 01 Cilegon through a structured approach involving awareness campaigns, training sessions, and hands-on waste sorting activities. Participants included teachers, students, and school staff. Evaluation results indicated a notable increase in participantsAo understanding of waste sorting and the 3R concept, along with enhanced active participation in maintaining environmental cleanliness within the school setting. This program is expected to serve as a foundational initiative for fostering a sustainable environmental culture in schools and Adiwiyata School SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Keywords: Environment. Waste Sorting. Community Engagement, 3R Principles. Adiwiyata School PENDAHULUAN Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang dialami masyarakat saat ini, termasuk di aktivitas rutin dengan intensitas yang cukup tinggi. Rendahnya kesadaran dan pengetahuan tentang pengelolaan sampah lingkungan dan gangguan kenyamanan di Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2024 mencatat bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 34, 21 juta ton sampah per tahun dan hanya sekitar 59,74% yang berhasil di daur ulang, sementara sisanya dibuang ke TPA atau mencemari lingkungan (KLHK, 2. Ekosistem sudah tercemari sampah plastik, ini menjadi ancaman untuk kita Jika ini tidak segera diatasi maka diprediksi tahun 2050 jumlah sampah akan lebih banyak dibandingkan ikan. (Rhoes. Christoper J , 2. Pengetahuan dan tingkat kesadaran masyarkat rendah terhadap pemilahan sampah menjadi Sekolah pendidikan formal memiliki peran dalam merancang lingkungan belajar yang terstruktur, di mana peserta didik diberikan berbagai peluang untuk terlibat dalam beragam aktivitas pembelajaran secara sistematis (Muslih, 2. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menanggulangi akumulasi sampah adalah melalui pelaksanaan Program Sekolah Adiwiyata, dan merupakan salah satu program nasional yang bertujuan mendorong terciptanya sekolah yang (Sulastri Wulandari, 2. Namun, dalam pelaksanaannya, banyak sekolah masih mengalami kendala dalam hal pengelolaan sampah, kegiatan ini dilaksanakan di SDN 1 Cilegon yang Adiwiyata, namun implementasi prinsip278 prinsip Adiwiyata belum maksimal, terutama dalam hal pemilahan sampah dan penerapan 3R secara konsisten. Kondisi ini menjadi dasar diperlukannya intervensi edukatif dan partisipatif untuk mendorong peningkatan kesadaran warga sekolah dan perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah. Pembentukan kebiasaan memilah sampah memberikan dampak pada lingkungan sekolah menjadi bersih, dan lingkungan sejak usia dini. Dengan demikian edukasi mengenai 3R ini lingkungan jangka panjang. Sekolah sebagai institusi pendidikan tidak hanya bertanggung jawab atas pencapaian akademik peserta didik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang partisipatif agar seluruh warga sekolah dapat terlibat aktif untuk menjaga lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan warga sekolah . iswa, guru, dan sta. tentang pentingnya pemilahan sampah dan penerapan prinsip 3R sebagai langkah konkret mendukung optimalisasi program Sekolah Adiwiyata (Kurniawan, 2. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode community based participatory action yaitu partisipatif yang melibatkan warga sekolah sebagai mitra aktif dalam setiap tahap pelaksanaan, hingga evaluasi. Pendekatan ini bersifat siklik, di mana terdapat proses refleksi dan perbaikan berkelanjutan berdasarkan pengalaman langsung peserta (Vivona & Wolfgram, 2. CBPAR juga Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 berfokus pada pemberdayaan komunitas dan pembelajaran bersama antara dosen (Shadowen et al. , 2. Berikut beberapa tahapan kegiatan: Identifikasi Masalah Sosialisasi Pemilahan Sampah 3 R perubahan perilaku dan kebiasaan pengelolaan sampah di lingkungan Praktik Pengolahan Sampah Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Perencanaan Tim pengabdian masyarakat (DPL dan Mahasiswa KKM) melakukan koordinasi dengan SDN 1 Cilegon Melakukan Lingkungan Sekolah. Pelaksanaan Tim koordinasi dengan pihak sekolah yaitu Kepala Sekolah dan Guru SDN 1 Cilegon Mengundang warga sekolah untuk pemilahan sampah berbasis 3 R. Penyampaian materi mengenai jenis-jenis sampah, bahaya sampah pemilahan sampah, serta prinsip Edukasi diberikan secara interaktif menggunakan media visual dan diskusi kelompok (Kurniawan, 2. Peserta diajak untuk melakukan organik dan anorganik, serta mendaur ulang sampah menjadi . isalnya membuat pot dari botol bekas atau kantong dari kemasan plasti. Evaluasi Kegiatan ini diakhiri dengan evaluasi melakukan Dilakukan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Selain itu. Gambar 2. Perencanaan Gambar 3. Sosialisasi pemilahan sampah dan 3R Gambar 4. Praktik daur ulang sampah Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENUTUP Gambar 5. Materi Sosialisasi HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum memahami mengenai jenis-jenis sampah dan cara Namun setelah dilakukan edukasi dan sosialisasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan sikap peserta terhadap pengelolaan sampah. Peningkatan ini juga tercermin dari antusiasme peserta yang terlibat. Hasil observasi menunjukkan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak hanya bergantung pada materi edukatif, tetapi juga pada keterlibatan aktif dari peserta dan seluruh komponen sekolah. Dukungan dari Kepala Sekolah dan Guru sangat lingkungan belajar yang mendukung perubahan perilaku. (Kurniawan, 2. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif melalui penyuluhan dan praktik langsung mampu meningkatkan pemahaman serta kepedulian warga sekolah terhadap pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce. Reuse. Recycl. Partisipasi aktif dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan membuktikan bahwa sekolah memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang Dengan keterampilan dalam memilah sampah, mengimplementasikan program Adiwiyata secara lebih optimal dan menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya. Untuk menjaga keberlanjutan dampak, perlu adanya pendampingan lanjutan dan dukungan dari pemerintah daerah dan Hal ini menjadi langkah awal yang baik dalam mendukung optimalisasi Sekolah Adiwiyata. Diharapkan kegiatan UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Kepala Sekolah. Guru, dan Siswa SDN 1 Cilegon yang telah bersedia menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian ini, serta LPPM Unsera yang Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 kegiatan pengabdian masyarakat, sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA