Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN 2654-8100 https://gk. com/gk Volume 18. Nomor 1. Mei 2026 KAITAN ASPEK SOSIODEMOGRAFI ORANG TUA DENGAN KEJADIAN EARLY CHILDHOOD CARIES (Studi Cross-sectional pada RA/TK Arrisalah Kota Padan. Arymbi Pujiastuty1. Surma Adnan1. Ulfah Ramadhani1. Sukma Fatimah Azzahra1 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas. Jl. Perintis Kemerdekaan No. Jati. Padang. Sumatra Barat. Indonesia. Kode pos 25129 Info Artikel: Disubmit: 20-1-2026 Direvisi: 28-04-2026 Diterima: 29-04-2026 Dipublikasi: 26-05-2026 Penulis Korespondensi: p@dent. Kata kunci: Anak Usia Dini. Early Childhood Caries (ECC). Orang Tua. Sosiodemografi DOI: 10. 47539/gk. ABSTRAK Proporsi masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia pada kelompok usia 3-4 tahun sebesar 42. 7% dan pada kelompok usia 5 tahun sebesar 56. Prevalensi Early Childhood Caries (ECC) di Kota Padang pada anak usia 2-3 tahun masih tinggi yaitu 72. dengan rata-rata pengalaman karies 3-4 gigi tiap anak. Perilaku orang tua mengabaikan kesehatan gigi dan mulut anak usia dini . ental neglec. berdampak semakin tingginya angka penyakit gigi dan mulut anak usia dini, salah satunya adalah Early Childhood Caries (ECC). Faktor sosiodemografi seperti pendidikan, pekerjaan, pendapatan, serta keikutsertaan dalam program jaminan kesehatan ditemukan mempunyai hubungan tidak langsung terhadap perilaku kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan faktor sosiodemografi orang tua dengan kejadian Early Childhood Caries (ECC). Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2025 dengan desain studi analitik dan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel memakai teknik purpossive sampling sebanyak 54 anak usia dini yang bersekolah di RA/TK Arrisalah Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Variabel Sosiodemografi diukur melalui kuesioner dan variabel ECC diukur dengan melakukan pemeriksaan intra oral anak usia dini memakai indeks def-t. Data hasil penelitian dianalisa dengan uji Chi-Square. Hasil analisa ditemukan karakteristik sosiodemografi orang tua didominasi oleh pendidikan tinggi, pekerjaan dengan status sedang, pendapatan dengan kategori mampu dan memiliki jaminan kesehatan. Skor def-t anak usia dini rata-rata 6. 81A4. 794 dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan status jaminan kesehatan orang tua dengan status karies anak usia dini (P>0. ABSTRACT The proportion of dental and oral health problems in Indonesia was 42. 7% among children aged 3-4 years 8% among children aged 5 years. The prevalence of Early Childhood Caries (ECC) among children aged 2-3 years in Padang City remains high at 72. 9%, with an average caries experience of 3-4 teeth per Parental neglect of oral health care in early childhood . ental neglec. contributes to the increasing prevalemce of dental and oral diseases among young children, one of which is Early Childhood Caries (ECC). Sociodemographic factors such as education, occupation, income, and participation in health insurance programs have been reported to have an indirect association with health behavior. This study aimed to determine the relationship between parental sociodemographic factors and the incidence of Early Childhood Caries (ECC). The study was conducted in February 2025 using an analytical study design with a cross-sectional approach. Sampling was carried out using a purposive sampling technique involving 54 Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN 2654-8100 https://gk. com/gk Volume 18. Nomor 1. Mei 2026 children enrolled at RA/TK Arrisalah. Koto Tangah District. Padang City. Sociodemographic variables were measured using questionnaires, while ECC status was assessed through intraoral examinations using the def-t index. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that most parents had a high educational level, moderate employment status, sufficient income, and health insurance coverage. The mean def-t score among children was 6. 81A4. 794, and no significant relationship was found between parental education, occupation, income, and health insurance status with ECC status among children (P>0. Keywords: Early Childhood. Early Childhood Caries (ECC). Parents. Sociodemograpic Factors PENDAHULUAN Masalah kesehatan gigi dan mulut anak usia dini masih tinggi di Indonesia, seperti ditunjukkan oleh data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 bahwa proporsi masalah kesehatan gigi dan mulut pada kelompok usia 3-4 tahun sebesar 42. 7% dan pada kelompok usia 5 tahun sebesar 56. Masalah gigi rusak/berlubang/sakit di Sumatera Barat pada kelompok usia 3-4 tahun masih di angka 37. 4% dan pada kelompok usia 5 tahun di angka 48. 4% (SKI, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Hapka dkk pada tahun 2021 ditemukan masalah kesehatan gigi dan mulut anak usia dini di Kota Padang masih cukup tinggi. Hal itu ditunjukkan dengan data prevalensi karies di kota padang pada anak usia 2-3 tahun sebesar 72. dengan rata-rata pengalaman karies 3-4 gigi tiap anak (Hapka. Susi dan Fransiska, 2. Perilaku orang tua mengabaikan kesehatan gigi dan mulut anak usia dini . ental neglec. akan berdampak semakin tingginya angka penyakit gigi dan mulut anak usia dini, salah satunya adalah karies pada anak usia dini atau dikenal dengan Early Childhood Caries (ECC), yaitu adanya satu atau lebih gigi berlubang . aik berupa lesi karies dengan kavitas ataupun non kavitas, kehilangan gigi . isebabkan karie. , atau permukaan gigi yang di tambal pada gigi sulung anak usia di bawah 71 bulan (American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD), 2. Kondisi gigi sulung pada anak usia dini sangat menentukan kondisi gigi-gigi permanen penggantinya (Nugraheni. Sadimin. Sukini, 2. Perilaku pelihara kesehatan gigi pada anak usia dini seperti kebiasaan menyikat gigi pada waktu yang tepat sangat penting untuk kesehatan gigi anak (Susi et al, 2. Early Childhood Caries apabila diabaikan akan berdampak pada meluasnya kerusakan gigi sehingga menimbulkan rasa nyeri pada anak akibat infeksi, yang mengakibatkan gangguan pengunyahan dan pola makan sehingga berpengaruh pada asupan zat gizi pada anak (Mathur. P and Dhillon, 2. Jika asupan gizi anak usia dini terganggu maka anak akan berisiko mengalami status gizi kurang . atau status gizi pendek . , yang akhirnya kualitas hidup anak akan menurun (Munifah Abdat, 2. Faktor sosiodemografi seperti pendidikan, pekerjaan, pendapatan, serta keikutsertaan dalam program jaminan kesehatan ditemukan mempunyai hubungan tidak langsung terhadap perilaku kesehatan (Danyang Wang et all, 2. Penelitian Wahyuningsih dkk pada tahun 2023 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan orang tua dengan karies gigi anak di TK AlIslah Desa Tiley Kecamatan Morotai Selatan Barat Kabupaten Pulai Morotai Provinsi Maluku Utara, semakin tinggi pendidikan orang tua maka semakin rendah karies gigi pada anak, yang artinya pengaruh Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN 2654-8100 https://gk. com/gk Volume 18. Nomor 1. Mei 2026 pendidikan terhadap perilaku orang tua dalam pelihara kesehatan gigi anaknya mempunyai hubungan yang bermakna (Wahyuningsih et al, 2. Penelitian Tarigan pada tahun 2020 yang menganalisa pengaruh pekerjaan, pendapatan dan pendidikan orang tua terhadap penderita karies gigi tidak terawat (PUFA/puf. pada anak juga menunjukkan bahwa ketiga variabel sosiodemografi itu memiliki nilai yang signifikan (Kevin Imanuel Tarigan. Molek, 2. Hasil survei di Hongkong yang dilakukan tahun 2009 dan 2016 menunjukkan pendapatan keluarga yang rendah juga merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian karies pada anak (Chen et al. , 2. Temuan di Kanada tahun 2020 menunjukkan asuransi kesehatan yang mencakup pelayanan gigi dan mulut berhubungan dengan peningkatan perilaku mengunjungi dokter gigi dan juga status kesehatan gigi dan mulut (Nevena Zivkovic et al. , 2. Penelitian Xavier tahun 2012 juga mengungkapkan bahwa anak usia balita dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah memiliki status karies yang tinggi dibandingkan anak dari status sosial ekonomi tinggi (Xavier Angela. Carvalho Fabio S, 2. Masih tingginya angka kejadian Early Childhood Caries (ECC) di Indonesia, khususnya di Kota Padang dan belum adanya penelitian yang menganalisa khusus terkait faktor sosiodemografis dan hubungannya dengan kejadian ECC di kota Padang menjadi dasar perlunya menggali faktor-faktor risiko sosiodemografis selain faktor risiko perilaku dan genetik sebagai upaya untuk mengatasi masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan faktor sosiodemografi orang tua yang terdiri dari faktor pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan status jaminan kesehatan dengan kejadian Early Childhood Caries (ECC). METODE Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain cross-sectional yang menghubungkan antar dua variabel yang diteliti. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen yaitu faktor sosiodemografi yang terdiri dari faktor pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan status jaminan kesehatan orang tua anak usia dini serta variabel dependen yaitu status ECC anak usia dini. Populasi sampel penelitian ini adalah 54 anak usia dini yang bersekolah di RA/TK Arrisalah Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purpossive sampling dengan kriteria inklusi antara lain anak usia 1-6 tahun yang orang tuanya juga bersedia menjadi responden penelitian dengan menandatangani informed concent dan sampel akan tereksklusi apabila orang tua anak usia dini tersebut tidak mengisi kuesioner data sosiodemografi dengan lengkap. Data faktor sosiodemografi orang tua diambil melalui kuesioner yang disebar secara online ke orang tua anak usia dini dalam bentuk google form, sedangkan data status ECC anak usia dini diambil melalui pemeriksaan intra oral anak menggunakan indeks dmf-t oleh lima examiner yang sebelumnya sudah dilatih dan dikalibrasi dengan tingkat kesesuaian di atas 70% dengan peneliti sebagai gold standard. Faktor sosiodemografi pendidikan diukur dengan tiga kategori yaitu kategori pendidikan dasar (SD. MI. SMP. Mts. , pendidikan menengah (SMA. MA. SMK). pendidikan tinggi (D3. D4,S1. S2. berdasarkan UU No. 20 th 2003. faktor pekerjaan juga diukur dengan tiga kategori berdasarkan ISCO-08 Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN 2654-8100 https://gk. com/gk Volume 18. Nomor 1. Mei 2026 yaitu Status Rendah . etani, operator alat angkut atau bengke. Status sedang ( penjualan dan jas. Status tinggi . enaga ahli teknik, pemimpin ketatalaksanaan pemerintah maupun swasta dan tenaga administrasi tata usah. Faktor pendapatan diukur dengan dua kategori berdasarkan standar BPS 2023 yaitu Tidak mampu . endapatan yang <3 j. dan Mampu . endapatan >3 j. Faktor Status jaminan kesehatan diukur dengan dua kategori dikotomi ada/tidak ada. Variabel status ECC juga diukur dengan dua kategori yaitu ECC positif dan ECC negatif. Data hasil penelitian dianalisa dengan uji beda proporsi (Chi-Squar. untuk tiap variabel independen hubungannya dengan variabel dependen dengan syarat tidak boleh ada sel yang mempunyai nilai harapan (Expected coun. < 5 sebanyak >20% dari jumlah sel, apabila tidak memenuhi syarat ChiSquare maka dipakai uji alternatifnya yaitu FisherAos Exact Test Hasil analisa data dinilai memiliki hubungan yang signifikan apabila nilai pO0. Gambar 1. Pemeriksaan Intraoral Anak Usia Dini HASIL Karakteristik Responden Karakteristik responden penelitian ini adalah orang tua dengan interval usia 27-47 tahun, dengan latar belakang pendidikan tinggi (D3,D4,S1,S2,S. hampir 89%, pekerjaan dengan status sedang yaitu di bidang penjualan dan jasa, mayoritas memiliki pendapatan tinggi sebanyak 83% yang artinya memiliki pendapatan lebih dari 3 juta perbulannya, dan dominan memiliki jaminan kesehatan/asuransi kesehatan sebanyak hampir 93% . abel 1 dan . Tabel 1 dan 2 juga menunjukkan status karies pada anak usia dini yang diperiksa sebanyak hampir 89% positif menderita ECC dengan rata-rata skor def-t 6. 81A4. 794, artinya rata-rata anak memiliki 6-11 gigi yang karies di dalam rongga mulutnya. Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN 2654-8100 https://gk. com/gk Volume 18. Nomor 1. Mei 2026 Tabel 1. Karakteristik Responden Variabel Pendidikan ortu Menengah Tinggi Pekerjaan ortu Status Sedang Status tinggi Pendapatan ortu Tidak mampu Mampu Status Jaminan Kesehatan Tidak ada Ada Status ECC . nak usia din. ECC positif ECC negatif Tabel 2. Distribusi Rata-Rata Usia Orang Tua dan Status ECC (Skor def-. Anak Usia Dini Variabel Usia orang tua MeanASD 34,04A3,701 Min Max Skor def-t anak usia dini 6,81A4,794 Hubungan Faktor Sosiodemografi dengan Kejadian Early Childhood Caries (ECC) Hasil analisa bivariat untuk mengetahui hubungan faktor sosiodemografi yang terdiri dari pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan status jaminan kesehatan dengan status ECC pada anak usia dini dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 3. Perbedaan proporsi faktor sosiodemografi orang tua dengan status ECC anak usia dini Variabel Pendidikan orang tua dengan status ECC Pekerjaan orang tua dengan status ECC Pendapatan orang tua dengan status ECC Status Jamkes orang tua dengan status ECC P-value Pada tabel 3, menunjukkan tidak terdapat perbedaan proporsi antara pendidikan orang tua dengan status ECC pada anak usia dini . =0. , tidak ditemukan kategori pendidikan dasar pada sampel penelitian sehingga hanya kategori pendidikan menengah dan tinggi yang dapat masuk ke dalam analisa Analisa data menggunakan Chi-Square namun nilai expected count <0. 05 lebih dari 20% . %), sehingga dipakai uji alternatif FisherAos Exact Test. Hasil analisa juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan proporsi antara pekerjaan orang tua dengan status ECC Anak Usia Dini . =1. Data kategori pekerjaan dengan status rendah tidak ditemukan pada sampel penelitian, sehingga hanya kategori status sedang dan tinggi yang masuk ke dalam analisa data. Analisa data menggunakan ChiSquare namun nilai expected count <0. 05 lebih dari 20% . %), sehingga dipakai uji alternatif FisherAos Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN 2654-8100 https://gk. com/gk Volume 18. Nomor 1. Mei 2026 Exact Test. Hasil analisa bivariat juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan proporsi antara pendapatan orang tua dengan status ECC Anak Usia Dini . =1. Analisa data menggunakan Chi-Square namun nilai expected count <0. 05 lebih dari 20% . %), sehingga dipakai uji alternatif FisherAos Exact Test. Hasil analisa juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan proporsi antara Status Jaminan Kesehatan orang tua dengan status ECC Anak Usia Dini . =1,. Analisa data menggunakan Chi-Square namun nilai expected count <0. 05 lebih dari 20% . %), sehingga dipakai uji alternatif FisherAos Exact Test. Sehingga secara keseluruhan hasil analisa variabel faktor sosiodemografi orang tua yang dihubungkan dengan status karies anak usia dini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan status jaminan kesehatan orang tua dengan kejadian karies anak usia dini (P>0,. BAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan atau keterkaitan antara faktor sosio demografi orang tua anak usia dini yang diukur dari tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan dan status jaminan kesehatan dengan kejadian karies pada anak usia dini (ECC), seperti yang juga ditemukan pada penelitian Vony dkk pada tahun 2023, bahwa faktor sosiodemografi ibu yang dihubungkan dengan tingkat pengetahuan ibu tentang karies gigi anak usia dini didapat hasil tidak signifikan dengan p-value > 05, artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan ibu tentang karies gigi anak usia dini (Vony Wahyu Wardianingtyas. Rosa Amalia, 2. yang akhirnya secara tidak langsung berhubungan juga dengan kejadian karies pada anak usia dini. Namun penelitian lain menunjukkan bahwa status sosial ekonomi dan pekerjaan orang tua memiliki korelasi yang signifikan, walaupun status sosial ekonomi memiliki korelasi yang lemah (Niraj Gokhale, 2. Orang tua anak usia dini pada penelitian ini dominan memiliki riwayat tingkat pendidikan yang tinggi, namun pada kenyataannya hasil pemeriksaan gigi ditemukan rata-rata 6-11 gigi terkena karies pada setiap anak dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan orang tua dengan kejadian karies pada anak usia dini (ECC). Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian di meksiko yang menunjukkan bahwa pendidikan orang tua tidak ada hubungan yang bermakna dengan kejadian dan tingkat keparahan karies pada anak, namun pendidikan orang tua memiliki hubungan bermakna dengan frekuensi menyikat gigi anak. Pendidikan tidak hanya mencerminkan status ekonomi, tetapi juga memberikan keterampilan yang dibutuhkan untuk memahami informasi kesehatan gigi dan mendorong kebiasaan yang baik pada anak (Pyrez-reyes and Becerra-ruiz, 2. Anak-anak dari ibu tidak berpendidikan di Bangladesh, memiliki prevalensi ECC tertinggi yaitu 36. 19%, sedangkan anak dari ibu bergelar sarjana hanya 5. 71% mengalami ECC (Rahman. Rahman and Rukhsana, 2. Pekerjaan dan pendapatan yang mencerminkan status ekonomi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki pekerjaan dengan status sedang dan berpenghasilan lebih dari 3 juta mendominasi proporsi responden, namun pekerjaan dan pendapatan juga ditemukan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian ECC, angka ECC pada populasi ini masih tinggi dan pengalaman karies yang Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN 2654-8100 https://gk. com/gk Volume 18. Nomor 1. Mei 2026 juga cukup tinggi. Penelitian Rahman di Bangladesh menunjukkan bahwa status ekonomi mempengaruhi jenis makanan yang dikonsumsi oleh anak, akses ke perawatan gigi, serta kemampuan membeli sikat gigi dan pasta gigi, yang tentunya secara tidak langsung akan berhubungan dengan faktor risiko terjadinya ECC. Keluarga yang berpenghasilan rendah memiliki anak dengan angka karies yang tinggi, sehingga perlu adanya peningkatan akses ekonomi yang dapat menurunkan angka karies gigi (Rahman. Rahman and Rukhsana, 2. Kepemilikan jaminan kesehatan atau asuransi kesehatan pun tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian ECC pada penelitian ini. Hal tersebut menunjukkan akses ke fasilitas pelayanan kesehatan gigi tidak hanya ditentukan oleh status jaminan kesehatan namun perlu peningkatan pengetahuan dan kesadaran dari orang tua untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan gigi sebagai strategi pencegahan penyakit gigi dan mulut pada anak usia dini. Hasil analisa hubungan faktor sosio demografi orang tua dengan kejadian Early Childhood Caries (ECC) ini diharapkan bisa menjadi referensi tambahan untuk membuat kebijakan tentang pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan gigi dan mulut anak usia dini khususnya karies pada anak usia dini sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat dan cerdas, yang secara tidak langsung mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045. Keterbatasan penelitian ini yang mungkin menyebabkan seluruh hasil analisa data faktor sosiodemografi yang dihubungkan dengan status ECC menjadi tidak signifikan antara lain jumlah sampel yang sedikit dan homogen, sehingga untuk penelitian ke depan dapat dilakukan dengan jumlah sampel yang lebih banyak. SIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak terdapat keterkaitan yang bermakna antara aspek sosiodemografi yang terdiri dari pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan status jaminan kesehatan dengan kejadian Early Childhood Caries (ECC) atau karies pada anak usia dini . Penelitian lanjutan masih diperlukan dengan jumlah sampel yang lebih banyak sehingga data sosiodemografi dan status ECC pada anak usia dini bisa lebih heterogen. RUJUKAN