KURVATEK Vol. No. April 2024, pp. 95 - 100 e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 DISTRIBUSI UKURAN PRODUK PEREMUKAN JAW CRUSHER MATERIAL BERBENTUK ROUNDED SIZE DISTRIBUTION OF JAW CRUSHER CRUSHING PRODUCTS FOR ROUNDED MATERIAL Erry Sumarjono1,*. Partama Misdiyanta2. Fahrudinoor3 Program Studi Teknik Pertambangan. Institut Teknologi Nasional Yogyakarta Jalan Babarsari. Caturtunggal. Depok. Sleman. Yogyakarta 5281. Indonesia *Email Corresponding: erry. sumarjono@itny. Email: partama. misdiyanta@itny. Email: fahrudinoor@itny. How to cite: E. Sumarjono. Misdiyanta, and Fahrudinoor. AuDistribusi ukuran produk peremukan jaw crusher material berbentuk rounded,Ay Kurvatek, vol. 9, no. 1, pp. 95 - 100, 2024. 33579/krvtk. 4905 [Onlin. Abstrak Ai Crushing adalah satu tahapan proses peremukan material yang bertujuan untuk memperkecil ukuran material. Jaw Crusher merupakan salah satu alat yang digunakan untuk memperkecil ukuran material, alat tersebut biasanya digunakan untuk peremukan tahap pertama . rimary crushin. Material yang berasal dari tambang (Run of Mine-ROM) diperkecil ukuran sampai ukuran yang dibutuhkan untuk dapat dimanfaatkan. Material tersebut memiliki berbagai macam bentuk, salah satu bentuk material adalah rounded. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur distribusi ukuran produk peremukan material yang berbentuk rounded. Penelitian dilakukan dengan menggunakan alat peremuk. Jaw Crusher, di Laboratorium Pengolahan Bahan Galian Institut Teknologi Nasional Yogyakarta, dengan menggunakan 30 sampel. Distribusi ukuran produk material berbentuk rounded tersebut memiliki pola yang sama untuk distribusi ukuran 4#, -4# 10#, -10# 20#, -20# 40#, -40# 60#, -60# 100#, -100# 200# dan 200#. Distribusi berat produk terbesar terdapat pada ukuran terbesar yaitu 4#. Limitting Reduction Ratio (LRR) berkisar antara 4-6. Persen losses untuk peremukan material tersebut kurang dari 10%. Kata kunci: Peremukan, membatasi rasio reduksi, kerugian, pemrosesan mineral, tahap awal Abstract Ai Crushing is one of stage material size reduction in mineral processing. Jaw Crusher is one of the equipment that used to reduction size material and itAos generally used in primary crushing. Feed of crushing is come from mined material (Run of Mine-ROM) that have various shapes like very rounded, rounded, angular etc. Rounded material is one of them. The aim of this research is to calculate the size distribution and the pattern of size distribution product of crushing for rounded material. The equipment of crushing in this research was used Jaw Crusher in Mineral Processing Laboratory. Institut Teknologi Nasional Yogyakarta which 30 samples material. The same pattern of size distribution was obtained from the 4#, -4# 10#, -10# 20#, -20# 40#, -40# 60#, -60# 100#, -100# 200# dan -200# product size distribution. The biggest amount of size distribution was obtained in 4#. Limiting Reduction Ratio (LRR) were distributed in range 4-6. Losses percentage (% losse. of material crushing were less than Keywords: Crushing, limiting reduction ratio, losses, mineral processing, primary PENDAHULUAN Proses peremukan . merupakan satu tahapan pengolahan bahan galian untuk mengurangi/memperkecil ukuran material. Pengecilan ukuran material tersebut menggunakan berbagai macam peralatan misalnya. jaw crusher, gyratory crusher, roll crusher, impact crusher . , ball mill, rod mill . Tujuan pengecilan material tersebut adalah untuk memperoleh ukuran material yang diinginkan sesuai dengan pemanfaatannya atau dipersiapkan untuk kebutuhan ukuran material yang dibutuhkan pada proses pengolahan selanjutnya. Pengecilan ukuran material dapat melalui Received Mar 31, 2024. Revised April 5, 2024. Accepted April 18, 2024 DOI : https://doi. org/10. 33579/krvtk. beberapa tahap untuk memperoleh ukuran material yang dibutuhkan, yang dikenal dengan primary crushing, secondary crushing dan tertiary crushing. Crushing adalah suatu proses yang menyeluruh dalam pengolahan bahan galian dengan batas preparasi ore untuk penyiapan proses hilir dalam pengolahan bahan galian . , merupakan tahapan pengecilan ukuran material seteleh operasi pembongkaran . lat mekanis maupun peledakan . Material dapat diremukkan oleh alat peremuk dengan suatu mekanisme peremukan antara pukulan . , tekanan . atau kombinasi antara pukulan dan tekanan . Produksi hasil peremukan dengan menggunakan alat peremuk pada operasi peremukan berkisar dari kilogram/jam untuk tujuan tertentu sampai dengan ratusan ton per jam untuk pengecilan ukuran material yang dipersiapkan proses metalurgi ekstraksi . Alat peremuk terdapat dalam berbagai ukuran dan kapasitas dari 0,2 ton/jam sampai dengan 50 ton/jam . Salah satu alat peremuk yang digunakan untuk memperoleh ukuran material yang dapat dimanfaatkan oleh konsumen adalah jaw crusher . Gambar 1. Jaw Crusher . Jaw crusher adalah alat yang banyak digunakan untuk mengecilkan ukuran material pada tahap awal . rimary crushin. pada skala industri mesin, metalurgi dan paduan . Peremuk rahang adalah nama lain dari jaw crusher, rahang yang dimiliki alat tersebut terdiri 2 rahang yaitu fixed jaw dan swing jaw . Proses peremukan material yang dilakukan dengan menggunakan jaw crusher merupakan suatu proses yang sederhana . Material umpan . yang akan diperkecil ukurannya dimasukkan ke dalam alat tersebut akan terjepit diantara dua rahang tersebut dan mengalami kompresi . Material yang dapat diremukkan oleh proses dengan alat peremuk ini adalah batuan dari tingkat kekerasan medium hard . sampai dengan extremely hard . angat kera. Gambar 2. Gerakan Jaw Crusher pada Proses Peremukan . Kelebihan dari jaw crusher dibandingkan dengan alat peremuk lain adalah kemudahan dalam perawatan dan perbaikan . , kapasitas besar, kesederhanaan struktur dan mekanik . ,konsumsi energi dan biaya operasional rendah . , tetapi, kekurangan alat tersebut adalah rendahnya efisiensi penggunaan dari input energi yang dibutuhkan untuk proses meremukkan material . % dari input energ. , input energi yang digunakan banyak berubah menjadi bising dan panas . Konsumsi energi selama operasi pengecilan ukuran material juga tergantung pada sifat mekanik . niaxial compressive strength dan modulus elastisita. Operasi peremukan material dilakukan untuk memperkecil ukuran material dari ukuran meter sampai ukuran yang sangat kecil . ine crushin. Aedalam ukuran AAm. Prediksi mengenai distribusi ukuran produk memerlukan penanganan secara mendalam . dan masih banyak yang belum dipahami mengenai karakteristik operasional jaw crusher . KURVATEK Vol. No. April 2024: 95 Ae 100 KURVATEK e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 II. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan menggunakan alat peremuk . aw crushe. di Laboratorium Pengolahan Bahan Galian Institut Teknologi Nasional Yogyakarta, dengan tahapan sebagai berikut : Kajian pustaka mengenai jurnalAejurnal, makalah ilmiah, penelitian-penelitian terdahulu dan dasar teori tentang permasalahan yang berhubungan dengan peremukan material dengan menggunakan jaw Mempersiapkan 30 sampel material batu lempung dengan bentuk rounded, dengan diameter 2,5 cmAe 2,7 cm, disesuaikan dengan lebar gape jaw crusher. Memasukkan sampel ke dalam jaw crusher untuk diremukkan. Mempersiapkan untuk sizing produk hasil peremukan, hand sieve dengan ukuran 4#, 10#, 20#, 40#, 60#, 100# dan 200#. Menimbang berat produk yang dihasilkan tiap ukuran ayakan. Menghitung distribusi berat masing-masing produk pada tiap ukuran ayakan. Menghitung losses produk peremukan jaw crusher. HASIL PENELITIAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN Tabel 1, 2 dan 3 menunjukkan distribusi ukuran produk sampel 1 s/d 30, dengan ukuran ayakan 4#, -4# 10#, -10# 20#, -20# 40#, -40# 60#, -60# 100#, -100# 200# dan -200#. Sampel 1 s/d sampel 10 memiliki berat umpan . berkisar antara 17,38 gram-24,73 gram, persen losses berkisar antara 4,6328671%9,8388953% dan faktor losses 0,046328671-0,98388953. Tabel 1. Distribusi Ukuran Produk Sampel 1-Sampel 10 . Tabel 2. Distribusi Ukuran Produk Sampel 11-Sampel 20 . Pola Distribusi Ukuran Produk Peremukan Jaw Crusher Material Berbentuk Rounded (Erry Sumarjono. Partama Misdiyanta. Fahrudinoo. DOI : https://doi. org/10. 33579/krvtk. Sampel 11 s/d sampel 20 memiliki berat umpan . berkisar antara 17,79 gram-24,73 gram, persen losses berkisar antara 6,1780997%-8,62603306% dan faktor losses 0,061780997-0,0862603306. Tabel 3. Distribusi Ukuran Produk Sampel 21-30 . Sampel 21 s/d sampel 30 memiliki berat umpan . berkisar antara 18,92 gram-24,71 gram, persen losses berkisar antara 5,7862809%-8,70361887% dan faktor losses 0,057862809-0,0870361887. Gambar 3. Berat Losses tiap Sampel % Losses % Losses 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930 Sampel 1-Sampel 30 Gambar 4. Persen Losses tiap Sampel KURVATEK Vol. No. April 2024: 95 Ae 100 KURVATEK e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 Gambar 3 dan 4 di atas menunjukkan persen berat kehilangan tiap pengujian sampel 1 s/d 30. Persentase losses pada pengujian sampel tersebut berada di bawah 10% dari berat feed yang dimasukkan ke dalam jaw crusher. Diskusi Operasi pengecilan ukuran material . ize reductio. dalam pengolahan bahan galian dibutuhkan untuk beberapa tujuan : pemanfaatan ukuran material tersebut untuk tujuan tertentu atau persiapan untuk operasi pengolahan berikutnya. Ketercapaian ukuran material yang diinginkan merupakan salah satu indikator keberhasilan operasi tersebut, sedangkan, mekanisme pecahnya material tergantung pada distribusi gaya yang memberikan tekanan. Material yang menjadi umpan atau feed berasal dari proses pembongkaran . baik menggunakan alat mekanis maupun dengan operasi peledakan. Fragmentasi batuan merupakan gambaran hasil pembongkaran material penambangan . Berbagai macam bentuk material hasil pembongkaran misalnya. well rounded, rounded, sub rounded, angular, sub angular dan very angular. Bentuk material sebagai umpan akan memepengaruhi gaya yang diterima pada permukaan material tersebut, sehingga gaya-gaya yang didistribusikan ke dalam material dan akan mempengaruhi mekanisme pecahnya material tersebut, dikarenakan distribusi gaya . Cara kerja jaw crusher dalam memperkecil ukuran material adalah dengan cara menjepit material tersebut dengan menggunakan 2 rahangnya, dimana swing jaw akan memberikan tekanan atau gaya terhadap fixed jaw pada jarak tertentu sesuai closed setting. Material akan terjepit diantara kedua rahang tersebut, sehingga mengalami mekanisme pecahnya material, karena tekanan dan gaya yang bekerja. Hal yang sulit dilakukan adalah memprediksi pecahnya material tentang persentase distribusi berat tiap fraksi Material yang berasal dari penambangan berupa batuan, memiliki sifat dan karakteristik yang Sifat heterogenitas batuan menyebabkan batuan yang memiliki bentuk yang sama, juga akan memiliki sifat yang berbeda misalnya, adanya rekahan di dalamnya dan ikatan antar butiran yang merupakan bidang lemah pada batuan dengan bentuk yang sama juga berbeda antara satu dengan lainnya, sehingga mempengaruhi mekanisme pecahnya batuan tersebut, sehingga mempengaruhi produk akhir yang berupa fraksi-fraksi berat pada tiap ukuran produk. Mekanisme pecahnya material oleh jepitan swing jaw dan fixed jaw merupakan suatu proses yang Tekanan dan gaya-gaya yang dihasilkan oleh jaw crusher berhubungan juga dengan sifat fisik dan mekanik oleh batuan. Secara sederhana, material . alam hal ini batua. akan mengalami pecah, ketika kuat tekan yang dihasilkan oleh tekanan swing jaw batuan tersebut melebihi kuat tekan yang dimiliki oleh batuan tersebut, tetapi distribusi gaya yang terjadi pada batuan yang dijepit sehingga mengalami pecah adalah hal yang kompleks. Bentuk pecahan atau fragmentasi batuan yang terpecahkan sebagai hasil dari operasi peremukan merupakan suatu hal yang tidak dapat dikontrol oleh peralatan peremukan dan Hasil penelitian pada tabel 1, 2 dan 3, menunjukkan distribusi berat pada fraksi-fraksi ukuran ayakan 4#, -4# 10#, -10# 20#, -20# 40#, -40# 60#, -60# 100#, -100# 200# dan -200#. Distribusi ukuran produk hasil peremukan jaw crusher, untuk penelitian ini memiliki distribusi berat terbesar untuk ukuran ayakan 4#. Ukuran ayakan 4# adalah ukuran ayakan terbesar dalam penelitian ini, sehingga produk yang dihasilkan pada proses peremukan ini masih berada pada ukuran yang terbesar dari distribusi ukuran Proses peremukan dengan memasukkan umpan ke dalam jaw crusher menghasilkan produk sebanyak 30 sampel memiliki faktor kehilangan kurang dari 10% dari berat feed yang dimasukkan dan faktor losses dibawah 0,1. IV. KESIMPULAN Penelitian yang dilakukan untuk menghitung distribusi berat produk hasil peremukan jaw crusher untuk material berbentuk rounded kesimpulan sebagai berikut : Hasil penelitian pada tabel 1, 2 dan 3, menunjukkan distribusi berat pada fraksi-fraksi ukuran ayakan 4#, -4# 10#, -10# 20#, -20# 40#, -40# 60#, -60# 100#, -100# 200# dan -200#. Distribusi ukuran produk hasil peremukan jaw crusher, untuk penelitian ini memiliki distribusi berat terbesar untuk ukuran ayakan 4#. Ukuran ayakan 4# adalah ukuran ayakan terbesar dalam penelitian ini, sehingga produk yang dihasilkan pada proses peremukan ini masih berada pada ukuran yang terbesar dari distribusi ukuran produk. Proses peremukan dengan memasukkan umpan ke dalam jaw crusher menghasilkan produk sebanyak 30 sampel memiliki faktor kehilangan kurang dari 10% dari berat feed yang dimasukkan dan faktor losses dibawah 0,1. Pola Distribusi Ukuran Produk Peremukan Jaw Crusher Material Berbentuk Rounded (Erry Sumarjono. Partama Misdiyanta. Fahrudinoo. DOI : https://doi. org/10. 33579/krvtk. UCAPAN TERIMA KASIH Penelitian ini dibiayai melalui dana penelitian dari Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY). Penulis mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Penelitian. Pengabdian Masyarakat dan Inovasi (LPPMI). Institut Teknologi Nasional Yogyakarta. DAFTAR PUSTAKA