Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Pendampingan Kader Posyandu Dalam Perawatan Ibu Post Partum Dan Bayi Baru Lahir Dewi Marianthi 1*. Roma Sitio 2. Nuswatul Khaira3. Latifah HanumA 1,2,3,4 Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Aceh. Banda Aceh. Aceh. Indonesia *penulis korespondensi: marianthi_dw@yahoo. Abstrak. Angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Indonesia masih tinggi sehingga menyebabkan Indonesia sebagai negara dengan angka kematian tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Laos dengan angka kematian 357 per 100. Kematian ibu di Aceh dilaporkan 167/100. 000 kelahiran hidup dan meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 134/ kelahiran hidup. Salah satu upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam rangka meningkatkan kesehatan pada ibu post partumadalah dengan meningkatkan peran serta masyarakat terutama kader kesehatan yang ada seperti kader posyandu. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kinerja dan efikasi kader kesehatan dalam perawatan ibu post partum di rumah. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara mendampingi kader kesehatan pada saat kunjungan rumah untuk melakukan perawatan pada ibu post partum dan bayi baru lahir dengan menggunakan buku kesehatan ibu dan anak . uku pin. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terlaksananya perawatan kesehatan pada ibu post partum dan bayi baru lahir dirumah melalui kunjungan rumah yang dilakukan sebanyak 3 kali selama masa nifas oleh kader kesehatan yang ada diwilayah kerja puskesmas Ulee Kareng. Pelaksanaan kader kesehatan ini didampingi oleh bidan desa sebagai pusat rujukan awal bila ditemukan adanya masalah kesehatan di rumah. Abstract. The mortality rate for mothers and newborns in Indonesia is still high, making Indonesia the country with the second highest mortality rate in Southeast Asia after Laos with a mortality rate of 357 per 100,000. Maternal mortality in Aceh was reported at 167/100,000 live births and an increase from the previous year of 134/live births. One of the efforts that the government has made in order to improve the health of post partum mothers is to increase the participation of the community, especially existing health cadres such as posyandu cadres. The purpose of this community service is to improve the performance and efficacy of health cadres in caring for post partum mothers at home. This community service is carried out by accompanying health cadres during home visits to provide care for post partum mothers and newborns using a maternal and child health book . ink boo. The results achieved from this community service activity were the implementation of health care for post partum mothers and newborns at home through 3 times home visits during the postpartum period by health cadres in the working area of the Ulee Kareng Health Center. The implementation of these health cadres is accompanied by a village midwife as the initial referral center if health problems are found at home. Historis Artikel: Diterima: 20 Juli 2023 Direvisi: 31 Juli 2023 Disetujui: 07 Agustus 2023 Kata Kunci: Pendampingan kader kesehatan. Perawatan ibu. Perawatan BBL PENDAHULUAN Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator penting dari derajat kesehatan di masyarakat. AKI dan angka kematian neonatus (AKN) di Indonesia sampai saat ini masih tinggi, data dari kemenkes menunjukkan bahwa dari 100. 000 kelahiran hidup di Indonesia, 305 diantaranya berakhir dengan kematian sang ibu, sedangkan AKN adalah 15/1000 kelahiran hidup dengan jumlah kematian bayi baru lahir 185 perhari . Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan AKI di hitung dari kematian perempuan yang terjadi selama hamil atau 42 hari setelah berakhirnya kehamilan akibat semua sebab yang terkait atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya. Kasus kematian ibu terjadi selama kehamilan 22%, persalinan 15%, dan setelah persalinan 57%. Penyebab utama tingginya kematian adalah perdarahan post partum yaitu 32%, hipertensi kehamilan 25%, partus lama 5%, infeksi 5%, dan abortus 1%. Dari data tersebut yang menjadi etiologi perdarahan post partum adalah atonia uteri 50-60%, sisa Plasenta 23-24%, retensio plasenta 16-17%, laserasi jalan lahir 4-5% dan kelainan darah 0,5-0,8% . Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa angka kematian ibu sudah mengalami penurunan sejak 2015 hingga semester pertama 2017. Angka kematian ibu turun dari 4,999 kasus pada tahun 2015 menjadi 4,912 kasus di tahun 2016. Sementara hingga semester satu tahun 2017 menjadi 1,712 kasus kematian Penurunan AKI merupakan prioritas utama pemerintah dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2015-2019 dan merupakan target Sustainable Development Goals yang harus di capai pada tahun 2030 yaitu 70/100. 000 kelahiran hidup. Namun, tujuan dari sustainable development goals (SDG. pada tahun 2030 masih terasa sulit untuk dapat dicapai karena target untuk angka kematian ibu 70/100. kelahiran hidup, angka kematian neonatal 12/1. 000 kelahiran hidup dan angka kematian balita 25/1. kelahiran hidup. Saat ini AKN di Indonesia 15/1000 kelahiran hidup dengan jumlah kematian bayi baru lahir 185 perhari . Kematian ibu di Aceh dilaporkan 167/100. 000 kelahiran hidup dan meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 134/ kelahiran hidup. Angka kematian ibu yang terjadi di Aceh juga di dominasi oleh kematian ibu post partum 76 kasus . %) kematian di persalinan sebanyak 65 kasus . %) dan kematian ibu di kehamilan sebanyak 28 kasus . %) . Masa post partum adalah periode ibu setelah melahirkan yang di mulai dari enam jam sampai dengan 42 hari pasca persalinan. Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu post partum meliputi pemeriksaan tanda vital, pemeriksaan payudara, pemeriksaan fundus uteri dan pemeriksaan Setelah dilakukan pemeriksaan, ibu juga diberikan komunikasi, informasi dan edukasi yang cukup tentang kesehatan selama masa nifas. Keberhasilan upaya kesehatan ibu post partum di ukur melalui indikator cakupan kesehatan ibu yang di lakukan sekurang-kurangnya tiga kali sesuai jadwal yang dianjurkan, yaitu KF-1 pada enam jam sampai empat puluh delapan jam setelah persalinan. KF-2 tiga - tujuh hari pasca persalinan. KF-3 hari ke delapan sampai dengan hari ke 28 pasca persalinan, dan KF-4 pada hari ke 29 sampai dengan hari ke 42 pasca persalinan. Namun dari laporan rutin Direktorat Kesehatan Keluarga tentang cakupan kunjungan nifas pertama hanya 77% dan semakin menurun pada kunjungan kedua, ketiga dan keempat. Sedangkan angka kunjungan neonatal adalah 97% . Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam rangka meningkatkan kesehatan pada ibu post partum, salah satu kegiatan yang sangat memungkinkan adalah dengan meningkatkan peran serta masyarakat terutama kader kesehatan yang ada seperti kader posyandu. Kader posyandu dapat diberdayakan untuk mengetahui cara perawatan dan mengenali tanda-tanda komplikasi pada ibu post partum sehingga kemungkinan permasalahan yang terjadi dapat ter deteksi sedini mungkin . Beberapa negara dengan situasi yang sama dengan Indonesia telah membuktikan bahwa kader kesehatan di masyarakat dapat dilatih untuk mengenali dan mengidentifikasi tanda Aetanda komplikasi selama masa post partum, perawatan yang diberikan pada ibu post partum dan melakukan konseling tentang segala permasalahan selama masa post partum. Pelatihan tersebut juga mencakup penanganan sederhana yang dapat dilakukan di masyarakat serta kemampuan merujuk ke tenaga kesehatan. Pelatihan merupakan salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan peran kader di masyarakat. Pelatihan menjadi faktor penentu dalam mengembangkan sumber daya manusia terbatas . alam hal ini adalah kader yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan kesehata. agar berjalannya sebuah program pemerintah. Pelatihan dapat mengubah prilaku seseorang . engetahuan, sikap dan ketrampila. seseorang agar dapat bekerja lebih baik dan efektif. Penelitian sebelumnya tentang model pemberdayaan kader dalam manajemen terpadu bayi muda di wilayah kerja puskesmas Ulee Kareng menunjukkan bahwa semakin tinggi pendidikan, pengetahuan dan bersikap positif maka semakin baik perilaku kader kesehatan tentang manajemen terpadu bayi muda . Adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader tentang perawatan ibu masa nifas. Peran kader dalam membantu perawatan ibu selama masa nifas menjadi bagian penting dalam mengurangi angka kematian ibu . Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kinerja dan efikasi kader kesehatan dalam perawatan ibu post partum di rumah METODE Pengabdian masyarakat ini dilakukan diwilayah kerja puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh dengan cara Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. mendampingi kader kesehatan pada saat kunjungan rumah untuk melakukan perawatan pada ibu post partum dan bayi baru lahir dengan menggunakan buku kesehatan ibu dan anak . uku pin. Sasaran dari kegiatan ini adalah bidan desa, kader posyandu, ibu nifas dan bayi baru lahir. Secara detail kegiatan pengabdian masyarakat dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 1 Teknis pelaksanaan pengabdian masyarakat No Kegiatan Teknik Alat Sasaran Penentuan ibu Diskusi dengan bidan desa Data K4 ibu Kader kesehatan post partum hamil di Ibu post partum Evaluasi kader Efikasi diri kader kesehatan Kuesioner Kader kesehatan efikasi diri Evaluasi Pengetahuan ibu post partum Kuesioner Ibu post partum pengetahuan ibu tentang perawatan dirinya dan bayi baru lahir Penampilan Kader melakukan kunjungan Checklist Kader kesehatan kinerja kader kerumah ibu post partum penampi-lan kesehatan pada KF-1 . -48 jam saat kunjungan Setelah kelahira. KF-2 . ari ke 3-. KF-3 . ari ke 8-. KF-4 . ari ke 29-. Evaluasi kader Efikasi diri kader kesehatan Kuesioner Kader kesehatan efikasi diri Evaluasi Pengetahuan ibu post partum Kuesioner Ibu post partum pengetahuan ibu tentang perawatan dirinya dan bayi baru lahir HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan luaran yang telah dicapai dalam program pengabdian masyarakat digambarkan pada tabel dibawah ini. Tabel 2 Target dan Luaran Pengabdian Masyarakat Hasil Luaran yang ingin di capai Teridentifikasi jumlah kader kesehatan Meningkatnya jumlah kader kesehatan yang yang menjalankan kegiatan kunjungan mempunyai kemampuan dalam melakukan rumah pada ibu post partum perawatan ibu post partum dan bayi baru lahir Bertambahnya pengetahuan kader Meningkatnya pemahaman kader kesehatan kesehatan tentang perawatan ibu post dalam melakukan perawatan ibu post partum dan partum dan bayi baru lahir bayi baru lahir Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Masing Aemasing kader mempunyai keluarga binaan yaitu ibu post partum Terlaksananya kunjungan rumah oleh kader sebanyak 4x, yaitu: KF -1 . -48 jam setelah kelahira. KF -2 . ari ke 3-. KF-3 . ari ke 8-. KF-4 . ari ke 29-. Akan terdatanya jumlah ibu post partum di setiap Meningkatnya pengetahuan dan kesehatan masyarakat terutama ibu post partum dalam merawat dirinya dan bayi baru lahir. Terdeteksinya masalah kesehatan pada ibu post partum dan bayi baru lahir selama di rumah. Berdasarkan tabel 2 diatas didapatkan hasil bahwa setelah kegiatan pengabmas terjadi peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang perawatan ibu post partum dan bayi baru lahir, setiap kader mempunyai keluarga binaan yaitu ibu post partum dan Terlaksananya kunjungan rumah oleh kader sebanyak 4 kali. Hal ini sesuai dengan hasil yang diperoleh pada kegiatan pengabmas sebelumnya bahwa masyarakat memahami tentang pentingnya ibu bersalin di fasilitas kesehatan, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan tentang perawatan ibu nifas dan bayi baru lahir, kader percaya diri melakukan penyuluhan dan memotivasi ibu bersalin di fasilitas kesehatan. Kegiatan pengabmas yang dilakukan melalui 3 tahap kegiatan yaitu sosialisasi, pelatihan dan pendampingan sederhana memberikan hasil bahwa mayoritas responden . ader kesehata. memiliki pengetahuan yang baik tentang perawatan payudara . serta tekhnik menyusui dengan benar setelah diberikan pelatihan . KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan Kegiatan pendampingan kader ini dilakukan sebanyak 4X kunjungan nifas, pada pelaksanaannya kader kesehatan juga didampingi oleh bidan desa sebagai pusat rujukan awal bila ditemukan adanya masalah Saran Diharapkan bidan desa dapat mendampingi kader kesehatan pada saat pelaksanaan perawatan ibu post partum dan bayi baru lahir di rumah sehingga dapat meningkatkan kinerja dan efikasi kader kesehatan dalam perawatan ibu post partum di rumah DAFTAR PUSTAKA