KAJALI: DALANG WAYANG GARING (Dokumenter Budaya Perjuangan Dalang Wayang Garing yang Tersisa dari Kikisan Zama. Anggita gitastudio212@gmail. Jurusan Pendidikan Seni dan Pertunjukan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ARTIKEL Diterima: 6 September 2021 Direvisi: 11 Oktober 2021 Disetujui: 10 November 2021 ABSTRACT The production of this film tells the story of a modest life from a leather puppeteer, known as the puppeteer crisp. The fact that the necessities of life is never ending then. Kajali persisted with lack thereof, being the puppeteer as the only of livelihood Kajali. Now, not many traditional arts are able to survive sturdy. Kajali, one of the few people who are still trying to preserve a cultural heritage handed down by their ancestors. This documentary film packaging, adjusted based on the real story intact, so that the audience is expected to see the different side from the figure life of puppeteer in As a puppeteer, he utilizes his potential, the potential of humor and good communication to audience as the key to successful of his performance. Hopefully struggle picture of the puppeteer in this documentary can inspire various circles to give attention to revive the nation's cultural assets which tragic fate and danger of being lost without generations inherit. Keywords: Film. Documentary. Puppeteer. Puppet Crisp. ABSTRAK Karya film ini mengisahkan sebuah kehidupan sederhana dari seorang dalang wayang kulit, yang lebih dikenal dengan dalang wayang garing. Kenyataan bahwa kebutuhan hidup tidak pernah berakhir maka. Kajali tetap bertahan dengan ketiadaannya, menjadi dalang sebagai satu-satunya mata pencaharian Kajali. Kini, tidak banyak kesenian tradisi yang mampu bertahan kokoh. Kajali, satu dari sekian gelintir yang masih mencoba melestarikan sebuah warisan budaya yang diturunkan oleh leluhurnya. Pengemasan film dokumenter ini, disesuaikan berdasarkan cerita nyata yang utuh, sehingga penonton LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 2 Desember 2021 diharapkan mampu melihat sisi kehidupan yang berbeda dari sosok dalang pada Sebagai seorang dalang, dia memanfaatkan potensinya, yakni potensi humor yang tinggi serta potensi komunikasi yang baik terhadap penonton sebagai kunci sukses Semoga paparan perjuangan sang dalang dalam dokumenter ini dapat memberi inspirasi berbagai kalangan untuk memberikan perhatian menghidupkan kembali aset budaya yang nasibnya miris dan terancam hilang tanpa generasi yang mewarisinya. Kata Kunci: Film. Dokumenter. Dalang. Wayang Garing. Sebagai seorang seniman. Kajali PENDAHULUAN Sebuah karya seni tidak terlepas dilahirkan di Banten 67 tahun yang lalu. dari pembuatnya, yaitu lebih dikenal Sisi lain yang terlihat dari Kajali adalah dengan istilah seniman. Pada umumnya, semangatnya yang tak pernah padam untuk terus menjalani hidup, walaupun idenya menjadi sbuah karya seni akan dalam kehidupan yang serba pas-pasan. memerlukan berbagai tahapan proses, di Kehidupan antaranya proses pencarian yang secara Mandaya Kecamatan Carenang sangatlah terus-menerus. Hal ini dilakukan agar jauh dari kemewahan. Hal ini terlihat dari dapat menghasilkan karya yang dikenal oleh masyarakat, dapat terus diingat dan keseharian Kajali. Hal ini menjadi sumber inspirasi bagi penulis dimana kesenian Ide yang dituangkan sangat menjadi suatu dasar kehidupan bagi Kajali beragam sesuai dengan kepekaan seniman Kajali Desa namun dia tetap bertahan menjalaninya. keahlian atau potensi yang dimilikinya. Seperti halnya Kajali, dia adalah Dia hanya mengandalkan hidup dari seorang seniman wayang kulit yang Semangatnya akan ber- berperan sebagai dalang, akan tetapi kobar ketika dia melakukan pertunjukan dalam pergelarannya mempunyai keuni- Wayang Garing. kan tersendiri. Kajali hanya ditemani wa- Sebagai seorang dalang, dia me- yangnya saja, artinya dia hanya bermain manfaatkan betul potensi yang dimili- sendirian karena pemain gamelan dan kinya, yakni potensi humor dalang yang pesindennya tidak ada. Pertunjukan Wa- tinggi serta potensi komunikasi yang baik yang ini kemudian diberi nama sebagai terhadap penonton sebagai kunci sukses wayang Garing. Istilah itu bisa diartikan Dialah Kajali si dalang sebagai pertunjukan wayang yang miskin wayang garing yang bersal dari tanah dengan unsur musik dan sinden. Dila- Banten. Sejak tahun 1964 Kajali menjadi kukan hanya sendirian. seorang dalang wayang garing. Kesenian ini Anggita Ae Kajali: Dalang Wayang Garing. tendang dengan kaki kanannya sambil ayahnya yang sebelumnya juga menjadi Dia juga memegang ketokan kayu Namun karena keadaanya yang yang dibunyikan pada kotak kayu. Hal itu tidak dapat dihindari, sebuah kehidupan dilakukan sebagai penanda dialog tokoh harus terus berputar. Sama halnya dengan wayang yang sedang naik di pentas wayang garing yang sekarang dikenal gedebog pisang. Namun begitu setiap Pada mulanya wayang ini pertunjukannya tetap bisa berlangsung utuh, seperti halnya pertunjukan wayang dengan baik. Dia bercerita tentang lakon pada umumnya. Lengkap dengan iringan tertentu dengan bahasa yang dikuasainya, pemusiknya . dan juga pesinden- yaitu bahasa Indonesia. Sunda dan bahasa Namun seiring dengan perubahan daerah Banten. zaman dan sulitnya kehidupan, maka Banyak lakon wayang yang diku- kehidupan pun telah merubah Kajali asai oleh Kajali, tetapi dalam pergela- menjadi dalang seorang diri. rannya tergantung permintaan dari pe- Bagi Kajali kehidupan hanyalah nanggapnya, umumnya berkisar pada sebuah proses, sehingga tidak memetah- kisah-kisah Ramayana dan Mahabarata. kan semangatnya untuk selalu terus Selain membawakan sebuah cerita, baik tentang legenda, atau cerita tentang hal yang sedang hangat dibicarakan, bahkan bertahan dalam keadaan apapun. Meski dalang ini juga mampu bercerita tentang si banyak sekali halangan yang Kajali dapat, pengangkat hajat itu sendiri. Biasanya yaitu dengan banyak munculnya hiburan- nama-nama tokoh dalam lakon yang hiburan yang menjadi trand masa kini. dibawakan Kajali ini digantikan dengan Seperti organ tunggal misalnya atau nama-nama penonton yang hadir, sehing- hiburan-hiburan yang sama sekali jauh ga penontonpun merasa ada dalam cerita dari nilai budaya warisan nenek moyang atau lakon tersebut. Kajali Untuk itu Kajali mampu membuka Komunikasi yang baik serta kecer- wawasan baru bagi masyarakat modern dikan itulah yang membuat penonton sekarang, karena kesenian wayang garing betah menyaksikan pergelaran wayang yang Kajali pertahankan mampu menjadi Seperti halnya ketika penulis sebuah warisan budaya khususnya di menyaksikan langsung sebuah pertunju- Provinsi Banten. kannya, banyak sekali fakta-fakta menarik yang menjadi sebuah jawaban atas rasa menjadi keutamaan dari dalang Kajali. penasaran yang penulis rasakan selama ini Dalam pagelarannya, dia hanya memain- tentang dalang wayang garing. Ternyata kan wayang-wayang dengan diiringi suara sebuah kesenian mampu bertahan karena adanya keinginan yang kuat dari seniman ditempelkan dikotak kayu dan ditendang- itu sendiri serta dukungan yang penuh Komunikasi . imbal LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 2 Desember 2021 dari masyarakat dengan terus mengapre- Maka atas dasar hal tersebut, pe- siasi keseniannya, terlebih ini adalah nulis merasa tertarik untuk mewujudkan sebuah warisan budaya yang hampir menggambarkan tentang kehidupan atau Berdasarkan hal-hal di atas, men- biografi Kajali, yaitu dalam sebentuk film jadi sebuah daya tarik bagi penulis untuk Untuk hal tersebut diperlu- menuangkan idenya menjadi sebuah film. kan dasar-dasar materi yang akan dijadi- Kemudian film yang dibuat ini diberi kan focus visualnya, yakni sebagai titik judul: KAJALI. Sebuah film yang meru- tolak dalam perwujudan bentuk filmnya, pakan gambaran kualitas seorang dalang baik dari aspek naratif maupun aspek wayang garing. Meskipun tanpa pesinden dan pemusik, juga kurangnya dukungan Sumber Ide garing. Kajali masih tetap mampu menja- Pembuatan suatu bentuk karya se- lankan pagelarannya. Dengan dibuatnya ni, tentu harus mempunyai titik tolak film ini, penulis berharap dapat berkon- sebagai dasar atau pijakan dalam kreasi- tribusi untuk memperluas pengetahuan Demikian pula dengan penulis yang masyarakat dan pemerintah tentang wa- membuat sebentuk film dokumenter ten- yang, khususnya wayang garing. tang kehidupan Kajali sebagai seorang dalang Wayang Garingdi daerah Banten. PEMBAHASAN Sudah barang tentu, keinginan untuk Rumusan Ide Penciptaan membuat film sosok Kajali ini tidak begitu Menelaah kehidupan Kajali sebagai saja muncul atas ketertarikan saja, melain- seorang seniman Wayang Garing, boleh jadi kan melalui berbagai proses. Di antaranya, merupakan sebuah contoh bagi seniman penulis mendapatkan informasi tentang lain dalam menuangkan kreasinya. Dia adalah sosok seniman yang penuh dengan dalangnya Kajali. Kemudian penulis pun semangat hidup, khususnya semangat melakukan penalaahan lebih lanjut dengan untuk mempertahankan budaya sebagai mendatangi Kajali, mewawancarainya dan Hal Wayang Garing Audio- Visual. nampak dalam kehidupannya, walaupun Kenyataan yang didapat penulis, mencukupi, dia masih tetap memiliki se- mengesankan sebuah keunikan dalam diri mangat berkreasi dan mencoba memper- Kajali, baik dalam tarap kehidupannya tahankan kesenian yang digelutinya agar sebagai pribadi Kajali maupun sosok tetap hadir di Wilayah Banten dan tetap dirinya sebagai seorang seniman. Terlebih dikenal oleh masyarakat. Dengan cara lagi setelah menyaksikan pertunjukannya teknik komunikasinya pula, dia mampu yang hanya dilakukan seorang diri, tanpa hadir di hadapan khalayak secara har- pengiring musik dan sinden yang melan- Anggita Ae Kajali: Dalang Wayang Garing. tunkan lagu-lagunya. Hal itu pun menjadi berani mengatakan bahwa film yang keunikan tersendiri dalam bentuk perge- dibuat ini benar-benar asli sebagai sebuah laran Wayang Garing. karya film dokumenter yang dibuat oleh Bertolak dari hal tersebut, kemudian penulis merasa tertarik sekali dapat memvisualisasikan profil kehidupan Kaja- Kajian Sumber Penciptaan Film Gagasan itu diperkuat dengan melihat Kajian Definisi Film gaya dan cara komunikasi sosok Kajali Dalam sebuah film, tidak terlepas dalam mendalang, sehingga penulis ke- dari unsur-unsur pembentuknya. Terdapat mudian memutuskan untuk membuat dua unsur utama yaitu, unsur naratif dan sebuah film dokumenter dengan format unsur sinematik. Kedua unsur tersebut bentuk profil seorang tokoh, yakni sosok harus berpadu dan saling menunjang tokoh seorang Kajali. dengan kekuatannya masing-masing. Seperti yang dikatakan oleh Himawan Pratista dalam bukunya Memahami film Orisinalitas sebagai berikut: Film yang dibuat oleh penulis ini dikemas sedemiakn rupa dengan harapan AuBahan memadai belum tentu menghasilkan Dalam bentuk naratifnya, film ini berkisah sesuatu yang baik jika kita salah tentang kehidupan seorang dalang wayang mengolahnya demikian pula sebalik- garing, dimana film ini menampilkan ber- Sebuah film yang memiliki cerita bagai aktivitas keseharian Kajali saat atau tema kuat bisa menjadi tidak berada di rumah, dengan aktivitas Kajali berarti tanpa mencapaian sinematik saat di perjalanan menuju tempat pemen- yang memadai. Sementara pencapaian tasan dan bagaimana pola dan bentuk sinematik yang istimewa bisa pula komunikasi saat dia melakukan pertun- tidak berarti apa-apa tanpa pencapaian jukan dihadapan khalayak. naratif yang memadai. Ay (Pratista, 2008: Sebelumnya, penulis sama sekali tidak menemukan bentuk film yang menggambarkan tentang profil dan sosok Selanjutnya terbentuknya sebuah kehidupan Kajali seperti yang diungkap- film merupakan perpaduan bahasa visual kan dalam film yang penulis buat. Bahkan . dengan bahasa suara atau lebih bentuk video dokumentasi pementasan dikenal lagi dengan istilah audio-visual. Kajali pun tidak pernah ditemukan, hanya Dalam hal ini diperkuat oleh pernyataan beberapa berita dan informasi dari rekan dari Himawan Pratista seperti berikut : atau seniman lain yang mengetahui ten- Bahas film adalah kombinasi antara bahasa tang pertunjukan wayang garing dengan suara dan bahasa gambar. (Pratista, 2008:. dalang Kajali ini. Oleh sebab itu, penulis LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 2 Desember 2021 AuPengetahuan ini mengenai doa-doa Dalang dan Wayang dan mantra-mantra khusus, dan tata Wayang. Victoria M. Clara van Groenen- cara tertentu dalam hal tingkah laku dael menyatakan sebagai berikut: Dalam Dalang dalang menghadapi kejadian-kejadian sejumlah pengertian. Pengertian perta- penting dalam kehidupan masyarakat, ma ialah Aogambaran tentang suatu misalnya musim kering dan hama yang tokohAo. AobonekaAo, lebih tegas lagi adalah mengancam panen, malang mujur nasib seseorang, dan juga keberhasilan Pengertian boneka-boneka AuPerkataan AowayangAo Pengetahuan gaib demikian semata- mata hanya boleh dikuasa oleh mereka demikian pula, lebih luas lagi ialah yang sudaha di berkati, dan juga telah bentuk-bentuk drama tertentu. Dengan menempuh beberapa bentuk penga- demikian, disamping wayang kulit, yang didalam hal ini bayangan boneka- tahuan yang keduniawian dan yang boneka kulit berpahat. Di proyeksikan gaib ini berpadu, dan membentuk apa di atas kelir dengan bantuan sebuah yang dinamakan phadalangan, yaitu lampu, adalah wayang klithik yang ilmu atau seni dalang. Ay (Groenendael, 1987 : 6-. boneka-boneka Penge- pipih yang bercat . , dan wayang golek yang menggunakan kayu tiga Dalang adalah orang yang bertin- matra yang berbusana . , dan dak sebagai figure wayang. Seorang dalang tanpa menggunakan kelir bagi kedua- memiliki kedudukan yang sentral dalam Ay (Groenendael, 1987:. pagelaran wayang, ia bertanggung jawab pada seluruh pagelaran wayang, serta Pekerjaan dalang didasarkan atas harus memipin musik, membuat hidupnya tradisi yang berabad-abad tuanya dan pertunjukan, bertindak sebagai sutradara, diturunkan secara lisan, umumnya dari sebagai penyaji, sebagai juru penerang, ayah kepada anak laki-laki. Disamping juru pendidik, penghibur dan pemimpin pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai oleh mereka, misalnya tentang Semua dalang di zaman cerita, gending yang dimainkan oleh bangunan sekarang ini dituntut kreativitas gamelan pengiring, suluk, dan teknik per- gelaran, juga ada sekian banyak penge- modernisasi membawa pola dampak ter- tahuan gaib yang terlibat didalamnya. hadap kehidupan seni pertunjukan wa- Dalam hal ini Victoria M. Clara, selan- yang baik dmpak yang positif maupun jutnya mengutarakan sebagai berikut: dampak yang negative. Oleh karena itu Hal Anggita Ae Kajali: Dalang Wayang Garing. mempunyai relevansi dengan kehidupan entasan, sabetan, perangan, atau sarana dan mencerminkan nilai-nilai luhur serta sabet . erak wayan. dan mengangkat derajat kemanusiaan. Hal ini narasi serta lokn atau ceritra. dijelaskan Soetarno, sebagai berikut: Selain menyampaikan isi seorang da AuDalam kadang-kadang seniman dalang ber- penyajian sehingga setiap sajian pake- tindak sebagai komunikator, dinami- sator, namun paling tidak ada 3 fungsi regu, seorang dalang dapat menyajikan sosial dalam menyajikan wayang yaitu. suasana yang wibawa, mrabu . , . sebagai komunikator sang dalang luhur . isalnya dalam adegan jejer, berfungsi menyampaikan pesan-pesan adegan kedato. gereget, dapat me- pembangunan lewat pakeliran dengan nimbulkan suasana tegang, yang dapat cara mengolah pesan tersebut dalam mempengaruhi penonton. sem, dalam bahasa pedalangan tanpa mengurangi adegan tertentu seorang dalang dapat mulu penyajiannya. Misalnya dalam menampilkan suasana yang romantic, rasa asmara khususnya dalam adegan berencana atau lingkungan hidup yang Nges dalam seorang dalang harus ditempatkan pada adegan. harus mampu menimbulkan rasa sedih, mengandung unsur-unsur: renggep, dalam suasana pakeliran tetap menempatkan diri pada suatu posisi hidup bersemangat tidak kendor, serta yang tidak memihak kepada salah satu adegan 1 dan lainnya merupakan norma tertentu. sebagai eman- kesatuan yang utuh dan ada kaitannya. cipator, artinya seniman dlang mem- Cucut seorang dalang dapat membuat bantu mengantarkan para penonton humor yang sehat. Ungguh-ungguh secara kelompok atau individual ting- seorang dalang dapat menempatkan kat perkembangan kepribadian yang lebih tinggi dengan cara peningkatan bahasa . anturan, anatwacan. Jiwa daya apresiatif, kepekaan rasa yang terampil, artinya seorang pada gilirannya tugas pokok dalang dalang harus terampil dan cekatan dalam sajian wayang kulit adalah menyampaikan isi. , catur . ahasa, antawacana, . erak irinagan . uluk, karawitan, banyol dan antawacana. laras, meliputi kepraka. , maupun dalam menggarap pathetan, sendono, ada-ada, tembang. Ay (Soetarno, 1987: 1-. Cerita, dhodhogan, keprakan, serta gendhing. Dari kutipan tersebut, jelas bahwa capengan, tancepan, bedolan, entas- Kajali sebagai seorang dalang telah meme- . erak LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 2 Desember 2021 nuhi syarat sebagai penyaji lakon. Dia git yang bisa dipersamakan dalam arti Namun dalam beberapa penyajian pentas Syarat-syarat di atas merupakan wayang. Kajali tidak dapat menyajikannya segala sesuatu yang harus dipenuhi dalam pertunjukan wayang. Syarat tersebut se- . bagai sebuah sarana untuk menunjang dalam penyampaian isi pakeliran. Unsur-Unsur Pergelaran Wayang Media Komunikasi Dalam bidang komunikasi, istilah Dalam sebuah pertunjukan wayang media yang sering kita sebut sebenarnya Hal ini disebabkan estetika dalam pergelaran wayang sangat menen- media komunikasi. Media komunikasi ini sangat berperan dalam mempengaruhi Bermutu atau tidaknya sajian pagelaran perubahan masyarakat. Karya film do- wayang sangat ditentukan oleh unsur- cumenter AuKajaliAy adalah contoh pendeka- unsur pergelaran estetis. Unsur-unsur tan penulis pada media untuk meraih keindahan itu dapat dihadirkan lewat sukses dan menjadi pendorong perubahan, pergelaran wayang yang terdiri atas sehingga karya ini bisa menjadi media pelaku wayang atau pelaksana . Terkait dengan hal tersebut. Agus Sahari . menjelaskan bahwa peralatan pergelaran . ayang kulit, kelir, melalui media komunikasi yang bersifat gedebog, kotak wayang, keprak, cempala, media audio-visual ini mengandalkan blencong, gamela. maupun tempat pertun- jukan wayang . khalayak sasaran . Sedangkan Demikian pula dalam pergelaran sebagai media komunikasi, sebuah produk wayang, selalu disampaikan pesan yang audio-visual melibatkan lebih banyak berupa nilai-nilai kehidupan yang termuat elemen media dan lebih membutuhkan dalam jalannya cerita. Sampai atau tidak- perencanaan agar dapat mengkomunika- nya suatu pesan atau isi lakon yang di- sikan sesuatu. hadirkan oleh dalang, sangat tergantung Produk audio-visual selain menjadi pada kemampuan dalang dalam meng- media komunikasi juga dapat menjadi garap unsur-unsur pakeliran atau seberapa media dokumentasi. Sebagai media doku- jauh dalang itu dapat menerapkan sanggit mentasi tujuan yang lebih utama adalah terhadap unsur-unsur pergelaran wayang mendaptkan fakta dari suatu peristiwa. Sanggit adalah upaya seniman dalang Media dokumentasi sering menjadi salah dalam memperoleh efek yang terbaik. satu elemen dari media komunikasi. Hal Sanggit adalah bahasa Jawa dari kata ang- ini dipertegas oleh Sachari . bahwa media komunikasi berupa dokumenter Anggita Ae Kajali: Dalang Wayang Garing. sering dianggap sebagai rekam dari aktu- tentang Rahwana dan Sinta, kemudian alitas, potongan rekam suatu kejadian juga tentang legenda di zaman kerajaan- sebenarnya berlangsung, saat orang yang kerjaan dan sultan. Namun terkadang terlibat didalamnya berbicara, kehidupan nama tokoh-tokoh wayang diganti dengan nyata seperti apa adanya, spontan, dan nama penontonnya. Hal inilah yang tanpa media perantara. membuat Kajali mendapatkan saweran Kekhasan seorang dalang dalam menuturkan cerita sangat beragam, sesuai Selain itu. Kajali pun selalu dengan cara komunikasi terhadap audience. memberikan hal-hal yang unik dalam Sejak ceritanya, seperti pantun-pantunya, ke- mendalang seorang diri. Hal ini dikare- mudian cerita kehidupan pendalangnya nakan keadaan yang tidak memungkinkan dan juga orang-orang terdekatnya. Kajali Lebih untuk membayar pengiring musik dan Soetrano menjelaskan juga, bahwa nges dalam diri disebut sebagai Wayang Garing. Bisa diar- seorang dalang harus mampu menim- tikan sebagai pertunjukan wayang yang bulkan rasa sedih, haru dan memukau miskin dengan unsur musik dan sinden. Hal tersebuat bisa terlihat dalam Dilakukan hanya sendirian. Untuk meng- diri Kajali. Ketika dia bercerita dalam adakan pertunjukan, biasanya kajali di- minta oleh pengangkat hajat . ahibul haja. membawakan cerita-cerita lucu, namun untuk menjadi pengisi acara. Biasanya sebelum pementasan kajali menyiapkan bernuansa sedih. Kajali akan menuturkan segala keperluan pentas dan menda- sebuah isi cerita lebih mendalam pada saat laminya, sehingga ketika ada kekurangan akan mendekati klimaks atau puncaknya. Kajali akan meminta pada si pengangkat Cara ini juga merupakan salah satu teknik hajat untuk menyiapkan kebutuhannya. untuk meminta lagi saweran kepada siapa Seperti yang di tuturkan Soetarno saja yang belum memberinya saweran. Hal . , bahwa cucut seorang dalang itu bisa diketahuinya karena Kajali telah dapat membuat humor yang sehat. Ung- guh-ungguh seorang dalang dapat menem- pementasan dimulai. nama-nama patkan tatakrama, baik dalam penerapan Dengan memahami seluk beluk bahasa . anturan, antawacan. Dalam sebu- kehidupan Kajali baik dari sisi kehidupan sehari-hari maupun keunikan sikap-sikap- menuturkan kata-kata, pujian-pujian, pan- nya dalam mementaskan wayang garing, tun dan sapaan kepada para penonton agar maka penulis bisa memilki pijakan dasar diberi saweran kepada dalang kajali. Cerita untuk memvisualisasikan kehidupan Ka- yang dibawakan oleh Kajali sama saja jali tersebut. Bentuk film yang di kete- Kajali dengan dalang lainnya, seperti bercerita LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 2 Desember 2021 ngahkan adalah dokumenter yang me- perencanaan matang terhadap permainan ngantarkan pada profil sosok Kajali. Dengan angle yang berbeda sutradara juga menggunakan komposisi Konsep Pembuatan Film sesuai dengan nilai-nilai gambar. Jika Bentuk Film dikatakan secara artistiknya bagus maka sutradara meminta kameraman mengam- Film Kajali dibuat dengan format Dokumenter. Film ini difokuskan pada detail-detail kehidupan dalang, hal ini digambarkan menggunakan komposisi yang utuh secara melalui adegan dalang dengan aktivitas kehidupannya, baik di dalam rumah variatif karena, semua kebutuhan gambar maupun aktivitas dalang sebagi masya- disesuaikan pada cerita yang dikemas rakat luas. Film ini dituturkan juga lewat pada storyline. Ukurannya narasi dimana narasinya bersumber dari narasumber yang telah diwawancarai. Proses Penciptaan/Garapan Film Kajali ini juga menghandirkan dalang Pra Produksi (Eksplorasi/Observasi. Eksperimentasi dan Perancanga. membawakan sebuah cerita, dan mengajak Penelitian awal dilakukan beberapa penonton ikut serta dalam film ini. Seperti Tujuannya untuk mengetahui dan mengenali objek yang akan penulis buat tersebut dikemas seolah-olah dalam sebuah film. Disini penulis selalu sedang berkomunikasi dengan penonton. memotret kehidupannya dalam sebuah Untuk mendukung adegannya disisipkan ilustrasi musik yang dibuat oleh illustrator dilakukan untuk lebih mendalami dan kemudian musik yang digunakan lebih memahami tentang sosok seorang Kajali dititik beratkan pada musik khas Banten. dan Wayang Garing sebagai mata penca- Sehingga film ini menjadi lebih kental lagi hariannya yang kemudian dituangkan kekhasan budayanya. Ilustrasi musik di dalam bentuk perancangan produksi Film konsep oleh sutradara yang garapannya Kajali AuDalang Wayang GaringAy. Proses- nya sendiri dilakukan dengan berbagai Penelitian cara, yaitu melalui riset literatur, wawan- bertanggung jawab terhadap bagian ini. cara dan menonton pergelarannya. Riset literatur ini, penulis membaca apa saja Pengambilan Gambar Teknik pengambilan gambar yang yang berkaitan dengan kehidupan Kajali dilakukan kameraman diarahkan oleh sebagai dalang wayang garing. sutradara yaitu menggunakan angle yang literatur yang dijadikan sumber informasi berbeda sesuai kebutuhan gambar yang koran, majalah, resensi dan dinginkan sutradara melalui konsep yang booklet sebagai pengantar dalam pertun- telah dibuat. Hal ini berdasarkan kebu- jukan yang dilaksanakan oleh Universitas tuhan cerita dan tentunya dibuat dengan Indonesia. Anggita Ae Kajali: Dalang Wayang Garing. Hal kedua yang dilakukan penulis pokan bagian perbagian sesuai adalah teknik wawancara, baik terhadap dengan apa yang dibuat breakdown budayawan dan masyarakat lain yang tempat dan pemain. Dengan demi- mengetahui tentang Kajali. Selain hal kian dalam proses pengambilan tersebut penulis selalu berusaha mencari gambarnya tidak dilakukan bolak- siapapun dari masyarakat di daerah Serang. Banten yang mengenali atau Setelah melakukan hal-hal seperti di mengetahui terhadap kesenian wayang Hal ini dilakukan karena kurang- penelitian langsung, sehingga dalam pe- nya referensi yang menjadi sebuah rujukan ngambilan gambar saat shooting penulis penulis untuk mengetahui bagaimana menitik beratkan pada gambar yang telah sosok Kajali dan wayang garing. diambil sebelumnya. Selebihnya penulis Hal ketiga yang dilakukan adalah mengandalkan pada kemampuan kamera- menyaksikan langsung pertunjukan wa- man untuk mengeksplor kembali gambar yang garing, yang dimulai dari persiapan yang telah dirancang sebelumnya oleh pentas Kajali, mengikuti perjalanan Kajali menuju tempat pertunjukan, sampai tiba Tahapan pra-produksi selanjutnya, di tempat kepertunjukannya. Dari data penulis melakukan perancangan. Peran- yang telah didapat, penulis mencoba memilih apa saja yang menjadi bahan tahapan proses yaitu proses observasi dan penelitian, sehingga dalam perencanaanya eksperimentasi sehingga ketika dituang- penulis lebih memfokuskan pada apa saja kan lewat storyline penulis tidak mene- yang dibutuhkan seperti: mukan kesulitan karena data-data dari sebuah materi yang dibutuhkan untuk Ide Garapan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan penulis mela- kukan langkah selanjutnya dalam Kemudian penulis mulai melakukan proses garapan. menyusun kebutuhan alat apa saja yang Treatment, penulis merancang apa saja gambar yang akan diambil saat proses shooting berlangsung. Storyline. Dari hasil yang direncanakan Adapun Kamera multicam Lampu 3 buah Taskam Rode Jadwal Shooting. Dalam membuat Tripod jadwal ini penulis telah mngelom- Alfajib suaikan bagaimana film ini menjadi LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 2 Desember 2021 Penyempurnaan sinopsis, treatment Kabel dan storyline, seperti di bawah ini: Stand lampu 3 buah A Sinopsis Film Wayang Dalang Garing Produksi AuKekayaan tidak selamanya berwu- Produksi adalah tahapan kedua dari proses pembuatan film setelah pra Dalam tahap ini penulis mela- budaya dan peninggalannya. Seperti kukan perekaman gambar dilapangan warisan budaya dari tanah Banten yang sesuai dengan apa yang telah direncakan menjadi sebuah inspirasi bagi Kajali Dari jadwal yang telah ditentukan, penulis membuat beberapa catatan dan keterangan apa yang telah menjadikan wayang garing sebagai Hal tersebut akan mempermudah sumber dalam kehidupannya, meski pekerjaan selama produksi berlangsung. banyak sekali hiburan-hiburan yang Dengan masyarakat sukai karena berbagai daya shooting tidak memerlukan banyak peru- tarik dan kecanggihannya, bahan terhadap apa yang telah direncakan Kajali tidak pernah putus asa untuk Walaupun demikian kendala itu tetap ada seperti lokasi yang tidak masyarakat luas bahwa wayang garing diketahui oleh tim produksi. Namun hal adalah kesenian yang menarik untuk itu dapat teratasi karena fokusnya pada storyline yang telah dibuat. Adapun kendala-kendala A Treatment AuTreatment ataranya meliputi: Ketika berada di luar ruangan, adegan yang dibuat sebelum dikem- cahaya yang begitu terang terasa bangkan dalam bentuk skenario. Dalam mengganggu karena hasil gambar Kamus Kecil Istilah Film ditemukan bahwa yang terlihat melalui LCD kamera, berbeda hasilnya ketika direview pertengahan dalam proses pembuatan melalui komputer. skenario, yakni sesudah dibuat sinopsis. Treatment Terdapat kerusakan dari peralatan sebelum tahap skenario. Memuat perkem- yang dipergunakan, yaitu adanya bangan penuh dari jalan cerita, termasuk peralatan lampu yang putus saat pokok-pokok ucapan pembuatan dialog digunakan di lokasi shooting. dalam tahap skenario nanti. Ay (Badan Berdasarkan hasil yang telah didapat maka Pengembangan SDM Citra. Kamus Kecil ada beberapa perubahan yang meliputi: Istilah Film. Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, 2002:. Pengambilan gambar yang kurang Memaksimalkan peralatan yang ada Anggita Ae Kajali: Dalang Wayang Garing. Treatment KAJALI: AuDalang Opini penonton tentang pertun- Wayang jukan wayang garing. GaringAy Selesai pertunjukan Kajali merapih- Bersama hadirnya gambar pertun- kan wayangnya. jukan dalang sebuah suara gaduh Perjalanan Kajali menuju rumah antara kecrek dan ucapan si dalang menyatu dalam frame. atau pulang. Menampilkan sosok seorang dalang Pasca Produksi merapihkan wayangnya. Percakapan dalang untuk meminta Teknik editing yang digunakan, bantuan anaknya merapihkan kotak akan bertitik tolak dari kebutuhan cerita wayang yang akan dibawa menuju dalam storyline, sehingga dalam pelak- tempat pementasan. sanaannya tidak menggunakan animasi. Perjalanan dalang menuju sekolah Adapun program-program yang dipakai tempat pertunjukannya menggu- dalam editing adalah Edius. Dalam editing nakan sepeda. ini, dikerjakan melalui beberapa tahapan. Pemandangan alam berupa sawah. Loging yaitu pemilihan data dan Tibanya dalang di tempat hajat. Pertunjukan wayang garing. pemisahan antara Untuk menjadi sebuah penanda akan bergantingan scene ini meng- Adapun data yang gunakan ilustrasi yang berbeda didapat dari hasil produksi selama dengan adegan wayang disabetkan seminggu, keseluruhannya menca- oleh dalang kemudian masuk pada pai 16 Jam 32 menit. Dari sejumlah landscape . emandangan ala. data tersebut kemudian disesuaikan Wawancara dengan cerita sehingga hasilnya menjadi 42 menit. mampu menuturkan pandangan- Pembuatan editing list yang akan nya dengan pertanyaan yang disiapkan tentang wayang garing. digunakan sebagai dasar dari pe- Kemudian disisipkan adegan dan nempatan-penempatan gambar da- scene-scene lam film secara keseluruhan. Tahap pemotongan dan penempatan yang berbeda dengan tetap disi- gambar-gambar sipkan gambar-gambar aktifitas da- lang dan potensi Bantennya, seperti dengan urutan storyline yang dibuat. pantai anyer yang terkenal di Penyusunan dan penghalusan yaitu, wawancara dengan 2 narasumber memadukan gambar-gambar dan Banten. narasi yang dibutuhkan dengan LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 2 Desember 2021 Kajali adalah sosok seorang seni- man tua berumur 67 tahun yang struktur visual. Mixing suara. Dalam tahap ini ada tetap mempunyai dedikasi dan dua hal yang perlu dikerjakan, yaitu: semangat tinggi dalam mendalang memadukan antara suara dengan untuk mempertahankan kesenian gambar dan antara suara dengan terhadap kesenian tradisional seba- Suara-suara yang dibangun gai warisan leluhurnya. Meski dalam film ini adalah atmosphere, dialog dan narasi, shound efek serta Kajali mampu bertahan dengan ilustrasi musik. Dalam tekniknya ada penyesuaian antara gambar Komunikasi yang harmonis dengan dengan suara adegan mana saja yang penonton mampu dilakukan oleh perlu diberi ilustrasi musik dan Kajali, saat mementaskan Wayang adegan mana yang tidak, serta suara Garing. Pada akhir dari tulisan ini, penulis volumenya dan mana yang mesti merasa perlu untuk menyampaikan be- Colouring, yaitu penyesuaian warna- berapa saran. Hal ini disampaikan karena warna sehingga secara keseluruhan berdasarkan pengamatan dan penelitian warnanya menjadi rata . serta praktik langsung dengan melakukan Finishing, adalah tahapan terakhir shooting yang dilakukan oleh penulis, untuk online dalam tahap ini dila- maka mengajukan beberapa masukan kukan pengecekan kembali terhadap hasil gambar yang sudah disusun memerlukan persiapan juga terhadap suara-suara. Maksud- setiap produksinya terutama berkaitan nya agar film yang akan ditayangkan dengan waktu, sumberdaya manusia dan mencapai hasil yang optimal. peralatan yang sesuai dengan konteks di Setiap . Bagi lembaga-lembaga yang terkait dengan kebudayaan dan kesenian SIMPULAN Setelah melakukan rangkaian dari setiap proses yang dilakukan penulis kesenian yang ada di daerahnya sehingga dapat mengambil kesimpulan sebagai ketika ada penelitian yang akan dilakukan oleh siapapun dapat dengan mudah Melalui kegiatan observasi yang mencari datanya. Masyarakat harus dilakukan, penulis dapat menge- lebih peka terhadap nila-nilai budayanya tahui budaya Banten. Salah satunya sendiri sehingga tidak mudah hilang dan adalah kesenian Wayang Garing yang ada di Kecamatan Carenang sehingga generasi selanjutnya tidak lagi Desa Mandaya. mengetahui aset budaya daerahnya. Anggita Ae Kajali: Dalang Wayang Garing. Sahari Agus, 2008. Penelitian Budaya Rupa dan Design DAFTAR REFERENSI Ismail Usmar, . rsitektur, seni rupa, dan kary. (Badan Pengembangan SDM Citra. Kamus Jakarta: Erlangga. Soetarno, 1984. Pertunjukan Wayang dan Kecil Istilah Film. Yayasan Pusat Makna Simbolisme. Perfilman:. Hadi. Pengantar Metode Samsul. Victoria M. Clara van Groenendael, 1987. Sumber Kompas/w. wayanggaring,com Dalang Dibalik Wayang. Jakarta. Pratista. Himawan, 2008. Memahami Film. Yulius. Yulita. Tentang Indonesia. Diakses pada: y3lita81@yahoo. Homerian Pustaka Yogyakarta. LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 2 Desember 2021