MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Pendidikan Humanistik pada Santri di Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi Salatiga Maulida Nurul Hidayah Universitas Islam Negeri Salatiga maulidanurulhidayah5@gmail. Purnomo Universitas Islam Negeri Salatiga purnomo@uinsalatiga. Abstract: This study aims to determine the form of implementation and steps of humanistic education for students of the Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi Islamic Boarding School in Salatiga. This study uses a field research method with a descriptive-qualitative Data collection techniques include interviews and observations. Data validity testing uses source triangulation. The informants of this study were the caregivers, administrators, and students of the Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi Islamic Boarding School. The results of the study indicate that the form of implementation of humanistic education at the Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi Islamic Boarding School is self-awareness and a sense of humanity, freedom to memorize the Qur'an according to ability, mutual respect, and no The steps for implementing humanistic education at the Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi Islamic Boarding School are providing advice, reflection, reminders to be consistent and get closer to Allah Swt. , and giving rewards and punishments. Keywords: Education. Humanistic. Student. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk penerapan dan langkah-langkah pendidikan humanistik pada santri di Pondok Pesantren Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi di Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode field research dengan pendekatan kualitatif Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Informan penelitian ini adalah pengasuh, pengurus, dan santri pondok pesantren Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk penerapan pendidikan humanistik di Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi berupa adanya kesadaran diri dan rasa kemanusiaan, kebebasan menghafal Al-QurAoan sesuai kemampuan, saling menghargai, dan tidak diskriminasi. Langkahlangkah penerapan pendidikan humanistik di Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi yaitu pemberian nasihat, meditasi, pengingat untuk istikamah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. , serta pemberian hadiah dan hukuman. Kata kunci: Pendidikan. Humanistik. Santri. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. PENDAHULUAN Manusia sebagai makhluk sosial, tidak bisa hidup tanpa orang lain. Setiap satu orang dengan yang lain pasti berbeda. 1 Jika dianalogikan, bayi yang lahir kembar dari satu rahim yang sama memiliki kepribadian yang berbeda, apalagi bayi yang lahir dari rahim yang berbeda-beda. Setiap individu juga harus peduli dengan individu lain dan lingkungan sekitar. Tidak menjadi pribadi yang egois dan memaksakan kehendak kepada orang lain. 2 Ada banyak situasi dan kondisi yang menggambarkan kemajemukan misalkan kehidupan para santri di pondok Pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan tertua yang telah melekat dalam perjalanan kehidupan bangsa Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu dan telah banyak memberikan kontribusi besar dalam peradaban bangsa ini. Alam kehidupan di pondok pesantren menyajikan sekaligus membutuhkan pendidikan humanistik yang dapat membantu menumbuhkan kesadaran para peserta didik untuk menyadari bahwa ia dapat tumbuh dan berkembang dalam kontek kebersamaan dengan orang lain yaitu dalam satu komunitas di pondok pesantren. 4 Keterjalinan antar individu juga membawa peserta didik pada pemahaman bahwa orang lain adalah saudara, teman, sahabat, dan kerabat yang harus dijaga, bukan sebagai lawan atau musuh yang harus dibunuh. Pendidikan pada hakikatnya bertujuan untuk memanusiakan manusia . (Muzani & Ichsan, 2. Melalui pendidikan yang bertujuan untuk memanusiakan manusia tersebut akan melahirkan peserta didik yang memiliki karakter yang baik dan menumbuhkan potensi baik dalam diri manusia secara penuh dan peserta didik tumbuh menjadi pribadi utuh Kiki Mundiasari. AuPola Hubungan Antar Manusia Sebagai Insan Pendidikan,Ay AKTUALITA: Jurnal Penelitian Sosial dan Keagamaan 12, no. : 64Ae80. Irmayanti. AuHumanistic Learning Theory in Islamic Religious Education With a Cooperative Learning Approach,Ay IJGIE: International Journal of Graduate of Islamic Education 2, no. : 1Ae10, https://doi. org/10. 37567/ijgie. Sri Haryanto Ngarifin Shiddiq. AuHumanisme Pendidikan Pesantren,Ay Manarul QurAoan: Jurnal Ilmiah Studi Islam 14, no. : 1Ae15. Muhammad Khotibul Umam dan Dailatus Syamsiyah. AuKonsep Pendidikan Humanistik Ki Hadjar Dewantara dan Relevansinya Terhadap Desain Pembelajaran Bahasa Arab,Ay EDULAB: Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan 4, no. : 59Ae82, https://doi. org/10. 14421/edulab. Hanif Choirul Ichsan. AuPendidikan Nilai Humanis di Pondok Pesantren Wahid Hasyim Sleman Yogyakarta,Ay Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah . 36Ae44, https://doi. org/10. 21831/diklus. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. yang bersedia memperbaiki kehidupan. 6 Pendidikan dengan memperhatikan aspek hakiki manusia dengan tujuan memanusiakan manusia disebut dengan pendidikan humanistik. Pendidikan humanistik merujuk pada pada teori humanistik. Teori humanistik bertujuan memanusiakan manusia semanusiawi mungkin. 8 Proses pembelajaran dinilai efektif bila peserta didik memahami dirinya dan lingkungan 9 Peserta didik dalam rangkaian pembelajaran hendaknya berupaya agar cepat atau lambat dia dapat mengaktualisasikan dirinya sebaik mungkin. Salah satu tokoh teori belajar humanistik adalah Abraham Maslow dengan teorinya yang terkenal yaitu teori hierarki kebutuhan. Di Pondok Pesantren Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi terdapat para santri yang mempunyai latar belakang sosial dan budaya, ekonomi, daerah asal, dan kepribadian, bahkan perasaan yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut tidak menjadi permasalahan yang sulit untuk di selesaikan karena di Pondok Pesantren Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi selalu menerapkan pendidikan humanistik. Akan tetapi masih terdapat kemungkinan terjadi kekurangan dalam penerapan pendidikan humanistik di Pondok Pesantren Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi tersebut. Hal tersebut membuat penulis ingin mengetahui bagaimana penerapan pendidikan humanistik dan langkah-langkah penerapan pendidikan humanistik pada santri di Pondok Pesantren Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi Salatiga. METODE Penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah field research yaitu penelitian yang dilakukan untuk memperoleh data dari lapangan. 11 Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang dilakukan untuk menemukan dan mendeskripsikan data dalam suatu penelitian. Metode yang digunakan pada Puji Hastutiningsih. Indah Wigati Putri, dan Endang Fauziati. AuImplementasi Pendidikan Humanis pada Pembelajaran Perhiasan di SMK Negeri 9 Surakarta,Ay Sukma: Jurnal Pendidikan 5, no. : 79Ae94, https://doi. org/10. 32533/05105. Nurbaiti. AuPendidikan Humanistik Islami Melalui Pembelajaran Aplikatif,Ay Kordinat: Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam 18, no. : 159Ae93, https://doi. org/10. 15408/kordinat. Zulfikar Mujib dan Suyadi. AuTeori Humanistik dan Implikasi dalam Pembelajaran PAI di SMA Sains Alquran Yogyakarta,Ay Jurnal Pendidikan Islam . 11Ae13, https://journal. id/index. php/jpi/article/view/2116. Fikri Armedyatama. AuTeori Belajar Humanistik dan Implikasinya dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam,Ay An-Nuha: Jurnal Pendidikan Agama Islam 1, no. : 11Ae18, https://doi. org/10. 24036/annuha. Budi Agus Sumantri dan Nurul Ahmad. AuTeori Belajar Humanistik dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,Ay Fondatia : Jurnal Pendidikan Dasar 3, no. : 1Ae18. Suharsimi Arikunto. Penelitian Tindakan Kelas, 2nd ed. (Jakarta: Bumi Aksara, 2. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif adalah metode yang mendeskripsikan dan menggambarkan adanya temuan dalam penelitian berdasarkan situasi dan kondisi saat penelitian dilakukan. Subjek penelitian ini adalah pengasuh, pengurus dan santri Pondok Pesantren Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi Salatiga. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Peneliti melakukan wawancara dengan pengasuh, pengurus, dan santri Pondok Pesantren Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi mengenai pendidikan humanistik yang ada Pondok Pesantren Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi dan langkah-langkah pelaksanaan pendidikan humanistik tersebut. Selanjutnya peneliti melakukan observasi di Pondok Pesantren Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi yang di Sehati Blok E 188. Blotongan. Kec. Sidorejo. Kota Salatiga dan sekarang sementara waktu bertempat di Jl. Dliko Indah No. Blotongan. Kec. Sidorejo. Kota Salatiga dengan melihat langsung proses pendidikan humanistik di Pondok Pesantren Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi. Peneliti juga melihat jadwal kegiatan sehari-hari yang ada di Pondok Pesantren Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi. Hasil data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan triangulasi dengan membandingkan hasil wawancara antar informan baik dari pengasuh, pengurus, dan santri serta hasil observasi yang dilakukan pada dari tanggal 1 Juni sampai 26 Juni 2024 sehingga data yang disajikan dapat dinyatakan valid. HASIL DAN PEMBAHASAN Bentuk Penerapan Pendidikan Humanistik di Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan humanistik di Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi di Salatiga sudah diterapkan dalam kegiatan seharihari. Pendidikan humanistik memberi banyak manfaat terhadap santri sebagai ajang meningkatkan kemampuan, menumbuhkan kesadaran diri dan kepekaan sosial. Muhammad MasAoud sebagai Pengasuh Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi menjelaskan bahwa pendidikan humanistik di Pondok Pesantren ManabiAoul Sugiyono. AuMetode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Ay (Bandung: CV Alfabeta, 2. , https://doi. org/10. 55623/au. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. QurAoan Melati Rahayuning Budi di Salatiga telah diterapkan kepada santri maupun pengurus. Pengurus dan santri diingatkan agar tumbuh kesadaran diri dan rasa kemanusiaan satu dengan yang lain. Muhammad MasAoud mengatakan: AuSantri selalu diingatkan agar tumbuh kesadaran diri. Kesadaran diri adalah perihal Setiap orang mempunyai rasa yang berbeda yang harus dijaga. Santri perlu memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi karena tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia . Febi sebagai Lurah Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi menjelaskan tentang bentuk penerapan pendidikan humanistik yang ada di pondok pesantren Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi. Febi mengatakan: AuPak kiai sering kali mengingatkan kepada pengurus maupun santri agar memiliki kesadaran diri terhadap tugas maupun tanggung jawab masing-masing. Beliau juga selalu memerintahkan agar bersikap manusiawi satu dengan yang lain karena di pondok kita tidak hidup sendiri tapi dengan banyak orang. Ay Jul sebagai Santri Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi menjelaskan juga bentuk penerapan pendidikan humanistik yang ada di pondok pesantren Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi. Jul mengatakan: AuPada kegiatan diskusi dan kajian Rabu pagi. Pak kiai mengajarkan tentang bagaimana cara bersikap memanusiakan manusia dan berperilaku yang baik dengan sesama santri maupun masyarakat sekitar. Beliau juga mengingatkan kami agar tumbuh kesadaran diri terhadap hak dan kewajiban masing-masing. Ay Bentuk penerapan pendidikan humanistik di Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi yang pertama adalah kesadaran diri dan rasa kemanusiaan. Muhammad MasAoud melanjutkan penjelasannya tentang bentuk penerapan pendidikan humanistik yang ada di pondok pesantren Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi. Muhammad MasAoud mengatakan: AuDi Pondok Pesantren Manabi'ul Qur'an ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi ini, kami tidak memaksakan santri dalam setoran hafalan karena setiap santri memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda-beda. Anologinya, kita tidak bisa memaksa ikan berlari di daratan MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. dan tidak bisa memaksa monyet untuk berenang. Sedangkan dalam hukum dan tata tertib pondok, maka semua santri harus menaatinya. Ay Febi menjelaskan bahwa santri maupun pengurus tidak dipaksa dalam menghafalkan AlQurAoan dengan target tertentu karena di sini merupakan pondok mahasiswa yang juga memiliki tanggung jawab juga di kampus. Febi mengatakan: AuDi pondok, santri dan pengurus dibebaskan untuk menghafalkan Al-QurAoan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Hal yang terpenting adalah ketika sudah hafal maka harus dijaga dan dirawat karena di sini menggunakan metode ambil rawat. Ay Jul juga memberikan informasi yang tak jauh berbeda dengan informan pertama dan Jul mengatakan: AuSantri tidak dibebani terget tertentu dalam menghafal Al-QurAoan. Di sini bukan ajang lomba siapa cepat hafal dan dapat banyak. Hal yang lebih diperhatikan adalah kualitas Oleh karena itu, ada kewajiban murajaAoah setiap hari. Ay Bentuk penerapan pendidikan humanistik di Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi yang kedua adalah kebebasan menghafal A-QurAoan sesuai kemampuan masing-masing. Muhammad MasAoud melanjutkan penjelasannya bahwa santri memiliki latar belakang sosial dan budaya, ekonomi, daerah asal, dan kepribadian, bahkan perasaan yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut dapat menimbulkan konflik sosial maka perlu ditanamkan rasa saling menghargai satu dengan yang lain. Muhammad MasAoud mengatakan: AuSantri di sini memiliki latar belakang sosial dan budaya, ekonomi, daerah asal, dan kepribadian, bahkan perasaan yang berbeda-beda. Agar tidak menimbulkan konflik sosial maka saya menanamkan rasa saling menghargai kepada semua santri. Ay Febi menjelaskan setiap santri memiliki karakter yang berbeda-beda. Namun perbedaan tersebut tidak menjadi masalah yang besar karena Pak kiai selalu mengajarkan baik kepada pengurus maupun santri agar saling menghargai. Febi mengatakan: AuDalam menghadapi karakter santri yang berbeda-beda. Pak kiai selalu mengajarkan agar saling menghargai satu dengan yang lain. Ay Jul menjelaskan bahwa merasakan adanya nilai-nilai pendidikan humanistik pada kegiatan diskusi dan kajian Rabu pagi. Jul mengatakan: MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. AuPada kegiatan diskusi dan kajian Rabu pagi. Pak kiai mengajarkan agar saling menghargai pendapat orang lain dan memberikan kesempatan kepada yang lain berbicara untuk mengungkapkan pendapatnya. Ay Bentuk penerapan pendidikan humanistik di Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi yang ketiga adalah saling menghargai. Di akhir penjelasannya. Muhammad MasAoud mengatakan: AuTidak ada diskriminasi antara pengurus dengan santri atau santri dengan santri yang lain karena setiap pengurus maupun santri memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing di pondok ini. Ay Febi mengatakan: AuTidak terdapat diskriminasi antara pengurus maupun santri. Sebagian contoh kecilnya, pengurus dan santri mendapat kesempatan yang sama untuk menjadi imam salat subuh Ay Jul mengatakan: AuSebagai santri, saya tidak pernah merasa didiskriminasikan dengan pengurus maupun dengan santri lain. Bahkan kami diberi kesempatan yang sama untuk aktualisasi diri sesuai dengan kemampuan masing-masing. Baik melalui kegiatan di pondok maupun di kampus. Ay Bentuk penerapan pendidikan humanistik di Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi yang keempat adalah tidak diskriminasi. Jadi bentuk-bentuk penerapan pendidikan humanistik di Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi yaitu kesadaran diri dan rasa kemanusiaan, kebebasan menghafal A-QurAoan sesuai kemampuan masing-masing, saling menghargai, dan tidak Sebagai contoh dalam pembagian imam salat subuh, baik pengurus maupun santri diberi kesempatan yang sama. Buktinya sebagai berikut ini: Tabel 1. Daftar Imam Shalat Subuh Nama Imam Hari. Tanggal. Bulan. Tahun Keterangan Nurul Hasanah Sabtu, 15 Juni 2024 Santri Febi Usrohmah Ahad, 16Juni 2024 Pengurus Mudzakaroh Nur Hasanah Senin, 17 Juni 2024 Santri MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Kuni Farikha Selasa, 18 Juni 2024 Pengurus Siti Julaikah Rabu, 19 Juni 2024 Santri Siti Hartini Kamis, 20 Juni 2024 Pengurus Zaqiyatul Hikmah JumAoat, 21Juni 2024 Pengurus Langkah-Langkah Penerapan Pendidikan Humanistik di Pondok Pesantren Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi Dalam penerapan pendidikan humanistik di Pondok Pesantren Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi maka memerlukan langkah-langkah yang harus dijalankan. Muhammad MasAoud mengatakan: AuDi Pondok Pesantren Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi ini memiliki santri yang memiliki latar belakang, kepribadian bahkan perasaan yang berbeda-beda. Maka perlu diterapkan pendidikan humanistik. Langkah pertama yang dilakukan dalam penerapan pendidikan humanistik adalah memberi nasihat kepada santri tentang kesadaran diri dan rasa Ay Febi menyatakan: AuSetiap kajian kitab hari Rabu dan Ahad pagi. Pak kiai selalu memberi nasihat dan mengingatkan santri agar tumbuh kesadaran diri dan rasa kemanusiaan. Ay Jul mengatakan: AuSantri selalu dinasehati oleh Pak kiai bahwa seiring bertambah dewasa usia maka bertambahlah kesadaran diri dan rasa kemanusiaannya dengan yang lain. Jangan selalu menunggu dingatkan terus-menerus terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing. Langkah pertama penerapan pendidikan humanistik di Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi yaitu memberi nasihat. Muhammad MasAoud mengatakan: AuSaya kerap kali mengajak santri bermeditasi agar mereka bisa berpikir dan sadar diri terhadap kelemahan dan kelebihan yang dimiliki masing-masing maupun orang lain. Ay Febi menyatakan: MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. AuSaat kajian dihari Rabu pagi. Pak kiai mengajarkan banyak hal kepada santri. Sesekali mengajak santri untuk berfikir ayat-ayat kauniyah di Al-QurAoan atau memerintahkan santri untuk merenung tentang diri masing-masing. Ay Jul menyatakan: AuTerkadang pak kiai mengajak santri bermeditasi dengan tujuan untuk intropeksi diri, saat hari Rabu pagi. Ay Langkah kedua penerapan pendidikan humanistik di Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi yaitu meditasi. Muhammad MasAoud mengatakan: AuSaya tidak akan lupa untuk selalu mengingatkan semua santri untuk istikamah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Di pondok ini banyak program yang telah dibuat untuk menunjang hal tersebut, diantaranya: mewajibkan salat berjamaah, mengaji secara rutin, dan lain-lain. Ay Febi mengatakan: AuBanyak program-program yang dibuat pengurus dengan persetujuan Pak kiai yang menunjang kebutuhan santri agar istikamah dalam mendekatkan diri kepada Allah Swt. Diantaranya: salat berjamaah, mengaji dan murajaah secara rutin, dan lain-lain. Ay Jul mengatakan: AuSetiap hari santri dibangunkan untuk salat subuh berjamaah dan diingatkan berjamaah juga pada salat yang lainnya oleh pengurus. Selain itu, di sini diingatkan selalu untuk istikamah mengaji Al-QurAoan. Adapun kegiatan mengaji dilakukan setiap hari sebanyak dua kali, yaitu setelah Salat Subuh dan Salat IsyaAo. Ay Langkah ketiga penerapan pendidikan humanistik di Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi yaitu mengingatkan untuk selalu istikamah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Muhammad MasAoud mengatakan: AuDi sini dibudayakan juga pemberian hadiah kepada santri yang berprestasi dan pemberian hukuman kepada santri yang melanggar aturan yang telah ditetapkan. Pemberian hadiah dilakukan bertujuan untuk menghargai usaha santri dan pemberianhukuman dilakukan MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. agar santri menyadari kesalahannya dan memperbaiki akhlaknya menjadi lebih baik. Pemberian hukuman dilakukan sesuai dengan kadar pelanggaran baik ringan, sedang, maupun berat. Ay Febi mengatakan: AuKetika ada santri yang memenangkan lomba, maka dibuatkan pamflet ucapan selamat kepada santri tersebut sebagai bentuk apresiasi kepadanya. Sedangkan ketika ada santri yang melanggaran aturan di pondok, maka diberikan hukuman sesuai dengan kadar pelanggaran yang dilakukan. Ay Jul mengatakan: AuSaya pernah memenangkan lomba videografi lalu mendapat hadiah berupa pamflet ucapan dari pondok. Saya juga pernah melanggar aturan pondok lalu mendapat hukuman sesuai dengan pelanggaran yang saya lakukan. Ay Langkah keempat penerapan pendidikan humanistik di Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi yaitu memberikan hadiah dan hukuman. Jadi langkah-langkah penerapan pendidikan humanistik di Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi yaitu memberi nasihat, meditasi, yaitu mengingatkan untuk selalu istikamah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. , dan memberikan hadiah dan Selain melakukan wawancara, peneliti juga melakukan observasi ke lapangan dengan menyaksikan dan mengamati di Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi Salatiga. Dari hasil observasi tanggal 1 Juni 2024, peneliti menemukan santri dan pengurus memiliki hubungan sosial yang baik dan tidak terdapat kecanggungan karena perbedaan status. Saat salat subuh, santri maupun pengurus mendapatkan kesempatan yang sama untuk menjadi imam subuh. Pada observasi kedua tanggal 12 Juni 2024 didapati saat pengajian Rabu pagi terdapat progam kegiatan diskusi dan kajian yang dipimpin oleh pengasuh berisi pembelajaran agama dan nilai-nilai humanistik. Diantara nilai-nilai humanistiknya yaitu tentang kesadaran diri dan rasa Para santri mendengarkan dan memperhatikan dengan baik penjelasan dari pengasuh dan diberikan kesempatan mengajukan atau menjawab pertanyaan secara bergantian. Hasil observasi terakhir tanggal 26 Juni 2024 ketika kegiatan evaluasi kegiatan pondok yang dilaksanakan pada malam Jumat, didapati santri maupun pengurus saling menghargai MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. pendapat satu sama lain dan memberikan kesempatan setiap orang untuk menyampaikan Berkaitan dengan penelitian ini, pendidikan humanistik yang ada di Pondok Pesantren Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi Salatiga terbukti mampu membentuk sikap humanis pada santri. Hal tersebut dapat diketahui dari bagaimana sikap pengurus maupun santri. Menurut Abraham Maslow 13, pendidikan humanistik didasarkan kepada teori belajar humanistik. Teori belajar humanistik merupakan model pembelajaran yang menekankan kepada memanusiakan siswa, dengan memperhatikan pemenuhan kebutuhan siswa dalam belajar. Pendidikan humanistik tidak dapat dijauhkan dari aliran psikologi humanistik, diyakini sebagai dasar munculnya konsep pendidikan humanistik. 15 Aliran ini mengajak manusia untuk meningkatkan kualitas diri terhadap potensi hidupnya. Seiring perkembangan zaman, pendidikan humanistik memberikan suatu solusi untuk mencapai suatu tujuan pendidikan yaitu memanusiakan mansuia. 17 Prosesnya dapat memberikan arahan belajar yang diterima, dihargai, dan dimanusiakan sehingga dapat mengembangkan potensi belajar terhadap diri manusia. Pendidikan humanistik adalah pendekatan pendidikan yang menempatkan manusia sebagai pusat pembelajaran. Pendekatan ini menekankan perkembangan pribadi, moral, dan etika, serta penguasaan pengetahuan dan keterampilan. 19 Pendidikan humanistik dapat Abraham H. Maslow. Motivation and Personality. Harper & Row Publishers, 1970, https://doi. org/10. 1364/wsof. Mohammad Muchlis Solichin. AuTeori Belajar Humanistik dan Aplikasinya dalam Pendidikan Agama Islam,Ay ISLAMUNA: Jurnal Studi Islam . 1Ae12, http://search. com/login. aspx?direct=true&AuthType=ip,shib&db=bth&AN=92948285&site=edslive&scope=sitehttp://bimpactassessment. net/sites/all/themes/bcorp_impact/pdfs/em_stakeholder_engagement. pdfhttps://w. glo-bus. com/help/helpFiles/CDJ-Pa. Tri Putra Junaidi Nast dan Nevi Yarni. AuTeori Belajar Menurut Aliran Psikologi Humanistik dan Implikasinya dalam Pembelajaran,Ay Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran 2, no. : 270Ae75, https://doi. org/10. 31004/jrpp. Mujib dan Suyadi. AuTeori Humanistik dan Implikasi dalam Pembelajaran PAI di SMA Sains Al-Quran Yogyakarta. Ay Yayat Herdiana Herwina Damayanti. Tajudin Nur. AuPenerapan Pendidikan Humanisme dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam,Ay As-Sabiqun: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini 4, no. : 610Ae16. Redi Irawan dan Totok Agus Suryanto. AuAplikasi Teori Humanistik Abraham Maslow dan Aktualisasi Diri di Kalangan Mahasantri Intensif Al-Amien Prenduan Sumenep,Ay Hudan Lin Naas: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora 3, no. : 31Ae46, https://doi. org/10. 28944/hudanlinnaas. Hasan Basri Bisman Ritonga. Ahmad Syahri Mubarak. AuPendekatan Humanistik dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam,Ay Al-Murabbi . 11Ae24, https://doi. org/10. 24014/potensia. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. membentuk individu yang berpikir kritis, empatik, dan memiliki pemahaman yang mendalam tentang dunia sekitar dan diri mereka sendiri. Dalam Islam pendidikan humanistik sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw. , pada hakikat Nabi Muhammad saw. diutus membawa rahmat untuk seluruh ummat manusia. Nabi Muhammad saw. diutus Allah Swt. untuk memperbaiki akhlak manusi. 21 Pendidikan humanistik memandang manusia sebagai manusia, atau makhluk Tuhan dengan ciri-ciri tertentu. 22 Nabi Muhammad saw. diutus oleh Allah Swt. ke muka bumi ini sudah membawa teori humanistik. Nabi Muhammad saw. tidak menginginkan adanya kekerasan dan kezaliman pada diri ummatnya, sehingga beliau menjadi teladan bagi seluruh manusia pada umumnya dan ummatnya pada khususnya dalam segala aspek kehidupan termasuk bagaimana mendidik dan mengajar dengan kasih sayang. Di Pondok Pesantren Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi Salatiga, santri selalu diajarkan tentang pendidikan humanistik. Diantara bentuk-bentuk penerapan pendidikan humanistik di Pondok Pesantren Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi Salatiga, yaitu: Kesadaran diri dan rasa kemanusiaan. Pendidikan humanistik bermaksud membentuk manusia yang memiliki komitmen humaniter sejati, yakni manusia yang memiliki kesadaran, kebebasan dan tanggung jawab sebagai individual maupun kepada masyarakat sekitarnya. Kebebasan menghafal Al-QurAoan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Pendidikan humanistik memiliki nilai positif berupa kebebasan, kreatifitas, dan kepercayaan diri dalam belajar. Kebebasan yang diusung dalam pendidikan humanis adalah kebebasan yang bebas nilai. Bebas menentukan dan bebas melakukan hal positif. Ummi Kalsum et al. AuHakekat Manusia Dan Dimensi-Dimensi Pendidikan Humanistik Dalam Pandangan Islam,Ay Jurnal Faidatuna 5, no. : 37Ae53. Hasep Saputra. AuContextualization of Prophet Muhammad sawAos Hadith on Humanistic Psychology in Character Building in Indonesia,Ay AL QUDS : Jurnal Studi Alquran Dan Hadis 7, no. : 172, https://doi. org/10. 29240/alquds. Mona Ekawati dan Nevi Yarni. AuTeori Belajar Berdasarkan Aliran Psikologi Humanistik dan Implikasi pada Proses Belajar Pembelajaran,Ay Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran 2, no. : 266Ae69, https://doi. org/10. 31004/jrpp. Hasrul Al Qorniy Harahap. AuImplementasi Teori Belajar Humanistik dalam Pembinaan Perilaku Etis Islami di Sekolah,Ay Eduprof: Islamic Education Journal 5, no. : 213Ae27. Ahmad & Nurhaeni DS Abdullah. AuPendidikan Humanis dalam Perspektif Pendidikan Islam,Ay Jurnal Ilmiah Islamic Resources 17, no. : 76Ae94. Kadek Hengki Primayana Ketut Bali Sastrawan. AuUrgensi Pendidikan Humanisme dalam Bingkai A Whole Person,Ay Acta Universitatis Agriculturae et Silviculturae Mendelianae Brunensis 1, no. : 1Ae12, https://learn- MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Saling menghargai. Setiap manusia memiliki perbedaan kemampuan masing-masing. Di dalam pendidikan humanistik mengajarkan manusia agar saling menghargai . dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial maupun alam sekitar. Tidak diskriminatif. Pendidikan harus mengutamakan persamaan derajat antara setiap individu. Setiap individu memiliki persamaan berupa hak dan kewajiban untuk memperoleh pendidikan secara sama dan merata, hal ini juga digunakan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Pendidikan humanistik mengajarkan agar manusia bersikap baik terhadap diri sendiri maupun orang lain tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lain karena kedudukan manusia di hadapan Allah Swt. itu sama, kecuali level ketakwaannya. Adapun langkah-langkah penerapan pendidikan humanistik di Pondok Pesantren Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi Salatiga, yaitu: Memberi nasihat Nasihat diartikan sebagai suatu pendekatan untuk menyampaikan materi pelajaran melalui ucapan yang berisi saran dan peringatan tentang hal-hal yang baik atau buruk. Biasanya dengan menggunakan kisah-kisah di dalam Al-QurAoan, baik kisah Nabi Muhammad saw. maupun kisah orang-orang terdahulu, yang banyak mengandung pelajaran yang dapat dipetik. Meditasi Meditasi sebagai salah satu metode dalam tradisi Islam yang baru muncul setelah adanya gerakan sufi. Meditasi yang dilakukan sebelum proses belajar di mulai banyak com/EDU/index. htmlhttp://publications. se/records/fulltext/245180/245180. //hdl. net/20. 12380/245180http://dx. org/10. 1016/j. 003https://doi. org/10. 16/j. Budiono. AuPendidikan Humanistik Ki Hajar Dewantara dalam Perspektif Pendidikan Islam,Ay Jurnal Intelektual: Jurnal Pendidikan Studi Keislaman . 42Ae53, https://doi. org/10. 33367/intelektual. Garin Ocshela Anggraini dan Wiryanto Wiryanto. AuAnalisis Pendidikan Humanistik Ki Hajar Dewantara dalam Konsep Kurikulum Merdeka Belajar,Ay Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan 15, no. : 33Ae45, https://doi. org/10. 21831/jpipfip. Mutiara Nurani Suci dan Rustam Ibrahim. AuPenanaman Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Sebagai Upaya Preventif Tindakan Bullying di Boarding School,Ay Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam 6, no. 308Ae22, https://doi. org/10. 34005/tahdzib. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. menunjukkan dampak baik seperti suasana kelas tidak ricuh, ketenangan dan meningkatnya konsentrasi saat belajar peserta didik. Mengingatkan untuk selalu istikamah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Istikamah memiliki pengertian senantiasa berada dalam ketaatan dan di jalan lurus menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Istikamah berkaitan dengan pendidikan berarti menjalankan aktivitas belajar hanya karena ridha dan rahmat Allah Swt. Di dalam agama Islam, tujuan pendidikan diarahkan untuk mendekatkan diri pada Allah Swt. Memberikan hadiah dan hukuman Hadiah atau pujian diberikan sebagai bentuk apresiasi atau penghargaan kepada seseorang atas pencapaiannya. Sedangkan hukuman diberikan sebagai upaya mengontrol perbuatan seseorang agar tidak melanggar suatu aturan, baik dalam norma agama maupun KESIMPULAN Penelitian ini mengungkapkan bahwa di Pondok Pesantren Manabi'ul Qur'an Melati Rahayuning Budi Salatiga telah diterapkan pendidikan humanistik. Bentuk-bentuk penerapan pendidikan humanistik pada santri di Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi yaitu kesadaran diri dan rasa kemanusiaan, kebebasan menghafal A-QurAoan sesuai kemampuan masing-masing, saling menghargai, dan tidak diskriminasi. Sebagai contoh dalam pembagian imam salat subuh, baik pengurus maupun santri diberi kesempatan yang sama. Adapun langkah-langkah penerapan pendidikan humanistik di Pondok Pesantren ManabiAoul QurAoan Melati Rahayuning Budi yaitu pemberian nasihat, meditasi, yaitu mengingatkan untuk selalu istikamah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. , dan memberikan hadiah dan Adanya pendidikan humanistik tersebut dapat mengajarkan sikap humanis kepada santri sehingga menjadikan kehidupan di lingkungan pondok pesantren terjalin harmonis dan Abdul Karim dan Retno Susilowati. AuPendidikan Karakter di Sekolah Menengah Kejuruan (Studi Kasus Pembelajaran IPS di SMK Se-Kecamatan Margoyoso Pat. ,Ay IJTIMAIYA: Journal of Social Science Teaching 5, no. : 107Ae18, https://doi. org/10. 21043/ji. Siti Mahfudho. Moh. Solehuddin, dan Nanang Abdillah. AuKonsep Istiqomah dalam Kitab Riyadh AshSholihin Karya Imam An-Nawawi dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam,Ay Risda: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam 7, no. : 43Ae62. Firdaus. AuEsensi Reward dan Punishment dalam Diskursus Pendidikan Agama Islam,Ay Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah 5, no. : 19Ae29, https://doi. org/10. 25299/al-thariqah. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi rujukan lembaga pendidikan Islam dalam mengajarkan pendidikan humanistik dalam kegiatan pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA