ALACRITY : Journal Of Education Volume 2. Issue 2. Juni 2022 http://lpipublishing. com/index. php/alacrity Hubungan Manajemen Waktu Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Siswa Kelas X SMK Negeri 6 Medan Tahun Ajaran 2021-2022 Nurhayati Br Silalahi1. Nurul Azmi Saragih2 1,2Universitas Muslim Nusantara AL-Washliyah Corresponding Author : nurhayatisilalahi74@gmail. ARTICLE INFO Article history: Received 26 Juni 2022 Revised 03 Juli 2022 Accepted 10 Juli 2022 Kata Kunci ABSTRACT Manajemen Waktu yaitu suatu kemampuan peserta didik dalam mengatur waktu sebuah aktivitas memanfaatkan dan mengelola waktu dengan baik. kondisi akan menghasilkan peserta didik selalu taat dan tepat pada penyelesaian tugas sesuai dengan jadwal yag direncanakan. Prokrastinasi akademik merupakan perilaku peserta didik yang cenderung secara sengaja untuk menunda dalam menyelesaikan tugas dan mengalikannya dengan melakukan suatu kegiatan aktivitas jauh lebih menyenangkan, sehingga perilakunya yang berhubungan dengan tugas akademik. kondisi ini mengakibatkan peserta didik tidak berhasil menyelesaikan tugasnya secara memadai dan keterlambatan dalam pengumpulan tugas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik pada siswa kelas X SMK Negeri 6 Medan. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi sebanyak 324 siswa dan sampel sebanyak 49 siswa. Penulis menggunakan teknik random sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu skala manajemen waktu dan prokrastinasi akademik. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket yang berbentuk skala penilaian. Angket manajemen waktu terdiri dari 25 item pernyataan valid dengan koefisien reliabilitas sebesar = 0,89. Angket prokrastinasi akademik terdiri dari 36 item pernyataan valid dengan koefisien reliabilitas sebesar = 2,7617. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi product moment. Hasil analisis korelasi antara variabel manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik menghasilkan korelasi sebesar = 0,513 dengan pvalue =0,01 lebih kecil dari taraf signifikansi yang telah ditentukan yaitu sebesar 0,05. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa adanya korelasi secara positif yang signifikan antara manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik pada siswa kelas X SMK Negeri 6 Medan. hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi manajemen waktu yang dimiliki peserta didik maka semakin tinggi tingkat prokrastinasi akademik peserta didik dan sebaliknya. Manajemen Waktu. Prokrastinasi. Akademik PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu proses belajar yang dilakukan oleh individu untukmengembangkan potensi yang dimilikinya. Dengan belajar seseorang mengalami suatu kualitas perilaku, seperti memiliki pengetahuan, informasi serta keterampilan agar dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu pembelajaran dapat diartikan sebagai bantuan yang diberikan oleh pendidik agar dapat terjadi penambahan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran, serta pembentukan sikap dan kepercayaan diri ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 78 - 84 pada peserta didik. Dalam Undang- Undang RI Nomor 20 tahun 2003 menjelaskan bahwa AoAopembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajarAoAo. Menurut Dimyati dan Mudjiono . mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi belajar siswa ada dua macam yaitu : faktor internal yang berasal dari dalam diri siswa meliputi. minat belajar, motivasi belajar, konsentrasi belajar, mengolah bahan belajar sedangkan faktor Eksternal yang berasal dari luar diri siswa meliputi. sebagai pembina siswa belajar, prasarana dan sarana pembelajaran, lingkungan sosial siswa disekolah dan kurikulum sekolah. Menurut Muhibin Syah . Minat adalah kecendurungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan seseorang yang besar terhadap objek atau suatu kegiatan yang digemari dan disertai dengan perasaan senang, adanya perhatian dan keaktifan berbuat. Selanjutnya salah satu faktor eksternal yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar adalah terletak pada guru. Metode mengajar yang digunakan oleh guru dapat mempengaruhi belajar siswa. Namun demikian mata pelajaran tertentu siswa tidak lepas diri dari keharusan mengerjakan atau menyelesaikan tugas akademiknya sesuai dengan penungasan dan dalam jangka waktu tertentu. semua penungasan yang di berikan oleh guru harus dikerjakan dan di selesaikan tepat waktu. Sehingga siswa selalu disiplin menyelesaian tugas sesuai dengan jadwal yag selain itu siswa dapat mengelolah waktu, memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya supaya tidak terbuang sia-sia dan dapat bersikap tegas kepada orang lain untuk tidak mengurangi efektivitas dalam penggunaan waktu. Menurut Schouwenburg dkk . alam Adelia & Dian, 2. mengatakan bahwa prokrastinasi akademik kecenderungan individu yang secara sengaja menunda pada awal atau penyelesaian tugas yang paling penting dan tepat waktu pada tugas-tugas Menurut Dewi . alam Meilisa, 2. menyatakan bahwa Manajemen Waktu yaitu serangkaian dari kegiatan dengan menggunakan dan memanfaatkan waktu seoptimal mungkin melalui sebuah perencanaan kegiatan secara teroganisir. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Menurut sugiyono dalam (Basuki, 2021:. metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Menurut Abubakar . metode penelitian adalah suatu ilmu yang mempelajari cara-cara melakukan menyelidiki dan menelusuri sesuatu masalah dengan menggunakan cara kerja ilmiah secara sistematis dan objektif guna menguji hipotesis untuk memperoleh suatu pengetahuan yang berguna bagi kehidupan manusia. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan Kuantitatif dapat diartikan sebagai pendekatan yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat statistik. ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 78 - 84 dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Menurut Fira Husaini . pendekatan Kuantitatif merupakan penelitian yang menghasilkan temuantemuan yang baru dengan menggunakan prosedur-prosedur secara statistik atau cara lainnya dari suatu pengukuran. Populasi Populasi penelitian merupakan individu yang menjadi sumber data penelitian. Menurut Arikunto . Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Menurut Sugiyono . populasi adalah Auwilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian ditarik kesimpulanAy. Sampel Menurut Arikunto . Sampel adalah sebagian atau wakil Populasi yang Dinamakan penelitian sampel apabila kita bermaksud untuk menggeneralisasikan hasil penelitian sampel. Menurut Darmanah . Mengatakan bahwa sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh Populasi penelitian. sampel adalah sebagian individu dalam populasi yang diteliti. Arikunto menjelaskan bahwa AuApabila jumlah populasi kurang dari 100, maka seluruh populasi dijadikan Selanjutnya jika jumlah populasi lebih dari 100, maka populasi dapat diambil antar 10-15% atau 20-25% atau lebihAy. Berdasarkan pendapat Arikunto sesuai dengan jumlah populasi penelitian ini lebih dari pada 100, maka peneliti mengambil 15% menjadi perhitungan sampel random dengan ketentuan 324 siswa y 15% =48,6, sehingga dibulatkan menjadi 49 siswa. Variabel Menurut Sugiyono . Variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai objek atau kegiatan yang mempunyai hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Variabel independent (X) merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab timbulnya. Variabel terikat dalam penelitian ini yang merupakan variabel bebas adalah Manajemen Waktu. Variabel dependen (Y) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang merupakan variabel terikatnya yaitu Prokrastinasi Akademik. Alat dan Teknik Pengumpulan data Alat dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner . Menurut Sugiyono . mengatakan bahwa Kuesioner . merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari selain itu, kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Kuesioner dapat berupa pertanyaan/pernyataan tertutup atau terbuka. ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 78 - 84 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pada sampel Penelitian ini sebanyak 49 Sampel yang diambil berdasarkan ketentuan sampel acak atau random sampling, dalam penelitian ini selanjutnya akan dilakukan penilaian pada masing-masing angket, dengan cara membuat format nilai berdasarkan skor-skor yang ada pada setiap angketnya. Uji Validitas Angket Sebelum melakukan analisis data, maka peneliti terlebih dahulu mengelola data dan menganalisis jawaban skala siswa dari responden . iswa kelas X) yang akan dijadikan kemudian untuk masing-masing setiap jawaban yang diberi nilai Sangat setuju . Setuju ( . Tidak setuju . Sangat tidak setuju . Setelah data terkumpul dihitung koefisien maka diperoleh item pernyataan yang valid dari jumlah 40 item adalah 25 item pernyataan, sedangkan item pernyataan yang tidak valid adalah 15 item pernyataan. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas untuk mengetahui apakah instrumen mempunyai hasil yang sama atau dapat digunakan berulang kali dengan menggunakan rumus Alpa cronbach. Maka dapat diketahui r 11= 0,736 dengan N = 30 dan menggunakan rumus indeksi korelasi termasuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis Data Data yang mempunyai distribusi normal berarti mempunyai sebaran yang normal. Menurut Santoso ( 2018 : 215 ) memberikan pedoman dalam pengambilan keputusan terkait data- data yang mendekati atau merupakan data distribusi normal yang dapat dilihat dari: Jika . atau nilai Sig . > 0,05 maka data tersebut berdistribusi normal Jika . atau nilai Sig . < 0,05 maka data tersebut tidak berdistribusi normal. Berikut ini hasil perhitungan data dari uji normalitas yang memakai dengan bantuan aplikasi SPSS IBM 19 maka dapat dilihat pada tabel di bawah ini sebagai berikut : Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Berdasarkan hasil perhitungan data sebaran pada tabel diatas dapat dilihat , hal ini membuktikan bahwa nilai angka 0,540 dengan mempunyai tingkat signifikan yang berada diatas angka 0,05. Maka dengan demikian dapat disimpulkan variabel telah berdistribusi normal. Berikut ini hasil perhitungan data dari uji normalitas yang memakai ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 78 - 84 dengan bantuan aplikasi SPSS IBM 19 maka dapat dilihat pada tabel di bawah ini sebagai Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Berdasarkan hasil perhitungan data sebaran pada tabel diatas dapat dilihat , hal ini membuktikan bahwa nilai angka 0,540 dengan mempunyai tingkat signifikan yang berada diatas angka 0,05. Maka dengan demikian dapat disimpulkan variabel telah berdistribusi normal. Pengambilan keputusan bahwa taraf signifikan kurang dari 0,05 maka data tersebut tidak dikatakan tidak memiliki hubungan , begitu sebaliknya jika taraf signifikansi dari . eviation for liearit. lebih dari 0,05 maka data tersebut dikatakan linear. Uji linearitas dibantu dengan menggunakan aplikasi SPSS IBM 19, berikut ini hasil dari perhitungan uji linearitas dibawah ini : Tabel 3. Hasil Uji Linearitas Manajemen Waktu dan Prokrastinasi Akademik Berdasarkan hasil output diatas maka dapat diketahui bahwa nilai signifikan dari deviation for liearity sebesar 0,296, nilai tersebut lebih besar dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa antara variabel manajemen waktu dan prokrastinasi akademik terdapat hubungan yang linear. Pembahasan Angket yang telah disebar angket variabel bebas (X) yaitu Manajemen Waktu dan variabel terikat (Y) yaitu Prokrastinasi Akademik pada siswa kelas X SMK NEGERI 6 ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 78 - 84 Medan. Setelah melakukan Uji normalitas selanjutnya peneliti melakukan uji linearitas yang bertujuan untuk dapat mengetahui dan membuktikan apakah data tersebut mempunyai hubungan yang linear atau tidak yang secara signifikanm jika nilai signifikan dari deviation for linearity lebih kecil 0,05 maka data tersebut dapat dikatakan tidak memiliki hubungan yang linear. Jika nilai signifikan dari deviation for liearity lebih besar 0,05 maka data tersebut dapat dikatakan linear. Berdasarkan hasil data sebaran berdistribusi untuk nilai signifikan dari deviation for linearity dengan hal ini membuktikan bahwa . ,296 > 0,. setalah uji linearitas sudah selesai dilakukan maka peneliti dapat bisa melakukan uji korelasi. Uji korelasi digunakan dalam melihat suatu hubungan antara variabel manajemen waktu (X) dengan prokrastinasi akademik (Y) . Pengujian ini dilakukan dengan perhitungan koefisien korelasi product momen. Dari hasil perhitungan yang diperoleh koefisien korelasi antara manajemen waktu (X) dengan Prokrastinasi Akademik (Y) = 0,513 dan pada taraf signifikan 5% sebesar 0,281yaitu . ,513>0,. Angket Manajemen dibagikan kepada 49 siswa kelas X terdapat 25 item pernyataan, setelah melalui uji validitas maka item pernyataan semua dinyatakan valid dan salah satunya yang mendapatkan nilai sangat tinggi yaitu butir nomor tertinggi item nomor 5 ( 0,7011> 0,. , pernyataannya adalah AoAoSaya tidak dapat melaksanakan daftar tugas sesuai dengan yang direncanakanAoAo, didalam penelitian ini item nomor 24 termasuk kedalam indikator Menetapkan tujuan. Maka dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa peserta didik mengalami Kesulitan untuk manajemen waktu dan selalu tidak dapat melaksanakan daftar tugas yang direncanakan,sehingga prokrastinasi akademik atau rendahnya dalam menunda menyelesaikan tugas terlihat dari pada butir item tersebut. Angket Prokrastinasi akademik dibagikan kepada 49 siswa kelas X terdapat 36 item pernyataan yang dibagikan, setelah melalui uji validitas maka item pernyataan semua dinyatakan valid dan salah satunya yang mendapatkan hasil nilai validitas tertinggi item nomor 22 . ,627>/ 0,. Hal ini termasuk kedalam prokrastinasi akademik hal ini sejalan dengan penelitian oleh Rizky Yolanda . tentang Hubungan Manajemen waktu dengan Prokrastinasi Akademik kelas X SMK Negeri 2 Payakumbuh . hasil dari analisis product moment kedua variabel adalah r hitung = 0,282 artinya terdapat korelasi positif yang signifikan antara manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik siswa kelas X SMK Negeri 2 Payakumbuh. hasil penelitian ini semakin baik manajemen waktu seseorang maka semakin rendah prokrastinasi akademik siswa, sebaliknya semakin rendah manajemen waktu siswa maka akan semakin tinggi prokrastinasi akademik siswa. KESIMPULAN Berdasarkan berbagai pengujian dan analisis dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan mengenai hubungan manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik pada siswa kelas X SMKN6 Medan Tahun ajaran 2021-2022 bahwa dari hasil perhitungan product momen diketahui bahwa koefisien korelasi . xy ) adalah sebesar 0,513. Melihat hasil perhitungan diatas dapat disimpulkan korelasi variabel (X ) Manajemen Waktu ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 78 - 84 mempunyai yang tinggi dengan Variabel (Y) Prokrastinasi Akademik. dilihat dari r hitung = 0,513 dengan dk=49 pada taraf signifikan 5% maka diperoleh nilai kritik atau 0,281 hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dilihat dari rhitung . > rtabel ( 0,. DAFTAR PUSTAKA