Sebtiani Selmi. Iin Tri Rahayu Empatheia : Jurnal Psikologi ISSN :A. DOI :AA. The Effect Of Self-Control And Self-Awareness On Smartphone Addiction Among Students Of Maulana Malik Ibrahim State Islamic University Of Malang Pengaruh Kontrol Diri Dan Kesadaran Diri Terhadap Kecanduan Smartphone Pada Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Sebtiani Selmi 1. Iin Tri Rahayu 2 selmi@gmail. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang iintri18@gmail. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Abstract Smartphone addiction is an individual's inability to control their behavior towards smartphones,which negatively impacts their performance, daily activities, and the emergence of withdrawal from the environment. Several internal factors influence smartphone addiction, including self-control and self-awareness. This study used a quantitative method with 100 subjects consisting of men and women. The data collection technique used the Cluster Sampling technique. Data collection in the study used three scales, including two adaptation instruments, namely the Smartphone Addiction Scale (SAS) and the self-control scale (SCS), while the other scale was the self-awareness scale. The analysis used in this study was multiple linear regression analysis. The results of the study showed an influence between self-control and self-awareness on smartphone addiction. The results of the study on students of the State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang showed a percentage of 68%, the level of self-control was in the moderate category with a percentage of 60%, and the level of self-awareness was in the moderate category with a percentage of 60%. Meanwhile, self-control and self-awareness simultaneously influence smartphone addiction by Keywords: Smartphone Addiction. Self-Control. Self-Awareness Abstrak Kecanduan smartphone ialah ketidak mampuan individu dalam mengontrol perilaku terhadap smartphone yang berdampak negatif pada performa diri, aktivitas sehari-hari, dan munculnya sikap menarik diri dari lingkungan. ada beberapa faktor internal yang mempengaruhi kecanduan smartphone diantaranya adalah kontrol diri dan kesadaran diri. Penelitian ini menggunakan metode laki-laki Tekhnik Cluste Sampling. Pengambilan data pada penelitian menggunakan tiga skala diantaranya adalah dua instrumen adaptasi yakni Smartphone Addiction Scale (SAS) dan skala self kontrol atau self control scale (SCS), sedangkan satu skala lainnya yakni skala kesadaran diri. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analsis regresi linier berganda. Hasil penelitian meunjukkan ada nya pengaruh antara kontrol diri dan kesadaran diri terhadap kecanduan smartphone. Hasil penelitian pada mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan bahwa tingkat kecanduan smartphone berada pada kategori sedang dengan presentase sebesar 68%, tingkat kontrol diri berada pada kategori sedang dengan presentase sebesar 60%, dan tingkat kesadaran diri berada pada kategori sedang dengan presentase sebesar 60%. Adapun secara simultan kontrol diri dan kesadaran diri mempengaruhi kecanduan smartphone sebsesar 7,3%. Kata kunci : Kecanduan Smartphone. Kontrol Diri. Kesadaran Diri Sebtiani Selmi. Iin Tri Rahayu PENDAHULUAN Data Emarketer ada notifikasi masuk, 60% mengaku menghabiskan waktu luang dengan bermain pengguna aktif smartphone di Indonsia tahun 2018 sebanyak 100 juta orang gangguan fisik penglihatan dan pendengaran lebih dari jumlah penduduk sebanyak dan 38% mengaku terikat dan tidak bisa jauh 250 juta jiwa sehingga menempati rangking ke empat dunia setelah Cina, menunjukkan bahwa adanya pola yang tidak India, dan Amerika. Oleh karena itu, sehat pada mahasiswa Universitas Islam Indonesia dijuluki sebagai salah satu Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yakni Asia (Tempo. (Asosiasi APJII Gambaran Damayanti . Penyelenggara Jasa Internet Indonesi. tentang pemetaan pengguna internet penggunaan smartphone yang berlebihan akan penggunaan internet yang tinggi ialah Kecanduan smartphone ialah penggunaan smartphone yang berlebihan dan berulang- khususnya dalam rentang usia 19-34 ulang, tanpa menyadari dampak negatif tahun keatas (Daily Social. Id, 2. Berdasarkan hasil pra penelitian yang dilakukan peneliti sebagai data awal dalam mengetahui aktivitas mahasiswa menimbulkan stress dan rasa cemas dalam Universita Islam Negeri Maulana Malik diri (Mulyati & Frieda, 2. Orang dengan Ibrahim Malang diketahui bahwa 100% dari mahasiswa memiliki smartphone, beberapa masalah diantaranya adalah masalah fisik seperti kurang berkembangnya otak. Apabila kemanapun bepergian, 95% mengatakan penglihatan, ketidak seimbangan tubuh (Park kehidupan, 53,3% selalu mengecek smartphone setiap saat dan 31,7% & Park, 2. Berdasarkan smartphone addiction terdapat empat faktor Vol. No. Tahun 2024 68 Sebtiani Selmi. Iin Tri Rahayu sebelumnya yaitu penelitian oleh Asih dan diantaranya adalah faktor internal yang Fauziah . bahwa terdapat hubungan terdiri dari kontrol diri . elf contro. negatif yang signifikan antara kontrol diri yang rendah, harga diri . elf estee. dengan nomophobia yang artinya suatu situasi yang rendah, dan sensation seeking terkait kecemasan yang disebabkan ponsel, yang tinggi, dan hal-hal yang bersumber internet, atau perangkat komputer berada jauh dari dalam diri individu. Faktor internal dari jangkauan pemiliknya. Kontrol diri menjadi faktor yang paling berpengaruh menurut Goldfried dan merbaum . ketergantungan individu. Faktor yang pertimbangan kognitif dalam menyatukan pe kedua yakni faktor eksternal, kemudian faktor situasional, dan faktor sosial meningkatkan hasil dan mencapai tujuan yang (Agusta, 2. diinginkan (Risnawati & Ghufron, 2. Mengacu memiliki perilaku yang berlebihan atau kesadaran diri. faktor internal lain yang mempengaruhi lapangan bahwa kecanduan smartphone Hinslie & Shatzky . Sediyatama et. impulsifitas dapat disebabkan oleh rendahnya Whiteside dan Lynam mendefinisikan kesadaran diri yang memunculkan respon spontanitas (Moeller et. , 2. Kesadaran muncul sebagai respon tanpa berdasar diri juga diartikan sebagai atas pola pikir dan perencanaan dalam individu dalam mengukur kemampuan diri dengan realistis didasari atas kepercayaan diri, dan kemampuan untuk menilai suatu (Sediyatama (Oktavia, sistuasi atau peristiwa yang dijadikan panduan Dimana konsekuensi dari adanya dalan mengambil keputusan (Goleman, 2. perilaku impulsif adalah kecanduan Berdasakan Perilaku impulsif yang Sayyedan . kecanduan smartphone menunjukkan kontrol diri yang rendah pada individu dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05, tersebut (Mulyati & Frieda, 2. Hal artinya bahwa kecerdasan emosional dapat Vol. No. Tahun 2024 69 Sebtiani Selmi. Iin Tri Rahayu mengungkap perubahan sebesar 80% Pengambilan pada perilaku kecandua internet. Hal menggunakan tiga skala diantaranya adalah tersebut diperjelas kembali oleh Glenn dua instrumen adaptasi yakni Smartphone . bahwa kecerdasan emosional Addiction Scale terdiri dari unsur internal dan eksternal enam aspek yakni Self dimana meliputi kesadaran diri, citra Discipline, diri, dan perasaan (Sayyedan, 2. Action. Pembahasan yang berkaitan dengan (SAS) yang terdiri dari Deliberate/ Healty Habits. Reliability. Skala self Nonimpulsife Work Ethic, kontrol atau self gangguan psikologis menjadi sesuatu control scale (SCS) yang terdiri dari enam yang penting untuk terus dikembangkan aspek yakni Daily life disturbance. Positive terutama gangguan yang anticipation. Withdrawal. Cyberspaceoriented Overuse. Tolerance. Skala smartphone dengan cara menganalisis kesadaran diri yang mengacu pada teori faktor-faktor Solso. Maclin, & Maclin . yang terdiri dari lima aspek yakni Attantion. Wakefulness, smartphone yaitu faktor internal yang Architecture. Recall of knowledge. Emotif. meliputi kontrol diri dan kesadaran diri. Dimana Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji reliabilitas dan validitas, analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan penting di Era teknologi saat ini yaitu SPSS kecanduan smartphone dengan cara HASIL kesadaran diri dalam mengoperasikan Hasil yang menjadi acuan pada penelitian ini berdasarkan pada hasil uji asumsi yang meliputi uji normalitas dan linieritas yang METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah subjek 100 orang yang terdiri dari laki-laki dan Tekhnik pengumpulan data menggunakan tekhnik Cluste Sampling. kemudian dilanjutkan pada analisis regresi linier berganda. Selain itu, data penelitian ini dikategorisasikan berdasarkan nilai hitungan Berdasarkan hasil uji normalitas Vol. No. Tahun 2024 70 Sebtiani Selmi. Iin Tri Rahayu menunjukkan bahwa data penelitian PEMBAHASAN menunjukkan distrubusi data normal Individu dengan kategori kontrol diri dengan nila sig. 0,997 > 0,05. Uji yang tinggi artinya individu sudah memiliki menunjukkan data yang linier pada dua mengatur, mengendalikan, dan mengontrol variabel yang akan mendapat perlakuan perilakunya untuk mendapatkan kesan dan prosedur sebelum dianalisis statistik, penerimaan yang positif dari lingkungan dengan nilai sig. 0,837 dan 0,507 yang berarti >0,05. Adapun hasil uji hipotesis memberikan respon atas suatu keadaan yang tidak diharapkan. Individu dengan kategori penelitian ini ialah sebagai kontrol diri yang sedang artinya individu Tabel 1. Hasil Uji Hipotesis Dependent variable Predictors Signifikan Kecanduan mengontrol, dan mengatur perilakunya atas suatu peristiwa tertentu, akan tetapi belum Kontrol Diri meningkatkan kemampuan dirinya dengan Smartphone Kesadaran Diri mempertimbangkan segala sesuatunya dengan lebih baik. Individu dengan kategori kontrol Berdasarkan diri yang rendah artinya individu belum regresi pada tabel diatas dengan nilai F= mampu mengontrol dan mengatur perilakunya 84, dan nilai P= 0. 25 atau dengan baik dalam menghadapi peristiwa menunjukkan kontrol diri dan kesadaran yang tidak dikehendaki, dimana individu Hal ini sesuai dengan penting dalam hidupnya, individu kurang memprediksi adanya pengaruh kontrol mempertimbangkan segala keputusan dengan diri dan kesadaran diri pada munculnya matang sehingga yang diterimanya cenderung konsekuensi negatif dari peristiwa tersebut. Universitas Islam Negeri Maulana Dengan demikian, perlunya untuk terus Malik Ibrahim Malang. kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah hipotesis perilaku dengan baik berdasarkan pengalaman penelitian diterima. dan pengetahuan yang dimiliki. Vol. No. Tahun 2024 71 Sebtiani Selmi. Iin Tri Rahayu Individu yang memiliki kesadaran diri yang tinggi artinya individu sudah gangguan-gangguan mampu mengetahui dirinya secara luas kehidupan sehari-hari yang disebabkan oleh sehingga memberikan pengakuan pada diri, memiliki kepercayaan diri yang perhatian khusus dari individu untuk lebih baik untuk tampil di lingkungan, dan mengenali emosi diri dengan baik, smartphone, dan mencukupkan pada hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan yang bagaimana cara bersikap yang tepat atas penting dan tidak menggunakannya untuk suatu keadaan pada peristiwa tertentu. kepentingan kesenangan diri semata. Individu Berbeda pada individu dengan kategori dengan kecanduan smartphone yang sedang kesadaran diri yang sedang artinya menunjukkan adanya keterikatan diri dengan Dengan aktivitas-aktivitas memahami dan mengenali diri secara kategori tinggi, individu sudah meraskan gangguan-gangguan yang disebabkan oleh kebingungankebingungan atas dirinya smartphone pada aktivitas-aktivitas sehari- Sedangkan individu dengan kecanduan smartphone yang rendah menunjukkan sikap Sedangkan individu dengan kesadaran yang baik dalam memberikan respon pada diri yang rendah tidak akan mampu smartphone, artinya keterikatan diri individu memahami dan menjadi dirinya sendiri, dengan smartphone tidak berdampak pada individu cenderung mengondisikan diri untuk sama dengan orang lain walaupun aktivitasaktivitas sehari-hari. Individu mampu tidak sesuai dengan keadaan diri yang menahan diri dan memanfaatkan kebutuhan akan smartphone pada kadar dan intensitas yang tidak berlebihan. egosentrisme yang masih tinggi, serta memahami emosi diri dan orang lain. Individu Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dengan uji smartphone yang tinggi menunjukkan SPSS. 20 for windows dengan nili R Square keterikatan dirinya dengan smartphone 073 dan nilai signifikansi (F= 3. yang berlebihan, sehingga individu dan p=0,025 < 0,. , artinya ada pengaruh Vol. No. Tahun 2024 72 Sebtiani Selmi. Iin Tri Rahayu antara kontrol diri dan kesadaran diri pada kecanduan smartphone dengan rendah pada mahasiswa, namun apabila presentase sebesar 7,3%. Kontrol diri kontrol diri dan kesadaran diri yang rendah dan kesadaran diri memiliki hubungan maka kecanduan smartphone akan cenderung negatif, yakni apabila kontrol diri atau tinggi pada mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Daftar Pustaka