Pengaruh Media SosialA. (Risa Taher. PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP KECEMASAN MASYARAKAT MENGENAI BERITA COVID-19 THE INFLUENCE OF SOCIAL MEDIA ON ANXIETY IN SOCIETY ABOUT THE COVID-19 NEWS Oleh: risa tahera, bimbingan dan konseling, fakultas ilmu pendidikan, universitas negeri yogyakarta tahera2016@student. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial terhadap kecemasan masyarakat mengenai berita Covid-19 dan seberapa besar pengaruhnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Subjek penelitian adalah masyarakat Dusun Krucil. Desa Winong. Kec. Bawang. Kab. Banjarnegara berjumlah 104 orang. Instrumen yang digunakan adalah skala media sosial dan skala kecemasan. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana bertaraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase paparan media sosial sebagian besar pada kategori sedang . ,1%) dan presentase kecemasan juga berada pada kategori sedang . ,2%). Media sosial berpengaruh terhadap kecemasan mengenai berita Covid-19 . ilai sig 0,021 < 0,. Media sosial memberikan pengaruh sebesar 5,1% sedangkan 94,9% dipengaruhi oleh faktor lain. Kata kunci: media sosial, kecemasan, covid-19 Abstract This study aims to determine the influence of social media on anxiety in society about the Covid-19 news and how much the influence it has. The research approach used is quantitative approach with survey method. The research subject were 104 people in Krucil Hamlet. Winong. Bawang. Banjarnegara. The instrument used is scale of social media and scale of anxiety. The data analysis technique used is simple linear regression with a significance level of 5%. The result showed that the percentage of social media was mostly in the medium category . ,1%) and the percentage of anxiety levels was also in the medium category . ,2%). Social media has an effect on anxiety in society about the Covid-19 news . ig 0,021 < 0,. Social media has an effect of 5,1% while 94,9% is influenced by other factors. Keywords: social media, anxiety, covid-19 pengguna lainnya. Selanjutnya, menurut Kaplan PENDAHULUAN Media sosial menjadi hal yang tidak Haenlein . User terpisahkan dari kehidupan masyarakat di era modern seperti saat ini. Media sosial digemari Generated Content (UGC) yang merupakan oleh masyarakat karena menyediakan berbagai tulisan, foto, video, dan ulasan yang dibuat oleh macam informasi terbaru dan bisa menjadi sarana para pengguna media sosial. hiburan juga untuk berinteraksi secara jarak jauh. Media Selain itu, masyarakat dapat mengunggah konten- konten secara bebas di media sosial. Koo, dkk berpendapat dan juga saling berbagi informasi. 6: . mendefinisikan media sosial sebagai Hal ini dapat berdampak positif dan negatif. Menurut Withing, dkk. 3: . , dampak pengguna yang saling kenal di dunia nyata positif media sosial seperti sebagai sarana ataupun yang tidak saling mengenal untuk dapat interaksi sosial, berbagi dan mencari informasi, berinteraksi dan berbagi pengalaman kepada hiburan, relaksasi, mengungkapkan pendapat, 565 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 11. November 2021 mengekspresikan diri, dan sebagainya. Dampak pada seseorang dapat dilihat melalui tiga faktor, negatifnya seperti penyebaran hoaks, provokatif, yaitu frekuensi, durasi, dan atensi. Frekuensi ujaran kebencian, penyampaian informasi yang dapat dilihat dari seberapa sering seseorang berlebihan, dan sebagainya yang dapat memicu melihat, membaca, dan mendengarkan pesan dari permasalahan pada psikologis seseorang. Woods media, sedangkan durasi merupakan lama waktu & Scott, 2016: . menyatakan bahwa media seseorang dalam menyimak media. Selanjutnya, sosial dapat berdampak pada ketidak stabilan atensi dapat dilihat dari perhatian seseorang emosi, kecemasan, depresi, lesu, dan masalah kesehatan lainnya. disampaikan melalui media. Adanya media sosial membuat informasi- Berita-berita Covid-19 di media sosial informasi menjadi cepat tersebar, seperti berita dapat menimbulkan permasalahan pada seseorang tentang Covid-19. Covid-19 merupakan suatu seperti gangguan psikologis. Pada penelitian yang penyakit baru yang disebabkan oleh virus dan penyebarannya sangat cepat. Covid-19 telah mahasiswa di China, mereka menemukan bahwa menyerang hampir seluruh negara di dunia penggunaan media sosial selama pandemi Covid- termasuk Indonesia, oleh sebab itu Covid-19 ini 19 berkaitan dengan kesehatan mental. Mereka di kategorikan sebagai pandemi. menyatakan bahwa terdapat hubungan antara Zhao Zhou Pandemi Covid-19 menjadi berita utama penggunaan media sosial dengan secondary pada akhir 2019 dan sepanjang tahun 2020. traumatic stress . = 0,18. p < 0,. , depresi . Berbagai media memberitakan Covid-19 setiap = 0,11. p = 0,. dan kecemasan . = 0,12 . harinya, tidak terkecuali di media sosial. Di media 0,. yang signifikan. Dari perolehan data sosial, berita Covid-19 tidak hanya diunggah oleh tersebut, maka disimpulkan bahwa semakin tinggi pihak-pihak seperti pemerintah dan tenaga medis, penggunaan media sosial, maka menimbulkan akan tetapi juga diunggah oleh masyarakat kesehatan mental yang lebih buruk (Zhao & pengguna media sosial. Berita-berita yang Zhou, 2020: . Sejalan dengan itu, dalam diunggah di media sosial meliputi informasi penelitian Roy, dkk. 0: . pada 662 responden menghasilkan data bahwa 40% pencegahan, dan juga angka kematian. Hal itu responden mengalami paranoid dengan pikiran membuat masyarakat setiap hari dihadapkan oleh berita tentang Covid-19. responden menyatakan khawatir pada diri sendiri Covid-19. Berita-berita di media sosial ini membuat dan orang terdekatnya terpapar virus corona, 41% seseorang terpapar media sosial. Paparan media responden merasa takut pada saat seseorang sosial atau media exposure merupakan suatu dilingkunganya jatuh sakit, 37% mengaku kondisi sejauh mana audiens menerima pesan dan menggunakan masker meskipun tidak ada gejala media yang spesifik (Slater, 2004: . Almaida. Covid-19, 75% merasa perlu menggunakan . 0: . menyatakan paparan media sosial Pengaruh Media SosialA. (Risa Taher. 566 menyatakan mereka sering mencuci tangan, dan meniadakan kegiatan seperti gotong royong untuk hampir separuh responden merasa panik dengan sementara waktu. Selain itu, masyarakat juga laporan-laporan pandemi Covid-19 di media. Dari menggunakan masker ketika keluar rumah data tersebut, mereka menyimpulkan pemberitaan meskipun tidak mengalami gejala terpapar virus Covid-19 di media sosial yang secara terus- corona, rutin mengonsumsi suplemen agar menerus dan informasi berlebihan tentang kesehatan terjaga, dan terlihat adanya tempat cuci pandemi Covid-19 menyebabkan kecemasan, tangan di depan rumah warga agar sebelum kebingungan, dan ketakutan pada masyarakat. masuk ke rumah mencuci tangan terlebih dahulu. Kecemasan pada seseorang dapat timbul Selanjutnya, beberapa warga yang diwawancarai dari beberapa faktor, yaitu faktor biologi, menyatakan bahwa mereka merasa sedih terhadap lingkungan, kognitif, dan emosional (Nevid, kondisi pandemi Covid-19 yang dikabarkan di Rathus. Greene, 2014: . Pandemi Covid-19 media sosial. Dari berita-berita di media sosial ini merupakan penyebab kecemasan yang berasal yang mereka simak, kehidupannya mengalami dari lingkungan. Menurut Donsu . 7: . , perubahan kebiasaan. Mereka menjadi lebih gejala seseorang mengalami kecemasan meliputi waspada dan berusaha untuk mematuhi protokol gejala fisiologi, afeksi, kognitif, dan tingkah laku. Mereka juga merasakan adanya Gejala fisiologi sepeti sakit kepala, lemas, badan kekhawatiran saat berada dikeramaian. Selain itu, pegal, jantung berdebar, dan keluhan fisik diantara mereka ada yang menyatakan bahwa Selanjutnya, gejala afeksi meliputi pernah mengalami gejala-gejala virus corona dan perasaan sedih, khawatir, dan sebagainya. langsung memeriksa indra penciumannya. Ada Seseorang yang mengalami kecemasan juga juga warga yang kesehatannya terganggu serta menjadi waspada dan memikirkan hal yang mengalami gejala-gejala virus corona kemudian terus-menerus. dilarikan ke rumah sakit tetapi hasil swab test Gejala yang terakhir yaitu tingkah laku yang Warga tersebut menjelaskan bahwa ia gelisah, cenderung menghindar dari lingkungan, merasa khawatir, cemas, lemah, lesu, demam, dan sebagainya. mual, serta tidak napsu makan saat mengetahui Gejala-gejala kecemasan seperti telah keluarganya ada yang terpapar Covid-19 dan disebutkan sebelumnya, terlihat pada masyarakat mendapatkan berbagai informasi di media sosial Dusun bahwa beberapa rekannya kehilangan keluarga Bawang. Krucil. Desa Kabupaten Winong. Kecamatan Banjarnegara. Peneliti karena Covid-19. melakukan observasi dan wawancara pada Berdasarkan dari paparan di atas, maka beberapa warga terkait aktivitas dan kondisi penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui selama pandemi Covid-19. Selama pandemi apakah media sosial yang memberitakan pandemi Covid-19, masyarakat Dusun Krucil mengalihkan Covid-19 kegiatan-kegiatan Dusun pengajian dan kumpul RT menjadi online dan Krucil. Desa Winong. Kecamatan Bawang. Kabupaten Banjarnegara. 567 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 11. November 2021 Skala media sosial yang digunakan adalah modifikasi dari AuStatement of Social METODE PENELITIAN Metode yang digunakan pada penelitian Networking Usage QuestionnaireAy (Gupta & ini adalah metode survey. Menurut Sugiyono Bashir, 2. AuSNSs (Social Network Site. 5: . , metode survey merupakan metode Featured Usage ScaleAy (Shi, dkk. , 2. , dan yang digunakan untuk mendapatkan data di suatu AuExposure to Different Coronavirus-related tempat yang alamiah . ukan buata. dan peneliti InformationAy (Liu, 2. Skala kecemasan yang melakukan perlakuan berupa pengumpulan data digunakan adalah modifikasi dari AuFear of Covid- seperti kuesioner, wawancara, dan sebagainya. 19 ScaleAy (Ahorsu, dkk. , 2. AuThe Covid-19 Jenis Penelitian Stress Scale (CSS)Ay (Taylor, dkk. , 2. , dan Penelitian ini menggunakan pendekatan AuAnxiety Related to Covid-19 PandemicAy yang kuantitatif karena data hasil penelitian diukur dan disusun oleh Roy, dkk. Penelitian ini dikonversikan dalam bentuk angka dan dianalisis menggunakan modifikasi skala likert dengan dengan teknik statistik. menghilangkan pilihan jawaban netral. Skala Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Dusun favourable dan unfavourable dengan empat Krucil. Desa Winong. Kecamatan Bawang, preferensi jawaban yaitu sangat sering, sering. Kabupaten Banjarnegara. Jawa Tengah dan jarang, dan tidak pernah pada skala media sosial. dilaksanakan pada bulan Februari 2021. Selanjutnya, sangat sesuai (SS), sesuai (S), tidak Populasi-Sampel sesuai (TS), dan sangat tidak sesuai (STS) pada Populasi pada penelitian ini adalah skala kecemasan. Sangat sering/sangat sesuai masyarakat Dusun Krucil. Desa Winong. Kec. (SS) bernilai 4, sering/sesuai (S) bernilai 3. Bawang. Kab. Banjarnegara yang memiliki akun jarang/tidak sesuai (TS) bernilai 2, dan tidak media sosial berjumlah 141 orang. pernah/sangat tidak sesuai (STS) bernilai 1 pada Teknik Pada menggunakan purposive sampling dan jumlah unfavourable, skor kebalikan dari pernyataan sample ditentukan dengan Rumus Slovin derajat ketelitian 5% dan mendapatkan jumlah sampel Dilakukan uji coba instrumen untuk 104 orang berusia antara 13-64 tahun yang mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen. memiliki akun media sosial. Demografi sampel Setelah uji coba, didapatkan jumlah item skala penelitian yaitu berdasarkan jenis kelamin, usia, media sosial 16 item dan skala kecemasan 29 pendidikan terakhir, dan jenis pekerjaannya. Data. Instrumen, dan Teknik Pengumpulan Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan Data Pada dalam penelitian ini yaitu analisis kuantitatif instrumen berupa skala media sosial dan skala karena data yang dihasilkan berupa angka. Uji Pengaruh Media SosialA. (Risa Taher. 568 prasyarat analisis berupa uji normalitas dan uji media sosial menggunakan bantuan IBM SPSS linearitas, serta uji hipotesis menggunakan Statistic 25 for Windows. analisis regresi sederhana. Tabel 1. Deskripsi Data Media Sosial Uji mengetahui apakah skor variabel yang diteliti terdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov melalui Tabel di atas menunjukkan data empirik yang IBM Statistics 25 for Windows Version dengan diperoleh dari penelitian, selanjutnya data taraf signifikansi 5%. Data dikatakan terdistribusi tersebut digunakan untuk kategorisasi yang normal jika nila sig > 0,05. Selanjutnya uji dibagi menjadi tiga bagian yaitu tinggi, sedang, linearitas menggunakan pengujian Test for dan rendah. Linearity juga dengan bantuan IBM Statistics 25 Tabel 2. Kategorisasi Media Sosial for Windows Version. Uji linearitas digunakan untuk mengetahui apakah dua variabel memiliki Kategoris hubungan yang linear atau tidak. Data dikatakan Renta Skor linear jika p > 0,05. Uji memprediksi suatu gejala pada suatu variabel dari ( Tinggi 1,0E) O Skor variabel lain (Setiawati, 2017: . Pengolahan datanya menggunakan IBM Statistic 25 for ( Ae Windows Version. Rumus yang digunakan 1,0 E) Sedang Y = a bX < ( Frekue Presenta Skal 18,3 % 72,1% 9,6 % Sko Sko Keterangan: 1,0 E) : nilai variabel terikat Skor < Sko : nilai konstanta ( Ae : koefisien regresi 1,0 E) : nilai variabel bebas HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN O Skor Sko Rendah Jumlah Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui Deskripsi Data Media Sosial bahwa paparan media sosial pada masyarakat Paparan media sosial dihitung menggunakan Dusun Krucil sebagian besar masuk pada kategori skala likert yang telah dimodifikasi dengan nilai sedang dan dapat dilihat dalam bentuk grafik skor 1 sampai 4. Jumlah total pernyataan pada sebagai berikut: skala adalah 16 item. Berikut ini merupakan hasil dari perhitungan data yang diperoleh dari skala 569 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 11. November 2021 Media Sosial 73,00% 80,00% Kategoris 60,00% 40,00% 20,00% Tabel 4. Kategorisasi Kecemasan 18,30% 8,70% Sko Renta Skor Frekue Presenta Skal 14,4 % 69,2 % 16,4 % 0,00% Tinggi Sedang Rendah Kategori Tinggi Gambar 1. Diagram Nilai Presentase Media 97 O 1,0E) Sko O Skor ( Ae Sosial 1,0 E) Deskripsi Data Kecemasan Sedang Kecemasan dihitung menggunakan skala O Skor Sko likert yang telah dimodifikasi dengan nilai skor 1 < ( Jumlah total pernyataan pada skala 1,0 E) adalah 29 item. Berikut merupakan hasil dari Skor < Sko ( Ae 1,0 E) Rendah perhitungan data yang diperoleh dari skala kecemasan menggunakan bantuan IBM SPSS Jumlah Statistic 25 for Windows. Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui Tabel 3. Deskripsi Data Kecemasan bahwa tingkat kecemasan pada masyarakat Dusun Krucil sebagian besar masuk pada kategori sedang dan dapat dilihat dalam bentuk grafik Tabel di atas menunjukkan data empirik yang sebagai berikut: diperoleh dari penelitian, selanjutnya data Kecemasan tersebut digunakan untuk kategorisasi yang 100,00% dibagi menjadi tiga bagian yaitu tinggi, sedang, 50,00% dan rendah. 69,20% 14,40% 16,40% 0,00% Tinggi Sedang Rendah Kategori Gambar 2. Diagram Nilai Presentase Kecemasan Uji Normalitas Uji Normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Komolgorov-Smirnov Test dengan bantuan IBM SPSS Statistic 25 for Windows. Data hasil uji normalitas skala media Pengaruh Media SosialA. (Risa Taher. 570 sosial dan skala kecemasan dapat dilihat pada Winong. Kec. Bawang. Kab. Banjarnegara tabel sebagai berikut: mengenai berita Covid-19. Hasil uji hipotesis Tabel 5. Hasil Uji Normalitas Skala Media pada variabel media sosial dan kecemasan dapat Sosial dan Skala Kecemasan dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 7. Hasil Uji Analisis Regresi Sederhana Berdasarkan pada tabel tersebut, dapat dilihat bahwa nilai Constan . adalah 72,746 dan nilai variabel media sosial . adalah 0,364. Persamaan regresinya dapat ditulis sebagai berikut: Berdasarkan tabel tersebut, nilai Asymp. Sig. sebesar 0,2 maka data tersebut dikatakan berdistribusi normal karena nilai p > 0,05. Uji Linearitas Uji linearitas dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistic 25 for Windows. Hasil uji linearitas dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 6. Hasil Uji Linearitas Skala Media Sosial dan Skala Kecemasan Y = a bX Y = 72,746 0,364X Persamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai konstan variabel kecemasan adalah 72,746 yang berarti jika tidak terdapat media sosial (X), maka nilai kecemasan (Y) adalah 72,746. Nilai koefisien regresi X adalah 0,364 menandakan bahwa setiap penambahan 1% nilai paparan media sosial, maka nilai kecemasan akan bertambah 0,364. Koefisien regresi bernilai positif, sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh media sosial terhadap kecemasan Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat nilai Sig. Deviation from Linearity sebesar 0,097 yang berarti hubungan antar variabel bersifat linear karena nilai p > 0,05. Uji Analisis Regresi Sederhana Uji hipotesis menggunakan analisis regresi sederhana dengan bantuan IBM SPSS Statistic 25 for Windows. Hipotesis dari penelitian ini adalah media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecemasan masyarakat Dusun Krucil. Desa mengenai berita Covid-19 bersifat positif. Berdasarkan tabel di atas diketahui t hitung adalah 2,342 dan t tabel 1,65993, maka 2,342 > 1,65993 atau t hitung > t tabel. Selanjutnya dilihat dari nilai Sig. untuk variabel media sosial diperoleh nilai 0,021 yang berarti p < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa media sosial berpengaruh terhadap kecemasan. Selanjutnya, untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel X terhadap variabel Y dapat 571 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 11. November 2021 dilihat pada nilai R Square yang diperoleh pada berdebar, badan terasa lemas, dan gelisah karena analisis regresi sederhana sebagai berikut: mendapat berita tentang Covid-19 yang semakin Tabel 8. Koefisien Determinasi (R Squar. banyak memakan korban, kemudian merasakan gejala-gejala pasien Covid-19 seperti demam dan tenggorokan kering. Selanjutnya faktor kognitifemosional yang dipengaruhi oleh paparan media sosial berupa perasaan takut jika diri sendiri Berdasarkan tabel di atas, besarnya R Square ataupun keluarga terkena penyakit Covid-19, adalah 0,051 yang berarti bahwa media sosial perasaan sedih saat mendapatkan berita bahwa memiliki pengaruh positif sebesar 5,1% terhadap pasien Covid-19 semakin bertambah setiap kecemasan masyarakat Dusun Krucil. Desa harinya, kekhawatiran, kepanikan, dan juga Winong. Kec. Bawang. Kab. Banjarnegara berpikir berlebihan tentang kondisi kehidupan mengenai berita Covid-19, sedangkan 94,9% selanjutnya karena Covid-19. Faktor selanjutnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti adalah tingkah laku seperti menjaga jarak dan dalam penelitian ini. lebih menjaga kesehatan dan kebersihan. Berita- Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Covid-19 menginformasikan tentang anjuran dari presiden sosial berpengaruh terhadap kecemasan yang dialami oleh masyarakat Dusun Krucil. Desa melakukan jaga jarak dan menjaga kebersihan Winong, seperti rajin mencuci tangan, memakai masker Kec. Bawang. Kab. Banjarnegara mengenai berita Covid-19. Oleh karena itu, hipotesis yang diajukan oleh peneliti diterima. membersihkan tangan, dan menghindari tempat- Pengaruh bersifat positif dimana semakin tinggi tempat keramaian. paparan media sosial maka kecemasan semakin Peninjauan lebih lanjut, penelitian ini Paparan media sosial yang diterima dilakukan pada 104 subjek, dengan 58 subjek oleh masyarakat sebagian besar termasuk dalam berjenis kelamin perempuan dan 46 subjek kategori sedang, meliputi durasi, frekuensi, dan berjenis kelamin laki-laki. Hasil penelitian atensi penggunaan media sosial tentang berita menunjukkan bahwa 15,2% subjek laki-laki Covid-19 di media sosial. Selanjutnya, tingkat terkena paparan media sosial yang tinggi, 78,3% terkena paparan media sosial sedang, dan 6,5% sebagian besar juga termasuk dalam kategori terkena paparan media sosial rendah. Tingkat Faktor kecemasan yang dipengaruhi oleh kecemasan subjek laki-laki 10,9% tinggi, 71,7% paparan media sosial yaitu berupa fisiologi, sedang, dan 17,4% rendah. Selanjutnya, pada kognitif-emosional, dan tingkah laku. Fisiologi subjek perempuan hasil penelitian menunjukkan yang dipengaruhi oleh paparan media sosial bahwa 20,7% terkena paparan media sosial yang diantaranya reaksi-reaksi tubuh berupa jantung tinggi, 67,3% sedang, dan 12% rendah. Tingkat Pengaruh Media SosialA. (Risa Taher. 572 kecemasan subjek perempuan 17,2% tinggi. SMP Sederajat . ,4%). SMA Sederajat . ,3%), 67,2% sedang, dan 15,6% menunjukkan tingkat dan Strata . ,9%), sedangkan pada kategori kecemasan yang rendah. tinggi SMP Sederajat . ,8%). SMA Sederajat Berdasarkan jumlah subjek dapat dilihat . ,6%). Strata . ,4%). Dari data tersebut, bahwa subjek perempuan lebih banyak dibanding kelompok SMA Sederajat dan Strata tingkat subjek laki-laki, akan tetapi hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa antara pengaruh media kecemasannya lebih tinggi dibandingkan dengan sosial dan kecemasan yang diterima oleh subjek kelompok SMP Sederajat. perempuan dan laki-laki tidak ada perbedaan Selanjutnya yang mencolok diantara kedua subjek. sebagian besar paparan media sosialnya juga Selanjutnya ditinjau dari usia, tiga subjek berada pada kategori sedang dengan presentase berusia 55-64 tahun seluruhnya terpapar media tertinggi adalah pegawai swasta . ,5%) dan sosial yang tinggi. Pada usia lain, kategori karyawan . %). Pada tingkat tertinggi ada pada usia 18-24 tahun yaitu 22,2% sebagian besar juga berada pada kategori sedang dari 18 subjek. Kelompok usia lain sebagian besar dengan presentase tertinggi adalah karyawan ada di kategori sedang, dengan presentase . %) dan peternak . %) yang paparan media tertinggi pada usia 25-34 tahun dan 35-44 tahun. sosialnya berada pada kategori tinggi dan sedang Pada tingkat kecemasannya, pada kategori tinggi saja, tidak ada pada kategori rendah. Selain yaitu usia 55-64 tahun dengan presentase 33,3% dan usia 35-44 tahun dengan presentase 25,8 % pekerjaan sebagai seorang perawat dengan dari jumlah subjek pada usia tersebut. Kelompok tingkat penggunaan media sosial sedang, akan usia lain sebagian besar ada pada kategori sedang, tetapi tingkat kecemasannya tinggi. Hal ini berarti presentase tertinggi kategori sedang yaitu usia 45- masih banyak faktor lain yang menyebabkan 54 tahun dengan presentase 80% dan usia 25-34 timbulnya kecemasan pada individu. tahun dengan presentase 69,5%. Berdasarkan data Hasil penelitian ini sesuai dengan teori tersebut, maka paparan media sosial yang tinggi Nevid. Rathus, dan Greene . 4: . yang dapat menimbulkan kecemasan yang tinggi juga. Ditinjau dari segi pendidikan terakhir, kecemasan pada individu adalah faktor sosial dan paparan media sosial pada masing-masing lingkungan yang berupa paparan dari peristiwa kelompok sebagian besar pada kategori sedang traumatis seperti bencana. Covid-19 sebagai yaitu pada kelompok SMP Sederajat . ,4%), bencana non alam telah melanda hampir di SMA Sederajat . ,4%), dan Strata . ,5%). Pada seluruh negara yang mengakibatkan kemunduran kategori tinggi yaitu SMP Sederajat . ,3%). SMA . ,6%), dan Strata . %). Pada tingkat kehilangan pekerjaan dan kehilangan orang-orang kecemasan masing-masing kelompok sebagian terkasih yang meninggal akibat penyakit Covid- besar juga pada kategori sedang yaitu kelompok Peristiwa ini menjadi sorotan dan berita utama 573 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 11. November 2021 di dunia, berbagai media termasuk media sosial Simpulan yang memaparkan informasi-informasi mengenai Berdasarkan Covid-19 setiap hari. Hal ini juga berkaitan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa dengan pendapat Woods & Scott . 6: . media sosial berpengaruh positif dan signifikan tentang dampak negatif dari penggunaan media terhadap kecemasan mengenai berita Covid-19. sosial yaitu kecemasan dan ketidak stabilan Pengaruh yang diberikan bersifat positif berarti Kecemasan timbul karena di media sosial semakin tinggi paparan media sosial maka postingan dapat diakses secara bebas oleh kecemasan semakin meningkat. Media sosial pengguna termasuk konten yang dapat memicu berpengaruh positif sebesar 5,1% terhadap perubahan emosi, seperti pada berita tentang kecemasan masyarakat Dusun Krucil. Desa Covid-19 yang memunculkan para tenaga medis Winong. Kec. Bawang. Kab. Banjarnegara tengah menggunakan APD dalam menjalankan mengenai berita Covid-19 sedangkan 94,9% tugasnya untuk melindungi diri dari virus Covid- kecemasan dipengaruhi oleh faktor lain. 19, pusat-pusat isolasi bagi pasien Covid-19 yang Saran dipenuhi banyak orang, serta unggahan foto Berdasarkan dari penelitian yang telah ataupun video yang memperlihatkan korban dilakukan, terdapat beberapa saran sebagai meninggal dari penyakit Covid-19. Oleh sebab itu, unggahan-unggahan yang ada di media sosial Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat tersebut dapat menimbulkan kecemasan pada dijadikan referensi dan dapat lebih para penggunanya. Peneliti dapat memperluas Faktor penyebab kecemasan tidak hanya berasal dari sosial dan lingkungan, menurut variabel-variabel lain yang diperkirakan Nevid, menjadi faktor penyebab kecemasan. Rathus. Greene . kecemasan juga dapat disebabkan oleh dari Bagi kondisi biologis, kognitif, dan emosi. Hal ini turut pengaruh media sosial terhadap kecemasan menjelaskan hasil penelitian yang menyatakan sebesar 5,1%, masyarakat tetap disarankan bahwa 94,9% kecemasan dipengaruhi oleh faktor dalam menerima berita-berita Covid-19 di lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. media sosial dapat ditanggapi secara bijak Keterbatasan Penelitian agar kecemasan tidak bertambah. Keterbatasan pada penelitian ini yaitu demografi dari subjek penelitian tidak mengikut DAFTAR PUSTAKA