BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 FAKTOR Ae FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUBSEKTOR FOOD AND BEVERAGE PERIODE Retno Wulandari1. Pitaloka Dharma Ayu2. Eka Handriani3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNDARIS Email: rwulandari601@gmail. com, ayuloka@gmail. com, ekahandriani@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh antara Tangibilitas. TATO, dan NPM terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Food and Beverage periode 2019-2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur subsektor food and beverage sebanyak 84 perusahaan dan sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling sehingga menghasilkan 41 perusahaan sebagai sampel. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu Smart PLS 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: . Variabel Tangibilitas secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Keuangan. TATO secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Keuangan. NPM secara parsial memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Secara bersama-sama variabel Tangibilitas. TATO, dan NPM berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur Subsektor Food and Beverage periode 2019-2022. Kata kunci: Tangibilitas. TATO. NPM. Kinerja Keuangan ABSTRACT The objective of this study is to impact of Tamgibility. TATO, and on the Financial Performance of food and beverage sub sector manufacturing companies for the period 2019-2022. This study uses a quantitative approach. The population in this study was 84 food and beverage sub sector manufacturing companies and the sample was selected using purposive sampling technique that yielded 41 companies as a sample. The analytical tool used in this research is Smart PLS 4. The results of this study show that: . Tangibility variable has some significant positive impact on Financial Performance. TATO has a partial significant positive effect on Financial Performance. NPM has a partial significant positive effect on Financial Performance. The variables Tangibility. TATO, and NPM together have a significant impact on the Financial Performance of food and beverage subsector manufacturing companies in the period 2019-2022. Keywords: Tangibility. TATO. NPM. Financial Performance BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 41 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 PENDAHULUAN Pada era globalisasi saat ini industri mengalami pertumbuhan yang pesat. Persitiwa tersebut dipengaruhi oleh perkembangan di bidang teknologi informasi, telekomunikasi, dan transformasi serta faktor-faktor lainnya yang semakin meningkat. Perkembangan ini menyebabkan timbulnya persaingan, untuk itu perusahaan harus memiliki strategi agar dapat memberikan kepuasan terhadap pelanggan. Perusahaan harus memiliki keunggulan kompetitif agar mampu meningkatkan daya saing secara optimal sehingga dapat meningkatkan kinerja keuangan. Tujuannya untuk mengukur seberapa efisien perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dari total aset yang dimilikinya. Kinerja keuangan memberikan manfaat tidak hanya kepada perusahaan, melainkan kepada pihak-pihak lain, seperti investor, pemasok, pemberi pinjaman, pemerintah, dan masyarakat (Umaya, 2. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang makin banyak, permintaan akan makananan dan minuman meningkat. Tren masyarakat dalam mengkonsumsi makanan cepat saji menyebabkan munculnya banyak perusahaan baru. Hal tersebut terlihat dari peningkatan jumlah perusahaan di bidang food and beverage yang terdapat di BEI. Pada tahun 2020 ada sekitar 32 perusahaan, lalu pada tahun 2021 mengalami lonjakan dua kali lipat sebesar 72 perusahaan terdaftar, dan pada tahun 2022 terdapat sekitar 84 perusahaan food and beverage yang terdapat di BEI . Data tersebut membuktikan bahwa perusahaan food and beverage mengalami peningkatan jumlah perusahaan setiap Hal ini berarti perusahaan food and beverage dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga persaingan di bidang tersebut semakin ketat. Perusahaan harus memiliki langkah yang baik untuk mengatasi hal tersebut agar dapat lebih unggul daripada perusahaan lain. Menurut Hendy M. Fakhruin dalam Krisyadi dan Jeslyn . menyatakan bahwa peningkatan kinerja dapat didorong oleh tata kelola Kinerja keuangan adalah tolak ukur keberhasilan perusahaan menghasilkan laba dengan menentukkan ukuran-ukuran tertentu (Astari, et. al, 2. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini untuk mengukur kinerja keuangan menggunakan ukuran kemampuan aset untuk menghasilkan laba atau yang dikenal dengan ROA (Return On Asset. Semakin baik ROA menunjukkan semakin baik kinerja keuangan perusahaan. Adapun faktor yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan antara lain, tangibilitas. TATO, maupun NPM. BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 42 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Dalam penelitian ini digunakan perusahaan manufaktur subsektor food and beverage yang terdaftar di BEI periode 2019-2022 karena alasan fenomena perusahaan yang tidak menentu. Hal ini dapat dilihat pada tabel di bawah, sebagai berikut: Tabel 1. 1 Data Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur Subsektor Food and Beverage yang terdaftar di BEI Periode 2019-2022 Tahun ROA Tangibilitas TATO 7,0% 35,1% 115,2% 5,5% 33,9% 106,6% 8,4% 31,8% 120,7% 8,4% 31,9% 117,2% Sumber: w. id, data diolah 2023 NPM 6,1% 7,2% 10,4% 11,0% Berdasarkan tabel variabel di atas, dapat disimpulkan bahwa variabel kinerja keuangan yang diproksikan dengan ROA mengalami ketidakstabilan. Pada tahun 2019 nilai ROA sebesar 7,0% kemudian mengalami penurunan di tahun 2020 sebesar 5,5%. Sedangkan pada tahun 2021 dan 2022 tidak mengalami perusahaan yaitu sebesar 8,4%. Selanjutnya, variabel Tangibilitas setiap tahunnya mengalami penurunan yakni 2019 sebesar 35,1%, 2020 sebesar 33,9%, 2021 sebesar 31,8% dan mengalami kenaikan pada tahun 2022 yakni sebesar 31,9%. Berikutnya variabel TATO sebesar 115,2% pada tahun 2019, di tahun 2020 turun menjadi 106,6%, di tahun 2021 naik menjadi 120,7%, dan kembali turun di tahun 2022 menjadi 117,2%. Terakhir variabel NPM mengalami peningkatan setiap tahunnya secara berturut-turut yaitu sebesar 6,1%, 7,2%, 10,4%, dan Tangbilitas adalah gambaran besarnya aset tetap yang digunakan sebagai jaminan dalam memperoleh utang (Chandra dan Yanti, 2. Menurut penelitian Jesslyn dan Susanti . mengatakan bahwa tangibilitas berpengaruh negatif terhadap kinerja Hal ini terjadi karena perusahaan yang memiliki terlalu banyak aset tetap dengan penggunaan yang tidak efisien akan berdampak negatif terhadap kinerja keuangan. Total Assets Turnover (TATO) merupakan kemampuan menggunakan aset perusahaan seefisien mungkin guna memperoleh tingkat output yang maksimal (Syakiya. Menurut Firdayani . menyatakan bahwa TATO berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Pengelolaan aset yang baik oleh perusahaan akan membantu proses bisnis dan mendorong tercapainya target penjualan sehingga dapat menghasilkan laba yang tinggi. Net Profit Margin (NPM) yaitu rasio yang menggambarkan besarnya laba bersih yang dihasilkan dari setiap penjualan yang dilakukan (Fitriyani, 2. Menurut Lette BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 43 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 menyebutkan bahwa NPM berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Hubungan antara laba bersih setelah pajak dan penjualan menujukkan kemampuan perusahaan berhasil dalam manajemen margin tertentu sebagai kompensasi yang wajar bagi pemilik yang telah menyediakan modalnya untuk suatu resiko. NPM dapat menggambarkan tingkat efisiensi perusahaan dalam mengelola perusahaan dan dapat memprediksi profitablitas di masa yang akan datang. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan yang dijelaskan di atas, maka didapat rumusan masalah yang akan diteliti yaitu sebagai berikut: . Apakah Tangibilitas berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan Manufaktur subsektor Food and Beverage Periode 2019-2022? . Apakah TATO berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan Manufaktur subsektor Food and Beverage Periode 2019-2022? . Apakah NPM berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan Manufaktur subsektor Food and Beverage Periode 2019-2022? . Apakah Tangibilitas. TATO, dan NPM berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan Manufaktur subsektor Food and Beverage Periode 20192022? Tujuan Penelitian Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah sebagai berikut: . Untuk menguji pengaruh Tangibilitas terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur subsektor Food and Beverage periode 2019-2022. Untuk menguji pengaruh TATO terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur subsektor Food and Beverage periode 2019-2022. Untuk menguji pengaruh NPM terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur subsektor Food and Beverage periode 2019-2022. Untuk menguji pengaruh Tangibilitas. TATO, dan NPM terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur subsektor Food and Beverage periode TINJAUAN PUSTAKA Teori Sinyal (Signalling Theor. Teori sinyal adalah bagaimana sebaiknya suatu perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan. Teori ini menunjukkan asimetri informasi antara manajemen perusahaan dengan pihak yang berkepentingan dengan informasi perusahaan. Isyarat ini diambil oleh oleh manajemen sebagai tindakan untuk memberi petunjuk bagi investor tentang bagaimana manajemen memandang prospek perusahaan (Wati, et. al, 2. BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 44 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Kinerja Keuangan Kinerja keuangan merupakan ukuran perusahaan dalam menggunakan sumber daya dan asetnya secara efektif untuk memaksimalkannya profitnya. Kinerja keuangan membahas pertumbuhan, potensi perkembangan, dan prospek masa depan bagi suatu perusahaan. Kinerja keuangan menunjukkan bagaimana hasil yang telah dicapai manajemen dalam mengelola asetnya secara efektif dengan menunjukkan kondisi keuangan ataupun kondisi operasional perusahaan (Firdayani, et. al, 2. Tangibilitas Tangibilitas adalah rasio yang menentukan seberapa efisien perusahaan dalam mengolah asetnya dengan mengatur besar alokasi dana untuk komponen aset yang dimilikinya (Jesslyn dan Susanti, 2. Total Assets Turnover (TATO) Tato atau Total Asset Turnover adalah rasio aktivitas yang digunakan perusahaan untuk mendukung penjualan perusahaan dengan mengukur kemampuan seluruh aset perusahaan yang dioperasikan (Firdayani, et. al, 2. Net Profit Margin (NPM) Net Profit Margin adalah indikator dalam mengelola sumber- sumbernya dengan mengetahui efektifitas perusahaan yang dimilikinya (Lette, 2. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif yang berupa data laporan keuangan perusahaan yang diambil pada periode yang sudah ditentukan. Data kuantitatif merupakan data berupa angka atau bilangan absolut di mana data tersebut dapat dikumpulkan dan lebih mudah dibaca. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 4 . tahun dari periode 2019-2022. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia. Populasi. Sampel dan Teknik Sampling Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2019-2022. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah 84 perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel yang BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 45 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 digunakan sebanyak 41 perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI selama 4 tahun, sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 164. Metode Analisis Data Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis linear Analisis linear berganda merupakan analisis mengenai hubungan pengaruh dua atau lebih variabel independen (X) terhadap satu variabel dependen (Y) (Umaya, 2. Adapun alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Microsoft Excel 2016 dan Smartpls 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Tabel 4. 1 Analisis Statistik Deskriptif Sumber: data olahan SmartPLS 4. 0, 2024 Berdasarkan tabel statistik deskriptif di atas, dapat disimpulkan bahwa: Variabel X1 yaitu Tangibilitas memiliki nilai minimum atau nilai terendah sebesar 0,002. nilai maximum atau nilai tertinggi sebesar 0,840. mean atau nilai rata-ratanya 0,332. atau nilai tengahnya 0,298. dan standard deviation atau penyimpangan baku dari nilai ratarata adalah 0,167. Variabel X2 yaitu Total Assets Turnover memiliki nilai minimum atau nilai terendah sebesar 0,024. nilai maximum atau nilai tertinggi sebesar 4,463. mean atau nilai rata-ratanya 1,150. median atau nilai tengahnya 0,937 dan standard deviation atau penyimpangan baku dari nilai rata-rata adalah 0,794. Variabel X3 yaitu Net Profit Margin memiliki nilai minimum atau nilai terendah sebesar 0,221. nilai maximum atau nilai tertinggi sebesar 0,384. mean atau nilai rata-ratanya 0,087 median atau nilai tengahnya 0,063. dan standard deviation atau penyimpangan baku dari nilai rata-rata adalah 0,091. Variabel Y yaitu Kinerja Keuangan memiliki nilai minimum atau nilai terendah sebesar 0,049. nilai maximum atau nilai tertinggi sebesar 0,416. mean atau nilai rata-ratanya 0,073. median atau nilai tengahnya 0,062. dan standard deviation atau nilai penyimpangan baku dari nilai rata-ratanya adalah 0,066. BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 46 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Analisis Regresi Linear Berganda Gambar 4. 2 Analisis Regresi Linear Berganda Sumber: data olahan SmartPLS 4. 0, 2024 Dari data gambar 4. 1 di atas maka dapat diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Kinerja Keuangan = 0,702 0,095 X1 0,368 X2 0,915 X3 e Dari persamaan analisis regresi linear berganda di atas dapat disimpulkan sebagai Konstanta . senilai 0,702 e menunjukkan apabila varaiabel bebas (Tangibilitas. TATO, dan NPM) bernilai konstan atau nol, maka pada variabel terikat (Kinerja Keuanga. akan bernilai 0,702. Koefisien regresi Tangibilitas adalah 0,095. Hal ini berarti bahwa, apabila Tangibilitas mengalami kenaikan satu satuan, maka akan mempengaruhi Kinerja Keuangan dengan peningkatan satu satuan yaitu sebesar 0,095 berlaku pula sebaliknya. Koefisien regresi variabel Total Assets Turnover adalah 0,368. Hal ini berarti bahwa, apabila TATO mengalami kenaikan satu satuan, maka akan mempengaruhi Kinerja Keuangan dengan peningkatan satu satuan yaitu sebesar 0,368 berlaku pula sebaliknya. Koefisien regresi Net Profit Margin adalah 0,915. Hal ini berarti bahwa, apabila NPM mengalami kenaikan satu satuan, maka akan mempengaruhi Kinerja Keuangan dengan peningkatan satu satuan yaitu sebesar 0,915 berlaku pula sebaliknya. Uji Asumsi Klasik Uji Multikolinearitas Tabel 4. 2 Hasil Uji Multikolinearitas Sumber: data olahan SmartPLS 4. 0, 2024 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 47 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Berdasarkan tabel 4. 2 di atas dapat diketahui bahwa ketiga variabel independent yakni Tangibilitas (X. mempunyai nilai VIF 1. Total Assets Turnover (X. mempunyai nilai VIF 1. 179, dan Net Profit Margin (X. mempunyai nilai VIF 1. 206, hal ini berarti nilai VIF dari ketiga variabel tersebut <10 maka tidak ada gejala multikolinearitas. Koefisien Determinasi (R-Squar. Tabel 4. 3 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R-squar. Sumber: data olahan SmartPLS 4. 0, 2024 Berdasarkan tabel 4. 3 di atas menunjukkan bahwa nilai R-square adjusted sebesar 697, yang berarti kontribusi tiga variabel independent yaitu Tangibilitas. Total Assets Turnover, dan Net Profit Margin terhadap Kinerja Keuangan adalah sebesar 69,7%, sedangkan sisanya . % - 69,7% = 30,3%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Uji Hipotesis Uji t - Parsial Tabel 4. 4 Hasil Uji Statistik t - Parsial Sumber: data olahan SmartPLS 4. 0, 2024 Pengaruh Tangibilitas terhadap Kinerja Keuangan Gambar 4. 1 Uji Statistik t Ae Parsial Variabel Tangibilitas Berdasarkan tabel 4. X1 mempengaruhi Y dengan koefisien 0,038 dan signifikan pada 5%, berarti kenaikan X1 akan mempengaruhi Y sebesar 0,038. Jika dilihat dari nilai P value sebesar 0,034 < 0,05 dan nilai t-statistik (T-valu. sebesar 2,141 > t-tabel 1,97481. Maka H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa Tangibilitas berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan. BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 48 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Pengaruh Total Assets Turnover (TATO) terhadap Kinerja Keuangan Gambar 4. 2 Uji Statistik t Parsial Variabel TATO Berdasarkan tabel 4. X2 mempengaruhi Y dengan koefisien 0,031 dan signifikan pada 5%, berarti kenaikan satu satuan X2 akan mempengaruhi Y sebesar 0,031. Jika dilihat dari nilai P value sebesar 0,000 < 0,05 dan t-statistik (T-valu. sebesar 7,867 > t-tabel 1,97481. Maka H2 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa Total Assets Turnover berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan. Pengaruh Net Profit Margin (NPM) terhadap Kinerja Keuangan Gambar 4. 3 Uji Statistik t Parsial Variabel NPM Berdasarkan tabel 4. X3 mempengaruhi Y dengan koefisien 0,667 dan signifikan pada 5%,berarti kenaikan satu satuan X3 akan mempengaruhi Y sebesar 0,667. Jika dilihat dari nilai P value sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t-statistik (Tvalu. sebesar 19,326 > t-tabel 1,97481. Maka H3 diterima, sehingga disimpulkan bahwa Net Profit Margin berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan. Uji F- Simultan Tabel 4. 5 Hasil Uji Statistik F-Simultan Sumber: data olahan SmartPLS 4. 0, 2024 Dari tabel 4. 5 di atas dapat diketahui bahwa nilai P value sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai F hitung 125,838 > 2,66 F-tabel . f2 = n-k = 164-4-1= . sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independent yaitu Tangibilitas. Total Assets Turnover, dan Net Profit Margin secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu Kinerja Keuangan. BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 49 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Gambar 4. 4 Uji Statistik F KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: . Variabel Tangibilitas memiliki pengaruh signifikan positif terhadap Kinerja Keuangan secara parsial. TATO memiliki pengaruh signifikan positif terhadap Kinerja Keuangan secara parsial. NPM memiliki pengaruh signifikan positif terhadap Kinerja Keuangan secara parsial. Variabel Tangibilitas. TATO, dan NPM secara bersama-sama atau simultan memiliki pengaruh signifikan positif terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur Subsektor Food and Beverage. Adapun beberapa saran yang dapat diberikan dengan harapan dapat bermanfaat dalam membangun pengembangan bagi berbagai pihak diantaranya sebagai berikut. Bagi perusahaan Pada penelitian ini Tangibilitas memiliki nilai standardized coefficiens paling rendah diantara variabel TATO dan NPM yaitu sebesar 0. 095, oleh karena itu perusahaan disarankan untuk meningkatkan nilai aset tetap dan memonitoring depresiasi aset tetap yang dimiliki. Jika perusahaan dapat mengelola aset tetap dengan baik, perusahaan lebih mudah memonitoring penyusutan, karena penyusutan merupakan beban yang dapat mengurangi nilai aset tetap sehingga efektivitas perusahaan dalam memanajemen sumber aset akan lebih baik. Perusahaan disarankan untuk mempertahankan dan mengontrol total aset secara berkala agar nilai aset yang dimiliki tetap stabil dan nilainya tidak cepat menurun serta berfungsi secara optimal sehingga dapat meningkatkan Kinerja Keuangan. Dalam penelitian ini NPM juga merupakan variabel terpenting yang dapat mempengaruhi Kinerja Keuangan dibuktikan dengan nilai standardized coefficiens 915 dimana nilainya paling tinggi diantara Tangibilitas dan TATO, oleh sebab itu perusahaan disarankan untuk memperhatikan, mempertahankan dan mengendalikan nilai NPM, karena dengan hal tersebut dapat meningkatan perolehan pendapatan dan meminimalisir terjadinya risiko yang tidak diharapkan. BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 50 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Bagi investor yang akan melakukan investasi disarankan agar memperhatikan kondisi dan kemampuan perusahaan dalam mengelola kinerja keuangannya melalui laporan keuangan yang telah disediakan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko yang bisa saja terjadi. Bagi peneliti selanjutnya, . hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan menjadi saran dalam penelitian. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lanjutan dengan memperluas jumlah populasi yang ada dan melakukan proses pengumpulan data yang lebih baik, sehingga analisa yang dihasilkan semakin akurat. Peneliti selanjutnya mampu memahami tentang fokus kajian yang akan diteliti dengan memperluas literatur yang berkaitan pada topik yang dibahas. DAFTAR PUSTAKA