JURNAL VASTUKARA e-ISSN 2798-1703 Volume 2 No 1 Maret 2022 FASILITAS RUANG PADA PERANCANGAN INTERIOR PUSAT BUDAYA SUNDA DI KABUPATEN GARUT Nelsa Siti NurhalizaA. Ratri WulandariA 1,2Program Studi Desain Interior. Fakultas Industri Kreatif. Universitas Telkom E-mail : 1nelsastnurhaliza@student. id, 2ratriwulandari@telkomuniversity. Abstrak Kebudayaan ini merupakan sebuah interaksi antar kehidupan manusia di dalam suatu daerah melalui aspek sosial yang kemudian akan mendapatkan makna dalam kehidupan. Pada provinsi Jawa barat terdapat satu kebudayaan yaitu budaya sunda. Budaya sunda ini adalah budaya terbesar setelah budaya Jawa di Indonesia. Salah satu cara untuk melestarikan dan mengembangkan budaya sunda ini yaitu dengan memberikan fasilitas berupa pusat budaya. Pusat budaya merupakan tempat utama untuk mewadahi sebuah kebudayaan daerah juga untuk memfasilitasi masyarakat sebagai sarana informasi dan pendidikan kebudayaan daerah. Untuk memenuhi fungsi dan tujuan pusat budaya maka terdapat fasilitas ruang seperti kantor, perpustakaan, kelas kursus, dan galeri seni yang didalamnya bisa memamerkan lukisan, patung dan kesenian lainnya. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memanfaatkan informasi tentang fasilitas yang harus ada pada sebuah pusat kebudayaan. Kata kunci : Budaya Sunda, fasilitas budaya, kebudayaan, pusat budaya Abstract This culture is an interaction between human life in an area through social aspects which will then get meaning in In the province of West Java, there is one culture, namely Sundanese culture. This Sundanese culture is the largest culture after Javanese culture in Indonesia. One way to preserve and develop Sundanese culture is to provide facilities in the form of a cultural center. The cultural center is the main place to accommodate a regional culture as well as to facilitate the community as a means of information and education of regional culture. To fulfill the function and purpose of the cultural center, there are room facilities such as offices, libraries, class courses, and art galleries in which paintings, sculptures, and other arts can be exhibited. The results of this study are expected to be able to utilize information about the facilities that must exist in a cultural center. Keywords: Sundanese culture, cultural facilities, culture, cultural center Artikel ini diterima pada : 15 Januari 2022 dan Disetujui pada : 22 Februari 2022 PENDAHULUAN Kebudayaan pada suatu daerah akan berbeda-beda satu sama lain tidak akan sama, masing-masing tentunya memiliki kekhasannya tersendiri. Kebudayaan ini merupakan sebuah interaksi antar kehidupan manusia di dalam suatu daerah melalui aspek sosial yang kemudian akan mendapatkan makna dalam kehidupan . Terciptanya kebudayaan disebabkan oleh kehadiran juga kepentingan masyarakat guna untuk mengatasi lingkungan juga alam sekitar. Keberadaan manusia ini merupakan faktor utama terbentuknya suatu kebudayaan pada setiap daerah. Maka dari itu setiap masyarakat ketika melakukan aktivitas dan kebutuhan pada lingkungannya masing- masing akan berbeda- beda tergantung pada setiap daerahnya. Begitupun mengenai faktor yang mempengaruhi kebudayaan akan berbeda pada setiap daerah baik itu yang mempengaruhinya pada aktivitas maupun produktivitas masyarakat (Panjaitan, 2019: 48 . Indrawardana, 2012: . Pada provinsi Jawa barat terdapat satu kebudayaan yaitu budaya sunda. Budaya sunda ini adalah budaya terbesar setelah budaya jawa di Indonesia. Tidak hanya budaya sunda yang besar, namun didalamnya terdapat wilayah yang luas. Budaya ini tumbuh dan berkembang melalui pola hidup masyarakatnya, di dalam budaya ini terdapat berbagai sistem untuk mengembangkan budaya tersebut seperti Bahasa, kepercayaan, sistem kesenian, ilmu pengetahuan, kekeluargaan, adat istiadat dan juga sistem teknologi. Masyarakat sunda dalam kehidupan sehari-hari mereka seimbang dan tidak merusak alam sekitar, karena pada dasarnya masyarakat sunda tidak akan bisa jauh dari alam. Selain itu alam juga memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sunda. Pada wilayah sunda ini Jurnal Vastukara. Volume 2 No 1 Maret 2022 | 20 banyak terdapat pegunungan maupun bukit. Begitupun dengan arsitektur dan interior sunda selalu dekat dengan alam, misalnya penggunaan material alami pada interior dan arsitekturnya (Majdid, 2016:1-2. Hermawan, 2014:141-. Selain budaya Sunda, di Indonesia ini terdapat juga budaya lain seperti salah satunya budaya Yogyakarta. Yogyakarta dikenal sebagai kota pariwisata juga sebagai kota Pendidikan. Selain itu Yogyakarta memiliki potensi yang besar mengenai aspek kesenian serta kebudayaan. Pada daerah ini seni dan budaya masih tetap terjaga juga lestari, karena Yogyakarta hidup dengan warisan seni budaya. Pada setiap sudut perkotaan yang ada di Yogyakarta selalu mengandung unsur seni budaya, banyak para pendatang untuk belajar seni dan budaya. Tidak hanya itu para budayawan Yogyakarta aktif dalam mengisi kegiatan berupa kajian budaya melalui sarana media langsung maupun secara tidak langsung (Sari, 2020: 86-. Aspek budaya ini salah satu penunjang pariwisata. Salah satu cara untuk melestarikan dan mengembangkan budaya sunda ini yaitu dengan memberikan fasilitas berupa pusat budaya. Pusat budaya merupakan tempat utama untuk mewadahi sebuah kebudayaan daerah juga untuk memfasilitasi masyarakat sebagai sarana informasi dan pendidikan kebudayaan daerah. Pusat kebudayaan menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) yaitu tempat membina dan mengembangkan kebudayaan . ttps://kbbi. id/ ). Pusat kebudayaan merupakan suatu wadah untuk fasilitas masyarakat dalam kegiatan kebudayaan mulai dari kesenian, budaya tradisi yang dilakukan dalam kegiatan kebudayaan (Sanjaya , 2018:. Pusat budaya memiliki fungsi dan tugas, mengenai fungsi pusat budaya yaitu sebagai perkantoran, sebagai sarana Pendidikan, dan sebagai sarana hiburan. Selain itu pusat budaya memiliki 5 macam tugas diantaranya sebagai fasilitas untuk memberitahu mengenai kebudayaan kepada masyarakat luas, menciptakan, mewujudkan, serta mengawasi segala aktivitas mengenai seni dan budaya, memfasilitasi untuk pendidikan seni dan budaya guna untuk terus berkembang, membuat strategi mengenai seni dan budaya agar kebudayaan juga kesenian tidak punah, mencari orang yang ahli dalam kebudayaan guna untuk mengisi suatu kegiatan yang berhubungan dengan kebudayaan. Maka dari itu untuk memenuhi fungsi serta tugasnya, pusat kebudayaan ini harus memiliki berbagai macam fasilitas seperti diantaranya: Kantor, perpustakaan, kelas kursus, dan galeri seni yang didalamnya bisa memamerkan lukisan, patung dan kesenian lainnya. Selain itu di dalam galeri ini dapat menampilkan pertunjukan seperti drama, tari dan lainnya yang mengenai seni budaya (Marta, 2019 : 11-. Pada penelitian ini mengkaji mengenai fasilitas pusat budaya melalui tiga objek studi banding pusat budaya yang berbeda yaitu taman budaya Jawa Barat, teras Sunda Cibiru, dan taman budaya Yogyakarta, guna untuk mengetahui fasilitas apa saja yang harus ada dalam perancangan baru interior pusat budaya Sunda di kabupaten Garut. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memanfaatkan informasi tentang fasilitas yang harus ada pada sebuah pusat kebudayaan. METODE Penelitian ini menggunakan studi kasus perancangan baru interior pusat budaya Sunda di kabupaten Garut mengenai fasilitas ruangnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, penggunaan metode ini akan menghasilkan analisis perbandingan mengenai fasilitas apa saja yang ada pada pusat budaya. Metode kualitatif deskriptif merupakan metode penelitian dimana metode ini menjelaskan suatu indikasi sosial berdasarkan tulisan maupun lisan dari subjek penelitian, selain itu metode ini dapat mendeskripsikan mengenai bukti yang nyata bisa melalui kata-kata hasil dari pengumpulan data dan juga analisis data yang tepat yang didapatkan dari keadaan yang dialami. Metode ini merupakan metode yang paling mudah dalam teknik pengumpulan data penelitian. Teknik pengumpulan dalam penelitian ini biasanya dibantu dengan menggunakan alat bantu seperti salah satunya alat perekam. Dalam metode ini peneliti melakukan penelitian sendiri langsung ke lapangan (Yuhana, 2019: 91. Hardani,2020:18-. Jurnal Vastukara. Volume 2 No 1 Maret 2022 | 21 Dalam metode penelitian ini data yang diperoleh menggunakan teknik observasi, wawancara,dan dokumentasi. Proses observasi ini yaitu pencatatan kegiatan orang maupun kejadian ataupun benda ( obje. tanpa adanya komunikasi dengan individu yang ada di sekitar ketika melakukan pencatatan. Teknik observasi merupakan suatu teknik dalam proses pengumpulan data dalam penelitian dengan cara peneliti secara langsung turun ke tempat penelitian atau lapangan ( Mashuri, 2021:. Metode observasi dilakukan dengan mengunjungi objek pusat budaya . Pusat budaya yang pertama yaitu taman budaya Jawa Barat yang berlokasi di Jl. Bukit Dago Utara i No. Dago. Kecamatan Coblong. Kota Bandung. Jawa Barat Observasi pertama dilaksanakan pada hari Rabu, 06 oktober 2021. Pusat budaya yang kedua yaitu teras Sunda Cibiru yang berlokasi di Jl. Raya Cipadung. Cipadung. Kec. Cibiru. Kota Bandung. Jawa Barat 40614. Observasi pertama pada tempat ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 09 oktober 2021. Pusat budaya yang ketiga yaitu taman budaya Yogyakarta yang berlokasi di Jl. Sriwedani No. Ngupasan. Kec. Gondomanan. Kota Yogyakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta 55122. Observasi pertama dilaksanakan pada hari Kamis, 16 desember Dengan melakukan teknik observasi pada tiga pusat budaya, penulis dapat mengetahui perbedaan fasilitas dan aktivitas antara taman budaya Jawa Barat, teras Sunda Cibiru dan taman budaya Yogyakarta. Selain itu penulis juga dapat mengetahui pengguna ruang pada pusat budaya. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1. Taman budaya Jawa Barat (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2. Taman budaya Jawa Barat ini berlokasi di Jl. Bukit Dago Utara i No. Dago. Kecamatan Coblong. Kota Bandung. Jawa Barat 4013. Gedung ini didirikan di bawah dinas kebudayaan dan pariwisata. Terdapat berbagai macam fasilitas yang memiliki fungsi yang berbeda, fasilitas ruang pada taman budaya Jawa Barat yaitu: gedung teater tertutup didalamnya terdapat aktivitas pertunjukan seni tari dan seni musik, gedung sekretariat berfungsi untuk penyimpanan data dan didalamnya terdapat aktivitas karyawan gedung, gedung teater terbuka aktivitas di dalamnya sama seperti pada ruang teater tertutup yaitu untuk pertunjukan seni tari juga seni musik, cafetaria , sanggar seni, teater taman , teater tertutup kecil, gedung perpustakaan, ruang dokumentasi, mesjid , toilet, wisma seni, gedung pameran, ruang informasi, gudang, rumah diesel, rumah penjaga, area parkir utara teater tertutup, area parkir selatan teater tertutup, area parkir barat teater tertutup, area parkir Jurnal Vastukara. Volume 2 No 1 Maret 2022 | 22 teater terbuka, area parkir wisma seni, dan area parkir umum. Untuk fasilitas pada taman budaya Jawa Barat tidak disewakan karena taman budaya ini memfasilitasi, melestarikan juga mengembangkan budaya Jawa Barat agar tidak punah. Gambar 2. Teras Sunda Cibiru (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2. Teras Sunda Cibiru yang berlokasi di Jl. Raya Cipadung. Cipadung. Kec. Cibiru. Kota Bandung. Jawa Barat 40614. Gedung ini sama seperti gedung taman budaya Jawa Barat yaitu berdiri dibawah dinas kebudayaan dan pariwisata. Mengenai fasilitas ruang teras sunda cibiru yaitu terdapat parkir basement, palataran parkir, bale utama terdapat aktivitas seperti pertunjukan seni tari dan seni musik juga pertunjukan lainnya mengenai budaya sunda, palataran, bale motekar berfungsi untuk memfasilitasi pengguna ketika membuat kerajinan dari bambu seperti salah satunya pembuatan kerajinan karinding, terdapat dua ruang bale karya guna untuk penyimpanan karya seni lukis para seniman, bale gawe, bale alit biasanya didalamnya terdapat aktivitas pengguna seperti berdiskusi , tajug/mushola, bale rw, toilet, kantor, pos jaga. Fasilitas ini disewakan, akan tetapi dengan syarat-syarat tertentu yaitu salah satunya kegiatan yang mengandung unsur budaya dan tidak disewakan untuk acara khitanan ataupun acara pernikahan. Gambar 3. Gedung taman budaya Yogyakarta (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2. Jurnal Vastukara. Volume 2 No 1 Maret 2022 | 23 Taman budaya Yogyakarta yang berlokasi di Jl. Sriwedani No. Ngupasan. Kec. Gondomanan. Kota Yogyakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta 55122. Gedung ini berada dibawah dinas kebudayaan dan pariwisata. Mengenai hasil observasi dan wawancara mengenai fasilitas ruang yang ada pada taman budaya Yogyakarta yaitu: gedung concert hall, gedung societet militer, gedung pameran, gedung amphitheater, ruang seminar,panggung terbuka. Mengenai aktivitas pengguna pada gedung concert hall dan gedung societet militer mempunyai kegiatan yang sama seperti kegiatan pertunjukan seni tari, teater, dan seni musik. Namun mengenai kapasitas ruangnya berbeda, pada ruang concert hall memiliki kapasitas 800 orang sedangkan untuk ruang societet militer hanya memiliki kapasitas 300 orang. Ruang societet militer termasuk pada cagar budaya karena gedung peninggalan Belanda yang pada zaman dahulu ruangan ini digunakan untuk pesta orang-orang belanda. SIMPULAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan membandingkan jenis fasilitas yang ada pada pusat budaya, dimana hal ini dapat membantu dalam proses analisis fasilitas apa saja yang harus ada dalam perancangan interior pusat budaya Sunda di kabupaten Garut. Proses perbandingan fasilitas ruang dilakukan antara taman budaya Jawa barat, teras Sunda Cibiru, dan taman budaya Yogyakarta. Studi kasus pusat budaya Sunda di kabupaten Garut dengan literatur mengenai fasilitas pusat budaya yang baik dan harus ada di dalam gedung ini. Hasil dari studi banding dapat menjadi acuan dalam perancangan baru interior pusat budaya. Seluruh fasilitas perlu diperhatikan terkait jenis aktivitas atau kegiatan yang ada didalamnya. Pusat budaya Jawa Barat dan pusat budaya Yogyakarta memiliki fungsi fasilitas yang dominan sama, akan tetapi dalam pertunjukan memiliki perbedaan. Pusat budaya Jawa Barat memiliki kegiatan pementasan budaya sunda seperti contohnya tari merak, wayang golek, pencak silat dan lainnya. Untuk aktivitas pada pusat budaya Yogyakarta yaitu didominasi oleh pertunjukan teater. Setelah dilakukan pengumpulan data lalu dianalisis, maka fasilitas yang harus ada pada perancangan baru interior pusat budaya Sunda di kabupaten Garut yaitu: ruang pertunjukan/ ruang teater, ruang galeri sebagai fasilitas ruang utama, ruang workshop , area informasi dan fasilitas pendukung lainnya yaitu perpustakaan, kantor, toilet, mushola, area wudhu, kantin, pantry. Dengan demikian, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan sumber inspirasi bagi pembacanya. DAFTAR PUSTAKA