Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan (FINTECH) Vol 1 ( no 2 ): Halaman 126 -142. September , 2021 . ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL ATAS SIKLUS PRODUKSI PADA USAHA MIKRO KECIL MENENGAH Farazila Raisa 1. Hendra Wiradinata 2 1STIE Mulia Singkawang. Indonesia farazillaraisa@gmail. 2STIE Mulia Singkawang. Indonesia ABSTRACT Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian internal yang diterapkan oleh Mie Asin Cap Bunga Singkawang. Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus pada Mie Asin Cap Bunga Singkawang. Data yang diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengendalian internal pada siklus produksi dinilai efektif dengan skor 34 sesuai tabel Analisa COSO Internal Control Framework. Kesimpulan dari penelitian ini adalah lingkungan pengendalian yang dilakukan perusahaan sudah baik. Hal ini terlihat dari berbagai faktor yang membentuk lingkungan Adanya nilai integritas dan etika sudah baik. komitmen terhadap kompetensi sudah baik. Belum ada Dewan komisaris dan komite audit yang belum. Filosofi dan gaya operasi manajemen yang sudah baik. Struktur organisasi yang sudah baik berbentuk fungsional yang terdiri atas owner, bagian administrasi, dan bagian Produksi. Pembagian wewenang dan pembebanan tanggung jawab yang sudah baik dan kebijakan dan praktik sumber daya yang sudah sangat baik. Kata Kunci- Audit. Pengendalian. Internal. Produksi The purpose of this study was to evaluate the effectiveness of internal controls implemented by Mie Asin Cap Bunga Singkawang. This study used a descriptive research form in the form of a case study on Mie Asin Cap Bunga Singkawang. Data obtained through interviews, documentation and observation. The results showed that internal control in the production cycle was considered effective with a score of 34 according to the COSO Internal Control Framework Analysis table. The conclusion of this research is that the company's control environment is good. This can be seen from the various factors that make up the control The values of integrity and ethics are good. commitment to competence is good. There is no board of commissioners and audit committee yet. Excellent management philosophy and operating style. good organizational structure has a functional form consisting of the owner, the administration section and the Production section. Good division of powers and assignment of responsibilities and excellent resource policies and practices. Keywords- Audit. Control. Internal. Production Farazila Raisa | Analisis Sistem Pengendalian Internal Atas Siklus Produksi Pada Usaha Mikro Kecil Menengah PENDAHULUAN Perkembangan ekonomi di Indonesia semakin membaik. Hal ini bisa dilihat dari adanya usaha, yakni usaha rumah tangga yang bertujuan untuk memperbaiki ekonomi masyarakat. Persaingan yang semakin ketat dalam usaha dunia saat ini terutama dalam usaha mikro kecil menengah (UMKM) merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. UMKM memiliki kontribusi yang sangat signifikan dalam penerapan tenaga kerja. Dengan adanya usaha kecil ini akan sangat membantu jika dapat dikelola dengan baik, dari segi manajemennya, produksi sampai promosinya sekalipun. Usaha mikro sendiri dapat dikatakan sangat membantu karena permodalan awal yang tidak perlu dana besar dan lokasi produksi yang luas menjadi nilai tambahan bagi ekonomi negara Negara berkembang tidak akan mampu bersaing dengan negara Adidaya yang memiliki modal besar dan pengaruh besar dalam perekonomian dunia. Namun dengan mengembangkan sektor industri kreatif dan industri rakyat, negara berkembang mampu berdiri dan memperkuat perekonomiannya dimana permasalahan yang terjadi dalam negara berkembang itu selalu kompleks terkait pendapatan perkapita yang rendah, pengangguran dimana-mana serta tingkat keamanan yang rendah. Namun dengan berdirinya industri rakyat atau usaha mikro dan kreatif ini pasti sangat membantu dalam mengatasi masalah Adanya masalah yang sering timbul dalam menjalankan usaha dalam bentuk UMKM yang tidak mempunyai manajemen yang tepat, seperti terjadinya kekacauan-kekacauan dalam usahanya yakni lemahnya pengendalian intern yang dimiliki oleh pelaku usaha seperti dalam hal pencatatan laporan keuangan dan prosedur yang mengatur jalannya proses produksi, karena pelaku UMKM hanya berfokus pada pendapatan perhari serta utang atau piutang dalam berbentuk nota. Berdasarkan pemaparan-pemaparan diatas, terdapat masalah-masalah yang timbul khususnya pada Mie Asin Cap Bunga Singkawang seperti kurangnya laporan keuangan yang memadai, persaingan industri yang berada dipangsa pasar yang sama. Dengan permasalahan-permasalahan tersebut penulis ingin mengembangkan UMKM yang ada di daerah Singkawang khususnya pada Mie Asin Cap Bunga dengan melakukan penelitian dengan judul AuANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL ATAS SIKLUS PRODUKSI PADA USAHA MIKRO KECIL MENENGAH Au . Perekonomian Indonesia Teori Sistem Persaingan Usaha Kerangka Kerja Sistem Pengendalian Internal Pengendalian Internal COSO Internal Control Framework Analisa Sistem Pengendalian Internal Atas Siklus Produksi Pada Usaha Mikro Kecil Menengah (Studi Kasus Pada : Mie Asin Cap Bunga Singkawan. Gambar 1. Kerangka Pemikiran Penelitian Vol. No. September 2021 | Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan (FINTECH) Permasalahan Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagaimana proses penyediaan bahan baku terhadap siklus produksi di Mie Asin Cap Bunga Singkawang? Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan tidak efektifnya sistem pengendalian internal atas siklus produksi di Mie Asin Cap Bunga Singkawang? Apakah sistem pengendalian internal atas siklus produksi di Mie Asin Cap Bunga Singkawang telah dilakukan secara efektif? Pembatasan Masalah Penelitian yang dilakukan penulis di Mie Asin Cap Bunga Singkawang ini agar tidak menyimpang dari topik pembahasan, penulis melakukan penentuan batasan-batasan Peneliti hanya meneliti terhadap masalah sistem pengendalian internal di Mie Asin Cap Bunga Singkawang. Dan diluar hal tersebut, tidak akan difokuskan pada penelitian ini. Hanya melakukan penelitian pada proses penyediaan bahan baku. Hanya melakukan penelitian fungsi-fungsi yang terkait, prosedur dalam penyediaan bahan baku dan produksi yang akan dilakukan. Menggunakan COSO Internal Control Framework pengendalian internal. sebagai kerangka kerja Tujuan Penelitian Berdasarkan pada perumusan masalah yang telah dibuat sebelumnya, maka dapat diuraikan bahwa tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui bagaimana siklus produksi terhadap proses penyediaan bahan baku di Mie Asin Cap Bunga Singkawang. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan tidak efektifnya sistem pengendalian internal atas siklus produksi di Mie Asin Cap Bunga Singkawang. Untuk mengetahui apakah sistem pengendalian internal atas siklus produksi di Mie Asin Cap Bunga Singkawang telah dilakukan secara efektif. KAJIAN TEORI 1 Usaha Mikro Kecil Menengah Pengertian usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) : Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro sebagai mana diatur dalam Undang-Undang ini. Kriteria asset: Maks. 50 Juta, kriteria Omzet: Maks. 300 juta rupiah. Farazila Raisa | Analisis Sistem Pengendalian Internal Atas Siklus Produksi Pada Usaha Mikro Kecil Menengah Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini. Kriteria asset: 50 juta - 500 juta, kriteria Omzet: 300 juta - 2,5 Miliar rupiah. Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai. Miliar, kriteria Omzet: >2,5 Miliar - 50 Miliar rupiah. 2 Sistem Informasi Akuntansi Definisi Sistem Menurut Sujarweni . AuSistem adalah kumpulan elemen yang saling berkaitan dan bekerja sama dalam melakukan kegiatan untuk mencapai suatu Ay Definisi Informasi Menurut Eilon dalam Sunyoto . 4: 39-. : AuInformasi adalah sebagai pernyataan yang menjelaskan suatu peristiwa atau suatu objek atau suatu konsep, sedemikian rupa sehingga membantu kita untuk membedakan dari yang lain. Ay Definisi Akuntansi Menurut Diana dan Lilis Setiawati . 1: . akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengukur, mencatat dan mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa ekonomi dari suatu organisasi . isnis maupun non bisni. kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan informasi bisnis tersebut . engguna informas. Definisi Sistem Informasi Menurut Kenneth dan Jane dalam Suyanto . AuSistem informasi secara teknis dapat didefinisikan sebagai sekumpulan komponen yang saling berhubungan, mengumpulkan atau mendapatkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan dan pengawasan dalam suatu Definisi Sistem Akuntansi Menurut Sujarweni . Au Sistem Akuntansi adalah kumpulan elemen yaitu formulir, jurnal, buku besar, buku pembantu, dan laporan keuangan yang akan digunakan oleh manajemen untuk mencapai tujuan perusahaan. Ay Definisi Sistem Informasi Akuntansi Menurut TMBooks dalam buku Sistem Informasi Akuntansi . AuSistem Informasi Akuntansi merupakan sistem yang menyediakan informasi akuntansi dan keuangan beserta informasi lainnya yang diperoleh dari proses rutin transaksi Ay Sistem Pengendalian Internal Pengertian Pengendalian Internal: Pengendalian intern adalah penggunaan semua sumber daya perusahan untuk meningkatkan, mengarahkan, mengendalikan, dan mengawasi berbagai aktivitas dengan tujuan untuk Vol. No. September 2021 | Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan (FINTECH) memastikan bahwa tujuan perusahaan tercapai. Sarana pengendalian ini meliputi, tetapi tidak terbatas pada, bentuk organisasi, kebijakan, sistem prosedur, instruksi, standar, komite, bagan akun, perkiraan, anggaran, jadwal, laporan, catatan, daftar, auditing, metode, rencana dan auditing internal. Tujuan Pengendalian Internal: Menurut Sujarweni . 5: . : Ada lima tujuan perusahaan membuat pengendalian internal adalah: . untuk menjaga kekayaan . untuk menjaga keakuratan laporan keuangan perusahaan. untuk menjaga kelancaran operasi perusahaan. untuk menjaga kedisiplinan dipatuhinya kebijakan manajemen. agar semualapisan yang ada di perusahaan tunduk pada hukum dan aturan yang sudah ditetapkan di Keterbatasan Pengendalian Internal: Menurut Hery . : Sistem pengendalian internal perusahaan pada umumnya dirancang untuk memberikan jaminan yang memadai bahawa aset perusahaan telah diamankan secara tepat dan bahwa catatan akuntansi dapat diandalkan. Faktor manusia adalah faktor yang sangat penting dalam setiap pelaksanaan sistem pengendalian internal. Sebuah sistem pengendalian yang baik akan dapat menjadi tidak efektif oleh karena adanya karyawan yang kelelahan, ceroboh, atau bersikap acuh tak acuh. Demikian juga halnya dengan dengan kolusi, hal ini akan dapat secara signifikan mengurangi keefektifan sebuah sistem dan mengeliminasi proteksi yang ditawarkan dari pemisahan tugas. COSO Internal Control Framework Menurut COSO terdapat lima komponen/unsur dari pengendalian internal: Lingkungan Pengendalian (Control Environmen. : Menurut V. Wiratna Sujarweni . 5: . AuLingkungan pengendalian merupakan saran dan prasarana yang ada di dalam organisasi atau perusahaan untuk menjalankan struktur pengendalian intern yang baikAy. Menurut V. Wiratna Sujarweni . 5: 71-. AuKomponen yang memengaruhi lingkungan pengendalian intern adalah: Komitmen manajemen terhadap integritas dan nilai-nilai etika . ommitment to integrity and ethical value. Filosofi yang dianut oleh manajemen dan gaya operasional yang dipakai oleh manajemen . anajementAos philosophy and operating styl. Struktur organisasi . rganizational structur. Metode pembagian tugas dan tanggung jawab . ethods of assigning and Kebijakan dan praktik yang menyangkut sumber daya manusia . uman resources policies and practice. Pengaruh dari luar . xternal influence. Kegiatan pengendalian. Penilaian Risiko (Risk Assessmen. : Menurut Hery . 7: . AuMerupakan tindakan yang dilakukan manajemen untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko-risiko terkait penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan standar Sebagai contoh, jika perusahaan sering mengalami kesulitan dalam Farazila Raisa | Analisis Sistem Pengendalian Internal Atas Siklus Produksi Pada Usaha Mikro Kecil Menengah menagih piutang usaha, maka perusahaan harus menyelenggarakan pengendalian yang memadai untuk mengatasi risiko lebih saji piutang usahaAy. Aktivitas Pengendalian (Control Activitie. : Menurut Hery . 7: 137-. AuHal ini merupakan kebijakan dan prosedur untuk membantu memastikan bahwa tindakan yang diperlukan untuk mengatasi resiko telah diambil guna mencapai tujuan entitas. Kebijakan dan prosedur tersebut terdiri atas: Pemisahan tugas. Otoritas yang tepat atas transaksi. Dokumen dan catatan yang memadai. Pengendalian fisik atas aset dan catatan. Pemeriksaan independen atau verifikasi internal. Informasi dan Komunikasi Akuntansi (Informasi and communicatio. : Menurut Hery . 7: . AuTujuan dari system informasi dan akuntasi adalah agar transaksi yang dicatat, diproses, dan dilaporkan telah memenuhi keenam tujuan audit umum atas transaksi, yaitu: . transaksi yang dicatat memang ada, . transaksi yang ada sudah dicatat, . transaksi yang dicatat dinyatakan pada jumlah yang benar, . transaksi yang dicatat diposting dan diikhtisarkan dengan benar, . transaksi diklasifikasi dengan benar, dan . transksi yang dicatat pada tanggal yang benar. Dengan kata lain, sistem akuntansi harus dirancang untuk memastikan perihal kejadian, kelengkapan, keakuratan dan pengikhtisaran, klasifikasi, dan penetapan waktu transaksi dicatatAy. Pemantauan (Monitorin. : Menurut Hery . 7: . AuAktivitas pemantauan berhubungan dengan penilaian atas mutu pengendalian internal secara berkesinambungan . oleh manajemen untuk menentukan bahwa pengendalian telah berjalan sebagaimana yang diharapkan, dan dimodifikasi sesuai dengan perkembangan kondisi yang ada dalam perusahaan. Informasi yang dinilai berasal dari berbagai sumber, termasuk studi atas pengendalian internal yang ada, laporan auditor internal, umpan balik dari personil operasional, dan lainnyaAy. Tujuan Pengendalian Internal: Menurut Alvin A. Arens. Randal J. Elder, dan Mark Beasley . 5: . AuSistem pengendalian internal terdiri atas kebijakan dan prosedur yang dirancang untuk memberikan manajemen kepastian yang layak bahwa perusahaan telah mencapai tujuan dan sasarannya. Kebijakan dan prosedur ini sering kali disebut pengendalian dan secara kolektif membentuk pengendalian internal entitas tersebut. Biasanya manajemen memiliki tiga tujuan umum dalam merancang sistem pengendalian internal yang efektif: Reliabilitas pelaporan keuangan: Manajemen bertanggung jawab untuk menyiapkan laporan bagi para investor, kreditor, dan pemakai lainnya. Manajemen memikul baik tanggung jawab hukum maupun profesional untuk memastikan bahwa informasi telah disajikan secara wajar sesuai dengan prsyaratan pelaporan kerangka kerja akuntansi seperti prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP) dan IFRS. Tujuan pengendalian internal yang efektif atas pelaporan keuangan adalah memenuhi tanggung jawab pelaporan keuangan tersebut. Efisiensi dan efektivitas operasi: Pengendalian dalam perusahaan akan mendorong pemakaian sumber daya secara efisien dan efektif untuk mengoptimalkan sasaran-sasaran perusahaan. Tujuan penting dari pengendalian ini adalah memperoleh informasi keuangan dan non keuangan yang akurat tentang operasi perusahaan untuk keperluan pengambilan Vol. No. September 2021 | Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan (FINTECH) keputusan. Ketaatan pada hukum dan peraturan: Section 404 mengharuskan semua perusahaan publik mengeluarkan laporan tentang efektifan pelaksanaan pengendalian internal atas pelaporan keuangan. Selain mematuhi ketentuan hukum dalam section 404, organisasi-organisasi publik, non publik, dan nirlaba diwajibkan untuk menaati berbagai hukum dan peraturan. Siklus Produksi Definisi Produksi: Menurut Fahmi . 5: . : AuProduksi adalah sesuatu yang dihasilkan oleh suatu perusahaan baik berbentuk barang . maupun jasa . dalam suatu periode waktu yang selanjutnya dihitung sebagai nilai tambahan bagi perusahaan. Definisi Siklus Produksi: Menurut Romney dan Stenbart . 2: . : AuThe production cycle is a recurring set of business activities and related information processing operations associated with the manufacture of Ay Flowchart: Menurut Romney dan Steinbart . 2: . : AuA flowchart is an analytical technique used to describe some aspect of an information system an a clear, concise, and logical manner. Flowcharts use a standard set of symbols to describe pictorially the transaction processing procedures a company uses and the flow of data through a system. Ay Persediaan: Persediaan adalah aktiva pada perusahaan yang sangat penting, barang-barang baik yang dibuat atau dibeli untuk dijual kembali dalam bisnis Dalam persediaan dapat dikelompokkan menurut jenis dan posisi barang tersebut yaitu: Persediaan bahan baku . aw material. dan bahan pembantu . , bahan baku yaitu bahan utama untuk keperluan produksi. Sedangkan bahan pembantu adalah barang yang diperlukan sebagai pelengkap dalam proses Barang ini diperoleh dari supplier atau perusahaan yang membuat atau menghasilkan bahan baku untuk perusahaan lain yang Barang dalam proses . ork in proces. , yaitu bahan-bahan yang telah masuk dalam proses tetapi belum menjadi barang jadi. Persediaan barang jadi . inished good. , yaitu hasil produksi yang telah selesai dan siap untuk dijual. Fungsi Persediaan: Menurut Eddy . Beberapa fungsi penting persediaan dalam kebutuhan perusahaan, sebagai berikut: Menghilangkan risiko keterlambatan pengiriman bahan baku atau barang yang dibutuhkan. Menghilangkan risiko jika material yang dipesan tidak baik sehingga harus Menghilangkan risiko terhadap kenaikan harga barang atau inflasi. Untuk menyimpan bahan baku yang dihasilkan secara musiman sehingga perusahaan tidak akan kesulitan jika bahan itu tersedia dipasaran. Mendapatkan keuntungan dari pembelian berdasarkan diskon kuantitas. Memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan tersedianya barang yang Farazila Raisa | Analisis Sistem Pengendalian Internal Atas Siklus Produksi Pada Usaha Mikro Kecil Menengah diperlukan. Pengertian Bahan Baku: Istilah bahan baku dapat digunakan untuk bahan pembantu untuk pembuatan barang. Tetapi istilah ini sering dianggap sebagai bahan-bahan yang secara fisik dan akan digabung dalam produk yang akan Bahan baku yaitu barang-barang yang diperoleh utuk dipergunakan dalam proses produksi dan merupakan input pertama bagi pelaksanaan Metode Pencatatan Persediaan: Terdapat dua macam metode pencatatan persediaan yaitu: . metode mutasi persediaan . erpetual inventory dan . metode persediaan fisik . hisical inventory metho. Pengendalian Internal atas Persediaan: Menurut Hery . 7: . Pengendalian internal atas persediaan mutlak diperlukan mengingat aset ini tergolong cukup lancar. Ada dua tujuan utama dari diterapkannya pengendalian internal tersebut, yaitu untuk mengamankan atau mencegah aset perusahaan . dari tindakan pencurian, penyelewengan, penyalahgunaan, dan kerusakan, serta menjamin keakuratan . penyajian persediaan dalam laporan keuangan. Fungsi Internal Audit Atas Pegendalian Persediaan:Fungsi internal audit dalam pengendalian internal bahan baku meliputi seluruh aspek yang bersangkutan dengan persediaan, tidak hanya mengecek jumlah persediaan saja tetapi hal lainnya. Dapat diketahui bahwa hubungan intrnal audit dengan pengendalian internal persediaan bahan baku adalah sebagai Penelitian dan penilaian pelaksaan pengendalian internal di bidang persediaan bahan baku. Audit terhadap kebijakan dan ketaatan terhadap posedur persediaan bahan baku yang ditentukan. Penilaian terhadap aktivitas untuk menghindari kecurangan dan Pengujian terhadap tinkat kepercayaan akuntansi dan laporan-laporan mengenai persediaan bahan baku. Penilaian terhadap pelaksanaan tugas yang diberikan kepada setiap Memberikan saran dan perbaikan jika perlu. METODE PENELITIAN 1 Metode dan Bentuk Penelitian yang Digunakan Metode Penelitian yang digunakan: Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif untuk menjelaskan pengendalian intern yang dilakukan oleh karyawan atas siklus produksi pada usaha mikro kecil Menurut Dantes . 2: . : AuPenelitian deskriptif diartikan sebagai suatu penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu fenomena/peristiwa secara sistematis sesuai dengan apa adanyaAy. Vol. No. September 2021 | Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan (FINTECH) B. Bentuk Penelitian yang digunakan: Dalam penelitian ini, penulis juga menggunakan bentuk penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada Mie Asin Cap Bunga Singkawang. Menurut Mulyana . 0: . : AuStudi kasus adalah uraian dan penjelasan komprehensif mengenai berbagai aspek seorang individu, suatu kelompok, suatu organisasi . , suatu program, atau situasi sosialAy. 2 Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data Sumber Data Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer, yang penulis dapatkan dan kumpulkan langsung dari sumber primer. Menurut Sunyoto . 6: . : AuData primer adalah data asli yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti untuk menjawab masalah penelitiannya secara khususAy. Data primer diperoleh dari hasil wawancara, observasi, maupun dari dokumen yang berhubungan dengan persediaan. Menurut Indrawan dan Yaniawati . 4: . : AuSumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul dataAy. Sumber data dalam penelitian ini adalah Mie Asin Cap Bunga Singkawang. Teknik Pegumpulan Data Wawancara: Menurut Yusuf . 7: . AuWawancara merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa wawancara . adalah suatu kejadian atau suatu proses interaksi antara pewawancara . dan sumber informasi atau orang yang diwawancarai . melalui komunikasi langsungAy. Observasi: Penulis melakukan kegiatan ini secara bersamaan dengan aktivitas wawancara pada objek yang diteliti. Menurut Indrawan dan Yaniawati . : AuObservasi difokuskan sebagai upaya peneliti mengumpulkan data dan informasi dari sumber data primer dengan mengoptimalkan pengamatan Teknik pengamatan ini juga melibatkan aktivitas mendengar, membaca, mencium, dan menyentuhAy. Menurut Yusuf . 7: . : AuNonparticipation observer merupakan suatu bentuk observasi di mana pengamat . tau penelit. tidak terlibat langsung dalam kegiatan kelompok, atau dapat juga dikatakan pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan yang diamatinyaAy. Farazila Raisa | Analisis Sistem Pengendalian Internal Atas Siklus Produksi Pada Usaha Mikro Kecil Menengah Menentukan Topik Menentukan Masalah Studi Pendahuluan Merumuskan Masalah Mengumpulkan Data Analisis Data Menarik Kesimpulan Gambar 2. Langkah Penelitian Pada Gambar 2, menjelaskan langkah-langkah dalam penelitian, langkah pertama menentukan topik masalah yang akan diteliti. Kemudian menentukan masalah yang akan dipecahkan. Dalam studi pendahuluan diawali dengan mengidentifikasi terjadinya gejala- permasalahan dalam penelitian. Rumusan masalah yang akan dibahas pada penelitian ini adalah Bagaimana siklus produksi di Mie Asin Cap Bunga Singkawang? Bagaimana sistem informasi akuntansi pada siklus produksi di Mie Asin Cap Bunga Singkawang? Apakah sistem pengendalian internal atas siklus produksi di Mie Asin Cap Bunga Singkawang telah dilakukan secara efektif? Dilanjutkan dengan pengumpulan data yang diperlukan penulis untuk melakukan analisis data dengan cara seperti yang telah disebutkan pada metode penelitian, yaitu penulis menggunakan data primer yang diperoleh dengan melakukan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Langkah terakhir adalah menarik kesimpulan dari hasil analisis dan pembahasan masalah yang ada dalam penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Efektifitas Pengendalian internal didalam suatu perusahaan dapat dikategorikan baik jika semua kebijakan dan prosedur tersebut dilakukan secara baik oleh orang-orang yang bekerja didalam perusahaan tersebut. Komponen-komponen pengendalian internal mengacu pada COSO Internal Control Framework. Pengendalian intern Mie Asin Cap Bunga Singkawang dapat dijelaskan berdasarkan lima komponen atau unsur didalam pengendalian intern yang dijabarkan sebagai berikut : 1 Lingkungan Pengendalian Nilai integritas dan etika: Nilai integritas dan etika didalam perusahaan dapat dilihat dengan adanya peraturan-peraturan yang dibuat perusahaan dimana pekerja harus mematuhi aturan tersebut untuk mewujudkan integritas dan loyalitas terhadap Menjaga etika manajemen sangat penting untuk menghindari penipuan dan kecurangan yang dilakukan oleh pekerja. Mie Asin Cap Bunga Singkawang tidak ada kebijakan atau peraturan tertulis yang berkaitan/berhubungan dengan persediaan Vol. No. September 2021 | Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan (FINTECH) bahan bakunya. Tetapi manajer melakukan kebijakan secara langsung dengan memberitahukan kepada para pekerja. Para pekerja menjalankan tugasnya dengan cukup baik sesuai dengan bidang pekerjaannya masing-masing. Komitmen terhadap kompetensi: Komitmen manejemen terhadap kompetensi yang di lakukan Mie Asin Cap Bunga Singkawang sudah cukup baik, hal ini dapat dilihat dengan adanya proses seleksi penerimaan karyawan, penempatan karyawan sesuai dengan bidang pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki sehingga karyawan dapat mengetahui secara jelas peraturan, tugas, wewenang dan tanggung jawab sebagai karyawan untuk melaksanakan tugas secara efektif. Dewan komisaris dan komite audit: Penulis tidak mendapatkan informasi-informasi mengenai masalah atau laporan audit di Mie Asin Cap Bunga Singkawang. Manajer mengatakan perusahaan ini masih berskala kecil dan belom memiliki dewan komisaris ataupun komite audit. Jabatan tertinggi di Mie Asin Cap Bunga Singkawang ialah pemilik perusahaan dan orang yang dikasih wewenang menjalankan kegiatan usaha ialah manajer. Filosofi dan gaya operasi manajemen: Filosofi memiliki pengaruh besar atas lingkungan pengendalian suatu perusahaan. Mie Asin Cap Bunga Singkawang menerapkan filosofi dan gaya manajemen dalam menjalankan kegiatannya dengan mengutamakan rasa nyaman dalam bekerja sehari-hari. Manajer memberikan kebebasan serta kepercayaan yang penuh kepada karyawan dalam menjalankan tugasnya masing-masing yang telah ditentukan tanpa melupakan aturan, maka akan timbul rasa tanggung jawab akan keberlangsungan hidup perusahaan dan tujuan yang diinginkan perusahaan. Dengan begitu karyawan akan merasa bekerja di Mie Asin Cap Bunga Singkawang seperti sedang berada di lingkungan kerja keluarga. Struktur organisasi: Struktur organisasi di perusahaan Mie Asin Cap Bunga Singkawang dirancang dan disusun cukup baik sesuai kebutuhan perusahaan. Penerapan atas tugas, wewenang dan tanggung jawab berdasarkan sturktur organisasi secara umum baik namun masih belum memadai untuk pengendalian intern dikarenakan masih ada fungsi tugas yang kurang untuk menerapkan sistem pengendalian yang baik. Pembagian wewenang dan pembebanan tanggung jawab: Pembagian wewenang dan pembebanan tanggung jawab atas pengendalian persediaan bahan baku sudah cukup baik walaupun masih belum memadai. Hal ini dapat dilihat dengan adanya pemisahan tugas dan fungsi serta pendelegasian wewenang terhadap pekerja yang bekerja di perusahaan Mie Asin Cap Bunga Singkawang sesuai dengan kemampuan, keterampilan dan sesuai dengan posisi dimana pekerja tersebut menjalankan tugasnya. Kebijakan dan praktik sumber daya manusia: Kebijakan dan prosedur penerimaan karyawan di perusahaan Mie Asin Cap Bunga Singkawang sudah cukup baik. Penerimaan para pelamar pekerja di perusahaan Mie Asin Cap Bunga Singkawang tidak lah begitu rumit karena sebagian besar pelamar ialah pria dan tidak diharuskan memakai tingkatan pendidikan, karena perusahaan sangat menginginkan tenaga kerja yang sudah memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam mesin atau mengolah mie. Perusahaan merekrut pekerja sesuai kebutuhan posisi yang diinginkan perusahaan dan menyeleksi para pelamar pekerja sesuai kemampuannya. Farazila Raisa | Analisis Sistem Pengendalian Internal Atas Siklus Produksi Pada Usaha Mikro Kecil Menengah h. Penilaian Resiko: Penentuan resiko persediaan bahan baku yang ada pada Mie Asin Cap Bunga Singkawang yang mungkin terjadi dimana resiko yang sewaktu waktu akan muncul ialah kualitas bahan baku yang kurang baik akibat keterlambatan pengiriman dari tempat pemasok . ke perusahaan. Tempat penyimpanan bahan baku yang tidak tepat juga dapat menjadi resiko berkurangnya kualitas bahan baku. Oleh karena itu perusahaan mengantisipasi penyimpanan bahan baku agar terhindar dari kerusakan dengan cara membuat rak yang lebih tinggi untuk menghindari tepung terkena air dan menutupnya dengan alas sehingga terhindar dari kutu tepung dan binatang lainnya. Informasi dan komunikasi: Mie Asin Cap Bunga Singkawang merupakan salah satu perusahaan industri kecil yang ada di Kota Singkawang. Dalam sistem akuntansi perusahaan ini belum memadai untuk menghasilkan pelaporan keuangan yang handal. Namun Perusahaan Mie Asin Cap Bunga Singkawang melakukan prosedur pencatatan akuntansi sudah secara komputerisasi dan secara manual dan dokumen-dokumen penting disimpan secara cukup baik yang berguna bagi perusahaan sebagai informasi di kemudian hari. Dengan adanya sistem pencatatan secara manual dan komputerisasi diharapkan kesalahan pencatatan akan semakin kecil terjadi sehingga pencapaian informasi dan komunikasi menjadi efektif. 2 Aktivitas Pengendalian Aktivitas pengendalian persediaan bahan baku pada Mie Asin Cap Bunga Singkawang meliputi kebijakan dan prosedur yang dibuat oleh perusahaan ini untuk memberikan kemungkinan yang memadai bahwa sistem pengendalian persediaan bahan baku yang ditetapkan telah dilaksanakan perusahaan Mie Asin Cap Bunga Singkawang, terdiri dari : Otorisasi Transaksi: Otorisasi atas transaksi dan aktivitas sudah baik. Dari pengamatan dan wawancara yang dilakukan diketahui bahwa otorisasi atas transaksi dan aktivitas dilakukan satu pintu. Otorisasi hanya dengan pembubuhan tanda tangan oleh bagian administrasi Mie Asin Cap Bunga Singkawang. Surat jalan dan surat pesanan bahan baku diotorisasi oleh bagian administrasi. Pemisahan Tugas: Perusahaan telah melaksanakan pemisahan tugas yang cukup pada setiap transaksi atau kegiatan yang berkaitan dengan persediaan bahan baku. Satu diantaranya adalah pada kegiatan transaksi pembelian persediaan bahan baku dapat dilihat bahwa ada pembagian tugas yang jelas, yakni : Meski bagian gudang tidak ada di perusahaan, pengajuan permintaan pembelian persediaan bahan baku dan menyimpan persediaan di Mie Asin Cap Bunga Singkawang dilakukan oleh bagian produksi. Melakukan pemesanan persediaan bahan baku kepada pemasok oleh bagian Pada bagian adminitrasi di Mie Asin Cap Bunga Singkawang ada dua posisi jabatan yang diterapkan perusahaan : . bagian pencatatan transaksi atau kegiatan yang berkaitan dengan persediaan bahan baku secara manual, . pencatatan transaksi, mengeluarkan surat jalan dan melakukan pemesanan pembelian secara komputerisasi, mengarsipkan bukti transaksi dan dokumen penting perusahaan. Tindakan manajemen dalam pemisahan tugas dalam setiap transaksi sudah cukup baik, sehingga dapat dilakukan deteksi segera atas Vol. No. September 2021 | Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan (FINTECH) kesalahan atau kecurangan atas pelaksanaan tugas yang dibebankan kepada 3 Catatan Akuntansi Di Mie Asin Cap Bunga Singkawang Ada dua fungsi tugas dalam pencatatan transaksi atau kegiatan yang berkaitan dengan persediaan bahan baku yakni dengan cara manual dan Dokumen-dokumen dan catatan-catatan juga di simpan dengan aman yang berguna di masa yang akan datang. Diharapkan karyawan lebih teliti dan bertanggung jawab pada tugas dan wewenang yang diberikan. Meminimalisir terjadinya kesalahan-kesalahaan kecil dalam catatan akuntansi. 4 Pengendalian Akses Pengendalian akses yang dilakukan oleh Mie Asin Cap Bunga Singkawang yakni yang berhubungan dengan dokumen-dokumen dan catatan-catatan meski belom tergolong memadai namun sudah didapat digolongkan cukup baik, dengan adanya sistem pencatatan secara manual dan komputerisasi. Perusahaan bertanggung jawab atas dokumen dan catatan tersebut dengan memberikan perlindungan fisik terhadap dokumen-dokumen dan catatancatatan penting dengan disimpan dan diarsip di dalam map sebagai tempat penyimpanan dokumen dan catatan tersebut dan disimpan ditempat aman demi keutuhann dokumen dan catatan tersebut. Pengendalian akses yang dilakukan oleh perusahaan Mie Asin Cap Bunga Singkawang berhubungan dengan persediaan bahan baku dengan adanya tempat penyimpanan untuk menampung dan menyimpan persediaan bahan baku. Pemeriksaan terhadap persediaan bahan baku juga dilakukan Mie Asin Cap Bunga Singkawang. Tetapi masih ada kekurangan dalam pengendalian fisik terhadap persediaan bahan baku pada Mie Asin Cap Bunga Singkawang yakni belum adanya gudang khusus dan alat yang dapat membantu memperlama daya tahan bahan baku. 5 Verifikasi Independen Perusahaan telah melaksanakan pemisahan fungsi, tugas, wewenang dan tanggung jawab di masing-masing bagian jabatan atau pekerjaan yang telah ditentukan. Kebijakan ini secara tidak langsung menciptakan suatu pengecekan yang independen diantara bagian-bagian yang melakukan kegiatan tersebut. Hal ini melibatkan semua anggota yang bekerja didalam perusahaan Mie Asin Cap Bunga Singkawang termasuk juga penilaian kinerja yang berhubungan dengan persediaan bahan baku, produksi dan lain sebagainya. Dalam hal ini bertujuan mengevaluasi, menyimpulkan dan menampung masukan dan saran yang keluar dari pendapat para pekerja untuk dilakukan perubahan dan perbaikkan akan peraturan dan prosedur yang ada diperusahaan atau mempertahankannya. Hal ini dapat memajukan kelangsungan hidup perusahaan ke arah yang lebih baik. 6 Pemantauan/Pengawasan Pemantauan yang dilakukan pada Mie Asin Cap Bunga Singkawang mempunyai tujuan memudahkan dan memberikan informasi kepada pihak manajemen yang terkait dengan kegiatan-kegiatan yang dijalankan oleh perusahaan untuk mengetahui ketidakefektifan pelaksanaan komponen atau unsur-unsur pengendalian intern yang terdapat didalam Mie Asin Cap Bunga Singkawang melakukan pemantauan atas cara kerja yang dilakukan para pekerja yang ada di perusahaan sehingga apabila ada terjadi penyimpangan Farazila Raisa | Analisis Sistem Pengendalian Internal Atas Siklus Produksi Pada Usaha Mikro Kecil Menengah dan penyalahgunaan yang dilakukan para pekerja maka manajer perusahaan dapat mengetahui dengan cepat dan mengevaluasi kesulitan apa yang dihadapi para pekerja saat melaksanakan tugasnya. Evaluasi agar penyimpangan yang ditemukan juga merupakan tanggapan baik yang dicerminkan perusahaan akan kesadaraan pentingnya pengendalian intern di dalam kegiatan sehari-hari perusahaan untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan perusahaan dan keberlangsungan hidup perusahaan dimasa yang akan datang. Berdasarkan hasil penelitian, berikut ini penerapan unsur-unsur pengendalian intern di Mie Asin Cap Bunga Singkawang yaitu : Tabel 1. Analisis Efektivitas Pengendalian Intern Berdasarkan COSO Internal Control Framework Penilaian Kategori Lingkungan Pengendalian Nilai integritas dan etika Komitmen terhadap kompetensi Dewan komisaris dan komite audit Filosofi dan gaya operasi manajemen Struktur organisasi Pembagian wewenang dan pembebanan tanggung jawab Kebijakan dan praktik sumber daya Penilaian Resiko Informasi dan Komunikasi Aktivitas Pengendalian Otoritas transaksi Pemisahan tugas Catatan akuntansi Pengendalian akses Verivikasi independent Pengawasan Jumlah Skor Penilaian Bobot Nilai . obot x nila. Kurang Cukup Baik Baik sekali Skor Kurang Cukup : < 15 Cukup : 16 - 30 Baik : 31 - 45 Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Sangat Baik : 46 Ae 60 Oo Oo Oo Penilaian: Kurang Baik Vol. No. September 2021 | Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan (FINTECH) Oo Oo Oo Baik KESIMPULAN 1 Pengadaan. Penanganan dan Penggunaan Bahan Baku Pada proses pengadaan dan penggunaan bahan baku di Mie Asin Cap Bunga Singkawang sudah cukup baik karena antara bagian produksi dan owner selalu melakukan pengecekan bahan baku agar tidak terjadi kekurangan bahan baku. Hanya saja dalam penanganan bahan baku kurang baik karena belum memiliki gudang khusus untuk menyimpan bahan baku, maka dibutuhkan gudang khusus untuk menyimpan bahan baku dalam jumlah yang besar agar tidak mengalami kerusakan bahan baku. 2 Faktor Ae Faktor yang Menyebabkan Tidak Efektifnya Sistem Pengendalian Internal Atas Siklus Produksi di Mie Asin Cap Bunga Pada saat proses produksi banyak sekali faktor Ae faktor yang menyebabkan aktivitas produksi tersebut tidak berjalan dengan lancar ataupun faktor yang menimbulkan adanya produk gagal. Faktor bahan baku yang tidak berkualitas dapat merusak kualitas mie. Pemilihan tepung yang sudah lama dan banyak kutu didalamnya dapat menyebabkan pembuatan mie yang kurang baik dan tidak bergizi. Faktor yang dapat menyebabkan tidak efektifnya pengendalian internal adalah karyawan karena semua aktivitas produksi dikerjakan menggunakan tenaga karyawan langsung, karyawan yang tidak bertanggung jawab dapat menghambat Faktor selanjutnya adalah lingkungan, lingkungan yang kurang memadai seperti tempat yang kotor dan atap yang bocor dapat menyebabkan hasil produksi yang tidak berkualitas baik. Efektifitas Pengendalian Intern Pada Mie Asin Cap Bunga Singkawang Berdasarkan COSO Internal Control Framework. Dari analisis aktivitas persediaan bahan baku pada Mie Asin Cap Bunga Singkawang berdasarkan COSO Internal Control Framework bahwa efektivitas penerapan pengendalian intern yang diterapkan oleh Mie Asin Cap Bunga Singkawang dinilai efektif dengan skor 34 pada tabel 3. 4 Analisis COSO Internal Control Framework. Hal ini sesuai dengan indikator komponen pengendalian intern sebagai berikut: Lingkungan pengendalian yang dilakukan perusahaan sudah cukup baik. Hal ini terlihat dari berbagai faktor yang membentuk lingkungan pengendalian. Penaksiran risiko yang dilakukan perusahaan atas persediaan bahan baku sudah cukup baik meski belum maksimal. Hal ini terlihat dari perusahaan yang sudah lama beroperasi tetapi tidak pernah mengalami kehilangan atau kerusakan atas persediaan bahan baku dalam jumlah besar. Informasi dan komunikasi di perusahaan Mie Asin Cap Bunga Singkawang sudah cukup baik namun belum maksimal. Hal ini terlihat dari perusahaan masih melakukan prosedur, pencatatan, penyampaian informasi akuntansi secara manual dan komputerisasi. Dokumen-dokumen penting disimpan begitu baik yang berguna bagi perusahaan sebagai informasi di kemudian hari. Farazila Raisa | Analisis Sistem Pengendalian Internal Atas Siklus Produksi Pada Usaha Mikro Kecil Menengah d. Aktivitas pengendalian yang dilakukan perusahaan atas persediaan bahan baku sudah cukup baik meski belum maksimal. Hal ini terlihat dari aktivitas pengendalian terhadap persediaan tidak adanya gudang khusus penyimpanan bahan baku dan pengawasan fisik atas persediaan bahan baku meski belum ada pemasangan CCTV. Pemantauan yang dilakukan perusahaan atas cara kerja dan persediaan bahan baku sudah cukup baik. Hal ini dilihat dari adanya fungsi bagian pemantauan yang di buat manajer untuk membantu manajer dalam melakukan pengawasan terhadap cara kerja para karyawan dan persediaan bahan baku. SARAN Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis berusaha memberikan saran yang dapat diberikan oleh penulis adalah: 1 Pentingnya suatu koordinasi antar bagian yang terlibat langsung dalam persediaan termasuk pembelian, penerimaan persediaan bahan baku dan pengeluaran persediaan bahan baku serta saling menyediakan informasi dan saling berkomunikasi yang baik sehingga keseluruhan operasi perusahaan dapat berjalan efektif . 2 Sebaiknya perusahaan membuat gudang khusus untuk menyimpanan persediaan bahan baku dalam jumlah banyak agar bahan baku terhindar dari kerusakan dan tetap terjaga Agar pengendalian intern tersebut lebih ketat atau tingkat keamanan lebih tinggi maka perusahaan membutuhkan adanya kamera pengawas atau CCTV disetiap sudut lokasi yang penting terutama di dalam tempat penyimpanan bahan baku. DAFTAR PUSTAKA