Health Community Service (HCS) Pengabdian Kesehatan Masyarakat . Volume : 1 | Nomor 1 | Nopember 2023 | E-ISSN : 3026-6912 DOI: https://doi. org/10. 47709/hcs. Edukasi tentang Peningkatan Nutrisi dan Pencegahan Penyakit Cacingan Pada Anak Resa Nabila Fauzi. Dinda Arum Delima. Jenni Serlita. Intan Aulia. Stefani Joise Merinda Metom. Lilik Pranata* Universitas Katolik Musi Charitas lilikpranataukmc@gmail. Histori Naskah: Diajukan: 5-11-2023 Disetujui: 6-11-2023 Publikasi: 6-11-2023 Abstrak Anak merupakan individu yang berada dalam satu rentang perubahan perkembangan yang dimulai dari bayi hingga remaja. Dalam proses berkembang anak memiliki ciri fisik, kognitif, konsep diri, pola koping dan perilaku sosial. Anak sangat rentan terhadap risiko terjadinya penyakit seperti cacingan dan kurangnya nutrisi, maka anak yang sehat adalah yang nutrisi tercukupi dan tidak mudah terserang penyakit seperti cacingan. Maka perlua adanya edukasi dan peningkatan pengetahuan anak tetang nutris dan cacingan Tujuan kegiatan ini untuk mengedukasi anak mengenai bagaimana cara meningkatkan nutrisi serta pencegahan penyakit cacingan dan diharapkan kegiatan ini bermanfaat bermanfaat bagi anak anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dan banyak keingintahuan, banyak petualang dan cenderung berani tanpa memikirkan resiko terhadap diri sendiri dan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SD Negeri 115 Palembang. Setelah penentuan lokasi kegiatan, dilakukan penjajagan kesediaan pelaksanaan kegiatan dengan pengiriman surat permohonan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ditujukan kepada Kepala Sekolah. Berdasarkan surat tersebut. Kepala Sekolah memberikan ijin untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di sekolah tersebut pada tanggal 13 Mei 2023. Kegiatan pengabdian kepada Masayarakat edukasi tentang peningkatan nutrisi dan pencegahan penyakit cacingan pada anak telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Mei 2023 Pukul 08. 00 s. WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 117 orang siswa kelas 6. Hasil kegiatan diharapkan meningkatkan pengetahuan siswa tentang nutrisi dan pencegahan risiko penyakit cacingan. Kata Kunci : Anak. Cacingan,Nutrisi Pendahuluan Mengenalkan manfaat nutrisi dan gizi penting bagi anak-anak agar mereka mengetahui kandungan yang terdapat dalam makanan. Memvariasikan beragam jenis makanan pada menu sarapan, makan siang, dan makan malam setiap harinya juga penting agar menjaga gizi seimbang anak. Kandungan makanan dengan gizi seimbang menjamin terpenuhinya kebutuhan tubuh anak dalam berkarya dan beraktivitas. Anak sekolah mengalami pertumbuhan fisik, kecerdasan, mental, dan emosional yang sangat cepat. Makanan yang mengandung unsur gizi sangat diperlukan untuk proses tumbuh kembang. Dengan mengonsumsi makanan yang cukup gizi secara teratur, anak akan tumbuh sehat sehingga mampu mencapai prestasi belajar yang tinggi. Pencegahan masalah gizi pada anak usia sekolah perlu dilakukan untuk menjaga anak tetap sehat, berprestasi di sekolah, dan menjadi agen perubahan perilaku sehat bagi keluarga dan masyarakat. Orangtua, guru, dan pengelola sekolah lainnya memiliki peran dalam pencegahan masalah gizi pada anak ini. Adapaun salah satu penyebab dari gangguan status gizi adalah penyakit cacingan. Bila status gizi buruk akan menyebabkan gangguan gizi, anemia, gangguan pertumbuhan dan tingkat kecerdasan anak menurun (Anam. Sekitar 40 hingga 60 persen penduduk Indonesia menderita cacingan dan data WHO menyebutkan lebih dari satu milliar penduduk dunia juga menderita cacingan. Sebagian besar penderita cacingan hidup di wilayah Edukasi tentang Peningkatan Nutrisi dan Pencegahan Penyakit Cacingan Pada Anak Health Community Service (HCS) Pengabdian Kesehatan Masyarakat . Volume : 1 | Nomor 1 | Nopember 2023 | E-ISSN : 3026-6912 DOI: https://doi. org/10. 47709/hcs. Dan penderita di kalangan anak sekolah pun masih cukup tinggi. Menurut survei yang pernah dilakukan oleh Sub Direktorat Penanggulangan dan Pencegahan Diare. Cacingan, dan ISPL. Departemen Kesehatan Jakarta di suatu daerah terutama pada anak Sekolah Dasar (SD) menyebutkan sekitar 49,5 persen dari 3160 siswa di 13 SD ternyata menderita cacingan. Siswa perempuan memiliki prevalensi lebih tinggi yaitu 51,5 persen dibandingkan dengan siswa laki-laki yang hanya 48,5 persen (DepKes, 2. Menurut Adi Sasongko, kunci pemberantasan cacingan adalah memperbaiki hygiene dan sanitasi lingkungan. Misanya, tidak menyiram jalanan dengan air got. Sebaiknya, bilas sayur mentah dengan air mengalir atau mencelupkannya beberapa detik ke dalam air mendidih. Juga tidak jajan di sembarang tempat, apalagi jajanan yang terbuka. Biasakan pula mencuci tangan sebelum makan, bukan hanya sesudah makan. Dengan begitu, rantai penularan cacingan bisa Sedangkan untuk meperbaiki status gizi diperlukan kesadaran orang tua untuk meningkatkan asupan gizi pada anak (Adi. Tujuan Dan Manfaat Tujuan Tujuan dari kegiatan ini untuk mengedukasi anak mengenai bagaimana cara meningkatkan nutrisi serta pencegahan penyakit cacingan. Manfaat Diharapkan kegiatan ini bermanfaat bagi anak anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dan banyak keingintahuan, banyak petualang dan cenderung berani tanpa memikirkan resiko terhadap diri sendiri dan Pelaksanaan Kegiatan Berdasarkan rumusan masalah diatas pemecahan masalah yang dapat di berikan yaitu : Persiapan Program Persiapan merupakan langkah awal yang dilakukan sebelum pelaksanaan program secara langsung. Adapun persiapan yang dilakukan yaitu persiapan segala keperluan yang akan digunakan seperti penentuan lokasi yang akan digunakan, perizinan dan persiapan administrasi. Penyuluhan Peningkatan dan Pencegahan penyakit cacingan pada anak Kegiatan penyuluhan merupakan salah satu alternative pemecahan masalah dengan cara melakukan pemberian informasi secara kognitif untuk membuat anak anak memahami tentang nutrisi dan penyakit cacingan. Pembuatan Laporan Proses pembuatan laporan merupakan proses terakhir setelah program kegiatan ini sudah selesai di laksanakan. Pembuatan laporan dilakukan sebagai pertanggung jawaban segala kegiatan yang telah dilakukan. Hasil Kegiatan Kegiatan persiapan pertama yang dilakukan adalah penentuan lokasi kegiatan pengabdian masyarakat penyuluhan tentang peningkatan nutrisi dan pencegahan penyakit cacingan pada anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SD Negeri 115 Palembang. Setelah penentuan lokasi kegiatan, dilakukan penjajagan kesediaan pelaksanaan kegiatan dengan pengiriman surat permohonan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ditujukan kepada Kepala Sekolah. Berdasarkan surat tersebut. Kepala Sekolah memberikan ijin untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di sekolah tersebut pada tanggal 13 mei 2023. Kegiatan pengabdian kepada Masayarakat Penyuluhan tentang peningkatan nutrisi dan pencegahan penyakit cacingan pada anak telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Mei 2023 Pukul 08. 00 s. WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 117 orang siswa kelas 6 SD Negeri 115 Palembang. Secara umum kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan dengan metode ceramah tentang Nutrisi dan penyakit cacingan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan anak tentang peningkatan nutrisi dan agar anak dapat mencegah secara primer untuk meningkatkan derajat kesehatan. Edukasi tentang Peningkatan Nutrisi dan Pencegahan Penyakit Cacingan Pada Anak Health Community Service (HCS) Pengabdian Kesehatan Masyarakat . Volume : 1 | Nomor 1 | Nopember 2023 | E-ISSN : 3026-6912 DOI: https://doi. org/10. 47709/hcs. Kesimpulan Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang kanker dapat disimpulkan : Dari hasil pengabdian masyarakat ini dapat menyimpulkan bahwa kegiatan berjalan dengan lancar dan berhasil Melihat dari kondisi sekarang bahwa kurangnya pengetahuan serta kepedulian anak Ae anak terutama anak sekolah dasar tentang pentingnya menjaga pola makan yang sehat, maka kegiatan ini dinilai begitu Karena dapat memberikan pengetahuan terkait kebutuhan nutrisi pada tubuh apalagi di usia masa Selain makanan, anak Ae anak juga mengetahui bagaimana cara mencegah penyakit cacingan, yang mana penyakit tersebut cukup banyak di derita oleh anak anak. Sehingga sangat penting untuk mereka mengetahui bagaimana cara pencegahannya, salah satunya dengan mencuci tangan dengan baik sesuai standar WHO yaitu 6 langkah. Dan kegiatan ini pula mendapatkan respon baik dari pihak sekolah ataupun para siswa dan siswi SD Negeri 115 Palembang. Ucapan Terima Kasih Terimakasih penulis ucapkan kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan dan penyusunan laporan pengabdian kepada Masyarakat ini. Semoga laporan ini bermanfaat bagi seluruh pembaca. Referensi