Jurnal Ilmu Sosail dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 POTENSI PRESTASI PENGEMBANGAN OLAHRAGA UNGGULAN MATARAM Noor Akhmad1. Fadli Zainuddin2 Pendidikan Olahraga dan Kesehatan FPOK IKIP Mataram Abstrak. Tujuan dari penelitian ini. untuk memperoleh data tentang sistem rekrutmen, pembinaan, pelatihan dan pengelolaan di KONI Mataram. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah: deskriptif-kualitatif. Penentuan sumber data menggunakan metode . urposive samplin. Untuk keabsahan data digunakan data triangulation. Metode pengumpulan data melalui. wawancara, dan dokumen. Teknik analisis data melalui. reduksi data . penyajian data dan . verifikasi data. Hasil Penelitian di KONI Kota Mataram, sebagai wadah pembinaan olahraga belum cukup memadai, berbagai komponen SDM penunjang olahraga prestasi yang dimiliki belum terasa optimal baik itu. data pelatih olahraga, klub atau perkumpulan, pelatihan atau penataran, sarana dan prasarana, iklim kompetisi, kejuaraan pekan olahraga, sentra pembinaan. IPTEK keolahragaan, sistem informasi, pendanaan, penghargaan olahragawan, pelatih, pengurus dan organisasi, wasit belum terasa Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prestasi atlet di KONI Kota Mataram belum mencapai hasil yang maksimal. Kata kunci: Unggulan. Prestasi. Mataram. PENDAHULUAN KONI independen dan profesinal, untuk membangun prestasi olahraga nasional, guna mengangkat harkat dan martabat Bangsa Indonesia, sedangkan Misi. meningkatkan prestasi olahraga Indonesia, melalui pembinaan organisasi dan peningkatan sumber daya olahraga yang efektif, penggunaan sport science and technology, serta membangun karakter olahragawan guna menciptakan atlet yang berprestasi di tingkat daerah. Nasional dan Internasional. Untuk mengetahui profil olahraga unggulan menjadi persoalan penting dan harus dilaksananakan, upaya mendasar yang pertama dilakukan adalah dengan mengkaji komponen lingkup olahraga prestasi, aspek tersebut mencakup. pelatih olahraga, klub atau perkumpulan, pelatihan atau penataran, prasarana dan prasarana, iklim kompetisi, kejuaraan pekan olahraga, sentra pembinaan. IPTEK keolahragaan, sistem informasi, pendanaan dan penghargaan. Pengalaman keikutsertaan atlet pada. Pekan olahraga kota (Porko. Pekan olahraga Provinsi (Porpro. Pekan olahraga antar wilayah (Popwi. , pekan olahraga Nasional (PON) dan Sea Games. Jurnal Ilmu Sosail dan Pendidikan Kebutuhan tersusunya peta olahraga unggulan di setiap Kabupaten dan Kota di Nusa Tenggara Barat akan dilakukan melalui pengkajian penelitian dengan menggunakan berbagai metode terhadap kuantitas dan kualitas pembangunan olahraga. Selain itu mendapatkan informasi yang akurat, juga melalui studi dokumentasi dan wawancara berbagai sumber informasi mengenai pelaksanaan olahraga unggulan serta kaitanya dengan dukungan Pedoman diharapkan dapat dijadikan acuan utama bagi semua pihak, khususnya klub dan organisasi olahraga di Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk menentukan cabang olahraga unggulan didaerahnya, penentuan cabang olahraga unggulan yang tepat berdampak pada efektifitas dan efesiensi proses pembinaan olahraga prestasi di daerah tersebut. KAJIAN PUSTAKA Proses Pembinaan Potensi Pencapaian prestasi bukanlah satu-satunya tujuan yang ingin dicapai setiap atlet dalam kegiatan olahraga. Menurut Karen, . 9: . menjadi sukses sebuah organisasi perlu memenuhi kebutuhan individu. sama, dengan Jurnal Ilmu Sosail dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index berkontribusi terhadap keberhasilan organisasi, individu memenuhi kebutuhan pekerjaan pribadi mereka. Perkembangan fisik, psikis, dan sosial atlet merupakan aspek yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan dalam proses Oleh karena itu pelatih perlu memperhatikan berbagai faktor yang menjadi dasar dan prinsip dalam latihan, agar atlet tidak menjadi korban ambisi berprestasi yang berlebihan sehingga dapat mengorbankan sisi kehidupan yang lain. Dan sebagai pelatih perlu selalu mengantisipasi perkembangan olahraga global maupun IPTEK keolahragaan moderen, antara lain melalui pendidikan dan penataran. AuSalah satu jenis pendidikan dan penataran yang diperuntukkan bagi pelatih dan tenaga keolahragaan adalah penataran pelatih, dengan harapan pelatih-pelatih memiliki pengetahuan dan keterampilan handal sesuai yang diperlukan dan diisyaratkan untuk suatu tingkatan tertentuAy. Model pembinaan olahragawan di sekolah ini sangat efektif, untuk membentuk penerimaan calon atlet, peningkatan dalam pelatihan perlu lebih tajam lagi, sistem monitoring dan evaluasi yang terkesan longgar akan menimbulkan hasil kurang optimal. Untuk membina prestasi olahraga secara terpusat tentu merupakan pekerjaan yang tidak mudah, tidak efisien, tidak efektif dan biaya tinggi selain itu perlu adanya kegiatan bertahap dan sasarannya adalah pemassalan. 1 Pemassalan Adanya semboyang memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat merupakan kebijakan yang ditempu untuk arah kegiatan olahraga di Indonesia bahwa tahap Maksudnya agar seluruh lapisan masyarakat mengetahui dan melakukan kegiatan olahraga, maka strategi dari semboyang ini adalah mengajak masyarakat untuk berolahraga. Selain itu dapat diungkap Jurnal Ilmu Sosail dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 bahwa untuk mengembangkan olahraga atletik dan pencak silat perlu pemassalan. 2 Pembibitan Pembibitan diterapkan untuk menjaring atlet berbakat dalam olahraga prestasi yang diteliti secara terarah dan intensif melalui orang tua, guru, dan pelatih pada suatu cabang olahraga. Bertujuan untuk menyediakan calon atlet berbakat dalam berbagai cabang olahraga prestasi untuk kemudian dilanjutkan dengan pembinaan yang lebih intensif. Fungsi Manajemen Para ahli manajemen memberikan pendapat yang beragam mengenai fungsi-fungsi manajemen, namun pada intinya mengandung kesamaan terlihat adanya beberapa aspek utama, yaitu: 1 Perencanaan (Plannin. Perencanaan merupakan salah satu fungsi dalam manajemen yang secara keseluruhan tidak dapat dilepaskan dari fungsi lainnya dan peranannya dirasakan sangat penting. Menurut Kauffman . alam Saharullah, 2005: . Rencana yang baik hendaknya diarahkan kepada tujuan . oal Selain itu menurut Widjaya . , rencana secara jelas mengemukakan halhal seperti: apa yang akan dicapai. dengan penentuan tujuan mengapa hal itu yang diperlukan. berkenaan dengan alasan atau motif perlunya kegiatan itu. berkenaan dengan prosedur kerja, sasaran, dan biaya 2 Pengorganisasian (Organizin. Setelah menyusun rencana, selanjutnya diperlukan adanya kegiatan pengorganisasian. Pengorganisasian adalah suatu proses membagi kerja dalam tugas-tugas yang lebih kecil, membebankan tugas-tugas itu kepada orang mengkoordinasikan dalam rangka efektifitas pencapaian tujuan organisasi. Jurnal Ilmu Sosail dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Bimbingan/arahan (Directin. Bimbingan atau arahan . berarti organisasi melalui setiap personal, baik secara struktural maupun fungsional, agar setiap kegiatan tidak terlepas dari usaha mencapai 4 Koordinasi (Coordinatio. Selain kegiatan bimbingan/pengarahan dalam proses manajemen juga memerlukan Kegiatan koordinasi ini menurut Widjaya . 2: . meliputi tugas-tugas sebagai berikut: Setiap melaksanakan tugasnya dengan baik, dengan cara dan dalam waktu yang telah ditentukan atau sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menghindari bagian atau petugas yang menghambat atau merugikan pekerjaan dalam rangka kerjasama, sehingga tidak merugikan bagian dan atau petugas lain. Menghindarkan tumpang tindih yang dapat menimbulkan kesalah pahaman, kekacauan atau kebingungan. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Untuk memahami mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena apa adanya yang terdapat pada status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran atau suatu kelas peristiwa secara sistematis faktual dan akurat mengenai fakta, data atau gambaran secara riil dan valid, atas fenomena kegiatan dari pihak yang terkait dalam melakukan tugas struktur kelembagaan KONI Kota Mataram. AuMetodologi kualitatif adalah prosedur yang dihasilkan data deskriptif berupa kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamatiAy (Moleong, 2010: . Untuk memperlancar dan mempermudah pelaksanaan penelitian dilapangan perlu adanya bagan alir pada penelitian secara sistematis sebagai Jurnal Ilmu Sosail dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 Gambar 3. Prosedur Penelitian Lokasi Penelitian Penelitian ini di laksanakan di Kantor Dinas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Mataram, yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah orang yang betul paham dan terlibat langsung dengan permasalahan seperti. Ketua Umum (KONI). Ketua Harian. Sekertaris Umum. Bidang Organisasi. Bidang Pembina Prestasi. Bidang Anggaran. Pengurus. Pelatih. Atlet serta Wasit dan Juri. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian adalah sebagai Observasi . Pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap objek AuTeknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila, penelitian berkenaan dengan prilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besarAy (Sugiyono, 2012: . Wawancara . Peneliti bertindak sebagai . nstructured intervie. , wawancara tak berstruktur yaitu wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara Jurnal Ilmu Sosail dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Dokumen . Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Dokumen merupakan catatan peristiwa yang telah berlalu, bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya monumental dari Trianggulasi Tujuan penelitian kualitatif bukan semata-mata mencari kebenaran, tetapi lebih pada pemahaman subyek terhadap dunia disekitarnya. Oleh karena itu dengan menggunakan teknik trianggulasi dalam pengumpulan data, maka data yang diperoleh akan lebih tuntas dan pasti. Teknik Analisis Data Dalam mengumpulkan semua data dari studi observasi. Untuk menetapkan keabsahan, data diperlukan teknik Ada empat macam kriteria yang . , . , ketergantungan . , dan kepastian . HASIL PENELITIAN Setelah melakukan observasi di tempat penelitian yakni (KONI) Kota Mataram, maka kami dapat mengambil suatu kesimpulan dalam pembahasan ini mengenai dengan sistem perekrutan atlit yang dilakukan oleh para Pada bagian ini akan dijelaskan alur atau proses dalam penentuan finalisasi siapa yang akan menjadi atlit nantinya. Yang pertama dalam hal ini adalah para pelatih melakukan seleksi di setiap Kabupaten dan Kota yang ada di Nusa Tenggara Barat, sampai kepada Kota Mataram itu sendiri. Diantara beberapa wilayah tersebut sesuai hasil survei para pelatih di semua cabang olahraga. Adapun dalam pengamatan para pelatih disetiap cabang olahraga khususnya atletik pada saat diadakannya kejurda yang diadakan Jurnal Ilmu Sosail dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 langsung oleh dispora NTB. Dari even itulah para pengamat atau pemandu bakat akan melakukan pengamatan kepada para peserta. Begitupun dengan cabang olahraga pencak silat, para pelatih maupun pemandu bakat akan melakukan pengamatan kepada para peserta. Namun dalam penentuan perekrutan atlit dalam cabang olahraga ini tidak hanya berpatokan kepada yang juara saja. Namun ada beberapa item khusus yang akan menjadai patokan kepada para pelatih. Diantaranya adalah mungkin karena anak tersebut tidak juara pada even yang sedang berlangsung akan tetapi memiliki mental yang bagus dan semangat bertarung yang besar maka itu akan menjadi pertimbangan khusus kepada pelatih. Adapun hasil wawancara yang kami dapatkan dilapangan yang langsung dengan atlit pencak silat yang pernah meraih emas di event kejuaraan nasional Nusa Tenggara Barat kemarin dan mendapatkan medali perak di event POPWIL yakni Zainul Muttaqi yang berasal dari Kota Bima juga menyampaikan bahwa ketika pelatih kami sedang melakukang seleksi dalam perekrutan atlet saya tidak sedang juara pada saat itu akan tetapi pelatih saya melihat ada potensi juara dalam diri saya suatu saat nanti. Dan sudah terbukti apa yang disampaikan oleh pelatih saya saat saya meraih perak di event popwil dan meraih emas di tingkat kejuaraan nasional Nusa Tenggara Barat. PEMBAHASAN Terkait dengan sistem pelatihan yang ada di KONI Kota Mataram, sudah boleh dikatakan maksimal, karena program-program yang diterapkan para pelatih baik pelatih atletik maupun pelatih pencak silat sudah memberikan hasil yang positif bagi daerah. Dari sistem kepelatihan ini juga kami mendapatkan hasil bahwa program yang sedang diterapkan oleh pelatih saat ini tidak mendapatkan kendala terhadap para atlet sesuai hasil wawancara Akan tetapi yang sering menjadi kendala bagi para pelatih pada saat menemukan beberapa atlet yang semangatnya sedang turun dikarenakan oleh beberapa faktor yang Jurnal Ilmu Sosail dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index diantaranya adalah ketika ada atlet yang tingkahnya sudah berubah dari biasanya dan semangat latihan sudah tidak sama lagi di awal karena sudah memasuki masa-masa puberitas dan ini adalah salah satu masalah yang didapatkan oleh parah pelatih atau ketika ada diantara para atlet yang mendapatkan berita duka dan bertepatan di hari sebelum bertanding, ini akan menjadi kendala juga bagi para pelatih. Akan tetapi diantara masalah atau kendala yang muncul para pelatih selalu akan melakukan pendekatan secara persuasif agar para atlet yang semangatnya lagi turun diberikan motivasi agar semangat mereka dapat kembali stabil. Seperti apa yang disampaikan oleh pelatih ketika ada masah yang dihadapi oleh atlet maka itu adalah tanggung jawab kami untuk memberikan motivasi kepada mereka. Karena keberadaan kami disini bukan hanya sekedar pelatih saja, akan tetapi juga sudah menjadi orang tua kepada para atlet-atlet kami. Dan langkah juga yang biasa diberikan kepada atlet mengembalikan semangat mereka adalah mengajak para atlet untuk melakukan rekreasi bersama agar pikiran dan masalahnya dapat dilepaskan pada saat sedang rekreasi. Dari hasil wawancara kami dengan adik Mahdalena Sari terkait dengan kesiapan bertandinding di even POPDA sangat memiliki harapan yang besar untuk mencapai target yang telah dia persiapkan yakni target emas. KESIMPULAN Dengan adanya sistem rekruitmen atlet yang dilakukan oleh pihak penanggungjawab dan para pelatih di lingkup Kota Mataram akan melahirkan atlet-atlet yang handal dan diharapkan dapa mengharumkan nama Daerah Nusa Tenggara Barat. Managemen kepengurusan struktural di KONI Kota Mataram sangat dibutuhkan oleh penanggungjawab dan para pelatih bahkan bagi para atlet itu sendiri sehingga adanya kejelasan kepengurusan secara struktural. Sistem pelatihan yang ada di KONI Kota Mataram saat ini sudah baik, yang dibuktikan dengan prestasi yang telah diraih para atlet dibeberapa cabang olahraga baik Jurnal Ilmu Sosail dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 kejuaraan daerah maupun kejuaraan SARAN Bagi para atlet: Jangan pernah puas dengan prestasi yang telah dicapai saat ini tetap latihan, latihan, dan latihan demi capaian yang maksimal. Bagi para pelatih dalam proses perekrutan atlet betul-betul sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh calon atlet, sehigga dapat memberikan hasil yang maksimal bagi DAFTAR PUSTAKA