I Dewa Putu Wijana PEMAKAIAN BAHASA DALAM KARYA ILMIAH POPULER Oleh. I Dewa Putu Wijana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta Email: idp_wijana@yahoo. Abstract This article is intended to describe the characteristics of language used in popular scientific discourse, and its differences from ones usually found in pure scientific articles. A close and careful examination through some amount of data extracted from Intisari, one of the most popular scientific megazines in Indonesia, shows that the use of language in the popular megazine is considerably different from those generally exploited in more serious scientific articles. The differences include the use of long and short sentence combinations, reported speech, pronouns, simele and metaphor, diction, conjuction and other syntactic constituent ellipsis, and anecdotes and play on word. The popular style is important to master, especially by anyone who are involved and interested in popular writing activities. Accordingly, the standard variation is not the only style to teach in langage learning. Key words: popular, scientific, and style kesaksamaan penuturan memegang peranan penting dalam bahasa ilmiah. Segala kemampuan yang yang ada dalam bahasa dikerahkan untuk pengertian, pendapat, pengetahuan , keyakinan, dsb. seefisien-efisiennya. Karena itu, digunakan kata-kata, ungkapan-ungkapan dan cara-cara penuturan yang khusus bagi satu bidang ilmiah dan teknik. Tak sedikit kata-kata yang sengaja ditempa dan ditentukan pengertiannya, yaitu yang lazim disebut istilah keilmuan. Katakata itu bagi orang luar tak ubahnya dengan kata-kata dewata. Lain dari itu digunakan juga rumus-rumus dan kependekan-kependekan yang hanya Pendahuluan Dari berbagai pakar yang telah memaparkan karakteristik ragam bahasa ilmiah, pandangan Poerwadarminta . 9, . agaknya cukup memadai digunakan sebagai acuan atau pegangan di dalam mengidentifikasikan variasi bahasa yang sering digunakan oleh para ilmuan dalam mengkomunikasikan pikiran-pikirannya dalam situasi dan lingkungan keilmuan. Secara lengkap dikatakan bahwa: AuRagam bahasa ilmiah adalah bahasa pikiran yang sesungguh-sungguhnya. Yang disampaikan ialah kegiatankegiatan pikiran, ditujukan kepada pikiran, dan harus pula ditangkap dengan pikiran. Ketepatan dan Journal Arbitrer. Vol. 1 No. 1 Oktober 2013 ada dalam suatu bidang ilmiah atau teknikAy adanya keterbatasan penggunaan elemen dialek dan daerah, adanya penggunaan konjungsi bahwa dan karena secara konsisten dan adanya penggunaan pola aspek plus pelaku plus verba secara konsisten, sintetis Aenya dan me(N)-kan misalnya harganya dan meninggikan, alih-alih konstruksi analitis dia punya harga dan dibuat tinggi, penggunaan klitika kah dan pun secara konsisten, penggunaan elemen-elemen leksikal yang baku, penggunaan bentuk sapaan yang penggunaan istilah-istilah formal, dan penggunaan ejaan formal. Sementara itu. Ramlan dkk. 5, . mencatat sekurang-kurangnya 7 ciri yang mutlak dimiliki oleh bahasa ragam ilmu. Adapun ketujuh ciri itu antara lain pengucapan dan penulisan dalam berbagai unsur-unsur unsur-unsur ketidaktaksaan makna kata atau maksud penuturannya, kedominanan pemakaian kalimat pasif, dan keajegan pemakaian istilah, tanda baca, dan kata ganti diri. Pendek kata, kalimat-kalimat dalam ragam tulisan lebih cermat sifatnya. Hubungan unsur-unsur kalimat, seperti subjek, predikat, dan objek harus nyata. Di dalam ragam lisan nonformal salah satu atau beberapa di antaranya dapat ditanggalkan (Moeliono, 1977, . Sementara itu, dengan memfokuskan pada tataran-tataran yang lebih kecil Kridalaksana . merinci 11 ciri bahasa baku . eriksa pula Kushartanti, 2006, 1-. Kesebelas ciri itu adanya penggunaan afiks me dan bersecara eksplisit dan konsisten, gramatikal . ubjek, predikat, objek, keterangan, dan pelengka. yang eksplisit dan konsisten. Sehubungan Poerwadarmita ciri-ciri Ramlan Kridalaksana di atas, maka wacana ilmiah hanya akan dinikmati oleh kalangan tertentu yang sangat terbatas jumlahnya, dan dalam suasana penikmatan yang khusus pula, yakni suasana penuh Sementara sekelompok kalangan yang ingin pula menikmati informasi-informasi ilmiah dalam situasi penikmatan yang agak santai dengan jenis ragam bahasa yang tidak terlalu ketat mematuhi norma-norma penggunaan yang terlalu formal. Untuk mewadahi kebutuhan ini sejumlah penulis perlu mengkreasikan jenis wacana tertentu yang lazim disebut dengan wacana ilmiah I Dewa Putu Wijana Penggolongan Brewer & Lichtenstein, . 2, 437, periksa pula Allan 1989, 118. Wijana, 2004, . yang secara sederhana membagi wacana berdasarkan daya perlokusinya menjadi, wacana interaktif, wacana informatif, dan Di dalam kenyataannya menggabungkan dua atau lebih fungsi perlokusioner bahasa. Wacana iklan misalnya tidak semata-mata persuasif, tetapi di dalamnya terkandung pula maksud untuk memberi informasi tentang produk yang ditawarkan. Wacana ilmiah populer yang menjadi kajian makalah ini jelas sekali secara dominan menampakkan sekurang-kurangnya 2 fungsi pragmatis, menyampaikan fakta-fakta dan fungsi mempertahankan minat pembaca dalam menikmati fakta-fakta yang disajikan Hanya saja permasalahannya bagaimanakah wujud bahasa ilmiah populer itu, dan aspek-aspek apa saja yang menciptakan tulisan yang memiliki daya pikat, sejauh ini belum ada pembahasan yang khusus dan bersifat mendalam. antaranya yang dapat disebutkan di sini misalnya kajian diakronis terhadap perkembangan wacana keilmuan yang dilakukan oleh Gunarsson . 7, . Dalam upaya memahami perkembangan historis wacana keilmuan atau wacana profesional harus diperhatikan isi teks dan berbagai variasinya. Sehubungan dengan itu, perkembangan itu harus dipandang sebagai proses dinamis yang melibatkan tiga lapisan, yakni lapisan kognitif, lapisan sosietal, dan lapisan sosial. Tulisan Johns . 6, . yang berjudul The Text and Its message mengulas secara panjang lebar mengenai bagianbagian yang menyusun text, lalu menggambarkan penyusun teks itu dalam berbagai model, seperti model diagram pohon, matriks, atau bagian alir. Rangkaian bagian-bagian yang menyusun sebuah teks disebut sebagai struktur informasi sebuah teks. Sementara itu, tulisan Coulthard . 6, 1- . mengulas berbagai kesalahan yang sering dilakukan orang-orang memproduksi dan mengorganisasi sebuah teks sehingga produk yang dihasilkan sulit Tekstualisasi yang buruk dalam sebuah teks disebabkan oleh buruknya struktur retorika yang dibangun oleh Teks . magined reade. -nya, prinsip-prinsip penyusunan struktur informasi teks, pola umum-khusus . eneralparticular patter. dan pola problem dan . roblem-solution Penelitian terhadap penggunaan elemen- Tinjauan Pustaka Pembahasan mengenai bentuk atau wujud bagian-bagian membentuk sebuah wacana informatif dalam berbagai kepustakaan selama ini lebih banyak berhubungan dengan Auwacana ilmiah murniAy. Beberapa di Journal Arbitrer. Vol. 1 No. 1 Oktober 2013 elemen bahasa yang lebih kecil di dalam teks telah pula dilakukan oleh beberapa Ahli. Pagano . 6, . misalnya membahas pemakaian bentuk negatif dalam teks berbahasa Inggris, dan penerapannya dalam bahasa Indonesia dilakukan oleh Triyoko. Sementara itu. McCarthy . dan Fries . secara berturut-turut membahas pemakaian It, this, dan that dan struktur tema . dan rema . sebuah teks. Bagaimanakah ciri-ciri kalimat yang ringkas dan mudah ditangkap? Apakah yang dimaksud dengan kata-kata pemanis dan ciri-ciri alinea beruntun yang memikat, serta nada penulisan yang Kesemua memerlukan pembahasan yang lebih Landasan Teori Dalam berbagai teori kebahasaan yang hampir tidak terbantah bahwa konteks ekstralingual merupakan faktor yang sangat penting yang mempengaruhi wujud bahasa seseorang. Di antara sejumlah faktor yang disebutkan, dapat dipastikan bahwa faktor partisipan, khususnya lawan tutur merupakan salah satu faktor yang terpenting . eriksa Leech, 1983. Hymes, 1974. Wijana 1. Hymes dalam teori AuSPEAKINGAy memasukkan lawan tutur sebagai bagian dari partisipan. Sementara itu. Firth seperti yang dikutip oleh Halliday & Hasan . menggolongkannya sebagai bagian dari pelibat. Dalam teori ranah . Fishman membatasi konsep ranah ini sebagai pemakaian bahasa yang kekhususannya dicirikan oleh berbagai faktor, dan salah satu faktor itu adalah orang-orang yang terlibat di dalam interaksi. Sehubungan dengan itu, walaupun permasalahan atau topik yang hendak dikemukakan sama atau hampir sama dengan yang terdapat dalam wacana ilmiah murni, wacana ilmiah populer tentu akan memiliki Tulisan yang paling lengkap menguraikan perihal wacana ilmiah populer dalam bahasa Indonesia adalah karya Soeseno . Dalam bukunya yang berjudul Teknik Penulisan Ilmiah populer: Kiat Menulis Nonfiksi untuk Majalah dibahas berbagai hal teknis dan teoretis mengenai tulisan dan penulisan karya ilmiah populer, mulai dari batasan dan perbedaannya dengan jenis-jenis tulisan yang lain, persiapan penulisan, teknik menulisnya, struktur wacananya, termasuk pula penggunaan bahasanya yang khas. Khusus berkaitan dengan bahasa karya ilmiah populer dikatakan bahwa bahasa itu harus cepat ditangkap . karena bebas kata pemanis dan dituturkan dengan kalimat yang hemat kata. Selain itu menurut Soeseno bahasa tulisan ilmiah populer harus ringkas dan jelas, lengkap dan teliti, kalimat-kalimatnya pendek, alineanya beruntun dan memikat, dan nada penulisannya bersahabat. Hanya saja yang belum diuraikan secara jelas dalam tulisan ini bagaimana kekhasan bahasa ilmiah populer itu bila dilihat dan I Dewa Putu Wijana bentuk-bentuk kebahasaan yang khas sebagai konsekuensi perbedaan tipe interaksinya, dan kekhususan bentukbentuk kebahasaannya merupakan ciri Di dalam aktivitas tulismenulis, pembaca yang secara tidak langsung berhadapan dengan penulis. Pembaca-pembaca itu menurut konsepsi Coulthard disebut imagined readers. Untuk ini perhatikan kutipan berikut ini: dan akrab, sering kali ditemui sehingga tidak mudah memposisikan genre wacana ini dengan kerangka teori Joss tersebut. Hal yang serua akan dialami bila hendak menerapkan teori fungsi bahasa yang dikemukakan oleh Jakobson karena sering kali dalam kenyataannya sebuah teks menampakkan beberapa fungsi komunikatif (Holmes, 1. Metode AuAs I create . text I have no way of knowing anything about you, my current reader, nor of when or where you will read my text. Thus. I cannot create my text with you in mind. I cannot take into account what you already know,and what you do not know, what you believe and what you disbelieve. [A] The only strategy open to me, therefore, is to imagine a reader, and to create my text for that imagined reader. Ay Data-data yang disajikan dalam makalah ini diambilkan dari artikel-artikel ilmiah populer yang dimuat dalam majalah Intisari, majalah yang selama ini cukup dikenal sebagai media yang banyak karya-karya ilmiah populer pertanian, kedokteran, teknologi, sosial budaya, dsb. Data-data yang menunjukkan kekhasan bentuk penuturan setelah dibandingkan secara intuitif dengan penuturannya secara ilmiah murni selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan kekhasan ciri-ciri kebahasaannya. Untuk menjelaskan perbedaan sejumlah data diubah wujudnya ke dalam ragam yang lain dengan tetap mempertahankan Selain itu, perbandingan juga dilakukan dengan bentuk-bentuk wacana yang terdapat di dalam beberapa karya ilmiah. Secara mengklasifikasikan ragam bahasa menjadi berbagai jenis, seperti halnya yang dilakukan oleh Joss yang membagi ragam bahasa berdasarkan tingkat keformalannya menjadi ragam beku . , ragam resmi . , ragam konsultatif . , ragam informal . , dan ragam akrab . Akan tetapi, dalam praktiknya kehadiran ciri-ciri masing-masing ragam dapat muncul di dalam sebuah wacana. dalam wacana ilmiah populer dapat diasumsikan beberapa ciri ragam itu, yakni ragam formal, konsultatif, inormal. Ciri-ciri Kebahasaan dan Penuturan Wacana Ilmiah Populer Journal Arbitrer. Vol. 1 No. 1 Oktober 2013 Sejumlah membedakan karya ilmiah populer dengan tulisan ilmiah murni berhasil diungkapkan setelah dilakukan pengamatan terhadap data yang terkumpul. Dari hasil analisis itu dapat dibuktikan bahwa wacana ilmiah populer berbeda dengan karya ilmiah murni dalam hal-hal berikut ini: kombinasi kalimat pendek dan kalimat panjang pemakaian kutipan langsung pemakaian kata ganti penggunaan metafora dan simile kata-kata penghilangan kata penghubung dan unsur-unsur kalimat lain pemanfaatan anekdot dan permainan . eneeskunde, heilkunde, medicin. , yang di Malaysia disebut ilmu perubatan. Ketika Membuat istilah-istilah ilmiah di Indonesia di zaman pendudukan Jepang, geneeskunde mendidik mahasiswa menjadi tabib dan harus menguasai hal-hal yang bersangkutan dengan tabib. Oleh karena tabib dalam masyarakat mempunyai arti khusus, maka istilah tersebut tidak populer dan pada awal kemerdekaan komisi istilah menggantinnya dengan ilmu dididik menjadi dokter, dan kepadanya diajarkan hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan Dengan perkataan lain nama sebuah ilmu dibuat berdasarkan karyawannya, akan tetapi teknik sedangkan di Malaysia sebaliknya justru disebut ilmu kejuruteraan. Cakupan pengobatan juga lebih luas meliputi pengobatan tradisional, alternatif, komprehensif, integratif atau holistis (Jacob, 1998, . 1 Kombinasi Kalimat pendek dan kalimat panjang Karya ilmiah murni lazimnya mengungkapkan proposisi-proposisinya dengan gaya sintetis sehingga wacananya cenderung disusun dengan kalimatkalimat yang panjang. Sehubungan dengan itu, kombinasi kalimat-kalimat majemuk sering mendominasi jenis wacana ini sehingga konjungsi antar klausa di manfaatkan secara maksimal di Wacana . berikut misalnya terdiri dari sejumlah kalimat majemuk dengan memanfaatkan berbagai kata penghubung . ang demi kemudahan dituliskan dengan cetak mirin. Walaupun tidak selamanya wacana ilmiah populer disusun dengan kalimat-kalimat pendek, tetapi pemanfaatan kalimatkalimat pendek jelas sekali terlihat untuk mengimbangi kalimat-kalimat yang lebih Untuk ini dapat diperhatikan . Istilah ilmu pengobatan dipakai di I Dewa Putu Wijana wacana karya ilmiah populer . berikut ini: , dan 2 kalimat tunggal . Kalimat tunggal . dibentuk dengan menghilangkan subjek atau topik warna buahnya yang sudah disebutkan pada kalimat yang mendahuluinya. Adapun satuan-satuan kalimat atau satuan-satuan lainya akan diuraikan dalam 4. 6 di bawah. Saking harumnya buah carica bisa mengecoh. Mereka yang pertama mencium aromanya bakal tertipu dan menyangka daging buah ini pasti terasa manis . Nyatanya tidak. Meski sudah matang, daging buah bagian luarnya terasa hambar. Tidak seperti daging pepaya yang manis. Rasanya lebih mirip daging pepaya yang mentah (Intisari. Februari 2. Dari pengamatan yang dilakukan ternyata para penulis tulisan ilmiah populer seringkali sengaja meotong kalimatkalimat majemuk menjadi dua bagian, yakni dengan meletakkan klausa kedua . mumnya yang koordinatif atau setar. menjadi penggalan kalimat yang kedua. Untuk ini dapat diperhatikan . berikut ini: Saat masih muda, warna buahnya hijau. Sedikit lebih gelap daripada hijau pepaya muda. Jika kulitnya dilukai, ia akan menghasilkan getah, sama seperti pepaya muda. Rasa daging buahnya pun sama dengan pepaya muda (Intisari. Februari 2. Batuk memang menjengkelkan. Tapi mekanisme alami tubuh untuk mengeluarakan segala sesuatu yang mengganggu saluran pernafasan, seperti lendir atau benda asing lainnya (Intisari Februari 2. Dalam wacana . yang tersusun dari 5 penggal kalimat, hanya dua kalimat merupakan kalimat majemuk, yakni . , sedangkan yang lain merupakan kalimat tunggal. Bahkan, kalimat . adalah kalimat tunggal yang sangat pendek dibentuk dengan pelesapanpelesapan unsur-unsur yang diasumsikan telah diketahui oleh pembacanya, yakni menyegarkan dan daging buah bagian Demikian juga halnya dengan wacana . Wacana ini tersusun dari 4 kalimat, yakni 2 kalimat majemuk yakni Gejala sesak nafas biasa muncul . pada penderita asma dan penyakit Namun, sebenarnya ada kemungkinan diketahui oleh orang awam (Intisari Februari 2. Di dalam wacana-wacana yang lebih formal kata penghubung tetapi dan namun digunakan untuk merangkaikan klausa yang mendahului dan mengikutinya Journal Arbitrer. Vol. 1 No. 1 Oktober 2013 sehingga . diungkapkan menjadi . berikut ini: mendekatkan pembaca dengan objek yang menggunakan kutipan-kutipan langsung sehingga terasa lebih dekat dan ikut bersama peneliti di dalam proses Untuk ini perhatikan contoh . Batuk memang menjengkelkan, mekanisme alami tubuh untuk mengeluarakan segala sesuatu pernafasan, seperti lendir atau benda asing lainnya. Rasa manis dan harum carica akan semakin terganggu jika saat makan, getah carika ikut terkena AuKalau kena tlutuh-nya, bibir bisa gatal. Aukata Pawit, petani Kejajar mengingatkan (Intisari. Februari 2. Gejala sesak nafas biasa muncul pada penderita asma dan penyakit sebenarnya ada kemungkinan penyebab lain yang jarang diketahui oleh orang awam. Bobot satu buah carica biasanya hanya satu ons. Jauh lebih kecil daripada pepaya. Satu kilogram AuJumlahnya tidak tentu. Aukata Mat Halim, warga desa Sikunang. AuKalau buahnya kecil-kecil, satu kilo . bisa berisi 15 buah. Aukatanmya Indonesia tertegun-tegun sambil tertawa di setiap akhir kalimat (Intisari Februari, 2. Berkaitan dengan ini seringkali ada anjuran untuk melarang pemakaian katakata penghubung sejenisnya, seperti sedangkan, dan, lalu, kemudian, bahkan, serta, dsb. untuk mengawali sebuah Bila disimak lebih lanjut besar kemungkinan ditemukan penggunaan konjungsi subordinatif. 2 Pemakaian Kutipan Langsung mengutamakan objektivitas penuturan dapat dipastikan bahwa gaya pemaparan yang digunakan adalah gaya AupelaporanAy, mendeskripsikan hasil-hasil temuannya. Adapun memanfaatkan kutipan langsung akan terasa aneh. Dalam penulisan karya ilmiah populer terjadi hal yang sebaliknya. Untuk Dalam penuturan ilmiah wujud kalimat . tampaknya akan seperti . Rasa manis dan harum buah carica mungkin akan tidak dapat sewaktu memakannya, getahnya terkena bibir. I Dewa Putu Wijana . Berat satu buah carica biasanya satu ons. Bobot ini jauh lebih kecil daripada pepaya. Ukuran buahnya berbeda-beda sehingga dalam satu kilogram dapat terdiri dari 10 samapai dengan 15 buah. Sehubungan dengan pemakaian kata ganti, sekurang-kurangnya ada dua kekhasan yang dimiliki oleh wacana ilmiah populer. Yang pemakaian kata ganti untuk mengacu penulis dan pembaca dan pemakaian kata ganti untuk menunjuk objek yang Adapun contoh lainnya adalah wacana . di bawah ini: 1 Pemakain Kata Ganti untuk Mengacu Penulis dan Pembaca . Kini bibitnya bisa diperoleh di kebun-kebun pembibitan. Salah Taman Wisata Mekarsari. Di sini bibit pohon tin setinggi 20-an cm dijual Rp 000 perpot. AuPohon tin yang itu pernah ditawar Rp 30 juta,Au kata Junaedi sambil menunjuk pohon itu yang tingginya sekitar 1 m, di dalam pot di depan (Intisari. Oktober 2. Untuk mengakrabkan hubungan penulis dan pembaca tulisan ilmiah populer cukup lazim menggunakan kata ganti orang pertama jamak inklusif kita. Pronomina persona ini digunakan untuk mengacu penulis dan pembaca. Dengan pemakaian ini seolah-olah pembaca ikut serta dalam proses pengamatan, seperti terlihat dalam contoh . Di Jakarta kita bisa melihat sosok tanaman ini di depan Mesjid Attin. Taman Mini Indonesia Indah (Intisari. Oktober 2. Seseorang yang akan menulis wacana ilmiah akan memnyusun wacana . , seperti . berikut ini . Bibit pohon ini dapat diperoleh di kebun-kebun Taman Wisata Mekarsari harga bibit pohon tin setinggi 20-an cm Menurut Junaedi pohon tin yang tingginya sekitar 1 m dapat mencapai harga 30 juta. Dalam tulisan yang benar-benar ilmiah kalimat . berikutlah yang lazimnya kaliumat . Di jakarta . tanaman ini dapat dilihat di depan Mesjid Attin. Taman Mini Indonesia Indah. Pemakaian kita di dalam wacana ilmiah populer juga ditemui di dalam kalimat pasif diri, yakni kalimat pasif yang pelakunya berupa kata ganti orang Pemakaian kata ganti Journal Arbitrer. Vol. 1 No. 1 Oktober 2013 pertama dan kedua. Di dalam karya tulis ilimiah bentuk kalimat pasif ini dihindari. Sebagai gantinya digunakan kalimat pasif bentuk di- yang dianggap lebih netral. Utuk ini perhatikan wacana . (Intisari. November . Atapi dari sekian banyak spesies itu, yang paling sering dipakai adalah mencit, tikus putih, dan Tak aneh jika kemudian kita mengenal idiom Aukelinci percobaanAy menggambarkan segala sesuatu yang menjadi objek percobaan (Intisari. November 2. Sekilas pohon ini tampak seperti pepaya yang kita kenal. Batangnya sama, daunnya tak beda, bunganya pun serupa. (Intisari Oktober 2. Dalam wacana ilmiah yang lebih serius kalimat . akan berbentuk seperti . di bawah ini: Tapi dari sekian banyak spesies itu, yang paling sering dipakai adalah mencit, tikus putih, dan Tidaklah aneh jika kemudian dikenal idiom Aukelinci percobaanAy menggambarkan segala sesuatu yang menjadi objek percobaan. Sekilas pohon ini tampak seperti pepaya biasa. Batangnya sama, daunnya tidak berbeda, bunganya pun serupa. Contoh pemakian pronomina lainnya ada pada wacana . berikut, sedangkan wacana . kirakira wujudnya dalam pengungkapan yang benar-benar ilmiah. 2 Pemakaian Kata Ganti untuk Mengacu Objek Nonpersona Kekhasan lain yang dapat dicatat adalah pemakaian kata ganti persona untuk Misalnya kata ganti dia dan mereka kerap digunakan untuk menggantikan hewan dan tumbuhan. Di dalam tulisan-tulisan superordinatnyalah yang biasanya dipakai. Untuk ini dapat dilihat contoh . berikut ini: Di Wonosobo, daerah asalnya, ia dikenal dengan tiga nama: kates, gandul . engan bunyi AudAy seperti pada dengku. , dan carica . Mimba dan jamblang mungkin terdengar asing di telinga, terlebih kita yang tinggal di perkotaan (Intisari. November . Atapi dari sekian banyak spesies itu, yang paling sering dipakai adalah mencit, tikus putih, dan Tak aneh jika kemudian kita mengenal idiom Aukelinci percobaanAy untuk menggambarkan segala sesuatu yang menjadi objek I Dewa Putu Wijana kari. (Intisari Februari 2. Binatang-binatang ini menjadi Auhewan terpilihAy di antara jenisjenis yang lainkarena alasan Kebetulan binatangbinatang ini bisa menjadi model simulasi yang bagus karena kondisi tubuh mereka mirip (Intisari. November 2. Binatang-binatang ini menjadi Auhewan terpilihAy di antara jenisjenis yang lainkarena alasan Kebetulan mereka bisa menjadi model simulasi yang bagus karena kondisi tubuh mereka mirip dengan manusia. (Intisari. November 2. NASIB KAWANAN HEWAN COBA Mereka punya jasa besar bagi Berkat jasa mereka. Para ilmuwan bisa menemukan obat-obatan. Dengan obat-obatan itu, manusia memperpanjang usia harapan hidup, hingga mempercantik diri. Semua itu tak mungkin terjadi tanpa pengorbanan mereka yang menanggung derita sakit di laboratorium percobaan (Intisari November, 2. NASIB KAWANAN HEWAN COBA Hewan-hewan ini punya jasa besar bagi kemaslahatan umat manusia. Berkat jasanya para ilmuwan bisa menemukan obat-obatan. Dengan obat-obatan itu, manusia bisa melawan penyakit, memperpanjang usia hartapan hidup, hingga mempercantik diri. Semua itu tak mungkin terjadi tanpa pengorbanan hewan-hewan yang menanggung derita sakit di laboratorium percobaan (Intisari November. Dalam tulisan ilmiah bukan kata ia dan mereka yang digunakan tetapi kata yang lebih generik, yakni buah ini, binatang ini atau hewan ini. Untuk jelasnya perhatikan . , . , dan . di bawah ini: 4 Pemakaian Metafora dan Simile Untuk membayangkan masalah-masalah yang sedang dipaparkan, penulis karya ilmiah populer lazim sekali membentuk metafora dan simile yang kalau diperhatikan sangat khas sifatnya, dan sulit ditemukan pada karya ilimah biasa. Misalnya dalam wacana . kista dan miyoma disamakan dengan tamu tak diudang, dan dalam . Di Wonosobo, daerah asalnya, buah ini dikenal dengan tiga nama: kates, gandul . engan bunyi AudAy seperti pada dengku. , dan carica . aca: kari. (Intisari Februari 2. Journal Arbitrer. Vol. 1 No. 1 Oktober 2013 kedua penyakit itu diibaratkan sebagai saudara sekandung. Keduanya memang sejenis, tetapi memiliki sedikit perbedaan. Ini kisah tentang kesabaran dan harapan Bernadetha Supartinah . Di usianya yang 40 tahun ia baru menikah. Bersama suaminya ia Tak dinyana ada kista dan myoma di indung telur dan Akankan para tamu tak datangnya sang buah hati? (Intisari. Oktober 2. Adapun contoh lainnya adalah wacana . yang membandingkan kesegaran manisan carica dengan udara Dataran Tinggi Dieng. Daging buahnya memang menjadi manis karena tambahan gula, tapi aroma manisan tidak seharum buahnya saat masih segar. Meski demikian, manisan carica tetap terasa segar sesegar udara Dieng saat cuaca cerah. (Intisari. Februari 2. Myoma maknanya dengan kista. Keduanya memang saudara sepupu, tapi sedikit berbeda. (Intisari. Oktober Suasana pertuturan yang akrab merupakan ciri yang cukup menonjol di dalam Untuk menciptakan suasana ini sering kali para epenulisnya memanfaatkan penggunaan kata-kata ragam percakapan. Dapat kata-kata percakapan ini merupakan ciri yang cukup menonjol di dalam penulisan ragam ilmiah populer. Kata macam, sebisa, misalnya tidak digunakan di dalam situasi penuturan yang formal, alih-alih kata seperti, sedapat-lah yang lazim digunakan untuk kepentingan ini. Untuk ini bandingkan . Untuk hewan kecil macam mencit atau tikus, eutanasia biasanya dilakukan dengan cara dislokasi Dalam ragam ilmiah, tamu tak diundang dan saudara sepupu dalam konteks . biasanya diungkapkan dengan penyakit dan sejenis . di bawah ini: Ini kisah tentang kesabaran dan harapan Bernadetha Supartinah . Di usianya yang 40 tahun ia baru menikah. Bersama suaminya ia berharap segera mempunyai Tak dinyana ada kista dan miyoma di indung telur Akankan penyakit-penyakit menghalangi datangnya sang buah hati? . Myoma Pemakaian Kata-kata Percakapan I Dewa Putu Wijana Rebusan daun mimba kandungan asam urat, selain memperbaiki jaringan hati yang sudah rusak (November 2. tulang leher (Intisari. November . Kalaupun terpaksa menggunakan hewan coba, jumlahnya harus seminimal mungkin. Perlakuan kepada mereka sebisa mungkin (Intisari November, 2. Untuk hewan kecil seperti mencit atau tikus, eutanasia biasanya dilakukan dengan cara dislokasi tulang leher (Intisari. November Penghilangan Kata Penghubung dan Unsur-unsur Kalimat Lain Fenomena penghilangan kata penghubung merupakan bukti lain mengenai cukup informalnya hubungan yang hendak dibangun oleh penulis dengan khalayak Adapun kata penghubung yang sering dilesapkan adalah penghubung bahwa dalam berbagai posisinya, baik sebagai penghubung penanda klausa subjek dalam kalimat inversi, seperti dalam . atau sebagai penghubung klausa subordinatif yang berfungsi sebagai objek . Kalaupun terpaksa menggunakan . hewan coba, jumlahnya harus seminimal mungkin. Perlakuan kepada mereka sedapat mungkin (Intisari November, 2. Berkaitan dengan ini di dalam wacana karya ilmiah populer seringkali diselipkan kata-kata yang diambilkan dari dialekdialek yang ada dalam wilayah pemakaian bahasa Indonesia. Contoh . berikut ini misalnya menggunakan kata dialek Jakarta mengenyahkan yang di dalam situasi formal berpadanan dengan membasmi atau memberantas, atau . Dari hasil penelitian diketahui, minyak mimba tidak memberikan efek sampingan sebagai obat kontrasepsi (Intisari. November . Hasil mimba tidak mempengaruhi jaringan atau glikogen pada hati (Intaisari. November 2. Ahli botani H. Schumutterer wonderful tree. Ini tak lepas dari banyak peran yang disandangnya. Daunnya yang pahit dapat Dalam tulisan-tulisan yang lebih formal klausa-klausa kalimat . dihubungkan dengan penghubung bahwa Journal Arbitrer. Vol. 1 No. 1 Oktober 2013 untuk mengeksplisitkan pertalian makna yang ada di antara klausa-klausa itu. Untuk ini perhatikan . di bawah ini. Dalam . terdapat penghilangan bagian subjek halnya, sedangkan dalam . terdapat pelesapan bagian predikat dan sekaligus objek memiliki warna semu merah yang dalam usaha untuk menghindari perulangan mungkin dapat diungkapkan dengan bentuk lain, yakni memiliki corak seperti itu. Wacana . dan kalimat . boleh jadi merupakan salah satu kemungkinan bentuknya di dalam situasi yang lebih formal: Dari hasil penelitian diketahui bahwa minyak mimba tidak memberikan efek sampingan sebagai obat kontrasepsi (Intisari. November 2. Hasil menyebutkan bahwa ekstrak daun mimba tidak mempengaruhi jaringan atau glkikogen pada hati (Intisari. November 2. Lain lagi halnya dengan red Tampilan lobster air tawar jenis ini menarik karena warna tubuhnya yang merah Ukuran rata-ratanya 20 Ia suka hidup di air bersuhu Perkembangannya lebih optimal di daerah dingin (Intisari September 2. Selain penghubung subjek atau bagian dari subjek atau predikat sering pula dihilangkan untuk menciptakan kalimatkalimat yang tidak terkesan terlalu formal, seperti terlihat dalam . berikut ini. Capit Lobster air tawar jantan berwarna semu merah, sedangkan betinanya ti dak memiliki corak seperti itu. Lain lagi dengan red crayfish. Tampilan lobster air tawar jenis tubuhnya yang merah merata. Ukuran rata-ratanya 20 cm. suka hidup di air bersuhu 18- 20 Perkembangannya lebih optimal di daerah dingin (Intisari September 2. Pemanfaatan Anekdot dan Permainan Bahasa Untuk menciptakan suasana akrab dengan pembaca, para penulis seringkali membuat guyonan-guyonan. Dalam kaitan ini, tak jarang dimanfaatkan anekdot-anekdot yang tentu saja telah dimodifikasi terlebih Misalnya perhatikan wacana . berikut yang digunakan sebagai pembuka . Capit Lat jantan punya warna Sedangkan betinanya tidak. I Dewa Putu Wijana AuPenyebaran Pohon TinAy. Nasruddin, buah tin itu bonyok. Anehnya, tiap kali terkena satu Nasruddin AuAlhamdulillah!Ay Pengawal raja yang mendengar heran dan bertanya bagaimana ia malah ia mengucap syukur. Jawab Nasruddin. AuPenjual buah tin itu Untung membawa buah yang lunak. Saya andaikata saya tadi membawa buah kelapa. Ay (Intisari. Oktober Ini sebuah anekdot . engan berasal dari Timur Tengah, tempat pohon tin itu berasal. Suatu hari Nasruddin Hoja pergi ke istana untuk menghadap raja. Sebagai oleh-oleh, ia membawa sekeranjang buah kelapa. tengah perjalanan menuju istana, ia bertemu dengan seorang penjual buah tin. Kepada Nasruddin, penjual buah tin itu bilang bahwa raja tidak suka AuIa lebih suka diberi oleholeh buah tin, karena dagiong buahnya lebih lunak,Ay katanya memberi alasan. AuKau pasti menyesal membawa kelapa ke istana,Ay bujuk penjual yang sehari-hari dagangannya tidak Tanpa pikir panjang. Nasruddin segera memborong buah tin dan memberikan kelapanya kepada penjual buah itusecara gratis. Sesampai di istana, ia pun memberikan hadiahnya itu kepada raja. Tapi, rupanya raja tidak berkenan. menganggap buah tin itu buah dipersembahkan kepada raja. Raja murka, lalu melemparkan buah-buah tin iotu kemuka Nasruddin. Plok! Tiap kali mengenai wajah Kutipan pantun jenaka sering pula menghiasi wacana populer, seperti pada wacana . berikut yang digunakan untuk mengantarkan lukisan keindahan kawasan ekowisata Tangkahan. Sumatera Utara. Jalan-jalan ke kota Medan Jangan lupa mampir Tangkahan Naik Gajah keliling hutan Petik durian buat kerabat Tuan Siapa lagi kalau bukan orang utan Itulah pantun yang menggambarkan betapa menariknya hutan tangkahan. Tak berlebihan jika kawasan ekowisata ini bisa membuat pengunjung jatuh cinta dan enggan pulang (Intisari. Desember 2. Sehubungan dengan situasi jenaka yang mengherankan bila di dalam tulisan ilmiah Journal Arbitrer. Vol. 1 No. 1 Oktober 2013 populer sering ditemukan permainan bahasa yang berupa eksploitasi kata-kata yang memiliki kemiripan bunyi, seperti pada wacana . berikut ini. gaya yang tidak begitu terbelenggu oleh kaidah-kaidah penggunaan bahasa baku yang sangat kaku. Tulisan-tulisan . populer lazimnya menggunakan ragam bahasa ini. Gaya populer dalam hubungan ini harus dibedakan dengan ragam santai atau ragam informal pergaulan sehari-hari yang sangat longgar dalam menerapkan atau mematuhi Kaidah-kaidah bahasa Hanya saja, dalam hal bagaimana secara kuantitatif perimbangan antara ciriciri bahasa baku dan tidak baku di dalam sebuah tulisan ilmiah populer belum dapat diungkapkan dalam tulisan ini. AuDulu saya nggak tahu apa itu Kok kayak nama pelawak . Lesus-Red. ) aja,Ay canda Agus, seorang pemilik golongan darah B rhesus negatif. Di KTP Agus Cuma tertulis bahwa golongan darahnya B. Itu saja. Tak ada embel-embel rhesus positif atau negatif. (Intisari Oktober 2. Sejajar dengan betapa sentralnya tulisantulisan populer di dalam kancah tulismenulis. Penuturan bergaya populer yang ciri-cirinya baru sedikit saja dipaparkan di atas agaknya merupakan salah satu ragam yang cukup penting untuk dikuasai oleh pengetahuannya mengenai aturan-aturan bahasa baku. Kesemuanya ini akhirnya akan semakin menyadarkan semua pihak yang berkepentingan dengan pengajaran bahasa Indonesia bahwa ragam bahasa baku bukanlah satu-satunya ragam yang harus diajarkan kepada anak didik di dalam aktivitas pengajaran bahasa Indonesia. Penutup Penguasaan secara mendalam terhadap ciri-ciri bahasa Indonesia ragam baku Dengan menguasainya orang-orang secara relatif akan mampu menghasilkan tuturantuturan atau kalimat-kalimat berlaras baku di dalam berkomunikasi pada situasisituasi yang formal atau sangat formal. Akan tetapi, perlu pula disadari bahwa di samping ragam yang formal itu, ada pula ragam lain yang sifatnya sedikit santai mengkomunikasikan berbagai masalah yang sebenarnya cukup pelik atau dengan REFERENSI