PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI Aulia Rahma Diniya Putri1. Windi Cindiana2. Mirza Muhaimin3,Gunawan Aji 4 Universitas Islam Negeri K. Abdurrahman Wahid. Pekalongan ABSTRAK Akutansi pertanggungjawaban merupakan salah satu metode pengendalian biaya yang efektif dan efisien bagi keberlangsungan perusahaan. Dengan akutansi pertanggungjawaban, perusahaan dapat memangkas pengeluaran yang sia-sia dan memastikan sumber daya organisasi digunakan secara efektif untuk mencapai tujuan perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan akuntansi pertanggungjawaban yang digunakan sebagai alat pengendalian biaya di perusahaan sudah efektif dan efisien pada Perusahaan UD. Trubus Baru. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan . ibrary researc. dengan data primer diperoleh langsung dari UD. Trubus Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan akutansi pertanggungjawaban dalam perusahaan UD. Trubus Baru kurang efektif dan efisien. Hal tersebut karena dalam struktur organisasi perusahaan, wewenang dan tanggungjawab perusahaan belum diterapkan di seluruh tingkatan organisasi seperti dari tingkat atas sampai dengan tingkat bawah. Selain itu juga, dalam sistem anggaran UD. Trubus Baru dikatakan tidak efisien karena tidak melibatkan semua departemen perusahaan dalam menentukan perencanaan anggaran perusahaan. Dan untuk pengklasifikasian biaya pun perusahaan belum memisahkan antara biaya-biaya yang dapat dikendalikan dan yang tidak dapat Keywords: Akutansi Pertanggungjawaban. Biaya Produksi. Anggaran PENDAHULUAN Perusahaan adalah entitas yang dibuat untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi dengan tujuan menghasilkan uang dan berkembang dari waktu ke waktu. Agar fungsi-fungsi manajemen dapat berjalan secara efektif, organisasi harus ditangani dengan manajemen yang baik untuk mencapai tujuan ini. Manajer senior dan staf juniornya menjadi semakin terpisah satu sama lain seiring dengan berkembangnya bisnis, sehingga tidak memungkinkan baginya untuk secara pribadi mengawasi kinerja setiap karyawan. Untuk membantu manajemen mengatur bisnis dan mencapai tujuan-tujuan ini, maka diperlukan sistem kontrol (Maslicha Indah Sari, 2. Pengendalian biaya yang efektif dan efisien sangat penting bagi keberlangsungan Menggunakan akuntansi pertanggungjawaban adalah salah satu metode untuk melakukan hal ini. Perusahaan dapat memangkas pengeluaran yang sia-sia dan memastikan sumber daya organisasi digunakan secara efektif untuk mencapai tujuan dengan menerapkan akuntansi pertanggungjawaban. Selain itu, akuntansi pertanggungjawaban memungkinkan para eksekutif untuk mendelegasikan kekuasaan dan akuntabilitas secara efektif kepada bawahan tanpa harus mengawasi setiap aspek bisnis (Aliu, 2. Di saat persaingan perusahaan semakin ketat, pengendalian biaya sangat penting bagi eksistensi perusahaan. Mengurangi pengeluaran yang tidak perlu dalam operasi bisnis dan mengelola pengeluaran yang terjadi adalah dua cara utama untuk mengendalikan biaya. Menggunakan akuntansi pertanggungjawaban adalah salah satu cara untuk mengendalikan Bisnis dapat mengelola kewajiban setiap unit kerja atau departemen -disebut sebagai pusat-pusat pertanggungjawaban- dengan menerapkan akuntansi pertanggungjawaban. Pusatpusat pertanggungjawaban ini mendukung manajer dalam menetapkan tanggung jawab dan mengevaluasi kinerja anggota tanpa bias atas tugas yang diberikan kepada mereka. Sebagai hasilnya, manajemen dapat memutuskan cara terbaik untuk menjaga pengeluaran tetap terkendali dan mencapai tujuan bisnis (Anik, 2. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah: AuApakah penerapan akuntansi pertanggungjawaban yang digunakan sebagai alat pengendalian biaya di perusahaan sudah efisien?Ay. Dengan pertanggungjawaban sebagai alat pengendalian biaya pada suatu perusahaan, dalam hal ini penulis tertarik untuk membahasnya lebih lanjut dan menuangkan dalam judul penelitian ini yaitu: AuPeranan Akuntansi Pertanggungjawaban Sebagai Alat Pegendalian BiayaAy. II. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan . ibrary researc. , yaitu suatu kumpulan tugas yang berhubungan dengan teknik pengumpulan data di perpustakaan. Data primer, atau data yang diperoleh langsung dari UD. Trubus Baru, digunakan dalam penelitian ini. Abdul Rahman Sholeh mendefinisikan penelitian kepustakaan sebagai penelitian yang memanfaatkan teknik pengumpulan informasi dengan menghimpun bahanbahan yang berhubungan dengan penelitian untuk dijadikan landasan referensi dalam menilai suatu masalah. Sumber data yang digunakan meliputi buku, majalah, jurnal, dan penelitian terdahulu (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Proses Penyusunan Anggaran pada UD. Trubus Baru Anggaran dapat digunakan sebagai alat untuk pengendalian dan perencanaan. Anggaran yang dibuat sesuai dengan tingkat manajemen organisasi diperlukan untuk mendukung program pengendalian biaya yang efisien dalam bisnis. Setiap tahun buku, pada akhir tahun fiskal, anggaran dibuat untuk masa berlaku satu periode ke depan. Sebagai gambaran, anggaran tahun 2013 disusun pada bulan Desember 2012. Proses penyusunan anggaran UD dapat digambarkan sebagai berikut: Pemilik perusahaan memperkirakan pendapatan untuk tahun yang akan datang dan melihat angka penjualan dari tahun-tahun sebelumnya untuk menetapkan target Jumlah produk dan harga jual yang diantisipasi termasuk dalam target . Pemilik/manajer bisnis akan langsung menyusun anggaran berdasarkan jumlah produk yang akan diproduksi oleh perusahaan berdasarkan informasi target penjualan yang diterima dari staf pemasaran. Setelah informasi tersebut diverifikasi, informasi tersebut diberikan kepada bagian keuangan, yang kemudian dapat membuat strategi untuk membeli bahan baku, bahan pendukung, dan kebutuhan lain yang diperlukan untuk menjaga proses produksi. Setelah itu, diadakan rapat singkat dengan melibatkan seluruh anggota perusahaan agar mereka dapat bekerja sama untuk mempersiapkan segala kebutuhan usaha yang akan didanai oleh biaya produksi. Berdasarkan hasil rapat, tujuan tersebut dinilai dan dimodifikasi dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan perusahaan. Anggaran biaya yang telah diproses, jika ada modifikasi dari anggaran awal yang dibuat sesuai instruksi pemilik perusahaan. Anggaran langsung ditetapkan sebagai langkah terakhir dalam proses penyusunan anggaran, setelah pemilik perusahaan melakukan penilaian. Realisasi dan Pengendalian Anggaran Biaya Produsi Biaya sebenarnya yang dikeluarkan oleh bisnis dikenal sebagai realisasi biaya. Realisasi biaya tidak boleh melebihi anggaran yang telah dialokasikan, namun demikian UD. Trubus Baru harus merevisi anggaran awal jika terjadi perubahan atau kenaikan realisasi biaya. Namun, karena direktur atau manajer adalah pemilik dan pimpinan usaha, maka harus ada alasan yang kuat untuk menggunakan biaya-biaya tersebut, dan alasan tersebut harus diketahui oleh mereka. Selama tahap realisasi anggaran setelah direktur menyetujui anggaran, direktur menetapkan pedoman umum untuk pelaksanaan anggaran. (Lubis, 2. Anggaran, realisasi, dan selisih yang diperoleh dari pengolahan perusahaan atas biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik tercantum di bawah ini. Terlihat bahwa terdapat selisih tahunan lebih dari Rp 3. 975 dalam biaya bahan baku untuk produksi meja dan kursi kayu. Pemilik perusahaan berusaha untuk memastikan bahwa biaya tetap berada dalam anggaran yang dialokasikan. Untuk mencegah penumpukan bahan baku, pemilik dan manajer bisnis harus dapat menganalisis berapa banyak bahan baku yang akan diadakan saat memperoleh bahan baku untuk produksi kursi dan meja. Terdapat selisih lebih sebesar Rp 2. 450 untuk tenaga kerja langsung, selisih ini merupakan sisa anggaran yang tidak terpakai. Hal ini menunjukkan kemampuan para pekerja perusahaan untuk bekerja secara efisien, sehingga realisasi biaya tenaga kerja langsung sesuai dengan yang diantisipasi. Terdapat juga kelebihan sebesar Rp 7. untuk biaya overhead pabrik, yang meliputi biaya bahan penolong, tagihan listrik dan air, tenaga kerja tidak langsung, pajak bumi dan bangunan, penyusutan pabrik, dan perbaikan mesin dan peralatan. Direktur atau manajer, yang merupakan pemilik dan pemimpin perusahaan, kemudian diberitahu tentang rincian dan realisasi anggaran produksi. Struktur Organisasi Struktur organisasi yang menguraikan kewajiban, wewenang, dan tugas setiap pusat pertanggungjawaban dalam suatu organisasi diperlukan untuk penerapan sistem akuntansi pertanggungjawaban. Struktur organisasi memungkinkan pelaksanaan tugas-tugas secara teratur dan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. UD. Trubus Baru dalam menentukan struktur organisasi tampaknya kurang berhasil. Karena struktur organisasi perusahaan ini hanya dipisahkan menjadi beberapa bagian yang semakin lama semakin bertambah wewenang dan tanggung jawabnya, maka wewenang dan tanggung jawab tersebut belum diterapkan di seluruh tingkatan struktur organisasi dari tingkat atas sampai dengan tingkat bawah. Persyaratan ini belum berjalan dengan baik untuk mengevaluasi kinerja bisnis atau mengelola biaya produksi. Dari data yang diperoleh dari UD. Trubus Baru bahwa manajer perusahaan, dalam kapasitasnya sebagai pemilik, memiliki wewenang dan tanggung jawab dalam divisi Di sini, pemilik atau manajer perusahaan hanya bertanggung jawab atas beberapa bagian dari struktur organisasi karena sejalan dengan skala perusahaan yang masih Anggaran Berdasarkan investigasi terhadap perusahaan UD. Trubus Baru, anggaran produksi yang direncanakan tidak efisien. Karena pemilik usaha hanya melibatkan anggota untuk berdiskusi selama proses perencanaan anggaran, tidak semua departemen di dalam perusahaan-khususnya bagian produksi-terlibat sepenuhnya dalam proses tersebut. Hal ini tidak baik karena, bahkan dalam perusahaan berskala kecil, komitmen dari semua departemen sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan. Sistem penganggaran perusahaan memainkan peran penting dalam mencapai tujuannya. Penggolongan Biaya Berdasarkan informasi yang dikumpulkan untuk penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pengklasifikasian biaya pada UD. Trubus Baru belum dilakukan secara efektif. Perusahaan belum memisahkan biaya-biaya ke dalam biaya yang dapat dikendalikan dan biaya yang tidak dapat dikendalikan dengan semaksimal mungkin. Karena pemilik usaha biasanya langsung menjumlahkan semua komponen biaya dan tidak membedakan antara biaya yang dapat dikendalikan dan yang tidak dapat dikendalikan, maka keadaan yang terjadi pada kasus ini tampak masih sederhana dan umum terjadi pada usaha kecil lainnya. Sistem Pelaporan Biaya Laporan pertanggungjawaban dari manajer yang bertanggung jawab adalah salah satu komponen utama akuntansi pertanggungjawaban. Informasi dalam laporan pertanggungjawaban berguna untuk membuat keputusan. Laporan pertanggungjawaban biaya diberikan kepada manajemen agar mereka dapat mengendalikan biaya. Biaya yang dianggarkan, atau pengeluaran aktual yang terjadi, dimasukkan dalam laporan ini. IV. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Pengendalian biaya yang efektif dan efisien sangat penting bagi keberlangsungan Menggunakan akuntansi pertanggungjawaban adalah salah satu metode untuk melakukan hal ini. Dengan menerapkan akutansi pertanggungjawaban, perusahaan dapat memangkas pengeluaran yang sia-sia dan memastikan sumber daya organisasi digunakan Namun, pertanggungjawaban dalam Perusahan UD. Trubus Baru dapat dinilai kurang efektif dan efisien karena beberapa faktor. Faktor tersebut meliputi sistem anggaran yang ditetapkan, penerapan klasifikasi atau penggolongan biaya, struktur organisasi dan sistem pelaporan Saran Sebaiknya Perusahaan UD. Trubus Baru dalam menentukan rancangan anggaran perusahaan melibatkan semua departemen yang ada dalam perusahaan. Selain itu juga perusahaan perlu memisahkan antara biaya-biaya yang dapat dikendalikan dan yang tidak dikendalikan guna memudahkan proses pencatatan dan perhitungan. Selain itu juga, pemisahan biaya-biaya tersebut dapat membantu perusahaan memiliki data keuangan yang lebih detail, sistematis, dan faktual. DAFTAR PUSTAKA