p-ISSN: 2776-3919 | e-ISSN: 2776-2513 Terakreditasi Sinta 5 Vol. No. Oktober 2025, page 73Ai86 http://jurnal. fib-unmul. id/index. php/mebang/article/view/183 Pandangan Hidup Orang Sunda: Refleksi dalam Syair Lagu Mang Koko Sundanese View of Life: Reflections in Mang Koko's Song Lyrics Abizar Algifari Saiful*. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung. Indonesia. Email: abizaralgifari@upi. Orcid: https://orcid. org/0000-0002-9102-431X Received: 10 April 2025 Accepted: 16 October 2025 Published: 30 October 2025 Keywords: mang koko, song lyrics, view of life, karawitan sunda. Kata kunci: mang koko, lirik lagu, pandangan hidup, karawitan sunda. Citation: Saiful. Pandangan Hidup Orang Sunda: Refleksi dalam Syair Lagu Mang Koko. Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik, 5. , 73-86 https://doi. org/10. 30872/mebang. Abstract: This research aims to examine the reflection of Sundanese worldview in Mang Koko's song lyrics and the process of packaging them into musical works. The method used is qualitative with a phenomenological Data were collected through literature study, documentation, and interviews, then analyzed using content analysis techniques. The results showed that four elements of Sundanese worldview - spiritual, social, moral, and life balance values - were implied in Mang Koko's lyrics that were born from a process of deep Song lyrics do not only convey values, but are consciously arranged based on the cognitive and psychological development levels of listeners, ranging from children to the elderly. This shows the principle of humanity that Mang Koko holds dear. He instills normative values of Sundanese character early on through songs, making music an effective educational and cultural medium. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menelaah refleksi pandangan hidup orang Sunda dalam syair lagu karya Mang Koko serta proses pengemasannya menjadi karya musik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, dokumentasi, dan wawancara, lalu dianalisis menggunakan teknik analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat elemen pandangan hidup orang Sunda - seperti nilai spiritual, sosial, moral, dan keseimbangan hidup - tampak tersirat dalam syair-syair Mang Koko yang lahir dari proses perenungan mendalam. Syair lagu tidak hanya menyampaikan nilai, tetapi disusun secara sadar berdasarkan tingkat perkembangan kognitif dan psikologis pendengar, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Hal ini menunjukkan prinsip humanitas yang dipegang teguh oleh Mang Koko. Ia menanamkan nilai-nilai normatif karakter orang Sunda sejak dini melalui lagu, menjadikan musik sebagai media edukatif dan kultural yang efektif. Copyright A 2025 the Author. Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik by Universitas Mulawarman Creative Commons License Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Pandangan Hidup Orang Sunda: Refleksi dalam Syair Lagu Mang Koko Pendahuluan Berbicara mengenai pandangan hidup, tentunya akan mencakup seluruh apa yang dipikirkan, dilakukan, dan diyakini oleh masyarakat pendukung kebudayaan tersebut. Warnaen mengartikulasikan definisi pandangan hidup sebagai sebuah kristalisasi dari nilai-nilai masyarakat pemiliknya yang mereka yakini kebenarannya dan dapat menimbulkan niat yang kuat pada mereka untuk mewujudkannya (Warnaen, 1986, p. Berpijak pada pernyataan tersebut, pandangan hidup bermula dari sebuah kebiasaan yang terakumulasi dan terformulasikan secara organik oleh masyarakat dalam wilayah kebudayaan tertentu (Jenks, 2013, p. Keesing, 1992, p. Warnaen mencoba untuk memformulasikan pandangan hidup orang Sunda yang diungkapkan dari data-data tekstual yang ditentukan syarat khususnya. Penelitian ini membaca dan menganalisis teks berbentuk naskah kuno, cerita roman, cerita pantun, dan sumber literatur lainnya . edia artifaktua. (Danesi, 2004, p. yang berbahasa Sunda. Dari kumpulan data tersebut, disarikan menjadi satu alternatif rumusan pandangan hidup orang Sunda dahulu. Meskipun. Rosidi dan Sedyawati berpendapat bahwa pada akhirnya manusia Sunda harus hidup berdampingan, berbaur, dan mengikuti zaman serta pengaruh budaya lain yang ada . engalami perubaha. (Abdullah, 2006, p. Haviland, 1985, p. Sedyawati, 2014, p. , bahkan fokus berkutat pada hal yang sifatnya praktis-pragmatis (Rosidi, 2009, p. Sedyawati, 2015, p. Dari pernyataan Warnaen yang dibaurkan dengan argumentasi Rosidi dan Sedyawati, kiranya penelitian terkait pandangan hidup perlu terus dilakukan. Hal ini bertujuan supaya pandangan hidup yang diuraikan dahulu dapat dibuktikan, diperbaharui, dan diantisipasi di masa kini. Untuk melakukan hal tersebut, penelitian ini bertujuan meninjau keberlanjutan konsep pandangan hidup orang Sunda. Digunakan syair lagu-lagu Mang Koko sebagai indikator pembacaan relevansi pandangan hidup Kesimpulan dan uraian terkait identitas serta karakteristik orang Sunda yang diungkapkan Warnaen, coba untuk dipastikan kembali kesahihannya pada syair lagu Mang Koko. Melihat titimangsa dari publikasi penelitian pandangan hidup orang Sunda yang ada, itu tidak terpaut jauh dengan kemunculan lagu-lagu Mang Koko. Bahkan, dapat dikatakan beriringan. Kesenian yang digeluti oleh Mang Koko. Kawih, merupakan bentuk seni yang cukup tua di Tatar Sunda (Atja & Danasasmita, 1981. Ayatrohaedi, 1987. Kusumadinata, 1927. Lubis, 2. Kawih adalah seni suara vokal yang berlirik sisindiran, syair, atau sajak dengan/atau tanpa diiringi oleh Waditra (Rosidi. Hadirnya Kawih di Sunda lebih tua dibandingkan dengan Tembang. Berbeda dengan Tembang yang erat dengan feodalisme (Salmun, 1. Kawih hidup dan berkembang di kalangan rakyat (Ayatrohaedi. Rosidi, 2. Kawih terdiri dari dua aspek pembentuk, yakni musik dan sastra (Mulyana, 2005, p. Secara musikal. Kawih memiliki irama dan ketukan yang teratur dan diiringi oleh gamelan atau kelompok Waditra. Pengolahan unsur musiknya pun lebih terbuka (Wiratmadja, 1996, p. Objek material penelitian ini, yaitu Kawih Wanda Anyar atau Mang Koko-an yang akan ditelisik syairnya untuk dibedah dan diungkap keselarasannya dengan pandangan hidup orang Sunda. Mang Koko atau Koko Koswara merupakan maestro pembaharu karawitan Sunda (Hermawan. Ruswandi, 1997. Soedarsono, 2002, p. Sudah beratus-ratus karya telah dihasilkannya. Mulai dari bentuk karya Kawih Kacapian. Gending Karesmen. Gamelan Wanda Anyar, hingga Layeutan Swara, telah dieksplor untuk menginternalisasikan daya kreativitas yang dimilikinya. Secara holistik karya Mang Koko didominasi oleh bentuk lagu. Serupa dengan pernyataan paragraf sebelumnya, bahwa lagu terdiri dari dua unsur utama yakni musik . dan rumpaka atau syair. Bila berbicara mengenai satu buah karya lagu (Kawi. , dua unsur tersebut tidak dapat dipisahkan. Keduanya berjalin-jalin membentuk satu kesatuan karya seni . Sebagai seorang komposer, kepiawaian Mang Koko dalam mengeksplorasi seluruh unsur musik tidak usah diragukan lagi. Sepanjang perjalanan kekaryaannya, ia telah menemukan sebuah identitas khas yang tampak pada cara mengolah idiom-idiom Karawitan Sunda tradisi (Satriana. Berkat kecerdikannya Mang Koko mampu menyusun teknik tabuhan Kacapi dan Gamelan sesuai dengan gayanya . (Ruswandi, 1997, p. Sedangkan syair, terdapat dua kelompok lagu yang ada dalam lagu-lagu Mang Koko-an, yaitu pertama, lagu yang syairnya dibuat oleh Mang Koko sendiri, dan kedua, lagu yang syairnya dibuat oleh sastrawan Sunda (Affandie, 2. Sebagai contoh: Wahyu Wibisana. Rahmatullah Adding Affandie, dan Dedy Windyagiri. Abizar Algifari Saiful Latar belakang Mang Koko dalam penelitian ini, penting untuk diketengahkan terlebih dahulu. Pasalnya, manusia terbentuk dan tumbuh di lingkungan kebudayaannya . komunikasi yang berlangsung di dalam hubungan, kelompok, organisasi, dan masyarakat (Ruben & Stewart, 2013, p. Hal tersebut, amat mempengaruhi proses kekaryaan Mang Koko dalam menangkan inspirasi dan menuangkannya dalam sebuah karya seni. Melihat pengalaman pendidikannya. Mang Koko mengenyam pendidikan formal di sekolah Belanda. Berasal dari keluarga terpandang, akses mendapatkan pendidikan lebih mudah didapat. Lingkungan seni sudah melekat sejak ia dilahirkan. Ayahnya seorang seniman Kacapi Tembang Cianjuran. Pengaruh mendengar bebunyian tersebut, membentuk dirinya peka terhadap nada-nada. Ketika bersekolah di HIS dan MULO pun. Mang Koko unggul dalam mempelajari dan memainkan alat musik Barat. Pengalaman musikal yang dirasakannya, membentuk orientasi musikalnya. Hastanto menyebutnya dengan istilah bimusikal (Hastanto, 2012, p. Tidak hanya bimusikal, tetapi dwi kebudayaan. Secara tidak langsung. Mang Koko terpengaruh pula dengan pola pikir dan cara kerja orang Barat. Terbukti dari prosesnya dalam menghasilkan sebuah lagu didominasi oleh kegiatan di balik meja. layaknya komposer musik Barat (Satriana, 2016, p. Perjalanan karirnya sebagai seorang jurnalis, pendidik, dan seniman, berpengaruh pula pada gagasan musik yang ditawarkan kepada masyarakat. Sebagai pedagog yang handal. Mang Koko mengklasifikasikan lagunya berdasar pada tingkat kognitif dan psikologis seseorang . ingkat pendidika. Syair yang disuguhkan kepada pendengar pastinya sesuaikan dengan umur seseorang. Hardjana menyebut bahwa dalam konteks musik Timur (Indonesi. , syair menjadi jiwa dalam sebuah musik (Hardjana, 1983, p. Syair dan musik . diposisikan seimbang. Tidak ada yang lebih baik di antaranya. Berpijak pada pernyataan Hardjana tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa musik di Indonesia Ae khususnya musik tradisi Ae amat berhubungan dengan sebuah karya sastra (Endraswara, 2018, p. Kata sebagai media ungkap utama karya sastra seperti menjadi pemungkas penyampaian informasi dalam sebuah karya musik . Untuk membuktikan bernilainya sebuah syair dalam lagu, coba dengarkan sebuah lagu hanya musik iringannya saja, tanpa memunculkan syairnya. Lalu, apa yang muncul dipikiran kita: syair atau gelombang bunyi? Tentu syair yang akan muncul di dalam pikiran. Sebagai makhluk tanda, manusia tidak akan pernah bisa lepas dari sebuah perumpamaan, gambaran, dan analogi. Syair dengan optimal membentuk gambaran tersebut. Menstimulus tubuh untuk dapat meresapi informasi secara teks maupun rasa. Syair menjadi salah satu bagian yang penting pada sebuah lagu. Posisinya sebagai pengarah maksud dan tujuan dari sebuah lagu. Proses penyusunannya tidak serta merta muncul begitu saja. Syair pada hakikatnya Ae terlepas dari melodi Ae sudah merupakan bentuk karya seni yang utuh. Seluruh gambaran dan lukisan imajinasi serta gagasan yang ingin disampaikan seniman dapat ditumpahkan melalui media kata-kata. Sebagai bentuk transformasi, syair dibaurkan dengan unsur teks musik. Hal tersebut menimbulkan perubahan kualitas estetik. Mulai dari bentuk, struktur, fungsi, hingga tafsir makna. Meskipun secara teks kata yang digunakan sama percis, namun bila sudah menjadi sebuah lirik lagu, kata masuk pada proses penempaan keindahan lanjutan. Mewujudnya sebuah syair lagu tidak akan lepas dari proses kerja kreatif sang seniman. Alam semesta menjadi wahana inspirasi untuk terus bereksplorasi. Tugas seniman menangkap dan memformulasikannya dengan elemen lain. Terlepas dari apa yang menjadi pilihan seniman atas inspirasi yang bertebaran, tubuh akan selalu menjadi media penyerap sekaligus pemancar. Dua aksi ini akan selalu Menerima pertanyaan lalu meresponnya dengan menjawabnya. Karya seni sebagai lontaran jawaban seniman atas respon indranya. Diketahui, bahwa pandangan hidup orang Sunda bersifat dinamis. Butuh mengurai beberapa literatur untuk membaca perjalanan pandangan hidup orang Sunda sudah sampai mana. Disuguhkan beberapa syair lagu yang perlu dideskripsikan arti dan makna syair tersebut. Setelah itu, dapat dikorelasikan dengan pandangan hidup orang Sunda yang telah dikemukakan di awal. Akumulasi kedua data tersebut menjadi sebuah simpulan dan mencoba menjawab: apakah konsep pandangan hidup orang Sunda masih tercermin dalam syair lagu . arya sen. Mang Koko? Lalu, bagaimana cara Mang Koko mengemas . roses gara. syair tersebut menjadi sebuah lagu . arya musi. ? Apakah masih tersirat nilainilai normatif di dalamnya? Dengan demikian, tebaran fakta, informasi, dan asumsi tersebut patut untuk dirunut satu per satu dan telisik secara komprehensif. Pandangan Hidup Orang Sunda: Refleksi dalam Syair Lagu Mang Koko Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi (Creswell, 2. Pendekatan ini dipilih untuk menggali makna yang tersembunyi dalam syair lagu karya Mang Koko serta menelusuri bagaimana nilai-nilai budaya Sunda diwujudkan dan dialami secara musikal. Fokus utama penelitian ini adalah pemaknaan terhadap syair dan proses garap lagu sebagai refleksi pandangan hidup orang Sunda, terutama nilai-nilai normatif yang terkandung di dalamnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga jalur utama. Pertama, studi kepustakaan digunakan untuk menelaah teori-teori terkait pandangan hidup orang Sunda, etnomusikologi, serta pendekatan estetika dan edukatif dalam karya Mang Koko. Kedua, studi dokumentasi dilakukan dengan menelaah naskah syair, rekaman lagu, serta arsip yang berkaitan dengan proses kreatif Mang Koko. Ketiga, wawancara mendalam dilakukan terhadap narasumber yang memiliki pengetahuan langsung mengenai karya Mang Koko, termasuk murid, kolaborator, dan pengamat musik Sunda. Jumlah narasumber dalam penelitian ini adalah 3 orang, yakni Ida Rosida . nak kandung Mang Kok. Tardi Ruswandi . eneliti karya Mang Kok. , dan Ruhaliyah . eneliti bahasa dan filosofi kebudayaan Sund. Seluruh data dianalisis menggunakan analisis konten (Krippendorff, 2. Analisis ini bertujuan mengungkap struktur makna, simbol, dan pesan-pesan budaya yang tersirat dalam syair dan bentuk musikal, serta keterkaitannya dengan nilai-nilai humanitas dan pendidikan karakter dalam budaya Sunda. Analisis konten dalam penelitian ini dilakukan untuk menafsirkan makna yang terkandung dalam syair dan struktur musikal karya Mang Koko. Proses analisis dimulai dengan reduksi data melalui seleksi informasi yang relevan dari syair, dokumentasi, dan wawancara. Selanjutnya, data dikategorikan ke dalam tema-tema utama seperti pandangan hidup Sunda, proses garap lagu, dan nilai-nilai normatif. Setiap tema dianalisis secara hermeneutik untuk menemukan makna yang lebih dalam, baik secara tekstual maupun musikal. Peneliti menafsirkan simbol, metafora, dan struktur musikal dalam konteks budaya Sunda dan prinsip humanitas Mang Koko. Temuan akhir disintesiskan untuk menjawab rumusan masalah dan divalidasi melalui perbandingan dengan data wawancara. Hasil analisis disusun dalam bentuk narasi ilmiah yang menunjukkan bagaimana karya Mang Koko menjadi sarana transmisi nilai budaya Sunda. Pembahasan Interaksi manusia dan kebudayaan akan memunculkan sebuah pandangan hidup. Bila tidak adanya interaksi antar keduanya, mustahil pandangan hidup tersebut akan muncul dan menjadi identitas khas. Manusia sebagai makhluk simbolik memiliki peran utama dalam memproses pengalaman, pemikiran, dan perenungan menjadi sebuah pandangan hidup. Masalah yang dihadapi oleh manusia di muka bumi ini menjadi stimulus bagi pencarian karakteristik tersebut. Telah dikemukakan di atas, pandangan hidup adalah sebuah respon atas stimulus dalam panggung kehidupan . Pola merespon stimulus tersebut lambat laun menjadi sebuah kebiasaan yang terorganisir dan dianggap sebagai sebuah tanggapan yang pasti. Pandangan hidup dapat disimpulkan dari proses menyarikan berbagai karakter manusia pendukung kebudayaan tersebut. Pandangan hidup dapat disandingkan pula dengan istilah identitas atau Tentunya, identitas dapat diutarakan hanya jika melakukan tinjauan mendalam terkait faktafakta sejarah yang ada. Dengan lain perkataan dapat diungkapkan bahwa lewat sejarahnya orang dapat menemukan diri sendiri atau, sebaliknya, orang menemukan sejarahnya agar dapat mengenal kembali diri sendiri atau identitas dirinya. Identitas diri itu demikian pentingnya, karena tanpa dia sukar bahkan mustahil diadakan komunikasi. Identitas mendefinisikan status dan peran seseorang baik secara fisik maupun sosial budaya (Daeng, 2000, p. Tidak bisa menyimpulkan sebuah pandangan hidup yang dilihat dari beberapa manusia atau teks saja. Perlu akumulasi data yang cukup ideal untuk menyimpulkan pandangan hidup masyarakat lokal tertentu. Abizar Algifari Saiful 1 Pandangan Hidup Orang Sunda Kini Menyimpulkan dan menerka pandangan hidup orang Sunda saat ini, membutuhkan perhitungan, pendekatan, dan penafsiran yang multi lapis. Akulturasi dan asimilasi akan terus terjadi. Ini dapat dipandang sebagai kekurangan dan kelebihan. Sebagai kekurangan, keaslian budaya lokal menjadi semakin samar. Sulit untuk dilacak dan diungkapkan kembali ke permukaan. Sedangkan, kelebihannya terletak pada meningkatnya toleransi hidup antar agama, etnis, dan pandangan. Dewasa ini, di Tatar Sunda pun begitu. Dengan kemudahan komunikasi dan berpindah tempat membuat kesempatan bertukar kebudayaan pun semakin mudah. Terbukti dari sifat dan karakter yang tercermin pada orang Sunda. Begitu beragam dan spesifik pandangan hidup orang Sunda yang berdasar pada penelitian Warnaen dan kawan-kawan. Guna membatasi hal tersebut, peneliti merangkup beberapa karakter orang Sunda yang disarikan dari tulisan tersebut. Berikut tabel sebaran pandangan hidup orang Sunda berdasarkan lingkup interaksinya. Tabel 1. Pandangan hidup orang Sunda berdasarkan lingkup interaksinya Manusia sebagai Arif Cerdas Manusia dengan Laki-laki menghormati dan menghargai Hati-hati dalam berucap Taat kepada orang tua Saling tolong-menolong Takwa Pasrah kepada Tuhan Jangan iri Jangan menyinggung perasaan orang lain Manusia dengan Tuhan Manusia dengan Alam Percaya adanya Tuhan Menjaga keseimbangan ekosistem alam Menjaga komunikasi dengan-Nya . Segala aktivitas tidak lepas dari landasan Menghindari kegiatan yang merusak alam Sumber: Warnaen et al. , 1987 Tabel di atas, mengelompokkan sifat dan karakter orang Sunda sesuai dengan pola interaksinya. Manusia sebagai pribadi . anusia dengan diriny. , manusia dengan masyarakat, manusia dengan Tuhan, dan Manusia dengan Alam. Ruang lingkup ini, mengisyaratkan bahwa manusia tidak berdiri sendiri sebagai makhluk Tuhan paling sempurna. Keberadaannya memerlukan interaksi di antaranya. Interaksi secara horizontal . anusia, alam, makhluk lai. dan vertikal . uhaniah, transendenta. (Supriadin, 2021, p. Untuk memenuhi itu semua, manusia membutuhkan pandangan hidup yang dipandang ideal bagi suatu kebudayaan. Bagi masyarakat Sunda, seluruh pandangan hidup pasti berlandaskan pada keyakinan atas peran Tuhan . esuatu yang bersifat ruhaniah/transendenta. Keyakinan tersebut, kuat dan berakar pada diri orang Sunda. Sehingga, sekompleks apapun gerak langkahnya, pasti akan kembali lagi pada pijakan awal. Posisi Tuhan menjadi logis adanya. Pandangan hidup orang Sunda kini perlu untuk dipertanyakan kembali. Faktor internal . asil berpiki. maupun eksternal . osial-buday. yang menyerang tidak dapat ditampik keberadaannya. Hal tersebut yang menjadikan pandangan hidup orang Sunda akan selalu bersifat dinamis. Mengikuti arah zaman yang ada. Apalagi pengaruh teknologi yang manusia kini tidak dapat lepas, berdampak pula pada apa yang dipikirkan dan diyakini oleh orang Sunda dewasa ini. Sepatutnya, pandangan hidup orang Sunda yang dikemukakan Warnaen sebagai pijakan utuh orang Sunda dalam mengarungi kehidupan. Dengan kondisi yang pasti akan selalu berubah, sememangnya pandangan hidup orang Sunda patut menjadi rujukan dalam memandang perkembangan orang Sunda dari masa ke masa. Terbentuknya sebuah pandangan hidup, tidak terlepas dari interaksi di dalam suatu kebudayaan. Proses perwujudan budaya terlahir dalam tiga kompleks, yakni sistem ideologi . de, gagasan, nilai, norm. , sistem sosial . ola aktivitas manusi. , dan sistem teknologi . arya manusia dalam bentuk benda ataupun bukan bend. (Danasasmita, 2011, p. Ketiga komponen sistem tersebut, terakumulasi dan memunculkan pola khas yang disebut dengan pandangan hidup. Cakupan pandangan hidup sendiri sungguh luas. Butuh waktu lama untuk mengungkap pandangan hidup yang mendekati sahih. Pandangan Hidup Orang Sunda: Refleksi dalam Syair Lagu Mang Koko Mengandalkan data yang bersifat teks, menjadikan pandangan hidup harus diinterpretasikan ulang dari hasil analisis. 2 Refleksi Pandangan Hidup Dalam Syair Lagu Karya seni menjadi salah satu gerbang gambaran dari sebuah kebudayaan. Seni menjadi satu manusia pendukung sebuah kebudayaan tertentu. Ekspresi yang dilahirkan berlandas pada gagasan yang terbentuk dari latar berpikir budayanya. Di samping adanya identitas khas . dari setiap seniman, pola budaya akan tetap hadir dalam kemunculan karyanya. Kelindan teks dan konteks akan terus berinteraksi satu dengan yang lain. Syair menjadi salah satu tawaran teks yang dapat diselami isinya. Tatar Sunda, tema syair yang disusun memiliki prioritas selera, berdasar pada pandangan hidup orang Sunda. Tema syair dalam lagu-lagu Sunda, secara eksplisit dijelaskan oleh Syafei. Tema yang diangkat, di antaranya kedalna rasa . etusan rasa gembira, rasa sedih, dan cinta kasi. , kaluhungan budi . eagamaan dan pepelin. , wawaran . emandangan alam, suasana hari, pamola. , pendidikan . , sesebred . esebred jenaka, garihal, dan cawoka. , menurut umur . nak-anak, remaja, orang dewasa, dan orang tu. , dan perjuangan . epahlawanan dan memupuk rasa kebangsaa. (Syafei, 1984. Dalam tulisan ini, syair Mang Koko menjadi fokus kajian untuk ditemukan apakah tersirat pandangan hidup orang Sunda di dalamnya. Diketahui bahwa Mang Koko merupakan seniman karawitan Sunda mahsyur yang memiliki multi kognisi. Berdasar pada literatur yang telah dikumpulkan, selain handal dan piawai dalam menggarap musik (Karawitan Sund. , ia pun amat memperhatikan, mengerti, dan memaknai syair yang akan digunakan pada Kawih tersebut. Affandie menyatakan bahwa ketika Mang Koko ingin menggarap sebuah karya Kawih, terlebih dahulu ia mempelajari syairnya (Affandie, 2. Tidak hanya membaca. Mang Koko mendalami, dan merasakan syair tersebut. Itulah yang membuat lagu-lagu ciptaannya berkesan dan bertahan hingga saat ini. Kegiatan garap yang dilakukannya melalui tahap riset terlebih dahulu. Sebelum pada akhirnya, dituangkan dalam media ekspresi bunyi . okal dan instrumen musi. Berdasarkan syairnya, lagu-lagu Mang Koko dibagi menjadi dua, yakni lagu yang syairnya ditulis oleh Mang Koko sendiri dan lagu yang syairnya ditulis oleh sastrawan Sunda lain . Syair yang ditawarkan pada lagu-lagu Mang Koko memiliki ragam tema atau isu, antara lain fenomena alam, kritik sosial, sayang kepada orang tua, hingga patuh terhadap nilai-nilai agama. Bila melihat tema yang diangkat pada lagu Mang Koko, dapat diterka bahwa ia tidak sekadar seniman yang berekspresi. Ada nilai yang ingin disampaikan kepada pendengarnya. Mang Koko memposisikan Kawih sebagai media pembelajaran yang efektif. Pasalnya. Kawih . memiliki daya tarik tersendiri. Anak-anak yang ngawih, secara tidak sadar belajar sambil melantunkan syair bermelodi tersebut. Kondisi tersebut membuat anak-anak semakin bahagia. Bahkan, dalam tingkatan lagu Taman Bincarung, anak-anak dapat bermain, bernyanyi, bersosialisasi, sekaligus belajar akan nilai budaya. Guna melihat refleksi pandangan hidup orang Sunda dalam syair Mang Koko, diketengahkan beberapa judul lagu yang akan ditinjau dari segi arti dan tema syair. 1 Manusia sebagai pribadi Pandangan manusia sebagai pribadi perlu ditilik dari dalam tubuh dan pikirannya sendiri. Dipandang dari perspektif ontologis, manusia adalah makhluk aktif, kreatif, dan inovatif yang bertanggungjawab mutlak atas segala tindakan (Rosowulan, 2019, p. Manusia yang multi tubuh dapat mengolah, merespon, mencerap, dan menafsir segala informasi budaya menjadi sebuah pandangan Khususnya pandangan hidup manusia tradisi di Indonesia (Sund. , tinjauan terkait pandangan hidup perlu disusuri dari data-data yang sifatnya teks. Dalam penelitiannya. Warnaen menggunakan produk teks sebagai data untuk mendapatkan kesimpulan atas karakter pribadi orang Sunda (Warnaen, 1986, p. Ia berkeyakinan bahwa produk tulis yang dihasilkan masyarakat pendahulu akan merefleksikan kondisi apa adanya manusia di zaman tersebut. Kesimpulan tersebut didapat dari menganalisis beberapa produk teks, di antaranya karya roman, naskah kuno, dan berbagai tulisan yang Abizar Algifari Saiful menggunakan bahasa Sunda serta ditulis dalam kurun waktu yang telah ditetapkan peneliti. Untuk menyarikan macam-macam teks tersebut dilakukan analisis kritis. Seluruh data dikorelasikan dan diakumulasikan menjadi satu simpulan berbasis tinjauan mendalam. Membaca manusia sebagai pribadi harus memposisikan pandangan dalam refleksi intim individu. Karakter yang disebut merupakan bagian kecil namun berpengaruh terhadap pembentukan pandangan Menceritakan tentang diri sendiri dan mencoba untuk merenungkan serta mengevaluasi diri melalui dialog batin. Sebagai seorang seniman. Mang Koko telah meakukan itu. Ekspresinya ditumpahkan melalui media kata dan bunyi . Berikut ditampakan dua buah lagu, yaitu Duh Indung dan Indung Jeung Anak. Duh Indung Duh indung ngaraksa ngajaring anak Najan rungsing matak pusing Heunteu weleh deudeuh. Mikanyaah asih Ngamomong jeung dititimang Duh indung ngaping ngadama-dama ana Ngamumule buah hate Ngajungjung tur ngugu-ngugu. Anak dijieun puputon Duh indung A duh indung A Timangtiti ngamomong anak Duh indung A. Duh indung A Teu keundat ngaduduAoa Indung Jeung Anak Euleuh. Ema, itu bulan di langit kumingkin asri Gumulang lir pameunteu widadari Ieuh Ujang, ulah samar, apan eta putri pigedengeun Prameswari Jaga, ieuh ujang, mun hidep jadina pati Tapi bet aya kalana, geuning A Ema A Anu geulis, anu endah ngahiang duka kamana Kari diri nganti anu tilem Rasa rosa deudeupeun reujeung leungiteun Poma ujang kudu ngarti masing surti Nu ngahiang, anu tilem, tilemna henteun sabongbrong Tapi ngancik na dasaring ati EmhA engke oge hamo burung deui tembong Naha Ema mangsa datang jeung indit silih baganti Teu lana lir cahaya katumbiri Ieuh ujang, ulah samar sakur nu kumalip tara aya nu abadi Iwal ti Gusti Yang Widi. Gusti Yang Widi Bandung, 14 Februari 1969 [Duh Ibu Wahai ibu, yang melindungi serta menjaga anak. Meski sering merasa penat dan pusing. Kasih dan sayangmu tak pernah surut. Membimbing, menimang dengan penuh cinta. Wahai ibu, yang menenangkan hati anak. Memelihara buah hati dengan tulus. Menjunjung, menuruti, dan merawat penuh kelembutan. Anak dijadikan permata hati. Wahai ibuA wahai ibuA Begitu hati-hati dalam mengasuh anak. Wahai ibuA wahai ibuA Tak henti-henti engkau berdoa. [Ibu dan Anak Lihatlah. Ibu, itu bulan di langit begitu indah. Berpendar laksana wajah bidadari. Nak, jangan keliru, itu putri, permaisuri agung. Namun hati-hati. Nak, bisa jadi itu adalah bayangan kematian. Tapi ternyata ada kalanya. IbuA Yang cantik, yang indah itu menghilang entah ke mana. Hanya diri sendiri tersisa, bersama yang telah pergi. Rasa sedih, rasa kehilangan yang begitu dalam. Anakku, engkau harus mengerti dan memahami. Yang menghilang, yang telah tiada, bukanlah lenyap selamanya. Ia bersemayam dalam lubuk hati. YaA kelak akan tampak kembali. Wahai Ibu, mengapa masa datang dan pergi silih berganti. Tak lama laksana cahaya pelangi. Nak, jangan keliru, segala yang nampak tak ada yang abadi. Kecuali Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan Yang Maha Esa. Sesuai dengan judul lagu. Duh Indung, tentunya menggambarkan peran seorang ibu. Secara umum, lagu ini menjelaskan bagaimana seorang ibu berkorban untuk anaknya. Menunda istirahat dan rasa lelahnya untuk anak yang disayanginya. Gambaran kasih sayang seorang ibu pun disuratkan pada lagu Sejalan dengan apa yang menjadi landasan pandangan hidup orang Sunda. Pada kalimat akhir, ibu mengembalikan lagi rasa khawatirnya pada yang menciptakan manusia. Tuhan Yang Maha Esa. Kepasrahan yang dilakukan seorang ibu, bukan bentuk ketidakberdayaan, namun sebagai tahapan yang paling tinggi. Mengembalikan kembali semuanya kepada yang Maha Menentukan. Pandangan Hidup Orang Sunda: Refleksi dalam Syair Lagu Mang Koko 2 Manusia dengan Masyarakat Diketahui bahwa manusia merupakan makhluk sosial. Dengan demikian, manusia tidak dapat hidup sendiri. perlu peran orang lain. Pada dasarnya, manusia suka berkumpul dan saling berinteraksi Kumpulan manusia itulah yang diistilahkan sebagai masyarakat. Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling berinteraksi melalui prasana yang tersedia (Koenjtaraningrat, 2015, p. Konteks kata AumanusiaAy di sini bersifat pribadi. Jadi, hubungan manusia dengan masyarakat dapat diisyaratkan sebagai komunikasi antar manusia sebagai pribadi yang merupakan bagian dari kumpulan pribadi lain dalam lingkungan kebudayaan tertentu. Pandangan hidup orang Sunda mengenai manusia dengan masyarakat dianggap suatu hal yang penting untuk dijaga keserasiannya. Pasalnya, kembali lagi pada pijakan dasar orang Sunda, yakni percaya terhadap Sang Penguasa alam semesta. Hubungan vertikal dan horizontal patut dijaga keseimbangannya untuk mencapai satu keharmonisan. Pentingnya menjaga hubungan antara manusia dengan masyarakat tersurat dalam dua syair lagu Mang Koko berikut yang berjudul Sabilulungan dan Karatagan Pamuda Indonesia. Berikut kita simak kedua syair lagu berikut. Sabilulungan Sabilulungan dasar gotong-royong Sabilulungan sipat silih rojong Sabilulungan genteng ulah potong Sabilulungan persatuan tembong . Tohaga Rihaka Teguh tanggoh perbawa sabilulungan Satia Sadjiwa Segut singkil ngabasmi pasalingsingan [Sabilulungan Sabilulungan adalah dasar gotong royong. Sabilulungan berarti sifat saling menolong. Sabilulungan ibarat genteng yang tak terputus. Sabilulungan adalah wujud nyata persatuan. Kuat. Berwibawa. Teguh dan tangguh dalam semangat Setia. Sejiwa. Kuat bersatu untuk menyingkirkan segala Karatagan Pamuda Indonesia Rempug jukung Pamuda Indonesia Tingkahna waspada ariatna Raksajaring raga sukma Kukuh pengkuh kuat nadah pangwada Lemah Cai merdekana abadi Urang kabeh bakal kagiliran Teguh nempuh perjuangan rakyat Indonesia Ngajungjung darajat Bangsa [Karatagan Pemuda Indonesia Bersatu padu para Pemuda Indonesia. Sikapnya penuh kewaspadaan dan kehati-hatian. Menjaga raga dan jiwa dengan sepenuh tenaga. Teguh, kokoh, dan kuat menghadapi segala tantangan. Tanah Air merdeka untuk selamanya. Kita semua akan mendapat giliran. Teguh menempuh perjuangan rakyat Indonesia. Menjunjung tinggi martabat bangsa. Pada syair lagu berjudul Sabilulungan, muncul kata gotong royong, silih rojong, persatuan, yang dipungkas oleh ngabasmi pasalingsingan. Seluruh kata tersebut merujuk pada konteks kehidupan Sebagai manusia, kita dituntut untuk saling membantu, saling menguatkan, untuk mencapai persatuan. Pada akhirnya, menghindari konflik sosial yang ada demi ketentraman dan kedamaian bersama. Gotong royong adalah bentuk kerjasama kolektif untuk mencapai suatu hasil positif dari tujuan yang ingin diraih secara mufakat dan musyawarah bersama, tanpa mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan bersama (Effendi, 2013, p. Pernyataan tersebut memperkuat arah tujuan syair lagu menuju muara pandangan hidup orang Sunda. Istilah gotong royong memiliki makna yang dalam. Gotong royong pada akhirnya bermanfaat bagi terciptanya rasa persatuan antar 3 Manusia dengan Alam Alam menjadi salah satu stimulus yang ampuh untuk menggairahkan seniman dalam berekspresi . encipta karya sen. Kehadiran alam yang berdampingan, bahkan menyatu dengan manusia Abizar Algifari Saiful berdampak pada kondisi fisik dan psikologis yang tidak dapat lepas darinya. Bisa dibilang, alam menjadi gudang imajinasi. Begitupun dengan Mang Koko, tema alam banyak disuguhkan pada syair Kawih Mang Koko-an. Alam Tatar Sunda yang begitu indah dan memesona, menggairahkan daya pikir dan kreatif Mang Koko untuk meresponnya dengan membuat sebuah syair lagu. Alam tidak dibaca dari segi keindahannya saja, namun Mang Koko dan sastrawan Sunda. Wahyu Wibisana, menyusun lagu yang berjudul Guntur Galunggung. Sesuai dengan kata pertama judul lagu ini AugunturAy yang berarti kilat atau petir yang bergemuruh. Lagu ini melukiskan kejadian asli, yakni meletusnya Gunung Galunggung pada Fakta sejarah mengatakan bahwa letusan Gunung Galunggung merupakan letusan kedua terbesar di Indonesia, setelah Gunung Tambora. Hal ini, mengungkapkan respon orang Sunda terhadap Introspeksi terhadap alam semesta merupakan langkah untuk menghindari dari sifat-sifat negatif (Mukani, 2015, p. Tanah Sunda Tanah Sunda . gemah ripah . ur enda. Nu ngumbara suka betah Urang Sunda . sing toweksa . Nyangga dharma anu nyata Seuweu Pajajaran Mung tong kasmaran Sing tulaten jeung rumaksa Miara pakaya Memang sawajibna Genten-titen rumawat tanah pusaka Cinta Nusa Indonesia gemah ripah loh jinawi Alam endah, hejo lembok sugih mukti subur tutuwuhan beunghar pepelakan Daun hejo ngemploh, karaharjan lemah cai Kakayon tumuwuh subur pajangkung-jangkung Petetan ngawujud sirung pagulung-gulung piraku rek rela piraku rek tega Alam nu ngemploh hejo pinarengan ngarangrangan, teu kariksa [Tanah Sunda Tanah Sunda, elok dan makmur nan indah. Yang merantau pun merasa betah. Kita orang Sunda, dewasa dan waspada. Menopang dharma yang nyata. Putra Pajajaran. Jangan sampai terlena. Harus tekun dan selalu menjaga. Merawat harta pusaka. Itu memang kewajiban. Bijaksana memelihara tanah warisan. [Cinta Nusa Indonesia, makmur dan sejahtera. Alamnya indah, hijau, subur penuh berkah. Tumbuh-tumbuhan yang subur. Tanaman yang melimpah. Daun hijau segar, kesejahteraan tanah air. Pepohonan tumbuh subur menjulang tinggi. Tunas-tunas berkembang, menggulung bersemi. Masa harus rela? Masa tega membiarkannya? Alam yang hijau dan subur. Bersama kerusakan yang kian merambah, tak terjaga. Dua syair lagu di atas, menegaskan kecintaan orang Sunda terhadap alam yang dimilikinya. Lagu berjudul Tanah Sunda dan Cinta Nusa merupakan salah satu bentuk ekspresi yang ditumpahkan oleh seniman (Mang Kok. untuk merespon apa yang indranya terima. Memang bukan pertama kalinya tema alam digunakan pada karya seni. Malahan kebalikannya. Alam menjadi induk inspirasi untuk seorang Manusia memiliki kesamaan dengan alam, keduanya mempunyai sifat pasrah dan tunduk kepada pencipta (Tuha. (Munir, 2008, p. Tentu, pada akhirnya paradigma orang Sunda akan kembali pada yang Maha untuk kembali berserah. Kecintaan orang Sunda kepada alamnya akan dihubungkan dengan sifat nasionalisme. Seperti yang tersurat dalam syair lagu Tanah Sunda. Diwajibkan untuk memelihara dan menjaga tanah sendiri. Ini merupakan perwujudan melanjutkan perjuangan orang tua atau nenek moyang terdahulu . ilai kearifan loka. (Kurniasari & Reswati, 2011, p. yang telah memelihara, menjaga, dan mengolah tanah Sunda sehingga dapat dinikmati oleh keturunan setelahnya. 4 Manusia dengan Tuhan Manusia merupakan wujud makhluk yang dipandang sempurna oleh Tuhan karena manusia mempunyai semua unsur dari makhluk hidup lainnya yang disempurnakan oleh akal dan jiwa (Nurmadiah, 2019, p. Manusia membutuhkan dzat untuk dijadikan sebagai tempat mengadu segala kegelisahan (Asir, 2014, p. Dzat yang dimaksud di sini adalah Tuhan. Tidak mengenal Tuhan berdampak pada kehilangan rasa syukur kepada-Nya (Hanafy, 2017, p. Tuhan adalah penyebab Pandangan Hidup Orang Sunda: Refleksi dalam Syair Lagu Mang Koko kebaikan datang (Astini & Putra, 2019, p. Di mata manusia, kebaikan diasumsikan sebagai semua hal yang bersifat normatif. Manusia merupakan wakil Tuhan yang berfungsi sebagai jembatan antara langit dan bumi (Irwandra, 2011, p. Manusia dan Tuhan adalah dua hal yang terkait. Tuhan sebagai pencipta dan manusia adalah makhluk berpikir yang sistematis, kritis, radikal, dan universal-relatif (Tedy, 2017, p. Hubungan Tuhan dan manusia . ntologi, komunikasi, tuan-hamba, dan eti. diuraikan sebagai hubungan dimana manusia menjadikan Tuhan sebagai tujuan tertinggi manusia (Sahidah, 2017, p. Berpijak pada pola pandangan hidup orang Sunda yang disusun Warnaen, memperlihatkan bahwa segala karakter dan sifat yang muncul dalam diri orang Sunda berpijak pada keyakinannya terhadap keberadaan Tuhan. Keyakinan akan hal transendental (Tuha. telah dihayati manusia tradisi Nusantara, seperti di Sunda . rang Kanyky. (Ekadjati, 1995, p. ataupun masyarakat etnis lainnya (Sasa. (Hakim, 2019, p. Tuhan memiliki peran dalam hidup orang Sunda. Seluruh apa yang telah terjadi di muka bumi ini, tidak akan lepas dari kehendak Tuhan. Pandangan ini menjadi sebuah proses berpikir Berpikir akan Tuhan merupakan proses akhir, kembali, dan pada akhirnya memulai kembali. Interaksi yang terjadi bersifat vertikal-transendental. Dua syair lagu Mang Koko yang melukiskan hubungan antara manusia dengan Tuhan, yakni Hamdan dan Kembang Balebat. Hamdan Hamdan lirobbil Aoalamien Allohu rohman warrohim Qodkoruba fatul mubin Innahu huas samiul alim Puji kagungan pangeran Nu Maha Welas tur Heman Gusti mangka muka pura bagja Alloh ya Robbi Mantenna Maha Uninga Solawat solawatan Barokat barokatan AAola Muhammad Rosulih WaAoala ali wasohbih Salam sinareng solawat Muga netes ka Muhammad Natrat ka para Karabat Para ahli jeung sahabat [Hamdan Segala puji bagi Tuhan semesta alam. Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Telah dekat kemenangan yang nyata. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Pujian hanyalah milik Tuhan. Yang Maha Welas Asih dan Penyayang. Allah membuka pintu kebahagiaan. Ya Allah. Engkaulah Yang Maha Mengetahui. Shalawat, shalawatlah. Berkah, keberkahan. Atas Muhammad Rasul-Nya. Juga atas keluarga dan para sahabatnya. Salam beserta shalawat. Semoga tercurah kepada Muhammad. Mengalir kepada keluarga. Para ahli dan para sahabat. Kembang Balebat Bagea kembang balebat Ditaman mandala purwa naon bacaeun ayeuna maca beurang ku beurangna Ngaji peuting ku peutingna deresan na papatunan Da hirup ngan sakolebat Diudag-udag balebat Ditutur-tutur ku layung Ngalungsar diperjalanan Engke atawa isukan saha nu terang Bandung, 10 Oktober 1968 [Kembang Balebat Bahagia bagaikan bunga lebat. Di taman kehidupan awal. Apa yang dibaca kini. Membaca siang demi siang. Mengaji malam demi malam. Deres dengan tuntunan. Sebab hidup hanyalah sekelebat. Dikejar-kejar oleh derasnya waktu. Diiringi oleh senja. Luruh di perjalanan. Entah nanti atau esok, siapa yang tahu. Bandung, 10 Oktober 1968. Sebagai seorang muslim. Mang Koko menuangkan syair yang berbau ketuhanan dengan beberapa bentuk ekspresi. Seperti tampak di atas, lagu berjudul Hamdan menggunakan dua bahasa, yakni bahasa Arab dan Sunda. Kombinasi kedua bahasa ini, secara tidak langsung Ae dalam konteks hubungan bahasa Arab dengan Islam Ae menyiratkan proses komunikasi antara manusia dengan Tuhan. Kalimat pupujian kepada Allah dan nabi Muhammad meyakinkan bahwa lagu tersebut bernuansa agamis (Isla. Berbeda Abizar Algifari Saiful dengan lagu Hamdan. Kawih berjudul Kembang Balebat, secara umum menyisipkan pesan tentang hadirnya kematian dalam kehidupan. Mengingatkan bahwa kematian terus mengintai semua orang. Jaraknya dekat dan manusia akan selalu dibayang-banyangi. Di sini, secara tidak langsung. Mang Koko melakukan interaksi dengan Tuhan dengan cara menyematkan pesan dakwah di dalam syair lagunya. Dimana dakwah sebagai wujud bentuk hubungan antara manusia dengan Tuhan (Endang, 2012, p. Penutup Pandangan hidup orang Sunda terus mengalami perkembangan. Faktor eksternal dan internal berpengaruh terhadap pembentukan pandangan hidup. Empat pandangan hidup, yaitu manusia sebagai pribadi, manusia dengan masyarakat, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan, menjadi elemen yang mempengaruhi entitas pandangan hidup orang Sunda. Sebuah pandangan hidup dapat dibaca dari teks sebuah kebudayaan. Syair menjadi salah satu bentuk teks yang secara jelas dapat mengekspresikan segala gagasan dan perasaan. Melihat keempat elemen pandangan hidup tersebut, wujudnya tampak pada syair lagu-lagu Mang Koko. Syair yang disusunnya bermula dari proses berpikir dan merenung. Sememangnya, secara tidak langsung, syair lagu-lagu Mang Koko menyematkan pesan pandangan hidup orang Sunda. Tidak hanya sebatas menyisipkan informasi terkait pandangan hidup, gagasan Mang Koko untuk menyusun setiap lagunya dalam sebuah klasifikasi yang berpijak pada tingkat kognitif dan psikologis peserta didik . enjang usi. , menempatkan pandangan hidup orang Sunda sesuai dengan usia. Hal ini, mencirikan bahwa Mang Koko memegang teguh prinsip humanitas. Nilai-nilai normatif yang terkandung pada karakter orang Sunda ditampakkan dan mulai ditanamkan sejak dini hingga dewasa . rang tu. Daftar Pustaka