Vol 2 No. 6 November 2025 P-ISSN : 3047-2792 E-ISSN : 3047-2032. Hal 24 - 31 JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jimat Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/vpv4sm57 PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO DAN LOAN TO DEPOSIT RATIO TERHADAP RETURN ON EQUITY PADA PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. PERIODE 2013-2024 Nur Wantiningsiha*. Endang Nuritab nurwantiningsih0902@gmail. a Ekonomi dan Bisnis / Manajemen. Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Banten a Ekonomi dan Bisnis / Manajemen, dosen01972@unpam. Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Banten *Korespondensi ABSTRACT This study aims to determine the effect of the Capital Adequacy Ratio (CAR) and Loan to Deposit Ratio (LDR) on Return on Equity (ROE) at PT Bank Mandiri (Perser. Tbk. for the period 2013Ae2024. The method used in this research is a quantitative method with a descriptive and associative approach. The data source used is secondary data. The population consists of the financial statements of PT Bank Mandiri (Perser. Tbk. for the period 2013Ae2024. The sample is derived from the notes to the financial statements, balance sheets, and income statements of PT Bank Mandiri (Perser. Tbk. for the period 2013-2024. The results of the study indicate that the Capital Adequacy Ratio has a significant effect on Return on Equity, while the Loan to Deposit Ratio does not have a significant effect on Return on Equity. However, the study also shows that Capital Adequacy Ratio and Loan to Deposit Ratio simultaneously have a significant effect on Return on Equity. Keywords: Capital Adequacy Ratio. Loan to Deposit Ratio. Return on Equity. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Capital Adequacy Ratio dan Loan to Deposit Ratio terhadap Return on Equity pada PT Bank Mandiri (Perser. Tbk. Periode 2013-2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder. Populasi yang digunakan adalah laporan keuangan PT Bank Mandiri (Perser. Tbk. Periode 2013-2024. Sampel yang digunakan adalah berasal dari catatan atas laporan keuangan, neraca, dan laporan laba rugi PT Bank Mandiri (Perser. Tbk. Periode 20132024. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio berpengaruh signifikan terhadap Return on Equity, sedangkan Loan to Deposit Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Equity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio dan Loan to Deposit Ratio secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Return on Equity. Kata Kunci: Capital Adequacy Ratio. Loan to Deposit Ratio. Return on Equity. PENDAHULUAN Industri perbankan Indonesia menghadapi dinamika kompleks yang dipengaruhi oleh transformasi ekonomi global, evolusi regulasi, dan revolusi teknologi digital. Larasati . mengidentifikasi bahwa performa perbankan nasional, khususnya pada institusi besar seperti Bank Mandiri, mengalami fluktuasi signifikan akibat faktor-faktor eksternal dan internal. Digitalisasi layanan perbankan telah mengubah paradigma operasional, dimana layanan mobile banking, sistem pembayaran elektronik, dan implementasi big data analytics menjadi determinan utama daya saing industri (Suhardjanto, 2. Received June 19, 2025. Revised July 18 , 2025. Accepted August 15, 2025. Online Available August 20. Nur Wantiningsih dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 24 Ae 31 Persaingan sektor perbankan mengalami intensifikasi dengan munculnya player fintech dan bank digital yang menawarkan proposisi nilai superior dalam hal efisiensi, aksesibilitas, dan cost-effectiveness. Nurdin . dalam analisis komparatifnya terhadap performa bank-bank besar Indonesia, termasuk Bank Mandiri, menekankan bahwa kemampuan adaptasi teknologi dan optimalisasi rasio keuangan menjadi kunci keberhasilan dalam kompetisi yang semakin ketat. PT Bank Mandiri (Perser. Tbk. , sebagai hasil konsolidasi empat bank negara pada tahun 1998, telah berevolusi menjadi salah satu pilar sistem keuangan nasional. Posisinya sebagai anggota "big four" perbankan Indonesia menuntut perusahaan untuk mempertahankan performa finansial yang optimal sambil berkontribusi pada stabilitas ekonomi makro melalui fungsi intermediasi yang efektif. Tabel 1. Data Variabel Capital Adequacy Ratio. Loan to Deposit Ratio, dan Return on Equity PT Bank Mandiri Persero Tbk. CAR LDR ROE Tahun (%) (%) (%) 14,93 86,42 21,20 16,60 84,09 19,70 18,60 92,39 17,70 21,36 91,27 9,55 21,16 93,94 12,61 20,94 102,21 15,67 21,38 102,58 13,61 19,89 89,68 9,10 19,60 90,97 13,75 19,45 89,48 17,82 21,48 99,32 20,88 20,10 110,17 Sumber. data olah penulis 19,51 Periode pasca-pandemi COVID-19 menghadirkan fenomena unik dalam dinamika rasio keuangan Data empiris PT Bank Mandiri menunjukkan volatilitas Capital Adequacy Ratio (CAR) dengan fluktuasi antara 9,10% . hingga 21,48% . , mengindikasikan tantangan dalam optimalisasi struktur permodalan. Wangsawidjaja . menegaskan bahwa CAR merupakan indikator kritikal untuk menilai resiliensi bank terhadap berbagai exposure risiko. Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Mandiri menunjukkan pola yang mencerminkan perubahan perilaku nasabah dan strategi penyaluran kredit. Variasi LDR dari 84,09% . hingga 110,17% . mengindikasikan dinamika manajemen likuiditas yang responsif terhadap kondisi ekonomi. Maroni & Simamora . mengidentifikasi bahwa optimalisasi LDR merupakan faktor determinan dalam pencapaian profitabilitas berkelanjutan. Return on Equity (ROE) sebagai proksi profitabilitas menunjukkan volatilitas signifikan, dengan titik terendah 9,10% . dan tertinggi 21,20% . Fenomena ini mencerminkan kompleksitas hubungan antara struktur modal, efisiensi operasional, dan kemampuan menghasilkan return bagi stakeholder equity. Meskipun berbagai penelitian telah mengeksplorasi determinan profitabilitas perbankan, terdapat ketidakkonsistenan hasil empiris mengenai hubungan CAR dan LDR terhadap ROE. Putri dan Djauhari . menemukan bahwa CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE, berbeda dengan temuan Latifah & Kusjono . yang menemukan adanya pengaruh signifikan CAR terhadap ROE. Demikian pula. Maroni & Simamora . mengkonfirmasi pengaruh signifikan LDR terhadap ROE, namun penelitian lain oleh Wijayani. Rahmawati, et al. ), yang menunjukkan bahwa Loan to Deposit Ratio (LDR) tidak berpengaruh signifikan terhadap Retun on Equity (ROE). Gap penelitian ini semakin kompleks dengan keterbatasan studi yang mengeksplorasi dinamika hubungan tersebut dalam konteks post-pandemic recovery, khususnya pada institusi perbankan berskala nasional. Larasati . dalam penelitiannya terhadap Bank Mandiri periode 2012-2021 fokus pada Return on Assets (ROA), sementara analisis mendalam terhadap Return on Equity (ROE) dalam periode yang Pengaruh Capital Adequacy Ratio Dan Loan To Deposit Ratio Terhadap Return On Equity Pada PT. Bank Mandiri (Perser. Tbk. Periode 2013-2024 (Nur Wantiningsi. Nur Wantiningsih dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 24 Ae 31 mencakup recovery ekonomi post-pandemic masih terbatas. Konteks spesifik Bank Mandiri sebagai bank BUMN dengan kompleksitas operasional dan tanggung jawab sosial ekonomi menambah dimensi unik yang memerlukan investigasi empiris tersendiri. Tidak adanya konsensus teoretis dan empiris mengenai mekanisme pengaruh CAR dan LDR terhadap ROE dalam setting recovery ekonomi post-pandemic menjustifikasi urgensi penelitian ini. Oleh karena itu. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio dan Loan to Deposit Ratio terhadap Return on Equity pada PT Bank Mandiri (Perser. Tbk. periode 2013-2024. Urgency penelitian ini diperkuat oleh dinamika ekonomi global yang menuntut adaptabilitas tinggi dari institusi perbankan, serta pentingnya pemahaman mendalam mengenai interaksi variabel keuangan dalam konteks spesifik perbankan Indonesia post-pandemic. TINJAUAN PUSTAKA Manajemen Keuangan Manajemen keuangan merupakan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan cara memperoleh dana, menggunakan dana, dan mengelola aset sesuai dengan tujuan perusahaan secara menyeluruh (Handini. Sutrisno . mendefinisikan manajemen keuangan sebagai semua aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha mendapatkan dana perusahaan dengan biaya yang murah serta usaha untuk menggunakan dan mengalokasikan dana tersebut secara efisien. Konsep ini diperkuat oleh Agus Sartono . yang menjelaskan bahwa manajemen keuangan adalah manajemen dana yang berkaitan dengan pengalokasian dana dalam berbagai bentuk investasi secara efektif maupun usaha pengumpulan dana untuk pembiayaan atau pembelanjaan secara efisien. Fungsi manajemen keuangan menurut Kasmir . mencakup perencanaan keuangan untuk menetapkan kebutuhan dana di masa mendatang, penganggaran keuangan sebagai acuan menjalankan kegiatan perusahaan, pengendalian keuangan untuk memastikan aktivitas berjalan sesuai rencana, pemeriksaan keuangan sebagai evaluasi pengelolaan, dan pelaporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban. Tujuan utama manajemen keuangan adalah maksimalisasi nilai perusahaan melalui keputusan investasi dan pembiayaan yang tepat, optimalisasi penggunaan dana untuk mencapai hasil maksimum dengan risiko minimal, menjaga likuiditas untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, serta melakukan perencanaan dan pengendalian agar keuangan perusahaan tetap sehat. Laporan Keuangan dan Analisis Rasio Laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu (Kasmir, 2. Fahmi . memperluas definisi ini sebagai suatu informasi yang menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan, dan lebih jauh informasi tersebut dapat dijadikan sebagai gambaran kinerja keuangan perusahaan. Munawir . menjelaskan bahwa laporan keuangan umumnya terdiri dari neraca dan perhitungan rugi laba serta laporan perubahan modal, dimana neraca menunjukkan jumlah aktiva, hutang dan modal dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Analisis rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya (Kasmir, 2. Hery . menambahkan bahwa rasio keuangan merupakan suatu perhitungan rasio dengan menggunakan laporan keuangan yang berfungsi sebagai alat ukur dalam menilai kondisi keuangan dan kinerja perusahaan. Haidiputri . menegaskan bahwa rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan, dimana angka yang dibandingkan dapat berupa angka dalam satu periode atau beberapa periode. Klasifikasi rasio keuangan menurut Kasmir . terdiri dari rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan perusahaan membiayai kewajiban jangka pendek, rasio solvabilitas untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar seluruh kewajibannya, rasio aktivitas untuk mengukur efisiensi pemanfaatan sumber daya, dan rasio profitabilitas untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan serta memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen. Perbankan Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 tahun 1998 tentang perbankan, bank didefinisikan sebagai entitas bisnis yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya dalam bentuk kredit atau bentuk lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bank berfungsi sebagai intermediasi keuangan dengan mengumpulkan dana dari masyarakat dan menyalurkannya kepada pihak yang membutuhkan, menyediakan likuiditas kepada nasabah, melakukan manajemen risiko melalui produk dan layanan yang ditawarkan, memfasilitasi transaksi keuangan dengan layanan JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 24 - 31 Nur Wantiningsih dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 24 Ae 31 pembayaran yang beragam, dan berkontribusi pada penciptaan uang baru dalam perekonomian melalui proses penggandaan uang. Klasifikasi perbankan meliputi bank umum yang memberikan berbagai layanan perbankan kepada masyarakat luas, bank sentral yang bertugas mengatur dan menjaga stabilitas sistem moneter, bank syariah yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, dan Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) yang berfokus pada penyediaan layanan perbankan kepada masyarakat di tingkat lokal dengan emphasis pada pengembangan usaha kecil dan menengah. Capital Adequacy Ratio (CAR) Capital Adequacy Ratio (CAR) merupakan rasio yang digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana tingkat kecukupan modal suatu bank dalam menanggung risiko atas aset-aset yang dimilikinya. Kasmir . mendefinisikan CAR sebagai rasio yang menunjukkan seberapa besar bagian dari total aktiva berisiko yang dibiayai menggunakan modal sendiri bank untuk menjaga kestabilan keuangan. Wangsawidjaja . memperjelas bahwa CAR adalah rasio yang menunjukkan kecukupan modal bank, yang dihitung dengan membandingkan jumlah modal dengan aset tertimbang berdasarkan risiko. Hutabarat . menambahkan bahwa CAR menggambarkan seberapa cukup modal yang dimiliki oleh bank untuk mengatasi potensi risiko yang timbul akibat penyaluran dana pada aset yang menghasilkan pendapatan. Perhitungan CAR diperoleh melalui perbandingan antara modal sendiri dan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR). Modal sendiri mencerminkan sumber daya keuangan bank yang terdiri dari modal inti seperti modal disetor penuh dan laba ditahan, serta modal pelengka. yang mencakup cadangan revaluasi dan instrumen subordinasi. ATMR mengacu pada total aset bank yang telah disesuaikan berdasarkan tingkat risiko masing-masing, dimana aset berisiko rendah memiliki bobot yang lebih kecil dibandingkan aset dengan risiko tinggi. Menurut Surat Edaran Bank Indonesia nomor 13/24/DPNP/2011, standar industri CAR adalah 8%, dimana semakin tinggi CAR menunjukkan semakin besar kemampuan bank dalam mengelola aset dan memperbaiki kinerja. 5 Loan to Deposit Ratio (LDR) Loan to Deposit Ratio (LDR) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar kredit yang disalurkan oleh bank dibandingkan dengan dana yang dihimpun dari masyarakat dalam bentuk simpanan atau deposito. Kasmir . mendefinisikan LDR sebagai rasio yang digunakan untuk menilai perbandingan antara kredit yang disalurkan oleh bank dengan total dana masyarakat . ana pihak ketig. dan modal sendiri yang dimanfaatkan. Dendawijaya . menjelaskan bahwa LDR adalah suatu perbandingan antara seluruh jumlah kredit yang diberikan terhadap dana yang diterima oleh bank. Hariyani . menegaskan bahwa LDR adalah salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas bank dengan membandingkan jumlah kredit yang disalurkan terhadap jumlah dana yang dihimpun dari pihak ketiga. Perhitungan LDR diperoleh melalui perbandingan antara jumlah kredit yang diberikan dengan total Dana Pihak Ketiga (DPK). Kredit yang diberikan merupakan pinjaman yang disalurkan kepada nasabah dengan syarat dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan bunga sebagai imbalan, mencakup kredit konsumtif dan produktif. Dana pihak ketiga merujuk pada dana yang dihimpun bank dari masyarakat, termasuk tabungan, deposito, dan giro yang menjadi sumber utama bagi bank untuk melakukan kegiatan Menurut Surat Edaran Bank Indonesia nomor 13/24/DPNP/2011, standar industri LDR berkisar 78%, dimana LDR yang tinggi menunjukkan potensi laba bank meningkat karena penyaluran kredit lebih optimal. 6 Return on Equity (ROE) Return on Equity (ROE) adalah indikator kinerja keuangan yang menunjukkan seberapa baik perusahaan memanfaatkan ekuitas pemegang saham untuk menghasilkan laba. Budiman . mendefinisikan ROE sebagai rasio yang dihitung dengan cara membandingkan laba bersih dengan total ekuitas perusahaan. Wira . menjelaskan bahwa ROE digunakan untuk mengukur tingkat profitabilitas perusahaan, dimana perusahaan yang menguntungkan adalah perusahaan yang memiliki ROE tinggi. Hery . memperjelas bahwa ROE merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar kontribusi ekuitas dalam menciptakan laba bersih, dimana semakin tinggi hasil profit atas ekuitas akan semakin tinggi jumlah laba bersih yang dihasilkan dalam ekuitas. Pengaruh Capital Adequacy Ratio Dan Loan To Deposit Ratio Terhadap Return On Equity Pada PT. Bank Mandiri (Perser. Tbk. Periode 2013-2024 (Nur Wantiningsi. Nur Wantiningsih dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 24 Ae 31 Perhitungan ROE diperoleh melalui perbandingan antara laba bersih dengan ekuitas. Laba bersih mengacu pada keuntungan yang diperoleh perusahaan setelah dikurangi biaya operasional, bunga, dan pajak, yang menunjukkan seberapa sukses perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aktivitas bisnis. Total ekuitas adalah jumlah modal yang dimiliki perusahaan setelah dikurangi kewajiban, yang menunjukkan klaim pemegang saham terhadap aset perusahaan setelah kewajiban diselesaikan. Menurut Surat Edaran Bank Indonesia nomor 13/24/DPNP/2011, standar industri untuk ROE adalah 15%, dimana rasio yang tinggi menunjukkan keuntungan yang diterima pemilik perusahaan semakin besar dan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam meraih peluang investasi yang menguntungkan. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif dan deskriptif. Populasi penelitian yang digunakan adalah laporan keuangan PT Bank Mandiri (Perser. Tbk. periode 2013-2024, sedangkan sampel yang digunakan merupakan laporan keuangan yang terdiri dari catatan atas laporan keuangan, laporan neraca, dan laporan laba rugi untuk periode yang sama. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga metode utama. Pertama, studi kepustakaan untuk memperoleh landasan teoritis melalui kajian literatur berupa buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Kedua, pengumpulan data sekunder dari annual report PT Bank Mandiri (Perser. Tbk. yang diperoleh melalui situs resmi perusahaan . ttps://w. untuk periode 2013-2024. Teknik Analisis data mmenggunakan uji asumsi klasik . ormalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisita. , serta analisis regresi linear berganda, uji hipotesis . ji t dan uji F), serta uji koefisien determinasi. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil 4 Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik yang dilakukan meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi untuk memastikan model regresi memenuhi persyaratan analisis statistik. Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov menunjukkan nilai Asymp Sig . -taile. sebesar 0,175 > 0,05, mengindikasikan data berdistribusi normal. Uji multikolinearitas menunjukkan nilai tolerance di atas 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10 untuk semua variabel independen, menunjukkan tidak terjadi gejala Uji autokorelasi menggunakan Durbin-Watson menghasilkan nilai DW sebesar 1,425 yang berada di antara dl . ,8. dan du . ,5. , namun uji Run Test dengan nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 1,000 > 0,05 mengkonfirmasi tidak terdapat gejala autokorelasi. Uji heteroskedastisitas menggunakan Glejser menunjukkan nilai signifikansi CAR sebesar 0,263 dan LDR sebesar 0,456, dimana keduanya > 0,05, mengindikasikan tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi. 5 Analisis Regresi Berganda Tabel 2. Analisis Regresi Berganda Sumber. data olah spss 26 Analisis regresi linear berganda menghasilkan persamaan Y = 19,699 - 1,877XCA 0,350XCC e, dimana konstanta sebesar 19,699 menunjukkan nilai ROE ketika variabel independen konstan. Koefisien regresi CAR bernilai negatif (-1,. , mengindikasikan setiap peningkatan satu satuan CAR akan menurunkan ROE sebesar 1,877 satuan dengan asumsi variabel lain konstan. Koefisien regresi LDR bernilai positif . , menunjukkan setiap peningkatan satu satuan LDR akan meningkatkan ROE sebesar 0,350 satuan dengan asumsi variabel lain konstan. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 24 - 31 Nur Wantiningsih dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 24 Ae 31 7 Uji Parsial t Tabel 3. Uji Parsial t Sumber. data olah spss 26 Uji hipotesis parsial . menunjukkan CAR memiliki tingkat signifikansi 0,012 < 0,05 dengan nilai thitung (-3,. > ttabel . , sehingga HCA ditolak dan HCA diterima, mengindikasikan CAR berpengaruh signifikan terhadap ROE. LDR memiliki tingkat signifikansi 0,055 > 0,05 dengan nilai thitung . < ttabel . , sehingga HCA diterima dan HCA ditolak, mengindikasikan LDR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE. 8 Uji Simultan F Tabel 4. Uji Simultan F Sumber. data olah spss 26 Uji hipotesis simultan . ji F) menghasilkan Fhitung . > Ftabel . dengan nilai signifikansi 0,034 < 0,05, sehingga HCA ditolak dan HCE diterima, menunjukkan CAR dan LDR secara simultan berpengaruh signifikan terhadap ROE. 6 Koefisien Determinasi Tabel 5. Koefisien Determinasi Sumber. data olah spss 26 Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,529, mengindikasikan 52,90% variasi ROE dijelaskan oleh variabel CAR dan LDR, sedangkan 47,10% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. 2 Pembahasan 1 Pengaruh Capital Adequacy Ratio Terhadap Return on Equity Hasil penelitian menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh signifikan terhadap Return on Equity (ROE) PT Bank Mandiri (Perser. Tbk. periode 2013Ae2024, dengan nilai thitung -3,161 lebih besar dari ttabel 2,262 dan signifikansi 0,012 < 0,05. Temuan ini sejalan dengan penelitian Latifah & Kusjono . yang menyatakan bahwa CAR yang tinggi mencerminkan kecukupan modal untuk menanggung risiko operasional, meningkatkan kepercayaan investor, dan mengoptimalkan pengelolaan dana guna mendorong profitabilitas. Pengaruh Capital Adequacy Ratio Dan Loan To Deposit Ratio Terhadap Return On Equity Pada PT. Bank Mandiri (Perser. Tbk. Periode 2013-2024 (Nur Wantiningsi. Nur Wantiningsih dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 24 Ae 31 2 Pengaruh Loan to Deposit Ratio Terhadap Return on Equity Hasil penelitian menunjukkan bahwa Loan to Deposit Ratio (LDR) tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE, dengan nilai thitung 2,202 < ttabel 2,262 dan signifikansi 0,055 > 0,05. Hasil ini sejalan dengan temuan Wijayani et al. yang mengindikasikan bahwa LDR yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko likuiditas dan berdampak negatif pada kinerja keuangan. 3 Pengaruh Variabel Independen Secara Bersama-Sama Terhadap Variabel Dependen Secara simultan. CAR dan LDR berpengaruh signifikan terhadap ROE dengan nilai Fhitung 5,054 > Ftabel 4,260 dan signifikansi 0,034 < 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan bank dalam menjaga kestabilan modal dan mengelola penyaluran kredit secara efisien secara bersama-sama memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan laba. Hasil ini sejalan dengan penelitian Putri & Djauhari . yang menegaskan bahwa kombinasi pengelolaan modal yang kuat dan distribusi dana yang efektif dapat meningkatkan pendapatan bunga dan memperkuat kinerja keuangan, sehingga berdampak positif pada ROE. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian terhadap PT Bank Mandiri (Perser. Tbk. periode 2013Ae2024, diperoleh kesimpulan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh signifikan terhadap Return on Equity (ROE), sedangkan Loan to Deposit Ratio (LDR) tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Namun, secara simultan. CAR dan LDR berpengaruh signifikan terhadap ROE. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah variabel yang dianalisis, yakni hanya CAR dan LDR, serta hanya menggunakan data dari satu perusahaan sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan variabel rasio keuangan lainnya dan melibatkan sampel perusahaan yang lebih beragam. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan bagi perusahaan untuk mengelola modal secara optimal agar tidak mengurangi profitabilitas, menjaga tingkat LDR yang sehat untuk mempertahankan likuiditas dan kepercayaan publik, serta menyusun kebijakan keuangan yang seimbang antara modal dan penyaluran Bagi investor, penting untuk mempertimbangkan struktur permodalan dan indikator profitabilitas lainnya, seperti ROA. NPM. NPL, dan BOPO, dalam pengambilan keputusan investasi. Sementara itu, bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk memperluas objek penelitian dan menggunakan variabel tambahan guna memperoleh hasil yang lebih komprehensif dan bervariasi. DAFTAR PUSTAKA