INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 7 Nomor 2/ Desember 2025 Strategi Pengembangan Pariwisata Syariah Dalam Tinjauan Etika bisinis islam Mohammad Yusuf Wijaya. Achmad Hasan. wijaya@iaiskjmalang. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang Abstrak. Pariwisata mempunyai ikatan yang erat dengan dunia hiburan, liburan, dan senang-senang untuk seseorang. Pariwisata di Indonesia mengalami perkembangan yang semakin pesat, karena dapat memberikan dan menjanjikan bagi segala pihak dalam meningkatkan pendapatan perekonomian. Desa Wisata Kenongo berada di Dusun Precet. Desa Kenongo. Kecamatan Jabung. Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan usaha serta penerapan etika bisnis Islam di Desa Wisata Kenongo. Metode penelitian dikategorikan sebagai penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data yang digunakan data primer dan sekunder, sedangkan teknik pengumpulan datanya observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini usaha-usaha yang ada di Desa Wisata Kenongo ialah, usaha kuliner, usaha paket wisata dan usaha tempat Usaha-usaha tersebut memberikan dampak dalam pendapatan dan pemasukan dengan mekanisme pembagian hasil usaha sesuai syariah Islam, dengan bagi hasil yang menguntungkan pengelola dan pelaksana. Temuan lain dari hasil penelitian ini bahwa pengelolaan pariwisata di Desa Kenongo sudah sesuai dengan Etika Bisnis Islam yaitu prinsip keadilan, kehendak bebas, tanggungjawab dan Kata Kunci: Strategi. Pariwisata Syariah. Etika Bisnis Islam Abstract. Tourism is closely linked to the world of entertainment, vacations, and Tourism in Indonesia is experiencing rapid development, as it offers promising opportunities for all parties in increasing economic income. Kenongo Tourism Village is located in Precet Hamlet. Kenongo Village. Jabung District. Malang Regency. This study aims to analyze business development and the application of Islamic business ethics in Kenongo Tourism Village. The research method uses a qualitative approach with a descriptive type. Data sources used are primary and secondary data, while data collection techniques are observation, interviews, and documentation The results of this study indicate that businesses in Kenongo Tourism Village include culinary businesses, tour package businesses, and parking businesses. These businesses have an impact on income and revenue through a profit-sharing mechanism in accordance with Islamic law, with profit sharing that benefits managers and Another finding from this study is that tourism management in Kenongo Village is in accordance with Islamic Business Ethics, namely the principles of justice, free will, responsibility, and truth. Keywords: Strategy. Sharia Tourism. Islamic Business Ethics INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 7 Nomor 2/ Desember 2025 PENDAHULUAN Bisnis Islam adalah aktivitas ekonomi yang dilakukan sesuai dengan pedoman syariah atau hukum Islam. Prinsip-prinsip ini mengatur bagaimana bisnis dijalankan, termasuk dalam hal transaksi, manajemen, dan hubungan dengan pelanggan serta mitra bisnis. Karakteristik bisnis islam ialah larangan riba, mengutamamakan kejujuran dan keadilan, menggunakan transaksi halal, memiliki tanggung jawab sosial, dan menghindari Gharar . serta larangan untuk masyir (Jud. Etika bisnis Islam adalah seperangkat prinsip moral dan nilai-nilai yang memandu perilaku bisnis sesuai dengan ajaran Islam. Etika ini bertujuan untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis bukan hanya mengejar profit materi, namun juga mempertimbangkan aspek spiritual dan moral. Berikut adalah beberapa prinsip etika bisnis Islam:2 Integritas dan amanah (Kepercayaa. Dalam Islam, integritas dan amanah merupakan yang sangat dihargai. Pelaku bisnis harus menjaga kepercayaan pelanggan, mitra bisnis, dan karyawan dengan bertindak jujur dan transparan. Keadilan dan Keseimbangan: Etika bisnis Islam menekankan pentingnya keadilan dan keseimbangan dalam seluruh bidang usaha. Pelaku bisnis harus memastikan bahwa mereka tidak menzalimi pihak lain dan berusaha untuk mencapai keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat. Tanggung jawab lingkungan dalam pandangan Islam memberikan ajaran pentinganya tanggung jawab dalam menjaga lingkungan. Dengan demikian, pelaku bisnis harus memastikan bahwa aktivitas bisnis mereka tidak merusak lingkungan dan berperan pada pelestarian sumber daya alam. Kerjasama dan Persaudaraan: Etika bisnis Islam mengajarkan pentingnya kerjasama dan persaudaraan dalam bisnis. Pelaku bisnis diharapkan untuk bekerja sama dengan orang lain dalam semangat persaudaraan dan tolong-menolong, bukan saling bersaing secara destruktif. Perlindungan Konsumen merupakan bagian penting dari etika bisnis Islam. Pelaku bisnis harus memastikan bahwa produk dan jasa yang mereka tawarkan berkualitas dan aman untuk digunakan oleh konsumen. 5 Dalam konteks penelitian "Strategi Pengembangan 1 Asyraf Wajdi Dusuki and Nurdianawati Irwani Abdullah. AoMaqasid Al-Shariah. Maslahah, and Corporate Social Responsibility. Ao. The American Journal of Islamic Social Sciences, 24. 125Ae45 . 2 Rafik Issa Beekun. Islamic Business Ethics (Herndon: International Institute of Islamic Thought, 2. 3 Asad Zaman. AoIslamic Economics: A Survey of the LiteratureAo. Islamic Studies, 57. , 53Ae78. 4 Beekun. 5 Beekun. INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 7 Nomor 2/ Desember 2025 Pariwisata Desa Wisata Kenongo Kecamatan Jabung Ditinjau dari Etika Bisnis Islam", konsep bisnis Islam dan etika bisnis Islam akan digunakan sebagai kerangka untuk mengembangkan strategi pengelolaan dan pemasaran pariwisata yang berkelanjutan dan beretika. Etika bisnis islam menjadi tinjauan untuk bentuk strategi pengembangan desa wisata pada penelitian ini. Namun sebelumnya, strategi pengembengan yang dimaksud ialah strategi perkembangan pariwisata. Pariwisata secara umum ialah industri yang melibatkan perjalanan dan kunjungan individu atau kelompok ke berbagai tempat untuk tujuan rekreasi, bisnis, atau keperluan lainnya. Industri ini mencakup berbagai sektor seperti transportasi, akomodasi, makanan dan minuman, atraksi wisata, serta layanan pendukung lainnya. Pariwisata tidak hanya memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal dengan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga memfasilitasi pertukaran budaya dan pengetahuan. Selain itu, pariwisata yang dikelola dengan baik dapat mendorong pelestarian lingkungan dan warisan budaya, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga sumber daya alam dan budaya mereka. Tren berwisata dari tahun ke tahun mengalami perubahan. Banyak masyarakat yang saat ini lebih memilih untuk berwisata di tempat-tempat yang bukan mainstream. Hal itulah yang mendorong adanya pengembangan pariwisata di seluruh pelosok Indonesia. Pengembangan pariwisata juga menjadi perhatian pemerintah agar dapat menjadi sumber pemasukan bagi masyarakat daerah tujuan wisata6. Pemerintah juga memberikan dukungan sarana prasana yang memadai untuk pengembangan desa wisata agar daerah tujuan wisata memiliki aksesibilitas yang tinggi. Pariwisata mempunyai ikatan yang erat dengan dunia hiburan, liburan, dan senangsenang untuk seseorang. Pariwisata di Indonesia mengalami perkembangan yang semakin pesat, karena dapat memberikan dan menjanjikan bagi segala pihak dalam meningkatkan pendapatan ekonomi7. Pariwisata merupakan segala kegaiatan yang berhubungan dengan perjalanan untuk menikmati objek wisata dari berbagai tempat. Dengan adanya pariwisata di daerah tersebut akan memberikan keuntungan bagi penduduk sekitar baik dari pendapatan maupun hal yang lainnya berkaitan dengan kegiatan pariwisata tersebut. 6 Yoeti Oka. Perencanaan Dan Pengembangan Pariwisata (Jakarta: PT Rineka CIpta, 2. 7 Cornelia Inri Laipi. Dwight M. Rondonuwu, and Windy Mononimbar. AuStrategi Pengembangan Pariwisata Di Kecamatan Airmadidi Dan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara,Ay Jurnal Spasial 7, no. : 44Ae INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 7 Nomor 2/ Desember 2025 Pariwisata menjadi aspek penting bagi setiap individu dalam menciptakan kebahagiaan, baik melalui perjalanan maupun aktivitas bepergian yang dilakukan8. Pariwisata juga berkaitan dengan tempat liburan dengan menikmati pemandangan atau fasilitas yang ada di tempat tersebut. Dengan adanya pariwisata, suatu daerah tempat obyek wisata pasti akan mendapatkan keutungan. Berkembangnya sektor pariwisata disuatu tempat akan membuat daya tarik sektor lainnya, dengan adanya produk Ae produk yang diperlukan dalam untuk menunjang industri pariwisata, seperti sektor pertanian, peternakan, perkebunan, kerajinan, peningkatan kesempatan kerja, dan lain sebagainya. Pariwisata di Indonesia pada dasarnya mulai menunjukan perkembangan dan pertumbuhan menjadi sebuah industri yang berdiri sendiri9. Namun yang masih harus di perhatikan bersama bahwa sampai sejauh ini kesadaran dan pengertian tentang pariwisata belum sampai menyentuh masyarakat secara umum. Memasuki era pasca pandemi, perkembangan dunia kepariwisataan memulai babak baru setelah dihantam berbagai kendala sebagai imbas dari dampak COVID-19 yang membawa kondisi kepariwisataan pada titik pertumbuhan ekonomi terendah10. Sektor pariwisata telah mampu membuka lapangan kerja lebih dari 9% atau sekitar 313 juta pekerjaan. Pariwisata juga menjadi kebutuhan penting bagi setiap individu. Hal ini disebabkan oleh manfaat yang diperoleh dari kegiatan wisata, seperti meningkatkan kreativitas, mengatasi kejenuhan kerja, relaksasi, berbelanja, melakukan bisnis, serta memahami warisan sejarah dan budaya dari suatu kelompok etnis tertentu. Selain itu, pariwisata juga bermanfaat untuk kesehatan dan spiritualisme. Jenis pariwisata ini sering dipilih oleh mereka yang ingin memanfaatkan waktu libur untuk beristirahat, memulihkan kebugaran fisik dan mental, serta menyegarkan diri dari keletihan dan kelelahan12. 8 Ade Irma Suryani. AoStrategi Pengembangan Pariwisata LokalAo. Jurnal Spasial, 3.