Journal of Sustainable Transformation Vol. 01 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. ANALISIS SEMIOTIKA DALAM MEMPRESENTASIKAN BUDAYA PERNIKAHAN DINI PADA FILM AuYUNIAy Siti Suhada*. Royanti. Rini Lestari Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur Jalan KH. Harun Nafsi Samarinda Sebrang *Email: Sitisuhada@unukaltim. ABSTRACT Yuni's film tells the life of teenagers who are in high school in one of the areas in Serang. Banten, introducing the condition of the people having early marriage and the factors behind it, one of which is the influence of socio-culture. This study aimed to find out the issues of early marriage and the bad impact on early marriage represented by Yuni's film seen from the level of reality, representation, and This study used qualitative methods which were analyzed using John Fiske's semiotic Subjects and objects in this research were observations on audio and visual displays in film Data collection techniques used documentation and literature study. The results of the study showed that the representation of early marriage in Yuni's film was seen from the three levels put forward by John Fiske. At the reality level, early marriage was seen from the aspects of appearance, way of speaking, behavior, expression, and environment. Keywords: Representation. Film. Early Marriage. Semiotic Analysis. ABSTRAK Film Yuni mengangkat cerita kehidupan remaja yang duduk di bangku SMA di Serang Banten, yang menyuguhkan kondisi masyarakat yang melakukan pernikahan dini, dan faktor yang melatarbelakangi salah satunya adalah pengaruh sosial budaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui isu-isu pernikahan dini serta melihat potret dampak buruknya perihal pernikahan dini yang diwakili oleh film Yuni dilihat dari tingkatan realitas, representasi, dan ideologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dianalisis menggunankan analisis semiotika John Fiske. Subjek dan objek dalam penelitian adalah observasi pada tampilan audio dan visual dalam adegan film. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan representasi pernikahan dini dalam film Yuni dilihat dari tiga level yang dikemukakan John Fiske. Pada level realitas, pernikahan dini dilihat dari aspek penampilan, cara berbicara, perilaku, ekspresi dan lingkungan Kata kunci: Representasi. Film. Pernikahan Dini. Analisis Semiotika. PENDAHULUAN Perkembangan zaman yang semakin pesat hingga saat ini sangat mendorong kemajuan teknologi sehingga menjadi lebih muda dalam hal mendapatkan sumber informasi dari mana saja dan kapan saja baik melalui media cetak maupun media Media sangat memiliki andil besar dalam membentuk dan membangun pola pikir masyarakat melalui penyampaian baik berupa tayangan-tayangan yang kebudayaan masyarakat sekitar saat ini. Ritual atau tradisi bisa disebut juga dengan budaya. Maksud dari hadirnya budaya adalah untuk mengetahui bahwa transform Vol. No. April 2023: 68- 79 Journal of Sustainable Transformation Vol. 01 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. budaya merupakan aturan atau norma yang disepakati oleh masyarakat berdasarkan dengan ketentuan setempat sehingga harus ada aturan yang mengikat didalamnya. Ideologi dalam budaya membuat orang percaya bahwa budaya adalah ibadat atau hal yang paten. Hal-hal seperti ini masih banyak di temukan pada masyarakat di Indonesia seperti Pernikahan Dini. Pernikahan pernikahan yang dilakukan oleh pasangan dikategorikan anak-anak atau remaja yang berusia di bawah 21 tahun. Menurut (BkkbN, 2. , usia normal untuk melakukan pernikahan pada laki-laki adalah 25 tahun dan pada perempuan adalah 21 tahun. Akan tetapi, banyak yang melakukan pernikahan di luar dari usia normal seperti melakukan pernikahan pada usia 18 tahun ke bawah atau pernikahan dibawah umur. Berdasarkan penelitian pada tahun 2010 Indonesia menduduki peringkat ke 37 di dunia yang masyarakatnya melakukan pernikahan dini, yang artinya Indonesia termasuk salah satu Negara dengan presentase pernikahan dini tertinggi di dunia. Sedangkan menurut BADILAG . selama pandemi Covid19 melanda Indonesia, kasus perkawinan anak meningat sebanyak tiga kali lipat, dari 126 kasus pada tahun 2019 meningkat menjadi 64. 211 kasus pada tahun 2020 (BKKNBN, 2. Dampak negatif yang dialami bagi pelaku pernikahan dini terlihat pada kesehatan fisik seperti banyaknya kasus ibu muda yang keguguran. Hal ini dikarenakan usia yang masih belia sehingga tubuh belum optimal untuk mengandung dan melahirkan sehingga rentan dengan permasalahan kandungan. Selain itu, aktivitas seksual seperti berhubungan intim pada usia yang sangat muda akan beresiko mengalami masalah infeksi menular seksual seperti HIV. Sedangkan contoh dampak buruk pada kesehatan mental yaitu maraknya kekerasan seksual dalam rumah tangga atau KDRT dikarenakan belum bisa mengontrol emosi. Keadaan emosi yang tidak stabil dapat memunculkan pikiran yang buruk karena merasa suatu permasalahan tidak memiliki solusi dan tidak dapat diselesaikan dengan berdiskusi melainkan dengan kekerasan baik verbal maupun non verbal. Studi menyebutkan, sebanyak 41 persen suami istri yang menikah ketika usianya dibawah usia ideal beresiko mengidap masalah kesehatan seperti gangguan kecemasan, depresi, trauma psikologis, seperti PTSD, dan gangguan disosiatif, misalnya kepribadian ganda (Syarkoni, 2. Film Yuni pernikahan dari sahabat seorang siswi SMA bernama Yuni yang menikah bukan karena kebahagiaan melainkan keterpaksaan. Film ini memotret salah satu budaya Indonesia yaitu pernikahan dini yang didorong oleh faktor sosial budaya, seperti malu dengan gosip dari orang-orang atau tetangga bahkan mitos AuPamaliAy menolak lamaran bagi anak perempuan. Film sebagai media audio visual dan representasi realita sosial tentunya memiliki banyak makna dan simbol yang digunakan untuk menyampaikan pesan Film juga melibatkan kode masyarakat yang ada di dalam cerita. Hal tersebutlah yang melatar belakangi peneliti untuk melakukan analisis semiotika mempresentasikan budaya pernikahan dini pada Film Yuni. Semiotika sinematografi memiliki peran dalam mengembangkan kajian keilmuan khususnya yang berkaitan dengan semiotika komunikasi. Menurut Rakhmat dalam bukunya mengelompokkan pesan non verbal menjadi beberapa bagian, yaitu: pesan fasial menggunakan mimik wajah atau air muka untuk menyampaikan makna tertentu, seperti makna kebahagiaan, rasa terkejut, ketakutan, kemarahan, kesedihan, ketakjuban, dan tekad. Pesan gestural transform Vol. No. April 2023: 68- 79 Journal of Sustainable Transformation Vol. 01 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. gerakan sebagian anggota tubuh. Pesan artifaktual yaitu diungkapkan melalui penampilan tubuh, pakaian, dan kosmetik. Walaupun bentuk tubuh relatif menetap, orang sering berperilaku dalam hubungan dengan orang lain sesuai dengan persepsinya tentang tubuhnya . ody Erat kaitannya dengan tubuh ialah upaya kita membentuk citra tubuh dengan pakaian dan kosmetik. Penelitian ini dilakukan untuk hal-hal mengangkat fenomena atau isu yang sangat banyak berkembang di Indonesia guna memperlihatkan kepada khalayak adanya sisi lain kehidupan masyarakat kita salah satunya adalah banyak praktik-praktik pernikahan dini yang menimbulkan dampak buruk akibatnya banyak anak yang kehilangan masa kecil atau masa remajanya dan dampak buruk lainnya seperti rentannya masalah kesehatan fisik maupun kesehatan mental seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Identifikasi yang paling dominan adalah melalui bahasa yang digunakan. Bahasa sebagaimana diketahui mencakup kode-kode representasi makna yang ingin diungkapkan oleh si pengirim pesan, sehingga terkandung serta bagaimana kita akan menanggapi pemaknaan tersebut. Konsep kerja semiotika dan film pada tataran ini bisa di ketahui korelasinya, sehingga hubungan antara semiotika dan film merupakan sebuah bentuk-bentuk simbol visual dan linguistik dalam konsep sinematografi (BKKNBN, 2. METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kualitatif dengan metode semiotika analisis John Fiske, untuk meneliti tanda dan makna yang terdapat dalam film dibantu dengan analisis tiga tahap dari John Fiske yaitu, analisis pada level realitas, analisis level representasi, dan analisis level ideologi. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan analisis teks media serta scenescene di dalam film dengan maksud untuk melihat fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, tindakan, persepsi, dan lain-lainnya (BKKNBN, 2. Adapun yang menjadi data kualitatif pada penelitian ini menggunakan analisis semiotika. Analisis semiotik tidak dipusatkan pada transmisi pesan, menggali lagi makna atau simbol yang terkandung dalam film. Penekanan dalam penelitian ini bukan berpatok pada tahapan proses, melainkan teks dan interaksi serta persepsi dalam memproduksi dan menerima suatu kultur atau budaya, difokuskan pada komunikasi serta adegan yang ada (BKKNBN, 2. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan mengunduh softfile film tersebut terlebih dahulu lalu mengamati dan mengumpulkan potonganpotongan scene yang memberikan gambaran terkait representasi budaya pernikahan dini dalam film Yuni dan memasukan scene tersebut yang menurut peneliti ke dalam kategori analisis semiotika John Fiske. Dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi sebagai data primer dengan melakukan screen shoot atau capture screen menggunakan aplikasi Fireshot terhadap potonganpotongan dalam scene. HASIL DAN PEMBAHASAN Film Yuni merupakan sebuah karya yang mengangkat soal banyak isu tentang Film garapan dari sutradara wanita di Indonesia yaitu Kamila Andini sudah mulai di produksi sejak tahun 2017, dengan adanya riset yang intens oleh segenap tim produksi untuk memantapkan Pemantapan film terlihat bagaimana lingkungan warganya, bahasa warga setempat, keseharian Yuni bergaul baik di sekolah maupun di luar sekolah, serta transform Vol. No. April 2023: 68- 79 Journal of Sustainable Transformation Vol. 01 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. detail-detail kecil yang seolah-olah tidak seperti proses syuting. Yuni adalah seorang remaja atau pelajar di salah satu sekolah menengah atas negeri di daerah Serang Banten yang memiliki mimpi melanjutkan pendidikan hingga keperguruan tinggi atau ke bangku kuliah, tetapi masih terhalang oleh budaya patriarki yang masih kental yaitu menikah di usia dini. Pada suatu hari datanglah seorang pemuda yang dianggap mapan dan memiliki pekerjaan yang bagus lalu melamar Yuni, namun lamaran tersebut ditolak oleh Yuni karna keinginan kuat Yuni untuk terus bersekolah dan Yuni juga mengikuti program beasiswa perguruan tinggi yang di tawarkan oleh gurunya. Kemudian datangnya lamaran dari pria kedua juga di tolak Yuni sehingga memunculkan sebuah gosip mitos, yang mana menolak lamaran sampai tiga kali maka akan sulit menikah atau jauh dari Hal ini menjadi dilema dan menjadi keputusan yang berat oleh seseorang ingin memiliki kebebasan seperti Yuni ini, yang mana antara konsisten dengan cita-citanya atau mengorbankan keputusan yang di pilih keluarganya untuk menikah di usia muda. Adapun stigma dalam lingkungan Yuni adalah pendidikan apapun yang ditempuh perempuan maka tidak jauh akan kembali dalam mengurus dapur atau menjadi ibu rumah tangga. Menolak lamaran hingga tiga kali, akan menjauhkan dari jodoh yang santar di bicarakan di lingkungan Yuni membuatnya bimbang apakah mempercayai hal itu benar akan terjadi atau sekedar mitos semata. Semiotika John Fiske level yang ketiga adalah analisis level ideologi yang mencakup semua elemen yang telah tersusun didalam kode-kode ideologis atau kepercayaan atau kebiasaan yang lebih dominan didalam masyarakat, seperti budaya patriarki terhadap perempuan. Tahap level ideologi merupakan hasil dari tahap level realitas dan level representasi . enjelasan potongan shot dan adegan atau Berikut ini adalah uraian analisis dari aspek yang terkandung di dalam level ideologi, pada film Yuni yang menjelaskan keterkaitan dengan budaya pernikahan dini. Film Yuni merupakan film bergenre drama yang memberikan banyak pesan serta kesadaran untuk penontonnya sehingga lebih peka terhadap isu pernikahan dini di Indonesia. Film ini menceritakan seorang remaja SMA yang memiliki prestasi yang baik di bidang akademik serta dia juga aktif disekolahnya mengikuti esktrakulikuler seperti kesenian pencak silat dan bernyanyi, hingga datang lamaran dari ketiga lelaki kepada sehingga membuat kehidupannya berubah. Film ini memiliki alur yang susah ditebak serta memiliki beberapa plot twist didalam beberapa adegannya, dan memiliki inti cerita yang sensitif mengenai pernikahan dini. Pernikahan dini dalam film ini menggambarkan kondisi di salah satu daerah di Serang Banten dengan masyarakat yang masih kental dengan memunculkan deskriminasi yang ditujukan kepada perempuan baik dalam hal lingkungan maupun secara pendidikan. Situasi pelik yang dialami Yuni menjadi lebih besar ketika keinginan teguhnya terpengaruh karena faktor sosial budaya, yang mana remaja putri di sana dituntut untuk memenuhi ekspetasi di lingkungannya yang memegang kuat keyakinan bahwa dilamar adalah sebuah rezeki yang tidak boleh ditolak serta perempuan tidak harus sekolah tinggi karna kodratnya perempuan harus pandai dikasur, disumur, dan, didapur. Pernikahan dini yang sudah biasa bukan menjadi hal yang tidak wajar apabila laki-laki yang sudah berumur dan beristri ingin menikahi Jika terjadi penolakan sebanyak tiga kali dari pihak wanita, diyakini akan susah mendapatkan jodoh. Secara umum ideologi didalam film Yuni ini yaitu kebiasaan dan kepercayaan yang sudah menjadi budaya, bahwa pernikahan dini bukan lagi hal tabu transform Vol. No. April 2023: 68- 79 Journal of Sustainable Transformation Vol. 01 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. sehingga pemikiran modern sekarang pun akan kalah dengan sebuah budaya yang kental di beberapa daerah di Indonesia. Ironinya pernikahan dini hanya menjadi sebuah berita isu-isu sensitif di masyarakat karna berkaitan dengan budaya dan kepercayaan masyarakat setempat tanpa ada yang memikirkan pelik yang dihadapi remaja sehingga harus menikah sedangkan dirinya ingin mendapatkan masa-masa remaja dan pendidikan yang tinggi Pada 2:01:19-2:00:25, kegiatan Yuni sebagai seorang pelajar dipagi hari adalah siap-siap untuk pergi sekolah, kecintaan Yuni terhadap warna ungu terlihat dari semua peralatan yang Yuni kenakan berwarna ungu termasuk Pada durasi 1:58:42-1:56:54. Yuni sangat menyukai warna ungu sehingga ia tidak dapat mengontrol dirinya memiliki barang-barang yang berwarna ungu. Hal ini menyebabkannya memiliki rasa untuk memiliki barang-barang yang berwarna ungu hingga pada akhirnya beberapa kali Yuni di panggil ke ruang guru karena dilaporkan mengambil barang teman sekelasnya yang berwarna ungu. Pada kesempatan ini, selain ingin menemui orang tuanya untuk menyampaikan hal yang kurang bagus. Bu Lies juga ingin perguruan tinggi untuk Yuni. Gambar 3 : scene 10 Yuni mendengar ada aturan baru di sekolah (Sumber: film Yun. Gambar 1 : scene 6 Yuni dan temanteman berkumpul di aula (Sumber: film Yun. Pada durasi 1:59:46-1:58:58. Wakil bupati datang untuk melakukan sosialisasi kesekolah untuk menyampaikan banyaknya remaja yang terjerumus dengan adanya menyebabkan hamil di luar nikah, sehingga wakil bupati bekerja sama dengan pihak melakukan tes keperawanan. Pada durasi 1:55:25-1:54:57. Teman satu program pengembangan diri musik di sekolah memberitahukan pada Yuni bahwa aktifitas untuk band tidak dilakukan, kegiatan yang tidak sesuai dengan ajaran islam karna suara adalah bagian dari aurat maka harus ditiadakan. Gambar 4 : scene 11 Yuni sedang latihan bela diri pencak silat (Sumber: film Yun. Gambar 2 : scene 9 Yuni di panggil ke kantor guru (Sumber: film Yun. Pada durasi 1:54:52-1:54:03. Selain aktif dalam hal akademik. Yuni juga aktif di kegiatan non akademik seperti mengikuti pencak silat. Yuni termasuk salah satu orang yang mahir dalam mengusai gerakan transform Vol. No. April 2023: 68- 79 Journal of Sustainable Transformation Vol. 01 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. pertarungan bela diri ketika sedang melakukan latihan. Gambar 7 : scene 14 Yuni mencuci pakaian sambil video call (Sumber: film Yun. Gambar 5 : scene 12 Yuni mendengar tetangga bergosip ketika pulang (Sumber: film Yun. Pada 1:54:04-1:52:17. Sepulang dari latihan pencak silat. Yuni tidak sengaja mendengar obrolan ibu-ibu yang sedang berkumpul dekat warung Bu Kokom yang membicarakan tentang anak muda yang berpacaran sebaiknya di nikahkan langsung untuk menghindari hamil di luar nikah. Pada durasi 1:48:42-1:46:44. Yuni mencuci bajunya sambil melakukan video call atau panggilan video bersama ibunya yang berada di luar kota. Yuni memberitahukan bahwa ibu Lies yang ingin bertemu dan membicarakan perihal sekolah Yuni apakah ingin lanjut ke jenjang pendidikan perguruan tinggi atau tidak. Gambar 8 : scene 15 Yuni berkumpul bersama temannya di tepi pantai (Sumber: film Yun. Gambar 6 : scene 13 nenek menyuruh Yuni mengantar kue kerumah wak Tardi (Sumber: film Yun. Pada 1:52:15-1:48:43. Sesampainya di rumah. Yuni bergegas untuk mencuci baju namun sebelum mencuci baju nenek meminta Yuni untuk mengantarkan kue ke rumah wak Tardi, sehingga hal ini menjadi petemuan petama Yuni dengan Imam keponakan dari wak Tardi. Pada durasi 1:46:23-1:43:06. Setiap pulang dari sekolah biasanya Yuni dan teman bersantai di salah satu tempat yang Yuni menceritakan laki-laki idaman untuk dijadikan pacar. Diam-dian dari kejauhan Yoga teman sekolah Yuni dari SD memperhatikan Yuni dan teman-temannya sambil memancing. Yoga seorang anak yang sangat pemalu sehingga sekedar menyapa Yuni pun ia malu padahal dia sudah menyukai Yuni sejak dulu. transform Vol. No. April 2023: 68- 79 Journal of Sustainable Transformation Vol. 01 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. Gambar 9 : scene 16 Yuni ikut bernyanyi di sebuah band jalanan (Sumber: film Yun. Pada durasi 1:42:42-1:1:39:44. Yuni datang di salah satu acara musik. Ia diminta penonton untuk berpatisipasi dalam bernyanyi sehingga ia memberanikan diri untuk maju menyanyikan lagu Tua-tua Keladi. Gambar 11 : scene 18 Yuni dan temanteman menjenguk Tika baru melahirkan (Sumber: film Yun. Pada durasi 1:35:49-1:34:26. Ketika Yuni dan teman-temannya yang lain menengok Tika salah satu teman sekolahnya yang baru saja melahirkan anak pertamanya. Tika menceritakan pengalamannya melahirkan yang sempat mengalami robek dan harus di jahit karna ukuran bayi Tika yang cukup Mendengar hal tersebut. Yuni sedikit begidik karena membayangkan rasa Gambar 10 : scene 17 Yuni betemu teh Suci di warung (Sumber: film Yun. Pada 1:37:09-1:35:54. Pertemuan pertama kali Yuni dengan Suci saat Yuni mampir ke warung untuk membeli minum. Mereka saling bertukar akun sosial media instagram. Tak lama kemudian. Sarah teman Yuni menelpon untuk menjenguk Tika salah satu teman sekolah Yuni yang baru saja melahirkan. Gambar 12 : scene 20 Imam datang kerumah Yuni untuk melamar (Sumber: film Yun. Pada 1:31:20-1:30:38. Sepulang sekolah Yuni melihat banyak tamu yang datang kerumahnya, ternyata setelah masuk ke dalam rumah Yuni mengetahui bahwa itu adalah keluarga dari Wak Tardi. Kedatangan Wak Tardi bersama keluarga Imam yaitu keponakan dari Wak Tardi untuk melamar Yuni, namun hal ini belum langsung di jawab transform Vol. No. April 2023: 68- 79 Journal of Sustainable Transformation Vol. 01 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. oleh Yuni dan neneknya karena masih memikirkan bagaimana keputusannya Pada 1:30:00-1:29:37. Ternyata berita Yuni dilamar Imam keponakan Wak Tardi juga di ketahui oleh Bu Kokom pemilik warung sembako di tempat Yuni. Bu Kokom memberikan selamat kepada Yuni mengatakan bahwa Yuni mudah sekali bertemu jodoh namun hal ini tidak membuat Yuni senang justru membuat Yuni sedikit risih. Pada durasi 59:42-56-24. Ternyata tempat yang dimaksud Yuni adalah sebuah club malam. Yuni kesana untuk bertemu Teh Suci yang sudah ada disana. Teh Suci menawari Yoga untuk minum minuman keras, namun ditolak Yoga. Hal ini berbanding terbalik dengan Yuni yang memberanikan diri untuk minum bersama Teh Suci. Saat Yuni pergi ke toilet, ia bertemu dengan penyanyi disalah satu acara musik yang pernah ia kunjungi. Yuni pernah bertanya kepadanya saat sebelum menyanyi apakah disini suara adalah aurat? Sambil menikmati rokok, dia menjawab bahwa jangan biarkan seorang pun boleh melarangmu untuk bersuara karena mereka tak tau bagaimana rasanya kehilangan Setelah itu Yuni kembali dan berjoget ria dengan Teh Suci. Karena terlalu mabuk dan mengantuk, akhirnya Yuni tertidur di motor dalam perjalanan Pada durasi 56:16-55:54. Saat pagi hari Yuni terbangun mendengar suara musik di depan karena nenek bersama temantemannya sedang senam di halaman Namun Yuni memilih untukm mengerjakan pekerjaan rumahnya seperti menjemur pakaian yang sudah di cuci Gambar 14 : scene 42 Yuni dan Tika sedang bersantai di teras rumah (Sumber: film Yun. Pada menit 53:33-52:32. Saat siang hari Yuni dan Tika duduk bersantai sambil mewarnai kuku diteras rumah Yuni, mereka membicarakan Ahmad suami Tika yang belum pernah pulang kerumah Tika semenjak dia melahirkan. Tika dan suaminya tinggal di rumah orang tua masing-masing. Ahmad tidak ingin tinggal dirumah orang tua Tika karena tidak betah. Namun, ketika Tika ingin ikut Ahmad, kedua orang tua suaminya mengatakan sibuk dan kerepotan membantu mengurus Ketika tengah asik bercerita Yuni dan Tika mendengar suara dari kejauhan sedang mencari rumah Yuni, mereka pun sedikit Gambar 13 : scene 40 Yuni melakukan aktifitas rumahan (Sumber: film Yun. transform Vol. No. April 2023: 68- 79 Gambar 15 : scene 43 mang Dodi datang melamar Yuni Journal of Sustainable Transformation Vol. 01 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. (Sumber: film Yun. Pada durasi 52:31-51:18. Rupanya yang bertanya letak rumah Yuni adalah mang Dodi, salah satu keluarga jauh Sarah yang pernah dikenalkan sewaktu Yuni dan teman-temannya berenang. Kedatangan mang Dodi dan istrinya yaitu mang Dodi ingin melamar Yuni menjadi istri keduanya yang mana hal tersebut sangat mengejutkan bagi Yuni dan neneknya. Mang Dodi memberikan uang tunai sebesar dua puluh lima juta sebagai mahar awal yang mana hal tersebut untuk membeli motor baru untuk Yuni dan sisanya membeli perhiasan. Kemudian mang Dodi menambahkan bahwa apabila pada malam pertama Yuni masih perawan maka mang Dodi akan menambah uang tunai dengan jumlah yang Gambar 17 : scene 44 Yuni mulai di gosipkan teman sekolahnya (Sumber: film Yun. Pada durasi 50:31-50:06. Ketika di toilet sekolah Yuni bertemu dengan kedua teman sekelasnya, mereka mananyakan lamaran kedua Yuni apakah lebih baik dari yang kemarin, lalu salah satu dari mereka mengatakan bahwa orang tua pernah berkata tidak baik menolak lamaran sampai dua kali hal ini disebut pamali. Perasaan Yuni menjadi ssedih, kesal, dan bingung Yuni membayangkannya ketika pulang sekolah. Gambar 16 : scene 44 Yuni kesal kepada Sarah (Sumber: film Yun. Pada durasi 51:19-50:34. Saat di sekolah Sarah merasa tidak enak hati kepada Yuni karena mang Dodi melamar Yuni. Saat Sarah menjelaskannya kepada Yuni bahwa dirinya pun tidak mengetahui hal tersebut namun saat itu Yuni tidak ingin berbicara dan mendengarkan Sarah. Yuni langsung bergegas pergi meninggalkan Sarah Gambar 18 : scene 45 Yuni membawa Yoga ke gedung kosong (Sumber: film Yun. Pada durasi 49:27-45:55. Akhirnya Yuni pergi ketempat biasanya dia dan teman-temannya bermain kebetulan disana ada Yoga dan teman-temannya yang sedang menyiapkan peralatan untuk Melihat Yuni yang datang sendiri akhirnya Yoga mencoba mendekat ke arah Yuni. Kehadiran Yoga membuat Yuni seperti memikirkan sesuatu lalu ia bangkit dari tempat duduknya dari pinggir kolam dan seolah menuntun Yoga menuju kesebuah bangunan kosong yang berada Yuni mendahului Yoga masuk lewat jendela bangunan tersebut lalu transform Vol. No. April 2023: 68- 79 Journal of Sustainable Transformation Vol. 01 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. disusul oleh Yoga, ketika sudah sama-sama Yuni menghampiri Yoga dan menuntun tangan Yoga untuk meraba kebagian tubuhnya lalu seharusnya tidak mereka lakukan. Gambar 20 : scene 47 Yuni mendatangi mang Dodi (Sumber: film Yun. Gambar 19 : scene 46 Yoga mendengarkan curhatan Yuni (Sumber: film Yun. Pada durasi 45:50-43:32. Karena tersadar dengan perbuatan mereka. Yoga langsung mendorong Yuni, setelah itu mereka sama-sama terdiam sesaat. Yoga kemudian menanyakan bagaimana lamaran kedua Yuni dan dijelaskan Yuni bahwa sudah jelas tidak ia terima karena menikah dengan laki-laki tua . eumuran dengan nenekny. untuk dijadikan istri kedua. Namun. Yuni masih bingung dengan Jika tidak di terima artinya dia sudah menolak kedua kalinya dan menurutnya itu akan menjauhkan jodoh Yuni bingung harus menceritakan semuanya ke siapa karena semuanya hanya akan bertanya, cita-citamu apa? Kamu ingin menjadi apa?, dan Yuni sendiri tidak tahu ingin menjadi apa namun bukan berarti masa depannya suram. Pada durasi 39:57-38:16. Yuni datang ke rumah mang Dodi untuk mengembalikan uang mahar yang pernah di berikan mang Dodi untuk melamar Yuni. Yuni mengatakan tidak bisa menerima lamaran mang Dodi lantaran Yuni mengakui bahwa dia tidak perawan lagi hal ini membuat mang Dodi terkejut mendengar pengakuan Yuni. Yuni meminta mang Dodi untuk tidak menceritakan apa yang terjadi pada Yuni ke siapa pun termasuk keluarganya. Gambar 21 : scene 48 Yuni gelisah setelah menolak mang Dodi (Sumber: film Yun. Pada durasi 38:11-37:43. Ibu menelpon nenek dan menceritakan bahwa Yuni menolak lamaran mang Dodi, kedua orang tuanya mempertanyakan alasan Yuni menolak namun nenek menjawab bahwa tidak bisa memaksakan Yuni untuk menerima lamaran mang Dodi. Yuni yang mendengar perkataan neneknya pun sangat gusar karena telah berbohong kepada Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai representasi budaya transform Vol. No. April 2023: 68- 79 Journal of Sustainable Transformation Vol. 01 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. pernikahan dini dalam film Yuni, peneliti berfokus pada audio dan visual yang dianalisis melalui semiotika John Fiske, maka dapat disimpulkan beberapa kesimpulan mengenai pernikahan dini dalam Film Yuni ini. Film Yuni ini memperlihatkan bahwasanya representasi budaya pernikahan dini yang ada dalam film dilihat dari tiga level yang dikemukankan oleh John Fiske yaitu sebagai berikut. Pada level realitas, pernikahan dini terlihat dari segi aspek penampilan, gestur atau gerak tubuh, ekspresi, dan lingkungan. Seperti yang ditampilkan dalam scene film Yuni bagaimana ketika Yuni dan Sarah kesedihan yang ditampulkan Yuni ketika beberapa lamaran yang datang kepadanya. Pada level representasi, kode-kode teknis dan konvensional yang ada di dalam film Yuni menggambarkan budaya pernikahan dini, hal ini diamati dari segi kamera, pencahayaan, musik dan suara Dari segi kamera yang dapat dilihat adalah teknik pengambilan gambar yang dilakukan seperti dalam scene kesedihan, hal yang ditampilkan adalah berfokus pada ekspresi dan gestur tubuh yang dilakukan selain itu musik dan suara juga, sangat mendukung mengambarkan budaya pernikahan dini di setiap scene yang Semua aspek tersebut agar penonton mendapatkan pesan yang disampaikan baik secara verbal dan non verbal, sehingga dapat menyimpulkan bagaimana keadaan saat itu. Pada level ideologi yang dapat pernikahan dini adalah apa yang dilakukan atau tindakan oleh masyarakat di Dalam hal ini, peneliti menyimpulkan adanya kebiasaan dan kepercayaan masyarakat hingga menjadi sebuah kebudayaan. Menilik dari sisi makna, film Yuni mengandung makna yang mencerminkan isu budaya masyarakat yang merupakan hal menarik dan unik. Selain pernikahan dini, adanya kepercayaan mitos dan ideologi modern yang masih menjadi pilihan dilema dalam film ini menjadi hal pertimbangan dalam menentukan masa depan seorang anak remaja dengan budaya seperti itu. KESIMPULAN Film Yuni ini memperlihatkan pernikahan dini pada film ini dilihat dari tiga level yang dikemukankan oleh John Fiske sehingga diperoleh beberapa kesimpulan diantaranya pernikahan dini yang digambarkan dalam film Yuni ini adalah bagaimana keadaan di suatu daerah yang memiliki budaya yang menjadikan hal tersebut adalah hal yang lazim. Banyak faktor yang menjadi pendorong sehingga praktik itu terjadi, pada film ini salah satu faktornya dalah faktor sosial budaya. Kebudayaan yang terus turuntemurun dari generasi ke generasi dilakukan membuat pola pikir menilai isu pernikahan dini ini isu sensitif karena berkaitan dengan kebudayaan, kepercayaan beberapa masyarakat daerah di Indonesia. DAFTAR PUSTAKA