Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Volume 5. Nomor 3. November 2025 E-ISSN : 2827-797X. P-ISSN : 2827-8488. Hal 11-21 DOI: https://doi. org/10. 55606/jikki. Available online at: https://researchhub. id/index. php/jikki Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil terhadap Perilaku Pencegahan HIV di Puskesmas Cilacap Selatan II Kabupaten Cilacap Sri Murwani Nuraini 1*. Alfi Noviyana 2 Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Indonesia Alamat: Dusun II. Sokaraja Kulon. Kec. Sokaraja. Kabupaten Banyumas. Jawa Tengah Korespondensi penulis: bundaindirahma@gmail. Abstract. The high prevalence of HIV/AIDS in Indonesia, including 2,490 positive cases among pregnant women in 2023, highlights the importance of prevention efforts, particularly in preventing mother-to-child transmission. At Puskesmas Cilacap Selatan II, one out of 265 pregnant women tested between January and October 2024 showed a reactive HIV result. Early detection and pregnant womenAos knowledge are crucial, as low knowledge can hinder the utilization of Voluntary Counseling and Testing (VCT) services. This study aimed to analyze the correlation between pregnant womenAos knowledge and HIV prevention behaviors. Using a quantitative correlational method with a cross-sectional design, 86 respondents were selected from a population of 341 through purposive sampling. Data were collected via questionnaires and analyzed using a correlation test . pecific statistical test to be confirme. The results showed a p-value of 0. 001 (<0. and a correlation coefficient of 0. 765, indicating a very strong and positive correlationAithe higher the knowledge, the better the prevention behavior. It was concluded that pregnant womenAos knowledge is strongly associated with HIV prevention behavior. Therefore, it is recommended that the Puskesmas enhance HIV/AIDS education to prevent mother-to-child transmission. Keywords: HIV. Pregnant Women. Knowledge. Prevention Behaviors Abstrak. Tingginya prevalensi HIV/AIDS di Indonesia, termasuk 2. 490 kasus positif pada ibu hamil di tahun 2023, menunjukkan pentingnya upaya pencegahan, terutama penularan dari ibu ke anak. Di Puskesmas Cilacap Selatan II, dari 265 ibu hamil yang diperiksa (JanAeOkt 2. , satu orang menunjukkan hasil reaktif HIV. Deteksi dini dan pengetahuan ibu hamil sangat penting karena rendahnya pengetahuan dapat menghambat pemanfaatan layanan VCT. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu hamil dan perilaku pencegahan HIV. Menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional, 86 responden dipilih dari 341 populasi melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi . ji statistik perlu dikonfirmas. Hasil menunjukkan p-value 0,001 (<0,. dan koefisien korelasi 0,765, menandakan hubungan yang sangat kuat dan searahAisemakin tinggi pengetahuan, semakin baik perilaku pencegahannya. Disimpulkan bahwa pengetahuan ibu hamil berhubungan erat dengan perilaku pencegahan HIV, sehingga disarankan agar Puskesmas meningkatkan edukasi HIV/AIDS untuk mencegah penularan ibu ke anak. Kata kunci: HIV. Ibu Hamil. Pengetahuan. Perilaku Pencegahan LATAR BELAKANG Pada tahun 2019. Program Bersama PBB untuk HIV/AIDS (UNAIDS) melaporkan bahwa benua Afrika memiliki jumlah orang yang terinfeksi HIV terbesar di dunia, yaitu 25,7 juta orang, diikuti oleh Asia Tenggara dengan 3,8 juta orang dan Amerika dengan 3,5 juta Laporan tentang perkembangan HIV/AIDS di Indonesia pada akhir tahun 2019 mencatatkan bahwa jumlah kasus HIV di Indonesia mencapai angka tertinggi, yaitu 50. Meskipun jumlah kasusnya bervariasi, data HIV/AIDS di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya (Kemenkes RI, 2. Pada tahun 2023, sebanyak 3. 224 ibu hamil di Received: Juni 13, 2025. Revised: Juni 27, 2025. Accepted: Juli 09, 2025. Online Available: Juli 11, 2025 Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil terhadap Perilaku Pencegahan HIV di Puskesmas Cilacap Selatan II Kabupaten Cilacap Indonesia menjalani pemeriksaan HIV, dan dari hasil pemeriksaan tersebut, 2. 490 ibu hamil . ,08%) ditemukan positif HIV (Kemenkes RI, 2. Berdasarkan informasi dari Profil Kesehatan Profinsi Jawa Tengah tahun 2023 menyebutkan estimasi jumlah orang dengan HIV AIDS di Jawa Tengah pada tahun 2023 677 orang sedangkan kumulatif penemuan kasus baru sejak 1993 sampai dengan 2023 sebanyak 49. 780 kasus . ,5 perse. Penemuan Kasus baru pada tahun 2023 sebanyak 464 kasus HIV dan 1608 kasus AIDS. Penderita HIV positif pada laki-laki sebesar 66,7 persen dan pada perempuan sebesar 33,3 persen. Masih ditemukan penularan HIV dari ibu ke anak yang di tunjukkan dengan adanya penemuan Kasus HIV positif pada kelompok usia di bawah 4 tahun. Untuk mencapai tujuan nasional dan global dalam rangka triple elimination . liminasi HIV, hepatitis B, dan sifili. pada bayi, penularan HIV dari ibu ke anak diharapkan akan terus menurun di tahun selanjutnya (Dinas Kesehatan Profinsi Jawa Tengah, 2. Kemudian untuk data ibu hamil yang mengalami HIV di Profinsi Jawa Tengah tahun 2023 04 dari 2. 490 ibu hamil positif HIV di Indonesia yaitu sebesar 104 ibu hamil. Berdasarkan studi pendahuluan, data ibu hamil yang terdeteksi HIV reaktif di Kabupaten Cilacap sebanyak 10 ibu hamil, data diambil dari bulan Januari sampai Oktober 2024. Sedangkan data Puskesmas Cilacap Selata II menunjukan dari 265 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan terdapat satu ibu hamil yang memiliki hasil reaktif HIV. Reaktif HIV berarti bahwa hasil tes awal menunjukkan bahwa ibu hamil mungkin terinfeksi HIV. Namun, hasil reaktif ini belum bisa dipastikan sebagai diagnosis. Untuk memastikan status HIV, diperlukan tes lanjutan. Tes konfirmasi yang biasa dilakukan adalah Western Blot atau PCR HIV. Tes ini untuk memastikan apakah benar ibu tersebut terinfeksi HIV atau hasil tes awal hanya positif Identifikasi HIV dini adalah kunci untuk mencegah HIV/AIDS pada ibu hamil. Untuk mengubah perilaku berisiko dan memperoleh informasi tentang pencegahan HIV melalui konseling dari konselor, ibu hamil sebaiknya memanfaatkan program pemeriksaan HIV secara Memanfaatkan layanan VCT di Puskesmas adalah salah satu cara untuk menghentikan penyebaran HIV/AIDS dan mendeteksi secara dini pada ibu hamil dan bayi (Damanik & Sembiring, 2. HIV dapat ditularkan dari ibu ke bayi melalui menyusui, persalinan, dan masa kehamilan. Infeksi HIV pada bayi memiliki dampak buruk pada kelangsungan hidup dan kualitas hidup anak, karena dapat menyebabkan penyakit, kecacatan, dan kematian. Perilaku ibu hamil terkait pemeriksaan HIV dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengetahuan, sikap, keterjangkauan infrastruktur dan layanan, serta dukungan dari tenaga JIKKI - VOLUME 5. NOMOR 3. NOVEMBER 2025 E-ISSN : 2827-797X. P-ISSN : 2827-8488. Hal 11-21 Berdasarkan karakteristik responden, sebagian besar tidak bekerja, berusia lanjut, dan hanya memiliki pendidikan setingkat SMA. Meskipun memiliki keterbatasan informasi, mayoritas responden memiliki pandangan positif terhadap HIV/AIDS. Infrastruktur dan fasilitas cukup tersedia, serta dukungan dari suami, keluarga, dan tenaga medis juga berperan memberikan bantuan (Halim, 2. Salah satu faktor yang mempengaruhi minat untuk melakukan tes atau HIV adalah Pengetahuan yang rendah dapat menghambat ibu hamil dalam memanfaatkan layanan VCT (Dewi, 2017. Triani, 2. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dan minat ibu hamil untuk melakukan VCT di Puskesmas Ubud II, dengan nilai korelasi Rank Spearman Rho menunjukkan p-value <0,001 (Wahyuni dkk, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Halim dkk pada tahun 2016 menunjukkan bahwa 74,1% ibu hamil telah melakukan pemeriksaan HIV, sementara 25,9% belum melakukannya. Faktorfaktor yang berhubungan dengan perilaku ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan HIV meliputi pengetahuan, sikap, ketersediaan sarana dan prasarana, serta dukungan dari tenaga Berdasarkan karakteristik responden, sebagian besar berusia lanjut, memiliki latar belakang pendidikan menengah atas, dan tidak bekerja. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang, namun sikap mereka terhadap HIV/AIDS positif. Ketersediaan sarana dan prasarana baik, serta dukungan dari suami, keluarga, dan tenaga kesehatan juga mendukung (Halim, 2. Berdasarkan uraian diatas, maka penelitian dengan judul AuHubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Terhadap Perilaku Pencegahan HIV di Puskesmas Cilacap Selatan II Kabupaten CilacapAy sangat penting untuk mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan ibu hamil berperan dalam mempengaruhi perilaku ibu hamil terhadap HIV. Dengan memahami hubungan tersebut, puskesmas dan tenaga kesehatan dapat merancang program edukasi yang lebih efektif, meningkatkan kesadaran ibu hamil, serta mendorong mereka untuk lebih aktif melakukan HIV. Hal ini akan berdampak positif terhadap kesehatan ibu dan anak, serta mengurangi angka penularan HIV secara keseluruhan di masyarakat. KAJIAN TEORITIS Penelitian ini memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan lima penelitian terdahulu yang telah dianalisis. Meskipun studi-studi tersebut telah membahas hubungan antara pengetahuan, sikap, motivasi, dan perilaku ibu hamil dalam konteks HIV/AIDS, sebagian besar belum menggunakan kerangka teori perilaku kesehatan secara eksplisit, seperti teori PrecedeProceed (Green & Kreuter, 2. Penelitian oleh Susanti et al. hanya menggunakan JIKKI - VOLUME 5. NOMOR 3. NOVEMBER 2025 Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil terhadap Perilaku Pencegahan HIV di Puskesmas Cilacap Selatan II Kabupaten Cilacap analisis deskriptif berupa persentase tanpa menggunakan uji statistik korelatif maupun teori perilaku sebagai dasar. Muslihin et al. menggunakan pendekatan kuantitatif dengan uji Chi Square untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap status pemeriksaan HIV, tetapi belum menilai perilaku secara teoritis. Rabiatunnisa et al. meneliti hubungan antara pengetahuan dan motivasi ibu hamil untuk melakukan konseling HIV/AIDS, tetapi variabel perilaku aktual belum dikaji secara spesifik. Penelitian oleh Irfan et . di Pakistan mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan ibu hamil dan faktor tempat tinggal, namun fokus geografis dan sosial budaya berbeda dengan konteks penelitian Begitu pula. Jahangiry et al. menilai pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu hamil terhadap HIV dan tes cepat, namun tidak menggunakan pendekatan teoritis dalam mengkaji faktor-faktor tersebut secara mendalam. Penelitian ini menonjol karena menerapkan teori Precede-Proceed dari Green dan Kreuter sebagai landasan untuk menilai perilaku ibu hamil dalam pengambilan keputusan terkait pencegahan HIV (Green & Kreuter, 2. Selain itu, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling memungkinkan peneliti fokus pada responden yang memenuhi kriteria inklusi tertentu, berbeda dengan beberapa penelitian sebelumnya yang menggunakan total sampling (Muslihin et al. , 2. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan uji Spearman Rank yang sesuai untuk data ordinal dan menilai kekuatan serta arah hubungan antara variabel pengetahuan dan perilaku (Rabiatunnisa et al. Tidak seperti penelitian deskriptif sebelumnya yang hanya menggambarkan tingkat pengetahuan atau cakupan tes HIV, penelitian ini mengkaji secara spesifik hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan HIV (Susanti et al. , 2022. Jahangiry et al. , 2. Dengan pendekatan yang lebih terarah dan berbasis teori, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah yang lebih mendalam dan relevan dalam memahami faktorfaktor yang memengaruhi perilaku pencegahan HIV pada ibu hamil (Green & Kreuter, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, yang berarti penelitian dilakukan pada satu waktu tertentu untuk mengamati hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Dalam penelitian ini, variabel yang diukur adalah perilaku HIV pada ibu hamil, yang berfungsi sebagai variabel dependen, artinya variabel ini dipengaruhi oleh variabel lainnya. Sementara itu, pengetahuan ibu mengenai HIV/AIDS menjadi variabel independen, yaitu variabel yang diyakini memengaruhi atau berhubungan dengan perilaku HIV pada ibu hamil. Dengan kata lain, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah JIKKI - VOLUME 5. NOMOR 3. NOVEMBER 2025 E-ISSN : 2827-797X. P-ISSN : 2827-8488. Hal 11-21 pengetahuan ibu tentang HIV/AIDS memengaruhi sejauh mana mereka menjalani pemeriksaan HIV selama kehamilan. Waktu penelitian adalah Maret sampai April 2025. Tempat penelitian dilakukan di Puskesmas Cilacap Selatan II dengan alamat lengkap pada Jalan Lingkar Selatan No. Karangmulia. Tegalkamulyan. Kec. Cilacap Sel. Kabupaten Cilacap. Jawa Tengah 53211. Populasi yakni seluruh ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Cilacap Selatan II sejumlah 341 orang. Dengan kriteria inklusi dan eksklusi berikut ini, jumlah sampel minimum dalam penelitian ini adalah 86 ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Cilacap Selatan II: . Kriteria Inklusi yaitu responden yang mampu berkomunikasi dengan baik, responden pada kehamilan yang melakukan pengecekan tes HIV, responden merupakan ibu hamil dengan semua umur kehamilan baik Trimester I. II maupun i. Kriteria Eksklusi yaitu responden sakit atau tidak ada di tempat saat sedang diadakan pengambilan data. Responden tidak bersedia untuk dijadikan sebagai responden. Kusioner yang digunakan sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Uji validasi pada 25 pernyataan pada kuesioner pengetahuan HIV ibu hamil melibatkan 25 responden atau Hasil penghitungan dengan uji SPSS 26 pada uji product moment akan dibandingkan dengan nilai r tabel. Pada sampel 25 responden memiliki nilai df sebesar 23. Sehingga r tabel untuk df =23 dan =0,05 . ua sis. adalah sekitaar 0,396. Hasil akhir setelah dibandingkan antara r hitung dan r tabel dimasing-masing pernyataan adalah terdapat 19 pernyataan yang sigifikan atau valid dan terdapat 6 soal yang tidak signifikan atau tidak valid. Uji reliabilitas dilakukan menggunakan Alpha Cronbach untuk mengukur konsistensi internal instrumen yang digunakan dalam penelitian. Berdasarkan hasil analisis, semua item dalam instrumen menunjukkan nilai Alpha Cronbach yang lebih besar dari 0,6, yang berarti bahwa instrumen tersebut dapat dianggap reliabel. Secara khusus, nilai Alpha Cronbach yang diperoleh adalah 0,805, yang menunjukkan konsistensi internal yang baik, karena nilai di atas 0,6 umumnya dianggap menunjukkan reliabilitas yang memadai. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum melangkah ke analisis yang lebih kompleks, tahap awal dalam penelitian ini adalah melakukan analisis univariat. Analisis ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel secara individual, memberikan gambaran awal tentang distribusi data dan frekuensi setiap kategori. Tabel 1. Data Analisis Karakteristik Responden JIKKI - VOLUME 5. NOMOR 3. NOVEMBER 2025 Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil terhadap Perilaku Pencegahan HIV di Puskesmas Cilacap Selatan II Kabupaten Cilacap Karakteristik Frekuensi . Presentase (%) 15,12 77,90 6,98 Umur Ibu Hamil <20 Tahun 20-35 Tahun >35 Tahun Total Pendidikan Dasar Menengah Atas Total Pekerjaan Ibu Tidak Bekerja Bekerja Total Usia Kehamilan Trimester I Trimester II Trimester i Total Sumber: Data Primer, 2025 Tabel 1 menyajikan distribusi karakteristik demografi responden ibu hamil yang berpartisipasi dalam penelitian ini, meliputi umur, agama, pendidikan, pekerjaan ibu, dan usia Total responden dalam penelitian ini adalah 86 ibu hamil. Mayoritas responden berada pada kelompok usia produktif, yaitu 20-35 tahun, dengan proporsi sebesar 77,90% . Mayoritas responden berstatus tidak bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT), yaitu sebanyak 83,7% . Berdasarkan usia kehamilan, proporsi terbesar responden berada pada Trimester II dengan 38,4% . Setelah melakukan analisis univariat untuk mendeskripsikan karakteristik masingmasing variabel penelitian, tahap selanjutnya adalah melaksanakan analisis bivariat. Bagian ini akan menguji dan menganalisis hubungan statistik antara dua variabel utama penelitian ini, yaitu tingkat pengetahuan ibu hamil tentang HIV/AIDS dan perilaku pencegahan HIV yang mereka lakukan. Analisis bivariat ini bertujuan untuk menguji ada atau tidaknya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang HIV/AIDS dengan perilaku pencegahan HIV yang mereka lakukan. Karena kedua variabel . ingkat pengetahuan dan perilaku pencegaha. diukur dalam skala ordinal, uji korelasi non-parametrik Spearman's rho digunakan untuk menganalisis data. Hasil analisis korelasi disajikan pada Tabel 2. JIKKI - VOLUME 5. NOMOR 3. NOVEMBER 2025 E-ISSN : 2827-797X. P-ISSN : 2827-8488. Hal 11-21 Tabel 2. Hasil uji Korelasi SpearmanAos Rho antara Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Pencegahan HIV. Variabel Kumlah Responden (N) Tingkat Pengetahuan Perilaku Pencegahan HIV Sumber: Data Primer, 2025 Nilai Signifikansi . Koefisien Korelasi . 0,001 0,765 Hasil uji statistik menunjukkan koefisien korelasi . antara kedua variabel adalah 0,765, yang menunjukkan kekuatan hubungan yang positif dan substansial. Ini berarti bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu hamil tentang HIV, semakin besar kemungkinan ibu hamil untuk melakukan pencegahan HIV. Nilai p value sebesar 0,001 (<0,. Nilai ini jauh lebih kecil dari ambang batas signifikansi 0,05, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu terhadap perilaku pencegahan HIV pada ibu hamil. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dan perilaku pencegahan HIV. Selain itu nilai koefisien korelasi yang positif . kategori Ausangat kuatAy menunjukkan adanya hubungan yang positif dan searah antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan perilaku pencegahan HIV. Artinya, semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu hamil tentang HIV/AIDS, cenderung semakin baik pula perilaku pencegahan HIV yang ibu hamil lakukan. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa pengetahuan berhubungan dengan perilaku pencegahan HIV. Sehingga pada bagian ini, akan dibahas tentang perbandingan antara hasil penelitian yang telah dilaksanakan dengan penelitian-penelitian terdahulu. Karakteristik Responden Umur Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia produktif 20Ae35 tahun, yakni sebesar 77,90% . , sementara kelompok usia <20 tahun berjumlah 15,12% . dan usia >35 tahun sebesar 6,98% . Kelompok usia produktif umumnya memiliki akses lebih besar terhadap informasi melalui pendidikan dan media, yang berpengaruh terhadap pemahaman dan perilaku pencegahan HIV/AIDS (Farida. et al. Ibu hamil usia remaja, meskipun familiar dengan teknologi informasi, sering kali memiliki pemahaman yang masih terbatas tentang kesehatan reproduksi (Nicolas. Salma, , & Salsabila. , 2. Sedangkan ibu usia >35 tahun meski memiliki pengalaman hidup JIKKI - VOLUME 5. NOMOR 3. NOVEMBER 2025 Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil terhadap Perilaku Pencegahan HIV di Puskesmas Cilacap Selatan II Kabupaten Cilacap lebih banyak, tetap memerlukan edukasi yang berkesinambungan untuk menyesuaikan dengan informasi terkini terkait HIV/AIDS (Mira. , 2021. Rahayu. , 2. Karakteristik Responden Pendidikan Ibu Sebanyak 77,9% responden . memiliki tingkat pendidikan menengah (SMP/SMA), sedangkan 11,6% . hanya berpendidikan dasar, dan 10,5% . telah menempuh pendidikan tinggi. Tingkat pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk pengetahuan serta perilaku kesehatan, termasuk dalam pencegahan HIV, di mana semakin tinggi pendidikan seseorang, maka semakin mudah pula individu tersebut memahami informasi kesehatan yang kompleks (Farida. et al. , 2. Karakteristik Responden Pekerjaan Ibu Mayoritas ibu hamil dalam penelitian ini berstatus sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT), yakni sebanyak 83,7% . , sedangkan sisanya adalah karyawan . ,6%, n=. dan buruh . ,7%, n=. Status pekerjaan dapat memengaruhi tingkat paparan terhadap informasi kesehatan dan kemampuan mengikuti program edukasi. Ibu rumah tangga mungkin lebih leluasa menghadiri penyuluhan di puskesmas, sementara ibu bekerja menghadapi keterbatasan waktu meskipun bisa jadi memiliki akses informasi yang lebih luas (Farida. et al. , 2. Karakteristik Responden Usia Kehamilan Sebagian besar responden berada pada Trimester II . ,4%, n=. , diikuti Trimester I . %, n=. dan Trimester i . ,6%, n=. Trimester II dinilai sebagai waktu yang ideal untuk memberikan edukasi kesehatan, termasuk pencegahan HIV, karena ibu hamil telah melewati fase awal kehamilan dan belum terlalu terbebani secara fisik (Arantika M. & Pratiwi , 2. Meski demikian, penyuluhan harus tetap dilakukan pada semua trimester agar ibu hamil memiliki pemahaman menyeluruh sejak awal hingga menjelang persalinan (WHO, 2009. Rahayu. , 2. Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Pencegahan HIV Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dan perilaku pencegahan HIV. Semakin tinggi pengetahuan seorang ibu mengenai HIV/AIDS, semakin tinggi pula kecenderungannya untuk melakukan tindakan pencegahan, seperti mengikuti tes VCT dan menerapkan praktik seks aman (Antika & Sihombing, 2019. Damanik & Sembiring, 2021. Halim. Syamsulhuda, & Kusumawati, 2. Pengetahuan JIKKI - VOLUME 5. NOMOR 3. NOVEMBER 2025 E-ISSN : 2827-797X. P-ISSN : 2827-8488. Hal 11-21 berperan penting dalam membentuk sikap positif dan tindakan kesehatan yang bertanggung jawab (Nurhayati, 2018. Triani, 2019. Umar & Erni, 2. Studi Wahyuni. Negara, & Putra . juga menegaskan bahwa pengetahuan merupakan faktor utama yang mempengaruhi minat ibu hamil untuk mengikuti program VCT. Secara teoretis, temuan ini dapat dianalisis melalui teori PRECEDE-PROCEED, yang menyoroti tiga kategori faktor penentu perilaku: faktor predisposisi . engetahuan, sikap, keyakina. , faktor pemungkin . kses layanan kesehata. , dan faktor penguat . ukungan sosia. (Notoadmodjo, 2. Dalam konteks ini, pengetahuan ibu menjadi faktor predisposisi utama yang mendorong terbentuknya perilaku pencegahan HIV yang efektif dan konsisten. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif, kuat, dan signifikan secara statistik antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan HIV pada ibu hamil. Hubungan ini dibuktikan dengan nilai p-value sebesar 0,001 . < 0,. dan koefisien korelasi . sebesar 0,765, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi pengetahuan ibu hamil, maka semakin baik pula perilaku pencegahan HIV yang dilakukannya. UCAPAN TERIMA KASIH