ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYUNTING CERITA PENDEK DENGAN TEKNIK PEER EDITING MENGGUNAKAN MEDIA GOOGLE DOCS PADA PESERTA DIDIK KELAS XI IBB MAN TEMANGGUNG YuAoti AAoyunina1. Santi Pratiwi Tri Utami2 Universitas Negeri Semarang. Semarang, yuti. ayunina@gmail. Universitas Negeri Semarang. Semarang, santi_pasca@mail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran menyunting cerita pendek, mendeskripsikan peningkatan keterampilan menyunting cerita pendek, mendeskripsikan perubahan sikap dan perilaku peserta didik sesudah dilaksanakannya pembelajaran menyunting cerita pendek dengan teknik peer editing menggunakan media Google Docs. Tindakan siklus I dan II meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Kemudian, instrument yang digunakan berbentuk penilaian tes dan nontes. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara teknik tes dan teknik Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kuantitatif dan teknik kualitatif. Teknik analisis tersebut digunakan untuk menganalisis data yang telah dilakukan pada siklus I dan siklus II. Keduanya bertujuan untuk mengetahui kelebihan serta kekurangan guru dan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan dalam pembelajaran menyunting cerita pendek dengan teknik peer editing menggunakan media Google Docs pada peserta didik kelas XI IBB MAN Temanggung. Nilai ratarata yang diperoleh sebesar 76,80 meningkat 12,11 menjadi 88,91 dari siklus I ke siklus II. samping itu, keaktifan peserta didik meningkat sejumlah 21,14 % dan kerja sama antarpeserta didik juga meningkat sejumlah 40,57 % dari siklus I ke siklus II. Peningkatan tersebut juga diikuti oleh perubahan sikap seperti sikap religius dengan perubahan sebesar 0,58 % dan sikap sosial dengan perubahan sebesar 15,2 % sehingga berpengaruh baik pada hasil tes menyunting cerita pendek. Kata kunci: Penyuntingan. Pengeditan Sejawat. Google Dokumen ABSTRACT This study aimed to describe the learning process for short story editing, describe the improvement of short story editing skills, describe changes in student attitudes and behavior after learning to edit short stories using peer editing techniques using Google Docs media. Action cycles I and II include planning, action, observation, and reflection. Then, the instrument used is in the form of test and non-test assessment. Data collection techniques were carried out by means of test techniques and non-test techniques. Data analysis techniques used in this research were quantitative techniques and qualitative techniques. The analysis technique is used to analyze the data that has been done in cycle I and cycle II. Both aims to find out the strengths and weaknesses of teachers and students during the learning process. The results showed that there was an increase in learning to edit short stories with peer editing techniques using Google Docs media in class XI IBB MAN Temanggung students. The average value obtained was 76. 80, increased by 11 to 88. 91 from cycle I to cycle II. In addition, the activeness of students increased by 21. and cooperation between students also increased by 40. 57% from cycle I to cycle II. The increase was also followed by changes in attitudes such as religious attitudes with a change of 0. 58% and social attitudes with a change of 15. 2% so that it had a good effect on the results of the short story editing test. Keywords: Editing. Peer editing. Google Docs How to Cite: DOI: Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia PENDAHULUAN Bahasa Indonesia menjadi salah satu Menulis mata pelajaran yang wajib diajarkan di penampakan sebagai proses dan hasil. sekolah, karena semakin tinggi penguasaan Proses peserta didik dalam pembelajaran bahasa Indonesia akan menunjang kemampuan Tompkins & Hoskisson . alam Suwandi, berkomunikasi dengan baik dan benar. 2021, h. ada lima tahap dalam proses Kemampuan berbahasa yang diperoleh menulis, yakni . pramenulis, . membuat peserta didik dapat membantu menghadapi draf, . merevisi, . menyunting, dan . kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan Sayang sekali, penguasaan peserta didik tidak seperti yang diharapkan. Berkembangnya Kegiatan menerapkan kurikulum 2013 edisi revisi. dengan praktik dan lebih berpusat pada Kurikulum hasil bukan pada proses menulis. Terampil pembentukan keseimbangan kompetensi menyunting dilakukan dengan latihan terus Faktanya, hasil pembelajaran Selain itu, kurikulum 2013 edisi revisi juga peserta didik pada kategori menyunting mengarahkan peserta didik untuk berpikir cerita pendek masih memprihatinkan. Pembelajaran Indonesia merupakan salah satu pembelajaran yang menggunakan kurikulum tersebut. Salah Berdasarkan wawancara dengan Ibu Yunita selaku guru bahasa Indonesia kelas IBB MAN Temanggung. Dalam implementasinya, guru tersebut menerapkan kurikulum 2013 revisi yang wajib dikuasai teknik pembelajaran konvensional, guru peserta didik yaitu cerita pendek. Materi cenderung lebih aktif daripada peserta tersebut diajarkan di kelas XI SMA semester gasal pada Kompetensi Dasar 4. bertentangan dengan kurikulum saat ini Mengkonstruksi yang menuntut peserta didik berpikir kritis. unsur-unsur Selain itu, peserta didik kurang maksimal pembangun cerpen. Dari KD tersebut dalam menyunting cerita pendek sehingga diturunkan menjadi Indikator Pencapaian nilai yang diperoleh cukup rendah. Padahal Kompetensi 4. 2 Menulis cerita pendek standar ketuntasan yang ditetapkan oleh sekolah, yaitu 70. Dari 35 peserta didik Menurut pengetahuan, mendorong pemerintah untuk unsur-unsur . eacher Hal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia kelas XI IBB MAN Temanggung yang yang dipilih oleh peneliti ialah teknik peer sudah mencapai ketuntasan hanya sepuluh Dengan digunakannya teknik peer peserta didik. Terdapat delapan peserta didik yang hampir mencapai ketuntasan, sedangkan peserta didik yang lain masih merangsang peserta didik untuk aktif serta mendapat nilai yang jauh dari ketuntasan. Materi menyunting penting untuk melatih memberikan peluang sekaligus kesempatan kemampuan memperbaiki atau merevisi bagi peserta didik untuk menggali potensi tulisan hasil karya individu atau orang lain yang dimiliki sehingga mencapai tujuan agar dapat menghasilkan kualitas tulisan yang bagus. Selain itu, beberapa peserta beranggapan bahwa AuTeknik peer editing didik mengeluh mengalami kesulitan karena atau revisi teman sebaya adalah teknik Tindakan Silberman . menyunting secara langsung karena guru hanya menyampaikan materi sebatas teori mengevaluasi pekerjaan peserta didik lain Pembelajaran terlihat monoton, sebab dan memberikan umpan balik. Teknik teknik yang digunakan guru kurang efektif, tersebut jika diterapkan dengan baik maka kurang menarik, tidak menyenangkan dan akan bermanfaat bagi guru dan peserta kurang kerjasama antarpeserta didik karena didik, dapat membantu mengembangkan adanya persaingan nilai akademik. Kendala tersebut mempengaruhi ketidakoptimalan menulisAy. pembelajaran menyunting cerita pendek. penerapannya, teknik peer editing perlu Menanggapi hal tersebut, diperlukan teknik pembelajaran yang tepat, aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan. Teknik yang dipilih pun harus sesuai dengan materi yang diajarkan, tidak lupa disesuaikan Dalam didukung oleh media pembelajaran dengan pemanfaatan kemajuan teknologi dapat mendukung kegiatan belajar mengajar dimanapun dan kapanpun. Media digunakan untuk membantu penyampaian kemampuan peserta didik. Penggunaan materi menyunting cerita pendek adalah yang tepat media Google Docs. Kelebihan Google Docs dapat berkolaborasi secara online, menyunting dengan baik serta melatih kerja membagi, menyimpan, mengedit dokumen, sama antarpeserta didik. Adapun teknik melihat dokumen, mengomentari dokumen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan pengguna lainnya secara online terjadi di dalam kelas (Saputra dkk, 2021, h. serta peserta didik tidak harus membawa media penyimpan fail seperti hard disk, flash disk dan lain-lain. Peserta didik dapat belajar secara mandiri atau berkelompok, berinteraksi dengan anggota kelompoknya. Peserta didik dapat berinteraksi tidak terbatas pada waktu dan tempat (Astuti dkk, 2020, h. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian guna perbaikan keterampilan menyunting cerita pendek. Prosedur pelaksanaan siklus I dan II terdiri atas empat tahap yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek menyunting cerita pendek dengan teknik peer editing menggunakan media Google Docs MAN Temanggung. Variabel penelitian ini ada dua yaitu keterampilan menyunting cerita pendek sebagai variabel terikat dan teknik peer editing serta media Google Docs Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara METODE PENELITIAN teknik tes dan teknik nontes. Teknik tes Penelitian . ction digunakan untuk mengetahui kemampuan researc. dikembangkan dengan tujuan peserta didik menyunting cerita pendek dengan teknik peer editing menggunakan media Google Docs. Teknik tes kemudian Penelitian tindakan diawali oleh suatu diperoleh data kuantitatif setelah mengikuti kajian terhadap suatu masalah secara Dalam pendidikan, khususnya dilakukan untuk mengetahui bagaimana dalam praktik pembelajaran, penelitian tindakan berkembang menjadi Penelitian peserta didik, dan tanggapan peserta didik Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom setelah mengikuti kegiatan pembelajaran Action menyunting cerita pendek dengan teknik penelitian tindakan yang dilaksanakan di peer editing menggunakan media Google Docs. Teknik nontes dilakukan dengan cara PTK dilakukan dengan tujuan mengambil data dari lembar observasi, untuk memperbaiki atau meningkatkan lembar wawancara, lembar angket serta kualitas pembelajaran. PTK berfokus pada Teknik analisis data yang Research . ermasuk (CAR). PTK Teknik kelas atau pada proses pembelajaran yang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia digunakan dalam penelitian ini adalah ketuntasan sebesar 82,86 % sudah mencapai teknik kuantitatif dan teknik kualitatif. indikator klasikal yang telah ditentukan yaitu 80 % dari jumlah peserta didik tidak kurang dari KKM. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan perilaku peserta didik Dari penelitian ini diperoleh hasil tercatat skor akhir yang diperoleh dari sikap pada tindakan siklus I dan siklus II berupa spiritual peserta didik adalah 3,96 dari data tes serta non tes. Hasil data tes yang keseluruhan peserta didik. Skor akhir yang dilakukan pada kedua siklus disajikan diperoleh dari sikap sosial peserta didik dalam bentuk data kuantitatif. Sementara, yaitu 3,34 dari keseluruhan peserta didik. hasil non tes yang diperoleh dari observasi. Skor akhir yang diperoleh dari keaktifan peserta didik yaitu 3,09 dari keseluruhan disajikan dalam bentuk data kualitatif. peserta didik. Skor akhir yang diperoleh Berdasarkan data diketahui rata-rata dari kerja sama antarpeserta didik yaitu hasil tes keterampilan menyunting cerita 2,38 dari keseluruhan peserta didik. Namun, hasil tersebut belum memuaskan karena menggunakan media Google Docs pada masih ada peserta didik yang nilainya siklus I sebesar 76,8 dengan predikat cukup. kurang dari KKM. Hal ini disebabkan Predikat sangat baik dengan skala nilai 91- beberapa aspek menyunting cerita pendek 100 dicapai oleh 3 peserta didik atau yang belum tuntas. Sikap dan perilaku sebesar 8,57%. Selanjutnya, predikat baik peserta didik sebagian besar sudah baik, dengan skala nilai 81-90 dicapai oleh 8 akan tetapi beberapa diantaranya belum peserta didik atau sebesar 22,86 %. Predikat Peserta didik merasa senang terhadap cukup termasuk bagian terbanyak dengan skala nilai 71-80 karena terdapat 18 peserta meskipun banyak kendala yang dialami. didik atau sebesar 51,43 %. Selain itu. Sebagian besar peserta didik memerlukan masih ada yang menduduki predikat kurang bimbingan intensif dalam menyunting cerita dengan skala nilai < 70 sejumlah 6 peserta pendek karena belum maksimal. Oleh didik atau 17,14 %. Sejumlah 29 peserta karena itu, diadakannya siklus II untuk mengatasi kekurangan yang terjadi pada memenuhi nilai KKM yaitu 70, sedangkan siklus I sehingga mencapai hasil yang 6 peserta didik dinyatakan remedial. Oleh memuaskan dan menunjukkan sikap yang karena itu, dapat dikatakan persentase lebih baik dari sebelumnya. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Berdasarkan data diketahui rata-rata Berdasarkan perilaku peserta didik hasil tes keterampilan menyunting cerita diketahui siklus II mengalami peningkatan. Sikap spiritual peserta didik meningkat menggunakan media Google Docs pada dengan skor akhir yang diperoleh yaitu 4. siklus II sebesar 88,91 dengan predikat Sikap Predikat sangat baik dengan skala dengan skor akhir yang diperoleh yaitu nilai 91-100 dicapai oleh 15 peserta didik 3,94. keaktifan peserta didik mengalami atau sebesar 42,86 %. Predikat baik dengan skala nilai 81-90 dicapai oleh 16 peserta didik atau sebesar 45,71 %. Predikat cukup antarpeserta didik mengalami peningkatan termasuk bagian terbanyak dengan skala dengan skor akhir yang diperoleh yaitu 4. nilai 71-80 karena terdapat 4 peserta didik Pembelajaran pada siklus II menuai atau sebesar 11,43 %. Predikat kurang dengan skala nilai < 70 tidak dicapai oleh perubahan sikap dan perilaku peserta didik satupun peserta didik atau 0 %. Sejumlah 35 peserta didik dinyatakan tuntas atau Hal tersebut membuat peserta sudah memenuhi nilai KKM. Oleh karena didik lebih bersemangat dan menumbuhkan itu, dapat dikatakan persentase ketuntasan minat belajar yang bagus sehingga mampu sebesar 100 % sudah mencapai indikator mengoptimalkan kemampuaan menyunting klasikal yang telah ditentukan yaitu 80 % cerita pendek dengan maksimal. 3,98. Kerja peserta didik melebihi KKM. Tabel 1. Hasil Peningkatan Keterampilan Menyunting Cerita Pendek Rata-rata Aspek Penilaian Peningkatan Siklus I Siklus II Ketepatan menyunting struktur 95,43 99,43 Ketepatan menyunting kaidah kebahasaan 81,71 97,14 15,43 Ketepatan menyunting ejaan 61,71 82,86 21,15 Ketepatan menyunting diksi 74,29 82,29 Ketepatan menyunting kalimat efektif 70,86 82,86 76,80 88,91 12,11 Rata-rata kelas Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. didik meliputi, jujur, disiplin, tanggung SIMPULAN Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran menyunting cerita pendek dengan teknik peer editing menggunakan Google berjalan sesuai jawab, toleransi, gotong royong, santun, perubahan sebesar 15,2 % sehingga menyunting cerita pendek. rencana pembelajaran. Tingkat keaktifan Saran yang dapat disampaikan peserta didik meningkat sebesar 21,42 % peneliti yaitu Teknik peer editing dan dari siklus I ke siklus II, sedangkan penggunaan Google Docs diharapkan tingkat kerja sama antarpeserta didik terus digunakan dalam pembelajaran menyunting cerita pendek selanjutnya 40,57 Keterampilan menyunting cerita pendek kemampuan peserta didik. Seluruh guru pelaksanaan pembelajaran dengan teknik bahasa Indonesia, terlebih jurusan ilmu peer editing menggunakan Google Docs. bahasa sebaiknya dapat menggunakan Peningkatan tersebut diketahui dari hasil teknik tertentu dalam mengajar supaya tes siklus I dan II. Rata-rata kelas dari peserta didik lebih aktif dan antusias hasil tes peserta didik meningkat sebesar 12,21 dari siklus I ke siklus II dengan penguasaan teknologi juga penting untuk tingkat ketuntasan 100 % nilainya tidak kurang dari KKM. Perubahan sikap Seluruh pendidikan dapat melakukan penelitian pembelajaran pembelajaran menyunting lanjutan mengenai menyunting cerita cerita pendek dengan teknik peer editing pendek dengan berbagai teknik atau media tertentu. Google Docs menjadi Selain lebih baik karena perilaku peserta didik Adapun perilaku peserta didik yang DAFTAR PUSTAKA