Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal HUBUNGAN PENGETAHUAN. DUKUNGAN KELUARGA DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN PENERAPAN INISIASI MENYUSU DINI PADA IBU POST PARTUM DI RSUD PANYABUNGAN Sri Sartika Sari Dewi1. Hj. Maimunah2 ,Nurelilasari Siregar3 . Dosen Program Studi Kebidanan Program Sarjana Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan Mahasiswa Program Studi Kebidanan Program Sarjana Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan srisartikasaridewi@gmail. com, maimunah_123(@gmail. ABSTRAK Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan suatu proses membiarkan bayi dengan nalurinya sendiri untuk menyusu segera dalam satu jam setelah lahir, bersamaan dengan kontak antar kulit bayi dengan kulit ibu. Dukungan tenaga kesehatan berperan dalam pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini namun masih banyak ditemukan tenaga kesehatan yang kurang mendukung atau memotivasi dan tidak memfasilitasi pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini pada saat proses persalinan serta belum optimalnya komitmen dari tenaga kesehatan untuk menerapkan Inisiasi Menyusu Dini pada bayi baru lahir. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini pada ibu bersalin di RSUD Panyabungan. Jenis Penelitian ini menggunakan desain survey analitik observasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu post partum spontan di RSUD Panyabungan selama bulan Mei s/d Juli 2021 sebanyak 109 Dimana sample Penelitian sebanyak 52 responden dengan metode accindential sampling. Hasil uji statistic dengan chi square diperoleh p-value = 0. 000 yang berarti ada hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Kesimpulan Ada hubungan dukungan tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan IMD pada ibu bersalin di RSUD Panyabungan tahun 2021. Saran Hasil penelitian ini dapat ditambahkan sebagai bahan refrensi untuk menambah wawasan bagi petugas kesehatan dan ibu post partum. Kata kunci : Dukungan Tenaga Kesehatan. Inisiasi Menyusu Dini. Ibu Bersalin ABSTRAK Early Initiation of Breastfeeding (IMD) is a process let baby with his own instinct to breastfeed soon in one hour after birth, together with contact between baby's skin with mother's skin. Health worker support play a role in implementation of Early Initiation of Breastfeeding but still a lot found a health worker less supportive or motivate and does not facilitate implementation of Early Initiation of Breastfeeding at the time of delivery and not optimal commitment from health workers to apply Early Initiation of Breastfeeding in newborns. The purpose of this research To know health support relationship with the implementation of Early Initiation of Breastfeeding to maternity at Panyabungan Hospital. This Type of Research using an observational analytical survey design with a cross sectional approach. The population of this research is all spontaneous postpartum mothers at Panyabungan Hospital during the month of May to July 2021 as many as 109 people. Where is the research sample as many as 52 respondents by accidental sampling method. Statistic test results with chi square obtained p-value = 0. 000 which means there is a relationship health support with Early Initiation of Breastfeeding (IMD). Conclusion There is a relationship health support on the implementation of IMD to maternity at Panyabungan Hospital in 2021. The Suggestions Results of this study can be added as reference material to add insight for health workers and postpartum Keywords: Support of Health Workers,Early Breastfeeding Initiation,Mother of Birth Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal PENDAHULUAN Berdasarkan penelitian WHO (World Health Organizatio. tahun 2015, di enam Negara berkembang resiko kematian bayi antara usia 9-12 bulan meningkat 40% jika bayi tersebut tidak disusui. Untuk bayi berusia dibawah 2 bulan, angka kematian ini meningkat menjadi 48% sekitar 40% kematian balita terjadi satu bulan pertama kehidupan bayi. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dapat mengurangi 22% kematian bayi 28 hari, berarti inisiasi menyusu dini (IMD) mengurangi kematian balita 8. Namun, di Indonesia hanya 8% ibu yang memberikan ASI ekslusif kepada bayinya sampai berumur 6 bulan dan hanya 4% bayi disusui ibunya dalam waktu satu jam pertama setelah Padahal sekitar 21. kematian bayi baru lahir . sia dibawah 28 har. di Indonesia dapat dicegah melalui pemberian ASI pada satu jam pertama setelah lahir. Hasil survey demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017, bayi yang mendapat ASI dalam satu jam pertama setelah lahir sebanyak 49% dan 35 % bayi tidak mendapatkan ASI pada hari pertama setelah melahirkan. Cakupan ASI Eksklusif selama 6 bulan mencapai 41,5%. Berdasarkan hasil pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2016, persentase bayi baru lahir yang mendapat IMD sebesar 51. 9% yang terdiri dari 42. 7% mendapatkan IMD dalam < 1 Jam setelah lahir, dan 9. dalam satu jam atau lebih. Padahal, 000 kematian bai baru lahir . sia dibawah 28 har. di Indonesia dapat dicegah melalui pemberian ASI dini juga meningkatkan kemungkinan 28 kali lebih besar untuk ibu memberi ASI eksklusif Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. 2013 mengumpulkan data bahwa di Indonesia persentase ibu mulai menyusu kurang dari satu jam setelah bayi lahir adalah 34. 5% dan terendah di Papua Barat 21. 7% sebagian besar proses mulai menyusu dilakukan pada kisaran waktu 1-6 Jam setelah lahir. Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar . , prevalensi inisiasi menyusu dini di Indonesia dari tahun 2013-2018 mengalami peningkatan 2% dari 34. 5%, namun angka tersebut masih jauh dari target yang ingin dicapai yaitu sebesar 90%. WHO (Word Health Organitatio. mengeluarkan standar pertumbuhan anak yang kemudian diterapkan di seluruh dunia yang isinya adalah, menekankan pentingnya ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai usia 6 Setelah itu, barulah bayi di berikan makanan pendamping ASI sambil tetap disusui hingga usia mencapai 2 tahun. Sejalan dengan peraturan yang ditetapkan pleh WHO, di Indonesia juga pentingnya Asi Eksklusif yaitu dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33/2012 tentang pemberian Inisiasi Menyusu Dini (Republik Indonesia. Peraturan menyatakan kewajiban ibu untuk menyusu bayinya sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan (WHO, 2. Data yang di dapatkan dari profil kesehatan Sumatera Utara tahun 2019 jumlah bayi Laki-Laki yaitu 10. bayi, yang mendapat ASI eksklusif hanya berjumlah 743 sekitar 7. 1% dan jumlah bayi perempuan 13. 244 bayi yang mendapat ASI eksklusif berjumlah 846 sekitar 6. Cakupan persentase bayi baru lahir yang mendapat inisiasi dini (IMD) lebih dari 1 jam mencapai 73% dan bayi yang mendapat IMD dibawah 1 jam hanya mencapai 3. Sedangkan persentase bayi mendapat ASI Eksklusif sampai 6 bulan mencapai 73% dan usia 0 sampai 5 bulan Data dari Dinas Kesehatan Mandailing Natal tahun 2019 jumlah bayi 6794 dengan yang mendapatkan ASI eksklusif berjumlah 1223 yaitu sekitar 18%. Di Rumah Sakit Umum Daerah Panyabungan jumlah kelahiran dari bulan April s/d Juli berjumlah 109 dengan jumlah ibu yang melaksanakan IMD hanya berjumlah 26% yaitu 29 ibu. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal (Profil Dinas Kesehatan Mandailing Natal tahun 2. Meskipun menyusu dan ASI sangat bermanfaat, namun belum terlaksana sepenuhnya, diperkirakan 85% ibu-ibu di dunia tidak memberikan ASI secara optimal. Menurut data Riskesdas Indonesia pada tahun 20072013 terjadinya fluktuasi prevalensi pemberian ASI aksklusif dari 32% menurun ke 15. 3% dan di tahun2013 (Kemenkes RI, 2. Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di RSUD Panyabungan yaitu melalui wawancara dengan 10 ibu nifas yang ada di ruang bersalin, 6 dari ibu nifas tersebut tidak megetahui apa itu inisiasi menyusu dini dan manfaat melakukan IMD untuk bayi, 3 ibu mengatakan bahwa tidak perlu melakukan IMD karena bukan hal yang perlu dilakukan saat setelah Ibu nifas juga mengatakan tidak ada anjuran dari petugas untuk melaksanakan IMD. Tujuan penelitian adalah Untuk Mengetahui Hubungan Pengetahuan. Dukungan Keluarga. Petugas Kesehatan dengan Penerapan Inisiasi Menyusu Dini Pada Ibu Post Partum di RSUD Panyabungan Tahun diketahui ada dan tidak hubungan yang bermakna secara statistic dengan derajat 05 atau c=5%. Hasil akhir uji statistic adalah untuk mengetahui apakah keputusan uji Ho ditolak atau Ha Dengan ketentuan apabila p Value < c . Maka Ho ditolak, artinya ada hubungan yang bermakna, jika p value > c . Maka Ho diterima, artinya tidak ada hubungan yang bermakna antar variabel. METODE PENELITIAN Sumber : Data Primer 2021 Dari table diatas diketahui bahwa dari 52 responden terdapat 7 responden . 5%) dalam Kelompok umur < 20 tahun, 31 responden . 6%) dalam kelompok umum 20-35 tahun dan 14 responden . 9%) dalam kelompok umur > 35 tahun. Juga diperoleh dari 52 responden bahwa pendidikan responden yang terbanyak pada kategori tingkat pendidikan menengah (SMA/SMK) sebanyak 42 responden . 8%), responden pada kategori tingkat pendidikan tinggi (D3/PT) sebanyak 9 responden . 3%), dan yang terkecil berada pada kategori tngkat pendidikan Rendah (SD-SMP) 9%), dan diperoleh bahwa dari 52 responden mayoritas responden Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik observasi, karena peneliti independen dengan variable dependen Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Panyabungan pada bulan Maret 2021 sampai Mei 2021. Karena cakupan IMD yang sangat rendah di RSUD Panyabungan Populasi adalah seluruh ibu post partum yang ada di RSUD Panyabungan dengan jumlah 109 untuk priode Juni - Agustus. Tehnik pengambilan Sampel berdasarkan tehnik accidental sampling sebanyak 52 orang. Analisa bivariate. Untuk mengetahui hal itu uji yang dilakukan adalah uji kai kuadrat . sehingga dapat Vol. 6 No. 2 Desember 2021 HASIL PENELITIAN Tabel. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur. Pendidikan. Dan Pekerjaan Ibu di RSUD Panyabungan Tahun 2021 Umur < 20 Tahun 20-35 Tahun > 35 Tahun Pendidikan Rendah (SD-SMP) Menengah (SMA/SMK) Tinggi (D3/PT) Persentase (%) Persentase (%) Pekerjaan Tidak Bekerja Bekerja Total Persentase (%) Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal bekerja yaitu 34 responden . 4%) dan minorotas resonden tidak bekerja yaitu sebanyak 18 responden . Tabel. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan ibu. Dukungan Keluarga. Peran petugas Kesehatan. Dan Penerapan Inisiasi Menyusu Dini di RSUD Panyabungan Pengetahuan Kurang Cukup Baik Dukungan Keluarga Tidak Mendukung Mendukung Peran Petugas Kesehatan Tidak Mendukung Mendukung Penerapan Inisiasi Menyusu Dini Tidak Dilakukan Dilakukan Total Persentase (%) Persentase (%) Persentase (%) Persentase (%) Sumber : Data Primer 2021 Dari table diatas diperoleh dari hasil jawaban responden atas kuesioner pengetahuan ibu tentang pelaksanaan IMD didapati dari 52 responden berpengetahuan kurang yaitu sebanyak 13 responden . %), responden berpengetahuan cukup yaitu sebanyak . berpengetahuan baik yaitu sebanyak 8 responden . 4%), juga diperoleh bahwa dari 52 responden terdapat 36 responden . 2%) memiliki keluarga yang tidak mendukung terhadap pelaksanaan IMD dan 16 responden . 8%) memiliki keluarga yang mendukung terhadap pelaksanaan IMD, juga diperoleh bahwa dari 52 responden terdapat 29 responden . 8%) petugas kesehatan yang tidak mendukung terhadap pelaksanaan IMD dan 23 responden . 2%) petugas kesehatan yang mendukung terhadap pelaksanaan IMD, dan diperoleh bahwa dari 52 responden terdapat 38 responden . 1%) tidak melakukan IMD, dan 14 responden . 9%) melakukan IMD. Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Tabel. Tabulasi Silang Antara Pengetahuan dengan Penerapan IMD di RSUD Panyabungan tahun 2021 Penerapan IMD Tidak Dilakuka Dilaku n % n % Kurang 13 25. Cukup 23 44. 2 8 15. Baik 8 6 11. Total 38 73. 1 14 26. Peng Jumlah Value Sumber : Data Primer 2021 Berdasarkan table 3. diketahui dari 52 responden ibu yang responden dimana terdapat 2 responden . 8%) tidak melakukan IMD dan 6 responden . 5%) melakukan IMD, berpengetahuan cukup banyak 31 responen dimana terdapat 23 responden . 2%) tidak melakukan IMD dan 8 responden . 4%) melakukan IMD dan . %) berpengetahuan kurang dimana seluruh responden tidak melakukan IMD. Hasil Chi-Square diperoleh nilai p value 001 < 0. 05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan Pengetahuan dengan Penerapan Inisiasi Menyusu pada Ibu Post Partum di RSUD Panyabungan Tahun 2021. Tabel. Tabulasi Silang Antara Dukungan Keluarga Pemberian ASI Eksklusif di RSUD Panyabungan tahun 2021 Dukun Kelua Penerapan IMD Tidak Dilak Dilaku n % n % 5 3 5. Tidak Mendu Mendu Total 38 Jumlah Value 6 11 21. 1 14 26. Sumber : Data Primer 2021 Berdasarkan Tabel 4. 9 dari 52 responden dapat diketahui bahwa terdapat 36 responden . 2%) yang mendukung terhadap penerapan IMD dimana terdapat 33 responden . Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal tidak melakukan IMD dan 13 responden . 3%) melakukan IMD dan yang memiliki keluarga yang mendukung terhadap penerapan IMD yaitu 16 responden . 8%) dimana terdapat 5 responden . 6%) tidak melakukan IMD dan 11 responden . 2%) melakukan IMD. Hasil Chi-Square diperoleh nilai p value adalah 0. 000 < 0. 05 sehingga dapat disimpulkan bahwa da hubungan Dukungan Keluarga dengan Penerapan Inisiasi Dini pada Ibu Post Partum di RSUD Panyabungan Tahun 2021. Tabel. 1 Tabulasi Silang Antara Dukungan Petugas Kesehatan dengan Penerapan IMD Eksklusif di RSUD Panyabungan tahun 2021 PEMBAHASAN Pengetahuan Ibu Terhadap Penerapan Inisiasi Menyusu Dini Pada Ibu Post Partum Hasil analisis hubungan antar pengetahuan dengan penerapan inisiasi menyusu dini pada ibu post partum di RSUD Panyabungan Tahun 2021 dapat diketahui bahwa dari 52 responden ibu yang berpengetahuan baik sebanyak 8 responden dimana terdapat 2 responden . 8%) tidak melakukan IMD dan 6 responden . 5%) malakukan IMD, berpengetahuan cukup sebanyak 31 responden dimana terdapat 23 responden . 2%) tidak melakukan IMD dan 8 responden . 4%) melakukan IMD dan . %) Penerapan IMD Peran Petuga Tidak Dilaku Jumlah p Value responden tidak melakukan IMD. Dilaku Hasil Chi-Square diperoleh nilai p Keseh value adalah 0. 001 < 0. 05 sehingga n % n % dapat disimpulkan bahwa ada hubungan Tidak 2 50 3 5. pengetahuan dengan penerapan inisiasi Mendu 6 . 002 menyusu dini pada ibu post partum di Mendu 1 23 1 21 RSUD Panyabungan Tahun 2021. Menurut asumsi peneliti dalam 3 73 1 26 52 10 Total penelitian ini bahwa pada peneliian ini Sumber : Data Primer 2021 dalam melakukan sesuatu. Semakin baik Berdasarkan table 4. 10 dari 52 pengetahuan seorang ibu maka semakin responden dapat diketahui bahwa baik untuk mengetahui terdapat 29 responden . 8%) yang penerapan IMD. Kemudian peneliti tidak mendapat dukungan dari petugas menemukan ada beberapa ibu yang kesehatan terhadap penerapan IMD pengetahuannya baik namun tidak dengan 26 responden . %) tidak melakukan IMD dikarenakan factor melakukan IMD dan 3 responden . melakukan IMD, terdapat 23 responden Dukungan Keluarga Dengan . 2%) mendapat dukungan dari Penerapan Inisiasi Menyusu Dini petugas kesehatan dimana terdapat 12 Pada Ibu Post Partum responden . 1%) tidak melakukan Hasil analisis hubungan antara IMD dan 11 responden . dukungan keluarga dengan penerapan melakukan IMD. inisiasi menyusu dini pada ibu post Hasil Chi-Square diperoleh partum di RSUD Panyabungan Tahun nilai p value adalah 0. 002 < 0. 2021 dapat diketahui bahwa dari 52 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada responden diketahui bahwa terdapat 36 hubungan Petugas Kesehatan dengan responden . 2%) yang memiliki Penerapan Inisiasi Menyusu Pada Ibu keluarga yang tidak mendukung Post Partum di RSUD Panyabungan terhadap penerapan IMD dimana Tahun 2021. terdapat 33 responden . 5%) tidak melakukan IMD dan 13 responden Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal . 3%) melakukan IMD dan yang memiliki keluarga yang mendukung terhadap penerapan IMD yaitu 16 responden . 8%) dimana terdapat 5 responden . 6%) tidak melakukan IMD dan 11 responden . 2%) melakukan IMD. Hasil Chi- Square diperoleh nilai p value adalah 0. 000 < 0. 05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan Dukungan Keluarga dengan Penerapan Inisiasi Menyusu pada Ibu Post Partum di RSUD Panyabungan Tahun 2021. Menurut asumsi peneliti dalam penelitian ini bahwa dukungan keluarga sangat berpengaruh untuk kondisi ibu dalam masa post partum. Baiknya keluarga tetap memberikan dukungan untuk ibu. Baiknya dukungan tersebut dapat merubah perilaku dari ibu. Jadi semakin baik dukungan yang diberikan untuk pelaksanaan IMD maka semakin baik dalam pelaksanaan IMD. Dukungan Petugas Kesehatan Dengan Penerapan Inisiasi Menyusu Dini Pada Ibu Post Partum Hasil petugas kesehatan dengan penerapan inisiasi dini pada ibu post partum di RSUD Panyabungan Tahun 2021 dapat diketahui bahwa dari 52 responden dapat diketahui bahwa terdapat 29 responden . ,8%) yang tidak mendapat dukungan dari petugas kesehatan terhadap penerapan IMD dengan 26 responden . %) tidak melakukan IMD dan 3 responden . ,8%) melakukan IMD, terdapat 23 responden . ,2%) mendapat dukungan dari petugas kesehatan dimana terdapat 12 responden . ,1%) tidak melakukan IMD dan 11 responden . ,2%) melakukan IMD. Hasil Chi-Square diperoleh nilai p value adalah 0. 002 < 0. 05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan Petugas kesehatan dengan penerapan inisiasi menyusu dini pada ibu post partum di RSUD Panyabungan Tahun Menurut asumsi peneliti dalam penelitian ini bahwa petugas kesehatan Vol. 6 No. 2 Desember 2021 berperan aktif dalam memajukan kesejahteraan ibu dan anak. Dukungan yang diberikan oleh tenaga kesehatan sangat mempengaruhi perilaku setiap Dukungan yang baik maka pelaksanaan atas apa yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan maka akan dilakukan oleh pasien. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan kesimpulan dari 52 responden dapat diketahui bahwa terdapat 29 responden . 8%) yang tidak mendapat dukungan dari petugas kesehatan terhadap penerapan IMD dengan 26 responden . %) tidak melakukan IMD dan 3 responden . melakukan IMD, terdapat 23 responden . 2%) mendapat dukungan dari petugas kesehatan dimana terdapat 12 responden . 1%) tidak melakukan IMD dan 11 responden . melakukan IMD. Hasil Chi-Square diperoleh nilai p value adalah 0. 05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan Petugas Kesehatan dengan Penerapan Inisiasi Menyusu Pada Ibu Post Partum di RSUD Panyabungan Tahun 2021. Disarankan penelitian ini agar lebih meningkatkan minat dalam mencari informasi dan menambah pengetahuan baik melalui media elektronik, buku, artikel mupun pelaksanaan penerapan Inisiasi Menyusu Dini. Dan menambah bahan literature mengenai manfaat pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini pada bayi dan ibu post partum dan hasil penelitian ini dapat ditambahkan sebagai bahan referensi di perpustakaan untuk menambah wawasan REFERENSI