SESAWI Article Histori: JURNAL TEOLOGI DAN PENDIDIKAN KRISTEN VOLUME 1. NO 1 DESEMBER 2019 Availble at: http://sttsabdaagung. Submited Reviewed Acepted Published :07/07/2019 :20/07/2019 :29/11/2019 :9/12/2019 FILSAFAT SEBAGAI ANCILLA THEOLOGIAE DAN IMPLEMENTASINYA PADA MASA KINI Made Nopen Supriadi1 Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu madenopensupriadi@sttab. Abstract Philosophical thinking exists in every human being. But is it true that Every philosophical thought is true? Many believers today still have anti philosophical Even though historical facts show that each era has its own philosophical challenges. The historical part of Christianity has shown that there is a good integration between theology and philosophy, so philosophy is said to be ancilla Therefore the article was written to try to help believers in theological understanding of philosophical principles as ancilla theologiae and to provide forms of implementation of these principles for believers today. Key Words: Philosophy. Ancilla. Theologiae. Implementation Abstraksi Berpikir secara filosofis ada dalam setiap manusia. Namun benarkah setiap pemikiran filosofis adalah benar?. Banyak orang percaya pada masa kini masih memiliki sifat anti-filsafat. Padahal fakta sejarah menunjukkan setiap zaman memiliki tantangan filsafat masing-masing. Bagian sejarah keKristenan telah memperlihatkan adanya integrasi yang baik antara filsafat dan teologi, sehinga filsafat dikatakan sebagai ancilla theologiae. Oleh karena itu artikel ditulis untuk mencoba menolong orang percaya dalam memahami secara teologis prinsip filsafat sebagai ancilla theologiae dan memberikan bentuk implementasi prinsip tersebut dalam kehidupan orang percaya pada masa kini. Kata Kunci: Filsafat. Ancilla. Theologiae. Implementasi PENDAHULUAN Filsafat merupakan bagian yang tak terhindarkan dalam kehidupan manusia. Filsafat bagaikan sebuah daerah yang tak bertuan yang direbut oleh teologi dan sains serta diserang oleh teologi dan sains. 2 Pada abad modern filsuf modern melakukan rethingking integration antara teologi dan filsafat sehingga melahirkan pemahaman filsafat sebagai regina scientiarum . he mother of Science. 3 Dengan demikian pada masa era modern pandangan filsafat sebagai ancilla theologiae telah berubah. Pada era Made Nopen Supriadi adalah seorang hamba Tuhan yang melayani di STT Arastamar Bengkulu (STTAB) sebagai Asisten Dosen dalam Bidang Perjanjian Lama dan Filsafat. Menyelesaikan S-1 Teologi pada Maret, 2014 di Sekolah Tinggi Teologi Ebenhaezer (STTE) di Tanjung Enim. Sumatera Selatan dan saat ini sedang menempuh pendidikan Magister Teologi (M. konsetrasi Biblika di STT SETIA Jakarta. Harry Hamersama. Pintu Masuk Ke Dunia Filsafat (Yogyakarta: Kanisius, 1. , 9 Will Durant menuliskan: Ayphilosophy is still regina scientiarum, and would be every where recognized as such if she clothed herself in her ancient majestic, brought all the sciences into her service, and took all knowledge as her instrumentAy. (Lih. Will Durant. The Pleasures of Philosophy: An Attempt at a Consistent Philosophy of Life (New York: Simon and Schuster, 1. , . CopyrightA 2019. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. modern filsafat membuktikan kemajuannya pada ilmu pengetahuan dan teknologi kepada peradaban manusia. Keadaan demikian membuat ilmu pengetahuan dan filsafat berada di atas theologia, dan menempatkan theologia di bawah kontrol metode ilmu pengetahuan dan filsafat modern. Mengenai hal tersebut Kevin Tonny Rey menuliskan: Di sisi lain, teologi menjadi subordinansi bahkan disingkirkan karena peran rasio yang terlalu besar sehingga untuk dapat diterima harus rasional dan historikal. Teologi bukan membicarakan ranah metafisis/ontologis melainkan pemahaman konsepsi manusia secara rasional dan empiris. Teologi di bawah kendali rasio, akibatnya segala sesuatu yang berkaitan dengan rasio. Hal tersebut terjadi mulai pada masa Renaissance dan aufklarung, hingga berlanjut pada masa modern. Selain itu pemikiran filosofis masa kini menempatkan teologi hanya pada wilayah agama dan moral. Sehingga teologi tidak memiliki peran dalam ilmu 5 Louis Leahy menuliskan bahwa Aysains memiliki metode-metode dan hukum-hukumnya sendiri, dia tidak mau dikuasai oleh suatu instansi rohani. Dia menolak penyusupan iman ke dalam bidangnyaAy. 6 Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa filsafat sama sekali tidak menjadi pelayan teologi, justru memisahkan pemikiran teologis dari ilmu pengetahuan. Pandangan tersebut semakin meluas dalam kehidupan orang percaya. Banyak orang percaya juga tidak memahami prinsip filsafat sebagi pelayan teologi. 7 Bedjo Lie mengatakan: Terdapat orang Kristen yang antipati terhadap filsafat! Bagi kelompok ini, filsafat adalah hikmat dunia dan Alkitab adalah hikmat Tuhan. Keduanya saling bertentangan seperti air dan minyak dan tidak pernah menghasilkan sintesis. Mereka yang mau hidup dalam Tuhan harus menjauhkan diri bahkan memusuhi Kelompok yang tidak mau memahami filsafat maka juga akan gagal menerapkan pemikiran filosofis dalam memahami teologi. Dari latar belakang tersebut maka masalah tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut, yaitu bagaimana tinjauan teologis pemahaman filsafat sebagai ancilla theologiae?. Bagaimana konsep filsafat sebagai ancilla theologiae dalam sejarah Gereja secara khusus pemahaman pada abad patristik dan pertengahan?. Dan bagaimana implementasi prinsip filsafat sebagai ancilla Kevin Tonny Rey. Konstruksi Teologi Dalam Konteks Reposisi Pemikiran Warga Gereja. Epigraphe: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani. Vol. No. : 4. https://w. net/publication/333514245_Konstruksi_Teologi_dalam_Konteks_Reposisi_Pe mikiran_Warga_Gereja, online 24 November 2019. Simon Lukmana. Alkitab. Sains Dan Hidup. Buletin Pillar. September . , https://w. org/artikel/alkitab-sains-dan-hidup, online 24 November 2019. Louis Leahy SJ. Aliran-aliran Ateisme, (Yogyakarta: Kanisius, 1. , 116-117 Eddy Peter Purwanto menuliskan ada empat kelompok orang Kristen dalam memahami filsafat. Pertama, kelompok orang Kristen bingung, artinya kelompok yang tidak pernah memiliki pendirian yang Kedua, kelompok Kristen kepala batu, artinya kelompok yang menolak perubahan. Ketiga, kelompok Kristen peragu, artinya kelompok yang meragukan sesuatu untuk kemungkinan bagi pengetahuan sejati. Keempat, kelompok Kristen kompromis, artinya kelompok keKristenan mendamaikan filsafat dan teologi. Kelima, kelompok Kristen Alkitabiah, artinya kelompok Kristen yang berdasarkan Alkitab. (Lih. Eddy Peter Purwanto. Kekristenan Zaman Ini Sedang Ditawan Oleh Filsafat Yang Kosong. PhiladelphiaInternational. com,8Februari. ,http://philadelphia-ternational. com/sermon eddy keristenan ditawan oleh filsafat kosong. , online 24 November 2019. Bedjo Lie. Apakah Orang Kristen Perlu Belajar Filsafat? AyDedewijaya. comAy, 6 Mei . , https://dedewijaya. com/2011/05/06/apakah-orang-kristen-perlu-belajar-filsafat/, online 25 November 2019. CopyrightA 2019. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. theologiae pada masa kini berdasarkan hasil tinjauan teologis dan historis mengenai filsafat sebagai ancilla theologiae?. Berdasarkan rumusan masalah di atas maka metode9 yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode analisis deskriptif. Dikatakan analisis, karena Audata di interpretasikan melalui tahap pengumpulan, pengorganisasian dan pengurutan ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga data tersebut dapat diberi arti dan makna yang berguna dalam memecahkan masalah penelitian. Ay 10 Kemudian dikatakan metode deskriptif, karena Au penelitian ini memusatkan diri pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang. Ay11 Dengan demikian metode ini digunakan untuk dapat memberikan analisis secara teologis terhadap prinsip filsafat sebagai ancilla theologiae dan implementasinya pada masa kini yang disajikan secara deskriptif. Selanjutnya hasil dari penulisan artikel ini dituliskan untuk mengingatkan kembali orang percaya tentang sebuah pemahaman penting mengenai relasi teologi dan Sehingga dalam pembahasan akan menuliskan mengenai definisi filsafat sebagai Oleh karena itu pada bagian ini akan membahas tentang pemahaman filsafat sebagai ancilla theologiae. Dalam pembahasan ini akan memberikan definisi tentang filsafat sebagai ancilla theologiae, setelah itu penulis akan memberikan tinjauan Alkitabiah konsep filsafat sebagai ancilla theologiae, pandangan Bapa-bapa Gereja, formulasi prinsip filsafat sebagai ancilla theologiae dan implementasinya serta Definisi Filsafat Ancilla Theologiae Sebelum memberikan definisi ada beberapa kata penting yang perlu dipahami, yaitu kata filsafat, ancilla dan theologiae. Istilah filsafat (Ingg. artinya dari kata Yunani AophiliaAo artinya AocintaAo dan AosophiaAo artinya AohikmatAo. 12 Jadi definisi filsafat secara sederhana adalah Aopencinta kebijaksanaanAo . over of wisdo. 13 Selanjutnya Kata AoancillaAo merupakan bahasa latin yang artinya Aomaid (Ingg. )Ao kata ini adalah benda yang Kata metode atau metodologi berasal dari bahasa Yunani AumethodosAy dan AulogosAy yang berarti cara atau jalan. Sehubungan dengan karya ilmiah maka Aumetode menyangkut masalah, cara kerja untuk memahami cara baik objek yang menjadi sasaran ilmu pengetahuanAy (Lih. Kuncoro Ningrat. Methodology Penelitian Masyarakat, (Jakarta: Gramedia, 1. , . Bdg. Muhamad Nazar mengemukakan pendapatnya mengenai penelitian yang diterjamahkan dalam bahasa Inggris yaitu AuReseachAy dari kata re yang berarti kembali dan Auto researchAy artinya mencari dengan cara yang tersusun dengan menggunakan metode-metode ilmiah (Lih. Muhamad Nazar. Metode Penelitian, (Jakarta: Garatia Indonesia, 2. , . Lexy J. Moleong. Metode Penelitaian Kualitatif, (Bandung: CV. Remaja Karya, 1. , 112-113 Winarno Surakhmad. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode Tehnik, (Bandung: Penerbit Tarsito, 1. , 140 Henk ten Napel. Kamus Teologi (Jakarta: BPK. Gunung Mulia, 1. , 245. Bdg. Kata filsafat berasal dari kata Yunani filosofia, yang diturunkan dari kata kerja fiolosofein, yang berarti: mencintai Akan tetapi arti kata ini belum menampakan hakekat filsafat yang sebenarnya. Sebab AymencintaiAy masih dapat dilakukan secara pasif saja. Padahal dalam pengertian fiolosofein itu terkandung gagasan, bahwa orang yang mencintai kebijaksanaan tadi, yaitu seorang filsuf, dengan aktif berusaha memperoleh kebijaksanaan. Oleh karena itu kata filsafat lebih mengandung arti Ayhimbauan kepada kebijaksanaanAy. Dengan demikian jelaslah, bahwa kebijaksanaan itu belum diraih, masih diusahakan. (Lih. Harun Hadiwijono. Sari Sejarah Filsafat Barat (Yogayakarta: Kanisius, 2. , 8 ) Harun Hadiwijono memberikan definisi filsafat adalah usaha manusia dengan akalnya untuk memperoleh suatu pandangan dunia dan hidup yang memuaskan hati. (Lih. Hadiwijono. Sari Sejarah, 8. Bdg. Soetriono, istilah AoloverAo mengungkapkan mengenai orang yang memiliki keinginan atau hasrat besar untuk mencintai kebijaksanaan. (Lih. Soetriono. Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian (Yogyakarta: ANDI, 2. , . CopyrightA 2019. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. artinya gadis, anak perempuan, pembantu rumah tangga wanita. 14 Selanjutnya kata AotheologiaeAo merupakan bahasa latin yang artinya AotheologyAo yang artinya teologi, ilmu Dengan demikian arti dari filsafat sebagai ancilla theologia adalah filsafat sebagai pelayan theologia (Philosophy is Handmaiden of Theolog. Filsafat sebagai ancilla theologiae memiliki arti bahwa filsafat tunduk kepada theologia dan menjadi pelayan theologia, yang membawa kekayaan theologia, memperindah penyampaian theologia dan sebagai kerangka berpikir theologia. Tinjauan Teologis Filsafat Sebagai Ancilla Theologiae Filsafat sebagai Ancilla Theologiae merupakan konsep yang Alkitabiah. Filsafat yang dimaksud adalah mencintai hikmat. Alkitab menyatakan Aopermulaan hikmat adalah takut akan TUHANAo (Ams. TUHANlah yang memberikan hikmat (Ams. Yesus Kristus adalah pusat hikmat Allah dalam rahasia keselamatan dan hikmat Allah dalam manusia membangun kehidupannya . Kor. 10:30. Kol. Filsafat yang juga memiliki arti sebagai hikmat juga sudah ada pada waktu Hal tersebut terlihat dari peristiwa Adam yang berpikir untuk menamai semua binatang yang ada di Taman Eden. Selain itu manusia juga ditempatkan di taman Eden untuk memelihara dan mengusahakan taman Eden. Aktivitas tersebut dapat dikerjakan dengan manusia menggunakan potensi yang diberikan oleh Tuhan, yaitu pola Disinilah manusia sudah menggunakan filsafatnya. Ketika Adam berpikir tentang sebuah eksistensi yang sepadan dengannya, maka disana Adam sudah menggunakan prinsip berpikir. Maka sebelum manusia kejatuhan ke dalam dosa manusia sudah memakai filsafat untuk mengerjakan mandat dari Allah. Dari fakta tersebut menunjukkan bahwa filsafat bisa harmonis dengan kehidupan spiritualitas manusia dan filsafat menjadi penolong untuk mengerjakan tanggung jawab dari Allah. Dalam PL Raja Salomo dikenal sebagai tokoh yang berhikmat, hal tersebut dapat kita lihat dari tulisan-tulisannya, salah satunya Kitab Pengkhotbah yang memberikan pengajaran hikmat tertinggi yaitu takut akan Tuhan (Pkh. Dengan demikian filosofi yang ada pada salomo, menuntun dia mengerti the ultimate of wisdom yaitu hidup ini sia-sia dan yang terutama ialah takut akan Tuhan. Salomo berhasil mengintegrasikan filsafat untuk menyampaikan isi imannya. Dalam Perjanjian Baru (PB) hubungan teologi dan filsafat dapat dijelaskan dalam makna inkarnasi. Yesus yang adalah Firman berinkarnasi menjadi manusia. Maka teologi juga memiliki sifat inkarnatif. Secara ontologi teologi tidaklah berasal dari filsafat bahkan sebelum filsafat ada AoSang TheosAo sudah ada. Namun secara praktis teologi pada masa kini dimasukkan ke dalam salah satu rumpun cabang filsafat atau bagian dari ilmu, apakah nilai iman kita merasa lebih rendah? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka kita harus berpikir secara inkarnatif, yaitu Teologi Aomerelakan diriAo untuk dibatasi dalam disiplin ilmu dan filsfat agar dapat berada di tempat itu utnuk menggarami dan menerangi wilayah tersebut. Peter Salim. The Contemporary English Ae Indonesian Dictionary (Jakarta: Modern English Press, 2. , 1117. John M. Echols dan Hasan Shadily. Kamus Inggris Indonesia (Jakarta: PT. Gramedia Indonesia, 2. , 586. Bdg. Estes. AoWisdom And Biblical TheologyAo Dictionary of The Old Testament Wisdom. Poetry & Writings (Tremper Longman i & Peters Enns. Ed. England: Intervasity Press, 2. , 857-858 Bilt T. Arnold. Genesis (Cambridge: Cambridge University, 2. , 59-60 CopyrightA 2019. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Selanjutnya pengintegrasian filsafat dan teologi dapat kita temukan dalam tulisan PB yaitu Kisah Para Rasul (KPR) 14:17. 17:22-31 menerangkan bahwa dengan mengetahui filsafat seseorang berarti memperoleh kunci untuk memahami dan berbicara dengan orang tersebut, namun filsafat tidak dapat menjadi isi dalam iman seseorang, oleh karena dunia tidak mengenal Allah (A Kor. 1:21. 2:6-. 18 Dengan demikian Alkitab menunjukkan bahwa penggunaan filsafat untuk menerangkan kebenaran tidak salah, selama filsafat tersebut dalam konteks mendampingi atau menolong pola pikir Tetapi Alkitab tetap juga memberikan batasan agar filsafat tidak menjadi isi kebenaran namun hanya sebagai pelayan kebenaran . he philosophy is handmainded of Theolog. Pemikiran Filsafat Sebagai Ancilla Theologiae Dalam Sejarah Pemikiran Kristen Filsafat juga mengalami perkembangan dari masa ke masa. 19 Dalam konteks keKristenan penerimaan filsafat juga mengalami penerimaan dan penolakan. Colin Brown menuliskan bahwa di dalam gereja mula-mula terdapat semacam hubungan cinta-benci dengan filsafat sekuler. 20 Bapa Gereja yang menolak penggunaan filsafat pada waktu itu, yaitu Tertulianus . - 220 M), ia menyatakan bahwa filsafat sebagai sumber timbulnya segala bidat, dan bersikeras bahwa hikmat dunia tanpa iman adalah sia-sia. 21 Tertulianus menyatakan: AyPerbedaan dasar iman Kristiani dengan akal baik karea Allah itu tak terjangkau oleh akal yang lemah maupun karena manusia berdosa secara menyeluruh sehingga akal budinya tidak bisa diandalkan: credo quia absurdum . ku percaya justru karena tidak masuk aka. Ay22 Berbeda dengan Tertulianus ada juga Bapa-bapa gereja yang menerima Filsafat. Arman Riyanto menuliskan: Para patristik pada umumnya mengadopsi dan mengintegrasikan filsafat ke dalam teologi, aintaranya Amrosius. Gregorius. Agustinus. Origenes. Basilius Agung. Gregorius Nisa dan Yohanes Kristomus. Mereka memandang filsafat sangat berperan dalam refleksi iman Kristiani dan iman Kristiani memperngaruhi diskursus filsafat, mentransformasikannya dan membaptisnya. Henry C. Thissen. Teologi Sistematika (Vernon D. Doerksen, ed. Malang: Gandum Mas, 1. , 5 Sejarah perkembangan filsafat dibagi menjadi lima periode, yaitu: . Zaman Yunani Kuno . SM Ae 200 M), . Zaman Patristik dan Pertengahan . -1600 M), . Zaman Modern . 0-1800 M), . Zaman Baru . 0-1950 M), . Zaman pasca modern . 0-sekaran. (Lih. Sutarjo A. Wiramiharja. AoPengantar Filsafat: Sistematika Sejarah Filsafat Logika dan Filsafat Ilmu (Epistemolog. Ao. Metafisika dan Filsafat Manusia Aksiologi (Bandung: Rafika Aditama, 2. , 45-. Bapak Gereja berbahasa Yunani Yustinus Martir . eninggal 165 M) telah lama menjadi murid filsafat sebelum ia menjadi seorang Kristen. Dia mengemukakan bahwa Logos (Firman atau aka. ilahi telah memberikan pencerahan kepada para pemikir seperti Sokrates sehingga melihat segala kesalahan dari agama-agama kafir yang menyembah berhala. Kesimpulan logis pencerahan demikian itulah Kristen. Origenes . Ae 254 M) bahkan melebihi Yustinus dalam rasa hormat mereka terhadap filsafat klasik. Origenes menggunakan pikiran-pikiran Plato untuk menafsirkan kembali seluruh wawasan pengajaran Kristen mengenai Allah. Kristus dan keselamatan. (Lih. Colin Brown. Filsafat & Iman Kristen (Ter. Lena Suryana dan Sutjipto Subeno. Jakarta: LRII, 1. , 10-. Brown. Filsafa, 11 Mudji Sutrisno & F. Budi Hardiman, ed. Para Filsuf Penentu Gerak Zaman (Yogyakarta: Kanisius, 1. , 31 Armada Riyanto. AoFilsafat Divinitas (Keilahia. Atau AoTeologiAo. Jurnal Teologi, 04 . , 5771. Salah satu rumus refleksi Agustinus mengenai perjalanannya menuju iman Kristiani termuat dalam karyanya yang termasyhur. AyconfessionesAy. Agustinus menggoreskan kekagumannya ketika membaca karya Plotinos, sekaligus menggoreskan perasaannya seakan-akan Aybelum sampaiAy pada yang baru CopyrightA 2019. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Dengan demikian sekalipun filsafat pada era Patristik menghadapi penolakan, namun banyak pemikir Bapa Gereja yang tetap menerima dan mentransformasikan filsafat bagi iman Kristen. Selanjutnya gereja memasuki abad pertengahan, pada abad ini hadir Thomas Aquinnas. Stevri mengutip dari pernyataan Thomas Aquinas tentang pandangannya terhadap filsafat: philosophy can approve by means of reason unaided by revelation some truths proposed by Christian faith. It can clarify truths which cannot be It can defend the principles of Christian faith against their Dari pernyataan Aquinas tersebut menunjukkan bahwa filsafat dapat memberikan kontribusi dalam menyetujui kebenaran yang benar, memberikan klarifikasi kebenaran dan mempertahankan prinsip iman Kristen dari para penyerang. Thomas Aquinas dalam bukunya Summa Theologiae memberikan sebuah prinsip dialog filsafat dan teologi. Ia menegaskan kembali bahwa philosophia ancilla theologia, dimana filsafat menjadi bidan bagi teologi. Filsafat banyak menolong orang mengenal, memahami, menghayati, menekuni dan memperkokoh iman manusia. 25 Selanjutnya dalam situs got question menuliskan bagaimana penggunaan filsafat dalam sejarah keKeristenan: Christian can and should study philosophy if led in that direction, but, as in all things in life, the study must be carried out in submission to God. Philosophy can be used to build beatiful and enlightening arguments base on what is reveled by God to be true, or it can be used to deconstruct and confuse a fallen mind that trust itself rather than its creator. We praise the Lord for Christian philosophers the centuries who have exerted a positive influence in the world of philosophy and have pointed people to the truth: Augustine. Aquinas. Calvin. Kierkegaard and others. We are also indebted to more modern thinkers such as C. Lewis. Alvin Platinga. Norman Geisler. Francis Schaeffer. Ravi Zacharias, and William Lane Craig, who have continued to prove that Christian Theology more than holds its own in the study of philosophy. Tulisan di atas dengan jelas menunjukkan bahwa filsafat masih tetap relevan digunakan dalam konteks pemikiran masa kini. Filsafat dari masa ke masa filsafat telah digunakan dan diintegrasikan dalam membangun argumen-argumen baik untuk mempertahankan iman Kristen dan membongkar kesalahan dari sebuah pemikiran penentang iman Kristen. Hal tersebut telah dilakukan pada masa-masa reformasi dan sampai saat ini juga masih banyak theolog yang mengintegrasikan filsafat untuk menolong dalam membangun iman Kristen serta mempertahankan prinsip Teologi sebagai the queen of science. Integrasi tersebut akhirnya menghasilkan perpaduan yang harmonis antara filsafat dan teologi yaitu sophitheologia, sociotheologia . ntegrasi theologia dengan sosiolog. , biotheologia . ntegrasi theologia dengan biolog. , sanggup dirumuskannya sesuda ia mulai beriman, yaitu bahwa Nomen Christi non erat ibi (Nama Kristus belum terdapat dalam tulisan Neoplatonisme it. (Lih. Sutrisno & F. Budi Hardiman, ed. Para Filsuf . Stevri I. Lumintang. Keunikan Theologia Kristen Di Tengaj Kepalsuan (Batu: Departemen Literatur PPII, 2. , 164 Marcellius Ari Christy. AoDialog Filsafat Teologi Ala Thomas AquinasAo Academia. edu 02/25 . September https://w. edu/28369458/Dialog_Filsafat_Teologi_ala_Thomas_Aquinas. Should a Christian Study of Philisophy. Got Question, diakses pada 30 September 2019 dari https://w. org/Christian-philosophy. CopyrightA 2019. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. ntegrasi theologia dengan ekolog. , dan demikian seterusnya dengan disiplin ilmu yang lain. Dari tinjauan historis pemikiran Kristen menunjukkan bahwa lahirnya pemikiran filsafat sebagai ancilla theologiae dipengaruhi oleh dua peradaban filsafat, yaitu zaman patristik dan abad pertengahan. Selanjutnya pada kedua zaman tersebut juga menunjukkan adanya tempat dimana integrasi bisa terjadi antara filsafat dan teologi. Dengan belajar dari sejarah maka para teolog masa kini memiliki tugas penting yaitu bagaimana menemukan sebuah titik integrasi dari sebuah filsafat yang saat ini dinilai sulit untuk berintegrasi, salah satunya postmodernisme. METODE Berdasarkan latar belakang di atas maka metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah analisis deskriptif. Dikatakan analisis, karena data yang ditemukan diintepretasikan melalui tahap pengumpulan, pengorganisasian dan pengurutan ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga data tersebut dapat diberi arti dan makna yang berguna dalam memecahkan masalah penelitian. Dengan demikian metode penelitian ini digunakan untuk memberikan analisis secara teologis terhadap prinsip filsafat sebagai ancilla theologiae dan implementasinya pada masa kini yang disajikan secara deskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pembahasan karya ilmiah ini diuraikan sebagai berikut: Prinsip Filsafat Sebagai Ancilla Theologiae Formulasi prinsip philosophia ancilla theologia, berdasarkan dari pemahaman filsafat menjadi bidan bagi teologi . andmaiden theolog. Telah dijelaskan filsafatlah yang menolong orang mengenal, memahami, menghayati, menekuni dan memperkokoh Dari definisi tersebut maka penulis akan memformulasikan konsep filsafat sebagai ancilla theologiae, yaitu: filsafat memundahkan manusia memahamisecara rasional misteri iman, filsafat memperkaya theologia, filsafat mengindahkan theologi, filsafat menjadi kerangka theologia dan filsafat memiliki batasan wilayah dan tunduk pada arahan yang ditetapkan theologia. Filsafat Memudahkan Manusia Memahami Secara Rasional Rahasia Iman Kristen Iman Kristen tidak hanya terjalin dalam ranah spiritualitas, tetapi segala aspek terintegrasi dengan iman Kristen. Namun untuk bisa mengintegrasikan iman tersebut. Allah membukakan berbagai rahasia ilmu pengetahuan kepada manusia. Ilmu pengetahuan yang telah tersingkapkan menolong manusia untuk dapat menerangkan pemikiran teologis. Mengenai hal tersebut Stevri menuliskan: Presuposisi bahwa semua kebenaran adalah kebenaran Allah. Tidak ada kebenaran di luar Allah. Semua kebenaran berasal . ersumber dari Alla. yang mewahyukan-Nya dalam dua modus, yakni penyataan umum dan penyataan khusus. Kedua penyataan ini adalah sumber semua ilmu pengetahuan yang ada pada manusia. Wahyu umum adalah sumber ilmu pengetahuan yang ada pada manusia dan filsafat, sedangkan wahyu khusus adalah sumber pengetahuan theologia. Wahyu umum dapat ditemukan melalui seluruh ciptaan Allah, sedangkan wahyu khusus hanya ditemukan Stevri I. Lumintang. Theology The Queen of Science and The Master of Philosophy (Jakarta. Geneva Insani Indonesia, 2. , 72 CopyrightA 2019. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. dalam Kitab Suci saja (Alkita. Untuk memahami wahyu umum dan khusus memerlukan metode. Wahyu memerlukan metode penelitian ilmiah, sedangkan wahyu khusus memerlukan metode hermeneutika Biblikal. Dengan metode tersebut wahyu umum menghasilkan filsafat, psikologi, sosiologi, antrophologi dan sebagainya. sedangkan wahyu khusus menghasilkan theologia. Karena kedua wahyu ini tidak dapat dipisahkan maka studi integratif tidak dapat terelakkan lagi. Theolog Kristen yang belajar ilmu pengetahuan dan ilmuwan Kristen yang belajar theologia adalah yang berkemampuan untuk mengadakan kajian integratif. Ilmu pengetahuan memberikan informasi-informasi untuk memperjelas rumusan theologia yang digali dari Alkitab, dan theologia menjawab yang tidak dapat dijawab oleh ilmuwan atau mengisi yang tidaak dapat diisi oleh ilmu pengetahuan sehingga menghasilkan sophitheologia . ntegrasi theologia dengan filsafa. , sociotheologia . ntegrasi theologia dengan sosiolog. , biotheologia . ntegrasi theologia dengan biolog. , ecotheologia . ntegrasi theologia dengan ekolog. , dan demikian seterusnya dengan disiplin ilmu yang lain. Inilah peranan theologia sebagai a queen of sciences (QS. dan a master of Philosophy (MP. Filsafat memberikan jembatan untuk menyeberangkan isi pemikiran teologis. Allah memakai rasio manusia yang telah diperbaharui untuk dapat mengerti dan menintegrasikan pemikiran teologis sehingga konsep iman yang rumit dapat diterangkan pada konteks yang tepat. Filsafat Memperkaya Theologia Filsafat sebagai ancilla theologiae memiliki peran sebagai pelayan yang memperkaya teologia. Filsafat tidak menjadi obyek kekayaan tetapi filsafat hanya menjadi pembawa kekayaan. Filsafat yang kosong akan mengambil kesempatan untuk mencuri kekayaan theologia dan berpikir bahwa theologia akan menjadi miskin dan filsafat menjadi lebih kaya, maka munculah pengertian the philosophy is the master of Apakah theologia menjadi miskin jika tanpa filsafat?. Tidak Theologia tetap kaya dan sangat kaya, namun Theologia yang kaya membutuhkan pelayan untuk dapat menunjukkan kekayaan theologia tersebut. Mengenai hal tersebut penulis kembali menegaskan pendapat Stevri yang menuliskan: Theolog Kristen yang belajar ilmu pengetahuan dan ilmuwan Kristen yang belajar theologia adalah yang berkemampuan untuk mengadakan kajian Ilmu pengetahuan memberikan informasi-informasi untuk memperjelas rumusan theologia yang digali dari Alkitab, dan theologia menjawab yang tidak dapat dijawab oleh ilmuwan atau mengisi yang tidaak dapat diisi oleh ilmu pengetahuan sehingga menghasilkan sophitheologia . ntegrasi theologia dengan filsafa. , sociotheologia . ntegrasi theologia dengan sosiolog. , botheologia . ntegrasi theologia dengan biolog. , ecotheologia . ntegrasi theologia dengan ekolog. , dan demikian seterusnya dengan disiplin ilmu yang lain. Inilah peranan theologia sebagai a queen of sciences (QS. dan a master of Philosophy (MP. Stevri I. Lumintang. Theology The Queen, 71-72. Bdg. Sebagai ancilla theologiae, filsafat bagai hamba yang bertugas memudahkan manusia memahami secara rasional aneka misteri iman yang diwahyukan Allah. Wahyu sering kali Aytidak masuk akalAy. Contoh paling jelas adalah apa yang disebut sebagai AyinkarnasiAy. Inkarnasi jelas bertentangan dengan prinsip AyActus PurusAy kodrat Allah. Filsafat membantu teologi sedemikian rupa bahwa misteri iman yang tidak bisa dipahami oleh budi manusia sepenuhnya itu tidak berarti irrasional (Lih. Armada Riyanto. AoFilsafat Divinitas (Keilahia. Atau AoTeologiAo. Jurnal Teologi, 57-71 Lumintang. Theology The Queen, 72 CopyrightA 2019. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Dengan demikian sekalipun filsafat ingin menundukkan theologia, namun theologia yang kaya justru mampu mendekati filsafat dan membuat filsafat semakin kaya, aplikatif dan bertujuan baik. Sebaliknya filsafat yang merasa lebih kaya dari theologia justru menjadi tidak bernilai karena merusak nilai kehidupan manusia. Filsafat Mengindahkan Theologia Filsafat sebagai pelayan menempatkan posisi sebagai bagian yang mendukung mengindahkan Theologia. Theologia sudah sangat indah karena keindahan Theologia bukan pada Theolognya atau sistemnya tetapi pada Theosnya. Theologia adalah isi yang indah, namun isi yang indah ini berada pada tempat yang berbeda. Mengenai hal tersebut Calvin menambahkan bahwa filsafat hanya sebuah Aypersuasive speech,Ay yang menarik pemikiran manusia dengan argumen yang elegan dan masuk akal. Sehingga di setiap tempat ada sistem berpikirnya, oleh karena itu agar isi yang indah ini dapat berada dengan indah ditempat yang baru, maka perlu pelayan yang mengantarkan dan memberikan bentuk yang sesuai dengan konteks, sehingga keindahan Theologia dapat dilihat sesuai dengan konteksnya. Filsafat Menjadi Kerangka Theologia Theologia yang kaya dan indah tidak bisa ditegakkan dengan baik jika ditopang oleh kerangka yang baik. Theologia sudah memiliki kerangkanya sendiri, karena itu filsafat hanya membantu agar berdirinya filsafat sesuai dengan kebutuhan manusia. Hal tersebut dituliskan oleh Stevri: Meskipun hakikat filsafat adalah teoritis dan abstrak, namun filsafat dapat menjadi suatu yang menolong dalam kehidupan sehari-hari. Memang, filsafat pada masa lalu sangat menekankan sentuhan disiplin ilmu yang memiliki nilai Di antaranya, filsafat menolong anggota masyarakat untuk mengerti Filsafat menolong untuk mengamati dan mencermati apa yang terkandung dalam pertanyaan besar berkenaan dengan nilai dan peran pribadi atau kelompok dalam suatu masyarakat. Filsafat besifat praktikal dan teologi bersifat prinsip, jadi prinsip teologi menggerakkan filsafat secara praktikal. Dengan demikian filsafat hanya menjadi kerangka yang mengekspos teologi, menopang teologi agar dapat berdiri pada konteks yang tepat. Kerangka filsafat menolong untuk melindungi bagian vital yaitu teologi. Filsafat Memiliki Batasan Wilayah Dan Tunduk Pada Arahan Yang Ditetapkan Theologia Filsafat adalah pelayan teologi, oleh karena itu wilayah kerja filsafat ditentukan oleh teologi. Teologi tetap menjadi isi dan filsafat berada disekitar isi. Filsafat mengerjakan apa yang menjadi kebutuhan dari Teologi, dengan demikian filsafat memiliki batasan saat diintegrasikan dengan Teologi. Filsafat yang melampaui batas dari apa yang ditetapkan oleh Teologi dapat membuat kesesatan. Hal tersebut dapat kita temukan dalam pemikiran teologis F. Schleirmacher yang menekankan Aydepedency of Kalvin S. Budiman. AoMengubah Air Filsafat Menjadi Anggur TeologiAo. Veritas, 11/2 . (Malang: SAAT, 2. , 174 Filsafat disebut sebagai ancilla theologiae karena mempunyai arti dan penerapan yang begitu Kehadirannya sangat membantu teologi agar bisa AomendaratAo dalam budi manusia (Lih. Ratadiajo Manullang. Filsafat sebagai Ancilla Theologiae: Sebuah Perjalanan Filsafat Dalam Korelasinya Dengan Teologi, diakses dari https://ikksumalang. com/2013/03/01/filsafat-sebagai-ancilla-theologiaesebuah-perjalanan-filsafat-dalam-korelasinya-dengan-teologi/, pada 26 September 2019, pukul 22:35 WIB) Harold H. Titus. Marylin S. Living Issues in Philosophy (California: Wadsworth Company, 1. , 15 CopyrightA 2019. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. feelingAy dan Bultman yang menekankan dominasi rasio membentuk ajaran demitologisasi yang akhirnya menilai adanya mitos dalam Alkitab dan harus di buang. Theologia sebagai tuan dari filsafat oleh karena itu theologia berhak memberikan arah kepada filsafat akan tujuannya. Filsafat yang tidak tunduk pada arahan teologi akan menjadi filsafat yang mendestruksi teologi. Implementasi Filsafat Sebagai Ancilla Theologiae Menerapkan filsafat sebagai ancilla theologiae dimulai dari pemahaman akan prinsip tersebut, pada bagian ini akan memberikan penjelasan implementasi filsafat sebagai ancilla theologiae secara didaktis, analitis, apolegetis, praktis dan missiologis. Secarah Didaktis: Mengajarkan Hubungan Filsafat Dan Teologi Berdasarkan Sejarah Kristen Pemahaman yang baik dan benar tentang bagaimana posisi filsafat sebagai ancilla theologiae perlu untuk diterapkan dalam pengajaran iman Kristen masa kini karena para theolog pada zaman patristik dan abad pertengahan ada juga yang telah menerapkannya dengan baik. Orang percaya pada masa kini hidup dalam tingkat rasionalitas yang lebih dominan. Salah satu hal yang membuat mereka menerima sesuatu adalah adanya bukti rasional akan sesuatu. Sejarah adalah salah satu bukti yang memberikan data rasional bagi pemahaman. Oleh karena itu sangat penting mengajarkan pemikiran teologis filsafat sebagai ancilla theologiae dibarengi juga dengan fakta historis. Sehingga jika prinsip tersebut tetap diajarkan akan menolong banyak generasi masa kini agar tidak hidup dikuasai filsafat kosong zaman ini, tetapi memiliki daya pikir untuk menguasai dan mengakomodir filsafat pada masa kini dengan arah dan batasan yang tepat dan bukti tersebut telah tersedia dalam fakta sejarah Alkitab. Secara Analitis: Menjadikan Teologi Sebagai Penerang Untuk Mengarahkan Filsafat (Integrative Theolog. Secara teologis Alkitab menyatakan Aopermulaan hikmat adalah takut akan TUHANAo (Ams. Dalam melakukan sebuah analisa, salah satu yang digunakan manusia adalah rasionya. Rasio dapat memahami banyak konsep filosofis, tetapi untuk mewaspadai jatuhnya orang percaya pada masa kini ke dalam kegelapan pemikiran filosofis, maka sangat dibutuhkan ketika melakukan analisa filosofis haruslah memiliki pemikiran yang terang dan jernih. Contoh: Orang percaya yang bekerja sebagai ahli hukum dan memiliki filosofi hukum, butuh penerangan standar terhadap nilai-nilai hukum yang diterapkannya, agar hal tersebut tercapai sang ahli hukum harus memiliki pemikiran yang benar tentang TUHAN, jika tidak maka hukum akan menjadi cacat karena kegelapan pikiran yang menguasai sang ahli hukum. Jadi tidak ada ilmu yang salah jika telah diterangi oleh teologi dan titik penerangan itu disebut dengan titik integrasi. Di dalam titik integrasi inilah orang percaya masa kini menjadi sangat kreatif, sehingga muncul: sophiatheologyAecotheology, artheology, pshycotheology, biotheology dan lain-lain. Secara Apologetis: Menerapkan Kerangka Berpikir Filosofis Dalam Menyampaikan Isi Teologi Secara teologis dan historis telah memberikan bukti bahwa prinsip filsafat sebagai ancilla theologiae menolong para pembela iman dalam merumuskan jawaban iman terhadap para orang yang bertanya tentang iman Kristen. Para apologet hanya menjadikan filsafat sebagai jembatan untuk mengkomunikasikan rumusan iman Kristen dan para apologet menjadikan filsafat sebagai sebuah bingkai untuk menampilkan iman Kristen dengan indah sesuai konteks keindahan berpikir saat itu. Pada masa kini banyak CopyrightA 2019. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. aspek yang dapat digunakan untuk menjadi penalaran logis dalam menyampaikan isi kebenaran . Sehingga dengan memahami buah rasionalitas masa kini, akan menolong seorang apologet memberikan jawaban yang tepat, indah dan dimengerti oleh para pemikir masa kini. Secara prinsip apa yang telah dihasilkan dari buah pemikiran masa lalu tetap relevan, namun kemasan baru diperlukan untuk masa kini. Hal tersebut didapatkan jika orang percaya tetap mau belajar pemikiran filosofis dengan benar, sehingga teologi dapat tersampaikan dengan tepat. Secara Praktis: Mentuankan Hidup Beriman Dan Memperbantukan Rasio Salomo dalam salah satu bagian hidupnya telah menerapkan sikap hidup beriman dan berhikmat, meskipun dalam realitanya terkadang terjadi ketidakseimbangan, pada waktu ia terlalu memakai pemikiran filosofisnya dalam menerapkan hikmat, ia terjatuh secara iman. Namun pada waktu ia menerapkan hidup beriman justru Allah menambahkan hikmat kepadanya. Dengan demikian bukan karena iman rasio menjadi terlalu berat, tetapi karena ketiadaan iman rasio menjadi menjadi terlalu berat. Orang percaya pada masa kini berhadapan dengan realita hidup yang membutuhkan tingkat penalaran dan rasionalitas yang baik. Oleh karena itu agar rasio tersebut tidak membuahkan tekanan hidup maka perlu hidup dengan iman. Contoh: seorang pedagang bisa saja menggunakan pemikiran filosofisnya yang rasional untuk mengembangkan rencana bisnisnya 10 tahun mendatang, tetapi ia tidak bisa memastikan tantangan yang dihadapi, oleh karena itu agar rasionalitasnya tidak menjadi beban berat, ia butuh hidup beriman, agar ketika ada tantangan yang berat dalam bisnisnya yang menggangu bahkan merusak analisa rasionya, ia tidak jatuh ke dalam keputusasaan. Hal tersebut dapat terwujud jika orang percaya menjadikan rasionya hanya sekedar pembantu yang tidak berotoritas memtuskan segala hal dalam bisnisnya, tetapi hanya TUHAN yang diimaninyalah yang berhak memutuskan segala hal yang dilakukan dalam bisnisnya. Secara Misiologis: Menyampaikan Injil Sesuai Dengan Kerangka Filosofis Budaya Setempat. Muara dari pembelajaran teologi dan filsafat adalah tindakan misi. Setiap manusia hidup dalam sebuah buadaya, setiap budaya memiliki pemikiran filosofis Dengan demikian jika ingin isi kebenaran (Inji. tersampaikan dengan tepat dan dimengerti maka perlu memahami kerangka filosofis budaya setempat. Kegagalan dalam memahami secara filosofis membuat Injil yang disampaikan seperti ada di atas langit, oleh karena itu agar Berita Injil membumi, diperlukan pendekatan secara prinsip yaitu the philosophy as the haindmainded of Theology. Dengan demikian akan memberikan batasan agar Injil tidak sinkritisme tetapi Injil murni dengan kemasan yang baru dalam budaya lokal. Contoh: membangun gereja di Bali dengan menggunakan gapura khas Bali, sehingga warga lokal tetap merasa dihargai dan tidak alergi dengan kehadiran gereja. KESIMPULAN Filsafat sebagai ancilla theologiae adalah prinsip yang Alkitabiah, prinsip ini juga telah dikembangkan oleh para pemikir Kristen dari masa ke masa. Berdasarkan prinsip teologis dan sejarah maka filsafat sebagai ancilla theologiae dapat diformulasikan sebagai berikut, yaitu: filsafat memudahkan manusia memahami secara rasional rahasia iman Kristen, filsafat mengindahkan theologia, filsafat menjadi kerangka theologia, filsafat memiliki batasan wilayah dan tunduk pada arahan yang ditetapkan theologia. Selanjutnya berdasarkan kajian di atas maka teologi secara CopyrightA 2019. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. ontologi bukanlah salah-satu cabang filsafat, justru theologi adalah the mother of Science atau the queen of science. Namun ketika teologi hadir secara praktis berhadapan dengan disiplin ilmu maka ia . rela membatasi diri menjadi salah satu disiplin ilmu agar bisa menggarami dan menerangi semua ilmu yang ada. Dengan demikian teologi sangat diperlukan dalam setiap disiplin ilmu lainnya, maka orang percaya tetap memiliki tanggungjawab untuk mempelajari teologi agar dpat menerangi pemikiran filosofis yang berkembang saat ini. Penerangan tersebut sangat berguna agar banyak disiplin ilmu terintegrasi dengan kehidupan iman Kristen. Sehingga orang Kristen masa kini tidak terlindas kemajuan zaman tetapi mampu mengikuti bahkan mengkolaborasikannya dengan baik dan benar. DAFTAR PUSTAKA