Journal of S. Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Training E-ISSN 2620-7699 | P-ISSN 2541-7126 https://doi. org/10. 37058/sport INTEGRASI METODE PEMBELAJARAN PjBL DENGAN INKLUSI UNTUK HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH SISWA KELAS X Lusiantri1. Herita Warni2. Mashud3 PPs Pendidikan Jasmani. Universitas Lambung Mangkurat PPs Pendidikan Jasmani. Universitas Lambung Mangkurat PPs Pendidikan Jasmani. Universitas Lambung Mangkurat Abstrak Penelitian bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIPA SMAN3 Palangka Raya materi lompat jauh gaya jongkok menerapkan integrasi model pembelajaran PjBL dengan inklusi menggunakan metode Action Research Classroom/PTK model Kemmis dengan fase: persiapan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitan siswa kelas X MIPA, berjumlah 36 siswa. Instrumen penelitian menggunakan blanko pengamatan tugas gerak dengan indikator: mengambil ancang-ancang, sebelum bertolak tingkatkan kecepatan lari, sampai papan tumpu kecepatan ancang-ancang dipertahankan, langkah terakhir pinggang diturunkan. Tahap tolakan: paha kaki-bebas diayunkan cepat dipertahankan posisi horizontal, menumpu dengan kaki terkuat, saat tolakan luruskan sendi pergelangan kaki, lutut, pinggang, serta pertahankan sudut 45A bagian bawah atas. Tahap melayang: tubuh ke udara, mengayunkan lengan kedepan, membungkuk/berjongkok, kedua kaki ditekuk. Instrumen penilaian tahap terakhir: tubuh dan lengan ditarik ke bawah, kaki mendekati tubuh, sebelum menyentuh tanah luruskan kaki dan tekuk, duduklah atas kaki saat mendarat. Data tersebut diolah menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Terlihat peningkatan hasil belajar melalui dua siklus sesuai data hasil penelitian. Analisis data ketuntasan siklus I sebesar 36,89% dan siklus II 80,56%. Dengan demikian pembelajaran menggunakan integrasi model pembelajaran PjBL dengan inklusi dapat meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok siswa kelas X MIPA, disarankan guru PJOK dapat menggunakan model pembelajaran ini. Kata Kunci: PjBL. Inklusi. Hasil Belajar. Lompat Jauh. Abstract The research aims to improve student learning outcomes in class X MIPA SMAN3 Palangka Raya in the long jump squat style applying integration of the PjBL learning model with inclusion using the Action Research Classroom/PTK Kemmis model with phases: preparation, implementation, observation, and reflection. The research subjects for class X MIPA students were 36 students. The research instrument used a blank observation of motion tasks with indicators: take a square, before starting to increase running speed, until the stance speed fulcrum is maintained, the last step is lowering the waist. The repulsion stage: the free-leg thigh is swung quickly to maintain a horizontal position, supporting it with the Correspondence author: Mashud. Universitas Lambung Mangkurat. Indonesia. Email: mashud@ulm. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 373-394 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. strongest leg, when the repulsion straightens the ankle joint, knee, waist, and maintains an angle of 45A from the bottom up. Flying stage: body into the air, swinging arms forward, bending / crouching, legs bent. The last stage of the assessment instrument: the body and arms are pulled down, the feet are close to the body, before touching the ground, straighten your legs and bend them, sit on your feet when you land. The data is processed using qualitative and quantitative descriptive analysis. There is an increase in learning outcomes through two cycles according to research data. Analysis of the completeness data of the first cycle of 89% and 80. 56% of the second cycle. Thus, learning using the integration of the PjBL learning model with inclusion can improve learning outcomes in the long jump squat style of class X MIPA students, it is suggested that PJOK teachers can use this learning model. Keywords: PjBL. Inclusion. Learning Outcomes. Long Jump. PENDAHULUAN Olahraga adalah bagian besar dari warisan budaya kemanusiaan, dan banyak orang menikmati berpartisipasi dan menontonnya. Olahraga dapat membantu dalam perkembangan tubuh dan pikiran, memungkinkan seseorang untuk memproses informasi dan pemahaman tentang nilai-nilai Dalam undang-undang RI Nomor 3 tahun 2005 pasal 25 ayat 2 tentang Sistem Keolahragaan Nasional . dan kemudian diganti dengan Undang-undang No. 11 Tahun 2022 (Republik Indonesia 2. dikemukakan bahwa Aupembinaan dan pengembangan olahraga pendidikan dilaksanakan melalui proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru/dosen olahraga yang berkualifikasi dan memiliki sertifikat kompetensi serta didukung prasarana dan sarana olahraga yang memadaiAy. Menurut kutipan yang disebutkan di atas, olahraga pendidikan adalah salah satu tujuan olahraga nasional. Pendidikan saat ini mencakup pemikiran kritis, pengambilan keputusan, kreativitas, dan pemikiran kewirausahaan, serta kemampuan untuk berkomunikasi dan bekerja dengan orang lain, menggunakan pengetahuan, informasi, dan peluang dengan cara baru, dan mengelola keuangan, kesehatan, dan tanggung jawab seseorang (Adhie Belajar karakteristik (Love et al. Lusiantri. Herita Warni. Mashud Integrasi Metode Pembelajaran PjBL Dengan Inklusi Untuk Hasil Belajar Lompat Jauh Siswa Kelas Pendidikan jasmani menggunakan kegiatan yang melibatkan otot besar, dimaksudkan untuk memajukan aspek biologis, neuromuskuler, intelektual, dan sosial (Bangun 2. Apabila kegiatan pembelajaran menggunakan media dan teknik yang dapat memotivasi siswa untuk aktif, maka proses pembelajaran akan berjalan efektif (Jeong dan So 2. Salah satu materi pendidikan jasmani yang dipelajari ditingkat SMA/SMK adalah olahraga paling awal, sering disebut sebagai ibu dari semua olahraga yaitu atletik. Atletik adalah olahraga tertua dan dianggap sebagai asal dari semua olahraga lainnya (Santoso. Setiyani, dan Pardiman Lompat jauh adalah gerakan yang bertujuan untuk mencapai lompatan sejauh mungkin, menolak dengan satu kaki untuk melompati bak yang dilakukan dengan cepat dan sesuai jalur tolakan (Muslimin dan Putra Ramadhan Hakikat mendapatkan lompatan sejauh mungkin dengan melakukan kecepatan awal yang maksimal sambil tetap mampu mendorong dengan kuat menggunakan satu kaki ke ketinggian untuk menghasilkan lompatan jauh. Awalan, tolakan, melayang, dan mendarat adalah empat fase lompat jauh (Sugiono et al. Suatu pembelajaran dikatakan efektif atau berhasil jika hasil pembelajaran yang diperoleh mencapai atau melapaui Kriteri Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditentukan (Nurlindah. Muh. Khalifah Mustami, dan Musdalifah 2. Model mendefinisikan proses metodis untuk menyiapkan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu (Fidalgo-Blanco. SeinEchaluce, dan Garcya-Peyalvo 2. Tujuan pembelajaran dicapai melalui Model dan metode pembelajaran adalah prosedur atau pola sistematis yang dijadikan sebagai rekomendasi untuk mencapai tujuan tersebut (Avella et al. Ada berbagai model pembelajaranseperti model pembelajaran Project Based Learning (Hasibuan. Sari, dan Setiawaty 2. Pembelajaran berbasis proyek digunakan untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan intelektual, berpikir, dan Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 373-394 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. pemecahan masalah mereka. memperoleh tugas orang dewasa dengan menempatkan mereka melalui skenario nyata atau simulasi. meningkatkan kemandirian dan otonomi mereka sebagai pembelajar (Saputro dan Rayahub 2. Selanjutnya, pendekatan pengajaran inklusif, awalnya dianggap sebagai pendidikan inklusif yang disesuaikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (Kristiyanti 2. Kekhasan setiap siswa sangat penting untuk proses pembelajaran ini (Chatoupis, 2. Gaya belajar inklusif adalah metode pengajaran yang memungkinkan siswa untuk memilih tingkat kesulitan di mana mereka harus mulai mempelajari suatu gerakan dan jumlah pengulangan yang harus mereka lakukan untuk menguasainya. Gaya belajar inklusif adalah guru menyajikan materi pembelajaran secara rinci dan menawarkan berbagai kesulitan untuk mendorong kreativitas dan kemudahan dalam pembelajaran keterampilan gerak siswanya (Lestari Efektivitas pengajaran sangat dipengaruhi oleh seorang guru (Kusumawati 2. Belajar dalam situasi murid adalah salah satu pendekatan untuk menilai kualitas ini. Bahasa Inggris kata integrasi berarti kesatuan atau pembulatan (Utami 2. Dapat dilihat jika integrasi sebagai cara untuk mengatur semua aspek, tugas, dan aktivitas yang berbeda yang masuk ke dalam sebuah karya. Menurut Kuncahyono et al. , . Corey (Sagala, 2010: . mengatakan belajar adalah bagian unik dari pendidikan dan merupakan suatu proses dimana lingkungan seseorang diatur secara otoritatif untuk memungkinkannya berpartisipasi dalam perilaku tertentu dalam keadaan khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi Sehingga pembelajaran merupakan cara kerja sama atau penggabungan sintak pembelajaran sebagai tahapan-tahapan yang sistematis kemudian dijadikan pegangan untuk mencapai tujuan pembelajaran meliputi proses, pendekatan, sumber, alat, dan instrumen yang digunakan. Berdasarkan pengamatan dan observasi peneliti beserta teman sejawat pada bulan Mei 2023 meteri lompat jauh gaya jongkok siswa kelas Lusiantri. Herita Warni. Mashud Integrasi Metode Pembelajaran PjBL Dengan Inklusi Untuk Hasil Belajar Lompat Jauh Siswa Kelas X MIPA pada SMA Negeri 3 Palangka Raya hasil belajarnya masih belum mencapai ketuntasan, hanya 8,3% dari 36 orang siswa yang dapat memenuhi kriteria ketuntasan minimal sebesar 76 di kelas X MIPA (Hasil Pretest / Pra Siklu. Hal ini menggambarkan siswa belum mampu untuk melakukan lompatan secara benar yang sesuai yang diharapkan. Penggunaan integrasi model pembelajaran PjBL dan Inklusi, siswa diharapkan mampu melakukan gerakan lompat jauh gaya jongkok secara benar, selain itu siswa menjadi tertarik dan berminat dengan pelajaran ini. Peneliti pembelajaran PjBL dengan inklusi untuk mencapai suatu proyek hasil belajar dengan menawarkan menu pilihan pembelajaran mulai dari mudah ke sulit, dari dasar ke rumit. Sehingga siswa dapat memilih aktivitas gerak berdasarkan keterampilan mereka sendiri sesuai dengan sintak integrasi model pembelajaran PjBL dengan inklusi berikut ini. Tabel 1. Sintaks Integrasi PjBL dengan Inklusi Integrasi Model Pembelajaran PjBL & Inklusi Model Pembelajaran PjBL Model Pembelajaran Inklusi A Menentukan pertanyaan mendasar A Mendesain perencanaan produk A Asesment diagnostic A Asesment diagnostic A Menentukan tujuan A Menentukan masalh dan mendesain perencanaan A Menyusun jadwal pembuatan produk A Mendesain ragam kesulitan materi A Demonstrasi dan praktik pembelajaran A Mendesain ragam kesulitan materi pembelajaran A Umpan balik proses A Praktik dan monitoring perkembangan proyek. A Umpan balik hasil A Umpan balik proses A Monitoring keaktifan dan perkembangan A Menguji hasil A Evaluasi pengalaman A Menyusun jadwal pembuatan produk A Evaluasi pengalaman Sumber: (Chatoupis, 2018. Ferawati & Mashud, 2. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 373-394 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Dengan menerapkan sintak-sintak integrasi model pembelajaran ini diharapkan siswa akan aktif mengerjakan tugas geraknya tanpa merasa takut atau bosan. Siswa pun akan lebih tertantang untuk menyelesaikan kegiatan yang lebih sulit atau berat karena mereka yakin telah mampu/berhasil menyelesaikan tugas gerak sederhana beberapa kali. Bedasarkan pada penelitian yang relevan (Agung Perdana 2. pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learnin. yang telah dilakukan mampu untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa materi pencak silat pada kelas XI MIPA 1 SMA N 1 Weru Tahun Pelajaran 2021/2022. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Kuesioner digunakan sebagai metode pengumpulan data dalam penelitian Hasil yang diperoleh dari penelitian bahwa pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learnin. yang telah dilakukan mampu untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa. Prosentase keaktifan tanpa 57,25% menggunakan model PJBL kategori aktif meningkat menjadi 72,95%. Namun dalam penelitian tersebut hanya meneliti data kualitatif saja sehingga dalam kualitas penerapan metode PjBL dalam pembelajaran pencak silat keterampilan . masih belum diketahui. Kemudian penelitian yang dilakukan oleh (Yanuar 2. pembelajaran dengan model PBL dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok siswa. Analisis data dengan menggunakan statistik Kegiatan pembelajaran lompat jauh gaya jongkok siklus I sebesar 56,6% kelompok aktif, meningkat menjadi 85% kategori sangat aktif pada siklus II. Hasil belajar klasikal meningkat pada siklus I aspek pengetahuan sebesar 52,4%, meningkat menjadi 85,7% pada siklus II, dan pada aspek keterampilan sebesar 57,2%, mencapai 90,5% pada siklus II. Ditemukan bahwa model pembelajaran PBL meningkatkan aktivitas dan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok pada siswa. Pada faktor penelitian lainnya, (Tanwisastra. Kanca, dan Sucita Dartini 2. meningkatkan hasil belajar lompat jauh mahasiswa FKIP PJKR Universitas Suryakancana Cianjur dengan menggunakan pendekatan Lusiantri. Herita Warni. Mashud Integrasi Metode Pembelajaran PjBL Dengan Inklusi Untuk Hasil Belajar Lompat Jauh Siswa Kelas pengajaran inklusi. H0 ditolak berdasarkan hasil uji lanjut menggunakan uji Tukey, dengan ambang batas signifikansi C = 0,05, qhitung = 3,247 > qtabel = 2,86. Dengan demikian, secara keseluruhan hasil penelitian pembelajaran lompat jauh dengan pendekatan pengajaran inklusi lebih unggul dibandingkan dengan pembelajaran lompat jauh dengan gaya latihan Sedangkan penggunaan perlakuan gaya mengajar inklusi dalam praktik pembelajaran pendidikan jasmani pada pembelajaran gerak teknik lompat jauh gaya jongkok adalah: . siswa kurang serius dalam belajar, karena siswa belajar sendiri, dan . sulit mengontrol siswa yang kurang mampu. Dari pemaparan beberapa hasil penelitian di atas, dan sandaran hasil penelitian relevan terkait penerapan integrasi model pembelajaran PjBL dengan inklusi memberikan gambaran bahwa dalam pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan untuk mencapai proyek hasil belajar dapat melalui variasi level kesulitan . iri utama gaya mengajar inklus. dalam pembelajaran dapat memicu keaktifan siswa dan meningkatkan semangat siswa dalam menyelesaikan tugas geraknya. Selain itu, siswa mungkin tertarik untuk mencoba gerakan yang lebih besar jika mereka memiliki pengalaman berhasil menyelesaikan proyek yang ditentukan dengan melakukan aktivitas gerak yang sederhana atau mudah. Pembelajaran dan kinerja siswa tentunya akan dipengaruhi oleh tingkat kesulitan yang ditetapkan guru mulai dari tingkat mudah, sedang, dan berat. Sehingga secara tidak langsung kelemahan dari model pembelajaran inklusi dapat diatasi dengan sintak integrasi dari model pembelajaran PjBL. Level kesulitan mudah akan dipilih oleh siswa yang belum terlalu mampu melakukan lompat jauh gaya jongkok dengan jarak awalan ke papan tumpuan lebih dekat dan melompati satu box lompat. Kemudian tingkat level sedang akan dipilih oleh siswa yang telah mampu melakukan lompat jauh gaya jongkok dengan jarak awalan ke papan tumpuan lebih jauh dan melompati dua box lompat, sementara pada level kesukaran sulit akan dipilih oleh siswa yang sudat terbiasa melakukan lompatatan dengan jarak awalan ke papan tumpuan lebih jauh dan melompati tiga box lompat Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 373-394 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. esuai yang seharusny. Dengan adanya level-level tersebut diharapkan semua siswa mampu mencapai target proyek yang telah ditentukan dalam melakukan lompatan, dan ini akan berdampak kepada tingkat ketuntasan hasil belajar siswa. Integrasi model pembelajaran PjBL dengan inklusi mendorong siswa untuk menyelesaikan tugas proyek dengan menentukan tingkatan level kesukaran dan mendorong siswa untuk meningkatkan keterampilan belajar. Keberhasilan dalam mencapai proyek hasil belajar tidak diperoleh siswa dalam tingkatan level kesukaran yang sama, sebagian siswa dengan mudah melakukan lompat jauh gaya jongkok, sedangkan yang lainnya harus mengulang dan mencurahkan kemampuannya untuk Penerapaan pembelajaran PjBL dengan Inklusi dalam pembelajaran berarti seorang guru sudah menerapakan demokrasi kepada siswa. Untuk mencapai tujuan proyek yang ditetapkan, peneliti membuat strategi dan melaksanakannya dengan melatih dan mengarahkan siswa untuk memilih berbagai tingkat Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan pemecahan kendala dalam pembelajaran dengan menggunakan gaya mengajar dan model pembelajaran yang langkah-langkah pembelajarannya terstruktur dan terpola sehingga ketidaktuntasan belajar siswa dapat dideteksi mengapa dan karena apa, serta bagaimana refleksi lebih lanjut sebagai solusi. METODE Desain PTK dibuat dengan menggunakan desain Stephen Kemmis dan McTaggart, yang meliputi empat komponen di setiap langkah: . persiapan, . tindakan, . observasi, dan . (Mashud 2. Siswa kelas X MIPA SMA Negeri 3 Palangka Raya dengan jumlah siswa sebanyak 36 orang terdiri dari 20 siswa perempuan dan 16 siswa laki-laki merupakan subjek dalam penelitian ini. Instrumen penelitian menggunakan instrumen menurut Wiradihardja & Syarifudin, . dengan instrumen penilaian seperi tertera dalam tabel berikut. Lusiantri. Herita Warni. Mashud Integrasi Metode Pembelajaran PjBL Dengan Inklusi Untuk Hasil Belajar Lompat Jauh Siswa Kelas Tabel 2. Instrumen Penilaian Kemampuan Lompat Jauh Gaya Jongkok No. Aspek yang Indikator Penilaian Mengambil ancang-ancang/awalan lari Tambah kecepatan lari ancang-ancang sedikit demi sedikit sebelum Awalan Kecepatan ancang-ancang dipertahankan tetap maksimal sampai mencapai papan tumpu/bertolak. Pinggang turun sedikit pada satu langkah akhirancang-ancang Ayunkan paha kaki-bebas cepat ke posisi horizontaldan Tumpuan 2. Menumpu dengan kaki terkuat. /Tolakan 3. Luruskan sendi mata kaki, lutut dan pinggang pada waktu melakukan tolakan. Bertolaklah ke depan dan ke atas . udut tolakan45A). Badan terangkat melayang diudara. Ayunan kedua lengan ke depan. Melayang Badan sedikit membungkuk. kedua kaki sedikit ditekuk sehingga posisi badanberada dalam sikap Tarik lengan dan tubuh ke depan-bawah. Tarik kaki mendekati badan. Luruskan kaki dan tekuk lagi sedikit sesaat sebelum menyentuh Mendarat Jika kedua kaki telah mendarat di bak pasir,duduklah atas kedua kaki Keterangan: Instrumen Penilaian Unjuk Kerja Siswa (Hasil Belaja. Poin 1 : Awalan : jika hanya 1 kriteria yang dilakukan Tolakan : jika tidak sesuai dengan kriteria sama sekali Melayang : jika tidak sesuai dengan kriteria sama sekali Mendarat : jika hanya 1 kriteria yang dilakukan Poin 2 : Awalan : jika hanya 2 kriteria yang dilakukan Tolakan : jika hanya 2 kriteria yang dilakukan Melayang : jika hanya 2 kriteria yang dilakukan Mendarat : jika hanya 2 kriteria yang dilakukan Poin 3 : Awalan : jika hanya 3 kriteria yang dilakukan Tolakan : jika hanya 3 kriteria yang dilakukan Melayang : jika hanya 3 kriteria yang dilakukan Mendarat : jika hanya 3 kriteria yang dilakukan Poin 4 : Awalan : jika melaksanakan semua kriteria Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 373-394 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Tolakan : jika melaksanakan semua kriteria Melayang : jika melaksanakan semua kriteria Mendarat : jika melaksanakan semua kriteria Prosedur penelitian ini dilakukan beberapa tahap antara lain, . pengamatan awal pembelajaran sebagai data awal penelitian/pra siklus. Menyusun rencana pembelajaran . melakukan tindakan dengan menjalankan antar siklus sampai ketuntasan belajar diperoleh. observasi dari pelaksanaan tindakan dalam pembelajaran setiap siklus. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2023 pada tahun pelajaran 2022/2023. Tempat pelaksanaan SMA Negeri 3 Palangka Raya Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Siswa melakukan lompat jauh gaya jongkok untuk mendapat penilaian hasil belajar dalam penelitian ini. Penilaian hasil belajar dilakukan setelah pemberian tahapan atau level kesukaran gerak untuk menyelesaikan proyek yang diberikan dalam gaya mengajar integrasi model pembelajaran PjBL dengan inklusi yang dilakukan pada tiap siklusnya. Proses penilaian ditentukan dengan memilih, menyederhanakan serta menuangkan data yang diperoleh dalam catatan lapangan. Tahapan dalam analisis ini sebagai acuan untuk melihat dan mencari titik lemah atau kekurangan siswa selama tes dilakukan serta melakukan perbaikan atas temuan kesalahan tersebut. Data yang diperoleh saat proses kegiatan ini didapat dari pembelajaran siswa dan dituangkan kedalam sebuah tabel lalu memakai proses hitungan yang telah ada dan disesuaikan menurut keriteria ketuntasan menimal (KKM) 76 batas ketercapaian ketuntasan pembelajaran yaitu 80% siswa yang memenuhi KKM. Observasi yang dilakukan berkaitan dengan prosedur penelitian untuk mengetahui kemampuan siswa melakukan lompatan. Proses belajar rangkaian gerak ini dilakukan dengan gaya mengajar integrasi model pembelajaran PjBL dengan inklusi yang terdiri dari tiga tahapan kesukaran untuk menyelesaipan proyek yang telah ditentukan. Dari awal proses pembelajaran dilakukan telah dievaluasi sampai akhir pembelajaran. Penelitian dilakukan dengan dua siklus, setiap siklus dua tahap pertemuan Lusiantri. Herita Warni. Mashud Integrasi Metode Pembelajaran PjBL Dengan Inklusi Untuk Hasil Belajar Lompat Jauh Siswa Kelas dengan lama pertemuan 3 x 45 menit. Pertemuan awal siswa diarahkan dan menjelaskan proses pelaksanaan pembelajaran, evaluasi dilakukan pada akhir pertemuan siklus kedua. Analisi data penilaian tiap siklus dalam penelitian tindakan kelas, peneliti menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif selama proses pembelajaran serta data evaluasi setelah diterapkan gaya mengajar integrasi model pembelajaran PjBL dengan Selanjutnya mempermudah peneliti melakukan deskripsi hasil dari data evaluasi lompat jauh gaya jongkok gaya mengajar integrasi model pembelajaran PjBL dengan inklusi memakai rumus persentase (Hawa 2. HASIL Data Obsevasi Sebelum Penelitian Tindakan (Pra Siklu. Berdasarkan hasil observasi awal pembelajaran lompat jauh gaya jongkok pada siswa kelas X MIPA, didapatkan data observasi sebagai Tabel 3. Hasil Observasi Awal Lompat Jauh Gaya Jongkok No. Jumlah Siswa Persentase 8,33 91,67 Kategori Tuntas Tidak tuntas Data observasi awal pembelajaran lompat jauh gaya jongkok juga dapat dilihat pada grafik 1 di bawah ini: Tidak Tuntas 91,67 Tuntas 8,33 Pra Siklus Gambar 1. Grafik data observasi awal lompat jauh gaya jongkok Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 373-394 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Deskripsi Data Siklus I Berdasarkan tabel dan grafik di atas terlihat jika hasil belajar lompat jauh gaya jongkok siswa kelas X MIPA hanya 8,33% . saja yang tuntas dan 91,67% . belum tuntas atau belum mencapai KKM yang telah ditentukan. Dengan data yang diperoleh peneliti memutuskan untuk melanjutkan ke siklus II seperti data pada tabel di bawah ini:. No. Tabel 2. Data Siklus I Lompat Jauh Gaya Jongkok Jumlah Siswa Prosentase Kategori 38,89 Tuntas 61,11 Tidak tuntas Data siklus I pembelajaran lompat jauh gaya jongkok juga dapat dilihat pada grafik 2 di bawah ini: Tidak Tuntas Tuntas 61,11 38,89 Siklus I Gambar 2. Grafik data siklus I lompat jauh gaya jongkok Berdasarkan tabel dan grafik di atas terlihat jika hasil belajar lompat jauh gaya jongkok siswa kelas X MIPA siklus I hanya 38,89% . saja yang tuntas dan 91,67% . belum tuntas atau belum mencapai KKM yang telah ditentukan. Dari evaluasi dan simpulan di atas, untuk itu penelitian tindakan kelas dilanjutkan pada siklus kedua disusun refleksi dan perbaikan-perbaikan pembelajaran dan selanjutnya membuat perencanaan perangkat pembelajaran pada siklus II. Data Siklus II Berdasarkan hasil obsevasi pada siklus I, hasil tes pada siklus II yang dilakukan peneliti dapat terlihat pada tabel dan grafik di bawah ini. Lusiantri. Herita Warni. Mashud Integrasi Metode Pembelajaran PjBL Dengan Inklusi Untuk Hasil Belajar Lompat Jauh Siswa Kelas No. Tabel 5. Data Siklus II Lompat Jauh Gaya Jongkok Jumlah Siswa Prosentase Kategori 80,56 Tuntas 19,44 Tidak tuntas Data siklus II pembelajaran lompat jauh gaya jongkok juga dapat dilihat pada grafik 3 di bawah ini: Tidak Tuntas Tuntas 80,56 19,44 Siklus II Gambar 3. Grafik data siklus II lompat jauh gaya jongkok Selanjutnya perbandingan data antara pra siklus, siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel dan grafik di bawah ini. No. Tabel 6. Perbandingan Data Pra Siklus. Siklus I dan II Lompat Jauh Gaya Jongkok Siklus Jumlah Prosentase Kategori Siswa 8,33 Tuntas Pra Siklus 91,67 Tidak Tuntas 38,89 Tuntas Siklus I 61,11 Tidak tuntas 80,56 Tuntas Siklus II 19,44 Tidak tuntas Grafik berikut menunjukkan perbandingan skor antara pra siklus, siklus I, dan siklus II ditinjau dari penilaiannya terlihat signifikan berbeda yang dapat dilihat pada grafik berikut. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 373-394 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Tidak Tuntas Tuntas 91,67 80,56 61,11 38,89 19,44 8,33 Pra Siklus Siklus I Siklus II Gambar 4. Grafik perbandingan data pra siklus, siklus I, dan siklus II lompat jauh gaya jongkok Berdasarkan perbandingan data antar siklus pada tabel dan grafik di atas, peneliti menetapkan bahwa siklus ke dua pembelajaran telah mencapai ketuntasan minimum yang diinginkan dan didasarkan pada temuan observasi kualitatif. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa pada siklus II. Dengan demikian peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa pembelajaran lompat jauh gaya jongkok telah berhasil memenuhi ketuntasan minimal yang ditentukan dengan menggunakan integrasi model pembelajaran PjBL dengan inklusi. Tidak perlu dilakukan penelitian tindakan kelas siklus i ini karena disiklus II telah dinyatakan sudah PEMBAHASAN Pada Siklus I peneliti melaksanakan pembelajaran dengan dua pertemuan, pertemuan pertama peneliti mengajar dengan menerapkan integrasi model pembelajaran PjBL dengan inklusi dengan menyajikan level-level tingkat kesulitan lompat jauh gaya jongkok untuk mencapai proyek yang telah ditentukan. Seperti pada umumnya sebelum inti pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dilaksanakan, peneliti melakukan pemanasan selama 15 menit dengan melakukan pemanasan statis dan Saat inti pembelajaran, peneliti menyajikan pembelajaran dengan Lusiantri. Herita Warni. Mashud Integrasi Metode Pembelajaran PjBL Dengan Inklusi Untuk Hasil Belajar Lompat Jauh Siswa Kelas menerapkan gaya mengajar integrasi model pembelajaran PjBL dengan inkulis berdasarkan level kesulitan belajar, level pertama yaitu kesulitan rendah pada tahap awalan dan tumpuan dengan jarak antara siswa dengan papan tumpu 3-meter kemudian pada tahap melayang dan mendarat dengan melompati 1 box lompat. Level kedua kesulitan sedang pada tahap awalan dan tumpuan dengan jarak antara siswa dengan papan tumpu 13meter kemudian pada tahap melayang dan mendarat dengan melompati 2 box lompat. Level ketiga kesulitan tinggi pada tahap awalan dan tumpuan dengan jarak antara siswa dengan papan tumpu 30Ae45-meter kemudian pada tahap melayang dan mendarat dengan melompati 3 box lompat. Pembelajaran diakhiri dengan menutup pembelajaran dengan memberikan gerakan pendingingan, evaluasi tugas gerak yang telah dilakukan siswa, tanya jawab dan menyimpulkan serta peneliti menyampaikan tindak lanjut untuk pembelajaran pada pertemuan selanjutnya/pertemuan kedua. Kemudian pada tindakan siklus pertama pertemuan kedua, peneliti melakukan observasi hasil belajar dengan menilai unjuk kerja kemampuan lompat jauh gaya jongkok. Berdasarkan hasil observasi hasil belajar tes keterampilan dengan menggunakan tes unjuk kerja lompat jauh gaya jongkok pada penelitian tindakan kelas terlihat hasil yang tidak memuaskan. Serta tidak memenuhi standar ketuntasan minimal yang telah peneliti tetapkan 80%. Dari data observasi juga terlihat pembelajaran pada siklus satu pada pertemuan pertama dan kedua. Hasil pengamatan siswa pada siklus satu yaitu. terlihat beberapa siswa belum memahami level kesukaran tugas gerak. pada saat materi disampaikan dan tugas gerak diperagakan masih banyak siswa yang tidak fokus dan kurang memperhatikan, . saat tugas gerak dilakukan sesuai dengan level kesukaran yang dipilih masih banyak siswa melakukan dengan asal-asalan. Hasil pengamatan guru terlihat hasil observasi pada pembelajaran siklus satu sebagai berikut. fase pembelajaran belum terlalu dipahami, . pembelajaran masih berpusat pada guru. Berdasarkan hasil belajar pada Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 373-394 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. siklus pertama yang belum mencapai ketuntasan minimal yang diharapkan temuan-temuan Maka, memberikan beberapa catatan serta evaluasi perencanaan pembelajaran. Pembenahan penyampaian materi tugas gerak lebih rinci atau detai lagi, . menyederhanakan dan penyampaian tugas gerak yang lebih terstruktur, . guru tetap fokus selama proses pembelajaran, . guru memberi seluas-luasnya pendapatnya sehingga antusias dan semangat siswa lebih tinggi. Berdasarkan evaluasi dan simpulan di atas, untuk itu penelitian tindakan kelas dilanjutkan pada siklus kedua disusun refleksi dan perbaikanperbaikan pembelajaran yang telah diuraikan sebelumnya, selanjutnya membuat perencanaan perangkat pembelajaran pada siklus kedua. Pada siklus II peneliti melakukan pembelajaran dalam dua pertemuan. Pembelajaran dilakukan berdasarkan temuan pada saat siklus I baik hasil belajar maupun hasil observsi pada guru dan siswa dengan langkahlangkah berikut ini sebagai landasan untuk proses pelaksanaan: fase perencanaan yang dilakukan kegiatan untuk membuat action plan dalam upaya menyiasati kendala yang dialami siswa saat melakukan gerakan lompat jauh gaya jongkok. Menyusun RPP dan penilaian ketuntasan belajar untuk siklus II merupakan kegiatan lainnya. Fase tindakan peneliti dan rekan melakukan upaya untuk mengatasi masalah dari siklus I dan terus menyemangati siswa secara langsung. Guru kemudian memulai sesi dan menjelaskan tujuan pembelajaran yang perlu dicapai dengan menjelaskan teori lompat jauh gaya jongkok dan tahapan level kesulitan dalam melakukan tahapan pembelajaran secara lebih terstruktur. Fase observasi dengan melihat data hasil pelaksanaan aktivitas gerak yang telah dilakukan Fase refleksi dilihat dari data siklus II bahwa hasil belajar lompat jauh gaya jongkok siswa terlihat peningkatan yang cukup baik dan melewati batas minimal standar yang ditetapkan peneliti, yaitu 80%. Secara data kualitatif hasil belajar pada siklus kedua pertemuan pertama dan kedua sebagai berikut. Lusiantri. Herita Warni. Mashud Integrasi Metode Pembelajaran PjBL Dengan Inklusi Untuk Hasil Belajar Lompat Jauh Siswa Kelas Untuk data tes keterampilan lompat jauh gaya jongkok menggunakan gaya mengajar integrasi model pembelajaran PjBL dengan inklusi Peneliti memberikan gambaran tentang siklus pertama dan siklus kedua sebagai berikut: Hasil pengamatan siswa pada siklus kedua. siswa mampu memahami tingkat kesukaran tugas gerak untuk menyelesaikan proyek. pada saat materi disampaikan siswa memperhatikan dengan seksama, . siswa melakukan tugas gerak sesuai dengan level kesukaran yang dipilih sendiri dengan baik. Hasil pengamatan aktivitas guru saat pembelajaran siklus kedua yaitu. guru menyampaikan materi terkait dengan tugas gerak dengan jelas, . penanganan kelas dilakukan dengan baik, . guru mempraktekkan tugas gerak sesuai level kesukarannya secara jelas dan Hasil penelitian tindakan adalah terdapat ketuntasan belajar lompat jauh gaya jongkok dalam dua siklus. Siklus I terdapat berapa persen yang tuntas dan tidak tuntas, siklus kedua penjelasan yang sama. Dilihat dari hasil tes pra siklus pembelajaran lompat jauh gaya jongkok pada siswa kelas X MIPA SMA Negeri 3 Palangka Raya sebanyak dua siklus berhasil meningkatan hasil belajar siswa. Dengan meningkatnya hasil belajar lompat Jauh gaya jongkok ini terlihat juga pada peningkatan keterampilan atau psikomotorik siswa saat melakukan tahapan lompat jauh gaya jongkok. Kesulitan dan permasalahan yang muncul selama pembelajaran sebelum dilakukan penelitian tindakan, telah mendapat solusi untuk mengatasinya. Penerapan gaya mengajar yang tepat dalam penyusunan, perencanaan, evaluasi hasil belajar serta antusias dan motivasi yang diberikan akan mewujudkan keberhasilan belajar. Menurut kesimpulan dari penelitian tindakan ini, hasil belajar untuk gerakan lompat jauh gaya jongkok, telah meningkat secara signifikan selama dua siklus tindakan pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti. Gambaran yang sangat jelas tentang bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa setelah diberikan pendekatan pengajaran Integrasi model pembelajaran PjBL dengan inklusi. Fungsi/peran Guru harus dipersiapkan dengan baik pada pra pembelajaran, saat pembelajaran, dan pasca- Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 373-394 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Jika diterapkan sesuai dengan tahapan pembelajaran dan sebaliknya, gaya mengajar, teknik, dan model pembelajaran akan efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. Untuk itu gaya mengajar integrasi model pembelajaran PjBL dengan inklusi akan berdampak positif pada pembelajaran ditentukan oleh Rekomendasi menentukan integrasi sintak-sintak pembelajaran (PjBL dan inklus. menetukan target proyek yang harus dicapai, . penyiapan varaisi pembelajaran berdasarkan tingkatan level kesulitan menjadi hal utama yang perlu disiapkan oleh guru, . melaksanakan tahap pembelajaran gaya mengajar integrasi metode pembelajaran PjBL dengan inklusi juga menjadi pembelajaran dengan gaya komando, untuk menyelesaikan proyek kebebasan siswa memilih tingkatan level tugas gerak adalah ciri utama, . pengkategorian siswa berdasarkan tingkat kemampuan gerak untuk mencapai target proyek. Dalam penelitian ini membuktikan jika model PjBL dalam materi lompat jauh gaya jongkok dapat diterapkan dan terbukti mampu meningkatkan hasil belajar, jika penelitian terdahulu masih belum pernah melakukan penerapan model, ditambah dengan sintak dari model pembelajaran inklusi yang tentu mempunyai kekurangan tetapi dapat teratasi dengan integrasi sintak dari model pembelajaran PjBL. Pemisahan tingkat kesulitan gerak menjadi kendala bagi peneliti yang melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan integrasi model pengajaran PjBL dengan inklusi. Hal ini disebabkan tingkat kemampuan siswa dalam melakukan olah gerak sangat bervariasi sehingga perlu ketelitian dalam upaya mengelompokkan tingkat kemampuan gerak tiap Saran yang dapat peneliti sampaikan diharapkan gaya mengajar integrasi metode pembelajaran PjBL dengan inklusi dapat dijadikan pilihan dalam kegiatan pembelajaran PJOK. Guru PJOK harus tetap inovatif dan meningkatkan wawasan tentang berbagai gaya mengajar sehingga dalam Lusiantri. Herita Warni. Mashud Integrasi Metode Pembelajaran PjBL Dengan Inklusi Untuk Hasil Belajar Lompat Jauh Siswa Kelas proses belajar akan terwujud pembelajaran yang menyenangkan dan tujuan dari pembelajaran dapat dicapai. Dalam penerapan gaya mengajar integrasi metode pembelajaran PjBL dengan inklusi disesuaikan dengan materi pembelajaran PJOK, karena tidak semua materi dalam pelajaran PJOK dapat diterapkan gaya mengajar ini. Oleh karena itu disarankan kepada guru PJOK yang menerapkan gaya mengajar integrasi metode pembelajaran PjBL dengan inklusi memperhatikan. melihat kemampuan siswa sehingga dalam mengembangkan level-level kesukaran dapat bervariasi, . memilih materi yang dapat dilakukan dengan menggunakan pembelajaran, serta mengkaji kelemahan dan kekurangan selama KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan yang terdapat pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan menerapkan gaya mengajar integrasi model pembelajaran PjBL dengan inklusi terbukti meningkatkan hasil belajar siswa materi lompat jauh gaya jongkok di kelas X MIPA SMA Negeri 3 Palangka Raya selama dua siklus, setiap siklus memiliki dua kali pertemuan. Dengan melakukan penerapan model pembelajaran lebih dari satu . dapat meminimalisir kekurangan dari model pembelajaran Penelitian ini memberikan pilihan model pembelajaran lebih luas kepada guru PJOK untuk lebih kreatif dimasa mendatang. UCAPAN TERIMA KASIH Puji dan Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa diucapkan atas segala rahmatNya, atas tersusunnya manuskrip ini. Serta dalam penelitian ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: Siswa kelas X MIPA SMA Negeri 3 Palangka Raya yang telah berpartisipasi selama 2 bulan terkakhir. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 373-394 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Bapak Sudiro. Pd. MM selaku kepala sekolah SMA Negeri 3 Palangka Raya Bapak Dr. Mashud. Pd. Pd selaku dosen pengampu MK Analisis Jurnal. Sebagai teman berdiskusi semua teman-teman sekelas. REFERENSI