Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Kesadaran Remaja Dalam Menjaga Diri Dari Pergaulan Bebas di SMA N 1 Batang Kuis Yohana Samosir*1. Pariqa Annisa2. Elvalini Warnelis Sinaga3. Salsabila Ratu Hafiiza4. Indah Novia Fitrah5. Sawilla Manik6. Anisa Nurqurotul7. Fifit Novelina Pulungan8. Nazli Maharani9. Elisa Vetrawati Tamba10. Lifa Nurmadani11. Milka Septriani Hulu12 1,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas IMELDA Medan Fakultas MIPA dan Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Riau email: yohanasamosir@gmail. Abstract Free association or promiscuous behavior is a deviant form of behavior commonly experienced by teenagers and has negative impacts on their health, education, and future. The main causes include environmental influences, lack of sexual education, and weak parental supervision. This community service aimed to increase studentsAo awareness regarding the risks of free association through health education, discussion, and the distribution of leaflets. The activity was carried out at SMAN 1 Batang Kuis involving 36 eleventh-grade students. The methods used included presentations, interactive discussions, and questionnaires. Results showed that 9 students . %) had high understanding, 21 students . 33%) had moderate understanding, and 6 students . 67%) had low understanding. Most students obtained information from media . 78%), while only 22. 22% relied on non-media sources. The activity successfully increased studentsAo awareness of free association and encouraged positive behavioral attitudes. Continuous education involving schools, parents, and communities is recommended to prevent deviant behavior in adolescents. Keywords: Free association, health education, counseling, teenagers, prevention. Abstrak Pergaulan bebas merupakan perilaku menyimpang yang banyak dialami remaja dan berdampak negatif terhadap kesehatan, pendidikan, serta masa depan mereka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai dampak pergaulan bebas melalui pendidikan kesehatan, diskusi, dan pembagian leaflet. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 1 Batang Kuis dengan melibatkan 36 siswa kelas XI. Metode yang digunakan adalah presentasi, diskusi interaktif, dan pemberian kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa 9 siswa . %) memiliki pemahaman tinggi, 21 siswa . ,33%) kategori sedang, dan 6 siswa . ,67%) kategori rendah. Mayoritas siswa memperoleh informasi dari media . ,78%), sementara 22,22% dari non-media. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga diri dari pergaulan bebas serta mendorong sikap positif dalam bergaul. Edukasi berkelanjutan yang melibatkan sekolah, orang tua, dan masyarakat direkomendasikan untuk mencegah perilaku menyimpang pada remaja. Kata Kunci: pergaulan bebas, pendidikan kesehatan, penyuluhan, remaja, pencegahan PENDAHULUAN Masa remaja merupakan periode transisi yang sangat penting dalam perkembangan individu, ketika mereka mulai membentuk identitas diri dan Pergaulan atau pertemanan menjadi ruang belajar, bersosialisasi, dan membangun https://doi. org/10. 37859/jpumri. relasi yang bermanfaat bagi perkembangan sosial dan emosional. Menurut KBBI, pergaulan adalah kehidupan berteman atau bermasyarakat, sedangkan bebas bermakna tidak terhalang atau terikat aturan (Utami et , 2. Pergaulan bebas kemudian dipahami sebagai interaksi sosial yang tidak dibatasi oleh norma dan aturan yang berlaku, p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 sehingga berpotensi menimbulkan perilaku menyimpang (Kusmiati et al. , 2. Pada kebutuhan dasar manusia sebagai makhluk sosial, namun kebebasan tersebut tetap harus berada dalam koridor norma, etika, dan nilai yang berlaku di masyarakat. Fenomena pergaulan bebas semakin marak terjadi pada remaja. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa aktivitas berpelukan, berpegangan tangan, berduaan di tempat umum, merokok, hingga mengonsumsi minuman keras yang sebelumnya tabu kini dianggap hal biasa di kalangan pelajar (Tari & Tafonao, 2. Penyuluhan kesehatan terbukti memiliki peran dalam mencegah perilaku seksual berisiko di kalangan siswa SMA, melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja terhadap bahaya pergaulan bebas (Soni. Hafid, & Sudyana, 2. Perubahan gaya hidup dan pengaruh hedonisme membuat remaja cenderung mengeksplorasi hal baru tanpa mempertimbangkan risiko jangka panjang. Perilaku ini diperparah oleh penyalahgunaan narkoba dan minimnya kontrol diri, yang memicu munculnya perilaku seksual bebas dan penyalahgunaan zat (Febrika. Indaryati, & Pranata, 2. Penyebab pergaulan bebas tidak hanya berasal dari individu, tetapi juga dipengaruhi oleh keluarga, lingkungan, dan peran lembaga pendidikan yang belum optimal. Data menunjukkan bahwa 0,7% remaja perempuan dan 4,5% remaja laki-laki usia 15Ae19 tahun pernah melakukan hubungan berpacaran pertama kali umumnya pada usia 15Ae17 tahun (Rondonuwu. Bokian, & Kasingku, 2. Selain itu, media sosial semakin memperkuat paparan perilaku menyimpang melalui konten yang tidak pergeseran nilai dan perilaku dalam kehidupan sosial remaja (Pugesehan. Siahaya, & Goha, 2. Program sosialisasi berbasis media pembelajaran interaktif dapat membantu remaja memahami dampak negatif pergaulan bebas sambil tetap relevan Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 dengan kebutuhan generasi digital (Wijayanto & Putra, 2. Penguatan nilai moral dan keagamaan juga menjadi aspek penting dalam pembentukan karakter remaja. Pendidikan moral yang diberikan secara konsisten mampu membentuk perilaku positif, kesadaran diri, serta kemampuan menolak ajakan teman sebaya untuk terlibat dalam perilaku berisiko. Kegiatan pengabdian yang fokus pada penguatan nilai-nilai moral menyimpang di kalangan remaja (Pratiwi & Suhendar, 2. Pendidikan karakter sangat penting untuk membentuk kemampuan remaja dalam mengambil keputusan yang tepat, menghindari tekanan sosial, dan mengenali risiko pergaulan bebas (Tryas Amanda Putri et al. , 2. Dampak pergaulan bebas tidak hanya terkait masalah kesehatan reproduksi, tetapi juga mempengaruhi motivasi dan prestasi Remaja yang terlibat dalam hubungan seksual pranikah, penyalahgunaan narkoba, dan gaya hidup malam lebih rentan mengalami penurunan akademik, konflik keluarga, dan risiko kesehatan seperti penyakit menular seksual. HIV/AIDS, dan kehamilan tidak diinginkan (Faturachman et , 2. Oleh karena itu, upaya pencegahan pendampingan sangat diperlukan untuk melindungi remaja dari konsekuensi negatif Kegiatan penyuluhan di sekolah menjadi salah satu strategi efektif karena dapat menjangkau remaja secara langsung dalam setting pembelajaran formal. Urgensi kegiatan pengabdian ini meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja mengenai risiko pergaulan bebas. Keterlibatan lingkungan sosial menjadi aspek kunci dalam membentuk perilaku remaja. Komunikasi terbuka antara anak dan orang tua, pengawasan aktivitas, serta pemberian informasi yang benar secara konsisten mampu mengurangi kecenderungan perilaku menyimpang (Verkuyten, 2. Remaja juga perlu menyadari nilai dirinya, memilih https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 lingkungan pertemanan yang sehat, dan menjauhi budaya yang tidak sesuai dengan norma masyarakat (Nur Najwa Solehah Binti Hasan Ashaari, 2. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengenai bahaya pergaulan bebas melalui penyuluhan dan diskusi edukatif. Edukasi kesehatan reproduksi, penguatan nilai moral, serta media interaktif menjadi rencana pemecahan masalah untuk menumbuhkan kesadaran dan sikap positif dalam menjaga pergaulan (Soni. Hafid, & Sudyana, 2018. Wijayanto & Putra, 2019. Pratiwi & Suhendar, 2. Dengan demikian, diharapkan kegiatan ini dapat berkontribusi dalam pencegahan perilaku menyimpang di kalangan remaja dan memperkuat peran sekolah serta keluarga dalam pembinaan Pergaulan BebasAy telah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Batang Kuis dengan jumlah peserta sebanyak 36 siswa kelas XI. Kegiatan dilakukan melalui metode presentasi, diskusi interaktif, dan pembagian Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya dan dampak dari pergaulan bebas serta mendorong sikap positif dalam menjaga pergaulan mereka. Setelah penyuluhan, siswa diberikan kuisioner untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka serta sumber informasi yang paling banyak mereka gunakan. Berikut adalah hasil distribusi berdasarkan dua variabel tersebut: Tabel 1. Distribusi Tingkat Pemahaman Siswa Tentang Pergaulan Bebas Variabel Jumlah METODE PENGABDIAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode presentasi dan diskusi kepada seluruh siswa kelas XI (A). Keseluruhan jumlah siswa 36 orang. Setelah pemberian materi melalui presentasi dan diskusi yang dilakukan kegiatan dilanjutkan dengan menjawab kuisioner sebanyak 10 soal, dengan pertanyaan Dikotomis (Dichotomous Questio. dan dokumentasi. Pemahaman tinggi Pemahaman sedang Pemahaman rendah Total Informasi Non Media Media Prentasi (%) Penyuluhan dilakukan pada hari Jumat, 10 Mei 2025 pada pukul 09. 30 WIB sampai 30 WIB. Proses penyuluhan dilakukan dengan mendatangi sekolah SMAN 1 Batang Kuis. Para mahasiswa yang didampingi guru melakukan sosialisasi dan pembagian leaflet serta pembagian Sistem penyuluhan dilakukan dengan sistem diskusi dan bincangbincang. Hal ini ditujukan untuk mengefektifkan proses sosialisasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari kegiatan penyuluhan ini Kegiatan penyuluhan tentang AuKesadaran Remaja dalam Menjaga Diri dari https://doi. org/10. 37859/jpumri. Dari tabel 1, dapat disimpulkan bahwa mayoritas siswa memiliki pemahaman yang cukup baik . ategori sedang dan tinggi mencapai 83,33%), dan sebagian besar memperoleh informasi dari media . ,78%). Hal penyuluhan serta dominasi media sebagai sumber utama informasi bagi remaja. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pendekatan diskusi terbuka cukup efektif dalam membangun kesadaran remaja. Dokumentasi kegiatan menunjukkan bahwa siswa aktif bertanya, berdiskusi, dan memberi tanggapan terhadap materi yang disampaikan, yang menjadi indikator bahwa mereka menerima materi dengan baik. Melalui penyuluhan tatap muka dan diskusi yang interaktif, siswa mendapatkan p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, dan memahami informasi secara lebih Penyuluhan ini tidak hanya memberikan data, tetapi juga membangun kesadaran dan nilai perlindungan diri terhadap pengaruh lingkungan. Dengan keterlibatan aktif dari guru, mahasiswa, dan institusi pendidikan, penyuluhan ini menjadi bagian dari proses pembentukan karakter remaja secara lebih holistik. Oleh karena itu, meskipun media memainkan peran penting, perlu ada kontrol, pendampingan, dan edukasi langsung dari pihak sekolah dan keluarga untuk menyeimbangkan pengaruh media Strategi berkelanjutan dan kolaboratif menjadi kunci dalam membangun generasi muda yang sadar, bertanggung jawab, dan terlindungi dari risiko pergaulan bebas. SIMPULAN Berdasarkan pengabdian masyarakat yang dilakukan di SMAN 1 Batang Kuis, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai pergaulan bebas, khususnya dalam mengenali dampak dan risikonya. Hal ini tercermin dari dominannya siswa dalam kategori pemahaman sedang dan tinggi. Namun, masih ditemukan siswa dengan pemahaman rendah, yang menandakan pentingnya pemberian edukasi lanjutan, baik melalui sekolah maupun lingkungan Penyuluhan dengan metode diskusi interaktif dan pemberian leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman Oleh karena itu, direkomendasikan agar kegiatan serupa dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai upaya preventif terhadap perilaku menyimpang pada Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak SMA Negeri 1 Batang Kuis yang telah memberikan izin dan fasilitas dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini. DAFTAR PUSTAKA