Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KARTU MENUJU GIGI SEHAT ELEKTRONIK -KMGS) TERHADAP PERAN DAN MOTIVASI IBU UNTUK KESEHATAN GIGI ANAK EFFECTIVENESS OF USING ELECTRONIC HEALTHY TEETH CARD . -KMGS) ON MOTHERSAo ROLE AND MOTIVATION FOR CHILDRENAoS DENTAL HEALTH 1,2,3 Marlindayanti1. Dhandi Wijaya2*). Refi Mutiara Vani3 Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia email koresponden: dhandi@poltekkespalembang. ABSTRAK Prevalensi karies rata-rata penduduk Indonesia usia 3-4 tahun bemasalah gigi dan mulut sebesar 81,5% dengan persentase tertinggi sebesar 96,8% pada usia 55-64 tahun. Hal ini menunjukan persentase masalah gigi dan mulut pada usia 3-4 tahun sudah memasuki angka yang cukup tinggi. Peran serta dan perhatian dari orang tualah yang dibutuhkan anak usia prasekolah. Kenyataan yang ada, kesehatan gigi anak kurang mendapat perhatian dari orang tua dengan anggapan bahwa gigi anak akan digantikan gigi tetap. Banyak kejadian karies sekarang ini disebabkan kurangnya peran dan pengetahuan orang tua tentang pemilihan jenis makanan dan perawatan gigi yang benar bagi anak-anaknya terutama anak usia pra sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas e-KMGS sebagai media dalam meningkatkan peran dan motivasi ibu untuk kesehatan gigi anak. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperiment Sampel pada penelitian ini diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata peran ibu sebelum dilakukan pendampingan e-KMGS yaitu sebesar 37,3 dan rata-rata motivasi ibu sebelum dilakukan pendampingan e-KMGS yaitu sebesar 28,5. Rata-rata peran ibu setelah dilakukan pendampingan e-KMGS yaitu sebesar 91,6 dan rata-rata Motivasi Ibu setelah dilakukan pendampingan e-KMGS yaitu sebesar 44,9. Selisih rata-rata sebelum dan sesudah penggunaan e-KMGS peran yaitu sebesar 54,3 dan motivasi sebesar 16,4. Kesimpulannya adalah penggunaan e-KMGS sebagai media secara signifikan efektif dalam meningkatkan peran dan motivasi ibu guna kesehatan gigi anak. Kata kunci: Peran ibu. motivasi ibu. e-KMGS. kesehatan gigi ABSTRACT The average caries prevalence of the Indonesian population aged 3-4 years with dental and oral problems is 5% with the highest percentage being 96. 8% at the age of 55-64 years. This shows that the percentage of dental and oral problems at the age of 3-4 years has entered quite high numbers. Participation and attention from parents is what preschool aged children need. The reality is that children's dental health receives little attention from parents with the assumption that children's teeth will be replaced by permanent teeth. Many cases of caries today are caused by a lack of role and knowledge of parents regarding choosing the right type of food and dental care for their children, especially pre-school age children. This research aims to determine the effectiveness of e-KMGS as a medium in increasing the role and motivation of mothers for children's dental This research is quantitative research with a quasi-experimental research design. The sample in this research was taken using purposive sampling. The results of this research show that the average mother's role before e-KMGS assistance is 37. 3 and the average mother's motivation before e-KMGS assistance is 28. The average mother's role after e-KMGS assistance was 91. 6 and the average mother's motivation after e-KMGS assistance was 44. The average difference before and after using e-KMGS role is 54. 3 and motivation is The conclusion is that the use of e-KMGS as a media is significantly effective in increasing the role and motivation of mothers for children's dental health. Keywords: Mother's role. mother's motivation. e-KMGS. dental health Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 PENDAHULUAN Kesehatan gigi anak menjadi perhatian khusus di era modern sekarang ini. Arti penting karies gigi pada anak prasekolah terletak pada kemampuannya sebagai indikator efektivitas upaya menjaga kesehatan mulut anak. Anak usia prasekolah lebih rentan terkena gigi mengonsumsi makanan dan minuman kapan pun mereka mau. Anak-anak usia taman kanakkanak seringkali tidak memiliki informasi dan kemampuan yang diperlukan untuk menjaga kebersihan mulut (Rompis, dkk, 2. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018, rata-rata kejadian kerusakan gigi pada masyarakat Indonesia yang memiliki gangguan kesehatan gigi dan mulut serta berusia antara 3 dan 4 tahun adalah sebesar 81,5%. Persentase kerusakan gigi tertinggi terjadi pada kelompok usia 55 hingga 64 tahun sebesar 96,8%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak usia tiga hingga empat tahun mempunyai masalah kesehatan gigi dan mulut. Ungkapan "masa menunjukkan tahun-tahun pertama yang paling kondusif bagi perkembangan manusia dalam hal kognisi fisik, emosional, dan sosial. Selama periode ini, pertumbuhan kognitif bisa meningkat hingga 50%. Pada tahun 2012, menurut Martani. Masa optimal tumbuh kembang anak adalah pada masa masa emas . olden ag. Rentang usia antara 0 dan 6 tahun sering disebut sebagai tahun emas. Perawatan gigi yang tidak memadai dan tidak memadai selama masa kanak-kanak dapat berdampak jangka panjang pada ketahanan gigi anak-anak saat mereka bertransisi menjadi dewasa. (Theresia, dkk. , 2. Menurut Worang dkk. , keterlibatan dan perhatian orang tua sangat diperlukan pada anak usia prasekolah. Dua strategi sederhana untuk menjaga kesehatan gigi anak adalah dengan mendidik anak tentang waktu dan teknik menyikat gigi yang benar, serta terus mengingatkan anak untuk segera berkumur setelah mengonsumsi Anak-anak menggunakan pengetahuan dasar yang mereka peroleh dari orang tuanya dalam aktivitas sehari-hari. Kadang-kadang mengabaikan kesehatan gigi anak-anak mereka dengan anggapan keliru bahwa gigi sulung mereka secara alami akan digantikan oleh gigi Kurangnya keterlibatan dan pemahaman orang tua dalam memilih makanan dan perawatan gigi yang optimal untuk anak kecilnya, terutama yang belum mulai bersekolah, berkontribusi signifikan terhadap prevalensi kejadian karies saat ini (Rompis , dkk, 2. Kartu Menuju Sehat (KMS) merupakan kartu yang menampilkan pola pertumbuhan khas anak yang ditentukan berdasarkan indeks antropometri berat badan spesifik gender terhadap usia, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan . Deteksi dini anomali pertumbuhan dapat difasilitasi oleh KMS, sehingga memungkinkan penerapan tindakan pencegahan secara tepat waktu dan sedangkan dalam memantau kesehatan gigi anak Tuga . menyatakan ada Kartu Menuju Gigi Sehat, yang dibuat berdasarkan tingginya kejadian karies pada anak. Zulfikri . dalam jurnalnya mengatakan kesehatan gigi dan mulut dapat dinilai melalui perubahan perilaku dalam menjaganya serta menilai perubahan faktor resiko karies gigi pada anak menggunakan kartu Menuju Gigi Sehat (KMGS). Sesuai dengan penelitiannya. Baiturrahmah . sampai pada kesimpulan bahwa penggunaan media edukasi berpotensi meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mulut dan gigi. Kesehatan gigi dan mulut dapat ditingkatkan dengan berbagai cara, salah satunya melalui promosi e-KMGS yang merupakan singkatan dari Kartu Menuju Gigi Sehat Elektronik merupakan salah satu dari sekian banyak jenis media yang dapat digunakan untuk mempromosikan kesehatan gigi. Kartu Menuju Gigi Sehat (KMGS) dirancang secara sederhana dan mudah dimengerti dan diisi oleh orang tua dan kader posyandu, sehingga orang tua dan kader dapat memonitor dan mengevaluasi kebersihan gigi dan mulut anak yang dapat meningkatkan kesehatan gigi dan mulut anak (Darwita, dkk 2. Kartu Menuju Gigi Sehat (KMGS) ini lebih menitik beratkan pada peran ibu dan kader kesehatan dikarenakan sebagian besar waktu berinteraksi Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 anak adalah dengan ibunya dan upaya pencegahan penyakit di masyarakat dipelopori oleh kader. Kartu Menuju Gigi Sehat dimaksutkan menjadi alat untuk mencatat status kesehatan dan perkembangan gigi anak, dimana dapat dilakukan oleh ibu dan kader kesehatan dalam hal ini adalah ibu guru PAUD sehingga bisa ditangani secara cepat oleh petugas kesehatan gigi apabila ada kelainan yang Target dari Kartu Menuju Gigi Sehat adalah ibu dan kader kesehatan . uru PAUD) mampu memeriksa kesehatan dan perkembangan gigi anak secara mandiri dan mencatat dengan benar dalam upaya mencegah, mengurangi secara cepat dan melakukan rujukan (Tuga R, 2. METODE Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperiment yang dilakukan dengan cara survei yaitu dengan rancangan pretest-posttest pada satu kelompok ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Kartu Menuju Gigi Sehat Elektronik . -KMGS) sebagai media dalam meningkatkan peran dan motivasi ibu guna kesehatan gigi anak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2024 bertempat di PAUD Intan Permata II. Kabupaten Ogan Ilir. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu dan anak yang ada di PAUD Intan Permata II dengan jumlah 75 pasang ibu dan Sampel diambil secara purposive sampling dan diambil sebanyak 30 pasang ibu dan anak dengan kriteria inklusi: bersedia menjadi responden dan mengisi informed consent, usia anak <5 tahun dan anak Motivasi ibu diukur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya yang hasilnya berupa skor antara 0-50 dan dikategorikan menjadi: Tinggi . kor 33-. Sedang . kor 17-. , dan Rendah . kor O. (Budiawan, 2. Peran ibu diukur mengunakan daftar tilik dan hasilnya dikategorikan menjadi Baik . kor 76-100%). Cukup . kor 56-75%), dan Kurang . kor O55%) (Arikunto, 2. Peningkatan peran dan motivasi dianalisis menggunakan uji T berpasangan dengan interval kepercayaan 95%. HASIL Tabel 1. Rata-rata skor dan kategori peran dan motivasi sebelum dan sesudah menggunakan e-KMGS Sebelum menggunakan e-KMGS Sesudah menggunakan e-KMGS Skor Kriteria Skor Kriteria Selisih skor sesudah Ae sebelum e-KMGS Peran Kurang Baik Motivasi Sedang Tinggi Sumber: Data Penelitian, 2024 Tabel 1 menunjukkan bahwa skor ratarata peran dan motivasi orang tua sebelum menggunakan e-KMGS sebesar 37,3 . riteria kuran. dan 28,3 . riteria sedan. yang berarti orang tua belum berperan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anaknya sehingga motivasi untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut anaknya masih belum baik. Setelah dilakukan pendampingan oleh kader tentang hasil e-KMGS maka terlihat adanya peningkatan peran dan motivasi orang tua menjadi 91,6 . ategori bai. pada peran dan 44,9 . ategori tingg. pada motivasi. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 Tabel 2. Uji bivariat peran dan motivasi ibu sebelum dan sesudah menggunakan e-KMGS Sebelum e-KMGS Sesudah e-KMGS Selisih skor sesudah Ae sebelum e-KMGS Nilai p Peran 0,001 Motivasi 0,001 Sumber: Data Penelitian, 2024 Tabel 2 menunjukkan bahwa hasil uji T berpasangan terhadap peran dan motivasi ibu sebelum dan sesudah menggunakan e-KMGS didapatkan nilai p= 0,001 (<0,. , maka dapat disimpulkan bahwa e-KMGS efektif dalam meningkatkan peran dan motivasi ibu dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anaknya. PEMBAHASAN Peran dan motivasi ibu sebelum menggunakan e-KMGS menunjukkan bahwa rata-rata peran 37,3 dengan kategori kurang dan rata-rata motivasi 28,5 dengan kriteria sedang. Temuan penilaian pre-test terhadap motivasi responden menunjukkan bahwa sebagian ibu sudah terdorong untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi anaknya, sedangkan sebagian ibu lainnya belum mencamkan motivasi tersebut dan tidak menjadikannya sebagai prioritas sehari-hari ketika hendak melakukan hal tersebut. datang ke kesehatan mulut dan gigi anak-anak mereka. Meski begitu, ada sebagian ibu yang kurang memiliki motivasi untuk menjaga kesehatan rahang dan gigi anaknya. Hal ini terjadi sebagai akibat dari kurangnya perhatian terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, yang didorong oleh kurangnya kesadaran terhadap permasalahan tersebut. Ini adalah alasan lain mengapa hal ini terjadi. Dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi pada anak, seringkali para ibu melakukan Kesalahan-kesalahan tersebut antara lain tidak mengingatkan anak untuk menyikat gigi minimal dua kali sehari, tidak membawa anak ke dokter gigi atau puskesmas untuk memeriksakan gigi enam bulan sekali, tidak mendampingi anak menyikat gigi, dan gagal mengajari anak-anak mereka untuk berkumur setelah makan. terlibat dalam konsumsi makanan atau minuman yang lengket dan bergula, namun mengabaikan instruksi untuk mengurangi konsumsi makanan atau minuman Menurut penelitian Yohanes dan Amelia tahun 2020, implementasi sangat penting karena anak kecil belum mampu mengurus dirinya sendiri. Lebih lanjut, para ibu berpandangan bahwa gigi anaknya pada akhirnya akan tergantikan oleh gigi tetap, dan mereka juga berpandangan bahwa karies gigi bukanlah masalah yang berarti bagi kesehatan mulut Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai makanan dan kebiasaan kebersihan gigi yang tepat untuk diberikan kepada anakanak mereka, terutama mereka yang masih di bawah usia sekolah, merupakan kontributor utama terhadap prevalensi karies di masyarakat saat ini (Rompis C, dkk, 2. Peran dan motivasi orang tua sesudah menggunakan e-KMGS dengan rata-rata nilai hasil kuisioner peran sebesar 91,6 dengan kriteria baik dan motivasi sebesar 44,9 dengan kriteria tinggi. Rata-rata selisih peningkatan peran dan motivasi sebelum dan sesudah menggunakan e-KMGS yaitu 54,3 untuk selisih rata-rata peran dan 16,4 untuk rata-rata selisih Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 Hasil pengukuran postest untuk peran dan motivasi ibu untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut anaknya meningkat setelah penggunaan e-KMGS. Berdasarkan penelitian (Darwita, 2. yang menunjukkan bahwa para ibu dapat dengan cepat mengartikan Kartu Gigi Sehat karena kesederhanaannya, hal ini sejalan dengan temuan yang diperoleh. Selain itu, hal ini didukung dengan Kartu Gigi Sehat (Tuga, 2. yang memiliki bahasa, gambar, dan desain yang luar biasa. Kata-kata yang digunakan pada Kartu Menuju Gigi Sehat, seperti terlihat di atas, sangat lugas dan mudah dipahami oleh seorang profesional kesehatan, atau dalam hal ini, seorang guru prasekolah. Kartu tersebut tidak menyertakan bahasa medis apa pun, dan frasa serta frasa yang disertakan dalam kartu juga Melalui penggunaan media berupa KMGS, kader program promosi kesehatan gigi dan mulut Posyandu berhasil mendorong perilaku yang berhubungan dengan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, seperti yang diungkapkan Darwita . Nanda . , menuliskan adapun disebabkan oleh adanya aktifitas belajar dengan media yang digunakan, salah satunya dengan media yang berbasis teknologi. Penggunaan eKMGS (Elektronik Kartu Menuju Gigi Seha. menjadi menarik dan lebih efektif untuk meningkatkan pengetahuan karena pada aplikasi ini terdapat informasi tentang kesehatan gigi dan mulut anak, yang bisa dilihat kapan saja dan dimana saja. (Tsatstari, 2. menyatakan di dalam aplikasi e-KMGS (Elektronik Kartu Menuju Gigi Seha. juga terdapat fitur layanan login akun perindividu yang semakin memudahkan responden untuk melihat informasi terkait kesehatan gigi dan mulut anaknya. Selain itu penggunaan eKMGS (Kartu Menuju Gigi Sehat Elektroni. dapat mengubah sikap ibu balita dikarenakan terdapat fitur dalam aplikasi berupa hasil kesehatan gigi balita yang memberikan informasi tentang resiko gigi berlubang yang dialami anak. Pada penelitian ini menggunakan eKMGS yang di dalamnya terdapat perbedaan yaitu pada e-KMGS ini dikembangkan dari Marlindayanti, dkk, 2023 menambahkan pengukuran kebersihan gigi anak sehingga dapat terlihat peningkatan kebersihan gigi anak. KESIMPULAN Penggunaan e-KMGS (Kartu menuju Gigi Sehat Elektroni. sebagai media secara signifikan efektif dalam meningkatkan peran dan motivasi ibu guna kesehatan gigi anak melalui pengukuran sebelum dan setelah dilakukan pendampingan e-KMGS (Kartu menuju Gigi Sehat Elektroni. DAFTAR PUSTAKA