Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Pemberian Penyuluhan Tentang Penggunaan Obat Yang Benar (Dagusib. Di Desa Kelurahan Kemenangan Tani Imelda Sari1. Dwi Meida Fitria2. Bianka Margareth Simatupang3. Fitria4. Weny Widiya5. Nurul Rahmi6 1,2,3,4 Prodi Farmasi Program Sarjana. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Audi Indonesia. Medan. Sumatera Utara. Indonesia *penulis korespondensi : imeldasari@gmail. Abstrak. Permasalahan kesehatan terkait obat di masyarakat Indonesia sepanjang waktu terus bertambah. Berbagai masalah kesehatan, khususnya terkait obat masih ditemui di masyarakat. Berbagai permasalahan terkait obat dapat dikarenakan masyarakat kurang paham tentang penggunaan dan penanganan obat dengan benar. Permasalahan tersebut mayoritas timbul karena cara pandang masyarakat yang belum memahami penggunaan dan penanganan obat yang baik dan benar. Program DAGUSIBU obat merupakan salah satu solusi yang tepat untuk menanggulangi masalah tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh. Di Desa Kelurahan Kemenangan Tani belum pernah mendapatkan Penyuluhan sosialisasi tentang DAGUSIBU obat. Tujuan: tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan penegetahuan masyarakat mengenai cara mendapatkan, menggunakan dan membuang obat dengan baik. Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan mulai dari cara penggunaan sampai pembuangan obat yang benar, kemudian diskusi interaktif, peragaan serta evaluasi dan monitoring melalui post test maupun pre test. Hasil: Kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar dengan peserta yang kooperatif dan antusias dalam mengikuti program tersebut. Para peserta yang hadir sangat antusias dalam mendengarkan penjelasan dan aktif bertanya terkait penggunaan obat dan penanganannya. Hal ini dapat menunjang terwujudnya program pemerintah dalam peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sosialisasi ini meningkatkan pemahaman peserta tentang pengelolaan obat dengan benar, diharapkan peserta dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam lingkungan keluarga dan Hal ini dapat mendukung terwujudnya program pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat yaitu GKSO . erakan keluarga sadar oba. Di sisi lain, berdasarkan hasil post-test menunjukkan bahwa peserta lebih memahami konsep DAGUSIBU obat dengan benar, sehingga dapat meminimalisir kesalahan dalam penggunaan obat. Kesimpulan: Dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat dapat menerapkan pengetahuan yang telah didapatkan kepada lingkungan maupun keluarga. Abstract. Drug-related health problems in Indonesian society continue to increase over time. Various health problems, especially those related to drugs, are still encountered in society. Various problems related to drugs can be caused by people not understanding about the correct use and handling of drugs. The majority of these problems arise because of the public's perspective which does not yet understand the proper and correct use and handling of medicines. The DAGUSIBU drug program is one of the right solutions to overcome this Based on the information obtained. Selamat Tani Village has never received socialization education about the drug DAGUSIBU. Objective: The aim of this service is to increase public knowledge regarding how to obtain, use and dispose of medicines properly. Method: This activity is carried out using an educational method starting from how to use it to the correct disposal of medicines, then interactive discussions, demonstrations as well as evaluation and monitoring through post tests and pre tests. Results: The socialization activities ran smoothly with participants who were cooperative and enthusiastic in participating in the program. The participants who attended were very enthusiastic in listening to the explanation and actively asked questions regarding drug use and treatment. This can support the realization of government programs to improve health services for the community. This socialization Journal Abdimas Mutiara Historis Artikel: Diterima : 26 Juli 2023 Direvisi : 02 Agustus 2023 Disetujui : 07 Agustus 2023 Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. increases participants' understanding of proper drug management, it is hoped that participants can apply the knowledge they have gained in the family and community environment. This can support the realization of the government program to improve public health, namely GKSO . rug aware family On the other hand, based on the post-test results, it shows that participants better understand the concept of DAGUSIBU medication correctly, so they can minimize errors in drug use. Conclusion: With this socialization, people can apply the knowledge they have gained to their environment and Kata Kunci: Penggunaan Obat. DAGUSIBU. Lingkungan. Masyarakat PENDAHULUAN Pada Masyarakat Indonesia saat ini sudah mulai terbiasa dengan penggunaan berbagai jenis obat-obatan dengan tujuan menyembuhkan penyakit, mengontrol, ataupun sebagai suplemen untuk menunjang aktifitas sehari-hari. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti perkembangan penyakit, produksi berbagai jenis obat-obatan dan suplemen serta mulai diberlakukannya jaminan kesehatan nasional yang memungkinkan masyarakat mendapatkan akses yang lebih mudah untuk mendapatkan pengobatan. Perkembangan tersebut menimbulkan berbagai dampak positif maupun negatif. Dampak positif yang dapat terlihat adalah semakin banyaknya masyarakat yang mulai peduli terhadap kesehatan dengan memeriksakan diri ke tempat-tempat pelayanan kesehatan. Sedangkan dampak negatif yang mungkin timbul dengan meningkatnya penggunaan obat di masyarakat adalah kesalahan dalam menggunakan hingga membuang limbah obat. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan dan informasi yang disampaikan kepada masyarakat terkait penggunaan obat yang baik dan benar. Kesalahan dalam penggunaan obat dapat menyebabkan kerugian baik bagi masyarakat maupun bagi lingkungan. Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) sebagai salah satu organisasi profesi kesehatan saat ini mulai mencanangkan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat terkait penggunaan obat yang baik dan Kegiatan penyuluhan ini diberi nama DAGUSIBU (Dapatkan Ae Gunakan Ae Simpan Ae Buan. Apoteker sebagai profesi kesehatan yang concern terhadap pemakaian obat-obatan di masyarakat dihimbau untuk terus melakukan penyuluhan DAGUSIBU di manapun agar masyarakat paham mengenai penggunaan obat yang benar sehingga tujuan pengobatan dapat tercapai serta tidak menimbulkan kerusakan lingkungan karena pembuangan limbah obat yang SOLUSI PERMASALAHAN MITRA Pada Masyarakat di Desa Kelurahan Kemengangan Tani, memiliki akses yang cukup baik terhadap kesehatan, termasuk di dalamnya penggunaan obat, baik obat yang diresepkan oleh dokter, obat bebas maupun obat bebas terbatas yang dibeli sesuai dengan gejala yang dirasakan. Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berimbas pada peningkatan motivasi masyarakat untuk memeriksa kesehatan secara rutin di pusat pelayanan kesehatan setempat juga menjadi sebab peredaran obat yang cukup banyak di masyarakat. Namun penggunaan obat yang semakin banyak ini belum didukung secara optimal dengan pengetahuan masyarakat mengenai cara konsumsi hingga pembuangan limbah obat yang baik dan aman bagi lingkungan. Pemberian informasi yang benar terkait penggunaan obat menjadi kebutuhan masyarakat agar terhindar dari dampak buruk kesehatan diri maupun lingkungan. METODE Sosialisasi tentang definisi umum dan klasifikasi obat Sosialisasi berbagai macam sediaan obat dan cara konsumsi atau penggunaannya Sosialisasi mengenai tata cara penyimpanan dan pembuangan obat yang rusak atau TARGET LUARAN Ibu-ibu memahami tentang definisi umum dan klasifikasi obat Ibu-ibu memahami tentang berbagai macam sediaan obat dan cara konsumsi atau Ibu-ibu memahami tata cara penyimpanan dan pembuangan obat yang rusak atau kadaluarsa HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan penyuluhan DAGUSIBU ini mengadop dari salah satu program promosi kesehatan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang sedang gencar dilaksanakan oleh para apoteker di seluruh Indonesia dalam rangka mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memahami penggunaan obat dengan baik dan benar. Penggunaan obat yang semakin meningkat di era JKN ini perlu didukung pengetahuan masyarakat yang baik tentang pengelolaan obat yang didapatkan, baik melalui resep dokter ataupun membeli sendiri di apotek atau warung obat. Kegiatan sosialisasi atau penyuluhan DAGUSIBU di Desa Kelurahan Kemenangan Tani merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memberikan informasi kepada Masyarakat tentang penggunaan obat yang baik dan benar . Sosialisasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat setempat dalam pengelolaan obat baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat secara umum. Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan dan sambutan oleh Pak Lurah setempat yang menjelaskan mengenai rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan, salah satunya penyuluhan penggunaan obat yang baik dan benar. Peserta penyuluhan sebagian besar adalah ibu Ae ibu Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. rumah tangga. Namun ada juga para bapak Ae bapak dan remaja yang tertarik untuk mengikuti kegitan ini. Penyuluhan dimulai dengan penjelasan definisi umum obat serta klasifikasi obat yang terdiri atas obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, serta obat wajib apotek. Masyarakat ditekankan mengenai perbedaan macam obat tersebut serta bagaimana cara mendapatkannya. Melalui penjelasan ini diharapkan masyarakat mengetahui dampak penggunaan obat secara tidak rasional, yakni dalam hal pembelian obat di tempat yang tidak tepat, semisal pembelian obat antibiotik tanpa resep dari dokter. Hal ini perlu disampaikan ke masyarakat karena tingkat resistensi antibiotik yang semakin meningkat di kalangan masyarakat dunia dapat memberikan beban kesehatan tersendiri nantinya. Penjelasan kemudian dilanjutkan mengenai macam Ae macam sediaan obat dengan cara penggunaannya yang berbeda-beda, bahkan perlu perhatian khusus agar tidak salah dalam menggunakannya. Sediaan obat yang dijelaskan di antaranya sediaan obat oral, hirup/inhalasi, topikal, suppositoria . bat yang dimasukkan melalui dubu. , dan lain sebagainya. Penggunaan obat yang salah sering terjadi di masyarakat dikarenakan informasi yang kurang lengkap yang disampaikan oleh petugas kesehatan saat memberikan obat. Hal ini sering terjadi pada kasus Ae kasus penggunaan sediaan obat yang memerlukan teknik khusus saat dipakai. Contoh sediaan obat yang sering salah dalam menggunakan adalah sediaan hirup/inhalasi serta suntikan . mumnya suntikan insulin yang memang boleh digunakan oleh pasien sendiri tanpa bantuan tenaga kesehata. Sosialisasi selanjutnya adalah penjelasan mengenai tatacara penyimpanan dan pembuangan obat yang baik dan benar. Penyimpanan obat sangat perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas dari produk obat yang digunakan apalagi jika produk obat tersebut habis dalam jangka waktu yang lama. Obat termasuk produk yang cukup sensitif terhadap sinar matahari langsung, kondisi yang lembab, maupun kondisi lain yang dapat merusak sebagian atau seluruh komponen dalam produk obat. Kerusakan ini tentu saja dapat berpengaruh pada efek yang akan ditimbulkan jika dikonsumsi oleh pasien yang dapat berupa efek negatif . eracunan atau timbulnya efek yang tidak diinginka. ataupun efek yang kurang sehingga pengobatan menjadi tidak optimal. Selain penyimpanan obat, pembuangan obat yang sudah rusak atau kadaluarsa juga perlu menjadi perhatian masyarakat agar tidak sembarangan dalam membuang obat. Pembuangan obat yang sembarangan dapat memberikan kesempatan orang lain untuk menyalahgunakan obat tersebut. Pembuangan obat yang benar harus memperhatikan persiapan dan lokasi pembuangan yang aman. Kegiatan penyuluhan diakhiri dengan sesi tanya jawab dimana respon masyarakat cukup baik terlihat dari beberapa pertanyaan yang disampaikan kepada pemateri. Berbagai pertanyaan tersebut merefleksikan keingintahuan masyarakat mengenai pengelolaan obat yang baik dan benar. Diharapkan melalui kegiatan ini Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. tujuan akhir yang ingin dicapai dapat terwujud serta masyarakat menjadi lebih perhatian dalam mengonsumsi dan mengelola obat yang ada di lingkungan keluarganya masing-masing khususnya. Gambar 1. Kegiatan Penyuluhan PKM Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Kegiatan PKM dapat berjalan dengan baik karena adanya kerjasama dan koordinasi yang baik dengan mitra. Kegiatan penyuluhan menjadi pembuka yang penting karena memerlukan adaptasi terhadap masyarakat sehingga transfer ilmu pengetahuan dan ketermapilan dapat berlangsung dengan baik. KESIMPULAN DAN SARAN Pelaksanaan penyuluhan sebagai salah satu program pengabdian berjudul AuPemberian Penyuluhan Tentang Penggunaan Obat Yang Benar (Dagusib. Di Desa Kelurahan Kemenangan Tani Au telah terlaksana dengan baik dan mendapatkan respon yang baik dari UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada Universitas Audi Indonesia yang telah mendukung Kegiatan PKM Prodi Farmasi Program Sarjana. Fakultas Ilmu Kesehatan. Pimpinan. Aparat Dan Perangkap Desa Kelurahan Kemenangan Tani, dan Staff Dosen Universitas Audi Indonesia yang selalu mendukung dan terlibat dalam terselenggarakannya Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. DAFTAR PUSTAKA