JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Analisis Kinerja Keuangan Berdasarkan Net Profit Margin (NPM). Return On Equity (ROE). Return On Asset (ROA). Gross Profit Margin (GPM) dan Harga Saham Pada PT. MEGA Perintis Tbk Iwan Eka Putra . Universitas Muhammadiyah Jambi . Iwanekaputra888@gmail. Aulia Yunicha Harly . Universitas Muhammadiyah Jambi . Azizah Septia Ningrum . Universitas Muhammadiyah Jambi . Faisal Riza . Universitas Muhammadiyah Jambi . ABSTRAK Financial performance is an important thing that needs to be known by internal and external parties. Because for internal parties it is used as a decision making tool to manage the company's finances well, while for external parties it is used as a decision making tool to carry out investment activities. For this reason, the author is interested in research with the title "Financial Performance Analysis Based on Net Profit Margin. Return on Equity. Return on Assets. Gross Profit Margin and Share Prices at PT. Mega Perintis TbkAy. This research is aims to determine the financial performance of PT. Mega Perintis Tbk, period 2018 to 2023 based on profitability ratios and share prices. Quantitative research method as a research technique that collects data through the use of research instruments and analyzes quantitative and statistical data to examine how PT. Mega Perintis Tbk's financial performance is influenced by profitability ratios and share prices between 2018 and 2023. The data analysis tool used in this research is financial ratio analysis in the form of profitability ratios and stock prices. The research results show that the profitability ratio of the Mega Perintis Tbk company from 2018 to 2023 is in a poor condition because the values of Net Profit Margin. Return On Equity. Return On Assets are below the industry average standard. However, the Mega Perintis Tbk company's Gross Profit Margin is in "good" condition because the Gross Profit Margin value is above the industry average standard. Meanwhile, the share price of the company Mega Perintis Tbk follows the company's performance so that it fluctuates during the period 2018 to 2023. Keywords: Financial Performance. Net Profit Margin. Return On Equity. Return On Assets. Gross Profit Margin. Share Price. PENDAHULUAN Perkembangan bisnis yang ada di Indonesia saat ini berkembang sangat pesat. Terdapat berbagai macam bidang bisnis yang ditemui di Indonesia, misalnya dalam bidang perdagangan umum, ritel, kafe dan restoran. Terdapat juga bisnis dari luar negeri yang berkembang pesat di Indonesia. Hal ini dapat membuka peluang lapangan pekerjaan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 234 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 bagi masyarakat Indonesia. Namun, disisi lain dapat menimbulkan persaingan bisnis antara perusahaan bisnis dalam negeri dengan perusahaan luar negeri. Biasanya perusahaan yang seperti ini sering terjadi pada perusahaan ritel. Namun dalam bisnis ritel juga memiliki tantangan yang perlu dihadapi. Seperti yang terjadi pada tahun 2020 dimana terjadinya pandemi covid-19 yang mengakibatkan beberapa perusahaan tutup dan dilarangnya produk luar negeri masuk kedalam negeri guna menghalagi pengedaran Meskipun pandemi covid-19 telah usai, dunia bisnis kembali mengalami tantangan, yaitu terjadinya pro kontra terhadap gerakan BDS (Boycott. Divestment dan Sanctio. yaitu pengecualian beberapa brand yang terjadi di indonesia. Hal ini bisa memberi pengaruh terhadap volume penjualan yang akan mempengaruhi pada pergerakan harga saham perusahaan. Beberapa perusahaan ritel yang harga sahamnya mengalami fluktuasi dari 7 sub sektor, yaitu distributor obat dan pengecer, distributor makanan dan ritel, supermarket toko serba ada, departement store, ritel pakaian dan tekstil, ritel otomotif dan ritel elektronik sebagai berikut: Tabel 1 Data Harga Saham 7 Sub Sektor Perusahaan Ritel Di Indonesia Periode 2018-2023 Nama Perusahaan Duta Inditadaya Tbk Wicaksana Overseas International Tbk Matahari Putra Prima Tbk Mitra Adiperkasa Tbk Bintang Oto Global Tbk Matahari Departement Ace Hardware Indonesia Tbk (Sumber : annual report, data diolah 2018-2. Berdasarkan tabel 1 terjadinya fluktuasi harga saham yang di ambil berdasarkan closing price tahunan. Adanya fluktuasi harga saham ini juga akan berdampak pada kinerja keuangan suatu perusahaan. Menurut Ndruru et al. , . Harga saham akan naik sebagai respons terhadap kinerja keuangan yang kuat. Harga saham meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap saham tersebut. Saham bisnis dengan pertumbuhan pendapatan yang kuat, pendapatan yang konsisten, dan manajemen yang efektif biasanya dibeli oleh investor. Perusahaan ritel yang bergerak dalam bidang pakaian jadi dan tekstil yang terdaftar di bursa efek Indonesia yaitu PT. Mega Perintis Tbk yang memasarkan beberapa isu produk yang ikut dijadikan pengecualian. Dengan melihat adanya gerakan pengecualian produk beberapa brand ternama yang menimbulkan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 235 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 pro dan kontra sehingga berdampak pada pendapatan perusahaan yang menjual produk Hal ini akan berdampak pada kinerja keuangan perusahaan. Kinerja keuangan yakni visualisasi posisi perusahaan yang dapat mengukur seberapa baik perusahaan tersebut. Kinerja keuangan bisa ditilik melalui pada laporan keuangan yang dipunyai oleh perusahaan yang bersangkutan dan itu tercermin dari laporan posisi keuangan. Diantara rasio keuangan yang dapat dipergunakan guna mengukur kinerja keuangan berdasarkan laba yang dihasilkan dalam satu periode yaitu rasio profitabilitas. Dimana rasio ini dipergunakan guna menilai daya perusahaan saat menciptakan laba di jangka waktu tertentu. Terdapat beberapa jenis rasio profitabilitas yang diantaranya yaitu net profit margin yang dipergunakan guna mengukur laba bersih dengan penjualan bersih dalam satu periode. Selanjutnya terdapat return on equity yang digunakan untuk mengukur laba bersih terhadap total ekuitas atau modal yang dipunyai perusahaan itu sendiri dalam satu periode. Selain itu terdapat return on asset yang dipergunakan untuk mengukur laba bersih terhadap total aset yang dihasilkan oleh perusahaan dalam satu periode. Selanjutnya terdapat gross profit margin yang dipergunakan guna mengukur laba kotor terhadap penjualan bersih dalam satu periode. Guna menilai baik/tidaknya posisi keuangan suatu perusahaan dapat dilihat dari standar industri rasio keuangan. Menurut Kasmir, . standar industri rata-rata return on asset sebesar 30% sedangkan untuk return on equity sebesar 40%, serta net profit margin sebesar 20%. Kemudian untuk standar industri gross profit margin sebesar 30%. Sehingga dirangkum dalam bentuk tabel sebagai berikut : Tabel 2 Standar Rata-Rata Industri Rasio Profitabiltas Rumus Standar Industri Net Profit Margin Ou 20% Return On Equity Ou 40% Return On Asset Ou 30% Gross Profit Margin Ou 30% Sumber : Kasmir 2019 Kriteria Baik Baik Baik Baik Kinerja keuangan merupakan hal penting yang perlu diketahui oleh pihak internal maupun eksternal. Karena bagi internal digunakan sebagai alat pengambil keputusan untuk mengatur keuangan perusahaan yang baik, sedangkan bagi pihak eksternal digunakan sebagai alat pengambil keputusan untuk melakukan kegiatan investasi. Untuk itu penulis tertarik untuk meneliti dengan judul AuAnalisis Kinerja Keuangan Berdasarkan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 236 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Net Profit Margin. Return On Equity. Return On Asset. Gross Profit Margin dan Harga Saham Pada PT. Mega Perintis TbkAy METODOLOGI Menurut Sugiyono, . penelitian ini mempergunakan teknik penelitian kuantitatif dan data sekunder mendefinisikan metode penelitian kuantitatif sebagai teknik penelitian yang mengumpulkan data melalui penggunaan instrumen penelitian dan menganalisis data kuantitatif dan statistik untuk mengkaji bagaimana PT. Kinerja keuangan Mega Perintis Tbk dipengaruhi oleh rasio profitabilitas dan harga saham antara tahun 2018 hingga tahun 2023. Guna mengetahui nilai suatu variabel, peneliti dalam hal ini melangsungkan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan guna mengetahui nilai suatu variabel secara aktual dan apa adanya. Teknik penghimpunan data yakni skema yang sistematik guna mendapat data yang dibutuhkan. Dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dengan cara mencari dara dari buku, jurnal, akuntansi dan dokumen-dokumen maupun sumber lainnya yang terkait dengan laporan keuangan dan laporan tahunan dari PT. Mega Perintis Tbk. Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis rasio keuangan yang berupa rasio profitabilitas dan harga Adapun alat analisis untuk rasio profitabilitas yang digunakan sebagai berikut : Net Profit Margin ycAyceyc ycEycycuyceycnyc ycAycaycyciycnycu = Laba Bersih Penjualan Bersih Sumber : Kasmir 2019 Return On Equity ycIyceycycycycu ycCycu yaycycycnycyc = Laba Bersih Total Ekuitas Sumber : Kasmir 2019 Return On Asset ycIyceycycycycu ycCycu yaycycyceyc = Laba Bersih Total Aset Sumber : Kasmir 2019 Gross Profit Margin yaycycuycyc ycEycycuyceycnyc ycAycaycyciycnycu = yaycaycayca yaycuycycuyc ycEyceycuycycycaycoycaycu yaAyceycycycnEa Sumber : Kasmir 2019 Tabel 3 Standar Rata - Rata Industri Rasio Profitabilitas UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 237 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Rumus Net Profit Margin Return On Equity Return On Asset Gross Profit Margin Sumber : Kasmir 2019 Standar Industri Ou 20% Ou 40% Ou 30% Ou 30% Kriteria Baik Baik Baik Baik HASIL Analisis Kinerja Keuangan Berdasarkan NPM Tabel 4 Hasil Analisis Kinerja Keuangan Berdasrkan NPM NPM Tahun Laba Bersih Penjualan Rata-Rata (%) (%) Sumber: Data Diolah Berdasarkan tabel 4 dapat dilihat bahwa rasio profitabilitas mengalami fluktuasi mulai dari periode 2018-2023. Diawali pada tahun 2018 Net Profit Margin (NPM) sebesar 8,91%, berdasarkan indikator NPM di pengaruhi oleh laba bersih dan penjualan bersih. Dimana pada tahun 2018 laba bersih yang di peroleh sebesar Rp. 430 dan untuk penjualan bersihnya sebesar Rp. Hasil laba bersih ini dipengaruhi oleh beberapa pengeluaran operasional perusahaan. pada tahun 2018 laba kotor yang dimiliki sebesar Rp. 906 kemudian dikurangi dengan beban penjualan sebesar Rp. 626, beban umum dan administrasi sebesar Rp. kemudian terdapat beban keuangan sebesar Rp. Selanjutnya PT. Mega Perintis Tbk mendapatkan bunga sebesar Rp. Kemudian dikurangi dengan selisih kurs bersih sebesar Rp. 778, lalu dikurangi dengan rugi penjualan aset tetap sebesar Rp. Kemudian perusahaan mendapatkan pendapatan lain-lain bersih sebesar Rp. 917, sehingga menghasilkan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp. 067 kemudian dikurangi dengan beban pajak penghasilan sebesar Rp. Kemudian dikurangi dengan rugi laba proforma merging entity sebesar Rp. Sehingga laba bersih yang dihasilkan sebesar Rp. Selanjutnya pada tahun 2019 nilai Net Profit Margin (NPM) mengalami penurunan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 238 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 menjadi 8,51%, berdasarkan indikator NPM dipengaruhi oleh laba bersih dan penjualan Dimana pada saat itu laba bersih pada tahun 2019 sebesar Rp 51. 919 yang dihasilkan dari jumlah penjualan bersih sebesar Rp 601. 774 kemudian di kurangi dengan beban pokok penjualan sebesar Rp 280. 891 sehingga menghasilkan laba kotor sebesar Rp 320. Setelah itu dikurangi dengan beban penjualan sebesar Rp 178. 696 dan beban keuangan sebesar Rp 15. Setelah itu dijumlahkan dengan pendapatan bunga perusahaan Rp 260. 592, entitas asosiasi Rp 995, selisish kurs bersih Rp 100. 482, laba . penjualan aset tetap Rp 833, dan pendapatan lainnya Rp 1. Sehingga menghasilkan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp 68. Setelah itu dikurangi dengan beban pajak penghasilan sebesar Rp 17. 829 sehingga laba bersih yang dihasilkan sebesar Rp 51. Selanjutnya pada tahun 2020 Net Profit Margin (NPM) mengalami fluktuasi dengan angka sebesar -11,51%, berdasarkan indikator NPM dipengaruhi oleh laba bersih dan penjualan bersih. Dimana pada saat itu jumlah laba bersih sebesar Rp . yang artinya perusahaan mengalami kerugian dan tidak mendapatkan Laba bersih ini dihasilkan melalui jumlah penjualan bersih sebesar Rp 406 dikurangi dengan jumlah beban pokok penjualan sebesar Rp 724 sehingga mendapatkan laba kotor sebesar Rp 176. Kemudian dikurangi dengan beban penjualan sebesar Rp 160. 556, beban umum administrasi sebesar Rp 51. 064, beban keuangan sebesar Rp 22. Setelah itu ditambah dengan pendapatan bunga perusahaan sebesar Rp 58. entitas asosiasi sebesar Rp 16. 380 dan selisih kurs sebesar Rp 175. Kemudian dikurangi dengan jumlah laba . penjualan aset tetap sebesar Rp. Lalu dijumlahkan dengan pendapatan lain-lain perusahaan sebesar Rp Sehingga laba bersih sebelum beban pajak penghasilan yang didaptkan sebesar Rp . kemudian setelah dikurangi dengan beban pajak penghasilan sebesar Rp 6. 258 sehingga laba bersih yang didapatkan yaitu sebesar Rp . Selanjutnya pada tahun 2021 Net Profit Margin (NPM) perlahan mengalami peningkatan menjadi 6,64%, berdasarkan indikator NPM dipengaruhi oleh laba bersih dan penjualan bersih. Dimana pada saat itu laba bersih pada tahun 2021 sebesar Rp 30. 235 yang didapatkan dari jumlah penjualan bersih sebesar Rp 463. 021 lalu dikurangi dengan beban pokok penjualan sebesar Rp UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 239 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 368 sehingga didapatkan laba kotor sebesar Rp 258. Kemudian dikurangi dengan beban penjualan sebesar Rp 153. 591, beban umum dan administrasi Rp 51. 821, dan beban keuangan Rp 20. Setelah itu dijumlahkan dengan pendapatan bunga perusahaan sebesar Rp. 714 dan entitas asosiasi sebesar Rp 163. Lalu dikurangin dengan selisih kurs bersih sebesar Rp Kemudian dijumlahkan dengan laba . penjualan aset tetap sebesar Rp 534 dan pendapatan beban lain-lain bersih sebesar Rp 4. Lalu didapatkan laba bersih sebelum pajak sebesar 37. 074 yang kemudian dikurangi dengan beban pajak penghasilan sebesar Rp 6. 839 sehingga menghasilkan laba bersih sebesar Rp 30. Selanjutnya pada tahun 2022 Net Profit Margin (NPM) perlahan mengalami peningkatan menjadi 10,84%, berdasarkan indikator NPM dipengaruhi oleh laba bersih dan penjualan bersih. Dimana pada saat itu laba bersih pada tahun 2022 sebesar Rp 294 lalu dikurangi dengan beban pokok penjualan sebesar Rp 795 sehingga didapatkan laba kotor sebesar Rp 376. Kemudian dikurangi dengan beban penjualan sebesar Rp 205. 106, beban umum dan administrasi Rp 58. 243, dan beban keuangan Rp 18. Setelah itu dijumlahkan dengan pendapatan bunga perusahaan sebesar Rp. Setelah itu dikurangin dengan entitas asosiasi sebesar Rp 73. 580 dan dengan selisih kurs bersih sebesar Rp 298. Kemudian dijumlahkan dengan laba . penjualan aset tetap 079 dan pendapatan beban lain-lain bersih sebesar Rp 1. Lalu didapatkan laba bersih sebelum pajak sebesar 97. 736 yang kemudian dikurangi dengan beban pajak penghasilan sebesar Rp 24. 756 sehingga menghasilkan laba bersih sebesar Rp 72. Pada tahun 2023 nilai Net Profit Margin (NPM) mengalami penurunan menjadi 39%, berdasarkan indikator NPM dipengaruhi oleh laba bersih dan penjualan bersih. Dimana pada saat itu laba bersih pada tahun 2023 sebesar Rp 46. 472 yang dihasilkan dari jumlah penjualan bersih sebesar Rp 735. 943 kemudian di kurangi dengan beban pokok penjualan sebesar Rp 326. 082 sehingga menghasilkan laba kotor sebesar Rp 408. Setelah itu dikurangi dengan beban penjualan sebesar Rp 263. 210, beban umum dan administrasi sebesar Rp 64. 206 sehingga didapatkan jumlah beban usaha Rp 328. 416, sehingga laba usaha yang dihasilkan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 240 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 sebesar Rp 80. Kemudian dan beban keuangan sebesar Rp 23. Setelah itu dijumlahkan dengan pendapatan bunga perusahaan Rp 13. 612 dan selisish kurs bersih Rp 926. 630 lalu dikurangin laba . penjualan aset tetap Rp Kemudian dijumlahkan pendapatan lainnya Rp2. Sehingga menghasilkan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp 60. Setelah itu dikurangi dengan beban pajak penghasilan sebesar Rp 13. 071 sehingga laba bersih yang dihasilkan sebesar Rp . Analisis Kinerja Keuangan Berdasarkan ROE Tabel 5 Analisis Kinerja Keuangan Berdasarkan ROE Tahun Laba Bersih Total Ekuitas ROE (%) Rata Rata (%) Sumber: Data Diolah Analisis ROE yang didapatkan sebesar 19,16%,berdasarkan indikator dari Return On Equity (ROE) ini dipengaruhi oleh laba bersih dan total ekuitas. Dimana total ekuitas pada tahun 2018 sebesar Rp. 605 yang didapatkan dari modal dasar sebesar Rp 79. 000 ditambah modal disetor sebesar Rp. 256 lalu ditambah dari entitas anak sebesar Rp 43. Setelah itu dikurangi dengan rugi komprehensif lain sebesar Rp 178. 764 setelah itu ditambah dengan saldo laba yang belum ditentukan penggunanya sebesar Rp. Kemudian didapatkan sub-jumlah sebesar Rp 211. 895 lalu ditambah dengan kepentingan non pengendali sebesar Rp. 710, sehingga jumlah ekuitas yang di dapatkan sebesar Rp 212. Selanjutnya Return On Equity (ROE) pada tahun 2019 juga mengalami penurunan menjadi 16,78%, berdasarkan indikator ROE dipengaruhi oleh laba bersih dan total ekuitas, dimana pada tahun 2019 total ekuitas sebesar Rp 305. 461 yang dihasilkan dari beberapa sumber ekuitas yang dijumlahkan mulai dari modal dasar sebesar Rp. 800, tambahan modal Rp 67. 908, entitas anak Rp 914, saldo laba yang sudah ditentukan penggunaannya sebesar Rp 250. 000 dan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp 139. 552 sehingga UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 241 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 mendapatkan sub-jumlah sebesar Rp 294. Setelah itu ditambah dengan jumlah kepentingan non pengendali sebesar Rp 10. 287 sehingga total jumlah ekuitas sebesar Rp 305. Hasil Return On Equity (ROE) pada tahun 2020 juga mengalami fluktuatif yaitu 45% berdasarkan indikator ROE dipengaruhi oleh laba bersih dan total ekuitas, dimana pada saat itu total ekuitas sebesar Rp 260. 262 yang dapatkan dari modal dasar sebesar Rp 87. 800 ditambah dengan tambahan modal disetor sebesar Rp 67. Lalu dikurangin dengan penghasilan komprehensif sebesar Rp 192. Kemudian ditambah dengan saldo laba yang sudah ditentukan penggunanya sebesar Rp. 000, saldo laba yang belum ditentukan penggunanya sebesar Rp 97. 183 dan kepentingan non pengendali sebesar Rp 7. Sehingga jumlah ekuitas sebesar Rp 260. Hasil Return On Equity (ROE) pada tahun 2021 juga perlahan mengalami peningkatan menjadi 10. 85%, berdasarkan indikator ROE dipengaruhi oleh indikator laba bersih dan total ekuitas. Dimana pada saat itu total ekuitas sebesar Rp 283. 913 yang dapatkan dari modal dasar sebesar Rp 800 ditambah dengan tambahan modal disetor sebesar Rp 67. Lalu dijumlahkan dengan penghasilan komprehensif sebesar Rp 481. Kemudian ditambah dengan saldo laba yang sudah ditentukan penggunanya sebesar Rp. 206 dan kepentingan non pengendali sebesar Rp 4. Sehingga jumlah ekuitas sebesar Rp 283. Selanjutnya Return On Equity (ROE) pada tahun 2022 juga perlahan mengalami peningkatan menjadi 21. 03%, berdasarkan indikator ROE dipengaruhi oleh indikator laba bersih dan total ekuitas. Dimana pada saat itu total ekuitas sebesar Rp 346. 198 yang dapatkan dari modal dasar sebesar Rp 800 ditambah dengan tambahan modal disetor sebesar Rp 67. Lalu dikurangin dengan penghasilan komprehensif sebesar Rp 114. Kemudian ditambah dengan saldo laba yang sudah ditentukan penggunanya sebesar Rp. 471 dan kepentingan non pengendali sebesar Rp 5. Sehingga jumlah ekuitas sebesar Rp 346. Kemudian Return On Equity (ROE) pada tahun 2023 juga mengalami penurunan 46%, berdasarkan indikator ROE dipengaruhi oleh laba bersih dan total ekuitas, dimana pada tahun 2023 total ekuitas sebesar Rp 376. 881 yang UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 242 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 dihasilkan dari beberapa sumber ekuitas yang dijumlahkan mulai dari modal dasar sebesar Rp. 800, tambahan modal Rp 67. Lalu dikurangin dengan penghasilan komprehensif sebesar Rp 24. Kemudian ditambah dengan saldo laba yang sudah ditentukan penggunanya sebesar Rp. 000, saldo laba yang belum ditentukan penggunanya sebesar Rp 220. 821 dan kepentingan non Sehingga Analisis Kinerja Keuangan Berdasarkan ROA Tabel 5 Analisis Kinerja Keuangan Berdasarkan ROA Tahun Laba Bersih Total Aset ROA(%) Sumber: Data Diolah Rata-Rata (%) Selain itu Return On Asset (ROA) yang di dapatkan pada tahun 2018 sebesar 10,21%. Berdasarkan indikator ROA dipengaruhi oleh laba bersih dan total aset, dimana jumlah total aset pada tahun 2018 sebesar Rp 398. 462 yang didapatkan dari jumlah aset lancar sebesar Rp 298. 098 ditambah dengan jumlah aset tidak lancar sebesar Rp 99. Selanjutnya Return On Asset (ROA) yang terjadi pada tahun 2019 mengalami penurunan daripada tahun sebelumnya menjadi 9. Berdasarkan indikator ROA dipengaruhi oleh laba bersih dan total aset. Dimana pada saat itu total aset pada tahun 2019 sebesar Rp 538. 986 yang didapatkan dari jumlah aset lancar Rp 612 dan jumlah aset tidak lancar sebesar Rp 179. Selanjutnya Return On Asset (ROA) pada tahun 2020 juga mengalami fluktuatif yaitu sebesar -6,67%, berdasarkan indikator ROA dipengaruhi oleh laba bersih dan total asset. Dimana total aset pada tahun 2020 sebesar Rp 563. 785 yang didapatkan dari jumlah aset lancar sebesar Rp 274. 896 dan jumlah aset tidak lancar sebesar Rp 288. Kemudian Return On Asset (ROA) pada tahun 2021 juga perlahan mengalami peningkatan menjadi 5,47%, berdasarkan indikator ROA dipengaruhi oleh indikator laba bersih dan total aset. Dimana total aset pada tahun 2021 sebesar Rp 562. 102 yang UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 243 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 didapatkan dari jumlah aset lancar sebesar Rp 296. 512 dan jumlah aset tidak lancar sebesar Rp266. Kemudian Return On Asset (ROA) pada tahun 2022 juga perlahan mengalami peningkatan menjadi 11,19%, berdasarkan indikator ROA dipengaruhi oleh indikator laba bersih dan total aset. Dimana total aset pada tahun 2022 sebesar Rp 651. 958 yang didapatkan dari jumlah aset lancar sebesar Rp 475 dan jumlah aset tidak lancar sebesar Rp277. Kemudian Return On Asset (ROA) pada tahun 2023 juga mengalami penurunan menjadi 6,24%, berdasarkan indikator ROA dipengaruhi oleh indikator laba bersih dan total aset. Dimana total aset pada tahun 2023 sebesar Rp 752. 142 yang didapatkan dari jumlah aset lancar sebesar Rp 425. 049 dan jumlah aset tidak lancar sebesar Rp327. Analisis Kinerja Keuangan Berdasarkan GPM Tabel 5 Analisis Kinerja Keuangan Berdasarkan Laba Kotor Penjualan GPM (%) Tahun Rata - Rata (%) Sumber: Data Diolah Terdapat Gross Profit Margin (GPM) pada tahun 2018 sebesar 52. berdasarkan indikator Gross Profit Margin (GPM) dipengaruhi oleh laba kotor dan penjualan bersih. Dimana pada tahun 2018 laba kotor sebesar Rp 240. 906 yang didapkan dari jumlah penjualan bersih sebesar Rp 456. 045 dikurangi dengan beban pokok penjualan sebesar Rp 215. Sedangkan Gross Profit Margin (GPM) yang terjadi pada tahun 2019 mengalami peningkatan darpada tahun sebelumnya Berdasarkan indikator GPM dipengaruhi oleh laba kotor dan penjualan Dimana pada saat itu jumlah laba kotor sebesar Rp 320. 883 yang didapatkan dari total penjualan bersih sebesar Rp 601. 772 kemudian dikurangi dengan beban pokok penjualan sebesar Rp 280. Sedangkan untuk Gross Profit Margin (GPM) pada tahun 2020 mengalami peningkatan yaitu sebesar 54,10%, berdasarkan indikator GPM dipengaruhi oleh laba kotor dan penjualan bersih. Dimana UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 244 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 pada tahun 2020 laba kotor sebesar Rp 176. 682 yang didapatkan dari jumlah pendapatan bersih sebesar Rp 326. 406 kemudian dikurangi dengan beban pokok penjualan sebesar Rp 149. Gross Profit Margin (GPM) pada tahun 2021 mengalami peningkatan yaitu sebesar 55,72%, berdasarkan indikator GPM dipengaruhi oleh laba kotor dan penjualan bersih. Dimana pada tahun 2021 laba kotor sebesar Rp 653 yang didapatkan dari jumlah penjualan bersih sebesar Rp 021 kemudian dikurangi dengan beban pokok penjualan sebesar Rp Sedangkan untuk Gross Profit Margin (GPM) pada tahun 2022 mengalami peningkatan yaitu sebesar 55,98%, berdasarkan indikator GPM dipengaruhi oleh laba kotor dan penjualan bersih. Dimana pada tahun 2022 laba kotor sebesar Rp 499 yang didapatkan dari jumlah penjualan bersih sebesar Rp 294 kemudian dikurangi dengan beban pokok penjualan sebesar Rp296. Sedangkan untuk Gross Profit Margin (GPM) pada tahun 2023 perlahan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yaitu menjadi 55. berdasarkan indikator GPM dipengaruhi oleh laba kotor dan penjualan bersih. Dimana pada tahun 2023 laba kotor sebesar Rp 408. 861 yang didapatkan dari jumlah penjualan bersih sebesar Rp 735. 943 kemudian dikurangi dengan beban pokok penjualan sebesar Rp 326. Berdasarkan hasil analisis rasio profitabilitas tahun 2018 menggunakan NPM. ROE. ROA, dan GPM jika kinerja kuangan diukur menggunakan standar rata-rata industri maka hanya GPM yang mencapai standar rata-rata industri. Dimana pada saat itu harga saham hanya mencapai sebesar Rp 510/lembar sahamnya. Sedangkan rasio profitabilitas tahun 2019 yang terdiri NPM. ROE. ROA dan GPM yang mencapai standar industri hanya GPM. Selain tidak mencapai standar rata Ae rata industri NPM. ROE dan ROA mengalami penurunan karena besarnya jumlah beban pokok penjualan dan beban pajak penghasilan yang dikeluarkan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Selain itu harga saham yang terjadi pada tahun 2019 juga mengalami penurunan yaitu sebesar Rp. 496/lembar sahamnya. Rasio profitabilitas tahun 2020 yang terdiri NPM. ROE. ROA dan GPM yang mencapai standar industri hanya GPM. Selain tidak mencapai standar rata Ae rata industri NPM. ROE dan ROA mengalami fluktuatif karena laba bersih . yang dihasilkan mengalami loss profit. Modal atau ekuitas yang dimiliki juga lebih kecil dibanding dengan tahun sebelumnya serta penjualan bersih lebih kecil lebih kecil daripada tahun sebelumnya. Kemudian beban operasional lebih meningkat disbanding UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 245 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 tahun sebelumnya. Selain itu harga saham yang terjadi pada tahun 2020 juga kembali mengalami penurunan yaitu menjadi Rp. 390/lembar sahamnya. Rasio profitabilitas tahun 2021 yang terdiri NPM. ROE. ROA dan GPM yang mencapai standar industri hanya GPM. Selain tidak mencapai standar rata Ae rata industri NPM. ROE dan ROA mengalami fluktuatif meskipun hanya mengalami sedikit peningkatan karena laba bersih . yang dihasilkan sedikit meningkat. Modal atau ekuitas yang dimiliki juga lebih besar dibanding dengan tahun sebelumnya serta penjualan bersih lebih besar daripada tahun Serta beban pajak penghasilan lebih kecil dibanding sebelumnya. Selain itu harga saham yang terjadi pada tahun 2021 juga kembali mengalami kenaikkan yaitu menjadi Rp. 400/lembar sahamnya. Berdasarkan rasio profitabilitas tahun 2022 yang terdiri NPM. ROE. ROA dan GPM yang mencapai standar industri hanya GPM. Selain tidak mencapai standar rata Ae rata industri NPM. ROE dan ROA mengalami peningkatan karena laba bersih . yang dihasilkan meningkat. Modal atau ekuitas yang dimiliki juga lebih besar dibanding dengan tahun sebelumnya serta penjualan bersih lebih besar daripada tahun sebelumnya. Selain itu harga saham yang terjadi pada tahun 2022 juga kembali mengalami kenaikkan yaitu menjadi Rp. 230/lembar sahamnya. Rasio profitabilitas tahun 2023 yang terdiri NPM. ROE. ROA dan GPM yang mencapai standar industri hanya GPM meskipun megalami sedikit penurunan. Selain tidak mencapai standar rata Ae rata industri NPM. ROE dan ROA mengalami penurunan karena laba bersih . yang dihasilkan menurun dikarenakan besarnya beban pokok penjualan dan beban operasional lainnya. Selain itu harga saham yang terjadi pada tahun 2023 juga kembali mengalami penurunan yaitu menjadi Rp. 070/lembar sahamnya. Menurut Vika Amalia Hidayat, . Kinerja keuangan seringkali dikaitkan dengan pergerakan harga saham yang sedang naik maupun turun. Karena investor akan menganalisis kinerja keuangan sebelum melakukan investasi, selain itu harga saham juga dipengaruhi oleh rasio profitabilitas. Sejalan dengan penelitian Sugiarto et al. , . mengatakan bahwa NPM. ROE. ROA dan GPM mempengaruhi pergerakan harga saham. Dilihat pergerakan harga saham mengikuti kinerja keuangan perusahaan yang diukur menggunakan 4 rasio profitabilitas yaitu Net Profit Margin (NPM). Return On Equity (ROE). Return On Asset (ROA) dan Gross Profit Margin (GPM) pada setiap periode. Penelitian ini sejalan dengan Martina et al. , . yang mengatakan bahwa hasil penelitian yang berjudul Analisis rasio profitabilitas untuk menilai kinerja keuangan pada PT. Kimia Farma (Perser. Tbk mengatakan bahwa NPM. ROE, dan ROA tidak sesuai UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 246 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 standar rata-rata industri sedangkan GPM sesuai standar rata-rata industri dan terus meningkat setiap tahunnya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari analisis rasio keuangan diatas untuk menilai kinerja keuangan terhadap PT. Mega Perintis Tbk, maka dapat diambil kesimpulan : Net Profit Margin pada PT. Mega Perintis Tbk, berdasarkan periode tahun 2018 sampai pada tahun 2023 sebesar 4. 96% mengalami nilai yang fluktuatif dan dikatakan tidak baik karena tidak mencapai standar rata-rata industri 20%. Return On Equity pada PT. Mega Perintis Tbk, berdasarkan periode tahun 2018 sampai pada tahun 2023 sebesar 10. 98% mengalami nilai yang fluktuatif dan dikatakan tidak baik karena tidak mencapai standar rata-rata industri 40%. Return On Aset pada PT. Mega Perintis Tbk, berdasarkan periode tahun 2018 sampai pada tahun 2023 sebesar 5,99% mengalami nilai yang fluktuatif dan dikatakan tidak baik karena tidak mencapai standar rata-rata industri 30%. Gross Profit Margin pada PT. Mega Perintis Tbk, berdasarkan periode tahun 2018 sampai pada tahun 2023 sebesar 54. 56% mengalami nilai yang fluktuatif dan dikatakan tidak baik karena tidak mencapai standar rata-rata industri 30%. Harga saham yang terjadi pada PT. Mega Perintis Tbk, berdasarkan periode tahun 2018-2023 mengalami fluktuasi dikarenakan kinerja keuangan perusahaan yang masih belum stabil atau dikatakan kurang baik karena tidak mencapai standar ratarata industri. DAFTAR PUSTAKA