AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Keberagaman Kehidupan Masyarakat Desa Lakwati Kecamatan Alor Tengah Utara Kabupaten Alor Heronike MangmaniA. Loni Sarlota Mau KlapingA. Lambertus LupuikoniA. Marsalina MalaikariA. Petrus Mau Tellu DonyAA. Universitas Tribuana Kalabahi Email: heronikemangmani@gmail. comA,lonimauklaping@gmail. comA, lambertuslupikoni@gmail. comA,malaikarimarsalina36@gmail. comA, petrusdony2@gmail. comAA Abstrak Tujuan dari peneliti ini yaitu untuk mengkajikan keberagaman kehidupan masyarakat Desa Lakwati Kecamatan Alor Tengah Utara Kabupaten Alor. Peneitian menggunakan metode kualitatif. Teknik analisis data di lakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian i ini di lakukan di Desa Lakwati Kecamatan Alor Tengah Utara Kabupaten Alor. Informasi dalam penelitian ini adalah pemerintah Desa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga aturan yang masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Lakwati Yaitu: . Merokok, pemerintah Desa melarang keras kepala masyarakat Desa Lakwati Untuk tidak . Siri pinang Pemerintah Desa melarang keras kepada masyarakat Desa Lakwati untuk tidak makan siri pinang. minuman keras. Pemerintah Desa melarang keras kepada masyarakat Desa untuk tidak minum minuman keras atau minuman yang beralkohol. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Masyarakat Desa Lakwati Tanpa merokok minuman keras, dan mamah sirih. Kata Kunci : Keberagaman Kehidupan Masyarakat Desa Lakwati PENDAHULUAN Indonesia Tradisi makan sirih ini tidak dapat dipastikan dari mana Tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa tradisi makan sirih berasal dari India. Pendapat ini lebih didasarkan pada cerita-cerita sastra dan sejarah lisan. Berdasarkan catatan perjalanan Marcopolo, yang dikenal sebagai penjelajah pada abad ke-13 mencatat bahwa masyarakat di Kepulauan Nusantara banyak yang makan sirih (Damyanti 2. Sementara konsumsi alkohol di kalangan remaja menunjukkan bahwa 3,3% remaja mulai minum pada usia 10 tahun ke atas dengan jenis minuman yang paling banyak dikonsumsi adalah minuman tradisional . ,7%). yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 1 Februari 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Di Jawa Tengah pada tahun 2018 proporsinya lebih tinggi dari tahun 2017 (Kementerian Kesehatan RI, 2. Masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa,di tandai dengan upaya untuk mencapai tujuan yang terkait dengan harapan budaya, serta persyaratan budaya fisik, mental, emosional dan sosial. Masa remaja memiliki karakteristik serdiri dalam hal biologis, psikologis dan sosial, dengan proses pembentukan identits, perkembangan sosial, dan norma-norma moral perilaku. (Hamali, 2. Banyak remaja yang akrab dengan rokok sejak duduk di sekolah dasar atau lebih awal. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan akan berpengaruh kepada kesehatan dan kualitas generasi muda di masa depan (Hasna, 2. Sejarah desa masih menarik sejarahwan untuk ditelusuri karena hampir semua pristiwa sejarah berawal atau terjadi didaerah pedesaan. Desa sebagai kesatuan terkecil diindonesia, memiliki karakter tersendiri. Hal ini disebabkan karena masingmasing wilayah diindonesia terbentuk melalui proses sejarah panjang dan berbedabeda. Demikian juga dengan Desa Lakwati Kecamatan Alor Tengah Utara Kabupaten Alor (Petrus Mau Tellu Dony. Kehidupan sehari-hari masyarakat desa lakwati, kebanyakan masyarakat desa lakwati bekerja sebagai petani. Tiap hari pekerjaan mereka itu berladang atau bekerja di kebun sebagai petani. Mereka lihat pada pada bulan agustus september mereka semua pergi ke ladang untuk membersikan ladang dan menanam hasill utama seperti padi, jagung kacang dan ubi. Jadi tiap hari mereka pergi ke ladang untuk membersikan hasil. Kemudian di bulan maret april dan mey mereka kembali ke ladang untuk memanen kembali hasil yang telah mereka tanam. Untuk menghidupi kebutuhan mereka. Keberagaman gaya hidup masyarakat desa lakwati. Sejak tahun 1970 sudah terlepas dari kebiasaan-kebiasaan buruk seperti merokok, minuman keras, mamah sirih, penyembahan-penyambahan berlaha, dan lego-lego sampai sekarang ini masih di pertahan. Tujuan peneliti ini, yaitu untuk Mengkajih Keberagaman Kehidupan Masyarakat Desa Lakwati Kecamatan Alor Tengah Utara Kabupaten Alor. Mengkajih alasan mengapa desa ini, tanpa minuman keras, siri pinang, dan Di desa lakwati kecamatan alor tengah utara kabupaten alor. METODE PENGABDIAN Ditinjau dari permasalahan dalam penelitian ini, yakni AuKeberagaman Kehidupan Masyarakat Desa Lakwati Kecamatan Alor Tengah Utara Kabupaten AlorAy, maka metode penelitian yang baik untuk digunakan dalam Penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif. Melalui penelitian kualitatif peneliti mulai berpikir yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 1 Februari 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 secara induktif. Penelitian kualitatif tidak dimulai dari dedukasi teori, tetapi dimulai dari fakta empiris. Peneliti terjun langsung ke lapangan, mempelajari, menganalisis, menafsirkan, dan menarik kesimpulan dari fenomena yang ada di lapangan (Zuriah 2009: . Dimana penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Bogdan dan Tylor . HASIL DAN PEMBAHASAN Keberagaman Kehidupan Masyarakat Desa Lakwati Kecamatan Alor Tengah Utara Kabupaten Alor Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan peneliti dengan informan, maka didapatkan hasil sebagai berikut: Bapak Erastus Padalani Selaku (Kepala Des. Di Desa Lakwati yang diwawancarai pada tanggal 21 Desemeber 2024 pukul 09:20, dengan pertanyaan Keberagaman Kehidupan Masyarakat Desa Lakwati. Kecamatan Alor Tengah Utara Kabupaten Alor. Desa Lakwati adalah sebuah Desa yang unik dan penuh dengan kearifan lokal. Desa ini terletak dipulau Alor yang terkenal dengan kebudayannya yang kaya. Sebagian besar penduduk desa ini berasal dari suku abui yang memiliki tradisi dan nilai-nilai yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Gambar 1. Tuguh selamat datang Keberagaman kehidupan masyarakat di Desa Lakwati Kecamatan Alor Tengah Utara Kabupaten Alor yaitu: Kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Lakwati, kebanyakan masyarakat di Desa Lakwati bekerja sebagai petani. Tiap hari pekerjaan mereka itu berladang atau bekerja di kebun sebagai petani. Mereka melihat pada pada bulan agustus september mereka semua pergi ke ladang untuk membersikan ladang dan menanam hasil utama seperti padi, jagung kacang dan ubi. Jadi tiap hari pekerjaan mereka adalah pergi ke ladang untuk membersikan hasil. yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 1 Februari 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Kemudian di bulan maret april dan mey mereka kembali ke ladang untuk memanen kembali hasil yang telah mereka tanam. Kebersamaan masyarakat Desa Lakwati saat melakukan kegiatan gotong goyong seperti membersikan jalan atau memperbaiki jalan yang rusak. Kebersamaan mereka itu sangat luar biasa karna mereka selalu bekerja sama dalam kegiatan Rasa toleransi mereka juga tinggi karna mereka selalu menghargai temanteman mereka yang berbeda ajaran. Mayoritas penduduk desa ini menjalani kehidupan sebagai petani. Mata pencarian masyarakat Desa Lakwati yaitu labu jepang, kemiri, jeruk manis, dan vanili. Semua hasil ini, mereka dapat menjual untuk kebutuhan mereka. Ada yang mereka pakai untuk mengurus anak dalam pendidikan ada yang mereka pakai untuk kebutuhan-kabutuhan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Gambar 1 Labu Jepang Gambar 2. Vanili yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 1 Februari 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Gamabar 3 Kemiri Gambar 4. Jeruk Manis Selain bertani masyarakat desa lakwati terlibat dalam memilihara ternak seperti babi, dan ayam. Mereka memilihara babi dan juga ayam sebagai kebutuhan mereka contoh di saat mereka mengalami kesusahan mereka bisa menjual dan uang mereka pakai dalam kehidupan sehari-hari, ayam pun demikian. Gambar 1. Babi Gambar 2. Ayam Salah satu kerajinan tangan masyarakat Desa Lakwati yaitu anyam-anyaman seperti anyam bakul, anyam tikar gunung dan payung gunung dari daun pandan. Untuk bakul ada dua macam bakul yang kecil dan yang satu besar, untuk yang kecil dugunakan saat ada acara-acara keluarga mereka dapat mengisi beras dan gula untuk ke acara- acara tersebut seperti acara adat syukuran bahkan acara keluarga, sedangkan untuk bakul besar mereka pakai di di saat pergi ke kebun untuk mencari Bakul besar juga bisa digunakan saat acara adat itu dapat mengisi padi disaat mengantar seorang perempuan ke suaminya. Dan payung gunung masyrakat setempat dapat digunakan disaat musim hujan. Mereka pakai dengan nyaman karna yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 1 Februari 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 menutup semua badan di saat hujan mereka pake ke kebun dan lainnya. Gambar 1. Bakul 2 payung gunung Masyarakat Desa Lakwati juga memliki peraturan-peraturan yang ketat yaitu tidak merokok, minuman keras, dan sirih pinang. Gambar 1. Papan Larangan Sebelum tahun 1970, gaya hidup nenek moyang kami belum terlepas dari kebiasan-kebiasaan buruk tersebut seperti merokok, minuman keras . , sirih pinang penyembahan-penyembahan berhala, dan lego-lego. Kemudian seorang Hambah Tuhan yang bernama Pdt Moses Laana, membawa terang injil masuk ke kampung Lakwati, dimana kebiasaan-kebiasaan buruk yang dilakukan nenek moyang kami dapat di tiadakan, dan semua keadaan ditinggalkan seperti merokok, mamah yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 1 Februari 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 sirih lego-lego, pantun, semua di tinggalkan sampai sekarang ini . Dan terbentuknya Desa Lakwati. Tiga Larangan Di Desa Lakwati Kecamatan Alor Tengah Utara Kabupaten Alor Yaitu: Merokok Gambar1. Dilarang Merokok Pemerintah desa melarang keras kepada masyarakat desa lakwati untuk tidak merokok karna dapat merusak kesehatan tubuh, pemerintah desa juga mengatakan jika kedapatan ada yang merokok di kawasan ini maka mereka akan menegurnya. Sirih pinang Gambar 2. Larangan Tidak Makan Sirih Pinang Pemerintah desa juga melarang keras kepada masyarakat setempat untuk tidak makan siri pinang dan meludah sembarangan. Karna desa ini sudah dikatakan desa yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 1 Februari 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 yang bersih tanpa siri pinang. Jika kedapatan ada yang melanggar aturan ini maka masyarakat setempat akan menegurnya. Minuman keras (Mira. Gambar 3. Larangan Minuman Keras( Mira. Pemerintah desa juga melarang keras kepada masyarakat setempat untuk dilarang minuman keras atau minuman beralkohol. Jika kedapatan adah yang melanggar aturan ini maka masyarakat setempat dapat meneggurnya. Pada tahun 2017. Bupati Alor. Drs. Amon Djobo. P berkunjung ke Desa Lakwati. Menyaksikan bahwa betul desa lakwati tidak merokok mamah siri, minuman keras. Dan akhirnya bupati Bupati Alor. Drs. Amon Djobo. P adakan perkunjungan didesa lakwati sekaligus mengesahkan bahwa desa lakwati bebas minuman keras, merokok, mamah sirih. Sehingga sampai sekarang ini semua masyarakat di kabupaten alor sudah tau bahwa masuk Desa Lakwati tidak merokok, tidak makan siri pinang dan minuman keras semua tidak di lakukan. Setelah melihat sejarah peraturan dan cara hidup masyarakat, beliau memerintahkan Camat Alor Tengah Utara segera membuat Surat Keputusan (SK) Desa Lakwati sebagai Desa bebas rokok, miras, dan sirih pinang. Sehingga masyarakat desa lakwati punya aturan dan dasar hukum yang jelas ketika mereka menegur orang di desa yang melanggar peraturan-peraturan tersebut. Selain itu pemerintah desa juga memerintahkan kepada anak-anak kecil yang ada di desa, agar langsung menegur jika siapapun di wilayah desa didapatkan melanggar aturan. Sejak saat itu Semua anak kecil diingatkan untuk menegur dan melaporkan kepada pemerintah desa. Jika ada yang melanggar peraturan harus ditegur. Karna masyrakat Desa Lakwati sudah 52 tahun hidup dengan tiga aturan ini, dan telah menjadi nenek moyang mereka sudah bersumpah dan bertobat untuk mentaati tiga larangan tersebut. yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 1 Februari 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 KESIMPULAN Hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa Kehidupan masyarakat Desa Lakwati, kebanyakan masyarakat Desa Lakwati bekerja sebagai petani. Tiap hari pekerjaan mereka itu berladang atau bekerja di kebun sebagai petani. Mereka lihat pada pada bulan agustus september mereka semua pergi ke ladang untuk membersikan ladang dan menanam hasil utama seperti padi, jagung kacang dan ubi. Jadi tiap hari mereka pergi ke ladang untuk membersikan hasil. Kemudian di bulan maret april dan mey mereka kembali ke ladang untuk memanen kembali hasil yang telah mereka tanam. Untuk menghidupi kebutuhan mereka. Mata pencarian mereka yaitu labu jepang, kemiri, jeruk manis, dan vanili. Selain bertani masyarakat desa lakwati terlibat dalam memilihara ternak seperti babi, dan ayam. Salah satu kerajinan tangan masyarakat desa lakwati yaitu anyamanyaman seperti anyam bakul, anyam tikar gunung dan payung gunung dari daun Desa Lakwati merupakan salah satu desa di kabupaten alor yang sebelum tahun 1970, gaya hidup nenek moyang kami belum terlepas dari kebiasan-kebiasan buruk seperti merokok minuman keras dan sirih pinang, penyemahan-penyemahan berhala, dan lego-logo. Tetapi Kedatangan seorang hamba Tuhan membawa terang Injil ke kampung Lakwati. Dan di mana kebiasaan-keiasaan buruk dapat Sejak saat itu Masyarakat di desa sudah paham tiga aturan tersebut yaitu: Tidak merokok tidak makan siri pinang, dan minuman keras . Dan sampai sekarang ketiga aturan itu masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Lakwati sampai sekarang ini yaitu: SARAN Dalam mengahkiri tulisan in, sudah sewajarnya peneliti memberikan saran-saran yang menggambarkan keberagaman kehidupan masyarakat desa lakwati antara lain: Diharapkan kepada masyarakat setempat untuk tetap menjaga dan mempertahan peraturan-peraturan tersebut. Diharapkan kepada seluruh pengunjung marilah kita bersama-sama menjaga kebersian dan kesehatan desa kita. Karna desa yang bersih akan lebih menarik bagi wisatawan. Desa yang bersih dan sehat tanpa merokok, minuman keras, dan siri pinang. Akan menjadi contoh yang baik bagi desa- desa lain pada generasi yang yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 1 Februari 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 UCAPAN TERIMASIH Penulis ingin mengucapkan terimakasih banyak kepada bapak Petrus Mau Tellu Dony selaku Doses Pengasuh Mata Kuliah atas bimbingan yang diberikan kepada Ucapan terimakasih juga kepada Bapak Erastus Padalani Selaku Kepala Desa Lakwati yang sudah meluangkan waktu dan bersedia untuk diwawancarai dalam penelitian ini. Penelitih ini tidak berhasil tanpa dukungan dari masyrakat DAFTAR PUSTAKA