Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index PELATIHAN PENGELOLAAN KEUANGAN MASJID SE KELURAHAN AMPENAN SELATAN KECAMATAN AMPENAN KOTA MATARAM Burhanudin*. Zainal Abidin. Muttaqillah. Laela Wardani Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Mataram Jalan Majapahit Nomor 62 Mataram Korespondensi: burhanudin_mtr@yahoo. Artikel history : Received Revised Published : 25 Oktober 2022 : 2 Februari 2023 : 29 April 2023 DOI : https://doi. org/10. 29303/pepadu. ABSTRAK Organisasi yang terkait dengan masjid yakni Pengurus/Takmir Masjid. Remaja Masjid dan Kelompok Pengajian Ibu-Ibu dalam pengelolaan keuangannya masih bersifat tradisional dan sederhana. Dalam penyusunan laporan keuangan hanya berupa catatan kas dan disampaikan pada saat hari jumAoat. Ada masjid yang menyampaikan informasi keuangan masjid dengan cara menempel catatan kas di papan pengumuman, tapi data yang diumumkan tidak mutakhir. Dengan adanya kegiatan pelatihan pengelolaan keuangan masjid ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan mendorong para Pengurus Masjid dan Remaja Masjid se Kelurahan Ampenan Selatan Kecamatan Ampenan Kota Mataram untuk mampu dan mau menerapkan pengelolaan keuangan masjid berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Metode yang digunakan berupa metode pelatihan, dengan materi pelatihan yang diberikan meliputi Manajemen Masjid. Pengelolaan Keunangan Masjid dan Praktek Pengelolaan Keuangan di Masjid Jogokaryan. Teknik penyampaian menggunakan teknik ceramah, tanya jawab. dan peragaan. Teknik ceramah digunakan berkenaan dengan penyampaian materi pelatihan. Sedangkan teknik Tanya jawab digunakan untuk menggali segala permasalahan yang dihadapi para anggota pelatihan (Takmir Masjid. Remaja Masjid dan Kelompok Pengajian Ibu-Ib. se Kelurahan Ampenan Selatan berkaitan dengan pengaplikasian pengelolaan keuangan masjid. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Masjid An Nur Madani Lingkungan Karang Buyuk Ampenan Selatan pada hari Sabtu tanggal 27 Agustus 2022. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta faham tentang materi peletihan yang disampaikan, dilanjutkan dengan tanya jawab tentang permasalahan pengelolaan keuangan masjid serta solusi atas permasalahan yang dihadapi. Melalui kegiatan pengabdian ini peserta mampu memahami konsep dasar manajemen masjid, cara mengelolan keuangan masjid secara transparan dan akuntabel. Mengingat kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat bagi peserta, maka perlu ada upaya lanjutan dalam bentuk pendampingan terutama terkait dengan kegiatan administrasi . keuangan masjid. Kata kunci: Manajemen Masjid. Pengelolaan Keuangan. Transparan. Akuntabel PENDAHULUAN Masjid merupakan simbol peradaban bagi umat Islam. Makmurnya masjid pertanda peradaban Islam di tempat itu maju. Pada masa awal Islam di Madinah, masjid menjadi Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index pusat ibadah aktivitas sosial, ekonomi, dan juga politik (Utaberta et al. , 2. Masjid seharusnya dapat digunakan untuk berbagai aktivitas selain ibadah salat. Nabi Muhammad SAW masjid tidak menekankan pada estetika bangunannya, namun lebih kepada fungsi dan kebutuhan masyarakat setempat. Hal ini cukup kontras kita temui di era saat ini, dimana banyak masjid megah berdiri namun tak memiliki fungsi dan manfaat bagi masyarakat, selain sekadar tempat ibadah (Shah et al. , 2. Sayangnya, banyak umat Islam yang tidak melirik arti penting masjid dalam membangun masyarakat. Mengurus masjid hanya menjadi pekerjaan sampingan, hanya mengisi waktu luang. Tidaklah mengherankan apabila peran masjid belum bisa optimal di masyarakat. Dampaknya, masjid hanya dikelola sekenanya dan semispan, tak ada perencanaan sehingga mustahil menghasilkan program-program yang Untuk memaksimalkan fungsi masjid seutuhnya, tidak hanya sebagai tempat badah, maka diperlukan para pengelola yang kompeten dari segi keilmuan dan Keterampilan. Tidak hanya Aoalim dari sisi ilmu agama, namun juga cakap dalam ilmu manajemen. Oleh karenanya, beberapa aspek yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan fungsi masjid, yaitu aspek keorganisasian dan juga aspek sumber daya manusia (Hentika. Suryadi, dan Rozikin. Karena itulah, masjid seyogyanya dikelola sebagaimana sebuah organisasi Menjadi ironi, ketika masjid yang memiliki banyak fungsi dan peran dalam masyarakat bahkan negara, hanya dikelola ala kadarnya, konservatif, tradisional, tanpa ada perencanaan apalagi evaluasi, termasuk di dalamnya ialah pengelolaan keuangan masjid. Berapa banyak masjid yang ditemui dana masjid hanya dikelola secara insidental, perencanaan keuangan disusun jika hanya ada pembangunan atau renovasi masjid, terutama jika ada mengajukan proposal kepada Pemerintah Daerah atau Perusahaan. Banyak pula ditemui bahwa laporan keuangan masjid ditulis di papan pengumuman seadanya, bahkan seringkali tidak diperbarui. Jika pun ada, sistem pelaporan keuangan masjid masih berbentuk format biasa yang sesuai dengan pemahaman para pengurus yang notabene banyak pula tak memiliki keterampilan mengelola keuangan. Pencatatan dan pelaporan biasanya berupa catatan atas kas masuk dan kas keluar. Catatan keuangan disusun hanya sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada para jamaah. Mungkin inilah bentuk transparansi dan akuntabiltas masjid yang ada sekarang (Andarsari, 2. Manajemen keuangan dalam suatu organisasi atau lembaga nirlaba memiliki fungsi untuk menyajikan dan membagi sumber dana yang ada untuk memastikan terselenggaranya program suatu lembaga. Menurut Nainggolan . yang termasuk manajemen keuangan lembaga nirlaba meliputi . Perencanan anggaran yang diterjemahkan dalam penyusunan anggaran, . Pencatatan dan pelaporan arus kas masuk dan kas keluar dan . Evaluasi kinerja keuangan yang meliputi audit dan evaluasi anggaran. Masjid dapat dimasukkan dalam kategori organisasi nirlaba karena merupakan organisasi yang orientasi kegiatannya bukan mencari keuntungan atau kekayaan namun semata-mata bersifat sosial (Nainggolan, 2. Jadi masjid seharusnya mengikuti tata cara pengelolaan lembaga nirlaba. Manajemen keuangan masjid berhubungan dengan cara-cara yang digunakan pengurus masjid dalam menghimpun dan mengelola dana untuk kepentingan umat Islam yang secara terencana, terukur, serta terkontrol. Oleh karena itu, dalam manajemen keuangan masjid setidaknya mencakup: . Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RABP) Masjid yang memuat ikhtisar kondisi keuangan tahunan masjid, . Teknik pelaksanaan anggaran, yakni tata cara penggunaan anggaran agar tertib secara administrasi keuangan dan terwujudnya disiplin anggaran dan . Buku kas dan catatan keuangan lainnya. Setiap transaksi harus menggunakan buku kas, yaitu catatan arus kas . eluar masuknya uang tuna. sehingga dapat diketahui jumlah saldo kas yang tersedia. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Terdapat dua jenis buku kas, yakni Kas Besar dan Kas Kecil. Kas Besar adalah bagian dari saldo uang tunai yang tidak langsung digunakan dalam transaksi harian, sedangkan Kas Kecil merupakan sejumlah uang tunai yang dicadangkan untuk membayar pengeluaran dalam jumlah kecil (Suherman, 2. Kelurahan Ampenan Selatan memiliki 4 lingkungan, masing-masing lingkungan memiliki satu masjid besar yaitu : Masjid An Nur Madani (Karang Buyu. Al Mujahiddin (Tangs. Al Amin (Karang Pana. dan Al Istiqomah (Gate. Setiap masjid dikelola oleh Pengurus Masjid, dan setiap Pengurus Masjid memiliki personal inti yaitu. Ketua. Wakil Ketua. Sekretaris. Bendahara serta Koordinator Bidang (Bidang Pembangunan. Bidang Dakwah. Bidang Pendidikan. Sosial dan Budaya serta Bidang Ekonom. Di samping Pengurus Masjid ada pula organisasi penunjang yang terkait dengan masjid yaitu Remaja Masjid. Ketiga organisasi yang terkait dengan masjid ini memiliki fungsi dan peran yang berbeda. Pengurus Masjid berperan untuk mengelola semua sumber daya masjid dalam rangka untuk kemakmuran masjid. Sedangkan Remaja Masjid . erusia 15-25 tahu. tugas utamanya adalah memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan kegamaan dan sosial yang melibatkan generasi muda disekitar masjid lingkungan mereka. Adapun Kelompok Pengajian Ibu-Ibu tugas utamanya adalah berkaitan dengan berbagai kegiatan kegamaan dan sosial yang melibatkan Ibu-ibu di sekitar masjid lingkungan mereka. Ketiga organisasi yang terakait dengan masjid ini sama-sama melakukan pengelolaan dana, yakni menghimpun dana, penggunaan dana serta pertanggungjawaban atas penggunaan dana. Namun dalam praktek pengelolaan dana tersebut, belum dilakukan secara baik dan benar yakni berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Transparansi adalah suatu sistem keterbukaan sebagai kontrol terhadap pengelola keuangan masjid yang melibatkan pihak internal dan pihak eksternal Pengurus Masjid. Transparansi sebagai bagian dari prinsip good governance adalah menyampaikan laporan keuangan kepada semua warga secara terbuka atas pengelolaan keuangan dengan mengikutsertakan semua unsur terkait. Sedangkan menurut NCG (National Committee on Governanc. dalam Yuliafitri dan Khoiriyah, . , akuntabilitas adalah prinsip bahwa para pengelola berkewajiban untuk membina sistem akuntansi yang efektif dalam rangka untuk menghasilkan laporan keuangan yang dapat di percaya. Jadi akuntabilitas merupakan pertanggungjawaban pengurus sebagai penerima amanah kepada pemberi amanah . arga masyaraka. atas pengelolaan sumbersumber daya masjid yang dipercayakan kepadanya. Sementara itu, pengelolaan dana masjid, terutama dari sisi penggunaan dana, seringkali tidak efektif. Tidak efektifnya pengelolaan dana masjid nampak dari fakta bahwa sebagian besar dana diorientasikan untuk pembangunan fisik serta Sementara untuk kegiatan non-fisik sangat minim jumlah yang Bahkan pemahaman pengelolaan keuangan masjid berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas oleh ketiga organisasi ini di Kelurahan Ampenan Selatan masih rendah. Catatan keuangan hanya terbatas pada catatan kas masuk dan kas keluar, informasi saldo kas hanya dimumkan setiap hari jumAoat. Sebagian catatan kas ditempel di papan pengumuman, namun sering datanya tidak mutakhir. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diperlukan upaya untuk memberikan pelatihan pengelolaan Keuangan Masjid kepada Pengurus/Takmir Masjid. Remaja Masjid dan Kelompok Pengajian Ibu-Ibu sekelurahan Ampenan Selatan Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Dengan diadakan pelatihan tersebut diharapkan Pengurus Masjid. Remaja Masjid dan Kelompok Pengajian Ibu-Ibu mampu mempraktekkan pengelolan Keuangan Masjid yang baik dan benar yakni berdasarkan prinsip transpransi dan akuntabilitas. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Berdasarkan uraian pada analisis situasi di atas, maka permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut : AyBagaimana upaya yang dilakukan untuk melakukan pelatihan bagi Pengurus/Takmir Masjid. Remaja Masjid dan Kelompok Pengajian Ibu-Ibu sekelurahan Ampenan Selatan Kecamatan Ampenan Kota Mataram tentang pengelolaan keuangan masjid berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas?Ay Dengan adanya kegiatan pengabdian ini diharapkan anggota bagi Pengurus/Takmir Masjid. Remaja Masjid dan Kelompok Pengajian Ibu-Ibu Sekelurahan Ampenan Selatan Kecamatan Ampenan Kota Mataram dapat mengaplikasikan pengelolaan keuangan masjid berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. METODE KEGIATAN Realisasi Pemecahan Masalah Untuk membantu pemecahan masalah yang dihadapi oleh para anggota Pengurus/Takmir Masjid. Remaja Masjid dan Kelompok Pengajian Ibu-Ibu sekelurahan Ampenan Selatan Kecamatan Ampenan Kota Mataram, maka dilakukan kegiatan pelatihan pengelolaan keuangan masjid dengan materi meliputi : Manajemen Masjid : a. Hakekat masjid, b. Misi masjid, c. Fungsi masjid, d. Ukuran kemakmuran masjid serta e. Tiga hal penting manajemen masjid (Aqidah kemasjidan, filosofi kemasjidan dan Teknik pengelolaan masji. Pengelolaan Keuangan Masjid yang tranparan dan akuntabel : permasalahan pengelolaan keuangan masjid, pengertian dan peran manajemen keuangan masjid, sumber dana masjid, penggunaan dana masjid, administrasi keuangan masjid yang akuntabilitas dan transparan, keutamaan memakmurkan masjid. Contoh Sukses Praktek Manajemen Keuangan Masjid Jogokaryan (Pemahaman dasar. Sumber Dana Masjid Jogokaryan dan Karakter pengelolaan dana Masjid Jogokariya. Kegiatan selanjutnya adalah pembinaan para anggota Pengurus/Takmir Masjid. Remaja Masjid dan Kelompok Pengajian Ibu-Ibu sekelurahan Ampenan Selatan Kecamatan Ampenan Kota Mataram, agar mampu mempraktekkan pengelolaan keuangan masjid berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas Khalayak Sasaran Sebagai khalayak sasaran dalam kegiatan pelatihan ini para anggota Pengurus/Takmir Masjid. Remaja Masjid dan Kelompok Pengajian Ibu-Ibu sekelurahan Ampenan Selatan Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Jumlah peserta yang akan dibina sebanyak 24 orang, masing-masing lingkungan 6 orang terdiri dari : Oe Pengurus masjid : 2 orang x 4 = 8 orang Oe Kelompok Pengajian Ibu-ibu : 2 orang x 4 = 8 orang Oe Remaja Masjid : 2 orang x 4 = 8 orang. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Gambar kegiatan Pengabdian Metode yang Digunakan Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat terbagi dalam kegiatan: Persiapan Melakukan survey awal kelokasi melihat permasalahan mitra, dan koordinasi dengan mitra yaitu Kepala Lingkungan dan Ketua Takmir/Pengurus Masjid se Kelurahan Ampenan Selatan dalam mengidentifikasi permasalahan dan menyusun kegiatan. Pelaksanaan Kegiatan pelaksanaan pengabdian masyarakat akan dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram. Penyampaian materi diberikan dengan menggunakan metode pelatihan dengan: Teknik ceramah dalam penyampaian materi pelatihan, dan teknik tanya jawab . yang digunakan untuk menggali segala permasalahan yang dihadapi para anggota anggota Pengurus Masjid. Remaja Masjid dan Kelompok Pengajian Ibu-Ibu Sekelurahan Ampenan Selatan Kecamatan Ampenan Kota Mataram, berkaitan dengan pengaplikasian pengelolaan keuangan masjid berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta memberikan solusi pemecahannya. Sehingga umpan balik tentang pengetahuan yang telah diterima oleh peserta dapat diketahui. Selanjutnya metode pembinaan, untuk memberikan bimbingan langsung di lokasi . tentang cara mempraktekkan pengelolaan keuangan masjid berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Evaluasi. Mengevaluasi keberhasilan kegiatan melalui kehadiran dan antusiasme partisipasi para peserta dalam kegiatan pelatihan pengelolaan keuangan masjid berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Berdasarkan uraian tersebut, maka kegiatan pelatihan pengelolaan keuangan masjid dapat diringkas sebagai berikut : Tabel 3. Ringkasan Kegiatan Pelatihan Pengelolaan Keuangan Masjid Situasi sekarang Peserta belum faham tentang konsep Manajemen Masjid Perlakuan Pemberian materi hakekat Pemberian materi tentang Situasi yang diharapkan Peserta faham tentang hakekat masjid yaitu masjid untuk membentuk sikap dan perilaku jamaahnya sebagai muslim yang kaffah, berperadaban masjid Peserta faham bahwa misi masjid Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index misi masjid dan fungsi Pemberian materi tentang Tiga hal penting manajemen qidah kemasjidan, filosofi kemasjidan dan teknik pengelolaan masji. Peserta belum faham tentang Pengelolaan Keuangan Masjid yang Transparan dan Akuntabel Pemberian materi tentang konsep dasar pengelolaan keuangan masjid Pemberian materi tentang sumber dana dan penggunaan dana masjid Pemberian materi tentang cara pengelolaan dan administrasi keuangan masjid Peserta belum faham tentang contoh sukses Praktek Pengelolaan Keuangan Masjid (Masjid Jogokarya. Pemberian materi tentang Karakter pengelolaan dana Masjid Jogokariyan adalah menjadikan masyarakat beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT Peserta faham bahwa : Aqidah Kemasjidan, sebagai dasar keyakinan takmir dan jamaah selaku pemakmur masjid Filosofi Kemasjidan, sebagai cara pandang kita tentang masjid Teknik Pengelolaan Masjid, sebagai cara dalam mencapai kemakmuran masjid Peserta faham tentang konsep dasar pengelolaan keuangan Peserta faham tentang cara mencari sumber dana dan bagaimana cara penggunaan dana masjid sesuai tujuan Peserta faham tentang cara pengelolaan dan administrasi keuangan masjid yang transparan dan akuntabel Peserta faham tentang Karakter pengelolaan dana Masjid Jogokariyan yaitu : membangun pemahaman dan kesadaran berinfak, mempermudah partisipasi, tidak membebani, memperhatikan kearifan lokal, distribusi tugas dan kewenangan, menggembirakan jamaah, transparansi dan Pengelolaan usaha milik masjid HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada para anggota Kelompok Petani Ternak AuIngin MajuAy Dusun Medas Desa Gunungsari Kecamatan gunungsari Kabupaten Lombok Barat pada hari Sabtu tanggal 27 Agustus 2022 selama lebih kurang 4 jam . ari jam 08. 00 s/d Para peserta memperoleh pengetahuan tentang : Manajemen Masjid : Hakekat masjid. Misi masjid. Fungsi masjid Ukuran kemakmuran masjid Tiga hal penting manajemen masjid: Aqidah kemasjidan, . Filosofi kemasjidan . Teknik pengelolaan masjid: Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Oe Pemetaan jamaah Oe Pelayanan (Takmir sebagai pelayan jamaa. Oe Pemberdayaan jamaah Oe Pembinaan jamaah (Kaderisas. Oe Pengelolaan dana Masjid Pengelolaan Keuangan Masjid yang tranparan dan akuntabel : permasalahan pengelolaan keuangan masjid, pengertian dan peran manajemen keuangan masjid, sumber dana masjid, penggunaan dana masjid, administrasi keuangan masjid yang akuntabilitas dan transparan, keutamaan memakmurkan masjid. Contoh Sukses Praktek Manajemen Keuangan Masjid Jogokaryan : Pemahaman dasar Sumber Dana Masjid Jogokaryan Infak umum . otak infa. Zakat, shodaqoh, wakaf . ikelola baitul maa. Donatur ( sumbangan untuk agenda tertent. Sponsor Usaha ekonomi milik masjid Bendahara ketiga Karakter pengelolaan dana Masjid Jogokariyan : Membangun pemahaman dan kesadaran berinfak (Gerakan jamaah mandiri dan Penggalangan partisipasi infak takjil Ramadha. Mempermudah partisipasi (Mempermudah shohibul Qurba. Tidak membebani, dan tidak dibebani Memperhatikan kearifan lokal Membuka ruang kreativitas fundrising dan partisipasi (Sego Juma. Distribusi tugas dan kewenangan (Disediakan banyak kotak infak dengan dicantumkan peruntukannya untuk memudahkan partisipas. Menggembirakan, menjaga perasaan jamaah Transparansi Usaha milik masjid (Dikelola secara otonom dan profesiona. Metode penyampaian dan materi pelatihan mendapat sambutan yang sangat baik dari peserta, hal ini tercermin dari begitu antusiasnya peserta mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir dan kegiatan tanya jawab baik antara perserta maupun perserta dengan penyuluh sangat Terutama pada saat penjelasan. tentang contoh sukses pengelolaan keuangan di Masjid Jogokaryan Yogyakarta. Faktor-faktor Pendorong dan Penghambat Pelaksanaan Kegiatan Faktor-faktor pendorong dan penghambat pelaksanaan pelatihan : Faktor Pendorong - Terjalinnya kerjasama yang baik antara tim pengabdian Bersama peserta pelatihan (Takmir Masjid. Remaja Masjd dan Kelompok Ibu-Ibu Pengajida. se Kelurahan Ampenan Selatan Kecamatan Ampenan Kota Mataram selama proses pelaksanaan - Adanya dukungan dari Kepala Lingkungan dan ketua Takmir/Pengurus Masjid se Kelurahana Ampenan Selatan baik selama persiapan pelatihan maupun selama kegiatan berlangsung. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Selama proses kegiatan pelatihan, seluruh peserta yang diundang . hadir Semua peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Perserta aktif mengikuti kegiatan pelatihan dari awal hingga akhir hal ini ditunjukkan dengan keseriusan peserta dalam mendengarkan materi pelatihan dan dan banyaknya peserta yang bertanya dan memberikan informasi balik atas segala pertanyaan yang Terutama bagi peserta yang sudah melakukan kegiatan usaha sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Faktor Penghambat - Selama kegiatan berlangsung tim pengabdian tidak menjumpai adanya faktor penghambat baik hambatan yang berarti baik secara administrasi maupun teknis. Hambatan yang ada hanya karena latar belakang peserta serta tingkat pendidikan peserta yang heterogen, sedangkan materi yang disampaikan bersifat teknis sehingga materi yang disampaikan diupayakan sesederhana mungkin dengan bahasa yang mudah difahami oleh peserta. Evaluasi Kegiatan . Hasil evaluasi berdasarkan kehadiran tercatat bahwa dari 24 peserta yang diundang, semuanya hadir. Sebagain besar peserta penyuluhan sangat aktif dan bahkan setelah usai penyuluhan masih ada diantara mereka yang bertanya tentang upaya-upaya pengelolaan keuangan masjid secara transparan dan akuntabel. Sebagain besar peserta penyuluhan memahami materi pelatihan yang disampaikan, karena materi yang disampaikan sederhana dan praktis, sehingga langsung bisa dipraktekkan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Melalui kegiatan pengabdian tentang pengelolaan keuangan masjid yang transparan dan akuntabel bagi Takmir Masjid. Remaja Masjid dan Kelompok Ibu-Ibu Pengajian se Kelurahan Ampenan Selatan peserta dapat memahami: Konsep Dasar Manajemen Masjid : a. Hakekat masjid, b. Misi masjid, c. Fungsi masjid. Ukuran kemakmuran masjid serta e. Tiga hal penting manajemen masjid (Aqidah kemasjidan, filosofi kemasjidan dan Teknik pengelolaan masji. Cara praktis mengelola Keuangan Masjid yang tranparan dan akuntabel : permasalahan pengelolaan keuangan masjid, pengertian dan peran manajemen keuangan masjid, sumber dana masjid, penggunaan dana masjid, administrasi keuangan masjid yang akuntabilitas dan transparan, keutamaan memakmurkan masjid. Menjadikan Praktek Manajemen Keuangan Masjid Jogokaryan (Pemahaman dasar. Sumber Dana Masjid Jogokaryan dan Karakter pengelolaan dana Masjid Jogokariya. sebagai Contoh Sukses untuk ditiru Saran Mengingat kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi Takmir Masjid. Remaja Masjid dan Kelompok Ibu-Ibu Pengajian se Kelurahan Ampenan Selatan, maka perlu ada upaya lanjutan dalam bentuk pendampingan dalam menerapkan pengelolaan keuangan masjid yang ransparan an akuntabel, khususnya dalam pelaksanaan administrasi keuangan masjid. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rektor Universitas Mataram yang telah memberi dukungan financial terhadap pengabdian ini DAFTAR PUSTAKA