JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 9 Nomor 1. Januari 2026 PERAN TUTOR DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR BAGI WARGA BELAJAR PAKET C DI PKBM ASYIFA KECAMATAN PAMIJAHAN KABUPATEN BOGOR Syifa Fauzia Rahmah1. Nia Hoerniasih2. Rina Marlina3 1,2,3 Program Studi Pendidikan Masyarakat. Universitas Singaperbangsa Karawang. Indonesia syifafauziarahm@gmail. com, 2nia_hoerniasih_usk@yahoo. com, 3rina. mt39@gmail. Received: September, 2025. Accepted: Januari, 2026 Abstract Non-formal education, particularly the Paket C program, plays a strategic role in providing learning opportunities for individuals who are unable to pursue formal education. However, low learning motivation among learners remains a major challenge that affects the continuity of the learning process. This study aims to analyze the role of tutors in fostering learning motivation for Paket C learners at PKBM Asyifa. The research employed a qualitative method with a descriptive approach, through observation, interviews, and documentation involving the PKBM administrator, tutors, and learners as the research subjects. The findings show that tutors play an important role as facilitators, motivators, and mentors in enhancing learning motivation through varied learning strategies, personal approaches, and the provision of encouragement and rewards. In conclusion, the role of tutors is proven to be significant in addressing the issue of low learning motivation, thereby increasing learnersAo activeness and engagement in the non-formal education process. The implications of this study emphasize that strengthening tutor capacity is essential to improving the quality of education in PKBM. Keywords: Tutor Role. Learning Motivation. PKBM Abstrak Pendidikan nonformal, khususnya program Paket C, memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan belajar bagi masyarakat yang tidak dapat mengenyam pendidikan formal. Namun, rendahnya motivasi belajar warga belajar masih menjadi tantangan utama yang berdampak pada keberlangsungan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tutor dalam menumbuhkan motivasi belajar warga belajar Paket C di PKBM Asyifa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui tahapan observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengelola PKBM, tutor, serta warga belajar sebagai subjek Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutor berperan penting sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing dalam meningkatkan motivasi belajar melalui strategi pembelajaran variatif, pendekatan personal, serta pemberian dorongan dan penghargaan. Kesimpulannya, peran tutor terbukti signifikan dalam mengatasi permasalahan motivasi belajar, sehingga mampu meningkatkan keaktifan dan keterlibatan warga belajar dalam proses pendidikan nonformal. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kapasitas tutor sangat esensial guna memperkuat kualitas pendidikan di PKBM. Kata Kunci: Peran Tutor. Motivasi Belajar. PKBM How to Cite: Rahmah. Hoerniasih. , & Marlina. Peran Tutor Dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Bagi Warga Belajar Paket C di PKBM Asyifa Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor. Comm-Edu (Community Education Journa. , 9 . , 28-33. PENDAHULUAN Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan salah satu bentuk pendidikan nonformal yang berperan penting dalam mengatasi permasalahan putus sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, khususnya di daerah pedesaan dan perkotaan (UU No. 20 Tahun 2003. UNESCO dalam Mustofa Kamil, 2. Di Kabupaten Bogor, angka Volume 9. No. Januari 2026 pp 28-33 putus sekolah masih menjadi tantangan serius yang menghambat pemerataan akses pendidikan dan kemajuan sosial ekonomi masyarakat. PKBM ASYIFA di Kecamatan Pamijahan hadir sebagai solusi edukatif yang memberikan kesempatan belajar paket C . etara SMA) kepada warga belajar yang putus sekolah. Namun hasil observasi awal menunjukkan adanya indikasi rendahnya motivasi belajar pada sebagian warga belajar, yang berdampak negatif terhadap kelancaran dan hasil proses belajar mengajar. Fakta literatur terkini menunjukkan bahwa penelitian tentang motivasi belajar dalam pendidikan nonformal memiliki tiga kecenderungan utama. Pertama, semakin banyak penelitian yang menyoroti pentingnya faktor tutor atau pengajar sebagai agen motivasi yang tidak hanya mentransfer pengetahuan tetapi juga menciptakan hubungan emosional yang positif dengan peserta didik (Nguyen et al. , 2. Kedua, peran faktor lingkungan sosial, termasuk dukungan keluarga dan teman sebaya, terbukti signifikan dalam mempertahankan motivasi belajar, khususnya pada orang dewasa yang kembali ke pendidikan (Chen & Wang. Ketiga, terdapat kecenderungan untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran yang responsif dan personalisasi untuk mengatasi perbedaan latar belakang dan kebutuhan warga belajar, sehingga dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi (Liu & Wang, 2. Motivasi belajar dipengaruhi oleh faktor internal seperti kebutuhan dan tujuan, serta faktor eksternal seperti peran tutor, lingkungan, keluarga, dan teman (Sadirman, 2016. Muhammad & Nirmala, 2. Dalam konteks pendidikan nonformal, khususnya di PKBM, peran tutor sebagai motivator dan fasilitator belajar sangat krusial untuk menumbuhkan dan mempertahankan motivasi belajar peserta didik (Sadirman, 2. Namun, penelitian empiris yang secara khusus menelaah bagaimana peran tutor dapat meningkatkan motivasi belajar pada warga belajar paket C di PKBM di Kabupaten Bogor masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran tutor dalam meningkatkan motivasi belajar warga belajar paket C di PKBM ASYIFA Kecamatan Pamijahan serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab rendahnya motivasi belajar. Penelitian ini penting untuk memperkaya kajian motivasi belajar dalam pendidikan nonformal dan memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola PKBM dan tutor dalam meningkatkan efektifitas pembelajaran di tengah tantangan putus sekolah. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam memahami dinamika motivasi belajar yang dipengaruhi oleh peran tutor dalam konteks kesetaraan METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan peran tutor dalam menumbuhkan motivasi belajar warga belajar paket C di PKBM ASYIFA Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor, sekaligus mengkaji faktor-faktor penyebab rendahnya motivasi Pendekatan kualitatif dipilih karena mampu meneliti fenomena dalam kondisi alamiah dan tekanan pada pemahaman mendalam serta makna yang terkandung di balik perilaku dan interaksi sosial (Sugiyono, 2. Hal ini sejalan dengan pandangan Denzin dan Lincoln . alam Albi, 2. yang menegaskan bahwa penelitian kualitatif fokus pada interpretasi fenomena secara alami dengan melibatkan berbagai metode. Metode yang digunakan adalah studi kasus, yaitu penelitian kualitatif yang bertujuan memperoleh pemahaman mendalam mengenai proses dan makna dalam konteks nyata, sehingga peneliti dapat menangkap realitas sosial secara detail dan kontekstual (Smith dalam Emzir, 2010. Suharsimi, 2. Subjek penelitian terdiri dari empat orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu satu pengelola PKBM, satu tutor, dan dua warga belajar paket C yang secara Rahmah. Hoerniasih & Marlina. Peran Tutor Dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Bagi Warga Belajar Paket C di PKBM Asyifa Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor langsung berinteraksi dalam proses belajar mengajar di PKBM Asyifa (Sugiyono, 2019. Arikunto, 2. Teknik purposive sampling sengaja digunakan agar subjek yang terpilih benar-benar mewakili sumber data yang relevan dengan tujuan penelitian, sehingga data yang diperoleh valid dan mendalam. Objek penelitian utama adalah peran tutor sebagai agen pendidik yang berpengaruh dalam menumbuhkan motivasi belajar di PKBM tersebut. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan beberapa instrumen dan teknik yang saling melengkapi, yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan secara langsung untuk melihat kondisi nyata motivasi belajar warga, wawancara mendalam bertujuan menggali informasi kualitatif dari para subjek penelitian, sedangkan studi dokumentasi melengkapi data dengan analisis dokumen terkait kegiatan pembelajaran (Nasution, 1988. Esterberg, 2002. Arikunto, 2. Data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan secara sistematis agar menghasilkan temuan yang komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tabel 1. Hasil Penelitian Temuan Utama Peran Tutor Dan Faktor Motivasi Belajar Warga Belajar Paket C di PKBM Asyifa Aspek Informan Pengorganisir Motivator Fasilitator Penilai Pujian Hukuman Kebutuhan Tujuan Temuan Utama Tutor aktif memberikan informasi terkait materi pembelajaran dengan jelas, mendorong semangat belajar warga belajar. Tutor mengelola jadwal. RPP, serta struktur mendorong kedisiplinan dan tanggung Tutor memberi arahan, inspirasi dan motivasi, khususnya bagi warga belajar yang semangatnya kurang stabil. Tutor menyediakan fasilitas seperti komputer dan infokus. menciptakan suasana belajar yang Tutor melakukan evaluasi melalui ujian akhir program, belum menyeluruh untuk aspek sikap dan perilaku. Pemberian pujian verbal jarang dilakukan, diberikan lebih berupa nilai tambah atau ucapan terima kasih. Tutor menerapkan hukuman ringan . enam, bersih kela. untuk meningkatkan disiplin. Sebagian besar warga belajar ikut program hanya demi ijazah, bukan untuk peningkatan mempengaruhi motivasi belajar. Tujuan belajar berbeda-beda, warga yang kurang berminat hanya mengikuti sebagai formalitas, menurunkan motivasi. Sumber Data Wawancara R1,R2,R3,R4 Wawancara R1,R2,R3,R4 Wawancara R1,R2,R3,R4 Wawancara R1,R2,R3,R4 Wawancara R1,R2,R3,R4 Wawancara R1,R2,R3,R4 Wawancara R1,R2,R3,R4 Wawancara R1,R2 Wawancara R1,R2 Volume 9. No. Januari 2026 pp 28-33 Aspek Pengalaman Lingkungan Keluarga Temuan Utama Pengalaman negatif di pendidikan sebelumnya membuat motivasi warga belajar cenderung Lingkungan yang tidak kondusif serta kurang mendukung pendidikan menjadi faktor rendahnya motivasi. Latar belakang keluarga yang tidak harmonis atau tidak mendukung berpengaruh buruk pada motivasi warga belajar. Sumber Data Wawancara R1,R2 Wawancara R1,R2 Wawancara R1,R2 Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran tutor di PKBM ASYIFA dalam menumbuhkan motivasi belajar warga belajar paket C telah berjalan dengan cukup baik. Berdasarkan data dari wawancara dengan pengelola lembaga, tutor, dan warga belajar, tutor bertindak sebagai informan dengan memberikan informasi pembelajaran yang jelas dan sistematis sesuai RPP, sehingga warga belajar terdorong untuk mengikuti proses belajar dengan semangat. Sebagai organisator, tutor mengelola kegiatan pembelajaran secara efektif, termasuk pengelolaan jadwal, penyusunan RPP, serta pembinaan struktur kelas yang mendorong tanggung jawab dan kedisiplinan warga belajar. Dalam perannya sebagai motivator, tutor memberikan arahan, dukungan, dan inspirasi yang berupaya menumbuhkan semangat belajar, khususnya bagi warga belajar yang memiliki latar belakang pendidikan terputus sebelumnya. Tutor juga menjalankan fungsi fasilitator dengan menyediakan sarana pembelajaran seperti penggunaan infokus dan komputer untuk menunjang proses belajar dan ujian. Namun evaluasi yang dilakukan tutor masih terbatas pada ujian akhir program dan belum mencakup penilaian sikap atau perilaku warga belajar secara menyeluruh. Selain itu, pemberian pujian masih jarang dilakukan secara verbal meskipun disertai penghargaan berupa nilai tambah, sedangkan hukuman yang diterapkan berupa sanksi ringan seperti senam atau membersihkan kelas sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan. Pembahasan Temuan di atas sesuai dengan teori Sadirman . yang menyatakan bahwa tutor sebagai informan harus mampu menyajikan materi dengan cara yang informatif dan sistematis, serta sebagai organisator yang berperan dalam pengelolaan kegiatan belajar agar berlangsung efektif dan efisien. Fungsi tutor sebagai motivator sangat penting untuk meningkatkan kegairahan warga belajar dan menumbuhkan potensi kreatif yang dimiliki. Namun kelemahan dalam sikap evaluasi dan pemberian pujian secara verbal menunjukkan adanya kekurangan dalam aspek penguatan yang seharusnya mampu meningkatkan motivasi belajar secara optimal. Pujian merupakan bentuk penguatan positif yang dapat meningkatkan semangat belajar (Sadirman, 2. , sehingga kurang pujian verbal oleh tutor yang berpotensi menurunkan antusiasme warga Pemberian hukuman yang tepat dan proporsional, seperti yang dilakukan tutor di PKBM, sesuai dengan konsep penguatan negatif yang jika diberikan secara bijak dapat menumbuhkan kedisiplinan dan bertanggung jawab dalam belajar. Faktor penyebab rendahnya motivasi belajar ditemukan berasal dari berbagai sumber internal dan eksternal. Faktor kebutuhan dan tujuan belajar yang beragam menjadi tantangan utama, khususnya warga belajar yang mengikuti program PKBM hanya untuk mendapatkan ijazah sebagai formalitas dan bukan untuk pengembangan kompetensi. Hal ini mempengaruhi keseriusan dan ketekunan dalam proses pembelajaran. Faktor pengalaman buruk selama Rahmah. Hoerniasih & Marlina. Peran Tutor Dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Bagi Warga Belajar Paket C di PKBM Asyifa Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor pendidikan sebelumnya juga berdampak negatif pada motivasi, sejalan dengan penelitian Sardiman . bahwa pengalaman menjadi bagian penting dalam munculnya motivasi Selain itu, faktor eksternal seperti peran tutor, lingkungan sosial, keluarga, dan teman juga memberikan pengaruh yang signifikan. Meskipun tutor memberikan pelayanan yang baik, kurang optimalnya pemberian pujian menjadi salah satu faktor yang menghambat motivasi. Lingkungan dan keluarga yang kurang mendukung serta pergaulan dengan teman yang tidak positif turut menurunkan semangat belajar warga PKBM. Penggabungan faktor-faktor internal dan eksternal ini memberikan gambaran kompleksitas motivasi belajar pada pendidikan nonformal, sehingga penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi agar kesetaraan pendidikan di PKBM dapat memberikan hasil yang maksimal. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peran tutor dalam menumbuhkan motivasi belajar warga belajar paket C di PKBM ASYIFA telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan teori yang berlaku. Tutor berperan sebagai informan, organisator, motivator, pengarah, fasilitator, evaluator, serta penerapan pemberian pujian dan hukuman. Peran-peran ini secara keseluruhan berkontribusi dalam menumbuhkan kembali motivasi belajar yang sempat menurun akibat latar belakang pendidikan yang terputus. Namun demikian, terdapat aspek yang belum optimal, khususnya dalam pelaksanaan evaluasi perilaku dan pemberian pujian secara verbal, yang berdampak pada tetap adanya sebagian warga belajar yang mengalami penurunan motivasi. Faktor penyebab rendahnya motivasi belajar warga belajar paket C terbagi menjadi dua kategori, yaitu faktor internal yang meliputi kebutuhan, tujuan, dan pengalaman, serta faktor eksternal yang mencakup peran tutor, pengaruh lingkungan, keluarga, dan teman. Penelitian ini menemukan bahwa faktor eksternal memiliki pengaruh lebih dominan terhadap penurunan motivasi belajar. Khususnya, meskipun tutor telah memberikan pelayanan yang baik, kurangnya motivasi warga belajar juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan dukungan keluarga yang tidak sepenuhnya kondusif. Kontribusi penelitian ini terletak pada penggambaran rinci peran tutor sebagai agen motivasi dalam konteks pendidikan nonformal di PKBM, khususnya untuk warga belajar paket C. Novelty penelitian ini adalah memadukan ke penghargaan antara penghargaan . dan hukuman oleh tutor yang mencerminkan praktik pembelajaran di PKBM, yang mempengaruhi dinamika motivasi belajar. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis untuk pengelola PKBM dan tutor agar meningkatkan kualitas evaluasi dan memberikan penghargaan guna mendukung keinginan belajar warga belajar. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan model pembelajaran motivasional dalam pendidikan kesetaraan berbasiskan tutor peran aktif. DAFTAR PUSTAKA