ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 EFEKTIVITAS TERAPI MUSIK INSTRUMENTAL TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN DALAM MENYUSUN SKRIPSI Isramilda1. Fitta Deskawaty 2. Arin Vela Zhafira3 1Fakultas Kedokteran Universitas Batam, isramilda@univbatam. 2Fakultas Kedokteran Universitas Batam, fittadeskawaty @univbatam. 3Fakultas Kedokteran Universitas Batam, arinvelazh611@yahoo. ABSTRACT Background: Anxiety is a diffuse and vague concern caused by an unknown or non-existent threat. Anxiety in students can arise in the preparation of undergraduate thesis due to internal and external The purpose of this study was to analyze the effectiveness of instrumental music therapy on the anxiety level of engineering students at the University of Riau Islands in preparing undergraduate thesis in 2023 Methods: This research method uses a Quasi-Experimental methodology with a Non Equivalent Control Group Design. The sampling technique in this study was purposive sampling technique with the Slovin formula and obtained a total sample of 68 respondents. This data was collected using the Zung Self Rating Anxiety Scale questionnaire and then processed using the Wilcoxon Signed Rank Test, which is to measure the level of significance of the difference between two groups of paired data on an ordinal scales. Results: The results of the analysis with the Wilcoxon Signed Rank Test showed a significant difference between the control group and the experimental group, namely p = 0. <0. In the mean rank column of the experimental group is higher . than the control group . Conclusion: Based on the results of the research there is the effectiveness of music therapy on the anxiety level of Engineering Faculty students at the University of Riau Islands in preparing their undergraduate thesis in 2023. Keywords: Music Therapy. Instrumental. Anxiety ABSTRAK Latar Belakang: Kecemasan adalah kekhawatiran yang menyebar dan samar-samar disebabkan oleh ancaman yang belum diketahui atau tidak terjadi. Kecemasan pada mahasiswa dapat timbul dalam penyusunan skripsi dikarenakan faktor internal dan eksternal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efektivitas terapi musik instrumental terhadap tingkat kecemasan mahasiswa fakultas teknik Universitas Riau Kepulauan dalam menyusun skripsi tahun 2023. Metode: Metode penelitian ini dengan metodologi Quasi Eksperimental dengan desain Non Equivalent Control Group Design. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Purpossive Sampling dengan rumus Slovin dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 68 responden. Pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner Zung Self Rating Anxiety Scale kemudian diolah dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test, yaitu untuk mengukur tingkat signifikansi perbedaan antara dua kelompok data berpasangan yang berskala ordinal. Hasil: Hasil analisis dengan Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, yaitu p=0,000 . < 0,. Dalam kolom mean rank kelompok eksperimen lebih tinggi . dibanding kelompok kontrol . Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian bahwa terdapat efektivitas terapi musik terhadap tingkat kecemasan mahasiswa fakultas teknik Universitas Riau Kepulauan dalam menyusun skripsi tahun Kata kunci: Terapi Musik. Instrumental. Kecemasan Universitas Batam Page 342 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 PENDAHULUAN Kecemasan adalah suatu keadaan yang mempunyai banyak efek, ini memengaruhi kognisi dan cenderung menyebabkan distorsi Berbeda dengan rasa takut yang merespons bahaya yang sudah diketahui, kecemasan merespons ancaman yang tidak atau belum diketahui, belum jelas, atau konfliktual (Sadock et al, 2. Kecemasan adalah kekhawatiran yang menyebar dan samar-samar yang terkait dengan perasaan Kecemasan merupakan perasaan yang umum pada individu, namun kecemasan menjadi bermasalah ketika individu tersebut tidak dapat mencegah respons sehingga meningkat ke tahap yang dapat mengganggu kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar (Townsend & Morgan, 2. Dinyatakan World Health Organization (WHO, 2. bahwa depresi dan kecemasan merupakan gangguan jiwa umum yang prevalensinya paling tinggi. Penderita kecemasan mencapai lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia dengan presentasi 3,6% dari Pada tahun 2022. WHO merilis data prevalensi depresi dan kecemasan di dunia. Menurut perhitungan beban penyakit pada tahun 2017, kecemasan atau anxiety disorders terdapat di urutan ke-2 (IHME,2. Penelitian yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan menemukan kenaikan 6,8%, berdasarkan data Kemenkes sepanjang tahun 2020, sebanyak 18. 873 jiwa mengalami gangguan cemas. Berdasarkan data dari Perhimpunan Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia dari Maret 2020 Ae Maret 2022 dari 030 orang 71,7% nya mengalami gangguan Tercatat dalam laporan kesehatan jiwa dan NAPZA 2021 oleh Dinas Kesehatan Kota Batam terdapat 83 orang yang mengalami gangguan anxietas. Dan selama Januari 2022Juli 2022 tercatat 92 orang mengalami gangguan anxietas. Mahasiswa rentan terhadap Universitas Batam Salah satu pencetusnya adalah stressor psikososial, setiap keadaan dapat menimbulkan perubahan dalam kehidupan, sehingga individu terpaksa beradaptasi atau mengatasi stressor yang timbul. Faktor yang menentukan kesuksesan seseorang bukan hanya kecerdasan, tetapi juga ketenangan jiwa yang mempengaruhi kemampuan untuk menggunakan kecerdasan tersebut. Kecemasan cenderung membuat kebingungan dan distorsi persepsi sehingga memengaruhi hasil belajar Distorsi mengganggu belajar karena menurunkan menurunkan daya ingat, dan mengganggu kemampuan seseorang menghubungkan satu hal dengan yang lainnya (Daradjat. Kaplan & Saddock, dalam Demak & Suherman, 2. Ketika pendidikan berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi, seorang siswa terbiasa untuk menghadapi situasi yang lebih susah seperti silabus yang sulit, tugas dan proyek yang Ditambah, siswa yang mengalami kecemasan juga mengalami kesusahan dalam belajar dan menyelesaikan masalah (Asif et al. Selain situasi-situasi yang lebih susah tersebut, mahasiswa juga diwajibkan untuk membuat tugas akhir atau skripsi. Skripsi merupakan tugas mahasiswa yang harus diselesaikan guna menuntaskan program Dalam Surat Dirjen Dikti no. 152/E/T/2012 menyatakan bahwa salah satu syarat kelulusan ialah untuk program S1 harus ada makalah yang terbit di jurnal ilmiah. Dalam penyelesaian skripsi dapat timbul kecemasan dimana mahasiswa takut gagal jika tidak dapat menyelesaikan skripsi. Kecemasan dapat muncul karena faktor internal seperti minat dan motivasi yang kurang, dan tidak ada ketertarikan mahasiswa terhadap penelitian, serta faktor eksternal seperti sulitnya komunikasi yang kurang ketika bimbingan (Putri dan Akbar, 2. Untuk mengatasi kecemasan terdapat dua jenis tatalaksana yaitu farmakologi dan Page 343 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 Oleh karena efek samping yang ditimbulkan oleh obat-obat anti ansietas, maka tatalaksana nonfarmakologi dapat kesembuhan kecemasan. Salah satu contoh tatalaksana nonfarmakologi adalah terapi Terapi musik adalah teknik kuno yang dibuat dari nyanyian dering bel, atau ketukan drum yang di gunakan untuk menciptakan vibrasi dalam tubuh dan dipercaya memiliki kemampuan untuk. Terapi musik merupakan proses interpersonal yang menggunakan musik sebagai terapi aspek-fisik, emosional, sosial, estetika, dan spiritual dalam membantu pasien kesehatan mereka. Terapi musik digunakan oleh individu dari segala usia dengan berbagai kondisi, meliputi gangguan kejiwaan, masalah medis, cacat fisik, gangguan sensorik, cacat perkembangan, penyalahgunaan zat, gangguan komunikasi, masalah interpersonal, dan Terapi musik juga digunakan untuk meningkatkan konsentrasi belajar, harga diri, mengurangi stress, mendukung latihan fisik, dan memfasilitasi sejumlah aktivitas lainnya yang berhubungan dengan kesehatan (Suryana. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Elisabeth. Erda, dan Yunaspi . mengenai pengaruh pemberian terapi musik terhadap penurunan tingkat kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir, hasil analisis bivariat menunjukkan adanya perbedaan signifikan terhadap tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi musik klasik di kelompok perlakuan. Sedangkan, di kelompok kontrol ditemukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan terhadap tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi musik. Penelitian oleh Jannah et al . dengan judul intervensi musik 8-D untuk mengurangi kecemasan pada mahasiswa UNESA saat pandemi COVID-19, hasil menunjukkan bahwa intervensi musik 8-D memberikan kecemasan pada mahasiswa UNESA yang mengalami kecemasan. Jannah et al . Universitas Batam juga menyarankan musik 8-D sebagai solusi alternatif bahkan dapat digunakan sebagai terapi musik untuk mengatasi kecemasan Jannah et al . Dari hasil survey pendahuluan yang dilakukan di fakultas teknik Universitas Riau Kepulauan didapatkan dari 10 mahasiswa, terdapat 6 mahasiswa yang mengalami kecemasan ringan, dan 1 mahasiswa yang mengalami kecemasan sedang. Kecemasan ini timbul dikarenakan mayoritas mahasiswa adalah mahasiswa pekerja, sehingga sulitnya membagi waktu untuk menyusun skripsi, sulitnya mencari referensi yang cocok dengan judul penelitian, kesusahan memilih suatu bidang yang akan dianalisa dan ketika mendekati tenggat waktu yang diberikan Berdasarkan hal di atas peneliti tertarik untuk meneliti AuEfektivitas Terapi Musik Instrumental Terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Riau Kepulauan dalam Menyusun Skripsi Tahun 2023Ay untuk mengetahui efektivitas terapi musik instrumental terhadap kecemasan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif yaitu metodologi Quasi Eksperimental dengan desain penelitian Non Equivalent Control Group Design. Dalam penelitian ini populasi sebanyak 208 mahasiswa fakultas teknik Universitas Riau Kepulauan yang sedang menyusun skripsi. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Purpossive Sampling dan dengan rumus Slovin didapatkan jumlah sampel sebanyak 68 responden. Kemudian jumlah sampel dibagi dua sehingga jumlah sampel untuk kelompok eksperimen adalah 34 orang, dan jumlah sampel untuk kelompok kontrol sejumlah 34 orang. Pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner Zung Self Rating Anxiety Scale kemudian diolah menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Page 344 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 Distribusi Tingkat Kecemasan Sebelum Diberikan Terapi (Pre-Tes. Pada Kelompok Kontrol Dan Eksperimen Tabel 1. Distribusi Tingkat Kecemasan (PreTes. Kecemasan Normal Ringan Total Kontrol Eksperimen . (%) . (%) Tabel 1 menunjukkan tingkat kecemasan sebelum terapi pada kelompok kontrol didapatkan responden yang mengalami kecemasan ringan sebanyak 79,4% dan responden yang mengalami kecemasan sedang sebanyak 20,6%. Sedangkan pada kelompok eksperimen didapatkan responden yang mengalami kecemasan ringan sebanyak 73,5% dan responden yang mengalami kecemasan sedang sebanyak 26,5%. Kecemasan disebabkan oleh adanya kesulitan dan Hambatan dapat berasal dari faktor eksternal dan internal. Faktor internal yang dapat memicu kecemasannya diantaranya kurangnya minat dan motivasi, kemampuan akademik yang rendah, dan kurangnya ketertarikan terhadap penelitian. Sedangkan faktor eksternal dikarenakan sulitnya mencari ide atau masalah yang akan diangkat di skripsi, kendala ketika bimbingan dengan dosen pembimbing seperti sulit ditemui dan mahasiswa yang kurang berani bertanya dan berpendapat saat konsultasi dengan dosen Kendala dalam mengerjakan kecemasan yang berbeda antar mahasiswa (Putri & Akbar, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian oleh Andreas . pada sebanyak 56,6% sampel penelitian mengalami gejala cemas dengan rincian kecemasan ringan ebanyak 35,9%, kecemasan sedang 17,5% dan kecemasan berat sebanyak 3,2%. Lestari & Wulandari . meneliti kecemasan Universitas Batam akademik pada mahasiswa yang menyusun skripsi, didapatkan 3% kecemasan akademik sangat tinggi, 15% kecemasan akademik tinggi, 65% kecemasan akademik sedang, 17% kecemasan akademik rendah, dan tidak ada yang kecemasan akademik sangat rendah. Penelitian oleh Simalango . kepada mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir didapatkan ansietas ringan 43,9%, ansietas sedang . ,0%), dan ansietas berat 17,1%. Kecemasan Normal Ringan Sedang Total Kontrol Eksperimen . (%) . (%) Distribusi Tingkat Kecemasan Setelah Diberikan Terapi (Post-Tes. Pada Kelompok Kontrol Dan Eksperimen Tabel 2. Distribusi Tingkat Kecemasan (Post-Tes. Tabel 2 Tingkat kecemasan setelah terapi pada kelompok kontrol didapatkan responden yang mengalami kecemasan ringan sebanyak 79,4%, responden yang tidak mengalami kecemasan 11,8%, dan responden yang mengalami kecemasan sedang sebanyak 8,8%. Sedangkan pada kelompok eksperimen didapatkan responden yang tidak mengalami ecemasan sebanyak 70,6% dan responden yang mengalami kecemasan ringan sebanyak 29,4%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kecemasan setelah dilakukan terapi musik instrumental pada kelompok kontrol mayoritas berada dalam tingkat kecemasan ringan yaitu sebanyak 79,4% sedangkan pada kelompok eksperimen mayoritas responden sudah tidak mengalami kecemasan. Artinya, terdapat penurunan tingkat kecemasan setelah mendengarkan musik instrumental. Hal ini sesuai dengan pernyataan Djohan . yang menjelaskan bahwa terapi musik Page 345 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 rehabilitasi fisik, memberi pengaruh positif terhadap kondisi suasana hati dan emosi, meningkatkan memori, serta menyediakan kesempatan yang unik untuk berinteraksi dan membangun kedekatan emosional. Dengan demikian, terapi musik juga dapat membantu mengatasi stress, mencegah penyakit dan meringankan rasa sakit atau nyeri. Pemilihan terapi musik sesuai dengan karakteristik musik yang bersifat terapi yaitu musik yang nondramatis, dinamikanya bisa diprediksi, memiliki nada yang lembut, harmonis dan tidak berlirik, dengan tempo 60-80 bpm . eat per minut. Oleh karena itu, diharapkan dengan mendengarkan terapi musik ini dapat membantu menurunkan kecemasan pada mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Wahyuni . sebelum diberikan terapi musik, 14,29% responden cemas ringan, 71,43% cemas sedang, dan 14,29% cemas Sedangkan setelah diberikan terapi musik 80,59% responden cemas ringan, 4,76% cemas sedang, dan 14,29% cemas berat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi musik terhadap penurunan tingkat kecemasan. Penelitian oleh Faradidi . didapatkan tingkat kecemasan sebelum diberikan terapi musik 2 responden kecemasan ringan, 12 responden kecemasan sedang, dan 1 responden kecemasan berat. Sedangkan setelah diberikan terapi musik 3 responden tidak cemas, 10 responden kecemasan ringan, dan 2 responden kecemasan. Penelitian oleh Supardi et al . hasil pengukuran tingkat kecemasan sebelum dan sesudah terapi musik didapatkan pada kelompok kontrol sebanyak 15 responden mengalami kecemasan ringan dan berubah menjadi 12 responden kecemasan ringan dan 3 responden kecemasan sedang. Sedangkan, kelompok perlakuan didapatkan sebanyak 13 responden dengan kecemasan ringan, 1 responden kecemasan sedang, dan 1 orang kecemasan berat mengalami perubahan kcemasan menjadi kecemasan ringan sebanyak 15 orang setelah diberikan terapi musik. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat pengaruh terapi musik terhadap tingkat Analisis Bivariat Perbedaan Tingkat Kecemasan Sebelum Terapi (Pre Tes. dan Setelah Terapi (Post Tes. Pada Kelompok Kontrol dan Eksperimen Tabel 3. Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test Kelompok Responden Mean P Value Sebelum -5,578 -2,828 Eksperimen Setelah Kontrol Sebelum Setelah Tabel 3 menunjukkan hasil penelitian tentang perbedaan tingkat kecemasan sebelum terapi . re-tes. dan setelah terapi . ost-tes. pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, yaitu p=0. < Universitas Batam 0,. Dalam kolom mean rank kelompok intervensi lebih tinggi . dibanding kelompok kontrol . Hal ini berarti kelompok eksperimen dengan terapi musik dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak diberi terapi musik. Dalam merespon kecemasan umumnya Page 346 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 dilakukan berbagai cara, namun tujuannya sama yaitu untuk menurunkan kecemasan agar bisa normal kembali dan seimbang. Salah satu teknik coping yang terbukti efektif mengatasi kecemasan adalah teknik relaksasi dan Teknik distraksi adalah teknik dengan mengalihkan fokus ke stimulus yang lain seperti mendengarkan musik atau terapi musik (Rodiani & Analia, 2. Menurut Baehr & Frotscher, . musik berperan dalam mengatasi kecemasan pre operasi dengan mempengaruhi sistem saraf otak melalui sistem limbik. Sistem saraf otonom terstimulus oleh amigdala dan hipotalamus untuk memproduksi hormon endorfin. Hormon endorfin berperan dalam rileksasi dan pengontrol stres. Sistem saraf otonom bekerja dengan bantuan saraf simpatik dan saraf Ketika individu mengalami kecemasan maka, saraf simpatis terstimulus untuk meningkatkan hemodinamik. Pemberian terapi musik dapat memberikan stimulus pada hipotalamus untuk merangsang hipofisis agar memproduksi hormon endorfin. Hormon endorfin selanjutnya menyebar ke seluruh saraf otonom dan meningkatkan saraf Akibat dari efek rileksasi hemodinamik dan tingkat kecemasan (Baehr & Frotscher, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Savitri et al . yang menunjukkan hasil uji statistik pada kelompok kontrol didapatkan nilai rata-rata pre-test 20,84 dan post-test 21,64. Sedangkan pada kelompok intervensi hasil uji paired sample ttest didapatkan rata-rata pre-test 21,44 menjadi post-test 15,92, berarti ada perbedaan signifikan terhadap penurunan pasien operasi yang diberikan intervensi terapi musik. Penelitian oleh Emilda . menunjukkan nilai rata-rata sebelum diberikan perlakuan 68,29 adalah cemas sedang . dan nilai rata-rata sesudah diberikan perlakuan 27,38 adalah tidak cemas . , dan didapatkan nilai p-value = 0,000, yang berarti p-value < . ,000<0,. , maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian terapi musik Universitas Batam terhadap penurunan tingkat kecemasan. Penelitian oleh Wahyuningsih et al . , menunjukkan nilai pre-test sebesar 10,38 dan nilai post-test sebesar 7,50. Analisa bivariat menggunakan uji Paired T-test didapatkan hasil p-value=0,000. Berarti secara statistik terdapat pengaruh terapi musik terhadap tingkat kecemasan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan fakultas teknik Universitas Riau Kepulauan, dapat disimpulkan bahwa : Distribusi frekuensi tingkat kecemasan mahasiswa fakultas teknik Universitas Riau Kepulauan sebelum diberikan terapi . pada kelompok kontrol dari 34 responden didapatkan kecemasan ringan sebanyak 79,4% dan kecemasan sedang 20,6%. Sedangkan kelompok eksperimen dari 34 responden didapatkan kecemasan ringan 73,5% dan kecemasan sedang sebanyak 26,5%. Distribusi frekuensi tingkat kecemasan mahasiswa fakultas teknik Universitas Riau Kepulauan setelah diberikan terapi . pada kelompok kontrol dari 34 mengalami kecemasan sebanyak 11,8%, kecemasan ringan sebanyak 79,4% dan kecemasan sedang sebanyak 8,8%. Sedangkan pada kelompok eksperimen dari 34 responden didapatkan yang tidak mengalami kecemasan sebanyak 70,6% dan kecemasan ringan 29,4%. Hasil analisis dengan Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, yaitu p=0,000 . < 0,. Dalam kolom mean rank kelompok eksperimen lebih tinggi . dibanding kelompok kontrol . Hal ini menunjukkan bahwa kelompok eksperimen dengan terapi musik lebih efektif menurunkan kecemasan dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak diberi terapi musik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, dan Ha diterima yaitu ada Page 347 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 efektivitas terapi musik terhadap tingkat kecemasan mahasiswa. SARAN Disarankan untuk responden instrumental guna menurunkan tingkat kecemasan Pada responden yang menderita diperhatikan agar tingkat kecemasan tidak UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada Dekan dan Dosen Fakultas Teknik Universitas Riau kepulauan yang telah membantu terlaksananya penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA