Syntax Admiration: p-ISSN 2722-7782 | e-ISSN 27225356 Vol. No. Oktober 2024 Pemberian Reward and Punishment sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kemampuan Sosio Emosional Anak Usia Dini Eha Julaeha1*. Muthia Sari2. Devi Ayu Kurniawati3 1,2,3 Universitas Bina Bangsa. Kota Serang. Indonesia Email: ehajulaeha2428@gmail. Abstrak Kemampuan sosio emosional anak usia dini masih banyak yang rendah itulah alasan yang melatar belakangi peneliti untuk melakukan metode penelitian kualitatif studi kasus di TK Khalifah 1 Sempu Kota Serang. Fokus permasalahan penelitian ini ialah peningkatan kemampuan sosio emosional anak usia dini yang belum berkembang dengan baik, salah satunya dipengaruhi oleh pemahaman pembelajaran tentang sosio emosional oleh sebab itu peneliti melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode reward and punishment sebagai upaya meningkatkan kemampuan sosio emosional anak usia dini di TK Khalifah 1 Serang Sempu. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui penggunaan metode reward and punishment dalam upaya meningkatkan kemampuan sosio emosional dasar anak di TK Khalifah 1 Serang Sempu. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia dini Kelas A sebanyak 15 anak di TK Khalifah 1 Serang Sempu Tahun ajaran 2023/2024. Standar keberhasilan dalam penelitian ini adalah apabila anak memiliki peningkatan pada sosio emosional, maka penelitian ini dinyatakan berhasil dilakukan, dilihat dari sebelum di berikan reward and punishment dan setelah di berikan reward and Dengan demikian guru dan orang tua dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi dalam menerapkan pemberian reward and punishment sebagai upaya meningkatkan kemampuan sosio emosional anak sesuai kebutuhan. Kata Kunci : Pemberian. Reward and Punishmen. Meningkatkan. Kemampuan. Sosio Emosional. Abstract The socio-emotional ability of early childhood is still low, that is the reason behind the researcher to conduct a qualitative research method, a case study at Khalifah 1 Sempu Kindergarten. Serang City. The focus of this research problem is the improvement of early childhood socio-emotional abilities that have not developed properly, one of which is influenced by the understanding of learning about socio-emotional education, therefore the researcher conducted learning using the reward and punishment method as an effort to improve the socio-emotional skills of early childhood at Khalifah 1 Serang Sempu Kindergarten. The purpose of this research is to find out the use of the reward and punishment method in an effort to improve the basic socio-emotional skills of children in Khalifah 1 Serang Sempu Kindergarten. The subjects in this study are 15 Class A early childhood children at Khalifah 1 Serang Sempu Kindergarten for the 2023/2024 school year. The standard of success in this study is that if the child has an improvement in socioemotional, then this study is declared successful, seen from before being given rewards and Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Eha Julaeha. Muthia Sari. Devi Ayu Kurniawati, punishments and after being given rewards and punishment. Thus, teachers and parents can use the results of this study as a reference in implementing rewards and punishments as an effort to improve children's socio-emotional abilities as needed. Keywords: Giving. Reward and Punishmen. Improving. Ability. Socio-Emotional Pendahuluan Perkembangan sosial-emosional anak usia dini merupakan isu global yang terus menjadi perhatian dalam bidang pendidikan dan psikologi perkembangan (Agustien. Umamah, & Sumarno, 2. Pada masa ini, anak-anak belajar mengenali serta mengelola emosi mereka sendiri, serta memahami dan merespons emosi orang lain. Kemampuan ini sangat penting karena menjadi dasar interaksi sosial dan pembentukan hubungan yang sehat di masa dewasa (Chintia, 2. (Purwanto, 2. Menurut UNICEF . , kekurangan dalam kemampuan sosio-emosional pada anak-anak dapat menghambat perkembangan kognitif dan perilaku, serta berdampak pada rendahnya prestasi akademik di kemudian hari. Pendidikan anak usia dini (PAUD) mulai memasukkan komponen pembelajaran sosial-emosional dalam kurikulum untuk mengatasi tantangan ini (Akmalia. Fajriana. Rohantizani. Nufus, & Wulandari, 2. (Rahman, 2. (Nurmiyanti, 2. Namun, di banyak tempat, implementasi strategi yang tepat masih terhambat oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya pelatihan guru serta minimnya sumber daya yang memadai. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi rendahnya kemampuan sosio-emosional pada anak usia dini adalah lingkungan sosial anak, baik di sekolah maupun di rumah. Dalam konteks sekolah, metode pembelajaran yang kurang interaktif dan tidak melibatkan aspek emosional dapat menjadi penyebab terhambatnya perkembangan ini (Lubis. Dwiningrum, & Zubaidah, 2. Guru sering kali hanya berfokus pada aspek akademik, sementara aspek emosional dan sosial kurang mendapatkan perhatian yang memadai. Selain itu, keluarga juga memainkan peran penting. Anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang kurang mendukung, baik dari segi kasih sayang maupun perhatian emosional, cenderung mengalami kesulitan dalam mengelola emosinya di Kurangnya interaksi yang sehat antara anak dan orang tua dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk memahami dan merespons emosi orang lain. Dampak dari faktor-faktor tersebut dapat terlihat dalam perilaku anak sehari-hari. Anak-anak yang memiliki keterbatasan dalam kemampuan sosio-emosional cenderung lebih sulit berinteraksi dengan teman sebaya, menunjukkan ketidakmampuan untuk berbagi, bekerjasama, atau memahami perasaan orang lain (Bungawati & Rahmadani. Mereka juga lebih mudah mengalami frustrasi dan sering menunjukkan perilaku agresif atau menyendiri. Dalam jangka panjang, masalah ini dapat berpengaruh terhadap prestasi akademik dan hubungan sosial mereka di masa dewasa. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tidak memiliki keterampilan sosial-emosional yang memadai berisiko mengalami Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Pemberian Reward and Punishment sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kemampuan Sosio Emosional Anak Usia Dini (Studi Kasus di TK Khalifah 1 Sempu Kota Seran. kesulitan dalam membangun hubungan interpersonal yang sehat dan cenderung memiliki masalah perilaku yang lebih serius, seperti kecemasan sosial dan depresi. Dalam konteks ini, penggunaan metode reward and punishment telah diusulkan sebagai salah satu pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kemampuan sosioemosional anak usia dini. Metode ini melibatkan pemberian penghargaan . untuk perilaku yang diinginkan dan hukuman . untuk perilaku yang tidak Konsep ini berakar dari teori pengkondisian operan yang dikembangkan oleh Skinner, yang menekankan bahwa perilaku dapat dimodifikasi melalui penguatan positif dan negatif. Reward diberikan untuk mendorong perilaku baik seperti kemampuan berbagi, memahami perasaan teman, atau mengikuti aturan di kelas, sementara punishment diberikan untuk menekan perilaku yang tidak diinginkan, seperti agresi atau perilaku Metode ini dapat membantu anak-anak belajar mengelola emosi mereka dan berinteraksi dengan cara yang lebih positif di lingkungan sosial (Fitriyani, 2. Penelitian terdahulu oleh Fauziah . Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan anak pada pra siklus mencapai 50%, siklus I mencapai 60,6%, dan siklus II mencapai 85%. Dengan demikian terjadi peningkatan dari pra siklus ke siklus I dan Siklus II. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode reward dan punishment dapat diterapkan untuk upaya meningkatkan kemampuan sosial emosional pada anak usia 4-5 tahun di TK Persis 451 Al-IAotishom. Dengan metode reward dan punishment anak dapat interaktif dan penuh harapan karena dengan adanya metode ini anak dapat menjawab pertanyaan guru karena adanya hadiah dan hukuman yang akan didapat oleh anak-anak tersebut. Hasil penelitian ini memberikan arti penting untuk pengembangan kebijakan pendidikan, khususnya terkait dengan peningkatan kualitas hasil belajar anak Penelitian ini memiliki kebaruan dalam hal penerapan metode reward and punishment di lingkungan TK Khalifah 1 Sempu Kota Serang, yang sebelumnya belum banyak diteliti secara mendalam. Penelitian serupa lebih banyak berfokus pada penerapan metode ini di tingkat pendidikan dasar atau menengah, sementara penerapan di PAUD, khususnya pada aspek peningkatan sosio-emosional, masih minim. Selain itu, penelitian ini menawarkan pendekatan yang lebih holistik dengan melibatkan tidak hanya guru, tetapi juga orang tua dalam proses pemberian reward and punishment, sehingga ada kesinambungan antara lingkungan sekolah dan rumah dalam membentuk perilaku anak. Urgensi penelitian ini terletak pada semakin pentingnya kemampuan sosioemosional dalam menentukan keberhasilan anak di masa depan. Seiring dengan perkembangan global yang semakin kompleks, anak-anak dituntut untuk memiliki kemampuan sosial-emosional yang kuat agar dapat beradaptasi dengan lingkungan sosial yang semakin dinamis. Tanpa keterampilan ini, mereka akan kesulitan dalam beradaptasi di sekolah, bekerja, dan dalam kehidupan sosial secara umum. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan penting dalam pengembangan metode pembelajaran di PAUD yang lebih efektif dalam meningkatkan aspek sosial-emosional anak. Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Eha Julaeha. Muthia Sari. Devi Ayu Kurniawati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas metode reward and punishment dalam meningkatkan kemampuan sosio-emosional anak usia dini di TK Khalifah 1 Sempu Kota Serang. Penelitian ini berupaya untuk memahami bagaimana metode ini dapat mempengaruhi perilaku anak dalam konteks kelas dan bagaimana hasilnya dapat diterapkan dalam konteks yang lebih luas di pendidikan anak usia dini. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan apakah ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penerapan metode reward and punishment dalam peningkatan keterampilan sosio-emosional. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis, penelitian ini akan memberikan wawasan baru tentang bagaimana metode reward and punishment dapat diterapkan secara efektif untuk meningkatkan kemampuan sosio-emosional anak usia dini. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh para guru PAUD dan orang tua sebagai panduan dalam menerapkan metode ini di lingkungan belajar dan di rumah. Lebih jauh lagi, penelitian ini juga dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih komprehensif dalam meningkatkan kemampuan sosial-emosional anak di berbagai lembaga pendidikan anak usia dini. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang bertujuan untuk menggali secara mendalam tentang penerapan metode reward and punishment dalam upaya meningkatkan kemampuan sosio-emosional anak usia dini. Penelitian kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai proses pembelajaran di dalam konteks pendidikan anak usia dini, serta interaksi antara guru, siswa, dan orang tua dalam lingkungan sosial yang alami. Pendekatan deskriptif dalam penelitian ini berfungsi untuk mendeskripsikan secara sistematis fenomena yang terjadi di lapangan, khususnya dalam hal bagaimana pemberian reward dan punishment berdampak pada perkembangan sosioemosional anak. Penelitian ini dilakukan di TK Khalifah 1 Sempu, yang terletak di Kota Serang. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada hasil studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa sebagian besar anak di sekolah ini memiliki keterbatasan dalam kemampuan sosioemosional, seperti kesulitan dalam mengendalikan emosi, bekerja sama, serta memahami perasaan teman sebaya. Dengan memilih lokasi ini, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai permasalahan yang dihadapi dan strategi yang diterapkan oleh guru dalam mengatasi keterbatasan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan selama satu semester, yaitu pada tahun ajaran 2023/2024, dengan jadwal observasi dan wawancara yang telah diatur secara bertahap. Penelitian ini menyangkut beberapa aspek penting, termasuk proses pembelajaran di kelas, interaksi antara guru dan siswa, serta pengaruh reward dan punishment terhadap perubahan perilaku anak. Selain itu, penelitian ini juga mencakup aspek peran orang tua dalam mendukung pembentukan kemampuan sosio-emosional anak di rumah. Peneliti Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Pemberian Reward and Punishment sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kemampuan Sosio Emosional Anak Usia Dini (Studi Kasus di TK Khalifah 1 Sempu Kota Seran. berfokus pada bagaimana metode reward and punishment diterapkan dalam berbagai situasi di kelas dan bagaimana siswa merespons metode ini dalam konteks pembelajaran sehari-hari. Melalui observasi langsung dan wawancara mendalam, penelitian ini mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas metode ini dalam meningkatkan kemampuan sosio-emosional anak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia dini di TK Khalifah 1 Sempu, yang berjumlah 30 siswa dari dua kelas, yaitu kelas A1 dan A2. Populasi ini dipilih karena anak-anak di TK Khalifah 1 Sempu dianggap representatif untuk penelitian ini, mengingat latar belakang sosial-emosional mereka yang beragam. Dari populasi ini, sampel penelitian diambil secara purposive, yaitu dengan memilih 15 siswa dari kelas A yang menunjukkan berbagai tingkat perkembangan sosio-emosional. Pemilihan sampel ini bertujuan untuk mendapatkan variasi data yang mencerminkan berbagai kondisi kemampuan sosio-emosional anak, sehingga analisis dapat dilakukan secara lebih mendalam dan komprehensif. Kriteria pemilihan sampel didasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukkan adanya anak dengan kemampuan sosio-emosional yang masih rendah serta anak-anak yang telah menunjukkan perkembangan yang baik setelah diberikan reward and punishment. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, sebagaimana lazimnya dalam penelitian kualitatif. Sebagai instrumen utama, peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap proses pembelajaran di kelas, mencatat perilaku anakanak, serta melakukan wawancara dengan guru dan orang tua. Instrumen pendukung lainnya meliputi lembar observasi, pedoman wawancara, dan catatan lapangan. Lembar observasi digunakan untuk mencatat berbagai aspek yang diamati selama proses pembelajaran berlangsung, seperti bagaimana guru menerapkan reward dan punishment, bagaimana siswa merespons, dan bagaimana interaksi antar siswa (Elfiyah. Irhasyuarna, & Khairunnisa, 2. Pedoman wawancara disusun secara semi-terstruktur, sehingga memungkinkan peneliti untuk menggali informasi yang mendalam namun tetap terarah pada topik penelitian. Wawancara dilakukan dengan guru kelas A dan orang tua siswa untuk mendapatkan perspektif mereka mengenai metode yang digunakan dan dampaknya terhadap perkembangan anak. Strategi pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi tiga teknik utama, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung di kelas A TK Khalifah 1 Sempu. Peneliti berperan sebagai pengamat non-partisipan, di mana peneliti mencatat setiap aktivitas yang relevan dengan penelitian tanpa berinteraksi langsung dengan subjek penelitian. Melalui observasi ini, peneliti dapat melihat secara langsung bagaimana reward and punishment diberikan oleh guru dan bagaimana anak merespons metode tersebut dalam berbagai situasi di kelas. Data yang dikumpulkan melalui observasi ini dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan pola perilaku yang muncul sebelum dan sesudah penerapan reward and Wawancara dilakukan dengan guru kelas A dan beberapa orang tua dari siswa yang terlibat dalam penelitian. Wawancara ini bertujuan untuk menggali lebih dalam Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Eha Julaeha. Muthia Sari. Devi Ayu Kurniawati, tentang bagaimana mereka melihat dampak metode reward and punishment terhadap anak-anak mereka. Wawancara dengan guru berfokus pada proses penerapan metode tersebut di kelas, tantangan yang dihadapi, serta perubahan yang mereka amati pada Sementara itu, wawancara dengan orang tua bertujuan untuk memahami bagaimana anak-anak mereka merespons reward and punishment di rumah, serta apakah metode ini juga diterapkan oleh orang tua di lingkungan keluarga. Data dari wawancara dianalisis untuk mengidentifikasi tema-tema penting yang muncul terkait dengan efektivitas metode ini dalam meningkatkan kemampuan sosio-emosional anak. Teknik dokumentasi digunakan untuk mendukung data yang diperoleh dari observasi dan wawancara. Dokumentasi yang dikumpulkan meliputi foto-foto kegiatan pembelajaran di kelas, catatan harian guru mengenai perilaku anak, serta rekaman Dokumentasi ini memberikan bukti visual dan tertulis yang mendukung temuan penelitian, serta membantu peneliti dalam melakukan triangulasi data. Triangulasi dilakukan dengan membandingkan data yang diperoleh dari ketiga teknik tersebut, sehingga diperoleh kesimpulan yang lebih valid dan reliabel. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara induktif, dengan mengikuti langkah-langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada tahap reduksi data, peneliti menyaring data yang telah dikumpulkan, memilih data yang relevan, dan menyederhanakannya menjadi tema-tema utama. Data yang telah direduksi kemudian disajikan dalam bentuk narasi deskriptif, tabel, atau grafik yang memudahkan pembaca untuk memahami temuan penelitian. Pada tahap terakhir, peneliti menarik kesimpulan dari data yang telah disajikan, serta melakukan verifikasi untuk memastikan bahwa kesimpulan yang diambil konsisten dengan data yang diperoleh di lapangan. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini dilaksanakan di TK Khalifah 1 Sempu Kota Serang, yang terletak di daerah perkotaan. TK ini memiliki dua kelas utama, yaitu Kelas A1 dan A2, dengan jumlah siswa total sebanyak 30 anak. Dari total siswa tersebut, sampel penelitian ini terdiri dari 15 anak usia dini di kelas A. Penelitian ini berlangsung selama satu semester pada tahun ajaran 2023/2024. Pemilihan sekolah ini sebagai lokasi penelitian didasarkan pada hasil studi pendahuluan yang menunjukkan adanya tantangan dalam perkembangan sosio-emosional anak-anak di sekolah ini, yang membuatnya menjadi kasus studi yang menarik dan relevan dengan tujuan penelitian. Dalam hal fasilitas. TK Khalifah 1 Sempu dilengkapi dengan ruang kelas yang representatif serta sejumlah fasilitas pendukung seperti area bermain yang aman dan ruang aktivitas untuk kegiatan sosial-emosional. Guru-guru di sekolah ini memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai, dan mayoritas dari mereka memiliki pengalaman dalam mengajar anak usia dini selama lebih dari lima tahun. Guru-guru juga sudah familiar dengan beberapa metode pengajaran interaktif, namun metode reward and punishment masih menjadi pendekatan yang relatif baru dalam proses pembelajaran di sekolah ini. Variabel utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah kemampuan sosio- Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Pemberian Reward and Punishment sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kemampuan Sosio Emosional Anak Usia Dini (Studi Kasus di TK Khalifah 1 Sempu Kota Seran. emosional anak usia dini, yang diukur melalui penerapan metode reward and Kemampuan sosio-emosional adalah kemampuan anak untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka, serta untuk membangun hubungan sosial yang positif dengan orang lain. Dalam konteks anak usia dini, kemampuan ini mencakup kemampuan untuk bekerja sama dengan teman sebaya, berbagi, mengikuti aturan, dan menunjukkan empati terhadap orang lain. Penerapan metode reward and punishment dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Reward diberikan dalam bentuk pujian verbal, stiker prestasi, atau hadiah kecil seperti alat tulis ketika anak menunjukkan perilaku yang sesuai, seperti membantu teman, berbagi mainan, atau mengikuti instruksi guru. Punishment, di sisi lain, diberikan dalam bentuk teguran ringan, pengurangan hak bermain, atau penghentian aktivitas menyenangkan ketika anak menunjukkan perilaku negatif, seperti berkelahi dengan teman atau tidak mengikuti aturan. Penelitian ini juga mengeksplorasi bagaimana lingkungan kelas dan keterlibatan orang tua berperan dalam mendukung keberhasilan penerapan metode ini. Oleh karena itu, wawancara dengan guru dan orang tua menjadi salah satu sumber data penting untuk memahami konteks di luar kelas yang mempengaruhi kemampuan sosio-emosional Selama penelitian ini, berbagai jenis data dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Berikut adalah ringkasan jumlah data yang digunakan: . Observasi: Observasi dilakukan selama enam minggu di kelas A, dengan total 12 sesi Setiap sesi berlangsung selama 90 menit, di mana peneliti mencatat perilaku anak-anak dalam situasi yang melibatkan reward and punishment. Peneliti mencatat perubahan perilaku anak sebelum dan setelah penerapan metode ini, serta interaksi antara anak-anak dan guru. Wawancara: Wawancara dilakukan dengan 2 orang guru kelas A dan 10 orang tua dari siswa yang menjadi subjek penelitian. Wawancara ini bertujuan untuk mendapatkan pandangan mereka tentang efektivitas metode reward and punishment serta dampaknya terhadap perilaku anak di sekolah dan di rumah. Dokumentasi: Dokumentasi yang dikumpulkan meliputi catatan harian guru tentang perilaku anak, laporan perkembangan siswa, serta foto-foto kegiatan pembelajaran yang melibatkan reward and punishment. Penerapan Metode Reward and Punishment di Kelas Hasil observasi menunjukkan bahwa metode reward and punishment diterapkan secara konsisten oleh guru selama periode penelitian. Guru memberikan reward ketika anak-anak menunjukkan perilaku yang positif, seperti menyelesaikan tugas dengan baik, membantu teman yang membutuhkan, atau bersikap sopan kepada guru dan teman Sebaliknya, punishment diberikan ketika anak-anak melanggar aturan kelas, misalnya tidak berbagi mainan atau terlibat dalam konflik fisik dengan teman sekelas. Temuan penting dari penerapan metode ini adalah bahwa reward lebih sering digunakan daripada punishment. Guru cenderung memberikan pujian verbal dan stiker prestasi untuk memotivasi anak-anak agar berperilaku baik. Penggunaan punishment, seperti menghentikan anak dari mengikuti permainan kelompok, dilakukan secara hati- Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Eha Julaeha. Muthia Sari. Devi Ayu Kurniawati, hati agar tidak mempengaruhi motivasi anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan selanjutnya (Nurdiansyah. Faisal, & Sulkipani, 2. Berdasarkan pengamatan, anakanak cenderung merespons positif terhadap reward, sementara punishment yang diberikan dengan cara yang lembut dan jelas juga diterima dengan baik oleh anak-anak. Perubahan Perilaku Sosio-Emosional Anak Salah satu temuan utama dari penelitian ini adalah adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan sosio-emosional anak setelah penerapan metode reward and punishment. Sebelum metode ini diterapkan, banyak anak yang menunjukkan perilaku seperti sulit berbagi mainan, berkelahi dengan teman, atau tidak mengikuti instruksi guru. Namun, setelah metode ini diterapkan secara konsisten, sebagian besar anak mulai menunjukkan peningkatan dalam perilaku sosial mereka. Misalnya, anak-anak yang sebelumnya sering mengalami konflik dengan temantemannya mulai menunjukkan kemampuan untuk mengendalikan amarah dan mencari solusi yang lebih positif ketika menghadapi konflik. Mereka juga mulai lebih sering berbagi mainan dan bekerja sama dalam kegiatan kelompok. Guru juga melaporkan bahwa anak-anak yang tadinya pemalu dan enggan berpartisipasi mulai lebih aktif dan menunjukkan keberanian dalam bertanya dan menjawab pertanyaan di kelas. Peran Orang Tua dalam Mendukung Penerapan Metode Wawancara dengan orang tua mengungkapkan bahwa mereka juga berperan penting dalam mendukung keberhasilan penerapan metode reward and punishment. Orang tua yang diinterview menyatakan bahwa mereka telah menerapkan metode ini di rumah, sehingga anak-anak dapat menginternalisasi konsep reward and punishment di berbagai lingkungan. Misalnya, beberapa orang tua melaporkan bahwa mereka memberikan pujian atau hadiah kecil ketika anak-anak menunjukkan perilaku baik di rumah, seperti membereskan mainan atau membantu pekerjaan rumah tangga. Sebaliknya, mereka memberikan hukuman yang sesuai, seperti pengurangan waktu bermain, ketika anak-anak melanggar aturan. Dari wawancara ini juga diketahui bahwa keberhasilan penerapan metode di rumah terkait erat dengan keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak. Orang tua yang lebih aktif berkomunikasi dengan guru dan memberikan dukungan kepada anak-anak di rumah cenderung melaporkan hasil yang lebih positif. Anak-anak dari keluarga yang konsisten dalam menerapkan reward and punishment baik di rumah maupun di sekolah menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan dalam kemampuan sosio-emosional dibandingkan anak-anak dari keluarga yang tidak konsisten dalam menerapkan metode tersebut. Tantangan dalam Penerapan Reward and Punishment Meskipun penelitian ini menunjukkan hasil yang positif, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi guru dan orang tua dalam menerapkan metode reward and Salah satu tantangan utama adalah konsistensi dalam penerapan metode ini. Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Pemberian Reward and Punishment sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kemampuan Sosio Emosional Anak Usia Dini (Studi Kasus di TK Khalifah 1 Sempu Kota Seran. Beberapa guru melaporkan bahwa sulit untuk terus menerapkan reward and punishment di setiap situasi, terutama ketika menghadapi anak-anak yang memiliki masalah perilaku yang lebih kompleks. Di sisi lain, orang tua juga menghadapi kesulitan dalam menjaga konsistensi, terutama ketika anak-anak menunjukkan perilaku yang sulit dikendalikan di Selain itu, ada juga tantangan dalam memberikan punishment yang sesuai tanpa mengganggu motivasi belajar anak. Beberapa guru dan orang tua melaporkan bahwa mereka khawatir punishment yang diberikan mungkin membuat anak merasa dihukum secara berlebihan, sehingga mengurangi keinginan anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan belajar. Untuk mengatasi hal ini, guru dan orang tua berusaha untuk memberikan punishment yang bersifat edukatif dan tidak terlalu keras, misalnya dengan memberikan penjelasan kepada anak tentang mengapa perilaku mereka tidak sesuai. Keberlanjutan dan Implementasi Jangka Panjang Salah satu temuan penting dari penelitian ini adalah bahwa metode reward and punishment membutuhkan penerapan yang konsisten dan berkelanjutan untuk menghasilkan perubahan perilaku yang signifikan. Guru dan orang tua yang terlibat dalam penelitian ini menyatakan bahwa metode ini efektif selama diterapkan secara terstruktur dan konsisten Hidayati . Namun, mereka juga menekankan pentingnya melibatkan anak-anak dalam proses refleksi setelah diberikan reward atau punishment. Dengan cara ini, anak-anak dapat memahami alasan di balik tindakan yang diberikan kepada mereka dan belajar menginternalisasi perilaku yang diharapkan secara lebih Kemampuan sosio-emosional adalah salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang sangat memengaruhi kemampuan mereka untuk berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosialnya. Dalam banyak penelitian, termasuk yang dilakukan oleh Fardany . , kemampuan ini berperan signifikan dalam menentukan keberhasilan anak-anak di masa depan, baik dalam konteks akademis maupun hubungan sosial. Namun, kemampuan ini sering kali terabaikan di banyak institusi pendidikan anak usia dini. Anak-anak di TK Khalifah 1 Sempu, sebagaimana hasil observasi menunjukkan, memiliki tantangan dalam aspek sosio-emosional, seperti kesulitan berbagi, bekerja sama, atau memahami perasaan teman sebaya. Hal ini memperlihatkan adanya gap yang perlu diatasi melalui pendekatan yang lebih komprehensif dalam pembelajaran. Permasalahan sosio-emosional ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah sebelumnya lebih berfokus pada aspek kognitif tanpa memberikan perhatian yang memadai pada aspek sosial dan emosional. Hal ini membuat anak-anak kurang terlatih untuk mengenali dan mengelola emosi mereka, sehingga mereka kesulitan untuk berinteraksi dengan teman sebaya dalam situasi yang memerlukan kerja sama atau empati. Kedua, kurangnya keterlibatan orang tua dalam mendukung pengembangan kemampuan sosio-emosional anak di rumah juga menjadi faktor penting. Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Eha Julaeha. Muthia Sari. Devi Ayu Kurniawati. Orang tua yang tidak terlibat aktif dalam proses pendidikan anak di rumah cenderung tidak memberikan reinforcement yang memadai dalam hal perilaku sosial yang diinginkan, sehingga perilaku negatif anak tidak terkendali. Dengan adanya tantangan ini, penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah melalui metode reward and punishment yang dianggap efektif dalam memodifikasi perilaku anak-anak. Metode ini dipilih karena kemampuannya untuk memberikan penguatan positif terhadap perilaku baik dan koreksi yang jelas terhadap perilaku negatif, dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan sosio-emosional anak-anak. Penerapan Metode Reward and Punishment sebagai Solusi Sebagaimana telah diuraikan dalam hasil penelitian, metode reward and punishment diterapkan secara konsisten oleh guru di TK Khalifah 1 Sempu selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak memberikan respons yang positif terhadap metode ini, terutama dalam hal reward. Penghargaan yang diberikan, seperti pujian verbal, stiker, atau hadiah kecil, memotivasi anak-anak untuk berperilaku lebih baik. Reward ini mendorong mereka untuk lebih sering berbagi, mengikuti aturan, dan menunjukkan perilaku yang diharapkan dalam kegiatan sehari-hari di kelas. Ini sejalan dengan teori pengkondisian operan B. Skinner, yang menyatakan bahwa perilaku dapat diperkuat melalui penguatan positif . Punishment yang diberikan, di sisi lain, juga terbukti efektif dalam mengoreksi perilaku negatif, seperti konflik antar anak atau pelanggaran aturan di kelas (Hidayat & Muhamad, 2. Guru memberikan punishment secara terukur, seperti penghentian hak bermain atau pengurangan waktu bermain, yang ditujukan untuk memberikan pelajaran tanpa mengurangi motivasi anak untuk belajar. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa punishment yang diberikan dengan cara yang lembut namun konsisten membantu anakanak memahami konsekuensi dari perilaku mereka tanpa merasa dihukum secara Keberhasilan penerapan metode ini di TK Khalifah 1 Sempu didukung oleh beberapa faktor. Pertama, guru memiliki peran penting dalam menjaga konsistensi penerapan reward dan punishment, serta memberikan penjelasan yang jelas kepada anakanak mengenai alasan di balik pemberian reward atau punishment. Kedua, keterlibatan orang tua juga sangat berperan dalam mendukung keberhasilan metode ini. Orang tua yang aktif memberikan reward dan punishment di rumah melengkapi upaya yang dilakukan di sekolah, sehingga anak-anak dapat belajar dalam konteks yang lebih luas, baik di rumah maupun di sekolah. Dampak Penerapan Reward and Punishment terhadap Perkembangan SosioEmosional Dampak dari penerapan metode reward and punishment terhadap perkembangan sosio-emosional anak-anak di TK Khalifah 1 Sempu sangat positif. Sebelum metode ini diterapkan, banyak anak yang menunjukkan perilaku yang tidak diinginkan, seperti sulit berbagi, tidak mengikuti aturan, dan sering terlibat dalam konflik dengan teman sekelas. Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Pemberian Reward and Punishment sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kemampuan Sosio Emosional Anak Usia Dini (Studi Kasus di TK Khalifah 1 Sempu Kota Seran. Namun, setelah metode ini diterapkan secara konsisten, anak-anak mulai menunjukkan peningkatan dalam kemampuan sosio-emosional mereka. Sebagai contoh, anak-anak yang sebelumnya sulit berbagi mainan dengan teman mulai menunjukkan kemampuan untuk bekerja sama dalam aktivitas kelompok. Mereka juga lebih sering membantu teman yang membutuhkan, serta mampu mengendalikan emosi mereka ketika menghadapi situasi yang menantang, seperti ketika terjadi perselisihan dengan teman sebaya. Peningkatan ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa reward yang diberikan dengan tepat dapat memperkuat perilaku yang diinginkan, sementara punishment yang diberikan dengan bijak dapat menekan perilaku yang tidak Hasil penelitian ini juga mendukung temuan dari penelitian-penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa reward and punishment merupakan salah satu metode yang efektif dalam mengajarkan perilaku sosial kepada anak-anak usia dini. Misalnya, penelitian oleh Nuriyatul . yang mengkaji metode reward and punishment di PAUD Harapan Jaya menemukan bahwa metode ini dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan sosio-emosional anak. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian di TK Khalifah 1 Sempu, di mana anak-anak menunjukkan peningkatan dalam hal motivasi untuk mengikuti aturan dan berinteraksi dengan cara yang lebih positif dengan teman sebaya. Selain itu, penelitian ini juga memperlihatkan bahwa dampak positif dari metode ini tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah, tetapi juga meluas ke lingkungan Orang tua melaporkan bahwa anak-anak mereka menjadi lebih patuh di rumah dan lebih responsif terhadap aturan yang diterapkan oleh orang tua (Anjarsari. Farisdianto, & Asadullah, 2. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan metode reward and punishment secara konsisten di sekolah dan di rumah dapat memberikan dampak yang lebih luas dalam membentuk perilaku anak. Penelitian ini memiliki kebaruan dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya, terutama dalam hal penerapan metode reward and punishment pada konteks pendidikan anak usia dini di TK Khalifah 1 Sempu. Meskipun metode ini sudah banyak diteliti dalam konteks pendidikan dasar atau menengah, penerapannya pada anak usia dini masih belum banyak dibahas secara mendalam. Penelitian ini menambahkan bukti empiris baru tentang bagaimana metode ini dapat diterapkan secara efektif pada anakanak usia dini, khususnya dalam lingkungan pendidikan PAUD. Jika dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nuraini . di RA Hafniratunnisa Namlea, penelitian ini menunjukkan hasil yang serupa dalam hal efektivitas metode reward and punishment dalam meningkatkan kemampuan sosioemosional anak. Namun, perbedaan utama terletak pada pendekatan yang lebih holistik dalam penelitian ini, di mana keterlibatan orang tua menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan penerapan metode ini. Sementara itu, penelitian Dewi . lebih berfokus pada implementasi metode ini di lingkungan sekolah tanpa memperhitungkan peran orang tua secara mendalam. Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Eha Julaeha. Muthia Sari. Devi Ayu Kurniawati. Selain itu, penelitian ini juga memberikan gambaran yang lebih rinci tentang bagaimana punishment dapat diberikan dengan cara yang edukatif tanpa mengurangi motivasi belajar anak, yang belum banyak diungkapkan dalam penelitian-penelitian Dalam konteks pendidikan anak usia dini, penting bagi guru dan orang tua untuk memahami bahwa punishment tidak harus bersifat keras atau menghukum secara Sebaliknya, punishment yang diberikan dengan bijak dan disertai penjelasan dapat membantu anak-anak belajar dari kesalahan mereka tanpa merasa tertekan. Jika metode reward and punishment diterapkan secara konsisten dan didukung oleh keterlibatan yang kuat dari orang tua, dampak yang dihasilkan akan sangat positif bagi perkembangan sosio-emosional anak-anak. Penelitian ini menunjukkan bahwa ketika anak-anak diberi reward yang tepat atas perilaku positif mereka, mereka akan lebih termotivasi untuk terus menunjukkan perilaku tersebut. Sebaliknya, ketika punishment diberikan dengan bijak, anak-anak belajar untuk mengendalikan perilaku mereka dan memahami konsekuensi dari tindakan mereka. Kesimpulan Berdasarkan pemaparan diatas maka dapat disimpulkan berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat yaitu : Proses penerapan pemberian reward and punishment di TK Khalifah 1 Sempu Kota Serang berjalan dengan baik sesuai dengan langkah-langkah metode pembelajaran reward and punishment. Proses pembelajaran observasi aktivitas guru sebelum menggunakan metode reward and punishment mendapat kriteria AuKurangAy dan setelah di berikan metode reward and punishment hasil observasi aktivitas guru mendapat kriteria AuBaikAy. Selain terjadi peningkatan pada proses observasi aktivitas guru peningkatan juga terjadi pada proses observasi aktivitas siswa saat guru sedang melakukan aktivitas pembelajaran, yang sebelum di berikan metode reward and punishment mendapat kriteria AuCukupAy setelah di berikan metode reward and punishment terjadi peningkatan dengan mendapatkan kriteria AuBaikAy. Pada proses studi dokumentasi terhadap RPPH respon anak-anak dalam metode pemberian reward and punishment cukup baik, bisa terkondisikan dan tenang, walau masih ada anak yang kurang fokus dan tidak mau mengalah, tetapi bisa diatasi dengan Proses observasi kemampuan sosio emosional AUD juga mengalami peningkatan sebelum di berikan metode reward and punishment masih banyak anak yang awalnya mulai berkembang MB yang ahirnya setelah di berikan metode reward and punishment meningkat kemampuannya menjadi berkembang sesuai harapan BSH. Hasil penerapan metode reward and punishment di TK Khalifah 1 Sempu Kota Serang sebagai upaya meningkatkan kemampuan sosio emosional anak yang dilakukan di kelas A dengan jumlah 15 anak mengalami peningkatan terhadap kemampuan sosio emosional anak. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan sosio emosional anak dapat berkembang dengan metode pemberian reward and punishment. Selanjutnya komunikasi dengan orang tua terkait penerapan reward dan punishment di sekolah dapat memperkuat Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Pemberian Reward and Punishment sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kemampuan Sosio Emosional Anak Usia Dini (Studi Kasus di TK Khalifah 1 Sempu Kota Seran. kesinambungan antara sekolah dan rumah. Orang tua dapat mendukung dan menerapkan pendekatan yang sama di rumah, sehingga anak menerima pesan yang konsisten. BIBLIOGRAFI Agustien. Relis. Umamah. Nurul, & Sumarno. Pengembangan media pembelajaran video animasi dua dimensi situs Pekauman di Bondowoso dengan model ADDIE mata pelajaran Sejarah kelas X IPS. Jurnal Edukasi, 5. , 19Ae23. Akmalia. Rizkiana. Fajriana. Fajriana. Rohantizani. Rohantizani. Nufus. Hayatun, & Wulandari. Wulandari. Development of powtoon animation learning media in improving understanding of mathematical concept. Malikussaleh Journal of Mathematics Learning (MJML), 4. , 105Ae116. https://doi. org/10. 29103/mjml. Anjarsari. Elly. Farisdianto. Donny Dwi, & Asadullah. Abdul Wahid. Pengembangan media audiovisual Powtoon pada pembelajaran Matematika untuk siswa sekolah dasar. JMPM: Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 5. , 40Ae50. Bungawati. Bungawati, & Rahmadani. Ervi. Development of powtoon based science learning media in Elementary Schools. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal Science Educatio. , 11. , 265Ae275. https://doi. org/10. 24815/jpsi. Chintia. Novi. Penerapan Reward Dan Punishment Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Anak Usia Dini. Jurnal Pelita PAUD, 1. , 112Ae120. https://doi. org/10. 33222/pelitapaud. Dewi. Fifit Fitria, & Handayani. Sri Lestari. Pengembangan media pembelajaran video animasi en-alter sources berbasis aplikasi powtoon materi sumber energi alternatif sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5. , 2530Ae2540. Elfiyah. Nur Aini. Irhasyuarna. Yudha, & Khairunnisa. Yasmine. Development of Powtoon-based learning video media to improve 7th grade studentsAo learning outcomes on environmental pollution. Adv. Educ. Philos, 7. , 208Ae214. Fardany. Maya Masitha, & Dewi. Retno Mustika. Pengembangan media pembelajaran powtoon berbasis pendekatan saintifik pada mata pelajaran ekonomi. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 8. , 101Ae108. Fauziah. Irna Rahmawati. Chalid. Choriyah, & Azzahri. Childa Kumala. Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Penggunaan Reward Dan Punishment Di TK Persis 451 Al-IAotishom. Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi, 3. , 630Ae632. Fitriyani. Nina. Pengembangan media pembelajaran audio-visual powtoon tentang konsep diri dalam bimbingan kelompok untuk peserta didik Sekolah Dasar. Jurnal Tunas Bangsa, 6. , 104Ae114. Hidayat. Fitria, & Muhamad. Nizar. Model Addie (Analysis. Design. Development. Implementation and Evaluatio. Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Addie (Analysis. Design. Development. Implementation and Evaluatio. Model in Islamic Education Learning. Inov. Pendidik. Agama Islam, 1. , 28Ae37. Hidayati. Nurul, & Yusbarina. Yusbarina. DESAIN DAN UJI COBA LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK UNTUK MATERI SEL ELEKTROLISIS BERBASIS GUIDED INQUIRY DENGAN STRATEGI READING INFUSION. Journal of Chemistry Education and Integration, 2. , 88Ae94. Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Eha Julaeha. Muthia Sari. Devi Ayu Kurniawati. Lubis. Renni Ramadhani. Dwiningrum. Siti Irene Astuti, & Zubaidah. Enny. Development Powtoon Animation Video in Indonesian Language Learning to Improve Student Learning Outcomes Elementary Schools. Journal of Computer Science. Information Technology and Telecommunication Engineering, 4. , 427Ae https://doi. org/10. 30596/jcositte. Nuraini. Nuraini. Bakir. Widya Fitriani, & Watini. Sri. Implementasi Reward Asyik untuk Meningkatkan Percaya Diri Anak Usia 5-6 Tahun di RA Hafniratunnisa Namlea. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6. , 1702Ae1708. https://doi. org/10. 54371/jiip. Nurdiansyah. Edwin. Faisal. Emil El, & Sulkipani. Sulkipani. Pengembangan media pembelajaran berbasis PowToon pada perkuliahan Pendidikan Kewarganegaraan. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 15. , 1Ae8. Nuriyatul. Fatkhul Janah. Metode Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Pemikiran Ki Hajar Dewantara. IAIN Purwokerto. Nurmiyanti. Leni. Revitalisasi Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini untuk Menciptakan Generasi Unggul. JECIES J. Early Child. Islam. Educ. Study, 2. , 18Ae Purwanto. Purwanto. Reward dan Punishment sebagai Alternatif Mengatasi Perpindahan Aktivitas Pemerintahan di Ibukota Baru. MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan. Sejarah. Dan Ilmu-Ilmu Sosial, 5. , 21Ae26. https://doi. org/10. 30743/mkd. Rahman. Muzdalifah M. Peran Orang Tua Dalam Membangun Kepercayaan Diri Pada Anak Usia Dini. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 8. UNICEF. Children. United Nations. Office of the Special Representative of the Secretary General for, & Conflict. Armed. Machel study 10-year strategic review: Children and conflict in a changing world. Copyright holder: Eha Julaeha. Muthia Sari. Devi Ayu Kurniawati, . First publication right: Syntax Admiration This article is licensed under: Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024