Similarity Report ID: oid:17800:34904274 PAPER NAME AUTHOR Pelatihan Komunikasi Efektif Tentang Pe Ari Susanti ncegahan Bahaya Narkoba Bagi Sukarela wan Dalam Menyukseskan P WORD COUNT CHARACTER COUNT 3067 Words 20218 Characters PAGE COUNT FILE SIZE 7 Pages SUBMISSION DATE REPORT DATE May 5, 2023 9:00 AM GMT 7 May 5, 2023 9:00 AM GMT 7 5% Overall Similarity The combined total of all matches, including overlapping sources, for each database. 4% Publications database Crossref database Crossref Posted Content database 5% Submitted Works database Excluded from Similarity Report Internet database Bibliographic material Quoted material Cited material Small Matches (Less then 10 word. Summary Journal of Humanities Community Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat JHCE Vol. 1 No. April 2023, hal. x-x (ISSN Onlin. | x-x (ISSN Prin. EFFECTIVE COMMUNICATION TRAINING ON DRUG HARM PREVENTION FOR VOLUNTEERS IN THE SUCCESS OF THE SHINING SCHOOL (CLEAN DRUGS) PROGRAM PELATIHAN KOMUNIKASI EFEKTIF TENTANG PENCEGAHAN BAHAYA NARKOBA BAGI SUKARELAWAN DALAM MENYUKSESKAN PROGRAM SEKOLAH BERSINAR (BERSIH NARKOBA) Ari Susanti1*,7 Ahmad Izzuddin2 Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Muhammadiyah Jember. Indonesia Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Jember. Indonesia Email: ari. susanti@unmuhjember. id1*, izzuddin@unmuhjember. *Penulis koresponden NO WhatsApp Aktif Penulis Recieve: 7 Maret 2023 Reviewed: 6 April 2023 Accepted: 29 April 2023 Abstract: This service is a follow-up to the results of previous research that discussed Therapeutic Communication in Drug Social Rehabilitation Clients at the Gennesa Banyuwangi Foundation. In a previous study, it was found that one of the clients at the Gennesa Foundation had been taking drugs since elementary school grade 5 types of alcohol and cigarettes. Starting from trial and error with the invitation of friends around him, then getting used to stealing and selling things in his house just to satisfy his addiction. Drugs have spread among children. Therefore, effective communication techniques are needed to socialize the dangers of drugs to children. This service is carried out by holding effective communication training for volunteers with the Training of Trainer (ToT) model which is attended by 25 students from various universities in Jember Regency. This devotion format is packaged in composition: 20% theoretical exposure, 20% discussion and 60% simulation. The material presented was socialization of the dangers of drugs, effective communication in the fight against drugs and simulations of effective communication techniques. The hope to be achieved from this service is that trained volunteers can be deployed in socializing the dangers of drugs to children in their neighborhoods and schools. Keywords: effective communication, socialization of the dangers of drugs Abstrak: Pengabdian ini merupakan tindak lanjut hasil penelitian sebelumnya yang membahas tentang Komunikasi Terapiutik pada Klien Rehabilitasi Sosial Narkoba di Yayasan Gennesa Banyuwangi. Dalam penelitian terdahulu ditemukan bahwa salah satu klien di Yayasan Gennesa telah mengkonsumsi narkoba sejak SD kelas 5 jenis alkohol dan rokok. Berawal dari coba-coba dengan ajakan teman-teman di sekitarnya, kemudian terbiasa hingga mencuri dan menjual barang-barang di rumahnya hanya untuk memuaskan rasa Narkoba telah menyebar di kalangan anak-anak. Oleh karenanya, perlu teknik komunikasi yang efektif untuk mensosialisasikan bahaya narkoba kepada anak-anak. Pengabdian ini dilakukan dengan mengadakan pelatihan komunikasi efektif bagi relawan dengan model Training of Trainer (ToT) yang diikuti oleh 25 orang mahasiswa dari berbagai universitas di Kabupaten Jember. Format pengabdian ini dikemas dalam komposisi: 20% penyampaian teori, 20% diskusi dan 60% simulasi. Adapun materi yang disampaikan adalah sosialisasi bahaya narkoba, komunikasi efektif dalam memerangi narkoba dan simulasi tentang teknik komunikasi yang efektif. Harapan yang ingin dicapai dari pengabdian ini adalah sukarelawan yang dilatih dapat diterjunkan dalam mensosialisasikan bahaya narkoba kepada anak-anak yang ada lingkungan tempat tinggalnya maupun sekolah-sekolah. Kata kunci: komunikasi efektif, sosialisasi bahaya narkoba Ari Susanti. Ahmad Izzuddin. Copyright A 2023. Penulis Ari Susanti. Ahmad Izzuddin 32528/jhce. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Peredaran narkoba yang terdiri dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif di Indonesia adalah menjadi masalah nasional yang perlu diberantas sampai tuntas. Hal ini dikarenakan dampak dari pemakaian narkoba dalam skala sedikit maupun banyak akan mengakibatkan kerusakan saraf otak secara permanen bahkan menyebabkan kematian. Adanya zat yang membuat pemakainya menjadi ketagihan membuat peredaran narkoba tidak pernah habis dan selalu dicari oleh pemakainya. Selain itu, sulitnya menumpas peredaran narkoba ini dikarenakan melibatkan pemutaran keuangan yang besar dan menggunakan berbagai sumber daya manusia dalam pengedarannya. Peredarannya bahkan menggunakan lini ibu-ibu dan anak-anak. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Di masa pandemi pun, tidak menyurutkan para pengedar dan pemakai narkoba. Mereka membuat Gerakan bawah tanah untuk menjual narkoba dengan jalan obat-obat anti corona. Dengan Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat masyarakat kesulitan menjalankan aktivitas perekonomiannya. Menjadi pengedar narkoba adalah jalan pintas untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Aktivitas pengedaran narkoba tidak hanya di kalangan masyarakat usia produktif, bahkan anak-anak ikut menjadi bagian di dalamnya. Berdasarkan data Administrasi Kependudukan (Admindu. per Juni 2021 yang diperoleh dari laman https://dukcapil. id/, jumlah penduduk Indonesia adalah sebanyak 272. 372 jiwa, dimana 557 jiwa adalah laki-laki dan 134. 815 jiwa adalah perempuan. (Humas, 2. Menurut data Kemensos, sekita 3,6 juta penduduk Indonesia menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Walaupun perbandingan jumlah pemakai relatif kecil 0,75% tetapi peredaran narkoba yang massif menjadi ancaman bagi bangsa Indonesia. (Humas, 2. Hal senada disampaikan oleh Syahabuddin selaku Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial (BP3S) Kemensos bahwa kecanduan narkoba merupakan penyakit yang harus hilang dari Bumi Indonesia. Penyakit yang mematikan mampu karakter orang Indonesia Membunuh potensi-potensi generasi muda yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa ini. (Biro Humas, 2. Oleh karena itu, melalui pengabdian ini diharapkan dapat dijadikan langkah awal pengusul untuk ikut serta menjadi bagian dari perang narkoba yang telah dicanangkan oleh pemerintah dengan cara memberikan pelatihan terhadap generasi muda terutama mahasiswa untuk bergerak bersama-sama memerangi narkoba. Dalam pengabdian ini, mahasiswa dilatih untuk menjadi sukarelawan dalam mensosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat. Mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan mampu berdiri di garis depan dalam perang narkoba Membentuk relawan dari unsur mahasiswa adalah tepat dimana mahasiswa mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat terutama generasi muda yang merupakan adik kelasnya dimana anak-anak dan remaja usia sekolah masih dalam kondisi psikologi yang labil dan mudah dipengaruhi. Berbagai pengetahuan tentang bahaya narkoba beserta teknik sosialisasinya akan mudah dipahami dan diterapkan. Dalam pengabdian ini akan bekerjasama dengan Yayasan Dharma Satya Wangsa Bondowoso yang beralamat di Jl. HOS Cokroaminoto Gang Teratai No. 2A Bondowoso. Yayasan ini bergerak di bidang Pembangunan Masyarakat Bondowoso seperti bidang Pendidikan. Perlindungan Hukum. Seni Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. Narkoba sebagai masalah yang masiv perlu diwaspadai oleh seluruh lapisan Bicara Narkoba tidak identik dengan mahal. Banyak juga ditemukan jenis-jenis obat-obatan yang mengandung psikotropika yang perlu diketahui dan diantisipasi oleh seluruh lapisan masyarakat terutama masyarakat desa. Oleh karena itu, dalam pengabdian ini. UM Jember ingin membantu mencetak relawan yang tangguh dengan dibekali pengetahuan tentang bahaya narkoba dan bagaimana memberikan sosialisasi dan pendampingan kepada mantan pemakai narkoba. 2 | JHCE Vol. 1 No. April 2023, hal. 25XX-47XX (ISSN Onlin. | 24XX-18XX (ISSN Prin. Pelatihan Komunikasi Efektif Tentang Pencegahan Bahaya Narkoba Bagi Sukarelawan Dalam Menyukseskan Program Sekolah Bersinar (Bersih Narkob. Analisis situasi yang diperoleh dari hasil observasi awal yang dilakukan di Yayasan Dharma Satya Wangsa sebagai Yayasan yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat desa di Bondowoso: Mitra kurang mengetahui bahaya Narkoba dimana segala hal yang memicu kecanduan baik obat-obatan, minuman hingga asap sangat membahayakan dan mereka menganggap hal itu biasa saja. Mitra kurang memiliki relawan untuk diterjunkan ke sekolah melakukan sosialisasi bahaya narkoba. Perlu upgrading pelatihan tentang keterampilan melakukan sosialisasi bahaya narkoba Berdasarkan analisis situasi di atas, dapat ditarik rumusan masalah pada pengabdian ini adalah bagaimana cara menjadikan peserta pelatihan sebagai sukarelawan dengan dibekali keterampilan komunikasi efektif yang handal untuk melakukan sosialisasi bahaya narkoba di sekitarnya? Dengan menggandeng mitra dan sukarelawan. UM Jember . elalui pengabdian in. berupaya untuk melakukan tindakan pencegahan dan memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang bahaya narkoba. Terlebih lagi, di era pasca pandemi kondisi perekonomian yang belum stabil dapat menjadi pemicu penyalahgunaan narkoba sebagai alternatif menghilangkan stress dan keputusasaan. METODE Metode pelaksanaan sosialisasi Pelatihan Komunikasi Efektif dalam Pencegahan Bahaya Narkoba bagi Sukarelawan dalam menyukseskan Program Sekolah Bersinar (Bersih Narkob. dilakukan di cafy Cak Wang pada hari Kamis tanggal 2 Maret 2023. Cafy dipilih sebagai tempat sosialisasi karena saat ini cafy menjadi ruang publik yang sering dikunjungi anak muda. Pelatihan ini diikuti 25 orang yang terdiri dari mahasiswa berbagai universitas di Jember. Pelatihan ini menjadi menarik karena setiap peserta harus melakukan simulasi tentang teknik-teknik komunikasi efektif dalam menyampaikan pesan bahaya narkoba untuk berbagai usia yaitu dengan cara mendongeng, membaca cepat, podcast dan diskusi panel. Waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan pelatihan ini 6 jam . 00 wi. karena peserta asyik mencoba dan belajar secara mandiri dan mengembangkan diri sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. Harapan dari pengabdian ini, peserta dapat membantu mencegah bahaya narkoba minimal dari lingkungan sekitarnya HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan metode pelatihan yang dilakukan secara luring pada Hari Kamis tanggal 2 Maret 2023 pukul 15. 00 Ae 21. 00 WIB bertempat di cafy Cak Wang Jl. Mastrip Jember yang dihadiri oleh 30 peserta. Pelatihan bertujuan memberikan wawasan tentang bahaya narkoba dilanjutkan memberikan pelatihan Training of Trainer kepada peserta tentang teknik sosialisasi. Dalam komunikasi, mengetahui karakter audiens adalah salah satu kunci keberhasilan proses penyampaian pesan yang efektif. Oleh karena itu, perlu dikembangkan teknik yang beragam. Oleh Setiap sosialisasi pendekatan yang dilakukan tergantung dari sasaran sosialisasi bahaya narkoba. Komposisi pelatihan ini lebih didominasi oleh simulasi dan praktek. Hal ini dikarenakan menjadi agen sosialisasi membutuhkan keahlian dan kecakapan dalam berkomunikasi. Selain itu, pemahaman peserta tentang bahaya narkoba harus benar sehingga dapat disampaikan dengan baik. Dengan menyampaikan yang baik, benar dan tepat sasaran, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba dapat terbangun dan ikut mencegah hal tersebut terjadi minimal dalam keluarga. Peserta juga dibekali cara melakukan sosialisasi yang tepat sasaran agar mampu memerangi narkoba lebih efektif. Adapun komposisi metode pelatihan bahaya narkoba ini dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 1. Metode Pelatihan METODE PELATIHAN PROSENTASE Ceramah dan Teori Dialog dan diskusi dengan peserta Simulasi TOT Total Kegiatan Pelatihan 3 | JHCE Vol. 1 No. April 2023, hal. 25XX-47XX (ISSN Onlin. | 24XX-18XX (ISSN Prin. Ari Susanti. Ahmad Izzuddin. Dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan, materi dikemas dalam teori dan praktek. Hal ini dilakukan agar materi yang sudah didapat segera dipraktekkan dalam bentuk simulasi sehingga peserta dapat langsung mempraktekkannya di masyarakat. Pemateri dan materi terangkum dalam tabel berikut : Tabel 2. Pemateri dan Materi Pelatihan PEMATERI MATERI Ahmad Izzuddin. SE. MM. Sosialisasi Bahaya Narkoba Ari Susanti. Sos. MedKom. Komunikasi Efektif dalam Memerangi Narkoba (Ketua Ti. Sunarno (Instruktu. Simulasi Pelatihan Teknik Sosialisasi yang Efektif Sosialisasi Bahaya Narkoba Pemateri pertama dalam pengabdian ini disampaikan oleh Ahmad Izzuddin. SE. MM. yang membahas tentang informasi mendasar tentang bahaya narkoba. Narkoba adalah terdiri dari narkotika, psikotropika dan bahan adiktif merupakan obat-obat yang menimbulkan efek kecanduan bagi pemakaian. Berikut penjabaran dari jenis-jenis narkoba beserta definisinya: Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan (Republik Indonesia, 2. Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang memiliki khasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas normal dan perilaku. (Republik Indonesia, 2. Zat Adiktif adalah zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menimbulkan ketergantungan. (Republik Indonesia, 2. Narkoba adalah permasalahan yang massif melanda dunia dan harus diberantas bersama-sama. Hal ini dikarenakan, narkoba memiliki efek yang membahayakan bagi penggunanya antara lain : Halusinasi adalah gangguan persepsi dan sensor indera manusia yang seolah-olah melihat, mendengar, mencium, menyentuh dan merasa, padahal sebenarnya tidak ada, stimulan sebagai obat yang merangsang kewaspadaan, meningkatkan aktivitas dan menaikkan efektivitas secara singkat, adiktif adalah situasi dimana seseorang menjadi ketergantungan bila tidak menggunakan nya, dan rentan terjadi kematian bila menggunakan secara berlebihan . ver dosi. Gambar 1. Pemateri 1 dengan tema Sosialisasi Bahaya Narkoba Dilihat dari efek bahaya narkoba yang kuat hingga menyebabkan kematian, narkoba memiliki banyak dampak yaitu : Dampak bagi kesehatan dimana narkoba akan berakibat muncul gangguan fungsi pada otak, paru-paru, jantung, hati, penyakit menular seksual (HIV/AIDS), kemandulan dan terjadi komplikasi pada kehamilan. 4 | JHCE Vol. 1 No. April 2023, hal. 25XX-47XX (ISSN Onlin. | 24XX-18XX (ISSN Prin. Pelatihan Komunikasi Efektif Tentang Pencegahan Bahaya Narkoba Bagi Sukarelawan Dalam Menyukseskan Program Sekolah Bersinar (Bersih Narkob. Dampak sosial dimana akibat dari kecanduan narkoba maka pengguna akan membeli untuk memenuhi keinginannya sehingga muncul perilaku menyimpang dalam lingkungan keluarga mereka akan melakukan tindakan seperti berbohong, mencuri, hidup beba. , lingkungan sekolah akan merusak disiplin, motivasi belajar menurun, dan meningkatkan tindak kenakalan. Secara lebih luas, mereka bergabung dalam komunitas narkoba dan menciptakan perdagangan gelap untuk memenuhi kebutuhannya. Komunikasi Efektif dalam Memerangi Bahaya Narkoba Materi kedua disampaikan oleh Ari Susanti S. Sos. Med. Kom. yang membawakan tema Komunikasi Efektif dalam Memerangi Bahaya Narkoba. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui media tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Komunikasi berjalan efektif jika ada kesamaan persepsi antara komunikator dan komunikan. Pesan dapat diterima dengan baik jika seorang komunikator memiliki keterampilan dalam berkomunikasi misalnya memiliki pengetahuan dan ilmu yang luas, penguasaan dan penggunaan bahasa yang tepat, serta memiliki daya tarik tampilan untuk menarik perhatian komunikan . amah, sopan, rapi, bersih, hangat dan lain-lai. Komunikator yang baik akan menyesuaikan diri dengan komunikan yang dihadapinya. Hal ini untuk menentukan teknik yang digunakan agar komunikasi berjalan efektif. Gambar 2. Pemateri 2 dengan tema Komunikasi Efektif dalam Memerangi Narkoba Hasil penelitian terdahulu bahwa MS menyatakan menggunakan narkoba sejak kelas 6 SD (Susanti, 2. , artinya murid setingkat Sekolah Dasar sudah menggunakan narkoba jenis alkohol dan rokok. Lingkungan tempat MS tinggal, anak-anak sudah mengkonsumsi narkoba. Oleh karena itu, pelatihan ini digagas sebagai upaya pembentukan sukarelawan yang siap untuk diterjunkan dalam sosialisasi bahaya Untuk itu, pelatihan ini bertujuan untuk membekali sukarelawan dengan berbagai teknik berkomunikasi yang efektif untuk memerangi bahaya narkoba. Berikut Teknik komunikasi efektif yang Mendongeng untuk TK dan PAUD. Mendongeng adalah aktivitas menyajikan cerita bertema fantasi anak agar mudah dipahami karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan nalar anak yang belum Mendongeng biasanya disampaikan kepada anak-anak usia 2-7 tahun. Macam-macam dongeng yang bisa dijadikan media sosialisasi Bahaya NAPZA berupa: Fabel yaitu dongeng binatang yang bisa bicara Legenda yaitu cerita rakyat turun temurun yang berhubungan dengan suatu peristiwa Cerita Fiksi adalah cerita yang dibuat dengan mengeksplorasi fantasi dan daya khayal anak-anak tentang sesuatu. Membaca Cerita untuk SD. Aktivitas membaca cerita yang menjadi trend saat ini adalah membaca cerita dengan cepat. Pembaca cerita divideokan dan diunggah di media sosial dan platform gratis. Kuncinya membaca cepat agar terus mendengarkan dan tidak beralih ke laman lainnya. Secara kognitif, anak usia 7-12 tahun lebih mengenal lingkungan sekitarnya. Menyusun narasi secara konkrit bisa dilakukan dengan Memori mulai terasah dengan semakin berkembangnya cara berpikir. Membaca cerita atau 5 | JHCE Vol. 1 No. April 2023, hal. 25XX-47XX (ISSN Onlin. | 24XX-18XX (ISSN Prin. Ari Susanti. Ahmad Izzuddin. mendengarkan cerita akan lebih mudah memahami maknanya apalagi disertai intonasi dan penekanan kata penting sebagai penguat pesan. Obrolan Gaya Podcast untuk SMP. Metode interaksi lebih mudah dilakukan karena usia 12-15 tahun telah mampu berpikir secara abstrak dan didukung dengan hipotesis. Selain itu, remaja sudah mampu berpikir secara sistematik. Model Podcast ini dilakukan dengan santai dan memberikan kesempatan kepada audiens untuk berinteraksi dan diselingi dengan senda gurau akan lebih mengena. Panel untuk SMA. Untuk tingkat SMA, model panel dengan menghadirkan tokoh idola akan menarik Mengapa menggunakan idola, karena masa puber mendorong anak untuk menyukai sesuatu. Secara kognitif usia 16 -19 tahun telah mencapai penalaran yang sistematis dan konkrit. Untuk Umum, model panel dengan menghadirkan ahli/pakar sesuai dengan kompetensinya dan testimoni dari narasumber sebagai penguat. Simulasi Pelatihan Teknik Sosialisasi yang Efektif Pemateri terakhir adalah Drs. Sunarno yang memberikan pelatihan teknik komunikasi yang efektif dalam mensosialisasikan bahaya narkoba. Pelatihan ini diawal dengan memberikan motivasi kepada peserta bahwa menjadi sukarelawan dapat menjadi peluang pekerjaan yang potensial. Apalagi sukarelawan untuk memerangi narkoba. Hal ini dikarenakan narkoba menjadi masalah sosial yang sulit diberantas karena perputaran uang dalam narkoba sangat besar. Banyak peluang yang bisa diambil, seperti bekerjasama dengan IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapo. dan Lembaga rehabilitasi sosial narkoba untuk mensosialisasikan bahaya narkoba di sekolah-sekolah. Sebagai budayawan. Sunarno menyatakan sosialisasi ini seperti bermain teater. Tampilan di depan banyak orang untuk menyampaikan pesan juga salah satu bentuk mengaplikasikan teater. Namun yang menarik dari pelatihan ini. Sunarno memberikan motivasi tentang belajar teater bukan untuk pentas di panggung melainkan untuk belajar hidup. Karena panggung teater kita sesungguhnya adalah kehidupan kita sendiri. Belajarlah untuk hidup bukan untuk panggung. Pemateri menyiapkan 4 materi untuk disimulasikan dalam pelatihan ini. Dengan simulasi, peserta mempraktikkan langsung teknik-teknik yang telah diajarkan. Pelatihan menggunakan metode pelibatan peserta secara langsung dengan . memberikan contoh, . melakukan bersama dengan pendampingan, . melakukan sendiri akan melekat pada peserta. Karena peserta langsung mencoba dan terlibat aktif sehingga dapat mencoba kemampuannya sendiri. Gambar 3. Pemateri 3 dengan tema Simulasi Teknik Komunikasi Efektif Sosialisasi Bahaya Narkoba Gambar 4. Simulasi Teknik Komunikasi Efektif Sosialisasi Bahaya Narkoba bersama Peserta 6 | JHCE Vol. 1 No. April 2023, hal. 25XX-47XX (ISSN Onlin. | 24XX-18XX (ISSN Prin. Pelatihan Komunikasi Efektif Tentang Pencegahan Bahaya Narkoba Bagi Sukarelawan Dalam Menyukseskan Program Sekolah Bersinar (Bersih Narkob. KESIMPULAN Narkoba adalah obat terlarang yang dapat menimbulkan efek-efek kecanduan yang membahayakan bagi penggunannya. Upaya pemberantas terus dilakukan guna mencegah penyebaran narkoba terutama pada anak-anak. Temuan penelitian sebelumnya, bahwa ada klien di panti rehabilitasi sosial narkoba Gennesa di Banyuwangi yang mulai mengkonsumsi narkoba sejak SD kelas 6. Penyebaran narkoba yang telah menyentuh anak-anak perlu upaya bersama untuk menanggulanginya. Salah satunya adalah melatih sukarelawan yang akan diterjunkan guna mensosialisasikan bahaya narkoba kepada anak-anak yang ada lingkungan tempat tinggalnya maupun sekolah-sekolah. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih kami ucapkan kepada Yayasan Dharma Satya Wangsa yang telah mengumpulkan generasi muda yang bersedia menjadi relawan Sosialisasi Bahaya Narkoba. Terima kasih pula kami sampaikan kepada Cafy Cak Wang yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Tak lupa kami sampaikan kepada Universitas Muhammadiyah Jember yang telah mendanai pengabdian internal dan peduli dengan nasib generasi penerus bangsa terhadap bahaya narkoba. DAFTAR PUSTAKA