Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Penguatan Kapasitas Siswa. Aparatur Kelurahan, dan Masyarakat Simpang Belutu melalui Program Anti-Bullying. Pelatihan Desain Grafis, dan Edukasi Pengelolaan Sampah Dalam Kegiatan KKN Mas Dewi Liri Linora1. Hesti Yustina2. Devialdi Maisa Putra3. Aisya Ibrahim4. Ardino Alit Kuntoro5. Arif Wicaksono6. Atika Suryani7. Eka Sesilia8. Hafidz Attamimi9. M Gilang Pratama10. Nadilla Bilqis11. Tika Rahmawati12. Pariqa Annisa13 1Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Muhammadiyah Riau 2Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian dan Perikanan. Universitas Muhammadiyah Purwokerto 3Program Studi Sistem Informasi. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Muhammadiyah Riau 4Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Komunikasi. Universitas Muhammadiyah Riau 5Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Riau Program Studi Fisioterapi. Fakultas Pendidikan dan Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Karanganyar 7Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Riau 8Program Studi Farmasi. Fakultas MIPA dan Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Riau 9Program Studi Pendidikan Informatika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Riau 10Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Palembang 11Program Studi Pendidikan Guru Sekolah. Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung 12Program Studi Biologi. Fakultas MIPA dan Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Riau 13Program Studi Kebidanan. Fakultas MIPA dan Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Riau email Korespondensi: pariqaannisa@umri. Abstract The community of Simpang Belutu faces two persistent issues: increasing incidents of bullying among students and low awareness of proper waste management. The KKN MAs program was implemented to improve community understanding, skills, and environmental awareness through three core activities: an anti-bullying outreach program at SDN 09 Simpang Belutu involving 480 students, . a Canvabased graphic design workshop for seven local government staff, and . an environmental education initiative through the installation of categorized waste signage. The methods used included lectures, workshops, and mentoring, with evaluation carried out through questionnaires, observation, and The results show a 70% improvement in participantsAo Canva skills, an 82% increase in studentsAo understanding of the impacts of bullying, and 80% of residents beginning to practice waste These outcomes indicate that the program contributed to the development of soft skills, strengthened social awareness, and fostered more responsible environmental behavior. Keywords: KKN MAs. Bullying. Canva Training. Environmental Education, community empowerment Abstrak Masyarakat Kelurahan Simpang Belutu masih menghadapi dua persoalan utama, yaitu meningkatnya kasus bullying di kalangan siswa serta rendahnya kesadaran dalam pengelolaan sampah. Program KKN MAs dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kepedulian masyarakat melalui tiga kegiatan inti: . sosialisasi anti-bullying di SDN 09 Simpang Belutu yang melibatkan 480 siswa, . pelatihan desain grafis menggunakan Canva bagi aparatur kelurahan dengan 7 peserta, dan . edukasi lingkungan melalui pembuatan serta pemasangan plang categorisasi sampah. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, workshop, dan pendampingan, dengan evaluasi menggunakan angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta pelatihan Canva sebesar 70%, pemahaman siswa mengenai dampak bullying mencapai 82%, serta 80% warga mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah. Temuan ini menegaskan bahwa program KKN berkontribusi terhadap penguatan softskill, peningkatan kesadaran sosial, dan pembentukan perilaku lingkungan yang lebih bertanggung jawab. Kata Kunci: KKN MAs. Bullying. Pelatihan Canva. Edukasi Lingkungan. Pemberdayaan Masyarakat https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 PENDAHULUAN Program Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah AoAisyiyah (KKN MA. merupakan salah satu bentuk nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan keterampilan praktis guna memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. KKN MAs dilaksanakan secara kolaboratif oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan AoAisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia, dengan fokus utama menjawab permasalahan sosial, pendidikan, ekonomi, serta lingkungan sesuai kebutuhan Kehadiran mahasiswa di masyarakat bukan hanya berperan sebagai agen perubahan, melainkan juga sebagai fasilitator dalam membangun kesadaran, meningkatkan kapasitas, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya hadir di lingkungan masyarakat, tetapi juga dituntut mampu menyesuaikan diri, membangun hubungan sosial, serta mengaplikasikan pengetahuan dan pengalaman yang telah dipelajari untuk membantu menyelesaikan persoalan yang ada secara tepat dan bermanfaat . Kelurahan Simpang Belutu Kecamatan Kandis. Kabupaten Siak. Provinsi Riau, merupakan salah satu lokasi pelaksanaan KKN MAs tahun 2025. Wilayah ini sebagian besar didominasi aktivitas perkebunan kelapa sawit dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang relatif menengah ke bawah. Observasi awal tim menemukan beberapa persoalan mendasar, di antaranya rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, masih maraknya praktik bullying di kalangan anak-anak dan remaja, serta keterbatasan literasi teknologi pada staf Permasalahan ini berdampak masyarakat, baik dari segi kesehatan, sosial, maupun tata kelola pemerintahan. Oleh https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 karena itu, diperlukan program pengabdian yang terintegrasi untuk menjawab persoalanpersoalan tersebut. Secara lebih terperinci, permasalahan yang dihadapi mitra dapat dibagi menjadi tiga Pertama, aspek lingkungan, di mana kebersihan masih menjadi tantangan akibat minimnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Sampah seringkali dibuang sembarangan tanpa adanya pemilahan yang baik. Menurut data Bank Dunia pada . 000 ton sampah yang dihasilkan setiap hari di Indonesia, diperkirakan jumlah kenaikan ini mencapai 76% selama 10 tahun. Kedua, aspek sosial, yakni perilaku bullying di kalangan anakanak sekolah dasar yang berpotensi psikologis, dan prestasi akademik siswa. Salah satu tanda dari rendahnya kualitas pendidikan nasional dapat dilihat dari prestasi Proses pembelajaran yang ada saat ini cenderung lebih fokus pada aspek akademik atau intelektual, sementara kualitas pengajaran juga masih perlu diperbaiki. sisi lain, aspek non-akademik seperti pengembangan nilai-nilai moral dan sosialemosional belum diberdayakan secara Hal ini berujung pada hasil yang belum mencapai harapan yang diinginkan . Ketiga, aspek tata kelola pemerintahan, khususnya keterbatasan staf kelurahan dalam memanfaatkan teknologi desain grafis Canva. Padahal, keterampilan ini penting untuk menunjang peningkatan citra pelayanan publik. Kondisi ini menunjukkan urgensi dilaksanakannya pengabdian masyarakat agar mampu memberikan solusi praktis dan berkelanjutan . Beberapa mendukung pentingnya pelaksanaan program Misalnya, studi . menegaskan bahwa kegiatan pengabdian berbasis edukasi mampu meningkatkan kesadaran masyarakat secara signifikan, khususnya pada isu sosial dan Penelitian . juga menyebutkan bahwa pembentukan karakter anak sejak dini p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 memperkuat sikap empati dan toleransi. Sementara itu, penelitian . menyoroti pentingnya peningkatan literasi digital pada aparatur pemerintahan desa atau kelurahan dokumentasi, dan publikasi program kerja. Temuan-temuan argumentasi bahwa intervensi pengabdian pendampingan sangat relevan untuk dilaksanakan di Kelurahan Simpang Belutu. Dari sisi kebijakan, program ini sejalan dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020Ae2024, yang menekankan pembangunan sumber daya lingkungan hidup berkelanjutan. Selain itu, program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDG. , khususnya tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualita. , tujuan (Kota Permukiman Berkelanjuta. , dan tujuan ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawa. Dukungan kebijakan ini menjadi dasar yang kuat bahwa program KKN MAs tidak hanya menjawab kebutuhan lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap target pembangunan nasional dan global. Solusi yang ditawarkan melalui program KKN MAs di Kelurahan Simpang Belutu mencakup tiga kegiatan utama. Pertama, menggunakan aplikasi Canva untuk meningkatkan keterampilan staf kelurahan dalam pembuatan media informasi yang Kedua, sosialisasi anti-bullying di sekolah dasar untuk menanamkan nilai-nilai empati, komunikasi sehat, dan toleransi sejak dini. Ketiga, pemasangan plang sampah edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan Kegiatan-kegiatan tersebut dirancang dengan pendekatan partisipatif, melibatkan masyarakat secara aktif, serta melaksanakan KKN. Berdasarkan uraian di atas, tujuan yang ingin dicapai melalui pelaksanaan KKN Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 MAs di Kelurahan Simpang Belutu adalah: meningkatkan kesadaran masyarakat memperkuat karakter anak melalui edukasi anti-bullying. meningkatkan kapasitas staf kelurahan dalam pemanfaatan teknologi desain grafis. Secara lebih luas, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang peduli, adaptif, dan partisipatif terhadap pembangunan berkelanjutan. METODE PENGABDIAN Metode pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah AoAisyiyah (KKN MA. di Kelurahan Simpang Belutu dirancang menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan kolaboratif. Pendekatan ini dipilih agar program yang dilaksanakan tidak hanya bersifat sosialisasi sepihak, tetapi juga mampu melibatkan masyarakat serta aparatur kelurahan secara aktif sehingga tercipta rasa memiliki . ense of belongin. terhadap program yang dijalankan. Profil Mitra Mitra kegiatan adalah Kelurahan Simpang Belutu. Kecamatan Kandis. Kabupaten Siak. Provinsi Riau. Jumlah masyarakat di wilayah ini cukup heterogen, dengan dominasi penduduk bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit. Kegiatan KKN MAs melibatkan beberapa pihak, antara lain: Aparatur kelurahan . erangkat desa/keluraha. yang berjumlah 7 Guru dan siswa SDN 09 Simpang Belutu (A480 sisw. yang menjadi sasaran kegiatan sosialisasi antibullying. Perwakilan masyarakat . ekitar 10 oran. yang terlibat langsung Metode Kegiatan Metode pelaksanaan terdiri dari: Penyuluhan Sosialisasi: digunakan untuk kegiatan antibullying di sekolah dasar. Pelatihan Workshop: https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 menggunakan aplikasi Canva. Pendampingan Lapangan: dilakukan pada kegiatan edukasi lingkungan dengan pembuatan dan pemasangan plang sampah. Monitoring Evaluasi: dilaksanakan untuk memastikan ketercapaian tujuan, baik selama kegiatan berlangsung maupun pasca kegiatan. Periode Program Kegiatan KKN MAs di Kelurahan Simpang Belutu dilaksanakan selama 40 hari, mulai 31 Juli hingga 10 September Seluruh rangkaian kegiatan disusun dalam tahapan sistematis mulai dari prakegiatan, pelaksanaan inti, hingga evaluasi. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 bertahap pada hari ke-20 hingga hari Monitoring dan Evaluasi Dilakukan pada hari ke-36 hingga hari Evaluasi selama kegiatan observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan untuk menilai tingkat keterlibatan peserta. Sementara itu, pascakegiatan dilakukan melalui angket, wawancara singkat, dan Indikator keterampilan, serta perubahan sikap dan kebiasaan setelah kegiatan. Langkah-Langkah Pelaksanaan Kegiatan KKN MAs dibagi ke dalam tiga Pra Kegiatan Meliputi observasi lapangan untuk mengidentifikasi permasalahan lokal, wawancara dengan aparatur kelurahan dan masyarakat, serta perumusan Tahap ini berlangsung pada tanggal 23 Juli 2025, sekaligus diikuti dengan penyusunan jadwal kegiatan dan koordinasi dengan mitra. Pelaksanaan Kegiatan Utama Dilaksanakan pada hari ke-8 hingga hari ke-35. Tiga program utama Pelatihan desain grafis menggunakan Canva bagi aparatur kelurahan, dilaksanakan pada hari ke-10, berisi materi dasar dan praktik pembuatan poster, infografis, serta publikasi Sosialisasi anti-bullying di SDN Simpang Belutu, dilaksanakan pada hari ke-14, bergambar, diskusi kelompok, dan role-play. Edukasi pemasangan plang sampah edukatif di titik strategis, yang dilakukan https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Tabel Rencana Kegiatan Tabel 1 berikut menyajikan tahapan pelaksanaan kegiatan KKN MAs di Kelurahan Simpang Belutu: Tabel 1 Tahapan Kegiatan KKN MAs di Kelurahan Simpang Belutu dijalankan Tahap Nama Kegiatan Observasi dan Pra Kegiatan Pelatihan Desain Pelaksanaan Grafis Canva Sosialisasi antiPelaksanaan Pelaksanaan Edukasi Lingkungan Evaluasi Monitoring & evaluasi Program HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah AoAisyiyah (KKN MA. di Kelurahan Simpang Belutu dirancang untuk memberikan solusi terhadap tiga persoalan utama, yakni keterbatasan literasi digital staf kelurahan, maraknya perilaku bullying di kalangan anak-anak, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan Seluruh kegiatan dilaksanakan secara sistematis mulai dari pra kegiatan hingga evaluasi. Pra Kegiatan Pra kegiatan merupakan tahap awal yang dilakukan tim KKN MAs sebelum terjun melaksanakan program inti. Kegiatan ini meliputi observasi lapangan, wawancara, koordinasi, serta perumusan program kerja bersama mitra. Observasi Lapangan Observasi dilakukan selama tiga hari pertama setelah mahasiswa tiba di Kelurahan Simpang Belutu. Observasi ini mencakup kondisi sosial, ekonomi, serta Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sampah rumah tangga masih banyak dibuang sembarangan, terutama di pinggir jalan dan area sekitar kebun. Pada sisi sosial, ditemukan adanya kasus perundungan . di sekolah dasar yang diakui oleh pihak guru dan orang tua. Dari aspek tata kelola pemerintahan, staf kelurahan masih Bentuk Kegiatan Survei lapangan dan Workshop. Praktik secara langsung Presentasi bergambar dan cerita Pembuatan dan pemasangan plang Angket, wawancara dan Partisipan Tim Kkn dan Kelurahan Staff Kelurahan dan pemuda setempat Siswa SDN 09 Simpang Belutu Tim kkn dan aparatur Seluruh peserta kkn minim dalam memanfaatkan teknologi desain grafis untuk dokumentasi dan publikasi. Wawancara dan Koordinasi Wawancara dilakukan dengan perangkat kelurahan, guru, serta tokoh masyarakat. Hasil wawancara menegaskan adanya kebutuhan peningkatan kapasitas staf kelurahan dalam desain grafis, pembinaan karakter anak-anak untuk mencegah bullying, dan edukasi masyarakat terkait kebersihan Koordinasi dilakukan bersama Lurah Simpang Belutu untuk menyepakati jadwal kegiatan, lokasi pelaksanaan, serta pihak-pihak yang terlibat. Penyusunan Program Kerja Berdasarkan wawancara, tim KKN menyusun program kerja yang terdiri dari tiga kegiatan utama: . pelatihan desain grafis menggunakan Canva, . sosialisasi anti-bullying di SDN 09 Simpang Belutu, dan . pemasangan plang sampah edukatif. Program ini disusun agar saling melengkapi dan memberikan dampak positif secara sosial, edukatif, dan Hasil pra kegiatan menunjukkan bahwa partisipasi awal masyarakat cukup tinggi, ditandai dengan antusiasme perangkat kelurahan dan pihak sekolah untuk terlibat dalam kegiatan. Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan Desain Grafis https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 Menggunakan Canva Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan 7 orang staf kelurahan. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan keterampilan aparatur kelurahan dalam membuat desain publikasi digital dan materi visual Pelaksanaan kegiatan dapat dilihat pada Gambar 1. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Sosialisasi dilaksanakan di SDN 09 Simpang Belutu dengan melibatkan A480 siswa kelas 1Ae6. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai bullying, dampaknya, serta cara mencegah bullying seperti yang dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2 Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 09 Simpang Belutu Gambar 1 Sosialisasi dan Pelatihan Canva pada Staf Kelurahan Simpang Belutu Metode yang digunakan adalah workshop interaktif, yang terdiri dari tiga Pengenalan Canva: diperkenalkan dengan fitur dasar, pemilihan template, serta cara mengakses aplikasi secara online. Praktik Desain: mempraktikkan langsung pembuatan poster kegiatan kelurahan, undangan digital, serta infografis laporan. Pendampingan: peserta diberikan kesempatan untuk membuat karya secara mandiri dengan bimbingan Hasil peningkatan keterampilan staf kelurahan. Berdasarkan evaluasi menggunakan angket sederhana, 70% peserta merasa lebih percaya diri dalam menggunakan Canva untuk keperluan administrasi. Beberapa staf bahkan langsung mempraktikkan hasil pelatihan dengan membuat poster digital untuk kegiatan kelurahan. Hal ini sejalan dengan pendapat . yang menekankan bahwa literasi digital pada aparatur pemerintahan sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik. Sosialisasi Anti-Bullying https://doi. org/10. 37859/jpumri. Metode sosialisasi yang digunakan adalah edukasi interaktif, melalui: A Cerita pentingnya empati dan persahabatan. A Diskusi ringan tentang pengalaman anak-anak terkait bullying. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa. Berdasarkan angket sederhana, 70% siswa menyatakan lebih memahami dampak negatif bullying, dan 82% siswa berkomitmen untuk tidak melakukan bullying di sekolah. Guru-guru yang hadir juga memberikan apresiasi, karena kegiatan ini mendukung program sekolah ramah anak. Hal ini sesuai dengan temuan . yang menyebutkan bahwa pembinaan karakter anak sejak dini berpengaruh signifikan terhadap pencegahan perilaku negatif. Edukasi Lingkungan Pemasangan Plang Sampah Program edukasi lingkungan dilakukan melalui pembuatan dan pemasangan plang sampah edukatif di titik-titik strategis yang rawan menjadi tempat pembuangan sampah Proses pelaksanaan dimulai dari survei lokasi, perancangan desain, pencetakan masyarakat dan perangkat kelurahan. Pesan yang disampaikan pada plang berisi ajakan menjaga kebersihan dengan bahasa yang komunikatif dan desain menarik. Program p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 edukasi lingkungan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan mencegah pembuangan sampah sembarangan. pemasangan plang sampah edukatif di berbagai titik strategis, terutama di lokasi-lokasi yang sering menjadi tempat pembuangan sampah liar. Titik-titik ini biasanya terletak di area yang memiliki banyak aktivitas masyarakat atau di sepanjang jalur transportasi yang rawan sampah . Dapat dilihat pada Gambar 3 dengan perangkat lurah yang ikut membantu dalam pemasangan plang edukasi sampah bersama dengan mahasiswa KKN MAs. Gambar 1 Pemasangan Plang Sampah Edukatif di Kelurahan Simpang Belutu Hasil kegiatan menunjukkan adanya respon positif dari masyarakat. Edukasi berbasis visual ini terbukti efektif karena masyarakat lebih mudah memahami pesan yang ditampilkan secara menarik . Monitoring dan Evaluasi Monitoring dan evaluasi dilakukan pada dua tahap, yakni saat kegiatan berlangsung dan pasca kegiatan. Evaluasi Saat Kegiatan Selama kegiatan berlangsung, tim KKN melakukan observasi partisipasi peserta. Pada pelatihan Canva, seluruh staf kelurahan aktif bertanya dan mencoba membuat Pada sosialisasi anti-bullying, siswa tampak antusias bertanya dan menjawab pertanyaan yang diberikan. Sementara itu, pada kegiatan edukasi lingkungan, aparat kelurahan berpartisipasi langsung dalam pemasangan plang. Evaluasi Pasca Kegiatan Evaluasi pasca kegiatan dilakukan Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 melalui angket kepuasan dan wawancara Hasil evaluasi dapat dilihat pada Tabel 2 berikut: Tabel 2 Hasil Evaluasi Kegiatan KKN MAs di Kelurahan Simpang Belutu Kepuasan No Kegiatan Indikator Hasil Peserta Peningkatan Pelatihan Canva desain grafis staf kelurahan Peningkatan Sosialisasi Anti82% siswa tentang Bullying Kesadaran Edukasi Plang Sampah Evaluasi menunjukkan bahwa seluruh kegiatan memberikan dampak positif baik jangka pendek maupun jangka panjang. Kendala yang Dihadapi Beberapa kendala yang dihadapi selama kegiatan antara lain: Keterbatasan waktu: program hanya berjalan selama 40 hari sehingga ruang lingkup kegiatan terbatas. Kesiapan teknologi: tidak semua staf memadai untuk praktik desain grafis. Perilaku masyarakat: masih ada sebagian warga yang sulit berubah Solusi yang Ditempuh Menyusun modul pelatihan sederhana agar staf kelurahan dapat belajar mandiri dan memberikan contoh template kepada staff kelurahan. Memberikan rekomendasi kepada pihak kelurahan untuk menyediakan perangkat pendukung. Menjalin kerja sama dengan sekolah melanjutkan edukasi lingkungan secara rutin. https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 SIMPULAN Pelaksanaan program KKN MAs di Kelurahan Simpang Belutu menunjukkan bahwa pendekatan pengabdian yang berbasis kebutuhan nyata masyarakat mampu menghasilkan perubahan yang Identifikasi awal melalui observasi dan wawancara berhasil memetakan dua isu utamaAibullying pada siswa dan rendahnya kesadaran pengelolaan sampahAiyang kemudian diterjemahkan menjadi tiga program prioritas. Pemilihan program ini terbukti relevan dengan kondisi lapangan dan respons masyarakat. Kegiatan inti yang mencakup pelatihan desain grafis, sosialisasi anti-bullying, dan edukasi lingkungan berjalan efektif karena metode yang digunakan bersifat partisipatif dan aplikatif. Pelatihan Canva mampu kelurahan secara signifikan, terlihat dari kenaikan keterampilan hingga 70%. Program anti-bullying memberi dampak pada pemahaman siswa dengan capaian 82%, menunjukkan bahwa pendekatan interaktif lebih mudah diterima oleh peserta Sementara itu, program edukasi lingkungan mendorong perubahan perilaku masyarakat, tercermin dari 80% warga yang mulai menerapkan kebiasaan memilah Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan soft skill, kesadaran sosial, serta perilaku lingkungan masyarakat Simpang Belutu. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi antara penyuluhan, workshop, dan pendampingan dalam durasi Program serupa berpotensi dikembangkan lebih luas apabila diikuti dengan monitoring perubahan perilaku tetap bertahan. UCAPAN TERIMAKASIH