Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis Vol. 9 No. https://jurnal. politeknik-kebumen. id/index. php/E-Bis p-ISSN : 2580-2062 e-ISSN : 2622-3368 Label Ramah Lingkungan. Iklan Ramah Lingkungan, dan Kemasan Ramah Lingkungan terhadap Keputusan Pembelian: Mediasi Sikap Pro-lingkungan Mohammad Fattah1. Muhammad Yani2*. Dewi Komala Sari3 Manajemen. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Indonesia Email: ambarson648@gmail. com1, muhammad_yani@umsida. dewikomalasari@umsida. Doi: https://doi. org/10. 37339/e-bis. Diterbitkan oleh Politeknik Piksi Ganesha Indonesia Info Artikel Diterima : 2025-07-21 Diperbaiki : 2025-08-23 Disetujui : 2025-07-30 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh label ramah lingkungan, iklan ramah lingkungan, dan kemasan ramah lingkungan terhadap keputusan pembelian: mediasi sikap pro-lingkungan terhadap keputusan pembelian. Populasi pada penelitian ini adalah para konsumen yang pernah melakukan pembelian Aqua di JawaTimur, dengan sampel sebanyak 100 orang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data primer yang diperoleh dari penyebaran kuisioner kepada responden. Teknik analisis data menggunakan aplikasi Smart PLS, hasil analisis data yang dilakukan membuktikan bahwa label ramah lingkungan, iklan ramah lingkungan, dan kemasan ramah lingkungan berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian pada konsumen Aqua dan juga sikap pro-lingkungan mampu memediasi pengaruh label ramah lingkungan, iklan ramah lingkungan, dan kemasan ramah lingkungan terhadap keputusan pembelian. Kata Kunci: Label Ramah Lingkungan. Iklan Ramah Lingkungan. Kemasan Ramah Lingkungan. Keputusan Pembelian. Sikap ProLingkungan ABSTRACT Keywords: This study aims to determine how Ecolabel. Green Advertising, and Green Packaging, mediated by Environmental Attitude, influence purchasing The population in this study were consumers who had purchased Aqua in East Java, with a sample size of 100 people. This study used a quantitative method with primary data obtained from questionnaires distributed to respondents. Data analysis was conducted using the Smart PLS The results of the data analysis demonstrated that Ecolabel. Green Advertising, and Green Packaging have a significant positive influence on Aqua consumers' purchasing decisions, and Environmental Attitude acts as a mediator in the influence of Ecolabel. Green Advertising, and Green Packaging on purchasing decisions. Purchase Decision. Green Advertising. Ecolabel. Green Packaging. Environmental Attitude Alamat Korespondensi Jl. Letnan Jenderal Suprapto No. 73 Kebumen. Jawa Tengah. Indonesia 54311 PENDAHULUAN Sampah plastik semakin sebagai permasalahan penting untuk masyarakat di seluruh penjuru dunia. Limbah plastik saat ini mencemari lingkungan dari daratan hingga lautan. Ini disebabkan oleh kurangnya kebijakan untuk mengelola dan penggunaan sampah plastik, dan kantong plastik telah sebagai komponen utama pada kehidupan sehari-hari individu karena tahan lama dan berguna (Safitrih & AAoyun, 2. Plastik merupakan salah satu limbah dengan paling sulit terurai. Jika dibakar, limbah plastik dapat mencemari udara dan berbahaya bagi manusia Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AMohammad Fattah1. Muhammad Yani2*. Dewi Komala Sari (M. Utami & Ningrum, 2. Lebih memprihatinkan lagi berdasarkan pada data Sistem Pengolahan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sekitar 33% timbunan sampah di Indonesia tidak dikelola secara tepat. Jumlah timbunan sampah sampai pada 31,9 juta ton di 290 kabupaten/kota dari tahun 2023 sampai 24 Juli 2024. Pada jumlah ini, 64,3%, maupun 20,5 juta ton, sudah dikelola secara tepat, sedangkan 35,7%, maupun sekitar 11,4 juta ton, masih belum dikelola secara tepat (Sakina, 2. Dangan adanya masalah tersebut menyebabkan perubahan perilaku konsumen untuk pengambilan keputusan pembelian disebabkan dari faktor lingkungan dan perbedaan perilaku Konsumen semakin selektif memilih produk yang aman bagi lingkungan dan menawarkan kualitas terbaik serta berkelanjutan (Sinulingga & Sihotang, 2. Untuk mengidentifikasi hal-hal yang memengaruhi individu, menggunakan Teori Perilaku Terencana (TPB) menjelaskan mengenai perilaku seseorang dipengaruhi dari tiga faktor penting. Pertama, sikap yang mencakup perasaan positif maupun negatif terhadap tindakan tertentu. Kedua, norma subjektif yang berhubungan terhadap tekanan sosial dari individu lain yang mempengaruhi keyakinan individu. Ketiga, kontrol perilaku yang dirasakan, yaitu seberapa mudah atau sulit individu merasa melakukan tindakan tersebut. Ketiga faktor ini bersama-sama membentuk perilaku individu dalam berbagai situasi (Elistia & Nurma, 2. Keputusan pembelian ialah tahap konsumen yang dihadapkan pada beberapa pilihan, dan mereka mampu membuat keputusan tentang produk mana yang akan mereka beli setelah melihat pilihan mereka. Faktor seperti usia, pekerjaan, dan status keuangan konsumen juga memengaruhi keputusan pembelian mereka. Perilaku dan sikap pelanggan juga memengaruhi proses pengambilan keputusan mereka saat melakukan pembelian. (Mucaren & Albayan, 2. Sikap pro-lingkungan gerakan yang dapat memengaruhi gaya hidup konsumen dengan melihat konsumen sebagai orang yang bertanggung jawab untuk melestarikan lingkungan melalui barang yang mereka beli (Mulati & Kuswati, 2. Konsumen dengan terdapat Sikap pro-lingkungan akan memperoleh informasi pada sebuah produk. Dengan adanya informasi dalam sebuah produk dapat menciptakan sikap dalam konsumen agar mengolah semua informasi juga memperoleh kesimpulan berbentuk respons yang terdapat pada produk yang akan dibeli (Arianty & Maudy. Informasi tersebut dapat ditemukan melalui label ramah lingkungan. Label ramah lingkungan adalah tanda dengan membedakan produk dari produk lain karena mengandung informasi tentang perhatian terhadap masalah lingkungan. Label ramah lingkungan sebenarnya mendukung konsumen dalam menentukan produk dengan ramah lingkungan, juga memiliki kegunaan menjadi sarana untuk produsen dalam menyampaikan ke konsumen mengenai produk mereka dibuat melalui bahan baku serta proses produksi secara ramah lingkungan (Sari, 2. Selain itu, konsumen mencari infromasi mengenai produk yang aman bagi lingkungan melalui iklan ramah lingkungan. Iklan ramah lingkungan merupakan iklan yang membahas hubungan diantara lingkungan alam dan produk atau layanan, iklan ini mengarahkan konsumen untuk memulai gaya hidup yang lebih hijau dan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan (Mogaji et al. , 2. Selain mencari informasi terhadap produk yang aman bagi lingkungan, konsumen yang mempunyai sikap pro-lingkungan akan mencari produk yang kemasan ramah lingkungan untuk mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan. kemasan ramah lingkungan sebagai kemasan berkelanjutan dengan dibuat dari bahan yang tidak berbahaya dan mampu digunakan kembali (Mogaji et al. , 2. Tujuan dari kemasan makanan berkelanjutan adalah untuk Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AMohammad Fattah1. Muhammad Yani2*. Dewi Komala Sari mengintegrasikan bahan fungsional dan inovatif ke dalam kemasan yang dapat meningkatkan Kesehatan lingkungan (Ncube et al. , 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan hubungan yang kuat antara Environmental attitude dan keputusan pembelian untuk produk yang diidentifikasi dengan lingkungan, sehingga menguatkan apa yang telah dinyatakan oleh beberapa peneliti, yang telah menentukan bahwa sikap memberikan dampak yang penting terhadap proses pengambilan keputusan pembelian. produk organik (Carrion-Bosquez et al. , 2. Namun, penelitian lain menemukan bahwa sikap tidak memengaruhi keputusan pembelian. Persepsi pelanggan berbeda karena jumlah produk Bionic Farm yang masih terbatas(Puspitasari et al. , 2. Eco-label membantu konsumen memilih barang hijau. Pengetahuan tentang dampak lingkungan dan hubungannya dengan ecolabel telah terbukti memiliki efek positif pada keputusan konsumen untuk membeli barang hijau(Lestiani et al. , 2. Eco-label tidak terdapat pengaruh langsung terhadap keputusan pembelian, hasil penelitian tersebut menggambarkan kondisi Masyarakat salatiga yang masih skeptis terhadap Ecolabel. Sebagian dari Masyarakat berfikir bahwa Ecolabel hanyalah strategi marketing belaka. Sikap skeptis ini muncul pada konsumen yang memiliki kepedulian yang minim akan lingkungan yang diperkuat oleh persepsi bahwa Perusahaan melakukan Greenwashing (Wicaksono, 2. Green advertising dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen secara signifikan, jadi apabila iklan hijau digunakan untuk mempromosikan sebuah produk, kecenderungan konsumen dalam membeli produk tersebut cenderung meningkat(Augtiah et al. , 2. Namun, penelitian lain menunjukkan bahwa elemen iklan hijau tidak adanya pengaruh secara signifikan atau positif terhadap keputusan pelanggan untuk membeli Teh Kotak di Kota Kupang (Hezron et al. , 2. Packaging hijau terdapat pengaruh dengan signifikan terhadap keputusan pembelian pelanggan MILO Activ-Go. Ini karena keunggulan packaging hijau menarik pelanggan untuk membeli produk (Amalia et al. , 2. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa penilaian konsumen terhadap Green Packaging tidak berpengaruh pada keputusan pembelian mereka untuk membeli produk The Body Shop. Hal ni mengindikasikan mengenai meskipun penilaian konsumen terhadap Green Packaging semakin baik, itu tidak berdampak pada keputusan mereka untuk membeli produk tersebut (Damayanti & Nuvriasari, 2. Berdasarkan uraian diatas, peneliti menemukan kesenjangannya maupun bukti penelitian pada penelitian sebelumnya . vidence ga. Penelitian ini terdapat tujuan untuk menganalisis peran Green Advertising. Ecolabel, dan Packaging terhadap keputusan pembelian : mediasi Environmental Attitudes karena temuan penelitian sebelumnya tidak konsisten. Dengan demikian, peneliti ingin melaksanakan penelitian tambahan dalam mengetahui apakah berbagai variabel tersebut terdapat pengaruh pada hasil keterbaharuan. Dengan demikian, peneliti ingin melaksanakan penelitian lanjutan dalam menentukan apakah variabel tersebut mempengaruhi hasil keterbaharuan. Peneliti tertarik dalam melaksanakan penelitian lebih mendalam dengan mengambil judul AuGreen Advertising. Ecolabel, dan Green Packaging terhadap keputusan pembelian: mediasi Environmental AttitudesAy. KAJIAN PUSTAKA Label Ramah Lingkungan Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AMohammad Fattah1. Muhammad Yani2*. Dewi Komala Sari Eco-label yang juga dikenal sebagai label berkelanjutan, adalah simbol yang muncul pada kemasan produk yang ditujukan kepada konsumen, yang menunjukkan bahwa produk tersebut aman dalam beberapa hal dan tidak berbahaya bagi lingkungan. Label ramah lingkungan merupakan alat penting karena menunjukkan kepada pelanggan bahwa produk dengan label ramah lingkungan tidak terlalu berbahaya bagi lingkungan dalam beberapa hal (Mogaji et al. Indikator yang dimanfaatkan dalam mengukur variable Eco-labeling adalah . terdapat label recycle pada produk, . terdapat aspek lingkungan pada proses pengiklanan produk, . pemerintah harus mewajibkan pelabelan ramah lingkungan (Illahi & Sari, 2. Iklan Ramah Lingkungan Green Advertising adalah aspek penting dari pemasaran hijau yang menyampaikan kehijauan dalam barang, administrasi, proses, dan prosedur asosiasi. setiap iklan yang secara tegas atau hanya mengakui hubungan antara barang/administrasi dan kondisi biofisik, mempromosikan cara hidup hijau dengan atau tanpa menampilkan barang/administrasi, dan menyajikan gambaran perusahaan tentang cara hidup hijau dengan atau tanpa menampilkan barang/administrasi. (Mogaji et al. , 2. Green advertising juga dikenal sebagai iklan hijau, menyampaikan informasi tentang barang atau layanan yang ramah lingkungan dengan tujuan menarik pelanggan untuk membeli atau menggunakan barang tersebut. Iklan hijau juga mencakup atribut produk maupun tahapan produksi yang berdampak pada perlindungan lingkungan maupun dalam pengaruh positif yang lain terhadap lingkungan (Sugandini et al. Indikator Green advertising yaitu . iklan menunjukkan hubungan produk dengan lingkungan, . iklan mempromosikan gaya hidup yang ramah lingkungan, . iklan memperlihatkan sikap Perusahaan terhadap lingkungan (Manongko, 2. Kemasan Ramah Lingkungan Green Packaging juga dikenal sebagai kemasan berkelanjutan, mengacu pada penggunaan bahan dan metode produksi yang rendah dalam penggunaan sumber daya dan dampak negatif terhadap lingkungan(Mogaji et al. , 2. Pengemasan yang berkelanjutan merupakan system yang memikirkan seluruh aspek lingkungan dan bukan hanya kemasannya tetapi juga tentang penggunaan material yang terkait dengan kemasan. Ini adalah tentang pengelolaan limbah, serta pemasok energi dan air, dan akhirnya perilaku konsumen (Sahota, 2. Green packaging memiliki tiga indikator utama yaitu . kemasan mampu di daur ulang, . kemasan mampu dimanfaatkan ulang, . kemasan Green Product tidak memanfaatan bahan secara berbahaya, . kemasan dibuat dari bahan daur ulang (Agustini, 2. Keputusan Pembelian Pengambilan keputusan adalah proses kognitif di mana seseorang memilih suatu tindakan berdasarkan sejumlah pilihan yang tersedia, yang mungkin rasional atau tidak rasional (Simarmata et al. , 2. Ketika seseorang memutuskan untuk membeli sesuatu, mereka harus melewati beberapa langkah (Hariyanto, 2. Oleh karena itu, konsumen harus melewati beberapa langkah sebelum membuat keputusan membeli diantaranya . mengidentifikasi masalah, . mengumpulkan informasi, . melakukan evaluasi alternatif, . membuat keputusan pembelian, serta . bertindak setelah pembelian (Kotler & Keller, 1. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AMohammad Fattah1. Muhammad Yani2*. Dewi Komala Sari Sikap Pro-Lingkungan Environmental attitude mengacu pada sikap seseorang pada lingkungan dan pehatian khusus mengenai bagaimana aksi dan perilaku seseorang berkontribusi terhadap berbagai isu lingkungan (Sugandini et al. , 2. Environmental attitude mengacu pada pandangan seseorang atau sesuatu yang terkait langsung dengan lingkungannya dan kondisinya. Saat seseorang menunjukkan kepedulian, orang tersebut cenderung aktif berpartisipasi dalam upaya pelestarian lingkungan, menumbuhkan rasa perhatian yang mendalam terhadap lingkungan, serta meningkatkan motivasi untuk bertindak lebih lanjut dalam menjaga lingkungan (Kristiyono & Felim, 2. Untuk mengukur perilaku pro-lingkungan, terdapat beberapa indicator diantaranya, . sikap terhadap masalah lingkungan, . norma subjektif terhadap lingkungan, . perilaku terhadap lingkungan (Mahrinasari MS, 2. Kerangka Konseptual Gambar 1. Kerangka Konseptual METODE Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif deksriptif. jenis penelitian ini bertujuan untuk menguraikan fakta maupun karakteristik populasi maupun bidan tertentu dengan sistematis (Bani et al. , 2. Dalam penelitian ini, populasi yang dimanfaatkan merupakan masyarakat Jawa Timur yang sudah membeli produk air mineral dalam kemasan Aqua. Teknik pengambilan sampel non-probabilitas, juga dikenal sebagai purposive sampling, digunakan untuk mengambil sampel dengan mempertimbangkan beberapa faktor (Sugiyono, 2. Adapun kriteria sampel untuk pengambilan data kuisioner adalah Masyarakat JawaTimut yang pernah membeli air minum dalam kemasan Aqua. Sehingga pada penelitian ini di tetapkan 100 sampel. Data primer, yang dikumpulkan dari peneliti dengan langsung untuk menentukan hasil dari pernyataan penelitian, adalah sumber data yang digunakan. Data ini dikumpulkan melalui Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AMohammad Fattah1. Muhammad Yani2*. Dewi Komala Sari penyebaran kuisioner online melalui formulir Google yang dibagikan kepada responden. Untuk penelitian ini, skala likert dimanfaatkan dalam mengukur kepuasan responden. Nilai kepuasan tersusun atas SS (Sangat Setuj. S (Setuj. N (Netra. TS (Tidak Setuj. , serta STS (Sangat Tidak Setuj. Metode Partial Least Square Ae Structural Equation Modeling (PLS-SEM) merupakan metode analisis data multivariate generasi kedua dengan memungkinkan analisis hubungan diantara konstruk dengan setiap itu diukur oleh satu maupun beberapa variabel Keunggulan penting pada teknik ini merupakan kemampuan dalam mengukur hubungan dalam model secara kompleks juga mempertimbangkan kesalahan pengukuran Tujuan PLS-SEM adalah untuk memastikan bahwa hubungan antara konstruk yang masing-masing diukur oleh satu maupun beberapa variabel indikator Dua komponen terdiri dari jalur PLS: model pengukuran . uter mode. serta model struktural . ner mode. (Hair et al. HASIL DAN PEMBAHASAN Table 1. Jenis Kelamin Responden Frekuensi Laki Ae Laki Perempuan Karakteristik Jenis Kelamin Usia 18-23 tahun 24-28 tahun Presentase Sumber : data di olah Smart PLS Dengan data yang didapatkan dari pembagian kuesioner yang dilaksanakan untuk 100% orang responden yang secara umum responden adalah wanita dengan presentase sejumlah 44% serta untuk laki Ae laki sejumlah 56% dengan usia 18-23 tahun sebanyak 88% dan usia 24-28 tahun 12%. Model Pengukuran (Outer Mode. Model ini menunjukkan hubungan sebab-akibat atau interaksi diantara variabel laten endogen dan eksogen terhadap indikator pengukuran variabel terkait. Variabel eksogen adalah variabel dengan variabilitasnya dipengaruhi dari berbagai faktor selain pada modal, maupun dengan kata lain, variabel yang dianggap sebagai keputusan atau bebas (Hair et al. , 2. Pengujian outer model mencakup Discriminat Validity. Convergent Validity serta CronbachAos alpha kiha Composite reliability (Hair et al. , 2. Convergent Validity Validitas konvergen digunakan untuk mengukur korelasi respon yang berbeda antara variabel dalam konstruk secara serupa. Validitas konvergen memastikan mengenai variabel dihubungkan terhadap konstuk laten yang diukur, dan indikator beban luar yang kurang dari 0,7 dianggap tidak valid (Hair et al. , 2. Ecolabel Table 2. Convergent Validity Environmental Green Green Attitudes Advertising EL1 0,903 Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis Keputusan Pembelian AMohammad Fattah1. Muhammad Yani2*. Dewi Komala Sari EL2 EL3 GA1 GA2 GA3 GP1 GP2 GP3 GP4 KP1 KP2 KP3 KP4 KP5 EA1 EA2 EA3 0,892 0,913 0,911 0,925 0,925 0,905 0,903 0,935 0,780 0,815 0,772 0,886 0,803 0,894 0,827 0,769 0,831 Sumber : data di olah Smart PLS Perhitungan diatas dengan memanfaatkan outer loading sehingga keseluruhan indikator pada variabel Ecolabel. Environmental Attitudes. Green Advertising. Green Packaging, dan Keptisan pembelian dinyatakan valid dikarenakan nillainya lebih besar dari 0,7. Discriminat Validity Discriminat validity adalah cara yang digunakan untuk menunjukkan bahwa tes dengan disusun dalam mengukur konstruk tertentu tidak berhubungan terhadap tes yang mengukur konstruk yang berbeda (Hair et al. , 2. Ecolabel EL1 0,903 EL2 0,892 EL3 0,913 GA1 0,701 GA2 0,747 GA3 0,763 GP1 0,684 GP2 0,673 GP3 0,717 GP4 0,608 KP1 0,632 KP2 0,703 KP3 0,630 KP4 0,763 KP5 0,702 EA1 0,763 EA2 0,521 EA3 0,580 Sumber: data diolah Smart PLS Table 3. Discriminant Validity Environmental Green Attitudes Advertising 0,710 0,773 0,677 0,674 0,732 0,724 0,699 0,911 0,774 0,925 0,827 0,925 0,771 0,743 0,733 0,741 0,786 0,771 0,624 0,694 0,688 0,692 0,722 0,558 0,741 0,668 0,827 0,925 0,773 0,752 0,827 0,925 0,769 0,471 0,831 0,556 Green 0,668 0,649 0,740 0,733 0,813 0,758 0,905 0,903 0,935 0,780 0,644 0,562 0,774 0,758 0,898 0,758 0,604 0,630 Keputusan Pembelian 0,725 0,718 0,786 0,801 0,805 0,803 0,845 0,780 0,826 0,640 0,815 0,772 0,886 0,803 0,894 0,803 0,632 0,735 Dari hasil perhitungan validitas diskriminan memanfaatkan metode cross loading, data dianggap valid dikarenakan nilai pada setiap indikator lebih besar daripada nilai indikator lain di setiap kolom. Selain itu, validitas diskriminan juga mampu diketahui pada nilai AVE, yang dinyatakan baik jika untuk nilainya lebih dari 0,5. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AMohammad Fattah1. Muhammad Yani2*. Dewi Komala Sari Average Variant Extracted Ecolabel Environmental Attitudes Green Advertising Green packaging Keputusan Pembelian Sumber : data di olah Smart PLS Table 4. AVE AVE 0,815 0,655 0,847 0,779 0,698 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Bedasarkan nilai yang tercantum pada tabel tersebut, keseluruhan variabel dinyatakan valid dikarenakan nilai AVE-nya lebih dari 0,5, sehingga memenuhi kriteria validitas Construct Realibility dan Validity Composite realibility. Realibilitas suatu kuisioner dianggap reliabel apabila lebih besar dari 0,7 untuk untuk composite serta nilai cronbach's alpha (Hair et al. , 2. Table 5. CronbachAos alpha dan composite realibility CronbachAos alpha Composite reliability Ecolabel 0,886 0,930 Environmental Attitudes 0,741 0,851 Green Advertising 0,910 0,943 Green packaging 0,904 0,934 Keputusan Pembelian 0,891 0,920 Sumber : data di olah Smart PLS Keterangan Realibel Realibel Realibel Realibel Realibel Menurut hasil tersebut, sehingga keseluruhan variabel dinyatakan reliabel dikarenakan memenuhi syarat lebih besar dari 0,7 untuk cronbachAos alpha serta composite reliability. Inner Modell Namun, inner model dimanfaatkan dalam membuat hubungan antara variabel yang membentuk hipotesis penelitian. Adanya signifikan antar variabel atau konstruk dapat ditentukan dengan menggunakan modek dalam berbentuk lingkaran R (Hair et al. , 2. F Square Pengujian f square dilaksanakan dalam mengetahui bagaimana pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat memiliki pengaruh secara substantif dimanfaatkan effect size f2. Effect Size f2 yang direkomendasikan merupakan lebih dari 0. 15, yang mana dengan variabel laten eksogen terdapat pengaruh moderat dalam level structural (Hair et al. , 2. Ecolabel Ecolabel Environmental Attitudes Green Advertising Green packaging Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis Table 6. F Square Environmental Green Attitudes Advertising 0,072 0,125 0,166 Green Packaging Keputusan Pembelian 0,064 0,327 0,066 0,181 AMohammad Fattah1. Muhammad Yani2*. Dewi Komala Sari Keputusan Pembelian Sumber : data di olah Smart PLS Berdasarkan f square, ditemukan bahwa variabel Ecolabel. Green Advertising. Green Packaging, dan Environmental Attitude terdapat pengaruh terhadap keputusan pembelian. nilai lebih dari 0,15, variabel Environmental Attitude terdapat pengaruh dengan paling besar terhadap keputusan pembelian dengan nilai signifikan 0,327, dan Ecolabel. Green Advertising, dan Green Packaging terdapat pengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian. R Square R square dilakukan guna melihat ada atau tidaknya signifikasi antar variabel atau konstruk. Ada tiga kriteria pada R square yang meliputinilai 0,67 dikatakan kuat, o,33 dikatakan sedang atau moderat dan 0,19 dikatan lemah (Hair et al. , 2. Environmental Attitudes Keputusan Pembelian Sumber : data di olah Smart PLS Table 7. R Square R Square 0,771 0,892 R Square Adjusted 0,764 0,887 Berdasarkan table di atas, nilai 0,771 menunjukkan bahwa environmental attitude termasuk dalam kategori moderat, dengan arti bahwa Ecolabel, iklan hijau, dan packaging hijau memberikan 77% dari sikap lingkungan, sedangkan 23% lainnya dipengaruhi dari faktor lainya dengan tidak diteliti untuk penelitian ini. Keputusan Pembelian, di sisi lain, termasuk dalam kategori kuat, dengan nilai 0,8 lebih besar dari 0,67. Uji Hipotesis Uji hipotesis diuganakan untuk mengetahui pernyataan yang dihasilkan dari parameter populasi, dan statistic sampel digunakan menilai kemungkinan bahwa hipotesis itu benar. Hipotesis didasarkan pada informasi yang tersedia, proses pengujian hipotesis melibatkan pengaturan dua hipotesis secara bersaing, diantaranya hipotesis nol serta hipotesis alternatif. Variabel bebas akan dinyatakan terdapat pengaruh terhadap variabel terikat, apabila untuk nilai t-tabel lebih besar daripada nilai t-statistik. Melalui tingkat signifikansi = 5% serta pengujian dua arah . wo-taile. , nilai t-tabel merupakan 1,96. Dengan demikian, hipotesis diterima apabila untuk nilai t-statistik lebih dari 1,96, sedangkan apabila kurang dari 0,05 untuk nilai p (Hair et al. , 2. Path Coefisient Ecolabel Ie Environmental Attitudes Ecolabel Ie Keputusan Pembelian Environmental Attitudes Ie Keputusan Pembelian Green Advertising Ie Environmental Attitudes Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis Original Sample 0,224 0,151 0,393 Sample Mean 0,224 0,150 0,391 Standart Deviation 0,092 0,065 0,069 Statistic 2,425 2,324 5,733 Values 0,016 0,021 0,000 0,347 0,344 0,094 3,695 0,000 AMohammad Fattah1. Muhammad Yani2*. Dewi Komala Sari Green Advertising Ie Keputusan Pembelian Green Packaging Ie Environmental Attitudes Green Packaging Ie Keputusan Pembelian 0,184 0,183 0,071 2,579 0,010 0,369 0,372 0,095 3,877 0,000 0,286 0,292 0,090 3,172 0,002 Table 8. Direct Effect Sumber : data di olah Smart PLS Berdasarkan pada tabel tersebut mampu diperoleh mengenai : Berdasarkan besarnya nilai asli sampel sejumlah 0,224, t statistic yang tercatat sebesar 2,425 lebih besar dari 1,96, dengan p value sejumlah 0,016 lebih kecil dari 0,050 mampu diperoleh kesimpulan mengenai Ecolabel memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap Environmental Attitudes Untuk pengaruh Ecolabel terhadap keputusan pembelian, didapatkan sejumlah 0,151 untuk nilai sampel dengan t statistic 2,324 lebih besar dari 1,96 serta p value 0,021 lebih kecil dari 0,050 sehingga mampu dimaknai mengenai terdapat dampak positif dan signifikan Pengujian terhadap pengaruh Environmental Attitudes terhadap keputusan pembelian memperoleh nilai original sampel 0,393, t statistik 5,733 lebih dari 1,96 dengan p value 0,000 lebih kecil dari 0,050 sehingga pengaruh yang diberikan positif dan signifikan Green Advertising memiliki nilai asli sampel sebesar 0,347, t statistic 3,695 dengan lebih besar dari 1,96 dengan p value 0,000 lebih kecil dari 0,050 terhadap Envirronmental Attitudes, sehingga disimpulkan adanya pengaruh positif dan signifikan Sementara itu, pengaruh Green Advertising terhadap keputusan pembelian ditunjukkan dari nilai original sampel sejumlah 0,184, t statistic 2,579 serta p value 0,010 yang bermakna pengaruh positif dan signifikan Untuk variabel Green Packaging terhadap Environmental Attitudes, diperoleh original sampel sebesar 0,369, t statistic 3,877 dan p value 0,000 sehingga mampu diperoleh kesimpulan mengenai adanya dampak positif dan signifikan Yang terakhir pengaruh Green Packaging terhadap keputusan pembelian dibuktikan dari nilai original sampel sejumlah 0,286, t statistik3,172 serta p value 0,002 yang semunya mengindikasian pengaruh positif dan signifikan Dengan demikian, seluruh hasil menunjukkan bahwa Ecolabel. Green Advertising, serta Green Packaging berperan positif dan bermakna signifikan dalam mempengarruhi sikap lingkungan maupun keputusan pembelian. Specific Indirect Effect Ecolabel Ie Environmental Attitudes Ie Keputusan Pembelian Green Advertising Ie Environmental Attitudes Ie Keputusan Pembelian Green Packaging Ie Environmental Attitudes Ie Keputusan Pembelian Sumber : data di olah Smart PLS Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis Table 9. indirect effect Original Sample Sample Mean 0,088 0,086 Standart Deviation 0,035 Statistic 2,506 Values 0,013 0,137 0,135 0,045 3,052 0,002 0,145 0,147 0,050 2,922 0,004 AMohammad Fattah1. Muhammad Yani2*. Dewi Komala Sari Dengan nilai asli sampel sejumlah 0,088, t statistic sejumlah 2,506 lebih dari 1,96 serta p value 0,-13 lebih kecil dari 0,050 mampu diperoleh kesimpulan mengenai Environmental Attitudes memiliki peran menjadi mediator pada hubungan antara Ecolabel dan keputusan pembelian Berdasarkan nilai original sampel 0,137, t statistic 3,052 lebih dari 1,96 dengan p value 0,0002 lebih kecil dari 0,0050 sehingga mampu diperoleh kesimpulan mengenai Environmental Attitudes secara efektif memediasi pengaruh Green Advertising terhadap keputusan pembelian Dengan nilai original sampel sejumlah 0,145, t statistic sejumlah 2,922 lebih besar dari 1,96 serta p value 0,004 lebih kecil dari 0,050 ini mengindikasikan terkait Environmental Attitude mampu memediasi hubungan antara Green Packaging dan keputusan pembelian. Gambar 2. Boothstrapping Result Setelah melakukan analisis, selanjutnya adalah membahas hasil dari analisis yang sudah dilakukan tersebut. Dengan tujuan untuk memberikan penjelasan dan pemahaman tentang variabel-variabel yang mempengaruhi loyalitas pelanggan. Pengaruh Label Ramah Lingkungan terhadap Sikap Pro-lingkungan Hasil analisis di atas membuktikan bahwa label ramah lingkungan berdampak positif dan signifikan terhadap sikap pro-lingkungan. Hal tersebut mengindikasikan mengenai peraturan pemerintah yang mengharuskan label ramah lingkungan pada produk aqua dapat menarik konsumen yang ramah lingkungan karena membuat produsen lebih transparan dan memberi tahu konsumen tentang pentingnya perilaku konsumsi yang bertanggung jawab. Label recycle pada kemasan produk aqua menjadi identitas produk yang dapat dipakai kembali meningkatkan sikap konsumen yang ramah lingkungan. Temuan ini selaras terhadap penelitian sebelumnya yang membuktikan juga mengenai ecolabel dengan signifikan mempengaruhi sikap lingkungan konsumen. Hal ini terjadi dikarenakan konsumen telah memahami dan mengenal ecolabel yang tercantum pada kemasan, serta mengakui pentingnya ecolabel untuk membantu mereka dalam mengidentifikasi juga Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AMohammad Fattah1. Muhammad Yani2*. Dewi Komala Sari menentukan produk dengan ramah lingkungan sejalan terhadap kebutuhan mereka (Hasanah et , 2023. Kurniawan et al. , 2. Penelitian mengenai ecolabel menyatakan bahwa ketika konsumen mencurigai greenwashing, bahkan ecolabel bisa menimbulkan resistensi atau skeptisisme, menurunkan dampak positifnya terhadap environmental attitude (Song et al. , 2. Pengaruh Iklan Ramah Lingkungan terhadap Sikap Pro-lingkungan Hasil analisis membuktikan mengenai Green Advertising berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap lingkungan konsumen. Iklan ramah lingkungan yang dibuat Aqua, seperti menunjukkan produk dan gaya hidup ramah lingkungan, membuat Konsumen meyakini bahwa Aqua memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Iklan ini juga meningkatkan kesadaran calon konsumen akan pentingnya menjaga lingkungan dan memperkuat kepercayaan mereka terhadap komitmen perusahaan. Selain itu, green advertising memengaruhi konsumen dalam memilih produk ramah lingkungan dan memberikan contoh cara menjaga lingkungan melalui iklan yang ditampilkan. Hasil penelitian ini mendukung temuan sebelumnya membuktikan jika green advertising mempunyai pengaruh secara positif dan signifikan terhadap environmental attitude. Pesan-pesan lingkungan dalam iklan tersebut mampu mengubah pola gaya hidup konsumen agar lebih memperhatikan aspek lingkungan. Meningkatnya kesadaran pelanggan terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh barang yang mereka beli menunjukkan efektivitas iklan hijau Sikap peduli lingkungan ini dibentuk oleh pesan lingkungan yang sering dikomunikasikan dalam kampanye iklan hijau (Anisah et al. , 2024. Hidayah et al. , 2. Namun pada penelitian mengenai iklan hijau menyatakan bahwa ketika konsumen mencurigai greenwashing, bahkan meskipun berlabel ramah lingkungan bisa menimbulkan resistensi atau skeptisisme, menurunkan dampak positifnya terhadap environmental attitude (Song et al. , 2. Pengaruh Kemasan Ramah Lingkungan terhadap Sikap Pro-lingkungan Hasil analisis diatas membuktikan bahwa Kemasan ramah lingkungan memiliki dampak positif yang signifikan terhadap sikap pro-lingkungan. Dengan memanfaatkan bahan yang mampu didaur ulang dalam kemasan aqua dapat membuat konsumen melihat komitmen Aqua terhadap keberlajutan lingkungan. Selain itu, kemasan yang dapat digunakan kembali juga membantu mengurangi limbah dan meningkatkan kesadaran konsumen akan pentingnya menjaga lingkungan. Penggunaan bahan yang aman dan tidak berbahaya juga berkontribusi pada pengurangan risiko kesehatan dan lingkungan, sehingga membuat konsumen merasa berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan demikian. Kemasan ramah lingkungan dapat meningkatkan sikap pro-lingkungan konsumen. Hasil penelitian ini konsisten terhadap studi sebelumnya dengan membuktikan mengenai green packaging mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap environmental attitude. Melalui penggunaan Green Packaging, perusahaan dapat menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan kepada konsumen. Hal ini tercermin dari perilaku konsumen dengan peduli lingkungan, yang telah membeli juga menggunakan produk dengan kemasan ramah lingkungan contohnya eco-bag Guardian, serta merasakan manfaatnya karena kemasan tersebut dapat digunakan berulang kali (Kurniawan et al. , 2024. Mulyono & Sulistyowati, 2. Dalam beberapa konteks konsumen (Ghana dan Malaysi. , ditemukan bahwa green packaging tidak Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AMohammad Fattah1. Muhammad Yani2*. Dewi Komala Sari berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Konsumen kurang menyadari dampak lingkungan, sehingga sikap hijau terhadap packaging tidak terbentuk kuat (Jayasinghe, 2. Pengaruh Sikap Pro-lingkungan terhadap keputusan pembelian Dari hasi analisis diatas membuktikan bahwa Sikap Pro-Lingkungan berpengaruh positif signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Prilaku positif yang ditunjukkan Aqua terbukti dapat menumbuhkan rasa kepercayaan dan kepedulian konsumen sehingga hal tersebut dapat meningkatkan keputusan pembelian. Selain itu norma subjektif dan sikap terhadap lingkungan yang ditunjukkan Aqua terbukti dapat membangun kepercayaan dan memotivasi konsumen untuk mendukung prilaku pro-lingkungan mereka, ketika sikap Pro-lingkungan konsumen terbentuk maka dapat meningkatkan Keputusan Pembelian mereka. Hasil penelitian ini mendukung temuan sebelumnya Tingginya kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan berpengaruh terhadap niat pembelian, terutama pada konteks produk berkelanjutan, yang mencerminkan kesesuaian konsumen untuk melaksanakan perilaku ramah Semakin kuat sikap lingkungan yang dimiliki, sehingga semakin tinggi juga keputusan konsumen untuk membeli produk ramah lingkungan (Kurniawan et al. , 2024. Lubaba & Masyhuri, 2. Namun, penelitian lain menunjukkan bahwa sikap pro-lingkungan tidak memengaruhi keputusan pembelian. Karena beberapa studi menemukan bahwa meskipun seseorang memiliki sikap positif terhadap lingkungan, hal ini tidak selalu berdampak pada keputusan mereka untuk membeli barang ramah lingkungan, mun, beberapa studi menemukan bahwa meskipun seseorang memiliki sikap positif terhadap lingkungan, hal ini tidak selalu berdampak pada keputusan mereka untuk membeli barang ramah lingkungan (Purwoko et al. Pengaruh Label Ramah Lingkungan terhadap Keputusan pembelian Pada hasil analisis tersebut mengindikasikan menegnai Label ramah lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan pembelian. Hal ini membuktikan mengenai regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah yang mewajibkan produsen menggunakan Label ramah lingkungan bertindak sebagai keberlanjutan seperti informasi yang mendorong konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Logo recycle ditampilkan dalam label dapat memudahkan konsumen mendapatkan informasi jika kemasan tersebut ramah lingkungan karena dapat diaur ulang yang membuat konsumen yakin bahwa produk tersebut aman bagi lingkungan. Aspek ramah lingkungan yang ditampilkan dalam iklan aqua menunjukkan bahwa produk mereka tidak berbahaya bagi lingkungan sehingga dapat meyakinkan konsumen untuk melakukan Keputusan pembelian. Studi sebelumnya juga menemukan bahwa label Ecolabel membantu konsumen memilih Label ekologis telah terbukti memainkan peran penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap janji-janji produk yang menyatakan bahwa mereka memenuhi ketentuan keberlanjutan yang mampu diandalkan, dengan demikian konsumen dapat memilih produk yang ramah lingkungan (Kurniawan et al. , 2024. Utami et al. , 2. Namun penelitian lain menyatakan bahwa Ecolabel tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian karena konsumen tidak secara langsung didorong dalam membeli produk ramah lingkungan hanya karena produk tersebut terdapat label ramah lingkungan (Purwoko et al. , 2. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AMohammad Fattah1. Muhammad Yani2*. Dewi Komala Sari Pengaruh Iklan Ramah Lingkungan terhadap Keputusan pembelian Menurut perhitungan di atas membuktikan jika Iklan ramah lingkungan berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian. Iklan yang mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan yang dilaksanakan dari aqua menyampaikan nilai keberlanjutan dan tanggung jawab sosial, sehingga mendorong konsumen melakukan keputusan pembelian. Sikap perusahaan terhadap lingkungan dalam iklan aqua membantu membangun citra positif dan kepercayaan bahwa perusahaan benar- benar berkomitmen pada keberlanjutan. hubungan produk dengan lingkungan yang ditampilkan aqua dalam iklannya menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan pengelolaan dampak produknya sehingga dapat mmpengngaruhi keputusan Penelitian ini juga selaras terhadap studi sebelumnya dengan membuktikan mengenai green packaging terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Semakin informatif serta menarik iklan yang ditampilkan, semakin besar kemungkinan calon konsumen memahami dan menyukai produk ramah lingkungan tersebut, sehingga membantu mereka dalam menentukan keputusan mereka dalam membeli produk. Dengan demikian, promosi yang menggunakan green advertising akan cenderung meningkatkan keputusan pembelian oleh konsumen (Amallia et al. , 2022. Augtiah et al. , 2. Namun, penelitian lain mengungkapkan bahwa jika iklan hijau dianggap berlebihan atau tidak sesuai dengan citra merek, pelanggan cenderung meragukan informasi yang disampaikan. Oleh karena itu, dalam upaya mereka untuk melindungi lingkungan, perusahaan harus memastikan bahwa strategi iklan hijau mereka transparan, konsisten, dan didukung oleh tindakan nyata. Ini akan meningkatkan kepercayaan pelanggan dan mendorong mereka untuk menjadi lebih berkelanjutan dalam pembelian (Purwoko et al. , 2. Pengaruh Kemasan Ramah Lingkungan terhadap keputusan pembelian Hasil perolehan analisis diatas membuktikan bahwa Kemasan ramah lingkungan berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal tersebut mengindikasikan mengenai dengan menggunakan kemasan yang terbuat dari bahan yang bisa diaur ulang mampu mempengaruhi konsumen dalam melaksanakan Keputusan pembelian, karena penggunaan bahan daur ulang dapat mengurangi dampak negative bagi lingkungan seperti penumpukan sampah. Kemudian kemasan yang dapat didaur ulang yang diterapkan aqua meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk aqua yang aman bagi lingkungan, selain itu kemasan aqua dapat digunakan kembali unjtuk keperluan lain, hal ini membuat konsumen percaya bahwa kemasan aqua dapat mengurangi dampak negatif bagi lingkungan. Kemasan aqua terbukti tidak menggunakan bahan yang berbaya bagi lingkungan, bahan yang digunakan dalam kemasan aqua yeng terbuat dari bahan yang bisa didaur ulang dengan demikian dapat meningkatkan Keputusan Temuan ini selaras terhadap penelitian sebelumnya dengan membuktikan mengenai green packaging terdapat pengaruh terhadap keputusan pembelian dengan positif dan signifikan. Penggunaan green packaging dalam produk mampu memengaruhi keputusan pembelian konsumen, dimana semakin baik penerapan green packaging, semakin tinggi pula perilaku pembelian konsumen, demikian pula sebaliknya (Kurniawan et al. , 2024. Mulyono & Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AMohammad Fattah1. Muhammad Yani2*. Dewi Komala Sari Sulistyowati, 2. Namun menurut penelitian lain Green Packaging tidak berpengaruh pada keputusan pembelian mereka untuk membeli produk The Body Shop. Hal ni mengindikasikan mengenai meskipun penilaian konsumen terhadap Green Packaging semakin baik, itu tidak berdampak pada keputusan mereka untuk membeli produk tersebut (Damayanti & Nuvriasari. Pengaruh Label Ramah Lingkungan terhadap Keputusan Pembelian melalui Sikap Prolingkungan sebagai mediasi Hasil analaisi diatas membuktikan bahwa sikap pro lingkungan dapat memediasi hubungan antara label ramah lingkungan terhadap keputusan pembelian. Ecolabel membuat konsumen percaya bahwa Aqua memiliki sikap lingkungan yang baik, memengaruhi keputusan mereka membeli produk. Karena konsumen menganggap Aqua ikut melestarikan lingkungan, mereka semakin yakin membeli produknya. Sikap lingkungan yang kuat dari Aqua menanamkan kepercayaan di konsumen. Ecolabel secara tidak langsung memengaruhi keputusan pembelian melalui pengaruhnya pada sikap lingkungan konsumen. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa label ramah lingkungan dan sikap lingkungan memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk ramah lingkungan. Penggunaan label ramah lingkungan pada produk juga terdapat peran utama untuk mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk ramah lingkungan. Sikap konsumen terhadap lingkungan juga mengatur hubungan antara label ramah lingkungan dengan keputusan pembelian mereka(Ayes et al. , 2024. Kurniawan et al. , 2024. Pawistri & Harti, 2. Penelitian lainnya menyatakan bahwa dampak Label ramah lingkungan terhadap Keputusan pembelian tidak dimediasi oleh Sikap pro-lingkungan Meskipun Label ramah lingkungan dapat meningkatkan kesadaran konsumen terhadap isu-isu lingkungan, pengaruhnya terhadap keputusan pembelian masih bergantung pada seberapa baik informasi dan kredibilitas label tersebut (Purwoko et al. , 2. Pengaruh Iklan Ramah Lingkungan terhadap Keputusan Pembelian melalui Sikap Prolingkungan sebagai mediasi Hasil analasis diatas membuktikan bahwa sikap pro lingkungan dapat memediasi hubungan antara iklan ramah lingkungan terhadap keputusan pembelian. Semakin baik Green Advertising yang dilakukan Aqua, semakin konsumen mengerti bahwa Aqua adalah produk sehat dan ramah Iklan yang menunjukkan kepedulian lingkungan menarik perhatian dan meningkatkan pemahaman calon konsumen tentang produk ramah lingkungan. Hal ini memengaruhi keputusan pembelian, mendorong konsumen memilih produk yang peduli lingkungan dan menunjukkan komitmen terhadap isu lingkungan. Pengetahuan dari iklan membuat sikap lingkungan (Environmental Attitud. konsumen terhadap Aqua semakin baik, sehingga mereka merasa membeli Aqua adalah pilihan bijak untuk menjaga lingkungan. Green Advertising secara efektif mampu meningkatkan keputusan pembelian lewat pengaruhnya pada sikap lingkungan konsumen. Hasil penelitian ini konsisten terhadap studi sebelumnya dengan membuktikan mengenai Green Advertising memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, terutama ketika dimediasi oleh Environmental Attitude. Sikap lingkungan terbukti dengan signifikan memediasi hubungan antara Green Advertising dan keputusan pembelian. Green Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AMohammad Fattah1. Muhammad Yani2*. Dewi Komala Sari Advertising secara langsung juga membuktikan pengaruh signifikan terhadap keputusan Mediasi sikap lingkungan berperan penting karena menghasilkan efek total yang lebih besar dan turut berkontribusi dalam meningkatkan keputusan pembelian. Semakin tinggi tingkat Green Advertising dan Environmental Attitude, semakin meningkat pula keputusan pembelian konsumen (Amallia et al. , 2022. Augtiah et al. , 2. Namun penelitian lainnya menunjukkan bahwa green advertising tidak berpengaruh positif langsung terhadap Keputusan Environmental attitude juga tidak secara signifikan memediasi pengaruh green advertising terhadap keputusan pembelian. Hal ini diduga karena skeptisisme konsumen yang tinggi terhadap green advertising, sehingga mediasi oleh sikap lingkungan menjadi tidak signifikan (Purwoko et al. , 2. Pengaruh Kemasan Ramah Lingkungan terhadap Keputusan Pembelian melalui Sikap Pro-lingkungan sebagai mediasi Hasil analasis diatas membuktikan bahwa sikap pro lingkungan dapat memediasi hubungan antara kemasan ramah lingkungan terhadap keputusan pembelian. Green Packaging pada produk Aqua memanfaatkan kemasan yang mampu didaur ulang, menarik, juga bisa dimanfaatkan lagi. Kemasan ini terbuat dari bahan daur ulang serta bahan alami ecara ramah lingkungan, lebih baik dari kemasan plastik biasa. Dengan menampilkan sikap lingkungan (Environmental Attitud. Aqua memberikan dampak positif bagi lingkungan dan mendukung kebersihan. Usaha ini juga membantu meningkatkan penjualan dengan mendorong konsumen dalam keputusan pembelian. Konsumen akan mengingat dan semakin menghargai kepedulian Aqua terhadap lingkungan. Hasil penelitian ini selaras terhadap penelitian sebelumnya dengan menjelaskan mengenai Green packaging dan Environmental attitude terdapat pengaruh positif siginifikan terhadap keputusan pembelian. Melalui adanya penggunaan green packaging dalam produk terdapat peran secara positif untuk mempengaruhi keputusan dalam membeli produk secara ramah lingkungan. Hal ini juga didukung oleh terdapat Environmental Attitude . ikap terhadap lingkunga. yang dimiliki konsumen dapat mempengaruhi hubungan antara Green packaging dengan keputusan pembelian (Hidayat, 2023. Kurniawan et al. , 2024. Pawistri & Harti, 2. Menunjukkan bahwa attitude belum cukup memediasi hubungan label ramah lingkungan terhadap keputusan Bila kesadaran atau pemahaman konsumen terhadap label ramah lingkungan dan ditemukan green packaging tidak signifikan memengaruhi keputusan pembelian di beberapa konteks konsumen (Dewi & Sari, 2. SIMPULAN Penelitian ini membuktikan mengenai Ecolabel. Green Advertising, dan Green Packaging memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Environmental Attitude dan Keputusan Pembelian produk Aqua. Ecolabel yang diterapkan oleh Aqua dapat menjadi identitas produk yang ramah lingkungan dan memberikan informasi tentang bagaimana kemasan dapat digunakan kembali dan didaur ulang. Green Advertising yang dilaksanakan dari Aqua dapat meningkatkan kesadaran konsumen tentang produk ramah lingkungan dan membuat konsumen memiliki sikap kepedulian terhadap lingkungan. Green Packaging yang diterapkan oleh Aqua juga dapat membuat konsumen percaya bahwa produk Aqua ramah terhadap lingkungan. Environmental Attitude yang terbentuk pada konsumen mampu mempengaruhi keputusan pembelian. Penelitian Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AMohammad Fattah1. Muhammad Yani2*. Dewi Komala Sari ini juga membuktikan mengenai Ecolabel. Green Advertising, dan Green Packaging dapat mempengaruhi Keputusan Pembelian melalui Environmental Attitude menjadi mediasi. Berdasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan peneliti memberikan saran kepada Perusahaan Aqua untuk mengembangkan inovasi pada Green Packaging dan Ecolabel yang dapat dilihat secara langsung serta dipahami oleh konsumen, hal tersebut akan membuat konsumen merasakan kehadiran produk Aqua hadir untuk menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu perusahaan Aqua harus mempertahankan Green Advertising yang dilakukan melalui beberbagai macam media untuk memperluas pasar dan lebih menunjukkan aspek ramah lingkungan dalam iklan atau promosi yang dilakukan. Perusahaan Aqua untuk meningkatkan Environmental Attitude untuk konsumen dengan cara menggencarkan tindakan yang nyata terhadap kelestarian lingkungan untuk meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini diharapkan agar dapat dikembangkan lagi untuk mendapatkan informasi yang lain selain dari variabel yang digunakan saat ini seperti dengan menggunakan variabel keputusan pembelian. Karena hasil yang membuktikan bahwa Ecolabel. Green Advertising, dan Green Packaging hanya mampu menjelaskan sebesar 77% dari environmental Attitude. Selain itu Ecolabel. Green Advertising. Green Packaging dan Environmental Attitude hanya mampu menjelaskan sebesar 89% dari keputusan pembelian. REFERENSI