Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: DimaSTIKa e-ISSN: 3109-1148 Vol. No. Tahun 2025. Hal. 145Ae155 Keunikan Pembelajaran Madrasah Berbasis Pesantren: Studi Kualitatif dalam Konteks Pendidikan Agama Islam Nely Irnik Darojah1*. Ahmad Zubad2. Kamal Fatkhullah3. Isti Khumaedah4. Maulida Rohmatika5. Laila Riza Nurazizah6. Siti Munadhifah7. Abdullah SyifaAoudin8. Khusnul Khotimah9 1,2,3,4,5,6,7,8,9Sekolah Tinggi Islam Kendal Email Corespondensi: nelyirnikdarojah@stikkendal. *Corespondensi Author Abstrak Madrasah berbasis pesantren memiliki karakteristik unik dalam pola pembelajaran, karena mengintegrasikan sistem pendidikan formal dengan tradisi keilmuan Islam yang berakar pada nilai-nilai pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menggali keunikan pembelajaran yang berlangsung di madrasah berbasis pesantren, dengan menekankan pada perpaduan antara kurikulum nasional dan kurikulum khas pesantren yang sarat dengan nilai-nilai akhlak, spiritualitas, serta kedisiplinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru, santri, dan pengelola madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keunikan pembelajaran di madrasah berbasis pesantren terletak pada integrasi antara ilmu umum dan ilmu agama, pembiasaan ibadah harian, kedekatan emosional antara guru dan santri, serta lingkungan yang kondusif bagi pembentukan karakter Islami. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model pendidikan integratif yang relevan dengan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang mendasar. Kata kunci: Pendidikan Agama Islam. Abstract Pesantren-based madrasahs have unique characteristics in their learning system, as they integrate formal education with Islamic scholarly traditions rooted in pesantren This study aims to explore the uniqueness of learning practices in pesantrenbased madrasahs, emphasizing the combination of the national curriculum with pesantren-specific curricula rich in moral, spiritual, and disciplinary values. This research employed a qualitative descriptive approach using observation, interviews, and documentation involving teachers, students . , and school administrators. This is an open access article under the CCAeBY-SA license http://creativecommons. org/licenses/bysa/4. Nely Irnik Darojah, dkk The findings reveal that the uniqueness of learning in pesantren-based madrasahs lies in the integration of general and religious knowledge, daily worship practices, close emotional bonds between teachers and students, and an environment conducive to shaping Islamic character. These findings contribute to the development of an integrative educational model that is relevant to contemporary needs while preserving fundamental Islamic values. Keywords: Islamic Religious Education. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan instrumen penting dalam membentuk manusia yang berpengetahuan, berkarakter, dan memiliki akhlak mulia. 1 Dalam konteks Indonesia, pendidikan agama menjadi salah satu pilar utama dalam sistem pendidikan nasional. Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai media pembentukan moral, etika, dan nilai spiritual siswa. 2 Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menekankan pentingnya pembentukan manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Madrasah, sebagai lembaga pendidikan formal berciri khas Islam, memiliki peran strategis dalam mewujudkan tujuan tersebut. 3 Lebih dari sekadar sekolah formal, madrasah yang berbasis pesantren menghadirkan sebuah model pendidikan integratif yang memadukan kurikulum nasional dengan tradisi keilmuan Islam 4 Dengan demikian, madrasah berbasis pesantren tidak hanya menekankan pencapaian akademik, tetapi juga penanaman nilai keagamaan, spiritual, dan moral yang mendalam. 1 Muhammad Abdullah. Tradisi Pesantren dan Pendidikan Karakter di Indonesia (Jakarta: Prenada Media, 2. 2 Hasan Syahrizal and M. Syahran Jailani. AuJenis-Jenis Penelitian dalam Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif,Ay 2023. 3 Syabuddin Gade. Membumikan Pendidikan Akhlak Mulia Anak Usia Dini (Al-Tarbiyah AlKhuluqiyah, 2. 4 Muhtady Zamroni. AuDinamika Kurikulum Pesantren di Era Globalisasi,Ay Jurnal Pendidikan Islam 6, no. : 233Ae245. Keunikan Pembelajaran di Madrasah Berbasis PesantrenA. Tradisi pesantren telah lama dikenal sebagai pusat pembelajaran Islam di Indonesia. 5 Pesantren menekankan pembelajaran kitab kuning, pengamalan ibadah, serta pembentukan akhlak melalui pembiasaan kehidupan sehari-hari. 6 Ketika sistem pesantren ini diintegrasikan dengan madrasah, terciptalah keunikan dalam pola pembelajaran yang membedakan madrasah berbasis pesantren dengan lembaga pendidikan umum. Penelitian sebelumnya oleh Hidayat et al. menegaskan bahwa integrasi pendidikan agama dalam pembelajaran formal memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan kepribadian siswa. 7 Sementara itu. Munawaroh et menyoroti peran guru dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran berbasis nilai. 8 Dengan demikian, kajian mengenai keunikan madrasah berbasis pesantren menjadi relevan untuk melihat bagaimana lembaga ini memberikan kontribusi bagi pendidikan Islam kontemporer. Temuan ini sejalan dengan penelitian Wally, yang menunjukkan bahwa pembiasaan ibadah di sekolah dapat meningkatkan kedisiplinan dan membentuk karakter Islami. 9 Namun, penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menekankan integrasi kurikulum nasional dan pesantren. Kajian sebelumnya umumnya hanya membahas efektivitas PAI, tanpa menyinggung bagaimana kurikulum pesantren dapat berjalan beriringan dengan kurikulum nasional. Penelitian Nasution juga menunjukkan bahwa pembelajaran PAI mampu membentuk akhlak siswa. 10 Namun, penelitian ini memperluas fokus dengan menunjukkan bahwa kehidupan pesantren memberikan pengaruh yang lebih besar karena santri tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga dibiasakan untuk hidup sesuai dengan nilai5 Ahmad Yusran. AuPendidikan Holistik Integratif dalam Perspektif Islam,Ay Jurnal Tarbiyah Islamiyah 8, no. : 55Ae70. 6 Marlina Wally. AuPeran Guru dalam Pembentukan Karakter Siswa,Ay Jurnal Studi Islam 10, no. : 70Ae81. 7 Rahmat Hidayat. Sarbini, and Ali Maulida. AuPeran Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Membentuk Kepribadian Siswa SMK Al-Bana Cilebut Bogor,Ay Prosiding Al Hidayah Pendidikan Agama Islam, 2017, 146Ae157. 8 Siti Munawaroh. Ahmad Fauzi, and Herwati. AuPeran Guru dalam Membentuk Karakter Siswa di SMA Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Rangkang Kraksaan Probolinggo,Ay Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswan 5, no. : 209Ae227. 9 Wally. AuPeran GuruAy. 10 Alpi Robiah Al Adwiyah Nasution. AuEfektivitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Membentuk Akhlak Mulia pada Siswa: Studi Kasus di SMP PAB 15 Medan,Ay Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial 2 . : 49Ae53. Nely Irnik Darojah, dkk nilai Islam sepanjang hari. Dengan demikian, pembelajaran di madrasah berbasis pesantren dapat dikatakan lebih komprehensif dibandingkan dengan sekolah umum. Akan tetapi, di madrasah berbasis pesantren, guru memainkan peran yang lebih luas, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai motivator yang menumbuhkan semangat belajar dan kesadaran spiritual santri. Pandangan ini sejalan dengan Rianto, yang menegaskan bahwa guru PAI berfungsi ganda sebagai pendidik sekaligus motivator, sehingga efektivitas pembelajaran meningkat. 11 Selain itu, penelitian ini mendukung pendapat Abdullah . yang menyatakan bahwa pesantren adalah lembaga pendidikan yang efektif dalam menanamkan nilai 12 Temuan penelitian ini menegaskan bahwa keunggulan pesantren terletak pada kombinasi pembelajaran formal dan nonformal, serta lingkungan hidup yang bernuansa religius. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, karena tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan fenomena unik pembelajaran di madrasah berbasis pesantren secara mendalam. Penelitian kualitatif dipilih karena sesuai untuk memahami makna, nilai, dan praktik sosial yang tidak dapat diukur hanya dengan Seperti dijelaskan oleh Syahrizal & Jailani, penelitian kualitatif berfokus pada penggambaran realitas sosial secara komprehensif melalui kata-kata, narasi, dan Penelitian ini dilaksanakan di salah satu madrasah berbasis pesantren di Kabupaten Kendal. Jawa Tengah. Pemilihan subjek dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu memilih informan yang dianggap paling mengetahui permasalahan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembelajaran Madrasah Berbasis Pesantren Pembelajaran madrasah berbasis pesantren merupakan model pendidikan yang memadukan sistem pendidikan formal madrasah dengan tradisi pendidikan 11 Rianto. Peran Guru Pendidikan Agama Islam sebagai Motivator dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran pada SMPN 13 Lebong . 12 Abdullah. Tradisi Pesantren. Keunikan Pembelajaran di Madrasah Berbasis PesantrenA. khas pesantren. Peserta didik tidak hanya mengikuti kurikulum nasional sebagaimana sekolah formal pada umumnya, tetapi juga memperoleh materi keagamaan khas pesantren, seperti kajian kitab kuning, tahfizul QurAoan, fiqih, tauhid, tasawuf, dan akhlak. Proses pembelajaran berlangsung dalam suasana religius dengan penekanan pada adab, kedisiplinan, dan praktik ibadah harian. Model ini memiliki keunggulan berupa integrasi ilmu agama dan umum, pembentukan karakter melalui tradisi pesantren, lingkungan belajar yang religius, serta pembiasaan kemandirian santri melalui kehidupan berasrama. Meski demikian, tantangan yang dihadapi antara lain padatnya kurikulum, keterbatasan guru yang mampu menguasai dua bidang sekaligus, serta kebutuhan sarana prasarana yang memadai. Secara keseluruhan, madrasah berbasis pesantren menjadi alternatif pendidikan strategis dalam mencetak generasi berilmu, beriman, dan berakhlak mulia, sekaligus mampu menghadapi tantangan zaman modern. Keunikan Pembelajaran Madrasah Berbasis Pesantren keunikan pembelajaran di madrasah berbasis pesantren terletak pada integrasi kurikulum nasional dengan kurikulum pesantren yang khas. Kurikulum nasional tetap diajarkan sebagai kewajiban formal, namun diperkaya dengan kajian kitab klasik . itab kunin. , penguasaan bahasa Arab, serta pendalaman fiqih ibadah. Integrasi ini menjadikan santri tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan umum sebagaimana siswa sekolah formal, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang mendalam sehingga terbentuk keseimbangan antara aspek akademik dan spiritual. Selain itu, terdapat pembiasaan ibadah harian yang menjadi ciri khas lingkungan pesantren, seperti shalat berjamaah, tadarus Al-QurAoan, shalat dhuha, serta doa bersama setiap pagi. Pembiasaan ini bukan hanya sekadar rutinitas keagamaan, melainkan bagian dari strategi pendidikan karakter yang efektif untuk menanamkan kedisiplinan, kebersamaan, kepatuhan, dan rasa tanggung jawab pada diri santri. Keunikan lainnya terlihat pada relasi emosional antara guru . stadz/ustadzah atau kia. dengan santri yang tidak hanya terbatas pada hubungan formal gurumurid, melainkan mencerminkan ikatan batin yang kuat layaknya hubungan orang 13 Gade. Membumikan Pendidikan Akhlak. Nely Irnik Darojah, dkk tua dengan anak. 14 Santri mendapatkan bimbingan yang bersifat holistik, meliputi aspek intelektual, spiritual, emosional, dan moral. Lingkungan pesantren juga menciptakan suasana religius yang kental, di mana segala aktivitas, mulai dari cara berpakaian, penggunaan bahasa, hingga kebiasaan sehari-hari, diarahkan untuk membentuk budaya religius yang konsisten. Hal ini membedakan madrasah berbasis pesantren dari sekolah umum yang cenderung lebih menekankan aspek kognitif 15 Dengan demikian, keunikan pembelajaran di madrasah berbasis pesantren terletak pada kemampuannya mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keagamaan, mengedepankan pembentukan akhlak, serta menciptakan iklim pendidikan yang religius dan penuh kedekatan emosional, sehingga menghasilkan lulusan yang berilmu luas, berkarakter kuat, serta memiliki spiritualitas yang Keunikan pembelajaran di madrasah berbasis pesantren semakin tampak jika dibandingkan dengan sekolah umum. Pada sekolah umum, kurikulum lebih terfokus pada aspek kognitif dengan penekanan pada pencapaian akademik, sementara pembinaan karakter dan spiritualitas sering kali bersifat tambahan atau sekadar kegiatan ekstrakurikuler. 17 Sebaliknya, madrasah berbasis pesantren menempatkan integrasi antara kurikulum nasional dan kurikulum keagamaan sebagai landasan Santri tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan umum sebagaimana di sekolah formal, tetapi juga memperdalam kajian kitab klasik, penguasaan bahasa Arab, dan pemahaman fiqih ibadah yang aplikatif. Integrasi ini menjadikan santri memiliki kompetensi ganda: akademis yang sesuai standar nasional dan religius yang berakar pada tradisi Islam. 14 Abdullah. Tradisi Pesantren. 15 Yusran. AuPendidikan HolistikAy. 16 Nehru Millat Ahmad Camila Fatah Suroyyah. AuSTRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES SEBAGAI UPAYA PEMECAHAN MASALAH BELAJAR,Ay Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam . 108Ae28, https://doi. org/https://doi. org/10. 62509/ji. 17 Hithna Rohadatul Aisyi. Putry Mardiana, and Dini Anjani. AuAnalisis Pendidikan Holistik Ditinjau Dari Aspek Intelektual. Emosional. Psikomotorik. Dan Spiritual,Ay An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Studi Islam 12, no. : 113Ae21. 18 Ahmad Tantowi. Pendidikan Islam Di Era Transformasi Global (Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, 2. Keunikan Pembelajaran di Madrasah Berbasis PesantrenA. Dari segi pembiasaan, madrasah berbasis pesantren memiliki pola yang lebih intensif dibanding sekolah umum. Jika di sekolah umum pembiasaan ibadah hanya dilakukan pada momen tertentu, maka di madrasah berbasis pesantren ibadah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Rutinitas seperti shalat berjamaah, tadarus Al-QurAoan, shalat dhuha, hingga doa bersama setiap pagi dijadikan sarana internalisasi nilai-nilai keislaman yang mendukung pendidikan karakter. Hal ini menghasilkan santri yang terbiasa disiplin, terarah, dan memiliki kesadaran spiritual yang tinggi, sedangkan di sekolah umum aspek ini sering kali tergantung pada latar belakang keluarga masing-masing siswa. Keunggulan lain terletak pada hubungan emosional antara guru dan santri. sekolah umum, hubungan guru-murid umumnya bersifat profesional dan terbatas pada interaksi kelas. Sebaliknya, di madrasah berbasis pesantren, guru dan kiai tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing, menasihati, bahkan mengawasi kehidupan sehari-hari santri layaknya orang tua. Ikatan ini menciptakan atmosfer kekeluargaan dan spiritualitas yang kuat, sehingga pendidikan yang diberikan lebih menyentuh hati dan membentuk akhlak santri. Lingkungan pesantren yang penuh nuansa religius, mulai dari tata cara berpakaian, bahasa, hingga kegiatan harian, menjadi faktor pembeda yang sulit ditemukan dalam sistem sekolah umum. Dengan demikian, jika sekolah umum unggul dalam aspek akademik dan fasilitas modern, maka madrasah berbasis pesantren unggul dalam membangun keseimbangan antara ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan akhlak. Perbandingan ini menunjukkan bahwa madrasah berbasis pesantren menghadirkan model pendidikan alternatif yang tidak hanya menekankan kecerdasan intelektual, tetapi juga menyiapkan generasi yang berkarakter, religius, dan memiliki integritas moral tinggi dalam menghadapi tantangan zaman. Implikasi Ilmiah Dan Praktis Pembelajaran Madrasah Berbasis Pesantren Secara ilmiah, penelitian mengenai pembelajaran di madrasah berbasis pesantren memperkaya khazanah kajian pendidikan Islam dengan menampilkan sebuah model integratif yang menggabungkan sistem pendidikan nasional dengan tradisi pesantren yang telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Muslim. Model ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada penguasaan Nely Irnik Darojah, dkk pengetahuan agama, tetapi juga mampu berjalan seiring dengan perkembangan pendidikan modern melalui kurikulum nasional. Dengan demikian, madrasah berbasis pesantren menjadi wujud nyata dari sintesis dua tradisi pendidikan yang berbeda, yakni tradisi formal-institusional dan tradisi non-formal berbasis komunitas religius, sehingga menghasilkan sistem pembelajaran yang lebih komprehensif dan kontekstual. Secara praktis, temuan ini memiliki nilai aplikatif yang tinggi karena dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan Islam lainnya untuk mengadopsi dan mengembangkan praktik serupa sesuai dengan konteks sosial dan kultural masingmasing. Model pembelajaran tersebut dapat dijadikan contoh konkret dalam meningkatkan pendidikan karakter, membangun spiritualitas yang kokoh, serta menumbuhkan disiplin siswa melalui sistem asrama dan pola kehidupan religius sehari-hari tanpa mengabaikan aspek akademik yang diatur dalam kurikulum Hal ini sekaligus membuktikan bahwa pendidikan Islam berbasis pesantren tidak terjebak pada dikotomi ilmu agama dan ilmu umum, tetapi justru berupaya menghadirkan integrasi ilmu yang harmonis sehingga mampu melahirkan generasi yang berpengetahuan luas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman Jika kemampuannya menjawab dua kebutuhan sekaligus: kebutuhan global untuk mencetak sumber daya manusia yang kompetitif dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebutuhan lokal untuk mempertahankan identitas religius dan budaya Islam yang menjadi akar moral masyarakat. Sinergi ini menunjukkan bahwa madrasah berbasis pesantren tidak hanya menjadi alternatif pendidikan, melainkan juga strategi kultural untuk melestarikan nilai-nilai Islam di tengah arus modernisasi. Dengan menanamkan disiplin, kemandirian, dan kebersamaan melalui sistem asrama, santri dipersiapkan untuk menghadapi tantangan dunia nyata dengan fondasi spiritual yang kuat. Lebih jauh, penelitian ini memberikan bukti bahwa 19 Adri Lundeto. Ishak Talibo, and Shinta Nento. AuChallenges and Learning Strategies of Islamic Education in Islamic Boarding Schools in the Industrial Revolution Era 4. 0,Ay AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan 13, no. : 2231Ae40, https://doi. org/10. 35445/alishlah. Keunikan Pembelajaran di Madrasah Berbasis PesantrenA. pendidikan Islam tidak perlu diposisikan sebagai AukonservatifAy atau tertinggal, melainkan dapat menjadi model pendidikan progresif yang tetap berpijak pada tradisi keilmuan Islam sekaligus adaptif terhadap perubahan zaman. Namun demikian, implementasi model pembelajaran di madrasah berbasis pesantren juga menghadapi sejumlah tantangan. Pertama, tantangan kurikulum, di mana padatnya integrasi antara kurikulum nasional dan kurikulum pesantren sering kali menimbulkan beban belajar yang berat bagi santri. Kedua, tantangan sumber daya manusia, karena tidak semua guru memiliki kompetensi ganda dalam bidang ilmu agama dan ilmu umum, sehingga diperlukan pengembangan kapasitas guru secara berkelanjutan. Ketiga, tantangan sarana prasarana, terutama pada pesantren yang masih sederhana, di mana fasilitas pembelajaran modern sering kali terbatas dan dapat memengaruhi kualitas pembelajaran. Keempat, tantangan modernisasi dan globalisasi, di mana arus teknologi, budaya populer, dan gaya hidup modern bisa memengaruhi pola pikir santri sehingga pesantren harus mampu melakukan adaptasi tanpa kehilangan identitas religiusnya. Meskipun demikian, tantangan-tantangan tersebut dapat dipandang sebagai peluang untuk pengembangan lebih lanjut. Dengan strategi manajemen pendidikan yang baik, dukungan pemerintah, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, madrasah berbasis pesantren justru berpotensi menjadi model pendidikan Islam yang unggul. Keunikan integrasi ilmu agama dan umum, pembiasaan religius yang konsisten, serta kedekatan emosional antara guru dan santri menjadi modal utama yang tidak dimiliki sekolah umum. Dengan demikian, madrasah berbasis pesantren tidak hanya relevan di tingkat lokal, tetapi juga berpotensi menjadi model pendidikan Islam global yang menginspirasi. SIMPULAN 20 Saichul Anam. AuISLAM. INKLUSI SOSIAL DAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PENDIDIKAN,Ay Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam 3, no. : 89Ae105. 21 Lutfi Rachman and Muallif Muallif. AuTransformasi Kurikulum Merdeka Belajar Di Madrasah Berbasis Pesantren,Ay Afkaruna: International Journal of Islamic Studies (AIJIS) 2, no. : 65Ae75, https://doi. org/10. 38073/aijis. Nely Irnik Darojah, dkk Penelitian mengenai pembelajaran di madrasah berbasis pesantren memperkaya kajian tentang pendidikan Islam dengan menghadirkan model integratif yang menggabungkan sistem pendidikan nasional dengan tradisi pesantren yang telah mengakar dalam masyarakat Muslim. Model ini membuktikan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga mampu berjalan seiring dengan perkembangan pendidikan modern melalui kurikulum nasional. Dengan demikian, madrasah berbasis pesantren menjadi wujud nyata sintesis antara pendidikan formal-institusional dan tradisi non-formal berbasis komunitas religius sehingga melahirkan sistem pembelajaran yang komprehensif. Temuan ini juga memiliki nilai praktis karena dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan Islam lainnya untuk mengadopsi praktik serupa sesuai dengan konteks masing-masing. Model ini dapat dijadikan contoh konkret dalam meningkatkan pendidikan karakter, spiritualitas, dan kedisiplinan siswa melalui sistem asrama dan pembiasaan hidup religius tanpa mengabaikan pencapaian akademik yang diatur dalam kurikulum nasional. Dengan demikian, madrasah berbasis pesantren tidak terjebak pada dikotomi ilmu agama dan ilmu umum, melainkan berupaya menghadirkan integrasi ilmu yang harmonis untuk melahirkan generasi berpengetahuan luas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman modern. Daftar Pustaka Abdullah. Muhammad. Tradisi Pesantren dan Pendidikan Karakter di Indonesia. Jakarta: Prenada Media, 2020. Aisyi. Hithna Rohadatul. Putry Mardiana, and Dini Anjani. AuAnalisis Pendidikan Holistik Ditinjau Dari Aspek Intelektual. Emosional. Psikomotorik. Dan Spiritual. Ay An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Studi Islam 12, no. : 113Ae21. Camila Fatah Suroyyah. Nehru Millat Ahmad. AuSTRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES SEBAGAI UPAYA PEMECAHAN MASALAH BELAJAR. Ay Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam 2, 2 . : 108Ae28. https://doi. org/https://doi. org/10. 62509/ji. Gade. Syabuddin. Membumikan Pendidikan Akhlak Mulia Anak Usia Dini. Al-Tarbiyah Al-Khuluqiyah, 2019. Hidayat. Rahmat. Sarbini, and Ali Maulida. AuPeran Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Membentuk Kepribadian Siswa SMK Al-Bana Cilebut Bogor. Ay Prosiding Al Hidayah Pendidikan Agama Islam, 2017, 146Ae157. Keunikan Pembelajaran di Madrasah Berbasis PesantrenA. Lundeto. Adri. Ishak Talibo, and Shinta Nento. AuChallenges and Learning Strategies of Islamic Education in Islamic Boarding Schools in the Industrial Revolution Era Ay AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan 13, no. : 2231Ae40. https://doi. org/10. 35445/alishlah. Marlina Wally. AuPeran Guru dalam Pembentukan Karakter Siswa. Ay Jurnal Studi Islam 10, no. : 70Ae81. https://doi. org/10. 33477/jsi. Munawaroh. Siti. Ahmad Fauzi, and Herwati. AuPeran Guru dalam Membentuk Karakter Siswa di SMA Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Rangkang Kraksaan Probolinggo. Ay Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswan 5, no. : 209Ae https://doi. org/10. 54437/irsyaduna. Nasution. Alpi Robiah Al Adwiyah. AuEfektivitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Membentuk Akhlak Mulia pada Siswa: Studi Kasus di SMP PAB 15 Medan. Ay Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial 2 . : 49Ae53. Rachman. Lutfi, and Muallif Muallif. AuTransformasi Kurikulum Merdeka Belajar Di Madrasah Berbasis Pesantren. Ay Afkaruna: International Journal of Islamic Studies (AIJIS) . 65Ae75. https://doi. org/10. 38073/aijis. Rianto. Peran Guru Pendidikan Agama Islam sebagai Motivator dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran pada SMPN 13 Lebong. Saichul Anam. AuISLAM. INKLUSI SOSIAL DAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PENDIDIKAN. Ay Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam 3, no. : 89Ae105. Syahrizal. Hasan, and M. Syahran Jailani. AuJenis-Jenis Penelitian dalam Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Ay 2023. Tantowi. Ahmad. Pendidikan Islam Di Era Transformasi Global. Semarang: PT. Pustaka