VASTUWIDYA Vol. No. Agustus 2025 P-ISSN 2620-3448 E-ISSN 2723-5548 PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA MELALUI MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PROYEK LANDSCAPE DI PT UBER SARI KERTALANGU Ni Ketut Utami Nilawati A. Ida Ketut Kusumawijaya A. Luh Komang Candra Dewi A. I Wayan Terimajaya A 1,2,3,4 Program Studi Magister Manajemen. Fakultas Bisnis. Pariwisata dan Pendidikan. Universitas Triatma Mulya. Bali. Indonesia E-mail : utaminilawati@gmail. com 1, ik_kusumawijaya@yahoo. com 2, dewi@triatmamulya. id3, terimajayawayan@gmail. Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan, komunikasi, dan motivasi terhadap kinerja tim proyek. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini merupakan kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yang berjumlah 50 orang. Metode pengumpulan data - data dengan menggunakan wawancara, kusioner dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan path analisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa . gaya kepemimpiann berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tim proyek, . Komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tim proyek, . Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tim proyek. , . Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja, . Komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi, . Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja tim proyek melalui motivasi, . Komunikasi berpengaruh positif terhadap kinerja tim proyek melalui motivasi. Adapun saran dalam penelitian ini adalah Sebaiknya proyek landscape PT. Uber Sari Kertalangu di Pulau Serangan Bali perlu ditingkatkan intensitas komunikasi antar team serta efektivitas komunikasinya. Tingkatkan pengakuan atau pemberian penghargaan terhadap karyawan untuk meningkatkan motivasi kerja serta tingkatkan kemandirian dan efektifitas dalam melakukan pekerjaan. Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan. Komunikasi. Motivasi. Kinerja. Abstract - This research aims to determine the leadership style, communication, and motivation on the performance of the project team. The research design used in this study is quantitative. Respondents in this study were the entire population of 50 people. Data collection methods using interviews, questionnaires and documentation. The data analysis technique in this study used path analysis. The results of the analysis show that . leadership style has a positive and significant effect on project team performance, . Communication has a positive and significant effect on project team performance, . Motivation has a positive and significant effect on project team performance, . Leadership style has a positive and significant effect on work motivation, . Communicatio n has a positive and significant effect on motivation, . Leadership style has a positive effect on project team performance through motivation, . Communication has a positive effect on project team performance through The suggestions in this study are that the PT. Uber Sari Kertalangu landscape project on Serangan Island. Bali needs to increase the intensity of communication between teams and the effectiveness of its communication. Increase recognition or awards for employees to increase work motivation and increase independence and effectiveness in doing work. Keywords : Leadership. Communication. Motivation. Performance . PENDAHULUAN Sumber daya manusia adalah salah satu sumber daya yang memiliki peran penting dalam sebuah organisasi. Sumber daya manusia yang memiliki kinerja terbaik akan memberikan banyak keuntungan bagi sebuah organisasi. Manajemen sumber daya manusia bertujuan Ni Ketut Utami Nilawati A. Ida Ketut Kusumawijaya 2. Luh Komang Candra Dewi 3. I Wayan Terimajaya 4 VASTUWIDYA Vol. No. Agustus 2025 untuk dapat memperoleh kinerja sumber daya manusia yang maksimal guna meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan dan menjadi budaya kerja (Damanik, 2. Keberhasilan suatu organisasi akan sangat tergantung pada prestasi kerja karyawan yang juga dipengaruhi oleh peran seorang pemimpin. Kemampuan mengarahkan kegiatan organisasi menjadi hal penting untuk mencapai tujuan organisasi. Manajer Proyek adalah seorang pemimpin pada suatu Proyek. Manajer proyek adalah individu yang bertanggung jawab atas perencanaan, pengendalian proyek dari awal hingga akhir (Dika et al. , 2. Komunikasi memiliki peranan penting dalam suatu organisasi. Komunikasi organisasi adalah bagaimana penyampaian suatu informasi ke seluruh bagian organisasi dan bagaimana menerima informasi dari seluruh bagian Dimana merupakan suatu proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi informasi, gagasan atau ide (Asri. Kinerja karyawan merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang atau kelompok orang sesuai dengan wewenang atau tanggung jawab masing- masing karyawan selama periode tertentu (Kahuningan & Netra, 2. Kebutuhan karyawan tidak hanya ingin memenuhi kebutuhan material seperti gaji yang layak dan karir yang baik, melainkan lebih beragam seperti kebutuhan akan harga diri dan kewibawaan, kepuasan dalam bekerja, dan kebutuhan ingin terus berprestasi. Oleh karena itu manajemen tentunya dituntut dapat menata karyawannya selaras antara kebutuhan karyawan dengan kebutuhan organisasi. Secara sederhana prestasi kerja atau diistilahkan kinerja dapat diartikan sebagai hasil kerja (Daryanto & Suryanto, 2. Dalam suatu proyek, motivasi kerja menjadi salah satu faktor dalam meningkatkan kinerja tim proyek. Dengan kata lain motivasi tersebut P-ISSN 2620-3448 E-ISSN 2723-5548 dapat diartikan sebagai semangat dalam Motivasi adalah daya pendorong yang mengakibatkan seseorang mau dan rela untuk menggerakkan kemampuan dalam membentuk keahlian, keterampilan tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya (Apriani & Fahriana, 2. Penelitian ini dilakukan pada Proyek Landscape yang dikerjakan oleh PT. Uber Sari Kertalangu, yaitu Kontraktor yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi pertamanan atau Landscape. Proyek Landscape yang dipimpin oleh seorang Manajer Proyek dan memiliki tim proyek yang berjumlah 50 orang pada salah satu Proyek Landscape yang dikerjakan oleh PT. Uber Sari Kertalangu yang berlokasi di Pulau Serangan Bali. Berdasarkan hasil pengamatan, capaian kinerja tim proyek masih di bawah target yang telah Hal ini menunjukkan bahwa tim proyek belum dapat mencapai target progress pekerjaan yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil observasi sementara menemukan ada beberapa faktor yang menyebabkan belum proyek yaitu kepemimpinan manajer proyek yang kurang memberikan motivasi secara langsung kepada tenaga lapangan. Manajer Proyek cenderung mendelegasikan wewenang kepada Site Manajer, kurangnya komunikasi antara tim proyek, tim proyek ada yang kurang menguasai pekerjaan karena masih baru. Berdasarkan gap riset dari hasil penelitian terdahulu serta hasil pengamatan yang dilakukan peneliti, bahwa terdapat permasalahan yaitu capaian kinerja Tim Proyek pada Proyek Landscape di PT . Uber Sari Kertalangu masih berada di bawah target progress yang telah ditetapkan. Maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian pada Proyek Landscape di PT. Uber Sari Kertalangu dengan judul AuPengaruh Gaya Kepemimpinan dan Komunikasi Terhadap Kinerja Melalui Motivasi Kerja Sebagai Variabel Mediasi Pada Proyek Landscape di PT Uber Sari KertalanguAy. Ni Ketut Utami Nilawati A. Ida Ketut Kusumawijaya 2. Luh Komang Candra Dewi 3. I Wayan Terimajaya 4 VASTUWIDYA Vol. No. Agustus 2025 Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut : Bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan manajer proyek terhadap kinerja tim proyek? Bagaimana pengaruh komunikasi terhadap kinerja tim proyek? Bagaimana pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja tim proyek? Bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan manajer proyek terhadap motivasi kerja? Bagaimana pengaruh komunikasi manajer proyek terhadap motivasi kerja? Bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan manajer proyek terhadap kinerja tim proyek, melalui motivasi kerja sebagai variabel mediasi? Bagaimana pengaruh komunikasi terhadap kinerja tim proyek, melalui motivasi kerja sebagai variabel mediasi? METODE Manajemen sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu. Pelaku dan sifatnya dilakukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya (Febrian et al. , 2. Manajemen sumber daya manusia sebagai serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, mengembangkan, memotivasi dan mempertahankan tenaga kerja Hal ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia tidak hanya terbatas pada fungsi administrative, tetapi juga mencakup aspek strategis yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia (Sedarmayanti et al. Kepemimpinan menjadi fokus utama dalam konteks organisasi modern karena membawa dampak positif yang signifikan pada kinerja individu dan kelompok kerja. Kepemimpinan mempengaruhi dan mengarahkan orang-orang menuju pencapaian tujuan yang diinginkan dengan memancarkan visi yang jelas dan daya tarik personal yang kuat. Menurut Burn 1979 dalam (Sedarmayanti et al. , 2. menyatakan P-ISSN 2620-3448 E-ISSN 2723-5548 bahwa kepemimpinan yang menginspirasi muncul ketika seorang pemimpin dapat membangkitkan semangat dan dedikasi di antara para pengikutnya, mendorong mereka untuk berjuang demi kebaikan bersama dan bukan hanya kepentingan pribadi. Komunikasi pemahaman atas suatu maksud atau pesan yang akan disampaikan. Komunikasi akan terjadi apabila ada informasi atau ide . yang hendak disampaikan. Komunikasi dapat berjalan secara efektif dan maksud yang hendak disampaikan dapat dipahami secara jelas oleh penerima informasi (Hery, 2. Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi (Syaifuddin. Motivasi adalah dorongan semangat kerja yang muncul dari diri individu karyawan dengan menggerakkan, merangsang, membangkitkan, mengarahkan untuk mau melakukan suatu pekerjaan yang telah ditetapkan (Sukirman et , 2. Kerangka Konseptual Penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran dan batasan Kerangka Konseptual yang akan diuraikan terbatas pada variabel Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Komunikasi Terhadap Kinerja Melalui Motivasi Kerja Sebagai Variabel Mediasi Pada Proyek Landscape di PT Uber Sari Kertalangu. Gambar 1. Kerangka Konseptual Sumber : Peneliti, 2025 Ni Ketut Utami Nilawati A. Ida Ketut Kusumawijaya 2. Luh Komang Candra Dewi 3. I Wayan Terimajaya 4 VASTUWIDYA Vol. No. Agustus 2025 Berdasarkan uraian kerangka pemikiran di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai Kepemimpinan Manajer Proyek berpengaruh positif terhadap Kinerja Tim Proyek Komunikasi berpengaruh positif terhadap Kinerja Tim Proyek Motivasi berpengaruh positif terhadap Kinerja Tim Proyek Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif terhadap Motivasi Kerja Komunikasi berpengaruh positif terhadap Motivasi Kerja Motivasi mampu memediasi pengaruh gaya kepemimpinan manajer proyek terhadap kinerja tim proyek Motivasi mampu memediasi pengaruh komunikasi terhadap kinerja tim proyek Desain penelitian merupakan alur/ skema tentang proses penelitian yang digambarkan secara menyeluruh dan sistematis tentang masalah yang diteliti dari latar belakang sampai pada kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji hubungan antara variable-variabel penelitian gaya kepemimpinan dan komunikasi manajer proyek terhadap kinerja tim proyek melalui motivasi kerja sebagai variable mediasi. Variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai Variabel Bebas (X) yaitu variabel yang mempengaruhi variabel terikat Variabel bebas dalam penelitian ini : gaya kepemimpinan (X. , dan komunikasi (X. Variabel Terikat (Y. yaitu variable yang dipengaruhi oleh variable-variabel bebas Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kinerja tim proyek (Y. Variabel Mediasi adalah variable yang secara otoritis mempengaruhi hubungan antara variable bebas (X) dengan variable terikat (Y) menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati maupun diukur. Variabel mediasi dalam penelitian ini adalah motivasi kerja (Y. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang P-ISSN 2620-3448 E-ISSN 2723-5548 ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tim proyek landscape pada salah satu proyek landscape di pulau Serangan Bali yang dikerjakan oleh PT. Uber Sari Kertalangu, dengan jumlah 50 orang. Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan Panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif (Sugiyono, 2. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Untuk keperluan analisis kuantitatif, maka setiap jawaban kuesioner diberi skor sebagai berikut : Sangat Setuju (SS) = 5 Setuju (S) = 4 Kurang Setuju (KS) = 3 Tidak Setuju (TS) = 2 Sangat Tidak Setuju (STS) = 1 Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut : Kuesioner Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Kuesioner dapat berupa pertanyaan tertutup atau terbuka, dapat diberikan kepada responden secara langsung atau dikirim berupa link google form. Dokumentasi Dokumentasi adalah pengumpulan data dengan cara mengumpulkan dokumen-dokumen yang ada pada Proyek Landscape PT Uber Sari Kertalangu yang terkait dengan penelitian Uji Instrumen Penelitian, terdiri atas Uji Validitas dan Uji Reliabilitas. Instrumen yang valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono. Pengujian Ni Ketut Utami Nilawati A. Ida Ketut Kusumawijaya 2. Luh Komang Candra Dewi 3. I Wayan Terimajaya 4 VASTUWIDYA Vol. No. Agustus 2025 menggunakan analisis korelasi product moment dengan bantuan program SPSS menggunkan Tingkat signifikansi 5%, pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai sig. < 5% maka dapat disimpulkan instrument tersebut valid. Instrument yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono, 2. Suatu instrument dikatakan handal jika nilai Cronbach Alpha > 0,60. Pengujian reliabilitas instrument pada penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS yaitu dengan membandingkan nilai Cronbach Alpha hasil program SPSS dengan 0,6. Apabila nilai Cronbach Alpha hasil program SPSS lebih besar dari 0,6 maka instrument dinyatakan valid. P-ISSN 2620-3448 E-ISSN 2723-5548 Uji asumsi klasik merupakan tahap awal yang digunakan sebelum analisis regresi linear Dilakukannya pengujian ini untuk dapat memberikan kepastian agar koefisien regresi tidak bias serta konsisten dan memiliki ketepatan dalam estimasi. Uji asumsi klasik pada penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS. Teknik analisis jalur digunakan dalam menguji besarnya sumbangan . langsung dan tidak langsung yang diwujudkan oleh koefisien jalur pada setiap diagram jalur dari hubungan kausal antar variabel bebas terhadap variabel antara/intervening serta dampaknya terhadap variabel terikat. HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2. Termasuk dalam statistik deskriptif antara lain adalah penyajian data melalui tabel, grafik, diagram lingkaran, pictogram, perhitungan modus, median, mean . engukuran tendensi sentra. , perhitungan desil, persentil, perhitungan penyebaran data melalui perhitungan rata-rata dan standar Pada penelitian ini, untuk analisis data yaitu statistik deskriptif menggunakan bantuan program SPSS. Untuk tujuan analisis data dan pengujian hipotesis, pada penelitian ini digunakan taraf signifikansi sebesar 5%, berdasarkan kerangka konseptual dan pola hubungan antara variabel yang akan diteliti dimana terdapat variabel yang berfungsi sebagai jalur antara, maka teknik analisis statistik yang digunakan adalah analisis jalur . ath analysi. Analisis jalur dilakukan dengan menggunakan korelasi dan regresi sehingga dapat diketahui untuk sampai pada variabel dependen terakhir, harus lewat jalur langsung atau melalui variabel intervening (Sugiyono, 2. PT. Uber Sari Kertalangu berdiri sejak tahun 2006 di Bali, sebagai sebuah perusahaan dengan fokus pekerjaan di bidang Landscape. Sejak didirikan tahun 2006 PT Uber Sari Kertalangu telah mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk mengerjakan proyek-proyek landscape baik softscape . enataan tama. dan hardscape . enataan kolam, air mancur, jalan setapak, artwork, dl. Hal ini terbukti dari beberapa proyek pemerintah maupun swasta baik yang berskala besar maupun kecil dapat dikerjakan, hal ini tidak terlepas dari tanggung jawab serta solidaritas team proyek yang mengutamakan kualitas dan pelayanan. Pada setiap proyek Landscape yang dikerjakan oleh PT. Uber Sari Kertalangu, dipimpin oleh seorang Project Manager, anggota team proyek terdiri atas Site Manajer. Admin Proyek. Arsitek Landscape. Quantity Surveyor. Logistik. Supervisor. Tenaga Lapangan. Karakteristik responden bertujuan untuk responden dalam suatu penelitian seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan masa Data dalam karakteristik responden diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada seluruh tim proyek landscape pada salah satu proyek landscape di pulau Serangan Bali yang Ni Ketut Utami Nilawati A. Ida Ketut Kusumawijaya 2. Luh Komang Candra Dewi 3. I Wayan Terimajaya 4 VASTUWIDYA Vol. No. Agustus 2025 dikerjakan oleh PT. Uber Sari Kertalangu, dengan jumlah 50 orang Tabel 1. Karakteristik Responden Sumber : Peneliti, 2025 Uji Instrumen Penelitian adalah proses untuk mengevaluasi kualitas alat ukur atau kuesioner yang digunakan dalam penelitian agar dapat menghasilkan data yang valid dan reliabel. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap pernyataan atau item dalam instrumen benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur, serta konsisten jika digunakan berulang Berikut disajikan rekapitulasi uji validitas dan reliabilitas yang merupakan hasil dari tiaptiap butir peryataan dalam kuesioner yang diperoleh dengan bantuan SPSS 26 for windows P-ISSN 2620-3448 E-ISSN 2723-5548 nilai pearson correlation lebih dari 0,3. Hal ini berarti instrumen penelitian yang digunakan adalah sah yaitu pernyataan-pernyataan pada kuisioner mampu mengungkapkan apa yang diukur oleh kuisioner tersebut. Hasil lain menemukan bahwa instrumen penelitian variabel gaya kepemimpinan, komunikasi, motivasi kereja dan kinerja tim proyek seluruhnya adalah reliable. Dikatakan reliable karena semua instrumen penelitian memiliki koefisien cronbachAos alpha () lebih besar dari 0,60. Hal ini berarti seluruh instrumen penelitian adalah reliable atau handal karena jawaban tiap responden dianggap konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan tanggapan responden terhadap masing-masing pernyataan. Seluruh variabel dideskripsikan dengan menggunakan nilai ratarata. Penilaian distribusi data setiap variabel menggunakan rentang kriteria. Berikut diuraikan tanggapan responden atas variabel-variabel penelitian Tabel 3. Distribusi Tanggapan Variabel Gaya Kepemimpinan Tabel 2. Uji Validitas dan Reliabelitas Sumber : Peneliti, 2025 Tabel 4. Distribusi Tanggapan Variabel Komunikasi Sumber : Peneliti, 2025 Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan bahwa kepemimpinan, komunikasi, motivasi kereja dan kinerja tim proyek seluruhnya adalah valid. Karena semua instrument penelitian memiliki Sumber : Peneliti, 2025 Ni Ketut Utami Nilawati A. Ida Ketut Kusumawijaya 2. Luh Komang Candra Dewi 3. I Wayan Terimajaya 4 VASTUWIDYA Vol. No. Agustus 2025 Tabel 5. Distribusi Tanggapan Variabel Motivasi Sumber : Peneliti, 2025 Tabel 6. Distribusi Tanggapan Variabel Kinerja Sumber : Peneliti, 2025 Berikut disajikan hasil analisis parth Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Komunikasi Terhadap Kinerja Melalui Motivasi Kerja Sebagai Variabel Mediasi Pada Proyek Landscape Di PT. Uber Sari Kertalangu disajikan pada Tabel berikut: Tabel 7. Uji Analisis Jalur Sumber : Peneliti, 2025 Pengujian hipotesis penelitian adalah sebagai Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Tim Proyek Hipotesis pertama menyatakan bahwa gaya signifikan terhadap kinerja tim proyek. Hasil analisis menunjukan nilai efek langsung gaya kepemimpinan terhadap kinerja tim proyek sebesar 0,372 dengan nilai uji t sebesar 2,171 dan taraf signifikansi sebesar 0,035 O 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis pertama yang diajukan dapat diterima. Hasil analisis berarti P-ISSN 2620-3448 E-ISSN 2723-5548 semakin baik gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja tim proyek Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Tim Proyek Hipotesis kedua menyatakan bahwa komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tim proyek. Hasil analisis menunjukan nilai efek langsung komunikasi terhadap kinerja tim proyek sebesar 0,435 dengan nilai uji t sebesar 3,213 dan taraf signifikansi sebesar 0,002 O 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis kedua yang diajukan dapat diterima. Hasil analisis berarti semakin baik komunikasi berpengaruh terhadap peningkatan kinerja tim Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Tim Proyek Hipotesis ketiga menyatakan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tim proyek. Hasil analisis menunjukan nilai efek langsung motivasi terhadap kinerja tim proyek sebesar 0,469 dengan nilai uji t sebesar 2,666 dan taraf signifikansi sebesar 0,011 O 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis ketiga yang diajukan dapat diterima. Hasil analisis berarti semakin tinggi motivasi berpengaruh terhadap peningkatan kinerja tim Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Motivasi kerja Hipotesis keempat menyatakan bahwa gaya signifikan terhadap motivasi kerja. Hasil analisis menunjukan nilai efek langsung gaya kepemimpinan terhadap motivasi sebesar 0,638 dengan nilai uji t sebesar 5,953 dan taraf signifikansi sebesar 0,000 O 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis keempat yang diajukan dapat diterima. Hasil analisis berarti semakin baik gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap peningkatan motivasi. Pengaruh Komunikasi Terhadap Motivasi Hipotesis kelima menyatakan bahwa komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Hasil analisis menunjukan nilai efek langsung komunikasi terhadap motivasi sebesar Ni Ketut Utami Nilawati A. Ida Ketut Kusumawijaya 2. Luh Komang Candra Dewi 3. I Wayan Terimajaya 4 VASTUWIDYA Vol. No. Agustus 2025 P-ISSN 2620-3448 E-ISSN 2723-5548 0,231 dengan nilai uji t sebesar 2,155 dan taraf signifikansi sebesar 0,036 O 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis kelima yang diajukan dapat diterima. Hasil analisis berarti semakin baik komunikasi berpengaruh terhadap peningkatan motivasi Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Tim Proyek Melalui Motivasi Hipotesis keenam menyatakan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja tim proyek melalui motivasi. Hasil analisis menunjukan nilai efek tidak langsung gaya kepemimpinan terhadap kinerja tim proyek melalui motivasi sebesar 0,299. Pengujian pengaruh motivasi sebagai variable intervening antara pengaruh gaya kepemimpinan terhadap menggunakan Sobel Test. Berdasarkan hasil perhitungan Sobel Test diatas menunjukkan nilai Z = 2,43 yang lebih besar dari nilai 1,98 dengan tingkat signifikansi 5% maka intervening pada pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja tim proyek. Sehingga hipotesis keenam diterima. Pengaruh Komunikasi terhadap Kinerja Tim Proyek Melalui Motivasi Hipotesis komunikasi berpengaruh positif terhadap kinerja tim proyek melalui motivasi. Hasil analisis menunjukan nilai efek tidak langsung komunikasi terhadap kinerja tim proyek melalui motivasi sebesar 0,108. Pengujian pengaruh motivasi sebagai variable intervening antara pengaruh komunikasi terhadap kinerja tim proyek dilakukan dengan menggunakan Sobel Test. Adapun perhitungan Sobel Test sebagai Berdasarkan hasil perhitungan Sobel Test diatas menunjukkan nilai Z = 1,67 yang lebih kecil dari nilai 1,98 dengan tingkat signifikansi 5% maka variable motivasi bukan merupakan variabel terhadap kinerja tim proyek. Sehingga hipotesis ketujuh ditolak Implementasi Berdasarkan hasil penelitian menyatakan Gaya kepemimpiann berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tim proyek. Hasil analisis menunjukan nilai efek langsung gaya kepemimpinan terhadap kinerja tim proyek sebesar 0,372 dengan nilai uji t sebesar 2,171 dan taraf signifikansi sebesar 0,035 O 0,05. Hasil peningkatan kinerja tim proyek. Komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tim proyek. Hasil analisis menunjukan nilai efek langsung komunikasi terhadap kinerja tim proyek sebesar 0,435 dengan nilai uji t sebesar 3,213 dan taraf signifikansi sebesar 0,002 O 0,05. Hasil analisis berarti semakin baik komunikasi berpengaruh terhadap peningkatan kinerja tim proyek. Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tim proyek. Hasil analisis menunjukan nilai efek langsung motivasi terhadap kinerja tim proyek sebesar 0,469 dengan nilai uji t sebesar 2,666 dan taraf signifikansi sebesar 0,011 O 0,05. Hasil analisis berarti semakin tinggi motivasi berpengaruh terhadap peningkatan kinerja tim proyek. Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Hasil analisis Ni Ketut Utami Nilawati A. Ida Ketut Kusumawijaya 2. Luh Komang Candra Dewi 3. I Wayan Terimajaya 4 VASTUWIDYA Vol. No. Agustus 2025 menunjukan nilai efek langsung gaya kepemimpinan terhadap motivasi sebesar 0,638 dengan nilai uji t sebesar 5,953 dan taraf signifikansi sebesar 0,000 O 0,05. Hasil analisis berarti semakin baik gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap peningkatan motivasi. Komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi. Hasil analisis menunjukan nilai efek langsung komunikasi terhadap motivasi sebesar 0,231 dengan nilai uji t sebesar 2,155 dan taraf signifikansi sebesar 0,036 O 0,05. Hasil analisis berarti semakin baik komunikasi berpengaruh terhadap peningkatan Gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja tim proyek melalui motivasi. Hasil analisis menunjukan nilai efek tidak langsung gaya kepemimpinan terhadap kinerja tim proyek melalui motivasi sebesar 02991. Pengujian pengaruh motivasi sebagai variable kepemimpinan terhadap kinerja tim proyek. Komunikasi berpengaruh positif terhadap kinerja tim proyek melalui motivasi. Hasil analisis menunjukan nilai efek tidak langsung komunikasi terhadap kinerja tim proyek melalui motivasi sebesar 0,108. Pengujian pengaruh motivasi sebagai variable intervening antara pengaruh komunikasi terhadap kinerja tim proyek Berdasarkan hasil perhitungan Sobel Test diatas menunjukkan nilai Z = 1,67 yang lebih kecil dari nilai 1,98 dengan tingkat signifikansi 5% maka variable motivasi bukan merupakan variabel intervening pada pengaruh terhadap kinerja tim proyek. Sehingga hipotesis ketujuh ditolak SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan dalam penelitian ini, maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja P-ISSN 2620-3448 E-ISSN 2723-5548 Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja Motivasi kerja mampu memediasi pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi kerja merupakan variable mediasi pada pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja Motivasi kerja tidak mampu memediasi pengaruh komunikasi terhadap kinerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi kerja bukan merupakan variable mediasi pada pengaruh komunikasi terhadap kinerja Hal yang dapat disarankan dalam penelitian ini Gaya kepemimpinan pada proyek landscape di PT. Uber Sari Kertalangu, sebaiknya perlu ditingkatkan dalam kemampuan mengambil Keputusan, kemampuan komunikasi, dan kemampuan mengendalikan bawahan Komunikasi pada proyek landscape di PT. Uber Sari Kertalangu, sebaiknya perlu ditingkatkan dalam kemudahan memperoleh informasi, intensitas komunikasi, efektivitas komunikasi, dan tingkat pemahaman pesan Motivasi pada proyek landscape di PT. Uber Sari Kertalangu, sebaiknya perlu ditingkatkan dalam supervisi atau pengawasan, dan hubungan kerja Kinerja pada proyek landscape di PT. Uber Sari Kertalangu, sebaiknya perlu ditingkatkan dalam ketepatan waktu, efektivitas, kemandirian Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih Penulis sampaikan kepada Bapak I Gde Eka Dharsika selaku Direktur PT. Uber Sari Kertalangu. Bapak Praga Balian Ainun selaku Manajer Proyek PT Uber Sari Kertalangu. Bapak Ida Ketut Kusumawijaya, selaku Penulis 2 (Du. Ibu Luh Komang Candra Dewi, selaku Penulis 3 (Tig. Bapak I Wayan Terimajaya, selaku Penulis 4 (Empa. Sahabat-sahabat yang telah memberikan dukungan dan motivasi terhadap terselesainya Laporan Akhir Penelitian Ni Ketut Utami Nilawati A. Ida Ketut Kusumawijaya 2. Luh Komang Candra Dewi 3. I Wayan Terimajaya 4 VASTUWIDYA Vol. No. Agustus 2025 DAFTAR PUSTAKA