Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 996-1017 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Penggemar K-Pop sebagai Digital Author dalam Menulis Fan Fiction di Twitter Rizka Ainul Mardiyanti1. Ade KusumaA* 1,2Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur ichahood@gmail. com, ade_kusuma. ilkom@upnjatim. ABSTRACT The development of technology in this globalization era has led to the creation of digital fandom. Along with the presence of fandom, it is balanced with the development of forms of support from fans for their idols, one of which is fan fiction. The creation of fan fiction itself has various stages and processes, before finally being uploaded for readers to enjoy. Most writers in the fan fiction genre started as fans. This research uses a qualitative approach and descriptive research type. The determination of informants was carried out using purposive sampling technique. To assist the research, in-depth interviews were conducted by reviewing fan culture in fan studies. Documentation and in-depth interviews were supplemented with various literatures to strengthen the research. The results show that text production is the author's activity in creating fan fiction works. In producing the text, the author performs various stages starting from the visualization stage, creative process, writing process, and editing & posting process. The author's purpose in writing fan fiction is because the author has ideas related to boy band Seventeen that they want to pour in the form of fan fiction. Keywords: Text production, fans. K-Pop, fan fiction ABSTRAK Berkembangnya teknologi pada era globalisasi ini membuat terciptanya fandom Seiring dengan kehadiran fandom, diimbangi dengan berkembangnya bentuk dukungan dari penggemar untuk idolanya, salah satunya fan fiction. Dalam pembuatan fan fiction sendiri memiliki berbagai tahap dan proses, sebelum akhirnya di unggah untuk dinikmati pembaca. Sebagian besar penulis dalam genre fan fiction memulai sebagai Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dan tipe penelitian Penetapan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Dalam membantu penelitian, dilakukan wawancara . n depth intervie. dengan meninjau budaya penggemar dalam studi penggemar . an studie. Dokumentasi dan in deep interview ditambah dengan berbagai literatur untuk memperkuat penelitian. Hasil menunjukkan bahwa produksi teks merupakan kegiatan author dalam membuat karya fan fiction. Dalam memproduksi teks, author melakukan berbagai tahap mulai dari tahap visualisasi, proses kreatif, proses, proses menulis, dan proses editing & posting. Tujuan author dalam menulis fan fiction, karena author memiliki ide terkait boyband Seventeen yang ingin mereka tuangkan dalam bentuk fan fiction. Kata kunci: Produksi teks, penggemar. K-Pop, fan fiction 996 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 996-1017 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. PENDAHULUAN Salah satu ciri dari globalisasi adalah perkembangan teknologi dan informasi yang menghadirkan adanya media sosial. Kaplan dan Haenlein menyebutkan media sosial merupakan layanan aplikasi berbasis internet yang membuat konsumen dapat berbagi pendapat, sudut pandang, pemikiran dan pengalaman (Dewa & Safitri. Berkembangnya internet mempermudah masyarakat dalam membentuk suatu budaya baru yang mendunia dapat disebut sebagai budaya populer atau populer culture. Akibat penyebarluasan budaya populer melahirkan banyak komunitas salah satunya yang sampai saat ini memiliki banyak peminat adalah Korean Pop atau K-Pop (Azizah, 2. Budaya Korea Selatan kontemporer, yang lebih dikenal dengan sebutan Hallyu, sudah menjadi bagian dari budaya populer Fenomena Hallyu di Indonesia dimulai pada awal tahun 2000 melalui serial drama Korea yang populer. Sementara pada tahun 2006, munculnya lagu-lagu yang dibawakan oleh K-Pop Idol generasi kedua juga menarik perhatian para remaja Indonesia (Wahyuningtyas & Kusuma, 2. Fandom adalah gabungan kata fans dan kingdom, yaitu suatu komunitas penggemar idol Korea yang memiliki komitmen untuk mengkonsumsi produk dengan terus menerus dan melibatkan perasaan (Rinata & Dewi, 2. Berkembangnya teknologi pada era globalisasi ini membuat terciptanya fandom Fandom digital secara radikal melipatgandakan kemungkinan dan peluang untuk penggemar dalam mengubah produktivitas pelafalan tekstual menjadi produktivitas tekstual (Duffet, 2. Lamerichs dalam (Kusuma et al. , 2. mengatakan studi penggemar menjadi tanda dalam analisis studi media baru dan budaya digital. Studi penggemar melihat bahwa komunitas penggemar dapat menjelaskan bagaimana penggemar secara aktif mengembangkan identitas sosial-budaya mereka sendiri (Kusuma et al. , 2. Seiring dengan kehadiran fandom ini juga diimbangi dengan berkembangnya berbagai macam bentuk dukungan dari penggemar untuk idolanya, salah satunya fan fiction (El Farabi, 2. Sebagian besar penulis dalam genre fan fiction memulai sebagai penggemar. Kehadiran fan fiction merupakan bukti bahwa penggemar merupakan komunitas aktif yang tidak hanya mengkonsumsi media, namun juga dapat memproduksinya (El Farabi, 2. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah AuBagaimana produksi teks yang dilakukan penggemar K-Pop sebagai digital author dalam menulis fan fiction di Twitter?Ay METODE PENELITIAN Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, untuk mengetahui produksi teks yang dilakukan penggemar K-Pop sebagai digital author dalam menulis fan fiction di Twitter. Penelitian kualitatif merupakan sarana untuk mengeksplorasi dan memahami makna individu ataupun kelompok (Creswell, 2. Kim. Sefcik dan Bradway dalam (Yuliani, 2. menyatakan bahwa deskriptif kualitatif memiliki 997 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 996-1017 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. fokus dalam menjawab pertanyaan penelitian terkait dengan pertanyaan siapa, apa, dimana dan bagaimana adanya suatu peristiwa terjadi, hingga dikaji secara mendalam untuk menemukan pola yang muncul pada peristiwa tersebut. Dalam membantu penelitian, akan dilakukan wawancara . n depth intervie. dengan meninjau budaya penggemar dalam studi penggemar . an studie. Dokumentasi dan in deep interview akan ditambah dengan kajian pustaka dengan berbagai literatur untuk memperkuat penelitian yang akan dilakukan. Informan untuk penelitian ini dipilih dengan melakukan teknik purposive Sama halnya dengan penelitian ini, informan dipilih dengan kriteria, yaitu: Seorang penggemar boyband K-Pop AuSeventeenAy. Memiliki karya fan fiction mengenai boyband K-Pop AuSeventeenAy di platform Twitter. Pada analisis data peneliti menganalisis data yang telah didapat melalui wawancara terhadap objek penelitian, sehingga peneliti dapat mengetahui pokok permasalahan yang muncul dalam penelitian. Menurut Saklana. Johny. Matthews B. Miles, dan A. Michael Huberman (Saklana et al, 2. , analisis data merupakan kegiatan analisis yang terdiri dari tiga hal, yaitu data condensation, data display, drawing dan verifying conclusion. Tabel 1. Data Informan No. Inisial Informan Usia 19 tahun 23 tahun 22 tahun 27 tahun 28 tahun Jenis Kelamin Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Pekerjaan Mahasiswa Karyawan Mahasiswa Freelancer Freelancer TINJAUAN LITERATUR Fandom dan Budaya Penggemar Sandvoss dalam (Wardani & Kusuma, 2. menyebutkan fandom merupakan refleksi dari penggemar itu sendiri, karena adanya keterlibatan emosional yang terjadi antara penggemar dan idola fandom mereka. Penggemar yang memiliki kelompok pada minat yang sama, dan menyukai satu hal yang sama, dan tergabung dalam fandom (El Farabi, 2. Fandom berkomunikasi dan berinteraksi melalui media online, selain pertemuan offline secara tradisional (Kusuma et al. , 2. Baik fandom secara tradisional yang bertemu secara langsung maupun fandom digital memiliki tujuan yang sama dengan hierarki, kelompok, dan konflik seperti semua organisasi sosial. keberadaan uber-fan atau BNF . ig name fa. membuktikan hal ini (Pearson, 2. Adanya fandom dan budaya penggemar yang terjadi merupakan gambaran fenomena dalam studi penggemar . an studie. Lamerichs dalam (Kusuma et al. , 2. mengatakan studi penggemar menjadi tanda dalam analisis studi media baru dan budaya digital. Studi penggemar 998 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 996-1017 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. bertujuan merepresentasikan fandom secara positif dan condong mempelajari komunitas dan praktik penggemar (Kusuma et al. , 2. Studi penggemar telah menunjukkan minat yang tinggi pada praktik penggemar, karena mereka menunjukkan bahwa penggemar adalah orang yang kreatif (Duffet, 2. Studi penggemar telah ditandai dengan munculnya seluruh generasi para pelajar yang dengan bangga menyatakan bahwa mereka mencintai budaya pop . op cultur. (Duffet, 2. Twitter dan Aktivitas Penggemar Media sosial yang cukup populer di kalangan fandom adalah Twitter. Platform media sosial Twitter memiliki berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan oleh idola untuk terhubung dengan penggemarnya, begitupun sebaliknya (Wardani & Kusuma, 2. Tidak hanya untuk mendekatkan dengan idolanya. Twitter juga kerap digunakan para penggemar untuk saling berkomunikasi. Teknologi adalah perantara yang membuat pengaruh penggemar terwujud dan, yang terpenting menyebar (Booth, 2. Kemampuan dan aktivitas fandom digital menunjukkan fluiditas produktivitas semiotik, pengucapan, dan tekstual (Duffet, 2. Poin penting bahwa fandom digital memfasilitasi terbangunnya komunitas dalam skala besar yang sebelumnya tidak mungkin tercapai. Selain menerima informasi, penggemar juga bisa menjadi sumber informasi bagi penggemar lainnya (Wardani & Kusuma, 2. Pembuatan karya fan fiction juga banyak ditemukan pada platform Twitter. Sebelumnya, penggemar dapat mengikuti cerita fan fiksi di platform tertentu seperti Wattpad. Archive of our Own. Asianfanfics, dan Livejournal, tapi sekarang penggemar K-pop menganggap lebih mudah untuk membaca fan fiksi melalui media sosial, terutama Twitter (Bangun et al. , 2. Fan Fiction di Twitter Fan fiction merupakan cerita yang ditulis oleh penggemar dengan membuat karakter dengan sifat asli sang idola, atau bahkan imajinasi mereka sendiri (El Farabi, 2. Adanya fitur AuthreadAy pada Twitter, penulis dapat menciptakan dunia baru idola mereka (Bangun et al. , 2. Beberapa pembaca fan fiksi menemukan bahwa fan fiksi yang lama menggunakan penuh format naratif, lebih seperti tulisan panjang (Bangun et al. , 2. Sekarang dengan media sosial, penulis cenderung menggunakan fitur obrolan palsu . ake cha. , akun palsu . ake accoun. di Twitter, dengan konten lokal (Bangun et al. , 2. Berkembangnya internet dan teknologi saat ini juga berperan untuk semakin meningkatkan user generated content (UGC) pada masyarakat (El Farabi, 2. Salah satu yang berkembang dari UGC ini adalah kehadiran digital author. UGC menghadirkan cara baru pada budaya menulis dan publikasi karya seseorang (El Farabi, 2. Kehadiran UGC dalam industri baca memungkinkan seseorang yang belum berpengalaman dan tidak pernah membuat karya sebelumnya, untuk dapat membagikan karya mereka dengan berbagai macam bentuk, mulai dari musik, video, hingga tulisan (El Farabi, 2. Penggemar dapat menjadi penulis, didukung dengan adanya sosial media sebagai wadah untuk menyalurkan tulisan mereka. 999 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 996-1017 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Untuk penulisan fan fiction, penggemar dituntut memahami karakter asli sang idola agar sesuai dengan image yang dimilikinya (Syaharani & Mahadian, 2. Fan fiction merupakan salah bentuk dukungan yang dilakukan penggemar kepada Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait produksi teks yang dilakukan penggemar K-Pop sebagai digital author dalam menulis fan fiction yang merupakan bagian dari penggemar boyband AuSeventeenAy di Twitter. HASIL DAN PEMBAHASAN Guna mengetahui produksi teks yang dilakukan penggemar K-Pop sebagai digital author dalam menulis fan fiction di Twitter, pertama-tama peneliti perlu membahas terkait pemanfaatan akun Twitter sebagai penggemar. Dalam sub bagian kedua, peneliti fokus pada produksi teks yang dilakukan penggemar boyband AuSeventeenAy sebagai digital author di Twitter. Untuk sub bagian terakhir, peneliti membahas alasan dan motivasi penggemar boyband AuSeventeenAy sebagai digital author di Twitter. Pemanfaatan Akun Twitter sebagai Penggemar Hadirnya Korean Pop atau K-Pop merupakan bagian dari Hallyu wave. Musik K-Pop terdiri dari banyak musisi bahkan boyband / girlband. Boyband yang masih aktif hingga saat ini yaitu AySeventeenAy. Seventeen merupakan boyband asal Korea Selatan dengan 13 anggota (Tofani, 2. Anggota boyband AuSeventeenAy dimulai dari yaitu S. Woozi. Seungkwan. DK. Joshua. Jeonghan. Mingyu. Wonwo. Vernon. Hoshi. Dino. Jun, dan The8. Boyband yang dibentuk oleh Pledis Entertaiment tersebut berarti "tujuh belas", yaitu gabungan total dari 13 jumlah anggota, 3 dari jumlah sub-unit, dan 1 yang berarti "kesatuan tim" (Tofani, 2. Boyband AuSeventeenAy mulai debutnya pada tanggal 26 Mei 2015 dan kini dikenal sebagai AuSelf-producing idolAy karena keterlibatan anggota dalam penyusunan, pengembangan, dan pembuatan lagu dan juga koreografi (Tofani. Boyband AuSeventeenAy mencetak rekor sebagai album paling laris sepanjang sejarah K-Pop lewat mini album ke-10 yang berjudul AuFMLAy (CNN Indonesia, 2. Selain itu, boyband AuSeventeenAy juga mencetak rekor sebagai satu-satunya artis KPop yang berhasil melampaui 4 juta penjualan dalam minggu pertama perilisannya (CNN Indonesia, 2. Prestasi tersebut dapat terwujud karena hadirnya Perkembangan dukungan dari penggemar untuk idolanya kian berkembang, penggemar menjadi lebih kreatif dengan menulis karya berupa fan fiction. Fan fiction merupakan cerita yang ditulis oleh penggemar dengan membuat karakter dengan sifat asli sang idola, atau bahkan imajinasi mereka sendiri (El Farabi, 2. Fan fiction khususnya K-Pop pada saat ini lebih memiliki banyak peminat atau pembaca di platform Twitter. Hal tersebut dikarenakan para penggemar banyak menggunakan Twitter untuk aktivitas penggemar, hingga karya fan fiction juga dapat dengan mudah ditemukan di platform tersebut. Penggemar dapat menjadi penulis, didukung dengan adanya sosial media sebagai wadah untuk menyalurkan 1000 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 996-1017 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. tulisan mereka. Cavicchi, dikutip dalam Duffett berpendapat bahwa penggemar merujuk pada individu dan kelompok yang beragam, termasuk penggemar fanatik, penonton, penggemar, penggila, penguntit selebriti, kolektor, konsumen, anggota subkultur, dan seluruh khalayak, dan tergantung pada konteksnya, merujuk pada hubungan yang kompleks yang melibatkan afinitas, antusiasme, identifikasi, hasrat, obsesi, kerasukan, neurosis, histeria, konsumerisme, resistensi politik, atau kombinasi dari semua itu (Duffett, 2. Penggemar boyband AuSeventeenAy merupakan salah satu fandom yang memiliki karya fan fiction di Twitter. Platform media sosial Twitter memiliki berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan oleh idola untuk terhubung dengan penggemarnya, begitupun sebaliknya (Wardani & Kusuma, 2. Tidak hanya untuk mendekatkan dengan idolanya. Twitter juga kerap digunakan para penggemar untuk saling berkomunikasi. Terkadang sebagian penggemar berbedabeda dalam memanfaatkan akun Twitter yang dimilikinya. Terdapat author yang memiliki berbagai akun Twitter dengan kegunaan yang berbeda. Adanya media sosial bukan sekedar tempat berbagi aktivitas seharihari, seperti buku harian seseorang atau tempat menyimpan kenangan dan momen indah seseorang, tetapi fungsinya jauh lebih kompleks dan beragam (Yuniasti. Akun tersebut meliputi fan account dan akun pribadi. Pemanfaatan fan account yang dimilikinya digunakan sebagai akun menulis fan fiksi, mendukung boyband AuSeventeenAy, dan mencari hiburan yang terkait dengan aktivitas Selain itu author merasa bahwa tidak semua orang sudah terbiasa akan hadirnya fan fiksi, kecuali penggemar itu sendiri yang memang sudah mengerti tentang fan fiksi. Maka dari itu author memanfaatkan fan account yang dimilikinya untuk aktivitas penggemar termasuk menulis pada platform Twitter. AuAUntuk saat ini sih aku cuma punya satu fan account yang merangkap juga untuk writing account, reading account, semuanya sih mainly di situ. Jadi akun untuk nulis dan nge-hype mereka jadi satu di akun itu. Samely karena aku mau membedakan antara akun real life aku sama akun seneng-seneng gitu. Nah disini aku kaya lebih bisa lebih mudah nge-express myself gitu. Kaya sebenernya konsep fan fiction sendiri di mata orang awam masih agak aneh kan maksudnya gak lazim gitu. Kayanya lebih comfortable buat ngelakuin itu di ruang yang emang orang-orang yang udah biasa udah menerima itu, mangkanya akhirnya bikin fan account. Ay (Hasil Wawancara dengan informan 2, 29 Mei 2. Dalam pemanfaatan akun Twitter terdapat author yang membedakan kegunaan akun untuk menulis fan fiksi dan akun untuk mendukung aktivitas penggemar . an accoun. Author memanfaatkan fan account yang dimilikinya hanya untuk aktivtias penggemar seperti mencari informasi terkait boyband AuSeventeenAy dan berinteraksi dengan sesama penggemar. Sedangkan untuk akun menulis hanya digunakan untuk membagikan karya fan fiction-nya. AuAselalu ngebedain sih, awalnya kan emang tadinya aku cuma punya akun Twitter buat fangirling aja gitu. Terus pas mulai serius nulis fan fiksinya AuSeventeenAy aku ngebedain gitu, maksudnya biar gak kecampur-campur sih gitu. Karena kan kalau 1001 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 996-1017 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. misalkan di campur sama akun fangirling jadi berisik gitu di aku kaya aku bedain gitu, jadi pastinya punya sih sendiri-sendiri gituAAy (Hasil Wawancara dengan informan 4, 4 Juni 2. Dalam pemanfaatan akun Twitter sebagai penggemar, seluruh author memiliki setidaknya fan account sebagai media untuk menulis fan fiction, berinteraksi dengan sesama penggemar, dan mencari informasi terkait boyband AuSeventeenAy. Hal tersebut bagian dari aktivitas penggemar yang dilakukan di Twitter. Sebagian besar author menyatakan bahwa mereka membedakan kegunaan akun pribadi dan fan account yang mereka punya. Hal tersebut dikarenakan agar fungsi dari setiap akun tidak tercampur. Produksi Teks Penggemar Boyband AuSeventeenAy di Twitter Untuk penulisan cerita fan fiction terdapat beberapa tahap, sebelum akhirnya fan fiction tersebut diunggah di Twitter. Sekarang dengan media sosial, penulis cenderung menggunakan fitur obrolan palsu . ake cha. , akun palsu . ake accoun. di Twitter, dengan konten lokal (Bangun et al. , 2. Untuk fan fiction di Twitter sendiri memiliki ciri khas yaitu visualisasi yang berbentuk sosial media. Biasanya visualisasi tersebut berupa gambar pesan/obrolan palsu . ake cha. Twitter palsu, hingga Instagram palsu. Beberapa pembaca fan fiksi, menemukan bahwa fan fiksi yang lama menggunakan penuh format naratif, lebih seperti tulisan panjang (Bangun et al. , 2. Hal tersebut dapat menjadi tanda perkembangan fan fiction yang dulu berupa narasi, namun kini terdapat visualisasi gambar yang semakin membuat cerita fiksi terasa nyata. Seluruh author yang menggunakan beberapa aplikasi di luar platform Twitter untuk visualisasi ceritanya. Untuk menggambarkan akun Twitter palsu yang dibuat untuk mendukung tokoh karakter pada ceritanya, author menggunakan aplikasi Twinote. Dalam menggambarkan tokoh karakter anggota boyband AuSeventeenAy, author akan menyertakan foto dari anggota boyband AuSeventeenAy yang di unggah pada akun Twitter palsu tersebut. Para author juga akan menuangkan kebiasaan anggota boyband AuSeventeenAy dengan tweet yang di unggah pada akun Twitter palsu. Sama halnya dengan Twitter, pada media sosial palsu lainnya author akan menonjolkan karakter anggota boyband AuSeventeenAy dengan foto dan Kebiasaan tersebut berupa ciri khas atau gaya menulis yang biasa di tunjukan oleh anggota boyband AuSeventeenAy. Sedangkan untuk menggambarkan akun Instagram palsu, author menggunakan aplikasi Intar Fake dan Instagram. Bahkan jika perlu untuk email palsu, author akan membuat akun email baru untuk karakter ceritanya. AuAUntuk visualisasi kaya fake chat, fake Instagram pakai aplikasi yang bedabeda semua sih kak. Biasanya buat fake chat suka aku tulis di notes hp dulu, baru aku pindahin ke aplikasi fake chat-nya. Butuh penyimpanan hp yang memadai, karena aplikasinya ada 3 sih kak hehehe. Kalau misalnya buat fake chat-nya itu aku pake pake aplikasi namanya iFake sama MeMi Message, terus kalau buat fake tweet-nya aku pake aplikasi namanya Twinote, terus kalau buat Instragram itu kalau feed Instagram-nya ada aplikasi namanya kalau gak salah Intar Fake. Tapi kalau buat 1002 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 996-1017 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. snapgram itu aku pakai Instagram asli. Terus buat DM itu pake aplikasi namanya iFake, jadi emang kaya butuh banyak aplikasi sih kak. Kalau buat email itu aku pake email asli, jadi aku sampe buat akun email buat karakter aku. Ay (Hasil Wawancara dengan informan 3, 29 Mei 2. Gambar 1. Visualisasi Instagram Palsu Sumber: Akun Twitter Informan 3. Juni 2023 Gambar 2. Visualisai Akun Twitter Palsu Sumber: Akun Twitter Informan informan 2. Juni 2023 Untuk visualisasi pesan palsu, author biasanya menggunakan berbagai Aplikasi tersebut meliputi iFake dan MeMi Message. Social Maker. Fake All. Whatsfun, dan TalkMaker. Terdapat author yang juga menggunakan Canva untuk edit visualisasi profil palsu. Dalam menggambarkan karakter melalui pesan palsu, 1003 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 996-1017 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. seluruh author sebisa mungkin akan membuat tokoh yang mirip dengan karakter yang dimiliki anggota boyband AuSeventeenAy. Para author akan menerapkan kebiasaan anggota boyband AuSeventeenAy yang telah diamati. Dalam menuangkan ke dalam pesan palsu, author akan menggambarkan karakternya dengan cara tokoh tersebut berkirim pesan dan caranya menyikapi suatu masalah. Hal tersebut dilakukan author agar pembaca merasa dekat dan kenal dengan karakter yang telah di buat. Agar pembaca tidak merasa aneh atau asing dengan karakter di cerita Author akan mencatat poin-poin penting terlebih dahulu, sebelum akhirnya menuangkan pesan yang harus di gambarkan pada aplikasi pesan palsu AuAKalau aplikasi chat pake iFake sama MeMi Message, kalau Twitter pake Twinote, dan kalau kayak fake profile, email, dan lain lain biasanya aku edit di Canvaa. Tahapannya biasanya aku draft dulu hal-hal penting yang harus di highlight di chat ituu, terus baru deh di visualisasikan lewat chatAAy (Hasil Wawancara dengan informan 1, 1 Juni 2. Gambar 3. Visualisasi Profil Palsu Sumber: Akun Twitter Informan 1. Juni 2023 1004 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 996-1017 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Gambar 4. Visualisasi Pesan Palsu Sumber: Akun Twitter Informan informan 1. Juni 2023 Sedangkan untuk pembuatan narasi, biasanya author hanya menggunakan fitur catatan atau notes yang ada di ponselnya. Sebelum menuangkan yang harus di tuliskan pada aplikasi pesan palsu, author telah memiliki gambaran kasar tentang topik obrolan. Dalam narasi, author kerap menuangkan situasi yang tidak dapat dijelaskan dengan visualisasi media sosial palsu atau pesan palsu. Selain itu dalam menulis narasi, terdapat pula author yang memanfaatkan platform seperti Medium dan Write. Terdapat pula author yang berkreasi dengan menggunakan aplikasi Canva. Gambar 5. Visualisasi Narasi Sumber: Akun Twitter Informan informan 2. Juni 2023 Untuk membuat pembaca tertarik untuk membaca fan fiction-nya, terdapat author yang membuat playlist lagu, video teaser, sampul/cover untuk ceritanya. Dalam pembuatan visualisasi tersebut, author akan menggambarkan visualisasi dengan adanya foto atau cuplikan video dari anggota boyband AuSeventeenAy. Untuk 1005 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 996-1017 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. pembuatan video teaser, author akan menggunakan aplikasi InShot. Video yang didapatkan dengan menggabungkan cuplikan yang telah di siapkan dari berbagai Sedangkan untuk membuat visualisasi playlist lagu, author menggunakan aplikasi Canva untuk sampul dengan mencari referensi lagu yang cocok pada aplikasi Spotify. Untuk membuat sampul cerita, biasanya author akan menggunakan aplikasi Canva. AuAAku tuh suka bikin video teaser ala-ala atau gak bikin playlist gitu. Untuk visualisasi kayak chat atau narasi yang sudah matang itu awalnya aku bakal nulis secara mentah di notes atau Google Document. Baru aku masukin ke aplikasinya dan biasanya bakalan aku cek lagi sekiranya dialognya udah pas atau belum. Sama dengan narasi, aku bakal drafting dulu di notes atau Google Document baru aku aplikasikan ke aplikasi Medium. Write. as, atau kalau dalam bentuk foto di Canva. Untuk aplikasi chat-nya sejauh ini aku lebih nyaman pakai yang namanya TalkMaker, bentukannya kayak KakaoTalk gitu tapi aksesnya lebih gampang. Kadang aku pakai iFake juga dan biasanya dalam tampilan WA (Whatsap. Sama aplikasi TwiNote untuk fake twitter. Aplikasi Medium untuk narasi kalau dalam bentuk link atau situs. Kalau buat trailer ala-ala tuh agak sulit sebenarnya. Aku bakal cari banyak potongan adegan yang mewakilkan isi dan tujuan ceritanya di YouTube atau Twitter, atau Pinterest. Aplikasi yang dipakai untuk editing-nya sejauh ini aku nyaman di InShot. Untuk pembuatan playlist-nya lebih ke seru, sih. Aku suka pakein cover ala-ala juga biar kayak playlist drama/film hahahaA dan itu aku buat dengan bantuan Canva. Iyaa ternyata ribet juga bikinnya, padahal nulis tinggal nulis aja tapi karena di Twitter, jadi harus banyak variasinya biar kelihatan menarik buat dibaca. Ay (Hasil Wawancara dengan informan 4, 4 Juni 2. Gambar 6. Visualisasi Playlist Lagu Sumber: Akun Twitter Informan informan 4. Juni 2023 1006 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 996-1017 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Gambar 7. Visualisasi Video Teaser Sumber: Akun Twitter Informan informan 4. Juni 2023 Gambar 8. Visualisasi Sampul Sumber: Akun Twitter Informan 5. Juni 2023 Untuk tahap visualisasi dalam pembuatan fan fiction, seluruh author menggunakan berbagai aplikasi di luar platform Twitter. Visualisasi yang gambarkan oleh author yaitu berbagai akun fiksi atau akun palsu untuk gambaran pesan palsu dari berbagai aplikasi untuk mendukung karakter pada cerita fan Selain pesan palsu, terdapat author yang bahkan membuat cover atau sampul untuk ceritanya. Selain itu, terdapat visualisasi lain seperti video teaser dan playlist lagu. Banyaknya variasi tersebut agar fan fiction yang di buat lebih menarik untuk dibaca, terlebih di platform Twitter. Hal tersebut menunjukan tahap pembuatan visualisasi yang dilakukan oleh para digital author di Twitter. Proses kreatif merupakan langkah awal sebelum menulis fan fiction. Proses kreatif merupakan aktivitas seorang digital author dalam pencarian ide cerita. Selain pencarian ide cerita, terdapat aktivitas pembuatan alur/plot, pembuatan karakter tokoh idola, dan observasi (Syaharani & Mahadian, 2. Terdapat tiga macam 1007 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 996-1017 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. observasi yang dilakukan yaitu observasi data & informasi, observasi karakter, dan observasi lokasi (Syaharani & Mahadian, 2. Proses kreatif juga menunjukan tahap dalam pengelolaan munculnya ide mentah. Tahapan ini yang akan menjadi informasi terkait proses kreatif fan fiction terutama pada platform Twitter. Seluruh digital author melakukan proses kreatif. Seluruh digital author melakukan tahap pencarian ide cerita, pembuatan alur/plot, pembuatan karakter tokoh idola, dan observasi. Proses kreatif yang dilakukan seluruh digital author berbeda-beda. Pencarian ide yang dilakukan seperti melihat drama, pengalaman pribadi, pengalaman orang sekitar, topik yang sedang ramai, dan lain-lain. Setelah mendapatkan ide, maka ide tersebut akan diolah dengan sudut pandang digital author dalam menentukan alur atau karakter. AuAKayanya ada yang aku dapet dari cerita-cerita yang aku dengar gitu. Mungkin ceritanya temen aku atau cerita yang aku dengar lewat podcast gitu, atau mungkin cerita yang aku temuin di lirik lagu, itu di intinya sih. Terus gimana aku ngembanginnya kayanya halu aja sih. Untuk alur atau pembuatan karakter yang aku dapet buat ide dari cerita punya orang lain mungkin bisa aku buat jadiin cerita, tapi gak originally cerita yang aku denger gitu. Kayanya emA aku berimajinasi aja sih, kira-kira dari point of view aku cerita ini bakal kaya mana gitu, kemudian untuk mengembangkan karakter ceritanya aku bakal ngehubungin juga sama ending cerita yang mau kaya mana gitu sihAAy (Hasil Wawancara dengan informan 2, 29 Mei 2. Dalam proses kreatif terdapat unsur-unsur penting dari fan fiction seperti alur atau plot cerita dan juga karakter (Syaharani & Mahadian, 2. Misalnya bila alur atau plot cerita tidak dipikirkan secara matang, maka fan fiction cenderung memiliki alur/plot yang tidak jelas (Tunshorin, 2. Terdapat digital author yang dari awal telah memiliki gambaran penulisan agar alur/plot dapat tertata dengan Dengan membuat alur atau plot terlebih dahulu, memudahkan digital author dalam proses menulis karena memiliki acuan dalam menulis. Terdapat pula digital author yang menuliskan alur/plot secara spotan. Alur atau plot yang dimiliki oleh digital author yang spontan, cenderung mendapatkan ide ketika proses menulis. AuAKalau untuk plot/alur aku biasanya buat garis besarnya dulu, kaya misalnya pembuka kaya gini, ending-nya gini, ploblem-nya ini. Tapi biasanya aku udah punya ide utamanya kaya aku mau A-Z misalnya, tapi buat detail-detailnya tuh kadang sejalannya aja sih kak. Yang penting tuh aku udah tau alur utamanya konflik utamanya apa, terus kaya poin penting dari ceritanya tuh apa gitu selebihnya sih aku let it flow aja heheheAAy (Hasil Wawancara dengan informan 3, 29 Mei 2. Dalam pembuatan karakter, seluruh digital author setidaknya akan melihat konten video terkait boyband AuSeventeenAy. Bila penggemar K-Pop dapat mengetahui karakter idola dengan baik, tentunya akan membuat karakter idola terlihat sesuai dengan alur sehingga membuat cerita menjadi semakin hidup (Syaharani & Mahadian, 2. Para digital author akan melihat konten video seperti acara ragam dan siaran langsung. Untuk penulisan fan fiction, penggemar dituntut memahami karakter asli sang idola agar sesuai dengan image yang dimilikinya (Syaharani & Mahadian, 2. Selain melihat konten sebagai referensi pembuatan karakter, 1008 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 996-1017 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. sebagian dari digital author juga membaca hasil wawancara dan memperhatikan ucapan atau gaya penulisan anggota boyband Seventeen di siaran langsung dan unggahan di sosial media. Hal tersebut agar digital author dapat menyesuaikan karakter boyband AuSeventeenAy untuk dijadikan karakter atau tokoh pada cerita fan AuApasti dari nonton konten mereka ya, nonton konten mereka mengamati cara mereka berbicara terus karakter mereka cara mereka memandang sesuatu gitu, seperti opini mereka tentang sesuatu, terus baca interview mereka. Terus nonton konten member lain karena kadang member juga kasih pendapat tentang member lain juga jadi kita ohhA tau ada satu sisi yang dari member ternyata gak di update di konten manapun. Dalam setiap tulisanku aku usahakan mirip sama member sih, karakter pesona member 70-80% lah miripAAy (Hasil Wawancara dengan informan 5, 3 Juni 2. Dalam mengembangkan tokoh karakter, author akan menonjolkan ciri khas atau kebiasaan yang di miliki oleh anggota boyband AuSeventeenAy. Ciri khas atau kebiasaan tersebut yang di adopsi dari beberapa renferensi. Contohnya seperti author yang mengembangkan karakter salah satu anggota boyband AuSeventeenAy. Wonwoo anggota boyband AuSeventeenAy memiliki citra jarang bicara, pendiam, dan Kebiasaan tersebut yang akan di adopsi oleh author, untuk dijadikan tokoh karakter yang dingin dalam pembuatan fan fiction. AuAkalau di Weverse kan mereka nulis tuh. Nah gaya penulisan mereka kalau nulis atau gak kalau lagi ngomong. Misalnya kalau Wonwoo kan orangnya gak banyak omong kan, pendiem terus juga orangnya kan kaya perfeksionis banget nih, serius banget gitu orangnya, jadi aku membuat karakter yang di cerita aku itu juga sama kaya orangnya juga dinginAAy (Hasil Wawancara dengan informan 1, 1 Juni Selain itu terdapat author yang tidak membuat karakter yang mirip dengan karakter anggota boyband AuSeventeenAy. Author menganggap bahwa fan fiksi tidak harus memiliki tokoh dengan karakter yang mirip dengan yang dimiliki anggota boyband AuSeventeenAy. Hal tersebut agar fan fiction dapat dibaca oleh semua orang. Author lebih menonjolkan anggota boyband AuSeventeenAy pada visualisasinya untuk membangun karakter yang di inginkan. AuAKalau di bilang persis tuh jujur gak semuanya sih, maksudnya mau karakter yang bikin tuh gak tentu sesuai banget sama karakter aslinya gitu, mungkin ada tapi ibaratnya ngambil sebagian dari karakter dia untuk di masukin di karakter cerita aku Terus juga dia aku jadi kaya lebih ke minjem visualisasinya dia buat mencocokkan karakter utama yang aku bangun gitu, dan udah pasti beda-beda gitu. Jadi gak sepenuhnya harus plek ketiplek dia gitu, karena untuk apa yaA namanya juga fan fiksi yaA untuk visualisasinya itu untuk membangun karakter yang aku pikirin Karena memang cocok di dia meskipun karakter bukan dia AAy (Hasil Wawancara dengan informan 4, 4 Juni 2. Sedangkan untuk observasi, sebagian digital author akan mencari referensi terkait latar tempat, latar belakang suatu profesi/pekerjaan, bahkan sifat atau 1009 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 996-1017 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Para digital author melakukan observasi dengan mencari informasi dengan melihat video, membaca artikel, mencari di Google, dan membaca jurnal. Untuk ide dengan latar lokal, maka kebanyakan digital author menggunakam pengalaman pribadi sebagai bahan ceritanya. Berbagai observasi yang dilakukan agar cerita fan fiction yang ditulis terlihat lebih nyata. AuAkalau misalnya observasi itu, aku kalau latar belakang, misalnya pekerjaan tertentu gitu ya, akuntan atau orang pajak gitu aku nanya ke temenku yang punya background terkait dengan profesi tersebut gitu. Jadi aku gak sembarangan dalam membuat background member tinggal dimana, menjadi apa. Karena aku juga riset dulu dari sumber-sumber yang bisa aku peroleh gitu yang valid. Jadi observasi pasti aku lakuin dari internet terus dari temen-temenku juga, dan dari pengalamanku. Ay (Hasil Wawancara dengan informan 5, 3 Juni 2. Terdapat pertimbangan sebelum digital author mengunggah atau mulai menuliskan ide yang dimilikinya. Pertimbangan yang membuat akhirnya digital author memutuskan ide tersebut akan diunggah atau tidak. Pertimbangan tersebut meliputi suasana hati, ide tidak menyinggung, ide yang menarik, antusias pembaca, keberlanjutan ide, lalu alur dan penyelesaian cerita. Seluruh digital author memiliki pertimbangan yang matang untuk memutuskan ide tersebut dapat diunggah dan dinikmati pembaca. AuApertimbangan ide yang pasti aku harus tau aku mau bikin cerita itu karna aku yang mau atau cuma ikut-ikutan aja wkwk. Biasanya aku ngehindarin sesuatu yang cuma hype jadinya aku gak asik waktu nulisnya. Terus biasanya aku harus mikir ini topik sensitif gak untuk sebagian orang, karena Twitter luas banget aku gak mau ada yang tersinggung karena ceritaku. Yang terakhir yaa liat audience suka baca cerita kayak gimana sih gitu biar mereka pas baca tertarik karena relate sama kehidupanAAy (Hasil Wawancara dengan informan 1, 1 Juni 2. Seluruh author melakukan proses kreatif. Seluruh author melakukan tahap pencarian ide cerita, pembuatan alur/plot, pembuatan karakter tokoh idola, dan Proses kreatif yang dilakukan seluruh informan berbeda-beda. Pencarian ide yang dilakukan informan bermacam seperti melihat drama, pengalaman pribadi, pengalaman orang sekitar, topik yang sedang ramai, dan lain-lain. Sebagian besar informan mulai membuat alur/plot setelah memiliki ide cerita atau setelah melakukan oservasi. Dalam pembuatan karakter, seluruh informan setidaknya akan melihat konten video terkait boyband AuSeventeenAy. Sedangkan untuk observasi, sebagian informan akan mencari referensi terkait latar tempat, latar belakang suatu profesi/pekerjaan, bahkan sifat atau kebiasaan. Hal tersebut menunjukan proses kreatif yang dilakukan oleh para digital author di Twitter. Proses menulis merupakan langkah selanjutnya setelah proses kreatif. Proses menulis merupakan aktivitas seorang digital author dalam menuangkan ide dalam ceritanya. Tahap menulis adalah proses yang dilakukan oleh penggemar dalam menciptakan fan fiction ketika mengolah ide, alur, dan juga karakter ke dalam bentuk tulisan sebelum diunggah (Syaharani & Mahadian, 2. Proses menulis juga menunjukan proses menulis fan fiction pada platform Twitter. Dalam proses 1010 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 996-1017 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. menulis pencipta harus menuangkan ide ke dalam bentuk paragraf dan membuat pembaca mendapatkan pesan yang dimaksudkan oleh sang pencipta fan fiction (Syaharani & Mahadian, 2. Seluruh author mencatat atau menulis idenya. AuAaku kayanya kalau misal ada prompt . yang udah bener-bener menurut aku menarik, aku bakal aku tulisin dulu. Tapi sekedar prompt, tapi ketika aku udah mutusin aku akan mengerjakan prompt ini, balik tadi kaya yang aku bilang tadi disitu tuh aku baru nulis yang kerangka nya gitu. Kemudian untuk per kali aku upload itu aku bakal nyusun kaya kerangka yang berbeda gitu loh. Jadi ada kaya kerangka yang luas dengan alur-alur kasar, nah per kali aku update itu aku bakal ambil sebagian terus di detailin lagi nih gitu. Harus ada patokannya dulu untuk nulis kaya kerangka tadi. HmmA nunggu mood iya kayanya cuma aku berhubung aku ISTJ banget ya, aku suka hal yang organized jadi aku biasanya punya jadwal tersendiri Jadi kayanya aku mengumpulkan apa niat dan kerangka-kerangka kasarnya itu di hari Senin sampai Rabu, terus Kamis sampai weekend aku baru mengerjakan. Ay (Hasil Wawancara dengan informan 2, 29 Mei 2. Dalam menulis idenya seluruh author memiliki cara yang berbeda. Untuk menuliskan idenya mereka memanfaatkan fitur catatan atau notes di ponsel, fitur draft di twitter, bahkan perekam suara di ponsel. Seluruh author menuliskan ide, alur, bahkan konflik yang dimilikinya agar tidak lupa. Terdapat author yang menuliskan idenya dalam bentuk sinopsis dan kerangka kasar, menulis mulai dari alur hingga pembuatan judul sekaligus, dan ada yang sekedar menuliskan poin Hal tersebut menunjukan proses menulis yang dilakukan oleh para digital author sebelum mengunggah di Twitter. Proses editing & posting merupakan langkah selanjutnya setelah proses Editing adalah proses penyuntingan tulisan yang telah dibuat sebelum masuk ke dalam tahap posting (Syaharani & Mahadian, 2. Sedangkan proses posting adalah proses mengunggah fan fiction yang dibuat oleh penggemar K-Pop ke media (Tunshorin, 2. Proses editing & posting juga menunjukan tahap-dalam menyunting dan mengunggah fan fiction pada platform Twitter. Seluruh author melakukan proses penyuntingan. Pada tahap ini, penggemar K-Pop melakukan pengoreksian dan revisi terhadap cerita yang mereka buat (Syaharani & Mahadian. AuAsebelum nulis aku tuh kaya selalu crosscheck berkali-kali. Misalnya kaya narasi deh, narasi tuh aku bisa baca sekitar 5 kali sebelum update. Karena aku tuh orangnya gak suka typo banget, jadinya itu emang yang harus aku liatin sih sebelum di upload. Kaya typo terus misalnya ada kata-kata yang bukan Indonesia aku italic gitu gitu. Sebenernya kaya cuma kecil-kecil gitu sih, cuma kan kalau misalnya ada kaya kesalahan dalam menulis aku nya juga jadi gak puas terus nanti yang baca jadi kaya juga ikutan kaya kok typo sih kok gini sih, kaya lagi serius-serius nih baca terus kaya AuIhh kok typoAy. Jadi kaya gak masuk dalam cerita gitu. Itu kan salah satu hal penting juga ya, walaupun cuma kaya EYD, titik, koma, gitu gitu sih. Bener, takutnya malah gak fokus ke ceritanya soalnya ada kesalahan. Ay (Hasil Wawancara dengan informan 1, 1 Juni 2. 1011 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 996-1017 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Seluruh author menyunting bagian yang dianggap harus diperbaiki sebelum di unggah di Twitter. Penyuntingan yang dilakukan seluruh author berbeda-beda. Sebagian besar author akan menyunting bagian yang terdapat kesalahan penulisan atau typo. Para author akan membaca ulang terkait cerita yang sudah di tulis untuk memperbaiki yang sekiranya harus diperbaiki. Ada juga author yang memperhatikan EYD agar mudah di pahami pembaca dan memperhatikan stampel waktu dalam penulisannya. Terdapat beberapa author yang telah meminimalisir adanya penyuntingan, yaitu dengan membuat poin-poin penting sebelum menulis. Setelah tulisan disunting, maka author akan mengunggah fan fiction tersebut di Twitter. Hal tersebut menunjukan proses editing yang dilakukan oleh para digital author sebelum posting ceritanya di Twitter. Alasan dan Motivasi Penggemar dalam Menulis Fan Fiction Melihat perkembangan fan fiction di Twitter, menandakan banyak penggemar yang mulai menuliskan karyanya. Tidak ada batasan saat dihubungkan dengan kreativitas, yang membuat waktu dan tempat bukan lagi alasan ketika seorang penggemar ingin membuat cerita tentang idolanya (El Farabi, 2. Beberapa penggemar merasa banyak hal yang dapat mereka ceritakan yang berkaitan dengan idola mereka. Ditambah dengan adanya media sosial seperti Twitter yang memudahkan penggemar dalam menulis fan fiction. Alasan dari penggemar dalam menulis akan menunjukkan tujuannya dalam membuat fan fiction. AuA sebenernya aku tuh cuma mau kaya doyan nulis gitu dari kecil cuma kan emang eA jarang kaya tersalurkan gitu kan tulisanku. Terus waktu itu juga pernah nulis di Wattpad, tapi tuh kaya aku gak terlalu suka sama platform-nya gitu. Jadi kaya semua orang bisa baca, kan kalau di Twitter kan kaya ya buat yang baca paling utama kan followers gitu gitu. Jadi yang emang udah tau AuSeventeenAy gitu, yang awalnya aku nulis karena emang kaya aku suka nulis gitu kan tadi. Terus karena menurutku AuSeventeenAy itu punya karakter yang bener-bener eA. beda-beda gitu tiap Unik, karena masing masing orang punya gaya dan ciri khas masing masing. Misal Dokyeom itu orangnya soft kalau sama penggemar jadi kayak sweet banget gitu, kalau Wonwoo ya keliatan banget aura pendiem dan dinginnya kan. Jadinya kaya oh ini seru nih terus akhirnya aku mulai nge-drop kaya prompt itu, terus akhirnya kaya ternyata banyak yang sukay (Hasil Wawancara dengan informan 1, 1 Juni 2. Seluruh author memiliki alasan yang berbeda-beda untuk menulis fan fiction. Alasan untuk menulis mulai dari karena suka menulis, bentuk fangirling, dan karena penggemar usai melihat konser. Seluruh informan pernah menulis fiksi atau fan fiksi Hal tersebut menunjukan bahwa seluruh informan memiliki alasan dalam menulis fan fiction tentang boyband AuSeventeenAy di Twitter. Adanya fan fiction biasanya dimulai karena penggemar ingin menuliskan cerita terkait idolanya. Untuk Beberapa tahun belakangan ini, banyak penggemar KPop di Indonesia yang menikmati Fan Ficiton berbasis lokal dari grup favorit mereka (Bangun et al. , 2. Cerita tersebut yang biasa di sebut fan fiction, kerap disukai oleh sesama penggemar idola tersebut. Munculnya fan fiction di Twitter, membuat semua orang bisa membaca bahkan bila mereka bukan bagian dari penggemar idola 1012 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 996-1017 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Dalam menulis fan fiction, kebanyakan penggemar sekaligus digital author hanya menuliskan apa yang ingin ditulis tanpa memikirkan target pembaca. AuAawalnya aku niat itu buat AuCaratAy aja sih kak awalnya. Terus yaudah aku buat aja karena aku pengen biar ada bacaan gitu. Tapi ternyata setelah aku lihat di Tellonym, tello itu kaya yang anonim itu ya kak. Ada yang curhat katanya awalnya dia bukan AuCaratAy tapi dari cerita aku dia jadi AuCaratAy. Ada, kebetulan ada yang curhat kalau dia waktu itu bilangnya dari fandom lain sih kak. Terus dia curhat, banyak sih waktu itu. Biasanya Hybe stan sih kak, grup dari Hybe Label gitu biasanya yang pada into ke AuSeventeenAy baru-baru ini. Terus dari itu aku jadi ngerasa berarti lumayan nih bisa buat narik non-Carat buat ikut baca dan ikut nge-hype AuSeventeenAy juga. Cuma waktu itu aku ngerasa kaya ohhA berarti cerita aku juga bisa menjangkau selain AuCaratAy jadi ya kenapa gak di jadiin media buat ngenalin AuSeventeenAy juga ke yang gak Dari yang sebelumnya yang hanya untuk AuCaratAy jadi lebih universal, siapa aja bisa menikmati cerita aku. Ay (Hasil Wawancara dengan informan 3, 29 Mei 2. Seluruh author menujukan fan fiction untuk penggemar boyband AuSeventeenAy. Banyak dari informan yang berharap agar fan fiction tentang boyband AuSeventeenAy dapat dibaca oleh semua kalangan. Hal tersebut dibuktikan dengan mayoritas informan yang memiliki pembaca yang bukan penggemar boyband AuSeventeenAy. Adanya pembaca yang bukan penggemar boyband AuSeventeenAy menunjukkan bahwa fan fiction dapat di nikmati oleh semua orang. Fan fiction dapat menjadi media untuk menarik khalayak umum untuk dapat mengenal boyband AuSeventeenAy. Melihat adanya fan fiction di Twitter yang ditulis oleh penggemar, menandakan banyak penggemar yang mulai menuliskan karyanya. Dari fandom mereka, penulis mulai membuat teks baru menggunakan teknologi sosial digital untuk membagikan karya mereka secara digital dengan kelompok tertentu (Johnson, 2. Tahap-tahap yang dilakukan dalam pembuatan fan fiction juga sangat rumit. Meskipun proses pembuatan yang rumit, hingga saat ini masih banyak penggemar yang menulis fan fiction. Hal tersebut karena penggemar memiliki motivasi dalam menulis fan fiction tentang boyband AuSeventeenAy di Twitter. AuAyang bikin aku termotivasi kan dasarnya aku tuh suka nulis, terus aku suka sama AuSeventeenAy gitu jadi kenapa gak memanfaatkan kegemaran aku untuk mengasah skill menulis aku gitu. Jadi selain untuk memenuhi ekspetasi imajiansi aku, atau menuangkan ide-ide aku untuk cerita mereka tuh aku juga bisa mengembangkan kemampuan aku dalam menulis cerita-cerita yang aku buat gitu. Di sisi lain juga menghibur diri aku sendiri sih, dan menghibur orang-orang yang bisa menemukan aku gitu, itu sih motivasi akuAAy (Hasil Wawancara dengan informan 4, 4 Juni 2. Seluruh author memiliki motivasi untuk menulis fan fiction. Motivasi antara setiap informan berbeda-beda. Motivasi untuk menulis fan fiction mulai dari kegemaran dalam menulis, eksistensi pembaca, dan untuk melepaskan stres. Hadirnya boyband AuSeventeenAy juga membuat seluruh informan menulis fan fiction. Hal tersebut membuktikan bahwa terdapat motivasi dibalik seorang digital author dalam menulis fan fiction di Twitter. 1013 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 996-1017 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Dalam penulisan fan fiction, terlebih di Twitter pembaca kerap meninggalkan umpan balik. Pembaca dapat dengan mudah membagikan opini mereka, memberikan komentar, dan me-retweet bagian yang mereka sukai (Bangun et al. , 2. Umpan balik dapat berupa mengomentari tulisan fan fiction terkait. Terdapat berbagai cara dalam menyampaikan umpan balik pada platform Twitter. Kebanyakan penulis akan membuat tautan untuk memberikan umpan balik dengan Hal tersebut agar pembaca dapat dengan bebas mengekspresikan opininya. AuAaku selalu membalas pertanyaan anonim, karena kan aku juga punya akun Curiouscat kan terus aku selalu membalas pembaca juga. Kalau ada DM yang masuk aku juga selalu balas sih karena mereka memberikan feedback gitu, kritik, saran, apresiasi juga jadi aku pasti usahakan untuk membalas DM mereka gitu. Kalau misalnya mereka quote retweet juga aku usahain likes terus reply juga. Seneng sih lega gitu karena aku jadi tau gimana pemikiran pembaca setelah baca update ku yang terakhir gitu. Terus mereka ternyata suka ohhA jadi seneng dan semangat gitu loh buat lanjutin update. Ay (Hasil Wawancara dengan informan 5, 3 Juni 2. Seluruh author mendapatkan umpan balik dari pembaca. Dalam menyampaikan umpan balik, terdapat berbagai fitur untuk digunakan. Seluruh informan memanfaatkan platform pesan anonim, agar pembaca dapat dengan bebas menuliskan opininya. Umpan balik yang diberikan pembaca, membuat seluruh informan bahagia. Hal tersebut membuktikan bahwa umpan balik yang diberikan pembaca juga mempengaruhi perasaan penulis. KESIMPULAN DAN SARAN Produksi teks merupakan kegiatan seorang author dalam membuat sebuah karya fan fiction. Fan fiction yaitu sebuah karya tulisan berupa cerita fiksi yang ditulis oleh penggemar dengan tokoh atau karakter idolanya. Dalam pembuatan fan fiction, author melewati beberapa proses. Proses tersebut meliputi tahap visualisasi, proses kreatif, proses menulis, dan proses editing & posting. Dalam tahap visualisasi, author akan menuangkan karakter dari idolanya dengan menggunakan aplikasi pesan/obrolan palsu hingga akun media sosial palsu. Gaya penulisan dalam berkirim pesan, cara menghadapi suatu masalah, dan gambar dari idola itu sendiri merupakan cara author menggambarkan karakter idolanya. Untuk tahap kreatif author melakukan pencarian ide cerita, membuat alur/plot, membuat karakter tokoh idola, dan observasi. Bila author telah mendapatkan ide, maka ide tersebut akan diolah dengan sudut pandang digital author dalam menentukan alur atau karakter. Observasi dalam mencari informasi yang dilakukan author, untuk mendukung cerita fan fiction agar lebih terasa nyata. Author menuliskan ide, alur, bahkan konflik yang dimilikinya agar dapat mengingat ide yang di miliki. Dalam proses menulis author menuliskan idenya author menuangkan dalam bentuk sinopsis dan kerangka kasar, alur hingga pembuatan judul sekaligus, dan menuliskan poin penting. 1014 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 996-1017 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Sedangkan untuk proses editing & posting, author menyunting bagian yang dianggap harus diperbaiki sebelum diunggah di Twitter. Sebagian besar author akan menyunting bagian yang terdapat kesalahan penulisan atau typo. Tujuan dari author menulis fan fiction, karena author memiliki ide terkait boyband Seventeen yang ingin dituangkan dalam bentuk fan fiction. Selain itu author memiliki rasa suka menulis, sehingga fan fiction yang ditulis pada platform Twitter dapat menjadi wadahnya untuk berkembang sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap idolanya. Kehadiran fan fiction bukti bahwa penggemar bukan komunitas pasif yang hanya mengkonsumsi media, namun penggemar aktif yang dapat memproduksinya. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan serta kesimpulan dalam penelitian ini, maka penulis memberikan saran sebagai berikut: Bagi beberapa digital author perlu membuat variasi dari visualisasi dan topik cerita terkait anggota boyband Seventeen, agar semakin banyak pembaca fan fiction yang tertarik. Penelitian ini memiliki keterbatasan hanya menggunakan platform media sosial Twitter, sehingga bagi peneliti selanjutnya bisa meneliti untuk platform media sosial yang lain dan bisa menggunakan produksi teks selain pada penelitian ini Penelitian ini memiliki keterbatasan hanya meneliti author yang merupakan penggemar boyband Seventeen, sehingga untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti grup idola lain. DAFTAR PUSTAKA